[Fanfiction] Nice To meet You…Again – @HillaryCassie


[ Fanfiction & Fanart Fanficyunjae Contest 2012 ]

@HillaryCassie – Fanfiction

Silakan bantu menilai dengan tinggalkan komentar / like jika chingu suka postingan ini🙂

– Nice To meet You…Again  –

 

Title : Nice To meet You…Again

Cast  : Jung Yunho, Kim Jaejoong [Yunjae]

Genre : Romance, Gender-bender

Oneshoot

#Joseon Era#

 

“Jeoha, tolong hati-hati dengan langkah anda.”kata seorang pria berbadan tegap yang tampak sedang mengawal Putra Mahkota.

 

“Ya,Changmin-ah! Kamu tidak perlu begitu formal denganku. Kita kan sedang diluar,tidak ada orang selain kita. Panggil saja aku Yunho,arasseo?”kata sang Putra Mahkota. “Lagipula kamu tidak mau orang-orang di desa ini  tau aku seorang Putra Mahkota kan. Ingat kita sedang menyamar.”

 

“Maafkan hamba,Jeoha! Tapi saya tidak bisa memanggil anda seperti itu Jeoha.”kata pria bernama Changmin itu.

 

“Aish! Kamu ini tidak seru Changmin-ah. Lagipula kita kan sudah berteman sejak kecil.”kata Yunho.

 

“Tetap saja, Jeoha. Tugas saya adalah untuk—–“kata-kata Changmin dipotong segera oleh Yunho.

 

“Ya..ya..untuk melindungiku. Aku sudah mendengar itu ratusan kali darimu. Tidak perlu kau ingatkan lagi.”kata Yunho cuek. “Tidak bisakah kau bersikap santai Changmin-ah? Ckckck. Apakah akan ada wanita yang bisa tertarik padamu jika kamu sekaku ini.”

 

“Maafkan saya,Jeoha!”kata Changmin.

 

“Sudahlah,lebih baik kita cari tempat makan. Aku lapar.”kata Yunho.

 

“Yee…algaeseumnida Jeoha.”kata Changmin.

 

Akhirnya kedua pemuda itu berhenti di sebuah rumah makan.

 

“Selamat datang tuan.”sambut pelayan rumah makan tersebut.

“Terima kasih.”ucap Changmin seraya mempersilahkan Yunho untuk duduk.

 

“Wah tempat ini nyaman juga. Interior nya cukup indah.”kata Yunho mengagumi interior rumah makan tersebut. “ayo cepat,duduklah Changmin.”

 

“Nae Jeoha.”kata Changmin lalu duduk. “Jeoha,rumah makan ini cukup terkenal di kalangan bangsawan.”

 

“Oh,geurae? Waeyo? Apa yang membuat rumah makan ini terkenal?”tanya Yunho.

 

“Selain makanan disini lezat, ada yang menarik dari rumah makan ini,Jeoha. Disini, selalu ada wanita yang memainkan gayageum untuk mengiringi para tamu yang sedang makan Jeoha.”terang Changmin.

 

“Eo heo, apa bedanya dengan rumah makan lain. Wanita itu pasti Gisaeng kan?”kata Yunho.

 

“Ani-imnida Jeoha. Wanita tersebut bukan Gisaeng. Dia putri salah seorang tokoh terpandang di daerah sini Jeoha. Ia menghibur tamu disini dengan bakatnya Jeoha. Ia ingin semua orang dapat menikmati musik.”papar Changmin. “Eo…sepertinya sebentar lagi ia akan tampil,Jeoha.”

 

“Benarkah? Aku jadi penasaran.”kata Yunho.

 

Benar saja, tidak berapa lama kemudian muncul seorang gadis dan segera memainkan gayageum nya. Seluruh tamu tampak menikmati pertunjukkan tersebut. Termasuk Yunho, ia terpana melihat gadis di hadapannya itu. Changmin menyadari hal ini dan hanya tersenyum simpul.

 

#2012#

 

“Uijangnim,tampaknya anda sangat menikmati pertunjukan piano oleh wanita tersebut.”ujar seorang pria.

 

“Ya! Changmin-ah,berhenti menggodaku. Lagipula ini sedang tidak dikantor. Bisakah kau tidak memanggilku seperti itu? Bikin pusing saja.”kata Yunho.

 

“Ne..ne..ne..Jung Yunho-ah! goda Changmin sambil tertawa.

