[YUNJAE] I Want You – Part 7


a/n

halloooww~~!! *wave*

ini sebenernya udah selesai beberapa hari yang lalu, tp baru sempet di post sekarang…

laptopku entah kenapa sekarang gak bisa ngelacak wi-fi -.- ada yang tau kenapa?

ah lupakan…

di part ini udah agak ak perbaikin cara nulisku, tp kalo masih ada yg typo mian yaa ><

makasih yang udah komen sama udah ngingetin ^^

anyway.. enjoy reading ^^

.

.

.

.

By: sherly

.

Hari ini, seperti biasa, Yunho menghampiri Jaejoong dan Junsu yang sedang berlatih di ruang kesenian. Sekolah sudah agak sepi saat ini, hanya terlihat beberapa murid yang ada kegiatan ekstrakulikuler atau hanya sekedar berbincang di kantin.

“Hey Jae..” memeluk pinggang ramping itu dari belakang setelah sebelumnya menutup pintu ruangan itu agar orang lain tidak bisa melihatnya.

Jaejoong membalikkan tubuhnya, mengacak rambut kekasihnya lembut.

“Apa yang kau lakukan di sini, eum? Tidak pulang?”

“Aku akan menunggumu..”

“Jangan aneh-aneh… Hari ini latihanku akan lebih lama dari biasanya.”

“Aku mengerti, besok kan lombanya?” Jaejoong mengangguk sebagai jawaban “Maka dari itu aku akan menunggumu..”

“Kau akan mati kebosanan Yun…”

“Tidak akan, teman-temanku masih di bawah… Tenang saja..” Yunho mengecup pipi putih Jaejoong sebentar, namun itu cukup untuk menimbulkan semburat merah di pipinya.

Jaejoong mendorong dada bidang Yunho agar menjauh darinya, duduk di kursi piano dan Yunho tanpa sadar ikut duduk di sampingnya.

“Mana adik kelas itu?” tanya Yunho setelah akhirnya menyadari ada satu orang yang seharusnya juga ada di dalam ruangan itu, bukan hanya mereka berdua.

“Errmmm…” Jaejoong melihat sekliling ruangan “Junsu belum datang.. Tumben sekali…”

Jaejoong mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya, sepertinya ia sedang mengetik pesan singkat untuk Junsu. Baru saja ia akan mengirim pesan itu, Junsu masuk dengan senyum lebar di wajahnya.

“Oh? Yunho-sunbae?” ia melambaikan tangannya pada Yunho dan Yunho balas melambaikan tangannya.

“Sepertinya aku harus pergi…” Yunho berdiri dari duduknya dan hendak berjalan keluar lalu tiba-tiba menghentikan langkahnya.

“waeyo?” Jaejoong mengerutkan alisnya. Yunho bukannya menjawab, ia malah berjalan mendekati Jaejoong lagi dan mengangkat dagu Jaejoong agar menghadapnya.

“Ada apa?” tanya Jaejoong lagi.

“Aku lupa sesuatu..”

‘CUP’

Mengecup bibir tipi situ seilas lalu kembali melanjutkan langkahnya keluar ruangan. Meninggalkan dua orang yang bengong di dalamnya.

“J-Junsu… t-tadi..”

“A-ah.. Sudahlah hyung, anggap saja tadi aku tidak melihatnya..”

Jaejoong menggigit bibir bawahnya ragu. Bukannya apa, menurutnya walaupun Junsu hanya satu tingkat di bawahnya tapi Junsu masih anak yang benar-benar poslos. Dan dengan tidak sengaja mempertontonkan adegan seperti tadi itu, ia khawatir kepolosan Junsu agak sedikit… err…. Ternodai?

.

.

.

.

Yunho dan Jonghyun duduk di kelas mereka, mengistirahatkan badan mereka yang sudah basah oleh keringat gara-gara bermain basket di lapangan basket beberapa menit yang lalu. Mereka duduk di bangku yang tepat mendapat udara dingin dari AC di kelas mereka, sesekali mengibas-ngibaskan baju seragam mereka untuk memberi angin pada tubuh bagian dalam mereka. Hey.. mereka tidak mungkin membuka baju kan?

Cklek~!

Mereka berdua menoleh ke pintu yang terbuka sekarang. Terlihat seorang yeoja berdiri di ambang pintu kelas dengan senyum merekah di bibir tipisnya.

“Ahra? Kau belum pulang?” tanya Yunho yang dijawab dengan gelengan kepala dari Ahra, yeoja itu menghampiri mereka berdua, menyodorkan dua botol air minum dengan kedua tangannya.

