[Fanfiction] Love Test – @_indriaaa


[ Fanfiction & Fanart Fanficyunjae Contest 2012 ]

@_indriaaa – Fanfiction

Silakan bantu menilai dengan tinggalkan komentar / like jika chingu suka postingan ini🙂

 

– Love Tes –

FF/ YunJae/ Love Test/ PG-17/ Oneshot

 

Title: Love Test.

Author: Indri-YunJae Cassiopeia.

Cast: Our beloved (spazz) parents, Yunho and Jaejoong! And their parents.

Genre: Boyslove, Romance, OOC.

Warning: cerita gampang ketebak, alur pasaran, penjabaran seadanya, plot membosankan.

Rating: PG-17 for the language style.

Length: Oneshot.

 

:: “Satu hal yang ku tunggu. ‘Ku cintaimu’ dari dirimu.” – Love test

 

^^ YunJae ^^

 

“Apa pernikahan anak-anak kita baik-baik saja?” tanya Mrs. Jung yang sibuk memotong wortel lalu memindahkannya ke sebuah mangkuk berukuran besar. Mrs. Kim yang berada disampingnya menoleh pada wanita sebayanya sambil mengerutkan dahi.

“Mengapa kau berpikir seperti itu? Baik Yunho maupun Jaejoong tak pernah ada aduan pertengkaran. Mereka sama-sama telah dewasa.” Jawab Mrs. Kim yang sedang mengupas kulit udang.

 

Dua wanita paruh baya ini sering menghabiskan waktu bersama sejak menjadi besan. Saling berkunjung adalah hal yang wajar di antara mereka. Mereka adalah pihak yang paling antusias atas perjodohan anak-anak mereka.

 

“Aku takut mereka tidak saling mencintai.” Kata Mrs. Jung putus asa, kentara dari intonasinya berbicara.

“Tenanglah. Aku yakin mereka baik-baik saja.” Mrs. Kim tersenyum manis. Ia percaya pada anak dan menantunya.

 

^^ YunJae ^^

 

Jaejoong berdiri di samping tembok ruang tengah. Ia terpaku memandangi sebuah kalender yang terpasang di dinding. Beberapa saat, ia menampakkan sebuah lengkungan manis di bibirnya. Pena merah di tangannya melingkari sebuah tanggal yang ada di kalender. Tanggal empat Agustus, yang jatuh pada hari ini.

 

Ia selalu melakukannya ketika tanggal empat di tiap bulan. Sudah enam kali ia melakukannya.

“Sudah enam bulan aku menikah. Tak terasa.” Gumamnya sambil tersenyum lebar.

 

Jaejoong melangkah menuju meja telepon yang tak jauh dari posisinya. Telepon rumah yang berdering mengalihkan perhatiannya. Ia mengambil posisi duduk di sebelah meja telepon. Dengan santai, tangan kanannya mengangkat telepon.

 

“Yoboseyo? …Ne… Ini aku, Jaejoong. Ini… Siwon? Umm… Mianhae. Aku tak bisa. Kau pasti sudah hafal alasanku, kan? Aku sudah memiliki suami sekarang… bukan… bukan karena suamiku melarangku. Aku hanya tak ingin merusak nama suamiku sendiri gara-gara aku terlihat berjalan dengan pria lain. Mungkin, kau bisa mengunjungiku di rumah. Itupun kalau ada Yunho. Aku… menghormati suamiku. Ku mohon kau mengerti, Siwon.” Kata Jaejoong pelan sambil menggigit bibirnya. Jaejoong melirik ke arah tangga. Disana Yunho berdiri mematung sambil menatapnya.

 

Sejak kapan Yunho berdiri disana?

 

Jaejoong menutup telepon dengan tergesa sambil mengatur bola matanya yang melirik kesana kemari dengan gelisah, seperti tertangkap sedang mencuri.

“Yunho…” seru Jaejoong melemah.

Yunho tersenyum manis sambil melangkah menuju meja makan yang tak jauh dari tangga. Ia membuka tudung saji dan tak menemukan makanan apapun disana.

“Aku lapar.” Gumam Yunho pelan.

 

Jaejoong mengangguk pelan, lalu bergegas menuju dapur. Ia menyiapkan potongan selada dan irisan daging yang ia masak di panggangan. Yunho berdiri di samping Jaejoong sambil melirik Jaejoong yang sibuk menyiapkan semuanya.