 

“Cih…ada apa denganmu ini?”kata Yunho.

 

“Yang seharusnya bertanya itu aku? Ada apa Tuan Yunho? Kau selalu datang kesini saat makan siang. Aku tahu kau pasti tertarik dengan dia kan. Kenapa tidak kau ajak saja dia keluar?”kata Changmin.

 

“Apa sih yang kau bicarakan Changmin-ah.”kata Yunho.

 

“Sudahlah tidak usah berbohong lagi padaku. Aku ini sahabatmu dari kecil,kau pikir siapa lagi yang lebih mengenalmu hah? Namanya Kim Jaejoong,ia tinggal di daerah Dongdaemun. Ajaklah dia keluar kalau memang kau tertarik padanya.”kata Changmin.

 

“Ya! Shim Changmin,kau sampai tau sedetail itu hahaha.”ujar Yunho. “Tidak…tidak…bukan seperti itu,aku tidak tahu,setiap aku melihat dia,aku merasa pernah bertemu dengannya,dan aku merasa seperti kami sudah mengenal satu sama lain.”

 

“Wah…jangan-jangan dia kekasihmu di masa lalu, kalian bereinkarnasi ke jaman sekarang.”goda Changmin.

 

“Sudahlah jangan menggodaku lagi. Lagipula hentikan khayalan tingkat tinggimu itu. Apa kau hidup dalam mimpi hah?”kata Yunho sambil meninju lengan Changmin.

 

“Siapa tahu hahaha…lagipula kau berkata seperti itu,yang muncul di benakku kan jadinya seperti itu.”kata Changmin.

 

“Sudahlah kita harus kembali ke kantor. Jam makan siang sudah selesai.”kata Yunho.

 

“Ne Uijangnim.”kata Changmin sambil cekikikan.

 

“Keumane..”kata Yunho.

 

#Jeoseon Era#

 

“Yunho-ah.”ucap Jaejoong sambil menangis.

 

“Jaejoong-ah, mianhae jagiya,mianhae. Kau harus pergi dengan Changmin sekarang. Aku sudah memberikan uang yang cukup untuk kalian berdua hidup.”kata Yunho.

 

“Keundae Yunho-ah,tidak bisakah kita pergi bersama?”ujar jaejoong dalam tangis.

 

“Aku ingin sekali Joongie-ah,tapi kau tahu kan,kalau kita pergi bersama,justru akan membahayakan hidupmu jagi.”kata Yunho sambil memeluk Jaejoong. “Mungkin memang bukan takdir kita untuk bersatu Joongie,aku juga benci akan hidup ini,kenapa aku harus menjadi Putra Mahkota dan kenapa kau harus menjadi kalangan bangsawan biasa. Apa bedanya seorang pangerandan seorang bangsawan. Mengapa pangeran harus menikah dengan seorang putri? Peraturan macam apa itu? Aku juga tidak bisa menerimanya Joongie. Tapi kumohon mengertilah,aku melakukan ini agar kau tidak terluka,tidak dalam bahaya. Changmin pria yang baik,aku tahu itu. Ia akan menjagamu dengan sepenuh hati. Pergilah sejauh mungkin,ne?”

 

Yunho pun melepas pelukannya dengan Jaejoong seraya menghapus airmata dari pipi Jaejoong.

 

“Changmin-ah,bawa pergi jaejoong. Kau pasti tahu kan apa yang harus kau lakukan,jagalah Jaejoong sepenuh hati. Jangan biarkan ada seorangpun yang menyakitinya.”kata Yunho.

 

“Jeoha…”

“Pergilah Changmin…aku serahkan Jaejoong padamu,buatlah ia bahagia,jangan sampai ia menderita. Itu perintah terakhirku untukmu sebagai Putra Mahkota, dan juga permintaan tulus dari seorang sahabat.”ucap Yunho.

 

“Yunho-ah,aku pasti akan menjaganya.”kata Changmin menangis sambil  memeluk sahabatnya itu.

 

Saat itulah Yunho harus merelakan wanita yang ia cintai,begitu juga ia harus kehilangan seorang sahabat yang sangat penting baginya. Mungkin itulah pertemuan terakhir mereka.Setelah itu, Yunho harus menikahi putri Kim Soo Jin yang sudah dijodohkan dengannya. Walau ia tidak mencintai wanita tersebut,namun ia menerima takdirnya sebagai Putra Mahkota.dan berusaha sebaiknya menjadi suami dan ayah yang baik,yang dapat dipercaya oleh rakyatnya.

