FF YunJae Love In The Ice chap 3


Pairing       : Jung Yunho,Kim Jaejoong

 

Other cast : Jeonghyeon,Key,Kang in,Shindong,Jihye

 

Genre        : YAOI,Romance,Angst,Mpreg

 

Rating       :  PG-18

 

Lenght      :  3 of ?

 

Author     : DB5K Forever a.k.a Agnes Park

 

Warning    : YAOI jadi yang ga biasa baca menjauhlah! Abal,Gaje,Typo(s),alur berantakan+kecepatan

 

Oh ya…

 

Jangan pernah-pernah untuk meng COPAS tanpa seijin Agnes sebagai seorang Author.

Dan hal ini berlaku untuk semua FF Agnes…ARRASEO???

 

Jika agnes menemukan hal diatas,maka kau akan kubuat menyesal..

Wahai plagiator!!!!

 

Then..

 

 

Jangan jadi silence reader please..

Tolong hargai sedikit kerja keras author..

 

Karena koment kalian itu adalah semangat bagiku untuk terus menulis..

 

Ini agnes lanjutin FF’a..

Buat yang lupa..ada reviewnya kok^^

 

Cekidot!!

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

 

Yunho Pov

 

Kutekan tombol lift,dan lift itu masih berada dilantai 16. Kutunggu dengan sabar,beberapa menit kemudian lift itu tiba dilantai 1. Terbukalah lift itu,menguak siapa yang berada didalamnya.

 

Dan mataku kini membulat sempurna saat melihat siapa yang berada didalam lift itu,nafasku kini tercekat melihat sosok yang menatapku dengan tatapan yang sama..

 

Chap 3

 

Author PoV

 

Yunho yang masih sibuk melamun dengan pikirannya sendiri,kini tersentak ketika mendengar suara lift yang terbuka.

 

TING!

 

Mata musangnya membelalak lebar saat melihat seorang namja tengah berciuman mesra dengan seorang yeoja. Namja itu mengelusi paha yeoja tersebut dengan nakal.

 

Yunho menunduk,rasanya adegan itu tidak pantas jika dilakukan didepan umum. “EHEMM…” Yunho sengaja berdeham agak kuat. Untuk menyadarkan dua manusia itu agar menghentikan apa yang tengah mereka lakukan.

 

Mendengar dehaman Yunho orang,kedua orang tersebut mengentikan kegiatan mereka,”Ah..maaf..” ujar namja yang memiliki suara halus tersebut.

 

Merasa tidak asing dengan suara itu,Yunho pun mendongak. Ia sangat terkejut. Begitu terkejut..melihat sosok yang tengah menatapnya dengan tatapan terkejut yang sama. Orang tersebut,merupakan ibu dari anaknya. Siapa lagi kalau bukan Kim Jaejoong.

 

“Kau..” gumam Jaejoong pelan,menyuarakan keterkejutannnya. “Jae..” sahut Yunho. Sama pelannya.

 

Tatapan terkejut yang awalnya tampak diwajah Jaejoong,perlahan menghilang. Digantikan dengan tatapan datar,juga dingin. Raut wajah yang biasa ditampilkannya jika ia bertemu dengan Yunho. Baik sengaja maupun tidak.

 

Jihye menatap dengan bingung kepada dua namja yang saling berpandangan dengan mimik  yang sulit diartikan. “Oppa..kau kenal orang itu??” tanya Jihye.

 

Jejoong menatap sekilas Jihye dan kembali kepada Yunho,”Anio..aku tidak kenal siapa dia..” Jaejoong memegang tangan Jihye dan menariknya keluar. Saat ia akan melewati Yunho,Jaejoong sengaja menabrakkan pundaknya dengan pundak Yunho.

 

Hal itu membuat Yunho merasa sangat sedih dan juga miris. Ia merasa tersiksa karena rasa cintanya pada Jaejoong yang menyebabkan batinnya menderita. Sesak..perih..itulah jeritan hati Yunho kini.

 

Dengan kaku,Yunho memasuki lift. Menahan jeritan yang akan melontar dari bibirnya. Ia mengigit bibirnya kuat. Yunho frustasi akan sikap dan perlakuan Jaejoong pada dirinya dan Jeonghyeon.

