[YUNJAE] An Idol’s Love – Chapter 1


a/n:

jja! ini ada ff baru ^^

yang I Want You itu sebentar lagi selesai kok beneran ><

dan berhubung gak ada yang apdet ff di sini, jadi yaudah ak nulis ff baru, hehehe

ehmmm…. judul ff nya bisa berubah nanti, soalnya itu juga aku mikir judulnya dadakan banget ==”

alright… enjoy reading ^o^

.

By: sherly

.

.

.

.

“Ayolah hyuunngg~~ ya ya ya??”

Rengek namja berpipi chubby itu sambil terus menggoyangkan lengan lawan bicaranya dan menghentak-hentakkan kakinya pelan. Terus memasang wajah melas agar lawan bicaranya –atau lebih tepatnya, kakaknya—bersedia mengabulkan permintaannya.

“Aish~ kau bisa pergi sendiri kan? Lagipula tiketnya pasti sudah habis…” tolak lawan bicaranya yang sejujurnya saja masih bingung karena permintaan adiknya yang bisa dibilang mendadak ini.

“Tidak usah khawatir hyung…” ia mengeluarkan dua tiket dari dalam saku celananya “aku sudah membeli tiket dari jauh-jauh hari, aku sudah sejak lama berencana mengajakmu.”

Hanya bisa menghela nafas pelan saat mendengarnya. Dari jauh-jauh hari? Lalu kenapa ia baru diberitahu barusan?

“Tapi malam ini aku ada meeting su-ie…” ucap namja itu selembut mungkin, tapi walaupun begitu Junsu masih tetap memasang ekspresi sedihnya.

“J-jadi… hyung lebih mementingkan pekerjaan hyung daripada Su-ie?” ucap Junsu lirih, perlahan melepaskan cengkramannya pada lengan hyungnya.

“Bukan begitu, hanya saja—“

“Ya ya aku tahu hyung sangat sibuk sampai-sampai tidak ada waktu menemaniku…” kini suaranya mulai bergetar, mau tidak mau hyungnya menjadi panik.

“A-apa yang—“

“Padahal… Su-ie hanya mengajak hyung menonton konser… Su-ie mau hyung refreshing sebentaaaarrr saja….” Junsu menundukkan kepalanya dan berjalan mundur dengan perlahan.

Hyungnya hanya bisa diam melihatnya, tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Sebenarnya tidak ada yang salah kalau dirinya menemani adiknya menonton konser penyanyi entah siapa itu, hanya saja… meeting malam ini juga penting. Lagian kenapa adiknya ini mendadak sekali memberitahunya?!

“A-ah.. Su-ie mengganggu pekerjaan Jongie hyung ya?” Junsu mengangkat kepalanya, terlihat wajahnya merah sekarang dan matanya juga tampak berkaca-kaca.

Karena tidak ada jawaban, Junsu segera membalikkan badannya dan berniat keluar dari ruang kerja hyung satu-satunya itu. Sedih memang karena hyungnya lebih mementingkan meeting itu dibanding menemaninya menonton konser. Apalagi ia sudah khusus membelikan hyungnya tiket VIP yang sangat susah untuk didapatkan dan juga mahal itu. Apa hyungnya sudah tidak peduli kalau ia diculik atau mungkin tersesat? Okay…itu kekanak-kanakan.

Hyungnya menggigit bibir bawahnya, bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. Meeting malam ini….

Ah! Sudahlah, itu bisa diatur nanti. Yang terpenting ia tidak tega melihat adik imutnya menangis hanya gara-gara dirinya yang tidak mau menonton konser.

“Arasso! Aku akan pergi ke konser itu!” teriak hyungnya sebelum Junsu benar-benar keluar dari ruang kerjanya. Secepat kilat Junsu membalikkan badannya dengan wajah sumringah dan mata yang berbinar-binar.

“Jeongmal hyung? Jeongmal?” tanyanya sambil berjalan mendekati hyungnya.