“Ini.. Kalian pasti haus, kantin letaknya agak jauh dari sini.. kalian pasti malas turun ke lantai bawah lagi…”

Jonghyun dan Yunho mengambil botol minuman itu dan meneguknya cepat. Yunho bahkan tanpa sengaja meneteskan air dari mulutnya. Melihat itu Ahra mengambil tissue di dalam tasnya dan mengelap dagu yunho yang saat ini basah dengan air.

“Minumlah pelan-pelan..” ia tersenyum sementara tangannya masih sibuk mengelap dagu Yunho.

“N-ne… Terima kasih..” Yunho menyingkirkan tangan Ahra dari dagunya dan tersenyum canggung. Jujur, ia merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan Ahra barusan.

“Ehem..” Jonghyun berdeham agak keras “untuk mengingatkan kalian, aku masih ada di sini..”

“I don’t get it..” Yunho mengerutkan alisnya lalu melanjutkan meneguk minumannya.

“Oh.. Ahra, kenapa kau belum pulang?” tanya Jonghyun, menyenderkan punggungnya di kursi dan mencoba senyaman mungkin duduk di tempat duduknya.

Ahra memutar kursi di hadapan Yunho dan Jonghyun dan duduk di situ. Mereka bertiga duduk berhadapan sekarang dengan sebuah meja di tengah-tengah mereka.

“Aku masih malas pulang, jadi tadi aku lihat kalian bermain basket.. Kalian keberatan?”

“Kau bercanda.. Untuk apa kita keberatan, iya kan Yunho?” Jonghyun menyikut lengan Yunho, Yunho mengangguk cepat walaupun sepertinya tidak begitu memperhatikan obrolan Jonghyun dan Ahra tadi.

“Baguslah kalau begitu..” ucap Ahra masih dengan senyum lebar di bibirnya “kalian berdua terlihat capek..”

Okay. Walaupun Ahra bilang ‘kalian berdua’, tapi ia terus menatap Yunho. Jangan kira Jonghyun tidak menyadarinya, ia AMAT SANGAT menyadarinya dan ia merasa Ahra benar-benar menyukai teman sebangkunya ini.

“Begitulah.. Aku ingin tidur..” jawab Yunho, memejamkan matanya dan mendongakkan kepalanya menghadap langit-langit.

“Pulang dan tidurlah.. Jangan lupa bersihkan badanmu dulu..”

Yunho membuka matanya, menatap Ahra dengan tatapan bingung namun kemudian ia tersenyum “Terima kasih..”

Ponsel Ahra berdering dari dalam tasnya, cepat-cepat ia mengambil ponselnya dan membaca pesan singkat yang baru saja ia terima.

“Supirku sudah di depan, aku harus pulang sekarang.. Bye!!” ucapnya lalu meninggalkan ruang kelas itu cepat.

“Hey.. Dia menyukaimu..” ucap Jonghyun setelah yakin Ahra benar-benar sudah pergi dari kelas mereka.

“Ayolah Jjong..” Yunho memutar kedua bola matanya bosan “kau sudah pernah mengatakan hal itu sebelumnya, dan kalau kau ingin tahu.. She is not..”

“Yes she is! Believe me!”

“Bagaimana bisa aku percaya padamu?”

“Dia selalu mencari kesempatan untuk dekat atau bicara denganmu.. Seperti tadi itu.. Dan tatapan matanya itu… Oh ayolah.. kau tahu kan?”

“Tatapan matanya apa? Aku tidak mengerti..” Yunho mengerutkan alisnya tidak mengerti.

“Dengar..” Jonghyun membenarkan duduknya untuk bisa duduk berhadapan dengan Yunho “tatapan matanya itu berbeda waktu menatapmu.. dan entah kau sadar atau tidak, Ahra selalu memperhatikanmu..”

Yunho diam mendengarnya. Benarkah? Ia bahkan tidak menyadarinya.. dan juga ia tidak peduli.

“Lalu? Apa maksudmu memberitahuku?”

“Kau harus menyatakan cinta padanya, Jung Yunho!!” Jonghyun berseru agak frustasi karena teman sebangkunya yang agak ‘lemot’ ini.

“Kenapa? Aku tidak menyukainya..”

“Lalu kau menyukai siapa? Kim Jaejoong itu?”

“Apa maksudmu?”

“Kau sangat dekat dengannya.. Jawab aku.. Apa hubunganmu dengannya?”

“Khh..” Yunho menghela nafas dalam “kau sudah pernah bertanya tentang hal itu, apa aku harus menjawabnya lagi?”