 

Ditambah lagi,pemandangan yang baru saja ia saksikan didepan mata kepalanya sendiri. Rasanya luka yang sudah menganga lebar kini ditaburi oleh garam.

 

Selama dalam lift,Yunho menerawang menuju masa lalunya,masa dimana ia bertemu dengan Jaejoong dulu dan jatuh cinta kepada namja cantik itu.

 

FLASH BACK~

 

Seorang namja bermata musang kini berada dalam kungkungan 2 namja yang berwajah sangar dan bertubuh gempal sambil menadahkan tangannya kepada Yunho disebuah toilet sekolah

 

. “Mana setoran hari ini?????” Kang In,sang pemimpin para berandalan itu menjulurkan tangannya. Meminta Yunho untuk memberikannya uang sakunya..lagi. Ya..ia tengah memalak Yunho yang culun dan kuper. “U..uang sa..saku..kk..ku..su..sudah..ha..ha..bis..kkke..kemarin..u..uangku ya..yang..te..terakhir..su..sunbae” ujar Yunho sambil ketakutan kepada seniornya itu.

 

“Hah! Kau pikir aku perduli??? Uangmu..itu yang aku perlukan…” Kang In mencengkram kerah seragam sekolah Yunho.

“Sudah Hyung..untuk apa kita tunggu lagi sih? Kita hajar saja manusia tidak berguna ini..” ujar sang adik dari Kang In,Shindong.

Tanpa menunggu waktu lama,Yunho pun dipukuli sampai babak belur oleh dua orang tersebut. Kaca mata yang bertengger di wajahnya pun diambil kemudian di injak sampai rusak.

 

Bilur dan lebam terdapat diwajah dan sekujur wajah Yunho. Rembesan darah mengalir dari luka yang terdapat diwajahnya. Setelah puas memukuli Yunho,kedua orang tersebut pun keluar sambil tertawa senang. Meninggalkan Yunho yang terkapar tidak berdaya dilantai toilet.

 

Dengan sekuat tenaga,Yunho berusaha mengumpulkan kekuatannya untuk duduk. Ia ingin berteriak minta tolong,badannya sangat sakit. Ia susah untuk bergerak. Tangannya bergerak perlahan untuk mengambil kacamatanya yang telah rusak. Dalam hati Yunho merutuk,ia harus mengganti kacamata lagi. Ketiga kalinya untuk bulan ini.

 

Lagipula jika ia berteriak tidak akan ada yang menolongnya,karena jam sekolah sudah bubar dari tadi. Lagi pula ada alasan yang lain.

 

Yunho mengutuki dirinya sendiri. Ia sadar ia hanyalah seorang anak culun,kuper dan kutu buku sejati. Hampir semua orang di SMA Dong Bang itu tidak suka pada dirinya. Kenapa? Ya,karena Yunho adalah anak dari seorang konglomerat,karena itu semua guru senang kepadanya,ditambah lagi Yunho termasuk siswa yang cerdas. Buktinya ia adalah juara umum dan murid teladan disekolahnya.

 

Dengan penampilan yang super rapi dan juga sopan,ia menjadi bualan dan korban dari kejahilan yang dilakukan oleh para murid nakal. Yunho juga dijauhi banyak orang. Karena itulah dia selalu sendiri,tidak memiliki teman.

 

Yunho mendengar jika daun pintu berderak terbuka. Ia mendongak,sambil meringis kesakitan. Matanya yang minus tidak dapat membantunya mengenali siapa yang baru saja masuk kedalam toilet itu. Raut wajah orang tersebut kabur.

 

“Ommo..kau tidak apa-apa???” sebuah suara yang halus dan lembut mengalun perlahan. Dari pandangan Yunho yang kabur,ia melihat sosok tersebut mendekat kepadanya.

 

Hati Yunho berdetak semakin kencang,ia sangat mengenali suara ini. Suara orang yang dipujanya. Orang yang selalu diperhatikannya dari kejauhan. Ia adalah Kim Jaejoong,pangeran sekolah yang sangat terkenal dikalangan siswa maupun siswi. Ia juga kebanggan sekolahnya melalui bakatnya dalam merancang busana. Jaejoong pernah memenangkan kontes lomba merancang busana nasional.

 

Bahkan katanya ia tengah mengikuti lomba merancang busana yang memberikan hadiah beasiswa belajar merancang busana di Perancis.