“Uhmm…”

“UWAA!!” Junsu langsung memeluk badan hyungnya “gomawo Jaejoongie hyung~~”

Jaejoong tidak mengatakan apa-apa,hanya mengacak rambut adiknya gemas. Bagaimana bisa mood seseorang bisa berubah sangat cepat seperti itu? Tsk~

Tak lama, Junsu melepaskan pelukannya.

“Jadi.. hyung harus sudah sampai di rumah jam 3, karena kita akan berangkat jam 4… arasso? Jangan telat hyung!”

“Uhmm..” Jaejoong mengangguk mengerti “jam berapa konsernya akan mulai?”

“Errmm..” Junsu melihat tiket yang masih ia pegang daritadi “jam 6 hyung, jadi kita tidak boleh telat!”

‘Untuk apa berangkat jam 4 kalau konsernya baru akan dimulai 2 jam lagi?’ pikir Jaejoong dalam hati.

“Hyung?”

“A-ah.. ne.. tenang saja, kita tidak akan telat…”

Dengan wajah super gembira, Junsu akhirnya meninggalkan ruang kerja hyungnya. Jaejoong menghempaskan tubuhnya ke kursi kerjanya setelah memberitahu sekretarisnya untuk membatalkan meeting hari ini. Padahal meeting itu bisa dibilang cukup penting untuk proyek berikutnya, tapi baginya adiknya lebih penting.

Yahh….

Sudah satu tahun mereka hidup sendirian di Korea. Orang tua mereka pergi ke Amerika untuk mengurus cabang perusahaan mereka di sana. Maka dari itu orang tuanya menugaskan anaknya untuk mengurus perusahaan yang di Korea. Agak keterlaluan memang, padahal tahun lalu ia baru berusia 24 tahun dan ia sudah diberi tugas yang sangat berat seperti itu.

Bukan hanya karena ia diberi kepercayaan merawat perusahaan, tapi juga kepercayaan untuk merawat adik satu-satunya yang bisa dibilang sangat cerewet dan manja. Ia sama sekali tidak keberatan dengan sifatnya itu, hanya saja terkadang itu cukup merepotkan seperti yang terjadi barusan.

“Haahh…. Nanti aku hanya perlu datang dan berteriak-teriak kan? Tidak akan ada masalah…” ucapnya pada diri sendiri sebelum akhirnya kembali melarutkan  dirinya dalam pekerjaan.

Tidak aka nada masalah? Kita lihat saja nanti Kim Jaejoong…

.

.

.

.

Jaejoong berjalan menuruni tangga setelah selesai membersihkan badannya dan bersiap-siap. Junsu yang sudah menunggunya di bawah tangga menatapnya heran.

“Kenapa? Ada yang salah dengan bajuku?” tanya Jaejoong sambil memperhatikan bajunya. Tidak ada yang salah… hanya kaos v-neck dan celana jeans… Apa ada yang aneh?

“Ya.. Sangat salah hyung…”

Junsu masuk ke dalam kamarnya dan kembali dengan membawa kaos berwarna merah di tangannya. Ia menyerahkannya pada hyungya namun hyungnya tidak juga mengambil baju itu.

“Pakai ini hyung…”

Jaejoong akhirnya mengambil baju itu dan melihat tulisannya. ‘I am your fans, Jung!’. Itulah yang tertulis di baju itu.

“Apa aku tidak bisa memakai baju ini saja? Tulisan di bajumu ini sangat norak…”

“Aish~ cepat ganti bajumu hyung!” ucap Junsu tidak mempedulikan protes dari hyungnya, ia mendorong badan Jaejoong agar kembali masuk ke kamarnya.

Tidak lama kemudian, Jaejoong kembali menuruni tangga dengan bajunya yang sudah ia ganti. Junsu tersenyum puas melihatnya.

“Nah.. itu baru benar hyung…”

Jaejoong hanya mengangkat bahunya tidak peduli, ia langsung duduk di sofa dan memakai sepatunya. Sedangkan Junsu… entah apa yang ia lakukan.. ia hanya berdiri di samping Jaejoong, menunggu hyungnya selesai memakai sepatu.

“Sudah siap hyung?” tanya Junsu setelah Jaejoong selesai memakai sepatunya.

