3 IN 1/ YUNJAE/ CHAP 1


3 IN 1

chapter1

created by Amee

.

.

Summary : Menikahi Jung Yunho artinya menikahi Jung Yoochun dan Jung Changmin secara bersamaan

.

.

Aku Kim Jaejoong. Kau boleh mencaci atau memakiku sepuas yang kau mau. Aku tahu, aku bukanlah pria baik-baik yang setia dan senang melindungi wanitanya. Aku hanya seseorang yang tidak ingin terikat pada komitmen sebelum aku sendiri yang membutuhkannya. Selama 20 tahun kehidupanku, aku belum pernah sekalipun menjalani suatu hubungan, hanya one night stand dengan wanita yang berbeda-beda setiap malamnya.

Kau percaya akan keberadaan karma di dunia ini? Jika kau menjawab ya, maka kau harus bergabung denganku karena aku juga mempercayainya. Seperti yang kau dengar sebelumnya aku belum pernah menjalani hubungan dengan siapapun, dan gilanya, kali ini aku menyutujui perjodohan gila yang diajukan oleh kedua orangtuaku. Kau dengar itu? Perjodohan gila, kenapa? Karena aku dijodohkan dengan seseorang yang bergender sama denganku, pria, dan akulah yang harus berperan sebagai wanita di sini. Oke, aku memberikan kebebasan untuk kalian jika ingin menertawakanku, aku berjanji tidak akan marah. Mungkin ini karmaku.

Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi sekarang. Aku memang sudah gila menyetujui hal ini. Yang aku pikirkan saat itu adalah, bahwa ‘dia’ adalah sosok yang begitu memesona, auranya memancar dengan kuat sampai aku merasa silau dibuatnya. Tuhan, mungkin aku sudah benar-benar gila sekarang. Aku tidak pernah tahu, jika keputusanku menerima perjodohan gila ini dapat membawaku pada kehidupan yang jauh lebih gila lagi. Ini ceritaku.

**weirdo**

Aku Kim Jaejoong, maksudku Jung Jaejoong—karena beberapa saat yang lalu aku telah sah menjadi istri seorang Jung Yunho.

Jam sudah menunjukan hampir tengah malam. Aku menyelonjorkan kakiku begitu pesta pernikahan usai, mengabaikan Yunho yang menatap khawatir di samping kananku. Aku mengeluh pelan ketika ia tidak melakukan apapun dan justru pergi meninggalkanku.

“Sial,” umpatku pelan.

Sesuatu yang dingin menempel di pipi kiriku, dengan gerakan yang lambat aku menoleh, dan mendapati Yunho tengah tersenyum padaku dengan segelas soda di tangannya.

“Minumlah dulu, aku tahu kau lelah,” katanya sambil membelai rambut auburnku.

“Terimakasih, Yunnie,” aku segera menyambar gelas tersebut dan meminumnya dalam satu tegukan besar hingga hampir tersedak. Yunnie? Bodoh sekali, umpatku dalam hati. Kenapa aku berkata seperti itu. Ini memalukan.

Dari sudut mataku, aku mengintip Yunho yang ternyata tengah tersenyum padaku. Dia tampan. Dan dalam sekejap mata bibirnya telah menempel di pipiku. Lembut.

Dia meraih gelas di tanganku dan memindahkannya ke tempat lain. Matanya menatap kedua bola mataku dalam-dalam, sampai aku merasa tak ada lagi kesempatan untuk berkedip. Tuhan, kenapa wajahnya begitu dekat denganku sekarang, aku tak menyadarinya sampai aku merasa sesuatu yang lembut menempel di bibirku.

“Hyungdeul, chukkae!” teriak seseorang, mengintrupsi keintimanku.

Oke, aku ralat, maksudku ada dua orang yang mengintrupsi keintimanku. Keduanya tampan, keduanya elegan, dan keduanya memesona. Aku belum pernah bertemu keduanya sebelum ini, hanya sekali melihat mereka di foto yang ditunjukan Eomma, dan dari situ aku ingat bahwa mereka adalah adik Yunho, sayangnya aku tidak ingat siapa. Salahkan mereka berdua yang baru saja tiba.