“Absolutely yes..”

“Dengar..” Yunho mendekatkan badannya dengan badan Jonghyun “aku dan Jajeoong.. adalah sahabat baik.. that’s it.. Jangan pernah bertanya tentang hal itu lagi..”

Jonghyun memutar kedua bola matanya bosan. Ia tahu pasti ia akan mendapatkan jawaban seperti biasanya.

Yunho menggigit bibir bawahnya dan memalingkan wajahnya dari Jonghyun, tidak mau Jonghyun menyadari wajahnya bingungnya saat ini.

Dan tanpa mereka berdua sadari, ada seseorang yang mendengar mereka dari balik pintu kelas mereka.

.

.

.

.

To:  nae jongie

Kau sudah selesai?

Yunho menyandarkan punggungnya di kursi bosan setelah sebelumnya meletakkan ponselnya di atas meja. Jonghyun sudah pulang kira-kira 10 menit yang lalu dan itu otomatis membuatnya harus duduk di kelas sendirian sambil menunggu Jaejoong selesai latihan. Ia sudah bertekad untuk tidak menyusul Jaejoong ke ruang kesenian. Kenapa? Karena ia tahu itu pasti akan membuat Jaejoong agak tidak konsen latian.

Hey…

Bukannya pede atau apa, tapi memang itu kenyataannya. Jaejoong bahkan pernah mengatakannya sendiri padanya.

Drrt… Drrt..

Ia mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja dan langsung membuka pesan masuk.

From: nae jongie

Ne.. Aku ke kelasmu sekarang…

 

Tanpa sadar ia tersenyum setelah membacanya. Berdiri dan meregangkan badannya sebentar untuk sekedar menghilangkan rasa pegal karena duduk terlalu lama.

Cklek~!

Terlihat seorang namja berdiri di ambang pintu kelas yang terbuka. Langsung saja Yunho datang menghampirinya dengan senyum lebar di bibirnya.

“Sudah selesai?”

Tidak menjawab, hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Yunho mengerutkan alisnya heran, menaruh kedua telapak tangannya di pipi mulus Jaejoong.

“Ada apa? Tidak seperti biasanya…”

“Tidak..” menurunkan telapak tangan Yunho yang ada di kedua pipinya “mungkin aku hanya terlalu capek..”

“Benarkah? Kalau begitu kita harus pulang sekarang..”

Yunho segera mengambil tasnya yang ia letakkan di bangku tempatnya duduk tadi. Memakai tas itu hanya dengan satu pundaknya seperti biasa, lalu kembali menghampiri Jaejoong yang masih belum berpindah dari tempatnya berdiri tadi.

“Ayo!”

Menggenggam tangan kanan Jaejoong dan mengajaknya ke tempat parkir, ke tempat mobilnya diparkir lebih tepatnya. Membuka pintu depan dan tersenyum pada Jaejoong, mempersilahkannya masuk sebelum akhirnya ia duduk di kursi kemudi.

Sebelum Yunho menyalakan mesin mobilnya, ia menoleh ke samping dan mendapati Jaejoong sedang menatap ke luar jendela. Menopang dagunya dengan kanannya yang disandarkan di pintu.

“Jae?”

“Eung?” hanya bergumam pelan tanpa menoleh.

“Kau lapar? Ingin makan sesuatu?”

Jaejoong menggeleng pelan dan lagi-lagi tanpa menoleh ke Yunho.

“Kau yakin? Kau belum makan siang kan?”

“Aku tidak lapar, bisakah kau antar aku pulang sekarang?”

Yunho mengangguk dalam heran walaupun ia tahu Jaejoong tidak mungkin melihatnya.

Selama perjalanan, suasana dalam mobil itu sangat sunyi. Bukannya tidak ada yang memulai pembicaraan, Yunho sudah melakukannya berkali-kali. Tapi Jaejoong hanya menjawab dengan sangat singkat atau hanya menggeleng dan mengangguk.

Yunho tahu pasti ada sesuatu yang salah, atau setidaknya ada sesuatu yang dipikirkan kekasihnya saat ini. Tidak, ia tidak akan bertanya di sekarang.. Mungkin nanti kalau suasananya pas.

Setelah 15 menit perjalanan, mobil Yunho berhenti di depan sebuah rumah yang tidak lain adalah rumah Jaejoong. Ia kembali menoleh ke Jaejoong karena namja itu tidak juga bergerak dari posisinya.