Jaejoong mengangguk dan berdiri dari duduknya, “kita pergi sekarang? Ini masih jam 3.45…”

“Tidak masalah hyung… lebih cepat lebih baik…” ucap Junsu lalu berjalan keluar rumah. Tidak menyadari hyungnya yang menghela nafasnya untuk kesekian kalinya hari ini.

“Jung?” Jaejoone kembali membaca tulisan yang terpampang di baju yang ia pakau “siapa ‘Jung’?”

Setelah beberapa saat berfikir, Jaejoong kembali mengangkat kedua bahunya tidak peduli dan segera berjalan keluar rumah karena Junsu yang terus menerus berteriak memanggil namanya.

“Hyung! Aku hampir lupa!”

Jaejoong berjalan mendekati adiknya yang sekarang sedang sibuk mencari sesuatu dalam tasnya dan beberapa detik kemudian benda keramat itu Junsu perlihatkan padanya.

“Pakai ini hyung!”

Jaejoong mengambil benda itu, bando merah dengan tulisan “YUNHO” di atasnya.

“Warna merah… lagi?”

“Eum!” Junsu mengangguk semangat “Yunho sangat identik dengan warna merah kan hyung?”

Sebelum Jaejoong sempat menjawab, Junsu sudah duluan masuk ke dalam mobil, lagi-lagi meninggalkan hyungnya yang masih bingung.

“Mana aku tahu…” ucap Jaejoong pelan sebelum akhirnya menyusul Junsu masuk ke dalam mobil dan berangkat ke tempat konser.

.

.

.

.

“YAH! Menjauhlah dariku!!” bentak namja tampan itu pada wanita yang sedang bergelayut manja di lengannya.

“Shirreo!” bukannya menjauh, wanita itu malah semakin mengeratkan pelukannya di lengan namja itu dan itu tentu saja membuat risih semua orang yang ada di ruangan itu.

Namja tadi hanya bisa menghembuskan nafas pasrah, ia melirik ke samping, ke managernya, untuk mencari bantuan agar dirinya terlepas dari ‘siksaan rutin’ ini. Sedangkan yang dimintai bantuan hanya bisa menghela nafas dalam. Mempersiapkan diri untuk perang mulut yang akan terjadi.

“Errm… Ahra-ssi?” akhirnya managernya datang menghampiri mereka berdua “sebentar lagi Yunho akan tampil di konsernya, bisakah kau tidak menganggunya?” ucap managernya sesopan mungkin.

Wanita bernama Ahra itu melirik manager itu dengan sinis “Bisakah kau tidak menganggu? Urusi saja makananmu itu!”

Manager Yunho menghembuskan nafas putus asa, kejadian seperti ini sepertinya sudah terulang berkali-kali sejak… yah… sejak agency mereka memasangkan mereka dalam satu drama dan alhasil wanita itu tergila-gila dengan Yunho. Dan hal itu diperparah dengan banyaknya perusahan yang menawarkan mereka untuk mengiklankan produknya… secara berpasangan.

Bosan? Tentu saja.

Risih? Sangat.

Tapi sepertinya bukan hanya Yunho saja yang merasakan iyu. Managernya, staff-staffnya, dan terutama…. Fansnya.

Anehnya… agency mereka justru terkesan ‘mendukung’ mereka berdua sebagai pasangan. Cih~ mana mau Yunho dipasangkan dengan wanita genit seperti itu?

Okay…. Kembali ke situasi sekarang.

“Tapi sekarang sudah saatnya Yunho bersiap, dan kau malah mengganggunya…” ucap managernya masih berusaha mengatakannya dengan sopan.

“Mengganggu? Tidak mungkin… aku justru member semangat lebih padanya, iya kan?” menatap Yunho dan mengerlingkan matanya genit.

“Lihat ekspresi Yunho sekarang… kau pikir itu ekspresi orang bersemangat?”

Ahra melihat wajah Yunho lagi, benar juga… wajahnya sekarang muram dan tampak bosan.