“Joongie,” bisik Yunho di telingaku, dan bulu kudukku meremang seketika. Sepertinya hormon di dalam tubuhku langsung bekerja hanya dengan mendengar suaranya. Ini gila. “Mereka adikku, itu Yoochun, dan yang itu Changmin,” tunjuknya memperkenalkan mereka.

“Aa.. aku ingat Eomma pernah mengatakannya padaku,” aku mengangguk.

Changmin berlari memelukku. “Hyung, senang melihatmu menikah dengan Yunho Hyung, aku harap kau bisa memasak,”

“Tentu aku bisa memasak,”

“Benarkah?” tanya Changmin antusias.

“Tentu saja, bahkan rasanya bisa disetarakan dengan masakan cheff terkenal di Korea,”

“Joongie, jangan terlalu memanjakannya, dia itu monster makanan, setan kecil di rumah ini,” Yunho tersenyum yang kemudian berubah menjadi tawa membahana begitu mendapatkan tatapan mematikan dari Changmin.

“Selamat datang di keluarga Jung, Hyung. Semoga kau kerasan tinggal bersama kami,” ujar Yoochun dengan suara rendahnya. Dan dia mencium pipi kananku kemudian berlalu.

Aku melirik sekilas pada Yunho yang sepertinya biasa saja, tidak ada ekspresi asing yang diperlihatkannya. Mungkin memang itulah cara keluarga Jung memperlakukan anggota baru keluarga mereka. Aku menghela nafas.

Aku mengintip jam tanganku sekilas sebelum melanjutkan pembicaraanku dengan Yunho, lima menit lagi tepat tengah malam. Ruangan ini sudah hampir sepi sempurna, semua tamu undangan telah pulang hampir dua jam yang lalu, hanya tinggal beberapa pekerja yang tengah membereskan sisa-sisa pesta.

“Kau tidak ingin memelukku?” tanya Yunho yang segera kubalas dengan tatapan tak percaya. Tidakkah dia tahu aku benar-benar sangat menginginkannya.

“Aku..” tanpa menunggu jawabanku Yunho segera menarikku ke dalam dekapannya.

“Aku mencintaimu, Jae,”

“Aku juga mencintaimu, Yun”

Dan untuk kali kedua, bibir kami kembali bersentuhan. Hanya kecupan ringan pada awalnya yang kemudian berkembang menjadi lumatan-lumatan yang terasa manis. Dia mengulum bibir atasku, dan aku melakukan hal yang sama pada bibir bawahnya, sesekali berusaha memainkan lidah hingga tercipta bunyi-bunyi khas. Aku berusaha mendominasi permainan seperti yang selalu aku lakukan pada wanita-wanita di luar sana, namun aku gagal, Yunho lebih hebat daripada yang aku bayangkan.

“Bisakah kalian segera berpindah tempat ke dalam kamar di sebelah sana, aku tidak ingin keintimanku dengan game terbaruku rusak karena suara-suara yang akan segera kalian ciptakan,” ujar Changmin sinis. Pemuda itu memeragakannya dengan gaya dan intonasi yang sama seperti pelayan kafe, sangat menggemaskan.

Yunho tersenyum. “Baiklah, dengan senang hati akan aku laksanakan,”

Yunho menarikku dalam sekali hentakan ke dalam pelukannya. Tidak perlu waktu lama baginya, karena begitu aku tersadar, Yunho sudah melumat bibirku dengan rakus—sesekali menggitnya hingga aku harus mengeram tertahan, sambil membawaku secara bridal style dalam pelukannya.

Yunho menjatuhkan tubuhku di atas kasur secara perlahan, seolah aku adalah barang pecah belah yang mudah rapuh. Sungguh aneh rasanya diperlakukan seperti ini, karena biasanya aku yang memperlakukan pasanganku seperti ini.