“Ermm.. Jae.. Kita sudah sampai di rumahmu…” ucap Yunho agak pelan, Jaejoong mengangkat kepalanya kaget dan menoleh ke Yunho.

“Oh? Sejak kapan?”

“Kau melamun?”

“Sepertinya..”

Jaejoong memakai tasnya yang ia taruh di atas pahanya. Tidak mempedulikan sepasang mata yang memperhatikan setiap gerak geriknya, err… tidak peduli atau tidak merasa? Entahlah…

Saat Jaejoong akan membuka pintu mobil, tangan Yunho mencengkram lengannya, membuat Jaejoong mau tidak mau harus menunda kegiatannya dan menatap Yunho.

“Jae… Ada apa? Kau sangat aneh hari ini, kau tahu? Kau sangat diam.. Tidak seperti biasanya..” ucap Yunho pelan, tidak ingin menyinggung perasaan Jaejoong.

“Hanya perasaanmu saja, mungkin karena aku terlalu lelah..” Jaejoong tersenyum dan melepaskan cengkraman Yunho di lengannya lembut namun Yunho kembali menguatkan cengkramannya.

“Kau tidak usah berbohong, ada apa? Apa yang kau pikirkan?” tanya Yunho lagi dan Jaejoong menggeleng menjawabnya.

“Ah.. Aku hampir lupa.. Kau tidak perlu datang ke lombaku besok..”

“Tidak perlu datang?” Yunho mengerutkan alisnya tidak mengerti, beberapa hari yang lalu Jaejoong sendiri yang memintanya datang ke perlombaan itu. Tapi sekarang…??

Jaejoong mengangguk dan kembali melepaskan cengkraman Yunho di lengannya, untungnya kali ini Yunho melepaskan cengkramannya dari lengan Jaejoong walaupun Yunho masih menampilkan wajah herannya.

“Erm.. kau tahu sendiri aku pasti tidak bisa konsen menyanyi kalau kau melihatku kan? Jadi sebaiknya kau tidak eprlu datang…” ucap Jaejoong tanpa sedetik pun menoleh pada lawan bicaranya, matanya terus menatap lurus ke depan.

“Jae? Kau serius?” Yunho mencoba memastikan sekali lagi namun tidak ada jawaban dari Jaejoong sampai akhirnya Jaejoong kembali mengangguk pelan “Hey.. tung—“

“Ah.. sekarang sudah hampir malam dan sepertinya aku capek, aku harus cepat-cepat tidur.. Jumuseyo..” ucap Jaejoong sebelum akhirnya keluar dari mobil Yunho dan langsung masuk ke dalam rumahnya.

Tidak mempedulikan kekasihnya yang masih terus menatap pintu rumahnya dengan berbagai pikiran berkecamuk di dalam otaknya. Masih tidak mengerti kenapa Jaejoong terlilhat berbeda hari ini..

Ah tidak..

Sehabis latihan tadi siang Jaejoong sudah berubah. Apa dia ada masalah dengan adik kelasnya itu.. siapa namanya? Ah iya.. Junsu.

Tapi.. sepertinya dia harus bersabar untuk bertanya langsung pada Junsu, besok pasti Junsu dan Jaejoong tidak masuk sekolah dan besoknya lagi hari Minggu. Jadi dia harus menunggu sampai hari Senin dulu kalau begitu.

“Aish~ terlalu lama…”

Dan beberapa saat kemudian ia sudah mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah Jaejoong.

Sedangkan tanpa ia sadari, namja cantik itu memperhatikan mobil itu pergi dan menghilang dari pandangannya dari dalam rumahnya.

Namja itu masih terus terngiang-ngiang pembicaraan yang tanpa sengaja ia dengar tadi siang. Dan menurutnya, ia perlu waktu untuk menenangkan dirinya.

Satu hari tanpa Yunho mungkin akan membantunya menenangkan dirinya.

Mungkin?

.

.

.

.

“Ah hyung… Kenapa hari ini yang datang banyak sekali?”

Jaejoong hanya tersenyum pada adik kelasnya itu dan menepuk pundaknya pelan “Tenang saja.. Kita pasti bisa melakukannya..”

Yah..

Mereka berdua sekarang ada di backstage lomba menyanyi yang mereka ikuti. Mereka duduk menunggu giliran karena hanya dalam selang waktu beberapa menit lagi mereka akan naik ke atas panggung.

Oh? Apa tadi Junsu sudah bilang kalau hari ini yang datang sangat banyak?

Tentu saja. Karena lomba kali ini bukan lomba antar sekolah seperti biasanya. Juri dari lomba ini adalah artis-artis dari beberapa agency artis terbesar di Korea.