사랑 잊고 싶은 사랑
기억하고 싶은 사랑
모르겠어 ~ ~ 싫어
이젠 정말 사랑이 싫다구요

가질 수도 ~ ~
버릴 수도 없는 사랑이 싫다구요
이젠 사랑이 싫어

My love, my love that I want to forget, my love that I want to remember
I don’t know – I don’t like it, I really don’t like love anymore

I don’t like this love that I can’t have but I can’t throw away
I don’t like love anymore

#2012#

 

“Jaejoong-ah!”

 

“Oh, Hee Jin-ah.”sapa Jaejoong sambil tersenyum.

 

“Apa yang sedang kau baca itu Jaejoong-ah?”tanya Hee Jin.

 

“Ini,aku baru saja menemukan buku ini. Ini buku sejarah Jeoseon.”kata Jaejoong.

 

“Ya! Kau tidak bosan apa membaca hal seperti itu?”tanya Hee Jin.

 

“Aniya,aku merasa kisah ini sangat menarik. Lagipula banyak orang Korea yang bahkan tidak tahu kisah Raja jaman Jeoseon yang satu ini, dan aku tertarik karena di salah satu tokohnya ada namaku hahaha…”terang Jaejoong.

 

“Jinjja? Di masa itu kau menjadi siapa?”tanya Hee Jin penasaran.

 

“Sepertinya aku sedikit tidak beruntung. Seharusnya tokoh bernama jaejoong ini bersama raja dalam kisah ini,tetapi karena ia hanya bangsawan biasa,ia tidak diizinkan menikahi Putra Mahkota, yang akhirnya menjadi raja. Ia dititipkan kepada sahabat Putra Mahkota tersebut,agar ia tidak di hukum pada zaman itu. Tapi entah mengapa aku merasa Jaejoong ini,meskipun ia tidak dapat bersama dengan orang yang dicintainya,tapi ia mengerti akan cinta yang sebenarnya,begitu juga dengan tokoh Raja nya.”jelas Jaejoong.

 

“Wah, sepertinya kisah yang menarik. Tapi mengapa kisah tentang raja yang satu ini tidak banyak diketahui ya?”tanya Hee Jin.

 

“Meollayeo.”kata Jaejoong seraya mengangkat bahu. “Sudah lah kita harus kembali bekerja.”

 

# # # # #

“Mana lagi ini Changmin? Kan seharusnya kita bertemu disini.””kata Yunho lalu membalikkan badannya.

 

Tanpa sengaja Yunho menabrak seseorang.

 

“Auw~”pekik orang yang ditabrak Yunho.

 

“Oh,joeseonghamnida! Aku tidak melihat anda.”ucap Yunho seraya membantu orang yang ditabraknya itu berdiri.

 

“Ah,kwaencanha. Lagipula aku juga tidak terlalu memperhatikan jalan,sehingga aku kaget saat anda berbalik.”ucap Jaejoong sambil tersenyum.

 

“Jaejoong-ah.”ucap Yunho tanpa sadar.

 

“Eh, anda mengenalku? Apa kita saling kenal? Kalau iya….maaf sepertinya aku lupa.”kata Jaejoong seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

 

“Eh,tidak…tidak…kita tidak saling kenal. Aku mengetahui namamu dari temanku,karena kami sering melihatmu bermain piano di restoran.”jelas Yunho.

 

“Oh begitu hahaha”kata Jaejoong.

 

“Sekali lagi aku minta maaf.”kata Yunho.

 

“Ne…kwaencanha.”kata Jaejoong sambil tersenyum manis. “Aku pergi dulu.”

 

“Ne.”kata Yunho.

 

Lalu Jaejoong pun berjalan pergi.

 

“Jogiyo!”panggil Yunho.

 

Jaejoong pun menoleh kearah Yunho.

 

“Apakah kau sibuk?”tanya Yunho. “Maksudku apakah kau ada janji setelah ini? Jika tidak, bisakah kita minum teh/kopi dulu bersama?”

 

“Ne? Eum…tidak aku tidak ada janji.”kata Jaejoong sambil tersipu malu.

 

“Baiklah,mari kita minum kopi dulu.”kata Yunho.