“Kenapa kau berekspresi seperti itu? Padahal sebagai kekasihmu aku sudah sangat baik ma—“

“Apa kau bilang? Kekasih?” potong Yunho tidak terima. Sejak kapan ia mempunyai kekasih kecentilan seperti ini. Akh!

“Iyaa… semua orang di luar sana berkata seperti itu, mereka setuju kalau kita menjadi pasangan kekasih. Kata mereka kita cocok dan—“

“Siapa yang kau maksud mereka semua?”

“Err… Soo Man ajushi, managerku, fansmu—“

“Fansku tidak mungkin setuju kau menjadi kekasihku. Jadi sekarang bisakah kau keluar?” ucap Yunho dengan nada dingin dan wajah serius.

Ahra pun perlahan melepaskan pelukannya pada lengan Yunho… Tidak berani melawan lagi kalau nada bicara Yunho sudah seperti itu dan apalagi wajah marahnya itu… sangat menakutkan!

“Arasso… aku keluar… Ah! Nanti setelah kau selesai konser, aka nada banyak wartawan yang datang… dan agency kita sudah mempersiapkan konfrensi pers untuk mempublikasikan hubungan kita… Jadi, sampai jumpa nanti!” kata wanita itu sebelum akhirnya meninggalkan ruangan itu.

Yunho membanting tubuhnya ke atas sofa. Sebenarnya ia ingin mengacak-ngacak rambutnya karena frustasi, tapi itu tidak mungkin karena rambutnya sudah ditata dengan sangat rapi.

“Hey… Baik-baik saja?” seseorang menepuk bahunya dari belakang, dan orang itu tidak lain adalah managernya.

“Apakah menurutmu aku baik-baik saja saat ada seorang wanita gila mengaku sebagai kekasihku?”

“Huummm…” menyerahkan sebotol air putih untuk menenangkan artisnya dan ikut duduk di sampingnya “tapi memang dia sangat keterlaluan…”

Yunho menerima botol itu dan meminumnnya, menghembuskan nafasnya putus asa, meratapi nasibnya yang bisa dibilang memrihatinkan.

“Salah siapa kau masih belum juga mempunyai pacar…”

“Bagaimana bisa aku mencari pacar dengan jadwalku yang gila itu, Shim Changmin?”

Changmin hanya terkekeh pelan, membenarkan apa yang dikatakan artisnya itu. Memang benar, hari-harinya hanya diisi dengan bekerja. Kalaupun ada waktu libur, pasti akan dihabiskan untuk tidur dan bersantai di rumah.

“Kau mempunyai banyak fans dan pasti banyak di antara mereka yang cantik… Pilih saja salah satu, minta ia menjadi pacarmu, dan BOOM! Kau mempunyai kekasih…”

Yunho memukul kepala Changmin dengan botol minum yang ia pegang. Apa lagi ini… ia sedang dalam situasi terdesak dan managernya malah mengusulkan ide gila seperti itu.

“Akh!” Changmin mengusap-usap kepalanya yang baru saja menjadi korban kekerasan artisnya sendiri “kenapa kau memukulku?!”

“Kenapa? Karena idemu yang sangat konyol itu!”

“Aish… terserah kau sajalah, cepat kau siap-siap! Satu jam lagi konsermu akan mulai!” Changmin berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan itu.

.

.

.

.

Jaejoong dan Junsu sekarang sudah masuk ke dalam arena konser. Tempat duduk mereka bisa dibilang sangat strategis karena hanya tiga bangku dari barisan paling depan.  Jaejoong melihat sekeliling mereka, penuh dengan yeoja yang berpakaian sama seperti mereka dan juga memakai bando sepertinya.

“Hyung…. Hyung…”

Jaejoong menoleh pada Junsu yang memberinya beberapa lembar kertas, entah apa itu. Ia mengambilnya dan membaca tulisan yang ada di kertas itu.

“Lirik lagu?”

“Bukan hyung… Ini namanya fanchant… Hyung lihat tulisan yang ada dalam tanda kurung ini?” Junsu menunjuk tulisan yang ada di dalam tanda kurung “itu namanya fanchant…”

“Err… lalu?”