Ada 3 juri yang datang. T.O.P mewakili YG Entertainment, Sohee mewakili JYP, dan Kangta tentu saja mewakili SM Entertainment.

Bukannya tanpa alasan panitia lomba ini mengundang juri yang ‘wah’ seperti itu. Hal itu dimaksudkan karena memang agency-agency tersebut sedang mencari anak didik baru untuk diajak bergabung dengan agency mereka.

Jadi bisa dibilang, ini merupakan ajang unjuk kebolehan bagi mereka yang mengikuti lomba ini. Hey.. siapa yang tidak mau menjadi artis dari agency besar seperti itu?

“Tenang.. Lakukan seperti latihan, ne?” Jaejoong mencoba menenangkan Junsu sambil menepuk-nepuk punggungnya.

Jaejoong mengerti, walaupun mereka berdua sudah sering mengikuti lomba menyanyi seperti ini, Junsu pasti akan tetap merasa gugup seperti ini. Apalagi kali ini lombanya lebih megah daripada lomba-lomba sebelumnya, terang saja Junsu berkeringat dingin sekarang.

“Nomor 9?” teriak seseorang yang mengenakan baju serba hitam dengan catatan di tangannya, sangat jelas terlihat kalau orang itu adalah salah satu staff lomba itu.

“Ne?” Jaejoong mengangkat tangannya dan berdiri ketika orang itu datang menghampirinya.

“Bersiaplah.. setelah ini kalian tampil. Setelah MC memanggil nama kalian, kalian langsug naik ke atas panggung, mengerti?”

Jaejoong mengangguk mengiyakan dan kembali duduk saat orang itu berlalu dari hadapannyaa.

“Junsu? Kau merasa baikan sekarang? Kita harus pemanasan.. sebentar lagi kita tampil..” ucap Jaejoong pelan dan tak henti-hentinya mengelus punggung Junsu.

Junsu mengambil nafas dalam lalu tersenyum pada teman duetnya itu “aku baik-baik saja hyung..”

Mereka berdua berdiri dari duduk mereka dan mulai melakukan pemanasan. Berusaha untuk melakukan pemanasan dengan volume sekecil mungkin.

“Dan sekarang peserta nomor 9..” mendengar MC berkata begitu, Jaejoong mengajak Junsu untuk lebih mendekat ke panggung “Kim Jaejoong dan Kim Junsu!!!”

Mereka berdua baik ke atas panggung diiringi tepuk tangan yang lumayan meriah dari penonton. Setelah mereka naik ke atas panggung, mereka langsung menatap para juri dan membungkukkan badan mereka.

Mereka hanya sekilas menatap tempat duduk penonton. Toh tidak ada siapapun yang mereka kenal duduk di situ kan?

Junsu duduk di depan grand piano yang sudah disediakan dan Jaejoong berdiri di depan piano tersebut. Menghela nafas dalam sebelum akhirnya mulai bernanyi..

.

Di waktu yang sama…

.

Namja bermata musang itu duduk di bangkunya dan matanya menerawang ke depan. Dagunya ia sandarkan tangan kanannya. Tidak peduli ruang kelasnya sudah sepi sekarang karena murid-murid di dalamnya sedang istirahat.

Ia merasa tidak mood untuk istirahat saat ini, ia sedang memikirkan kekasihnya yang –menurutnya- bertingkah aneh sejak kemarin. Bagaimana tidak.. Kekasihnya itu tidak menjawab panggilan darinya, SMS pun tidak dibalas. Aneh? Tentu saja.. karena kekasihnya itu punya kemampuan mengetik SMS dalam waktu sekejap.

Tanpa ia sadari seorang yeoja datang menghampirinya dan berdiri di sebelahnya. Dan entah sengaja atau tidak, namja itu mengabaikannya.

“Yunho?”

“A-ah.. Ne, Ahra?” sedikit terlonnjak kaget namun cepat-cepat ia tersenyum pada yeoja yang berdiri di sebelahnya itu.

“Errmm… Apa kau mau makan siang denganku nanti sepulang sekolah? Ada restoran baru di dekat sini dan aku ingin mencobanya.. Sayangnya teman-temanku tidak ada yang mau kuajak makan di sana, bagaimana?”

Yunho tidak langsung menjawabnya. Sebenarnya ia sudah berencana akan langsung menemui Jaejoong sepulang sekolah nanti dan bertanya padanya. Tapi menurutnya menolak permintaan seseorang bukan hal yang baik, apalagi seorang perempuan.