“Apa yang bisa aku lakukan?” tanya Yunho.

“Kau duduk saja, Yunho-yah. Biar aku yang menyiapkan semuanya.”

“Aku akan membantumu!” Yunho mengambil pisau di tangan Jaejoong dan mendekatkan lembaran selada padanya. Jaejoong tersenyum manis dan mengambil roti di atas kulkas.

 

Mereka menyiapkan menu sarapan bersama.

 

—Jaejoong POV—

 

Aku, Kim Jaejoong. Sejak menikah enam bulan lalu dengan Jung Yunho, maka margaku yang sekarang adalah Jung. Kami menikah karena dijodohkan oleh orang tua kami. Awalnya aku agak risih ketika mengetahui kalau aku akan dinikahkan dengan seorang laki-laki. Apalagi mengetahui kalau posisiku adalah sebagai seorang istri.

 

Namun hal yang tak aku sangka adalah, Yunho menerimaku menjadi pasangannya. Yunho adalah tipikal namja yang menurut pada orang tua. Dua minggu setelah kesepakatan itu, kami menikah di Jerman karena pernikahan sesama namja dilegalkan disana.

 

Di awal pernikahan, aku sempat merasa kalau kami akan melewati masa-masa yang canggung. Aku tak mengenal Yunho, begitu pula sebaliknya. Tetapi, Yunho selalu bersikap baik di hadapanku. Ia selalu pulang kerja tepat waktu, memakan masakan yang aku hidangkan, tak pernah protes dan ia juga sering membantuku untuk melakukan pekerjaan rumah tangga yang lain. Ia namja yang hebat.

 

Temasuk dalam urusan ranjang. Ia namja yang lembut dan perhatian.

 

Aku menyukai pribadinya itu.

 

Namun, aku tak tahu apa yang sebenarnya ada dalam pikirannya. Ia namja yang tak banyak bicara. Ia lebih suka menunjukkan jawaban melalui gesture tubuh. Ada satu pertanyaan yang seringkali melintas di benakku.

 

Apa dia mencintaiku?

 

—Jaejoong POV end—

 

Jaejoong dan Yunho menikmati menu sarapan bersama di meja makan. Bunyi denting pisau dan garpu menemani kesunyian yang menyelimuti.

 

“Jaejoonga, kau terlihat pucat. Apa kau sakit?” tanya Yunho.

 

Jaejoong mendongak dan memelankan kunyahannya. “Jinjja? Aku hanya merasa lelah tanpa sebab.” Jawab Jaejoong.

 

“Mungkin karena kau terlalu banyak mengerjakan pekerjaan rumah. Bagaimana kalau kita menggunakan pembantu di rumah ini? Jadi kau tak perlu membereskan semuanya sendirian.”

 

Jaejoong tersenyum sambil memotong rotinya lagi. “Aku rasa tak perlu. Aku namja, dan tenagaku akan jauh lebih kuat dibanding pembantu yang umumnya wanita, kan?”

 

“Aku juga sering merasa lelah akhir-akhir ini. Ku pikir karena cuacanya tidak menentu jadi staminaku menurun.”

 

“Aku akan membeli vitamin kalau aku belanja nanti.”

 

“Tidak perlu. Aku selalu mendapatkannya hampir setiap malam.” Jawab Yunho santai diiringi senyuman nakal. Jaejoong menunduk malu untuk menyembunyikan wajahnya.

 

“Aku akan berangkat bekerja jam sebelas dan akan pulang larut. Sepertinya hari ini akan melelahkan. Apa kau mau berhubungan denganku sebelum aku pergi?” tanya Yunho terang-terangan yang membuat Jaejoong sedikit terkejut.

 

“Ng? Umm, ne…” jawab Jaejoong gugup sambil mengangguk pelan. Namja cantik itu tersenyum manis yang membuat Yunho sedikit ber-angan dan melupakan makan paginya.

 

—Yunho POV—

 

Aku memandangi ruangan sekelilingku. Ini kamarku dengan Jaejoong sejak kami menikah. Aku menikah dengan namja yang sama sekali tak aku kenal. Teman-temanku di kantor seringkali mengejekku karena aku abnormal karena mau dijodohkan dengan seorang pria.