 

# # # # #

“Oke,mungkin pertama-tama aku akan memperkenalkan diriku dulu hahaha…”kata Yunho berusaha mencairkan suasana. “Perkenalkan,nama ku Yunho, Jung Yunho.”

 

“Oh Yunho-ssi. Nice to meet you.”kata Jaejoong.

 

“Nice to meet you too.”balas Yunho.

 

Lalu mereka berdua tertawa bersama. Seperti teman lama yang baru bertemu setelah sekian lama. Dengan begitu cepatnya mereka akrab hingga mereka lupa waktu. Mereka berdua menghabiskan hari yang indah itu bersama.

# # # # #

“Ya,Yunho-ah! Kau akan pergi dengan Jaejoong?”tanya Changmin.

 

“Ne…itu dia sedang jalan kearah sini.”ucap Yunho.

 

“Annyeong haseo Changmin-ssi.”sapa Jaejoong.

 

“Eo Jaejoong-ah. Sudah ajak saja keluar itu lelakimu. Kurasa ia butuh hiburan,hidupnya terlalu penuh dengan pekerjaan.”kata Changmin.

 

“Ne Changmin-ssi.”kata Jaejoong sambil tertawa.

 

“Awas kau ya Changmin! Aku hajar kau nanti.”kata Yunho lalu menggandeng Jaejoong. “Kajja.”

 

“Selamat bersenang-senang.”teriak Changmin.

 

“Ne.”teriak Yunho. “Dasar Changmin itu,senang sekali menggodaku.”

 

“Sama saja denganmu.”kata Jaejoong sambil memukul lengan Yunho pelan.

 

“Ani~ kata siapa aku senang menggoda orang.”kata Yunho seperti anak kecil.

 

“Ya! Stop bertingkah seperti itu.”kata Jaejoong sambil tertawa. “Kalau kamu seperti itu,aku tidak akan tahan,karena kamu terlalu manis.”

 

“Aigoo~ uri Jaejoongie  bisa juga berkata gombal.”kata Yunho sambil mengelus dagu Jaejoong.

 

“Keumane.”kata Jaejoong sambil menepis tangan Yunho dari dagunya.

 

“Aigoo~ uri Jaejoongie sangat manis saat dia malu.”kata Yunho sambil mengelus lagi dagu Jaejoong.

 

“Keumane~”pekik Jaejoong manja.

 

# # # # #

“Yunho-ah,kenalkan ini Kim Soo Jin.”ujar Mrs. Jung. “Dia  yang akan menjadi istrimu.”

 

“Mwo?? Umma jigeum jangnan haneungeoya (ma,are  you kidding me)?”ucap Yunho sedikit emosi.

 

“Ya Jung Yunho! Jaga bicaramu! Apa maksudmu eoma sedang bercanda? Umma serius, dan Umma akan segera mengatur pernikahanmu dengan Soo Jin.”kata Mrs. Jung.

 

“Andwae! Shirreo!”kata Yunho jelas. “Aku sudah memiliki orang yang aku cintai. Aku tidak mau pernikahan yang diatur seperti ini!”

 

Yunho pun bangkit dari tempat tidurnya dan beranjak pergi.

 

“Yah! Jung Yunho! Apapun yang kau katakan,akan kupastikan kau menikahi Kim Soojin.”teriak Mrs.Jung berang.

“Ommoni,saya rasa hal ini bisa dibicarakan kembali.”kata Soojin.

 

“Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku meninginkanmu yang menjadi menatuku. Kau tidak prlu khawatir Soojin-ah.

 

“Bukan itu maksud say—-“ucap Soojin yang langsung dipotong Mrs.Jung.

 

“Sudah,kamu tidak  perlu khawatir Soojin-ah. Semuanya akan ommoni tangani.”ujar Mrs.Jung.

 

# # # # #

“Braaaak!”Yunho memukul meja kantornya dengan keras,Changmin yang akan masuk ke ruangan Yunho pun terkejut.

 

“Yunho-ah! Wae keurae?”ucap Changmin khawatir.

 

“Aish! Umma! Umma seenaknya saja mengadakan perjodohan untukku!”kata Yunho marah.

 

“Mwo?? Ahjumma melakukan itu padamu?”pekik Changmin.

 

“Ne! Eotteohkae?? Bagaimana dengan Jaejoong?”kata Yunho menurunkan nada suaranya. “Aku tidak mau berpisah dengan Jaejoong.”ucap Yunho lirih hampir menangis.