 

Yunho menaruh hati pada namja berparas cantik dan menawan itu.

 

“Ya ampun..lihat wajahmu lebam dan bengkak seperti ini..ayo kubawa kau ke UKS..kau bisa berdiri kan???” melihat Yunho diam saja,Jaejoong pun berinisiatif untuk memapah Yunho. Dengan debaran yang bertambah kuat seiring Yunho merasakan kedekatan Jaejoong kepada dirinya,mereka pun melangkah menuju UKS sekolah yang sudah kosong.

 

Dengan susah payah,Jaejoong mendudukkan Yunho di ranjang UKS. Ia menggulung lengan bajunya dan mulai bergerak ke lemari tempat obat-obatan berada. Jaejoong mengambil kapas dan cairan antiseptic juga beberapa plester.

 

Ia mulai mengobati wajah Yunho dengan penjepit panjang yang ujungnya terdapat kapas yang telah dibasahi cairan antiseptic tersebut.

“AUWWWWWW…” ringis Yunho kesakitan saat merasakan perih dilukanya yang menganga.

 

“Ah..maaf..maaf..sakit sekali ya??” Jaejoong meniupi luka di wajah Yunho,membuat darah namja bermata musang itu berdesir kencang.

 

Yunho mengamati wajah Jaejoong yang masih sibuk mengobati lukanya dari dekat. Ia semakin terpesona. “Yeppeo..” gumam Yunho perlahan.

 

Tangan Jaejoong berhenti bekerja,”Kau tadi bilang apa??” tanyanya pada Yunho.

 

Yunho tidak menyangka jika tadi gumaman dalam hatinya ikut disuarakannya,”Nggg..ania..ania..” Yunho segera menyanggah perkataannya. Ia tahu jika Jaejoong tidak suka dikatakan cantik.

 

“Emmmm..” Yunho ingin bertanya sesuatu pada Jaejoong. Tapi ia malu,maka batal lah niat itu.

 

“Ada yang ingin kau tanyakan???” tebak Jaejoong tepat sambil tersenyum manis.

 

Wajah Yunho merona melihat senyuman Jaejoong,ia menggeleng.

 

“Katakan saja..” Jaejoong terkikik pelan. Ia menyadari ada rona merah di wajah Yunho.

 

“Me…mengapa..ka..kau me..menolongku Jae..jaejoonga..” tanya Yunho.

 

“Oh..kau tahu namaku???” tanya Jaejoong.

 

Yunho mengangguk,”Te..tentu sa..saja..ka..kau kan ..te..terkenal..”

 

Jaejoong menutupi tawanya dengan sebelah tangannya menangkup bibirnya.

“Ahahaha..kau bisa saja..Yunhoa..”

 

Kini giliran Yunho yang terkejut,Jaejoong mengetahui dirinya.

Ia menatap Jaejoong dengan pandangan kaget.

 

“Kau juga terkenal..” jawab Jaejoong. Mereka berdua saling membalas senyum.

 

Jaejoong mulai memberikan plester di wajah Yunho.

“Kau mau tahu kenapa aku menolongmu???”

 

“Nggg…” gerung Yunho sambil menikmati harum tubuh Jaejoong yang beraroma vanilla.

 

“Aku hanya merasa mereka keterlaluan. Kau tidak punya salah apapun,tapi mereka memperlakukanmu seolah kau ini seorang penjahat, tidak adil untukmu. Aku tidak suka itu..” papar Jaejoong.

 

Yunho merasakan hatinya berbunga-bunga,ia sangat senang jika ada orang yang mau mengerti dirinya. Terlebih lagi orang tersebut adalah orang yang dikagumi dan disukainya.

 

“Go..gomawo..” ujar Yunho tulus. “Cheonmane..” balas Jaejoong lagi.

“Sudah selesai..lukamu sudah diobati semua..sebaiknya kita ulang saja..sudah sangat larut..otte???” ajak Jaejoong.

 

“Ba..baiklah..” jawab Yunho yang masih terkagum-kagum akan kebaikan hati Jaejoong.

 

Yunho dan Jaejoong pun beranjak keluar dari gedung sekolah setelah mengambil tas masing-masing. Jaejoong terus memapah Yunho sampai dihalaman sekolah dimana jemputan mobil Yunho sudah menunggu.