 

Namun, setelah mengenal Jaejoong perlahan, aku merasa kalau Jaejoong tidak buruk. Ia namja yang penurut dan baik. Apa saja yang aku pinta, pasti akan ia lakukan. Bahkan ia mau mengorbankan dirinya yang notabene seorang namja untuk melayaniku dengan posisi seorang yeoja.

 

Selama enam bulan ini, kami baik-baik saja. Tak pernah ada pertengkaran di antara kami. Ia bertingkah manis dan selalu tahu apa yang aku butuhkan.

 

Ku pikir, ia memang cocok untukku.

 

Ku lihat Jaejoong sudah datang ke kamar setelah menyelesaikan pekerjaannya di dapur. Ia tersenyum manis sambil mendekat ke arahku. Sambil menunduk, ia duduk di sampingku dengan pelan.

 

“Aku siap. Kau, bisa melakukannya sekarang, Yunho-yah!” Katanya. Wajahnya merona dan membuat parasnya makin terlihat cantik.

 

Dengan cepat, aku menarik tubuhnya agar berbaring bersama di ranjang. Aku tak ingin berlama-lama menunggu momen seperti ini.

 

—Yunho POV end—

 

^^ YunJae ^^

 

—Jaejoong POV—

 

“Ne, umma? Appa akan kembali ke Korea? Baiklah. Aku akan menjemput Appa ke bandara. Ne, umma. Annyong.”

Aku bergegas untuk pergi ke bandara. Aku merapikan diriku lalu pergi ke bandara menggunakan audi hitam milikku.

 

Sampai di bandara, aku melangkahkan kakiku menuju ruang tunggu arrival dari luar negeri. Appa bekerja di London sebagai pengusaha software untuk telepon selular. Appa terlalu sibuk, bahkan sesaat setelah pemberkatan pernikahanku enam bulan lalu, appa sudah pergi kembali ke London. Namun aku memaklumi itu.

 

Aku duduk di salah satu kursi tunggu. Pesawat dari London akan tiba waktu sepuluh menit lagi.

 

Pandangaku tertuju pada seorang pria yang sedang memeluk seorang wanita. Aku berdiri tanpa disadari saking kagetnya. Yunho? Bersama siapa?

 

Aku menggelengkan kepalaku karena aku takut hanya berhalusinasi. Namun ini bukan mimpi. Ini nyata. Itu, Yunho. Suamiku.

 

Ia… sedang mengecup mesra dahi wanita yang terlihat riang dalam pelukan suamiku.

 

Pikiranku mengosong dan tubuhku kaku. Aku merasa diriku berkecamuk saat ini. Hingga akhirnya, sebuah panggilan menggetarkan ponsel di dalam saku celanaku.

“Appa? Kau dimana? Aku baik-baik saja. Appa dimana? Ah? Di London? Umma bilang appa akan datang siang ini. Makanya aku sedang berada di bandara sekarang.”

Aku melirik namja itu lagi. Itu benar-benar Yunho. Aku mengenali wajahnya, juga pakaiannya.

“Ya sudah, appa baik-baik disana ne? Annyong…”

 

Pikiranku menggelap. Wajahku memanas, namun aku tak bisa melampiaskannya melalui air mata. Yunho memeluk wanita itu dengan erat. Aku tidak suka meski aku mendapatkan yang lebih hampir setiap hari, bahkan tadi pagi.

 

Apa wanita itu, kekasih Yunho?

 

Yunho menggandeng wanita itu pergi ke pintu keluar bandara. Aku tak boleh melewatkan ini. Aku harus mengikuti mereka.

 

—Jaejoong POV end—

 

Jaejoong mengikuti pergerakan mobil Yunho yang membawa seorang wanita bersamanya. Mobil Yunho memasuki sebuah wahana bermain. Membuat bibir cherry Jaejoong melengkung ke bawah.

 

Yunho dan wanita manis itu menaiki beberapa wahana permainan bersama. Mereka terlihat bersenang-senang disana. Padahal jam segini, harusnya Yunho bekerja. Yunho tak pernah meliburkan diri untuk sekedar berdua dengan Jaejoong. Mengajak Jaejoong untuk jalan-jalan saja, Yunho tidak pernah. Tapi, Yunho melakukannya bersama wanita lain.

 

Jaejoong memutuskan kembali ke mobil dan pergi dari sana.