 

“Kenapa ahjumma tega melakukan itu? Jujur saja Yunho-ah,aku juga bingung harus bagaimana.”kata Changmin. “Tapi kau mau tidak mau,harus mengatakan berita ini pada Jaejoong. Ia berhak tahu.”

 

“Bagaimana aku bisa tega megatakan hal ini pada Jaejoong, Changmin-ah?”ucap Yunho lirih.

 

“Kuatkan dirimu Yunho-ah. Hanya itu yang bisa kukatakan.”kata Changmin.

 

# # # # #

“Yunho-ah, waeyo? Tiba-tiba mengajak bertemu?”tanya Jaejoong.

 

“Aniya. Ada yang mau aku bicarakan.”ucap Yunho serius.

 

“Waeyo Yunho-ah? Apa kau sedang ada masalah?”tanya Jaejoong cemas.

 

“Naiklah ke mobil, aku akan menjelaskannya nanti sambil mengantarmu pulang.”kata Yunho tidak tega.

 

Jaejoong pun naik ke mobil Yunho. Dalam perjalanan tak ada satupun yang membuka suara. Keadaan ini semakin membuat Jaejoong cemas. Mengira-ngira apa yang akan diberitahukan oleh Yunho. Perasaannya tidak enak.

 

“Jaejoong-ah.”panggil Yunho setelah Yunho memarkirkan mobilnya di depan rumah Jaejoong.

 

“Waeyo Yunho-ah?  Malhaebwa…palli~”ucap Jaejoong tidak tenang.

 

“Sebenarnya Joongie-ah, aku…aku…”Yunho tidak sanggup mengatakannya ia menghela napas sebentar. “Umma menjodohkanku dengan wanita lain.”

 

Saat itu juga dunia  serasa runtuh bagi Jaejoong. Hatinya terguncang, tidak percaya, marah, kagt, semua tercampur menjadi satu di hatinya.

 

“Mw…mwo?”ucap Jaejoong berlinang air mata.

 

“Aku juga tidak tahu Joongie,aku bingung.”kata Yunho seraya membelai pipi Jaejoong. “Aku akan berusaha semampuku agar masalah ini dapat selesai,arasseo.”

 

Jaejoong hanya bisa menangis di pelukan Yunho. Ia tidak tahu apayang harus ia lakukan. Sampai iamerasa sedikit tenang, Yunho menyarankan agar ia masuk ke rumah dan istirahat. Jaejoong pun menuruti kata Yunho dan masuk ke dalam rumahuntuk beristirahat. Ia pun tertidur dengan mata sembab.

 

“Krrriiiiing~ kkrrrrrriiinng~”alarm membuat Jaejoong terbangun. “Sraak.”tanpa sengaja Jaejoong menjatuhkan sebuah buku.

 

“Apa ini?”kata Jaejoong. “Oh,buku sejarah ini….Chankaman!”

 

Jaejoong pun membaca ulang buku itu. Perlahan-lahan ia menitikkan air mata.

 

“Ini memang aku, bagaimana aku bisa melupakan cerita ini saat bertemu Yunho?”Jaejoong pun kembali terisak. “Yunho, Changmin, dan..Soojin, aku harus memastikan ini. Jika benar,maka aku sudah tahu bagaimana ini akan berakhir.”

 

Jaejoong pun bergegas pergi menuju kantor Yunho.

 

“Yunho-ah! Aku mau tanya,apakah yang akan dijodohkan denganmu bernama Soojin? Kim Soojin?”ucap Jaejoong langsung.

 

“Jaejoong-ah.”kata Yunho kaget. “Ne. Dia memang Kim Soo Jin, eoteokhae ara?”

 

“Berarti benar.”ucap Jaejoong menangis. “Aku rasa hubungan kita tidak usah dilanjutkan.”

 

Jaejoong pun berlari keluar, tanpa sengaja buku tersebut jatuh di depan Soojin. Yunho yang kebingungan pun berlari mengejar Jaejoong. Soojin yang penasaran dengan buku itu pun akhirnya memungut buku tersebut. Soojin tau apa yang terjadi antara Yunho dan wanita tadi,ia merasa itu pasti karena ia akan dijodohkan dengan Yunho. Soojin merasa bersalah.

 

# # # # #

“Bagaimana ini? Yunho pasti bertengkar dengan kekasihnya karena aku. Ada apa dengan orang tua-orang tua ini,kenapa mereka selalu memaksakan kehendak mereka. Jika begini justru akan melukai semuanya.”Soojin pun menghempaskan tubuhnya ke sofa.