Yunho kembali menerjangku, melumatku hingga tak ada lagi celah bagiku untuk membalasnya. Ia ada di atas tubuhku sekarang. Ia menggunakan kedua sikutnya untuk menahan tubuhnya yang besar. Ciuman panas itu terus berlangsung, hingga sesak menuntut kami untuk menyudahinya.

Ia berpindah pada leher putihku, mengecupinya dengan gerakan seduktif, dan bergerak perlahan menuju telinga kananku, membisikan kata-kata yang terlalu mendesah hingga sulit kupahami. Menjilat telingaku perlahan dan memainkan lidahnya di sana, membuatku bergidik dan melenguh tertahan.

Seolah ingin membuat suatu lintasan, dengan lidahnya Yunho membuat rute dari telinga menuju leher. Berhenti sejenak ketika melewati jakunku, memasukannya ke dalam mulutnya bulat-bulat, kemudian kembali berjalan, diakhiri membuat sebuah kissmark di pangkal leher kananku.

“Aahnn..,” Aku tidak bisa menahan desahanku.

Yunho menghentikn aktifitasnya, dan aku sedikit kecewa karenanya. Namun, melihat gerakannya yang berusaha mebuka kemejnya sendiri, membuatku kembali bersemangat. Aku mengamati Yunho yang terduduk di tepi ranjang dengan tubuh yang sudah setengah telanjang.

“Yunh,” gumamku pelan namun tetap terdengar olehnya.

“Iya, Jae. Ada apa? Kau begitu merindukanku hingga memanggilku dengan suara mendesah seperti itu?” jawab Yunho sambil kembali ke atasku dan menelanjangi tubuhku.

“Bukan, aku hanya senang melihat itu,” tunjukku pada sebuah lampu akuarium berukuran besar.

“Itu milik Yoochun sebenarnya,”

“Kau mengambilnya? Kekanak-kanakan seka.. liih.. aah,” tepat ketika Yunho memelintir putingku yang sudah menegang dengan cukup kuat.

“Bukan seperti itu sayang, hanya saja apa yang dimiliki salah satu anggota keluarga Jung, itu berarti milik anggota keluarga yang lainnya juga. Kau harus mengerti itu, ok,”

Dan aku tidak bisa menjawab apa-apa karena Yunho sudah mulai mengerjai seluruh tubuhku.

**weirdo**

Aku menatap lurus menembus jendela. Meresapi alam, memuji kecantikannya. Seakan keindahannya tak pernah surut, tetap terjaga. Perasaan tenang mulai menelusup ke dalam hatiku, memberikan rasa nyaman yang sulit ditafsirkan. Aku menyunggingkan sebuah senyuman kemudian kembali mengalihkan pandanganku.

Aku mendudukan tubuhku di atas sofa, setelah puas memandang menembus jendela. Berkali-kali aku mengubah posisiku, namun tetap tak menemukan posisi yang sesuai. Yunho sudah pergi beberapa jam yang lalu, begitu pula dengan Changmin dan Yoochun. Menyebalkan rasanya berdiam seorang diri di rumah, seharusnya aku sedang berada di suatu tempat sekedar untuk mengopi jika aku belum menikah. Oke, tidak seharusnya aku menyesali hal itu.

Aku baru saja hendak berbaring di sofa ketika mendengar sebuah gebrakan keras dari arah pintu utama, dan begitu aku bangkit, aku melihat Yoochun berjalan dengan gusar. Ia melemparkan ponselnya hingga hancur tepat ketika memasuki ruangan di mana aku berada.

Ia melirik ke arahku, kemudian segera berlari ke arahku dan memelukku.

“Hyung, aku…” ucapnya ragu.

“Tetaplah berada di pelukanku untuk beberapa saat jika kau merasa tenang karenanya,” jawabku.

Maksudku tidak seperti yang kau pikirkan. Aku hanya ingin membuatnya tenang, itu saja. Aku tidak menyangka jika Yoochun akan memelukku dengan sangat erat, menenggelamkan kepalanya di bahuku, kemudian perlahan mengecup leherku dengan cepat seolah ingin menerkamku saat itu juga.