 

Yunho dan Jaejoong saling menatap dan memberi senyuman,”Mau ku antar???” tawar Yunho.

 

“Tidak usah..aku pulang sendiri saja..” tolak Jaejoong.

 

“Baiklah kalau begitu..” ujar Yunho. Ia terlihat kecewa karena Jaejoong menolak ajakannya.

 

“Sampai jumpa besok Yunhoa~ rawat lukamu dengan baik supaya tidak membekas..arra???” perintah Jaejoong.

 

“Ne..arraseo Jaejoonga..” patuh Yunho.

 

“Bye~~~~~ ” Jaejoong melambaikan tangannya pada Yunho yang dibalas oleh Yunho juga dengan lambaian tangan.

 

Yunho terus memandangi Jaejoong sampai hilang di sudut jalan.

 

 

END FLASHBACK

 

 

Yunho tersentak sadar. Ia tidak menyadari jika ia sudah tiba dilantai 16. Pintu lift yang tadinya terbuka sudah hampir menutup kembali.

 

Dengan cepat Yunho keluar dari lift itu dan kembali menuju ruang meeting untuk mengambil barangnya yang tertinggal. Ia lalu kembali ke lantai bawah dan segera bergabung dengan Jeonghyeon dan Key yang sudah menunggunya dari tadi didalam mobil mereka

 

Jaejoong PoV

 

Sial!!! Kenapa aku harus bertemu dengannya sih????

Aku terus berjalan cepat menuju parkiran sambil menarik tangan Jihye.

 

“Oppa…oppa…pelan-pelan..tanganku sakit..” ringis Jihye saat aku mencengkram tangannya terlalu kencang.

 

Aku tersentak pelas,kemudian melepaskan cengkraman tanganku dipergelangan tangannya yang kini sudah memerah. “Mian Jihye..” ucapku sambil menghembuskan nafas berat.

 

Aku memejamkan mataku sejenak,beginilah keadaan setiap aku bertemu Yunho. Aku ingin selalu menghindarinya sebisa mungkin.

 

“Kau kenapa sih Oppa???“ tanya Jihye.

 

“Aku tidak apa-apa” jawabku. Moodku untuk makan sudah menghilang hanya dnegan melihat wajah Yunho.

 

“Tidak biasanya kau seperti ini..pasti ada hubungannya dengan namja itu..” lagi-lagi Jihye bertanya.

 

“Bukan kok..” sanggahku lagi.

 

“Kau pasti mengenalnya kan???” tuding Jihye lagi.

 

“DIAMLAH!!!” bentakku. Aku sedang tidak mood untuk melakukan acara tanya jawab,membuatku semakin bad mood saja.

 

Jihye terkaget dengan bentakkanku,ia mulai terisak,”Hiks..hiks..Mian oppa..aku..aku hanya..”

 

Aku merasa bersalah membuatnya menangis,”Cup…cup..mian baby..aku sedang tidak begitu mood..kita pergi makan siang saja ya..” aku menariknya kedalam pelukanku,mencoba menenangkannya.

 

Tangisannya berhenti,ia menatapku dan mengecup bibirku sekilas. “Baiklah..tapi jangan marah ya..dan setelah malam nanti kita lanjutkan yang tadi tertunda dikamar..” godanya manja padaku.

 

Aku terseyum tipis,tadi kami bahkan belum melakukan apapun dikamarku,aku sudah keburu mendapat panggilan untuk bertemu dengan para model. Acara tersebut pun dibatalkan. Kami pun memutuskan untuk segera makan siang. Toh,hal itu bisa dilanjutkan nanti malam.

 

Kami masuk kedalam mobil,aku membiarkan Jihye yang menyetirnya karena ialah yang tahu dimana letak posisi restoran tempat kami akan makan siang nanti.

 

Author PoV

 

Jaejoong dan Jihye pun meluncur menuju restoran langganan Jihye. “Oppa..kau pasti akan suka makanan di restoran itu..terlebih iga panggangnya. Iga panggang kan makanan favoritmu..” ujar Jihye.

 

“Benarkah??? Aku jadi semakin lapar..” Jaejoong tampak cukup tertarik dengan restoran yang direkomendasikan oleh Jihye.