 

Soojin melihat kearah buku yang ia pungut tadi, ia tampak tertarik dengan buku itu. Kemudia ia mulai membacanya halaman per halaman, semua isinya ia cerna dengan baik. Sampai pada halaman terakhir, ia akhirnya mengerti semuanya.

 

“Bagaimana ini bisa terjadi? Tidak aku tidak akan mengulangi sejarah yang menyakitkan ini untuk kedua kalinya. Aku tidak mau menjadi penghalang antar Yunho dan Jaejoong untuk kedua kalinya. Tidak,tidak akan kubiarkan!”ucap Soojin, ia pun mengambil handphone nya dan memencet nomor-nomor.

 

“Yeobosaeyo. Appa, aku mohon saat ini juga kita ke kediaman Jung. Aku akan membicarakan tentang pernikahan.”kemudian Soojin menelepon lagi. “Eomoni,bisa hari ini kiita bertemu untuk membicarakan pernikahan? Tolong aja Yunho juga, ibu dan ayahku akan datang bersamaku.”

 

Selesai menghubungi semuanya ia lekas pergi ke kediaman Jung. Sesampainya disana, semuanya sudah berkumpul di ruang tamu. Ia juga melihat ada Yunho disana, ia pun tersenyum melihat Yunho hadir disana.

 

“Soojin-ah.”sapa Mrs.Jung.

 

“Ne, eommoni.”kataku sambil tersenyum padanya.

 

“Jadi apa yang ingin kau bicarakan tentang pernikahan kalian?”tanya Mrs. Jung.

 

Yunho terlihat acuh tak acuh mendengar percakapan Soojin dengan Mrs.Jung. Soojin pun hanya tersenyum padanya. Yunho sebisa mungkin membalas senyuman Soojin,karena ia sudah pasrah dengan apa yan akan terjadi padanya.

 

“Jadi umma,appa,eommoni,keurigo Yunho-ssi, yang ingin ku katakan adalah, aku ingin rencan pernikahan ini tidak dilanjutkan lagi.”ucap Soojin lantang.

 

“Mweo? Mweoraguyo??”pekik Mrs. Jung dan umma serta appa Soojin secara bersamaan.

 

“Yunho-ssi,tolong baca ini dengan seksama. Ini buku yang dijatuhkan oleh Jaejoong kemarin. Aku rasa kau akan mengerti mengapa Jaejoong meminta untuk berpisah darimu, dan kau juga akan mengerti kenapa aku mengambil keputusan ini.”kata Soojin sambil tersenyum.

 

Yunho pun dengan segera membaca buku itu,ia membacanya selembar demi selembar dengan seksama.

 

“Umma,appa,eommoni,aku tanya apa kalian tidak ingin melihat anak kalian bahagia? Tujuan manusia untuk hidup yaitu agar manusia tersebut bisa hidup bahagia apapun keadaan mereka. Apa kalian tega melihat anak kalian menikah dalam kepura-puraan yang tidak ada sedikitpun kebahagiaan di dalamnya? Apa kalian tidak sadar,dengan melakukan perjodohan ini kalian bukan membuat semua pihak bahagia,tapi justru semua pihak merasa tersakiti. Jujur saja aku tidak ingin hidup dalam kepura-puraan,sudah cukup aku hidup dalam kepura-puraan di masa lalu kami. Yunho juga,ia sudah menderita di masa hidupnya yang lalu. Ia pasti dilahirkan kembali agar ia bisa meraih kebahagiaannya itu,bukan untuk mengulang kepedihan masalalu. Aku harap kalian mengerti dan membatalkan perjodohan kami. Biarkan Yunho bersama Jaejoong. Aku mohon.”kata Soojin kemudian ia berlutut di hadapan kedua orang tuanya dan Mrs.Jung,ia mulai terisak.

 

“Soojin-ah,aku mohon berdirilah?”kata Mrs.Jung.

 

“Soojin-ah,kau tidak perlu seperti itu.”kata Yunho sambil membantunya berdiri.

 

“Meskipun aku masih tidak mengerti maksudmu tentang masa lalu itu,tapi aku mengerti perasaanmu. Maafkan eommoni Soojin-ah,ini karena keegoisan kami. Baiklah,aku akan membatalkan perjodohan kalian.Aku tidak akan ikut campur dalam hubungan anakku,tapi ingat Yunho,kau harus menikah dengan wanita baik-baik.”kata Mrs.Jung.