Junsu memutar kedua bola matanya “Jadi kita harus meneriakkan itu hyuunnggg~~”

“Kita? Harus?”

“Iyap! Fans pasti melakukan itu.”

“Tapi aku bukan fansnya!”

“Aish… pokoknya hyung ikuti saja!!”

Jaejoong tidak bisa protes lagi karena Junsu sudah memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia membaca kertas-kertas yang ada di tangannya. Cukup banyak tulisan yang ada dalam tanda kurung… bisa-bisa pita suaranya putus karena berteriak terus-menerus selama konser.

“Junsu…” menepuk pundak adiknya pelan “ini  hanya untukku? Bagaimana denganmu?”

“Tidak perlu…” Junsu mengibaskan tangannya “aku sudah hafal hyung…”

Jaejoong tidak berkomentar apa-apa. Ia melewatkan saat-saat adiknya tidak menghafalkan pelajaran, melainkan menghafalkan sesuatu seperti ini. Bagus.

Melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya, kurang lebih setengah jam lagi konser akan dimulai dan sepertinya arena ini sudah penuh. Ia hanya berharap agar konser ini bisa cepat selesai dan ia bisa cepat pulang memeluk kasurnya.

Tidak lama kemudian, lampu dalam arena itu padam dan layar besar di depan mereka mulai menampilkan sesuatu yang tidak Jaejoong ketahui, tapi yang pasti… semua orang dalam arena itu –kecuali dirinya—berteriak saat layar itu menunjukkan seorang pria.

‘Ahh… mungkin itu artisnya…’ pikirnya dalam hati.

.

.

.

.

“Konser kali ini sukses! Wohooo!!” teriak Changmin saat Yunho masuk ke dalam ruangan di mana hanya mereka berdua yang ada di dalam situ.

“Tentu saja… Tidak mungkin ada konserku yang gagal…” ia mengelap keringatnya dengan handuk yang tadi diberikan oleh salah satu dancernya. Mendudukkan badannya di sofa yang diikuti dengan Changmin.

“Oh… maaf kalau aku merusak momen ini, tapi SM benar-benar sudah mempersiapkan konferensi pers dan kau sudah ditunggu sekarang…”

Yunho menoleh pada Changmin “Apa wanita itu juga sudah di sana?”

“Yep, dia juga sudah di sana. Jadi mereka tinggal menunggumu.”

“Terserahlah… Aku mau ke toilet…”

Berdiri dan melemparkan handuknya tepat ke wajah Changmin, berjalan meninggalkan ruangan itu dengan santai seolah tidak ada yang terjadi.

.

.

.

.

“Su-ie… temani aku ke toilet, ne?”

“Kau sendiri saja hyung…  kau tahu kan di mana toiletnya?” tolak Junsu.

“Ahh… yasudahlah.. jangan ke mana-mana!”

Junsu mengangguk mantap dan kembali sibuk dengan ponselnya, entah apa yang ia lakukan.  Yang pasti ia tidak mau beranjak dari kursi yang sudah ia duduki selama kurang lebih 3 jam itu.

Jaejoong berdiri dari duduknya dan mulai perlahan berjalan ke toilet.

Sepi….

Sepanjang perjalanan rasanya hanya ia sendiri yang ada di lorong itu. Tapi tidak saat ia masuk ke dalam toilet, ia melihat seorang pria yang sangat familiar…

Butuh waktu beberapa detik agar dia bisa mengingat kalau pria itu adalah…. Penyanyi yang tadi tampil di atas panggung! Siapa tadi namanya? Jung…. Yohun? Huyon? Entahlah. Yang pasti ia yakin kalau ia bercerita pada adiknya, adiknya itu pasti akan sangat menyesal tidak mau menuruti ajakannya ke toilet.

Dengan santai Jaejoong berjalan mendekati salah satu tempat untuk melakukan ‘kegiatan pribadinya’ (apasih namanya, gak tau aku… tapi mudeng kan ya maksudku?). Sengaja ia memilih tempat tepat di sebelah pria itu. Tidak ada maksud apa-apa… hanya ingin melihat wajahnya dengan jelas.