“Bagaimana?” tanya Ahra lagi karena Yunho tidak juga menjawab.

“Sebenarnya nanti sepulang sekolah aku ada—“

“Pleeaassee~~” Ahra menelungkupkan tangannya seperti orang berdoa dan memasang wajah melas andalannya. Bagaimana bisa Yunho menolaknya?

Dengan lemah Yunho menganggukkan kepalanya tanda ia setuju dan sontak wajah Ahra yang tadi suram sekarang berubah menjadi cerah.. Oh.. Jangan lupakan senyum lebarnya itu.

“Baiklah.. Tapi nanti aku aka nada pertemuan pengurus klub drama sebentar, tidak apa-apa kau harus menunggu?”

Yunho menganggukkan kepalanya lagi.

“Arasso.. Nanti tunggulah di sini, aku akan ke sini kalau rapatnya sudah selesai.”

“Bagiklah..”

Setelah Yunho berkata seperti itu, Ahra berjalan keluar kelas. Sedangkan Yunho langsung megeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya dan mengetik pesan.

To: Nae Jongie

Nanti malam aku akan ke rumahmu, arasso?

Ia kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya karena ia tahu tidak mungkin Jaejoong akan membalasnya. Lebih baik mereka langsung membicarakannya empat mata dan menyelesaikan masalah yang bahkan tidak Yunho ketahui padahal semua ini bersumber padanya.

.

.

.

.

Jaejoong meregangkan badannya yang terasa sangat pegal. Bagaimana tidak, ia duduk selama 3 jam hanya untuk menunggu pengumuman pemenang. Well yah, itu semua tidak sia-sia untungnya. Ia dan Junsu berhasil memenangkan perlombaan itu dan menduduki peringkat pertama.

Excited? YES!

Bukannya sombong atau apa, tapi ia merasa beberapa juri dan penonton memperhatikan mereka. Bahkan ada orang, yang mengaku perwakilan dari SM, meminta alamat dan nomor telepon mereka dan Junsu tentu saja dengan senang hati memberinya karena memang ia sangat bercita-cita menjadi seorang penyanyi.

“Ahh hyung..  Apa kita tidak ke sekolah untuk memberitahu guru-guru?”

Jaejoong terdiam sebentar berfikir lalu ia melirik jam tangannya. Seharusnya murid-murid sudah pulang sekarang.. Bagus.. Kalau begitu ia tidak perlu bertemu dengan ‘orang itu’.

“Sepertinya kita harus ke sekolah.. Kajja!”

Junsu berjalan di sebelah Jaejoong dan tangan kanannya memegang piala besar tanda kemenangan mereka hari ini. Agak terlihat aneh memang, tapi mau bagaimana lagi.. Mereka hanya berdua di sini tanpa guru atau bahkan orang tua yang mendampingi mereka berdua.

Hey Kim Jaejoong.. mau kuberitahu sesuatu?

Akan lebih baik kalau kau tidak kembali ke sekolah.

.

.

.

.

Yunho mengetukkan jarinya di atas meja bosan. Kurang lebih sudah satu jam ia menunggu Ahra dan dalam satu jam itu pula ia tidak melakukan apapun selain bermain games di ponselnya atau menoleh ke kanan kiri padahal tidak ada orang lain di dalam kelas itu selain dirinya sendiri.

Dalam hatinya ia bergumam, akan lebih baik kalau ia menghampiri Jaejoong. Lombanya pasti sudah selesai dan Jaejoong pasti sudah di pulang ke rumah sekarang.

Tiba-tiba pintu kelasnya terbuka dan tampaklah yeoja yang daritadi ia tunggu berdiri di ambang pintu kelas. Yeoja itu berjalan ke arahnya cepat.

“Kau pasti bosan menunggu, kan? Maaf… Ternyata rapatnya lebih lama dari perkiraanku..” Ahra membungkukkan badannya untuk meminta maaf.

“Ah tidak.. tidak apa-apa..” jawab Yunho cepat.

“Baiklah, kita pergi sekarang?”

Yunho mengangguk dan mengambil tasnya lalu berjalan keluar kelas bersama Ahra. Tiba-tiba Ahra menggenggam tangannya dan Yunho langsung menoleh padanya.

“Ahra?”

“Ne?”

Yunho tidak menjawab, lebih baik ia diam saat ini karena memang ia tidak tahu apa yana harus ia lakukan sekarang.

.

.

.

.