 

Jaejoong tidak kembali ke rumah. Ia pergi ke sebuah rumah mewah dan memencet bel yang terletak di samping pintu. Tak lama, seorang wanita paruh baya keluar dan terkejut melihat kedatangan Jaejoong.

“Joongie?”

 

“Bogoshipda, umma!” Jaejoong memeluk umma-nya dengan erat sambil mengatur emosinya yang siap meledak.

 

“Apa ada masalah?” tanya sang umma sambil mengelus kepala Jaejoong.

 

“Aku hanya merindukan kamarku. Aku ingin kesana. Boleh kan, umma?” Jaejoong terlihat tergesa. Belum sempat Mrs. Kim mengangguk,  Jaejoong buru-buru naik ke lantai atas dan meninggalkan umma-nya yang menaikkan alis, bingung. Namun sesaat kemudian, Mrs. Kim tersenyum manis.

 

Jaejoong masuk ke dalam kamarnya yang berdesain minimalis. Ia merebahkan diri di kasur empuk berukuran single, lalu memeluk guling dengan erat. Air matanya mengalir dengan cepat.

“Apa Yunho terpaksa menjalani pernikahan ini?” batin Jaejoong.

Ia juga memeluk guling makin erat ketika isakannya tak tertahan lagi.

“Sepertinya ia tak mencintaiku.” Batinnya lagi sambil menenggelamkan kepalanya di antara guling dan bantal.

 

^^ YunJae ^^

 

Yunho memencet bel dan bahkan menggedor pintu rumahnya. Ini jam sembilan malam. Tak biasanya Jaejoong mengunci pintu rumah. Jaejoong selalu menunggu kepulangan Yunho meskipun larut malam.

“Jaejoongie?” pekik Yunho diselipi nada khawatir.

 

Seorang pria tua yang menjaga gerbang mendekati Yunho sambil tersenyum.

“Nyonya Jung keluar pukul satu siang. Namun ia belum kembali hingga saat ini, Tuan.”

“Apa ahjussi tahu ia pergi kemana?”

“Nyonya Jung tidak mengatakan apapun, Tuan.”

 

Yunho merogoh sakunya untuk mencari ponsel. Dengan tergesa, ia menghubungi nomor ponsel Jaejoong. Namun tak ada jawaban dari Jaejoong. Yunho mendadak pucat. Ia takut terjadi sesuatu dengan istrinya itu.

 

Namun, sesaat kemudian ada sebuah panggilan masuk. Dari mertuanya.

“Umma?”

“Ne, Yunhoa? Apa kau sudah pulang, nak?”

“Ne, umma.”

“Apa Jaejoong sudah mengatakan padamu sebelumnya kalau ia akan menginap disini?”

Yunho mengerutkan alisnya. “Umm…” Yunho mencoba mengingat, tapi sepertinya Jaejoong tak mengatakan apapun tadi pagi.

“A..apa, kalian bertengkar sebelumnya?”

Yunho mengingat tadi pagi. Ia baik-baik saja tadi pagi. Tak ada pertengkaran di antara mereka.

“Anio, umma. Kami baik-baik saja. Baiklah, aku akan menjemputnya sekarang.”

 

 

Kedatangan Yunho disambut oleh sang ibu mertua. Ia memeluk wanita paruh baya itu dengan erat.

“Jaejoong ada di dalam kamarnya. Ia tak mau keluar. Ia juga tak mau makan. Cobalah bujuk dia, Yunho-yah.”

Yunho makin bingung dengan ini semua.

 

Sebenarnya apa yang terjadi pada Jaejoong?

 

Begitu ia melangkah masuk, ia bertemu dengan umma, appa, dan appa mertuanya. Namja bermata musang itu mendapat tatapan membunuh dari orang tuanya.

“Kami begitu khawatir dengan keadaan Jaejoong. Apa kau membuat masalah, Jung?” tanya sang appa pada anaknya.

“Anio. Bahkan tadi pagi kami masih… ah, sudahlah. Aku akan menemuinya di dalam.”

 

Yunho masuk ke dalam kamar milik Jaejoong yang tak dikunci. Ia melihat Jaejoong tengah membenamkan kepalanya di antara bantal. Yunho duduk di tepian ranjang sambil mengelus punggung Jaejoong. Posisinya yang memunggungi Yunho membuat Yunho kesulitan untuk berbicara dengannya.

“Jaejoonga, ini aku. Apa kau bisa mendengarku?”