 

“Ne umma. Gomawoyo.”kata Yunho seraya memeluk Mrs. Jung.

 

Soojin pun tersenyum bahagia mendengarnya. Meskipun ia sedikit merasa sakit di dadanya,karena sejujurnya ia sedikit menyukai Yunho. Tapi ia membiarkannya,rasa sakit itu tidak sebanding dibanding saat dia nanti menjudi istri Yunho tapi hanya dalam kepura-puraan. Sakit sedikit baginya tidak apa-apa,yang penting Yunho bisa bahagia,dan ia pun bisa mencari kebahagiaannya.

 

# # # # #

Soojin pun berjalan menuju kantor Yunho. Dia sekarang bekerja disana,karena Mrs.Jung dan umma, appa Soojin sudah menjalin kerjasama. Ini hari pertamanya masuk sebagai karyawan.

 

“Tok..tok…”Soojin mengetuk pintu kantor Yunho.

 

“Maaf, anda siapa? Ada perlu dengan Uijangnim?”tanya Changmin yang melihat Soojin.

 

“Oh,ne..apakah uijangnim tidak ada?”tanya Soojin.

 

“Ia sedang ada urusan pribadi. Ia pergi keluar.”jelas Changmin.

 

“Eo,geuroguna…apa ini masalah dengan Jaejoong?”kata Soojin berbicara sendiri.

 

“Eoteohkae ara?”tanya Changmin penasaran.

 

“Oh,perkenalkan aku Soojin, Kim Soojin.”kata Yunho sambil mengulurkan tangan.

 

“Soojin? Apa kau Soojin yang—“

 

“Ne…aku Soojin yang itu.”ucap Soojin sambil tersenyum. “Ngomong-ngomong namamu siapa?”

 

“Eo,ne. Aku lupa aku Changmin, Shim Changmin. Direktur di perusahaan ini.”kata Changmin.

 

“Mweo? Changmin?”kata Soojin terkejut.

 

“Waeyo? Ada yang salah?”ucap Changmin.

 

“Aniyo,berarti kita akan menjadi rekan mulai sekarang. Please treat me well sunbaenim.”kata Soojin tersenyum.

 

“Yah,tidak perlu seperti itu,panggil saja aku Changmin.”kata Changmin malu.

 

“Ahahaha…ne Changmin-ah.”kata Soojin.

 

Changmin terpana dengan senyuman Soojin.

 

“Eum, Soojin-ah…apa kau sibuk?”tanya Changmin. “Maksudku,apakah kau ada janji lain setelah ini?”

 

“Seharusnya sih bertemu dengan Yunho,tetapi karena Yunho tidak ada,berarti aku tidak ada janji sekarang.

 

“Apa kau mau minum kopi/teh bersamaku?”ucap Changmin.

 

“Baiklah.”kata Soojin sambil tersenyum.

 

# # # # #

“Hmmph~”Jaejoong menyandarkan badannya ke kursi teras rumahnya. “Apa yang sedang Yunho lakukan? Pasti sibuk mengurus pernikahannya.”

 

Jaejoong pun menitikkan air mata.

 

“Mengapa di masa inipun kami tidak bisa bersatu? Jika memang tidak bisa dipersatukan,mengapa kami harus dipertemukan?”isak Jaejoong.

 

Ting Tong

 

“Siapa itu yang datang?”Jaejoong pun bangkit dari tempat duduknya seraya menghapus air mata. “Nugusaeyo?”

 

Tidak ada jawaban dari luar. Jaejoong pun membuka pintu gerbangnya.

 

“Nugusae—“Jaejoong tidak dapat melanjutkan kata-katanya saat melihat orang yang ada di hadapannya.

 

“Apa benar ini rumah Kim Jaejoong?”kata Yunho.

 

Jaejoong hanya bisa diam terpaku.

 

“Perkenalkan aku Yunho, Jung Yunho.”seraya mengulurkan tangan. “Nice to meet you…again”

 

Jaejoong pun tidak bisa menahan tangis harunya lagi, Yunho dengan segera  memeluk Jaejoong.

 

“Bogoshipoyo Jaejoong-ah.”kata Yunho.

 

“Nado bogoshipoyo.”isak Jaejoong.