Saat ia baru membuka resleting celananya, ada seorang pria kurus dan super tinggi masuk dengan wajah panik. Sontak mereka berdua menoleh ke arah pintu.

“Yunho hyung! Cepat kau ke sana atau yeoja itu akan mengatakan yang tidak-tidak tentang kalian!!” serunya panik lalu mulai mengatur nafasnya yang terengah-engah.

“Aish yeoja itu…” Yunho menyudahi ‘kegiatannya’ dan membenarkan celananya “kau ke sana dulu! Cegah dia bagaimanapun caranya! Aku akan menyusul!”

Dengan cepat namja tadi berlari keluar. Jaejoong yang tidak tahu apa-apa hanya bisa bengong… kenapa suasana mendadak jadi panik seperti ini?

Dilihatnya penyanyi itu yang sibuk mondar-mandir tidak jelas di belakangnya. Ada rasa penasaran dalam dirinya, namun ia tahan karena toh itu bukan urusannya. Lebih baik ia menyelesaikan urusannya dulu saat ini.

“Kau!”

Jaejoong sontak menoleh ke belakang, tidak ada orang lain di dalam sini kecuali dirinya… jadi barusan orang itu memanggil dirinya kan?

“Aku?” tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.

Yunho memperhatikan wajah Jaejoong sebentar lalu tersenyum puas “Bagus…”

“Hah?”

GREB!

Yunho menarik lengan Jaejoong keluar dari ruangan dan melangkah dengan cepat. Jaejoong menggoyang-goyangkan tangannya mencoba melepaskan cengkraman Yunho di pergelangan tangannya dan sebenarnya itu percuma karena cengkraman Yunho sangat kuat.

“YAH! Apa yang kau lakukan?!?! Lepaskan!!”

“Diam! Bantu aku sebentar!!”

“Aish! Setidaknya berhenti sebentar, aku belum menutup resletingku!!”

Yunho menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Ia menatap resleting namja yang ditariknya dengann paksa itu dan ternyata benar… belum ditutup.

“Yah! Sekarang apalagi yang kau lakukan?!” seru Jaejoong saat sadar namja itu tengah memperhatikan…. Err…. ‘sesuatu’.

Tidak menjawab, Yunho langsung menutup resleting celana namja itu dengan cepat.

“Tapi aku masih ingin ke toilet!” seru Jaejoong lagi saat merasakan tangannya kembali ditarik.

“Tahanlah sedikit!” Yunho menepuk ‘sesuatu’ dari luar celana jeans Jaejoong.

Jaejoong membelakkan matanya, tidak percaya apa yang baru saja namja ini lakukan pada dirinya. Menariknya dengan paksa, menutup resletingnya tanpa ijin, dan sekarang… ia seenaknya menepuk ‘benda berharganya’.

Sesudah ia menyelesaikan urusannya dengan namja ini, ia tidak akan membiarkan adik satu-satunya mengidolakan namja ini. Tidak akan.

Yunho kembali menarik Jaejoong entah ke mana. Namun kini langkahnya semakin cepat dan semakin lebar. Jelas ia sangat terburu-buru sekarang.

“Hey! Siapa namamu?” tanya Yunho sambil tetap menarik lengan Jaejoong.

“Kau tidak perlu tahu!”

“Jawab saja!”

“Aish… Kim Jaejoong!”

Tidak lama, sampailah mereka di sebuah tempat yang terlihat seperti aula besar. Dari luar pintu saja Jaejoong bisa melihat banyak sekali wartawan yang ada di dalam situ. Dan di meja depan, duduklah seorang yeoja, entah siapa, hanya sendiri.

“Diam dan bantu aku, jangan memberontak, mengerti?” bisik Yunho tepat di telinga Jaejoong.

Jaejoong mengangguk pelan. Entah kenapa ia tidak melihat ada pilihan lain selain menuruti namja itu.

Yunho memeluk pinggang Jaejoong dan Jaejoong tidak memberontak… membantu orang tidak ada salahnya kan?

Perlahan mereka berdua masuk ke dalam ruangan itu dan sontak wartawan yang ada dalam ruangan mulai berebut mengambil foto mereka berdua.