“Umm…”

“Ayo pulang, Joongie…”

Jaejoong terdiam, tak merespon.

“Mengapa kau tak menjawabku, Joongie? Apa kau marah denganku?”

Jaejoong makin membenamkan kepalanya ke guling yang sedang ia peluk.

“Jaejoonga, ku mohon jangan diam seperti ini! Bicaralah!”

Beberapa saat Yunho menunggu, namun Jaejoong tak juga menjawab pertanyaannya.

“Aku akan memaksamu pulang. Aku akan menyeretmu kalau kau menolak.”

 

Jaejoong terduduk karena kalimat Yunho barusan terdengar sedikit menakutkan. Jaejoong duduk sambil menyeka matanya, namun masih membelakangi Yunho. Yunho menghela nafas panjang, lalu berjalan menuju ke sisi di hadapan Jaejoong. Ia menarik tangan Jaejoong dengan kasar yang membuat Jaejoong mendongak. Yunho terkejut ketika menemukan wajah Jaejoong terlihat sangat sembab. Matanya juga terlihat berat.

“Kau menangis?” tanya Yunho.

Jaejoong menggeleng. Ia pasrah ketika Yunho menariknya keluar kamar.

 

Para orang tua yang berada di ruang tamu tersenyum ketika melihat Yunho berhasil membujuk Jaejoong untuk keluar kamar.

“Maafkan kami karena telah membuat kalian cemas.” Kata Yunho sambil menunduk hormat.

Jaejoong menyandarkan dirinya di lengan Yunho, lalu tubuhnya limbung ke pelukan Yunho. Yunho dengan cepat menangkapnya namun ia terkejut dengan keadaan seperti ini. Ditambah lagi para orang tua itu menjerit pelan melihat keadaan Jaejoong yang tiba-tiba pingsan seperti itu.

“Jaejoongie?” Yunho menepuk pipi Jaejoong, namun tak ada respon.

 

^^ YunJae ^^

 

Jaejoong membuka matanya. Ia mengenali ruangan ini. Kamarnya di rumah lama. Bukankah tadi Yunho mengajaknya pulang? Mengapa ia masih disini?

 

Tangannya bergerak, dan ia buru-buru menoleh ke samping. Yunho tertidur di sampingnya sambil memegangi tangannya.

 

Jam menunjukkan pukul sebelas malam.

 

Jaejoong tersenyum manis. Pelan-pelan, ia melepaskan genggaman tangan Yunho. Ia melangkah menuju balkon kamar melewati pintu kaca. Ia berdiri disana sambil memandangi malam yang sepi.

 

Ia ingat kejadian tadi siang. Yunho yang terlihat intim dengan seorang wanita yang tak pernah Jaejoong lihat sebelumnya.

 

Jaejoong terkejut ketika dua tangan melingkar di perutnya. Dagu lancip bisa ia rasakan terletak di bahu kirinya.

“Apa yang kau pikirkan, Jaejoongie?”

Jaejoong menunduk. Ia tak menjawab, namun kelamaan tubuh Jaejoong bergetar. Bibir mungilnya mengeluarkan isakan.

 

Yunho melepas rengkuhannya. Ia membalikkan tubuh Jaejoong agar menghadapnya.

“Mengapa kau menangis? Ku mohon jangan menangis. Katakan, ada apa, hm?”

 

“Aku takut kau terkekang atas perjodohan ini, Yunho-yah.”

 

“Apa maksudmu? Aku tak mengerti, Jaejoongie.”

 

Jaejoong menunduk dan tangisannya makin menjadi. Sesak melandanya berkali-kali lipat.

“Tadi aku melihatmu memeluk dan mencium seorang wanita di bandara. Lalu aku mengikuti kalian yang berjalan-jalan ke wahana permainan. Mianhae, Yunho-yah. Aku tidak sopan karena aku menguntitmu dan sempat tak percaya padamu. Tapi aku tadinya akan menjemput appa, tetapi appa—”

 

“Kau cemburu, hm?” Yunho momotong kalimat Jaejoong. Ia menangkup pipi Jaejoong yang masih mencoba menahan isakannya.

 

“Hey, lihat aku Jaejoongie!”

 

Jaejoong menatap mata Yunho dengan mata yang sembab. Bibirnya mengatup-ngatup karena tak bisa mengatur nafasnya yang tersengal. Jaejoong mengangguk pelan.