 

“Hahaha..kau pasti akan menjadikan restoran itu langganan favoritmu juga..” ujar Jihye.

 

 

Sementara dilain tempat~

 

“Appa..appa..appa..appa..” panggil Jeonghyeon dengan semangat sambil melompat-lompat di pangkuan Yunho.

 

“Kenapa jagi???” Yunho mengelus rambut hitam putrinya yang halus.

 

“Jeonghyeon lapallllllll~~~ perut hyeona udah bunyi appa..klllllukkkkkkk..gitu..” ujar Jeonghyeon yang masih berbicara cadel dengan lucu. Ia memukuli perutnya sendiri.

 

Yunho mengulum senyumnya melihat tingkah laku putrinya,”Mana..mana?? Appa mau dengar..” goda Yunho.

 

”Nih..kllluukkkkkk…klllllukkkk…” Jeonghyeon mendekatkan perutnya untuk didengar Yunho. Sebenarnya suara perutnya tidak ada,hanya mulutnya yang membuat suara mirip perut yang kelaparan.

 

“Ah..tidak ada..Appa tidak dengar..”lagi-lagi dengan usil Yunho menggoda putri mungilnya tersebut. “Appa!!!”pekik Jeonghyeon sambil mempoutkan bibir cherrynya.

 

Yunho terkekeh,mencium sekilas bibir cherry itu,”Arra..arra..uri Jeonghyeon mau makan apa eoh???” tanya Yunho.

 

“IGA PANGGANG APPA!!!!!” teriak Jeonghyeon penuh semangat. Yunho tertawa sambil mencubit gemas pipi gembil putrinya. membuat bibir cherry itu kembali manyun.

 

Key yang mengamati tingkah laku ayah dan anak dari kursi depan disamping supir hanya bisa tersenyum. Yunho dan Jeonghyeon sangat kompak.

 

“Sakit appa~~~~~” adu Jeonghyeon manja.

 

“Mian..mian..iya..kita makan iga panggang..mau makan dimana????” Yunho mengusap pipi Jeonghyeon penuh sayang.

 

“Hmmm..” Jeongyeon mengetuk-ngetuk dagunya,alisnya bertaut. “Appa..hyeona mau makan di restoran biasanya..” senyum Jeonghyeon dengan imut.

 

“Tempat biasanya?? Oh..restoran Evergreen??? Baiklah kita kesana..” Yunho pun memberitahukan sang supir untuk berbelok menuju restoran favorit mereka diiringi tawa riang dari Jeonghyeon.

 

^____________Y.U.N.J.A.E_______________^

 

Jaejoong dan Jihye berhenti tepat disebuah restoran korea yang cukup modern namun  masih bersuasana kekeluargaan.

 

Jaejoong mengamati restoran itu dari kaca jendelanya. Matanya terbelalak lebar melihat papan nama yang ada diluar restoran itu.

 

“Jihye..kau yakin ini restorannya???” tanya Jaejoong,menatap horror nama restoran tersebut.

 

“Iya oppa..restoran evergreen..ini restoran langgananku..oppa ayo..” perkataan Jihye dipotong oleh omongan Jaejoong yang terdengar dingin.

 

“Aku tidak mau makan disini..kita cari restoran lain saja restoran selain ini. Apapun boleh selain restoran ini..” ujar Jaejoong.

 

“Tapi oppa..”

 

“KUBILANG JALAN!!!!” bentak Jaejoong lagi.

 

Jihye benar-benar terhenyak. Dua kali berturut-turut dalam hari yang sama,Jaejoong membentaknya.

 

‘Ini sangat aneh..sepertinya ada yang menggangunya..tapi..apa itu?’ batin Jihye. Tidak ingin terkena dampratan lagi,ia pun segera menjalankan mobilnya menuju restoran lain sambil melirik takut sesekali kearah Jaejoong yang kini memilih tidur di jok mobilnya.

 

-TBC-

 

Tadaaaaa~~~~~

Ini dia chap 3’a..

Gimana-gimana??

Reader puas ga??

Oh ya..mengenai Flashback masa lalu YunJae

Akan dipaparkan lebih lanjut di chap-chap atas ya^^

tenang aja,pasti semua dijabarin kok..

Eheheheheheh..

Udah dulu deh..