‘Uh-oh… apa yang terjadi di sini…’ pikir Jaejoong dalam hati.

Jaejoong terus menundukkan wajahnya sedangkan Yunho terus menatap lurus ke depan dengan senyum di wajahnya. Tak terasa, mereka sekarang sampai di depan podium dan Yunho memposisikan mereka berdua tepat di depan mik.

“Terima kasih untuk semua yang hadir di sini… Mungkin ini terkesan mendadak… tapi yah… Ah sudahlah… Saya akan langsung ke intinya. Mungkin banyak dari kalian yang mengira saya berkencan dengann Go Ahra, tapi sekarang harus saya katakan… kita sebenarnya tidak berkencan, sama sekali tidak pernah berkencan…”

Ruangan tiba-tiba menjadi ribut, wartawan banyak yang berebut bertanya namun Yunho tidak menggubrisnya dan meneruskan ucapannya.

“Saya sudah mempunyai kekasih lain, yang sampai sekarang belum pernah saya perkenalkan di depan media… Dia… Kim Jaejoong… Namja yang berdiri di sebelah saya sekarang ini… dia adalah kekasih saya yang sebenarnya…”

Jaejoong membelakkan matanya tidak percaya dan menoleh secepat kilat pada namja bernama Jung Yunho yang tersenyum santai seolah tidak ada yang terjadi. Dan sepertinya bukan hanya Jaejoong yang membelakkan matanya, semua orang dalam ruangan itu melakukan hal yang sama… termasuk yeoja yang sedang duduk di kursi depan itu.

.

.

.

.

TBC

what do you think?? kasih saran ne? ><

annyeong ^^

34 thoughts on “[YUNJAE] An Idol’s Love – Chapter 1

  1. Aaaarrgggh tebecenya itu lhoo pas banget bikin aku remet bantaal haha
    ceritanya lucuu unn haha, bahasanya jg enak hehe
    chap depan tolong dipanjangin ya hahahaha.
    #readertaktaudiri

  2. Aishhhh… pas bgt sih TBC.a jdi gregetan sendiri..

    wkwkwkwk Yunpa pertama kali ktemu uda yadong gtu pke acara nepuk” yg di dlam celana.a Jaemma…

    ohhh… jdi Yunpa minta bantuan Jaemma bwat jdi pacar.a … ide bagus Appa … biar si ahra ga nempel lgi ma Appa..

    gimana ya reaksi Junsu kalau tau

  3. Jiahahahaha,,,, kaya nyy bakal seru nie cerita nyy,, apa reaksi nyy junsu yak klo tw hyung nyy pacaran sm idola nyy,, jiakakakakaka
    Lanjut thor

  4. bagus sya jga gak setuju yunppa sma ahra nonna
    lbih ccok sma jaema
    eith blm apa-apa yunppa udah pgang2 pnya jaema kekeke

  5. aduhh..
    yunpa main tarik aja jaema..
    lepas itu, umumkan yg jaema sbagai pacarnya jaema..
    lnjut ya ctanya..🙂
    tapi gk papa deh..
    dripada yunpa ama si ahra..
    yunpa lagi ccok ama jaema..
    hehehe..
    gimana ya reaksi junsu nnti ya bila tahu yg kakaknya pacar si yunpa..

  6. author-ssi, lanjutkaaaaannnnn,,,,hahaha
    penasaran gimana reaksinya si umma kalo udah g ada wartawan, bisa abis appa disemprot,,hihihi
    lagian siapa suruh ngaku2 jadi pacar sembarangan?
    umma, yg sabar yaa…#pukpuk pundak umma

  7. NEW READER..
    Salam kenal author,nyari2 blog yunjae fic nemu blog ini,cz penasarn ama jdul fic ini q buka..n wooww daebak,keren.! update next chap jgn lama2 ya..