“Mianhae…”

 

“Mengapa kau meminta maaf, hm? Kau tahu? Wanita itu bernama Jung Jihye. Dia adikku yang di karantina di Jepang. Makanya kau tak mengenalnya, bukan?” Yunho tersenyum manis.

 

“Ndae?” Mata Jaejoong bergerak gelisah menahan kaget. Di saat yang bersamaan ia merasa malu.

 

“Umma Kim menyuruhmu untuk ke bandara agar melihatku bersama Jihye. Tapi, aku tak tahu kalau umma kim dan umma jung yang merencanakan ini semua pada awalnya. Mereka ingin mengetes apa kau mencintaiku atau tidak.”

 

“Ja..jadi?”

 

“Gwaenchana. Kita suami istri dan rasa cemburu itu wajar bukan? Aku juga cemburu ketika banyak teman priamu yang menelponmu. Tapi aku senang karena kau selalu mengatakan pada mereka kalau kau sudah memiliki suami. Apalagi ketika kau mengatakan pada mereka jika mereka ingin datang, harus ada aku di rumah. Aku merasa sangat di hormati.” Kata Yunho pelan sambil mengelus pipi Jaejoong.

 

“Maafkan aku karena aku kekanak-kanakkan.”

 

“Jadi, apa kau mau pulang?” Tanya Yunho sambil terkekeh. Jaejoong ikut terkekeh sambil menutup mulutnya.

 

“Ayo pulang! Besok kan kau harus bekerja sedangkan semua bajumu tidak ada disini.”

 

“Kita tidak diperbolehkan pulang malam ini. Bahkan, umma bilang kau harus tinggal disini untuk beberapa waktu. Dan aku menyetujuinya.” Yunho menghla nafas pendek lalu menghembuskannya keras. Raut wajahnya sedikit berubah menjadi misterius.

 

“Umm? Wae..wae gurae?” Tanya Jaejoong panik.

 

“Takutnya kau terlalu letih di rumah. Kami takut terjadi sesuatu denganmu dan kandunganmu.” Yunho tersenyum teduh yang menyejukkan siapapun yang melihatnya.

 

“Maksudmu… Aku.. Ha..hamil?” Tanya Jaejoong gugup sambil mencerna.

 

“Ia akan hadir dan melengkapi kebahagiaan kita.” Yunho mengelus perut Jaejoong dengan lembut dan pelan.

 

Jaejoong menutup mulutnya dan menangis saat itu juga. Yunho menyeka tangis haru itu dengan jemarinya.

 

“Lihat aku, Jaejoongie!”

 

Mata besar Jaejoong menatap mata srigala Yunho yang berbinar.

“Aku menyadari satu hal sekarang.” Kata Yunho berbisik dengan suaranya yang rendah.

 

“Apa, Yunho-yah?”

 

“Aku mencintaimu!” Yunho menarik Jaejoong ke dalam rengkuhannya. Ia menempelkan bibirnya pada bibir Jaejoong lalu melumatnya pelan.

 

Jaejoong melingkarkan tangannya di leher Yunho. Ia membalas ciuman hangat itu dengan membuka mulutnya, membiarkan Yunho mengeksplorasi mulutnya.

 

Yunho memeluk Jaejoong dengan erat. Betapa ia mencintai namja cantik yang sederhana ini.

 

Jaejoong meletakkan kepalanya di dada Yunho. Ia selalu merasa terlindungi dengan posisi seperti ini. Ketenangan ia dapatkan sekarang.

 

Yunho mencintainya.

 

Dan kebahagiaan mengiringi kehidupan mereka.

 

Malam ini.

 

Esok.

 

Dan selamanya.

 

/end/

 

A/N: maaf kalau ada salah ketik, diksi, dsb. Maaf kalau tidak berkesan. Makasih udah baca🙂 /bow/

49 thoughts on “[Fanfiction] Love Test – @_indriaaa

  1. huee aku suka banget nih karangannya eon indry hehe🙂
    FF nya bagus simple , romantis tpi ngena banget di hati😀

    wuah Jaema cemburuan nih sama Yunppa ciiieeee
    moga2 langgeng ya appa umma
    terus semoga ada sequelnya nih eonn aku tunggu banget

    terus semoga menang ya eon ^^
    aku selalu suka FF YunJae yang eon buat oe HWAITING !!!! ^^

  2. wah,simple tapi menyentuh banget.
    emang gak semua pernikahan yg dijodohin itu gak bahagia n hanya karna terpaksa.buktinya YunJae yg jadi saling suka.
    ah,suka ma ffnya,critanya ringan and gak terlalu berat.