See u in the next chap..

Adiiieuuuu :*

22 thoughts on “FF YunJae Love In The Ice chap 3

  1. #gombalan Yunpa ke Jaema
    .
    @Yunpa: kamu tau gak benda apa yg paaaling aku cintai. . .
    @Jaema: Aku?*pede amat==”*
    @Yunpa: Bukan, jawabannya adalah Korea Selatan
    @Jaema:*cemberut* Huh. . . . Menyebalkan. . . . Memang mengapa kau mencintai KorSel? Huh?
    @Yunpa:*tersenyum jahil* karena Di KorSel ada kamu. . . Chagi<3

    #Jaema langsung melayang ke angkasa trus ditabrak Sukhoi*plak*

  2. Aah qu tlat..
    Updateny lma bgt, apa sbuk?
    Yun ksihan d-msa lluny dia di pkuli kyak gtu,..
    Trus gmn bs puny ank, Jae aja sprtiny cuek bebk..
    Aq tnggu chp brktny ya..
    Wooii silent reader sdarlah dkit khan ksihan authorny sush buat crta..

  3. Msii p’nasarn nie ma flashback na yunjae yg bsa nglahirn hyeonie

    Ow ya
    Bang min,bang jidat,si duckbutt kok g’ da ya eon ??
    #d gebukn mrka b’3

    D tnggu next chap na ya eon !!🙂
    Fighting !!

  4. umma kok marah2 saat ketemu appa, n parah.y lgi ketangkep lgi kissuan ma ntu cwe😥
    huwaa…umma g boleh mesra2an ma org lain selain appa….*iket jihye di hutan kaktus raksasa
    penasaran ma crita hubungan ummpa,
    next chap update asap thor….

  5. MafH baru coment d chap ini,,ketemu’y pas udah ada chap 3 sih,,gaya cerita baru y,,pake alur maju mundur,,bagus juga,,jadi bikin penasaran,,keep writing,,

  6. Hai new Reader here,,
    sedih bgd jdi yunho,,cinta’y b’tepuk sebelah tangan gitu,,harus’y yunho juga dingin byar jae takut

  7. Duhh sayank banget thh ..
    Kalo lama an dikit kn pasti ketemu sm yunpa..
    ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ʃ
    Ohh iy, thor.. Minta pass chap selanjut ny donk..
    Gomawo..🙂

  8. annyeong.. new reader here,,
    jaeumma kok sikap ny dingin gt ?? kasihan sm yunpa
    hikss…T_T …chap 4 ny d prtc.. mnt pw ny donk thor >_<

  9. Huh..yunpa ketemu jaema di saat ýanƍ g tepat, bikin sakit hati yunpa makin sakiiiiit~
    Jaema kenapa kejam gitu sih~ #nangis di pelukan yunpa #di cincang jaema

  10. yyeeeyyy…cadelnya jeonghyeon is back…sukaaaa banget…#bayangin smbl senyum2 sndiri,gemmeeesssss#
    omo..knp jaema mnghindari tu resto? ada kenangan dgn yunpa kah disana??yyaahh..yunjae gak ketemuan duonk…hhhhhhh…#kabur ke next chap#

  11. Minta password chapter 4 dunk eonnie, please
    #manyun manyun
    he

    sumpah eonnie aq mw c0mment uga bingung mw c0mment apa
    v ff’y bgus bnget k0k

    pleaase minta dunk
    huwaaaaa
    #nangis2 m0j0k d tikungan jalan
    ??

  12. wah. pasti da knangan di restran evergreen. .
    jae kok gtu bgt ma appa yun. .
    sadarlah umma. .
    hweee. !
    mian bru komen di chap ini, ngak smpet komen di chap 2. soalna buru2 pngen bca next chap na. .
    thanks buat crita na. .
    seru! lnjut!

  13. ahh~ too short!! *nepok jidat uchun(?)
    hehe~ mian kukira bkal ktemu lg ternyata udah tebece ajah🙂

    ow knpa jae pengen menghindar dr yun?? apa coba alasannya? yg walhasil bkin moodnya jae down and ngebentak jihye smpi 2x gitu (aku kok jd inget sisternya yun yah)🙂
    itu resto pasti t4 kenangan yunjae. ugh~ umma ada apa denganmu~~??? ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s