  8. aish selalu aja ada si Ahra ahra itu… ck nyebelin, tp ada baiknya juga sich *berpikir* Jaemma kan jd ketemu tuh sama Yunppa…🙂😉 wah wah wah appa bnr2 pervert … -_-“

  9. omona,,
    yunjae ktemuan d toilet..

    su-ie kau psti mnysal g ngnterin jaema k toilet,dsna da jung,,
    idola’u..

    si lmpir ara npa sih sllu mncul d smping yunpa,udh d blgin klo yunpa g ska ma dy msih ja nempel,kyak g laku ja,,huh,,sebel..

    sran minmin bwt yunpa agr cri pcar lwt fans’a trnyta d gnakan jg oleh yunpa pda akhr’a wlpun sbnr’a jaema bkn fans jung tp pda akhr’a psti kn tmbul ‘something’,,

    next chap moga lbih cpat pblish,,
    chngu daebak..

  10. Lucuuu abis.kok bisa yunpa gitu.baru lihat dah tepuk2 poenya umma.dasar prevent .penasaran ma reaksi umma nanti,pasti ngomel2.buat authory daebak lanjut chap slnjty tak tggu.

  11. kkk yun main tepok aja..
    nyeret org seenakx..na rrestsleting jj lom d tutup
    lol
    arashit kegatelan bgt.dsr muka tembok,, ngaku2 jd pcr yh.

    srtx lucu ,, seru
    cpt update
    smangat

  12. Uwah daebak ….. !!!!!
    knp cuman d tepuk benda keramatna ? Hrsna lgs d remas . kyaaa otak yadongq kumat .
    tapi keyen . xD love it .

  13. Ceritanya bagus banget…suka…kusuka!!!

    Yunpa sembarangan aja ýª! Baru ketemu ųϑªђ brani nepok2 “little joongie” nya umma…(>_<)
    …umma waktu di tepok appa ά̲ϑª rasa ga??

    Suie…hyungmu jadi pacar'a idolamu…gimana…gimana???

    Penasaran akut nih ªⓜª next chap'a
    Jgn lama" ya thor update'a #author bae deh!

  14. aishhhh jung yuho seenaknya maen tari2k aja kyk layangan
    penasar nect chap
    authorrrr cepet yaa next nya!!!
    gomawo

  15. junsu unyu bgt, manja bgt m jae.
    bayangn jae pke baju merah, n pake bando nama yunho, jd ingt wktu q nton konser.
    ahra genitx kbangetn, g malu p y, jelas2 yun g suka m dy, teuteup z ngaku2.
    yun bru ptma ktmu jae z udh brani kya gtu, gmna klo udh kenal.
    dtunggu next chap x y

  16. Aseeeekkkk…
    Biar tau rasa tuh yeoja gatel. Yunppa mutlak milik Jaemma seorang. Titik!
    Update soon yaaa…

  17. annyeong..
    aku reader baru salam kenal ^^
    aaaaa…aku suka cerita nya…!!
    ijin baca chap berikut nya..!
    gomawo…^^

  18. hhhahhahhaaaa ketawa bahagia bgd daahhh bacanyaaa ….
    si gatel ahra kepdan tgkt dewa semprul !!!

    yun cari kesempatan abis daahh , uda pegang ><

  19. awww,, beruntung bgt jaejae. padahal bisa siapa aja yg diminta bantuan oleh yunho. tapi yang ditarik malah jaejae. yunjae emang jodoh hehehe.

  20. wkwkwkwkwkwk….
    jadi kekasih mendadak si jae:)
    aku gak bisa ngebayangin wajah shock jae sama junsu…

  21. Ahahaha, pasti lucu bget th ekspresi jaemma …

    Ahraaaa it bnar2 pengganggu deh, bilang yunppa pacarnya lagi, dasar nenek sihir …

  22. Hua jadi kekasih mendadak, yunho main tarik aja tuh…
    Ga kebayang shocknya junsu pas tau hyungnya jadi kekasih idolanya

  23. huahua menyesal karena baru nemuin nie ff
    maaf reader baru salam kenal
    telat????banget tapi beruntung akhirnya bisa nemu ff keren lagi
    yunho??? benar benar main ngaku2in jj aja huft!!!

    hemzz karena sudah ketinggalan
    mari lanjutkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s