  3. Jung n kim umma bner2 cerdik memakai jihye untuk menguji cinta yunjae,ska bget m sikap jaema yg menghormati pernikahan n suamix walaupun mereka dijodohkan,chukkae jaema hamil;-)

  4. ughh..so sweet bnget ini >///<
    prjdohan, ada kalanya seseorang yg blom kta kenal ato kita cintai itu ketika dipaksakan dengn kondisi agar sling mengenal itu lebih trasa romantis dan alami. entahlah, ini trasa sperti prnikahan islami bnget, brwal dari prjodohan mmbuat mreka trpaksa mngenal psangan masing2 hingga mengerti keadaan psangan mreka. dan akhirnya cinta mngalir dngan sndirinya d'khidupan rumah tngga mreka.
    ini benar2 romantica khidupan rumah tangga yg d'impikan stiap wanita😄
    aaaahhh sukaaa banget dah

  5. eonni ini keren bgt,so sweet bgt ><
    seneng deh kalo yunjae akur gtu,udah gtu jaemma hamil lg makin seneng q eon
    q kira cwe yg sama yunppa siapa,eh ternyata adik.a udah deg2an dlu
    kkkkk😄

  6. sukaaa bnget ma ff.y
    critanya ringan tp feel.y berasa bnget!!
    hwaiting Ndi buat lombanya ^^

  7. ya ampun sumpah demi apa ini ff sweet bngt..
    kyaaa >////<
    suka dgn critany simple tp nyampe bngt dihati,ngena bngt dech.
    wlaupun YunJae mnikah awal ny dijodohin,tp syukurlah mreka sama2 sling mncintai.
    dan yg buat kebahagian mreka smakin lengkap dgn hdirny anggota kluarga br ditengah2 prnikahan mreka..
    suka bngt dgn critany..
    xD

  8. q suka ff ini,ide yg biasa tp d kemas scra apik shingga jd luar biasa…ringan untk d bc,dan menyentuh jika d rasa.
    #aduh knp neh dreq
    pkoq ny suka dh ma ff ny,mg menang indri.🙂

  9. aq suka meski alurx sederhana tapi pas hm suka bgt scene pas dipesawat ma wkt jae tau dia hamil,ndri jia you ya moga menang hihi

  10. ndi, aku suka ff mu >_<
    Ringan untuk dibaca, gak terlalu berbelit-belit and pastinya so sweeeet banget!!

  11. Aq suka ma ff nya chingu:)
    walaupun yunjae nikah karna perjodohan tpi mreka bisa saling menghargai:)
    sneng bgt liat jaema cemburu waktu liat yunpa jalan sama perempuan lain yg tdk lain adlh adik nya yunpa sendiri:D
    jaema hamil?????YEEEEEYYYYY…..berarti sbntr lgi bkl ada tangis bayi yg akn slalu mewarnai pernikahan YUNJAE:D

    Ff nya bner” DAEBAK^__^

  12. Ndi….
    neomu joahae..
    so sweeet…crtnya ringan..
    yunjae wlopun djodohin v ttp slng menghormati..
    dh deg2an,kirain yunpa selingkuh..v syukurlah..yunjae slng cinta,n yeaaa bntr lg dpt baby…
    nice story..;)

  13. ihhhh wawwwwwww so sweet bgt…
    bener2 istri yang baik Jung Jaejoong…..
    pas nolak ajakan siwon d telepon.. beneran bikin bangga ucapannya,,,
    dan ternyata Yunpa tak menolak pernikahan ini dan sangat menyayangi jaejoong,,,

    untunglah cuma jihye… udah deg-degan kirain ntu yeoja siapa gtu…
    dan syukurlah… Jung Jaejoong HAMIL….

    hehehehe… Nice FF ^^

  14. yaaaaaaa
    DAEBAK…….
    indri you are so GREAT><

    aa suka deh….
    tmben liat umaa g dsiksa appa:D
    #jingkrak2
    kerennnn
    so sweet bgt…
    yahaha si umma hamil,,,
    dan owww
    cr.a Mrs Jung n Mrs kim kompak abizzzzz……
    uu,,, umma sll bs bhagiain appa yun dlm "situasi"apapun ヽ(゚ー゚*ヽ)
    good luck indri…
    qm pasti menang ^^