Jaejoong POV

Aku menyandarkan punggungku di dinding menunggu Junsu yang tengah berada di ruang guru saat ini. Entah apa yang mereka bicarakan di dalam, yang pasti aku sudah menunggu kira-kira 10 menit di sini.

Aku melihat lorong yang memang seharusnya sudah sepi ini, hanya ada aku dan.. aku. Tidak ada orang lain. Kukeluarkann ponsel dari dalam tasku. Ponselku memang sengaja kumatikan agar aku konsen dalam lomba tadi. Dan saat kunyalakan sekarang.. BOOM!

Ada 35 missed call dan 12 SMS terpampang di layar ponselku. Apa perlu kuberitahu siapa yang melakukan itu semua? Yep.. The one and only Jung Yunho. Tidak.. Aku tidak akan membalas SMSnya sekarang.. Toh ia bilang ia akan ke rumahku nanti malam kan?

Aku masih sangat ingat dia mengatakan kalau aku ini… sahabatnya.

Sungguh.. Aku sangat amat teramat tidak mengerti bagaimana dia bisa berkata seperti itu. Ia malu? Ia tidak suka padaku? Kalau begitu ia hanya mempermainkanku kan?!

Belum lagi yeoja yang namanya Ahra itu.. Aku tidak tahu siapa dia dan kurasa aku tidak perlu tahu sampai akhirnya aku mendengar  -atau lebih tepatnya menguping- Ahra menyukai Yunho.

SH*T!!

Okay.. Okay.. Calm down Jaejoong.. Stay cool..

Aku memasukkan kembali ponselku ke dalam tas dan kembali melihat sekeliling.

Oh? Ada seseorang di ujung lorong ini.. Bukan.. bukan.. dua orang..

Aku memincingkan mataku melihat siapa itu. Ah! Tidak tidak.. Tidak mungkin itu… Tapi.. walaupun ia menunduk seperti itu, aku sangat jelas tahu siapa itu.

S-sebentar… Apa-apaan tangan mereka?!?!

Mereka semakin dekat dengan tempatku berdiri sekarang. Wajah mereka berdua pun semakin jelas dan itu benar-benar.. dia…. Yunho.. dan ia menggenggam tangan…. Entah siapa itu.

Apa yang mereka lakukan saat sekolah sudah sepi sekarang ini? Untuk apa tangan mereka… Dan kenapa mereka berdua bisa… Yunho bahkan… Kita..

Oh good.. Sepertinya aku mulai merancau tidak jelas.

DAMN!

Harusnya aku tahu ia hanya main-main padaku! Tidak mungkin namja populer sepertinya bisa menjadi gay!! ARRGGHHH!!! Kenapa aku bisa bodoh sekali?!

Lihat Jaejoong, LIHAT! Lihat apa yang ada di depan matamu sekarang!!

“Jaejoong? Sedang apa?”

Segera kutahan air mata yang nyaris mengalir keluar dari mataku dan menatap mereka berdua yang entah sejak kapan berdiri di depanku. Yeoja itu menatapku heran dan namja di sampingnya mulai mengangkat kepalanya pelan, ia terlihat kaget melihatku berdiri di depannya sekarang.

“Jae?” ia memanggil namaku lemah.

Aku tidak bisa menjawab.. Ingin lari.. Tapi bahkan aku sekarang lupa caranya untuk berjalan.

Kenapa di saat seperti ini tubuhku tidak mau membantuku untuk pergi jauh dari sini?!

.

.

.

.

tbc-

err… what do ya think? kurang kerasa yaa? miaann~~ -_-

oh yaa.. bocoran dikit nih, ini ff ny gak bakal ak bikin panjang-panjang.. hehehe~~

10 part maksimal.. tp diusahain gak sampe 10 part =3

okey okey~~

comment ne.. annyeong ^^

23 thoughts on “[YUNJAE] I Want You – Part 7

  1. Andweeee! Yunpa paboooo.
    Masak mau aja tangan dipegang2 ce itu?!
    Gentle itu bukan alasan. Kan sudah punya jaema. Jadi harus jaga perasaannya donkk.
    Kasihan jaema TT

    Ah saia reader baru fic ini.
    Baru nemu fic ini di part 7..
    Gomen author, saia lari dulu,
    Mau hunting part 1~😀

  2. Hihi aq pernah baca ni ff di ffn
    critanya seru… Bikin penasaran wlaupun ada si nenek sihir ny juga gapapa yg penting yunjae msih ttp bisa lovly dovey…

  3. ahhh, eottokhae?? jaejoong denger semua itu… gyaa aku pengen pingsan rasanya, ga sanggup! oh my god sun~~ T_____T aku udah duga, hal kayak gini pasti terjadi cepet ato lambat. hiks…
    sedikit miris pas lomba tadi, masa iya ga ada pengantar satupun dr pihak sekolah? haha, tapi tegangnya sampe sini loh, kerasa bgt!
    btw, ini dipublish di ffn juga ya? kok aku ga tau ya -_-
    nah nah, cepet dilanjutnya… aku tegang bgt nih! cepet2 pengen tahu! jangan buat aku pingsan ditengah crita gini, aku lebih memilih mati diakhir… haha lol. fighting!