# # # # #

“Jaejoong-ah…jaejoong-ah…bagaimana gaunnya?”tanya Soojin.

 

“Ini indah sekali Soojin-ah.”kata Jaejoong.

 

“Bunga! Jangan lupa kau membawa bunganya Jaejoong-ah.”kata Soojin.

 

“Iya Soojin,kenapa kau tegang sih.”kata Jaejoong terkekeh.

 

“Pesta pernikahan ini  membuatku pusing.”kata Soojin.

 

“Tenang Soojin-ah…tenang ahahaha.”kata Jaejoong.

 

Yunho pun datang sudah lengkap dengan jas rapihnya.

 

“Bagaimana dengan pengantin wanitanya? Apakah sudah siap?”kata Yunho sambil merangkul Soojin.

 

“Sudah siap donk…Aduuuh jangan rangkul-rangkul,nanti bentuk gaunnya rusak.”kata Jaejoong sambil membetulkan gaunnya.

 

“Iya iya…ya ampun.”kata Yunho sambil tersenyum iseng. “Sudah ayo upacaranya sudah akan dimulai.”

 

“Bila ada yang merasa keberatan dengan pernikahan ini harap katakan sekarang.”kata Pendeta. “Bila tidak ada kita akan lanjutkan upacara pernikahan ini.”

 

“Saudara Shim Changmin, apakah anda bersedia menerima Kim Soojin sebagai istri dalam keadaan sehat maupun sakit, sedih maupun senang?”tanya Pendeta.

 

“Saya bersedia.”jawab Changmin.

 

“Saudara Kim Soojin,apakah anda bersedia meneriam Shim Changmin sebagai suami dalam keadaan sehat maupun sakit,sedih maupun senang?”tanya Pendeta lagi.

 

“Saya bersedia.”jawab Soojin.

 

“Dengan demikian,saudara Shim Changmin dan Kim Soojin resmi menjadi suami istri. Mempelai pria dipersilahkan mencium mempelaiwanita.”kata Pendeta.

 

Changmin pun mencium Soojin dengan manisnya.

 

“Omo…aku iri dengan Soojin.”ucap Jaejoong.

 

“Kau ingin cepat menikah?”tanya Yunho.

 

“Ani..bukan itu…wanita mana yang tidak iri melihat sahabatnya menikah. Bukan berarti ia ingin menikah juga.”kilah Jaejoong.

 

“Oooohhh begitu.”jawab Yunho cuek.

 

“Dasar pria,tidak ada sensitive-sensitivenya sama sekali.”kata Jaejoong bergumam.

 

“Jaejoong! Awas!”teriak Soojin.

 

Dan hup…Jaejoong mendapatkan buket bunga yang dilempar oleh Soojin.

 

“Omo..”kata Jaejoong. Saat ia memegang bunga itu Yunho mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

 

“Jaejoong-ah, will you marry me?”tanya Yunho sambil berlutut.

 

“Yunho-ah…ofcourse I do.”kata Jaejoong sambil meneteskan air mata bahagia.

 

Yunho meraih pipi Jaejoong danmenciumbibir merah Jaejoong, Changmin dan Soojin yang melihat itupun ikut tersenyum.

 

처음 만난 그날 운명처럼 그대란
알았죠 길고 시간을 돌고 돌아와
그댈 다시 찾은거죠

 

The day I first met you, like destiny, I knew it was you
I went around and around for a long long time and found you again

 

앞에 있는 그대 모습 정말 꿈은 아니죠
꽃잎이 비처럼 내려와 우릴 감싸 주네요

This isn’t a dream, you standing in front of me
The flower petals fall like rain and embrace us

 

시간이 흘러도 오늘처럼 행복하길 기도하죠
훗날 다시 잠이 때도 함께 같은 꿈을 꿔요

I pray that even if time passes, it will be as happy as today
When we fall into a deep sleep in the times ahead, let’s dream the same dream

 

 

8 thoughts on “[Fanfiction] Nice To meet You…Again – @HillaryCassie

  1. ooh… ini GS ya? o.o

    pas baca ini gak tau kenapa keinget sama ceritany rooftop prince, gak tau kenapa…
    mungkin krn reinkarnasi” itu? hehehe
    ceritany ringan tapi….. sweeetttt~~~!

  2. klo mmg udh takdir yah ,,jodoh gk akan kemana,,meskipun mulanya mrk salah dlm ambil keputusan,,so sweet dah nie ff

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s