  15. yaaaaayy~ i like it….
    daebak yobo….
    seengganya disini jaejung kagak menderita… hahahahaha
    #ketawa ibu suri😄
    Ah, yakin dah menang… ^^
    good luck yoboooooo~ bogoshipoooooo…huhuhu

  16. aaaah~ so sweet bgt>< jj umma jealous ke adik ipar sendiri haha=)) rada greget jg pas lg di airportnya~
    ff-nya indri eonni tuh emang selalu simple, bikin readers greget, tapi ngena ke hati:)

  17. wooo,,,manis… pasangan dewasa itu!
    perasaan cinta tumbuh seiring waktu…

    senang yang manis2 gini jadi pengen makan gula…
    ajieb dah… semua jempol buat authornya!

  18. aaaaaaaaaaaaaaa so sweet banget yunjae nya >~< sempet shock karena mereka di jodohkan dan kirain yuno beneran selingkuh, ternyata itu jihye eonni ~:3 aaa jeje cemburu nya kucu yah :3

  19. wuaahhh!!
    ceritanya simple tp real banget.
    temanya emang pasaran, tapi alur ceritanya bikin ff ini beda dr ff lainnya..
    trus permainan emosinya dapet banget.. seneng, sedih dll bs ikut dirasain reader.
    pendeskripsian situasi, suasana ato setting jelas banget. gak ada kesan maksanya.

    good job indri^^

    fighting!!!

  20. berawal dr perjodohan trs tumbuh cinta di antara mereka
    Jaema jd istri yg bs jg nama baik suaminya
    What a sweet family ^^

  21. So sweet crita.a,,
    kkkk jaemma cemburu, trnyt yunppa jg,
    lengkap sudah kebahagian yunjae dg jaemma yg hamil ^^

  22. super likeee
    Yunjae so sweet
    Huh aku kira yunho bener2 sama cewek lain,tapi syukurlah cewek itu adiknya yunho
    dan ternyata juga cuma akal2nya orangtua mereka haha
    YunJae ternyata saling mencintai leganya
    Chukae Jaema ternyata juga Hamil
    Yeah Haapy end^^

  23. like thhiiisss~~!
    simple tapi ngena banget….
    nyesek pas baca jeje liat yunho sama cewek lain…
    yeah… akhir” ini ak melankolis -_-

    ortuny yunjae cerdik banget serius…
    kok ya bisa kepikiran pake cara gitu –v
    really like this! jeongmal!!😀

  24. mau coment, padahal lomba nya udh selesai :p
    asli~
    ini sweet bgt >///<
    jd pengeennn (?)
    yunho nya dewasa bgt kyk nya, pengertian, lembut pula. Aduuhhh mau cowo kyk gtu :p
    jejung nya juga istri yg baik, brbakti gtu ya kpd suami🙂
    ceritanya bgus bgt, simpel, ga rumit gtu, jd enak bacanya. Bagus ^^

  25. Perkawinan karna perjodohan…hmmm?? Kyknya cuma yunjae ýanƍ berakhir bahagia…ýª τρ byk ǰƍ x Selain yunJae..!!
    Yunjae memang tiada 2nya…Ъ>:/ ά̲ϑª ýanƍ bisa ngalain YunJae couple

    Suka…suka…critanya bagus

  26. Wahh, chukkae umma appa, punya baby.. Hahh, deg deg an tdi, ngeliat appa mesra2 an, untng jja adegnya cba klaw ne2k lmpir… Kyaaa Yj jjang..

  27. ini dah qbca berkli-kli, tapi tetap aja slalu terbaxng-baxng akan keromantisan.a. Uu DAEBAK T.T

  28. Sebelumnya Youn mw ngucapin selamat bwt Yunjae ^^ seneng akan ada baby Yunjae ^^ makin rame deh keluarga Yunjae wkwkwkwk
    ahhhh Yunjae so sweet as usual ^^
    Like this story ^^

  29. Daebak …
    Aku baru bc ff.a hihi
    aigoo umma cemburu padahal itu jihye … Romantis bnget dah #poppobasah
    Ah semoga yunjae bahagia selalu AMIn fighting hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s