  4. Ya!ya! Apa2n itu
    ckckck si Yun nih knpa kgx tgas bgtu, aigoo~
    udah susah2 dptin si Jae e mlah brantakan gra2 tu cwek (=o=;), psangan Yunjae emng btuh kberanian bwt ngumumin statusny, lo gx gtu mah mlah nambah yg tersakiti

    typony dah mnipis (?) msih ad tp gx bnyak kyk part2 yg kmaren, good dach (^o^), dtunggu lnjutnnya

  5. Aaaaahhhhh lanjut-lanjut !!!!! Ahra disini minta di goreng yaa !!!
    Astaga gatega kalo jadi jaejae T^T
    Di pendam sendirian begitu .
    Cepet ipdate lagi ya thorr ~~

  6. Mian bru komen dchp ini..
    Klo g slah ff nich prnh di FFn ya tp qu hny nebak ja kok soalny qu prnah bca dan prnh review tp ampek chp 3-an ja..
    Yun mngpa bkin Jae kyak gtu..
    Knp hrus ada Arra sgla dsar nenk shir sllu mrusk hbungn org ja, pngen qu cekik ja..
    Qu tnggu chp brktny ya dan qu hrap updateny agk cpt tp jk g sbuk ce..

  7. ishhh…….esmosi,esmosi,esmosi!!!!
    yunpa pabbbooooo!!
    umma..yg sabar yah,,,,
    lanjut chingu…penasaran

  8. huwaaa….yunpa kau menyakiti jaema T^T *hug jaema
    ntu cwe ganjen emg perlu dibantai nih, bener2 g bsa dtoler!
    knp hubungan mereka jd kek gini???
    jgn sad ending y thor…..

  9. huwaaa….yunpa kau menyakiti jaema T^T *hug jaema
    ntu cwe ganjen emg perlu dibantai nih, bener2 g bsa dtoler!
    knp hubungan mereka jd kek gini???
    jgn sad ending y thor……

  10. yunpa pabo amat..
    hish.. hish.. kasian ama jaema..
    dasr ahra mahu dibunuh ya..
    ishh..
    yunpa kenapa k ngaku aja yg jaema kekasihnya yunpa..
    gk bkalan yg ganggu dan jaema gk akan sdih..

  11. Aishh!!! Dasar nenek lampir tuh si ahra!! Appa jugaa..kenapa mau aja di ajak makan, trus…trus..pake pegang”an tangan segala…grrr!!! Ati” aja, appa nanti Q kutuk selamanya dengan umma^^ kalau berani nyakitin umma #nunjuk” appa

    Kasian ummaaaa #ikut nangis bareng umma T.T

  12. Hueee
    appa babo babo babo.
    Ngapain malah d sekolahan? Meskipun umma blng ga’ usah dtng bukan brarti harus tetep d sekolah kan?
    Mana mau2nya d ajak makan sama yeoja gatel itu. Gandengan tangan pula.
    Umma tambah salah paham pasti.
    Hueeeee
    ummaaaaa

  13. naahhh…lhoo..kepergok kn yunpa??? hayooo…jaema pasti sedih deh tuh..trus..p pake pegangan tgn lg…
    yaah ahra…don’t touch my yunpa…#lempar bakiak#

  14. tuh kan yunho xl emg g peduli sama yeoja it g perlu di tanggapi X itu namanya memberi harapan… jgn buat jae sedih melulu dch…

  15. Oh my Goddd.. Jinja!! Jeongmal jinja!!.. Uri appa baboya.. Neomu baboya.. Nappeun saram.. (╥_╥) *peluk umma..

    Author ngaduk2 ni.. D awal bkin melting pake scene appa kiss umma dpan Suie.. Akhir’y nyesekkkk jeb jeb deh.. Huhuhu

  16. ahhhhh nae jaejongie kasihan sekalii T_T gila sumpah yunho jahat banget mau mauan aja lagi diajak sama yeoja centil itu DAMN! jaejongiie~ strong yaahh T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s