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku berkali-kali, seolah ingin mencari kebenaran yang sesungguhnya. Tidak seharusnya aku diam saja diperlakukan seperti ini. Bukankah aku kakak iparnya? Tuhan tolong aku.

“Chun, lepaskan aku,” aku berusaha mendorongnya.

“Aku membutuhkanmu, Hyung,” gumamnya lirih, melepaskan pelukannya.

Aku pikir ini sudah berakhir, sampai aku menyadari Yoochun kembali menyerangku, ia menjilat bibir atas dan bibir bawahku bergantian. Ia memang sudah sangat lihai dalam hal seperti ini, aku mengakuinya. Tuhan, kenapa aku diam saja? Apa yang harus aku lakukan?

“Jung Yoochun, hentikan!” teriakku sekerasnya, namun hal itu tidak berarti apa-apa baginya.

Aku berusaha menepis tangannya. Tapi tenaganya begitu kuat. Dikuncinya tubuhku rapat. Hingga rasanya aku tak bisa bernafas.

“Jung Yoochun, berhenti! Jangan seperti ini!”

Aku berusaha mendorongnya sekuat tenaga. Tidak bergeser sedikitpun, justru kini ia mulai menciumiku dengan membabi buta. Ia mendorong tubuhku hingga terlentang di sofa, dan ia berada di atasku. Ia tengah berusaha membuka kancing kaos hijau yang tengah ku kenakan, ketika aku melihat Yunho masuk ke dalam ruangan.

Lewat sudut mataku aku melihat Yunho mengemati apa yang Yoochun perbuat padaku, hanya sekilas kemudian mengabaikannya dan terus berjalan menuju kamar. Ia keluar kemudian dengan membawa sebuah map di tangannya.

Yunho menghampiri kami berdua. Aku memejamkan mataku kuat-kuat, hingga air mata yang sudah menggenang di pelupuk mataku seperti kembali terserap ke dalam. Yoochun masih asik menjilati leherku, dan tangannya masuk ke dalam kaos yang belum berhasil ia buka. Tuhan, kalaupun Yunho akan menceraikanku saat ini juga aku siap, meski aku tahu akan sangat menyakitkan.

Tidak terjadi apa-apa. Aku memberanikan diri membuka mataku, dan melihat wajah Yunho tepat berada di atasku, kemudian ia mencium pipiku dengan sangat lembut, seolah mengabaikan Yoochun yang berada di sana.

“Aku pergi dulu sayang, mungkin akan pulang agak malam karena ada rapat serius yang harus aku tangani. Berbaik-baiklah di rumah. Dan kau Yoochun, jaga Jaejoong, jangan terlalu kasar memperlakukannya,” ujar Yunho sebelum ia beranjak dan menghilang.

“Tentu Hyung,” jawab Yoochun.

Ada apa ini sebenarnya. Tuhan, aku benar-benar akan gila sebentar lagi!

TBC

17 thoughts on “3 IN 1/ YUNJAE/ CHAP 1

  1. Sbnarny crtany tntg apa ce kok Yunho sekjam itu sma Jae mmbiarkn Jae dsntuh org lain tpat d-dpn mtany sndri..
    Apa jngan2 Jae umma mmang hya dbuat utk truhn ato aplah yg mngntungkn Yun appa..
    Aq tnggu chp brktny ya..

  2. kyaaaa jadi milik yunppa mlik yoochun sma mimin jga ????
    tapi jaema gak hrus jdi mlik chun ma minnie jga lah yunppa
    ksihan jaema ,yunppa tega bnget

  3. hemeeeehhh kenapa harus berbagi istri jugaaa??
    pantes aku udh curiga aja sama summary nya -_-”
    ini ujung nya jae sakit hati deh😥
    tapi tolong lakukan cecuatuu pada pernikahan yunjae ini!

    (heartbeating nunggu next chap. moga nc jaechun ga terjadi >.<)

  4. Laa ? Itu kenapa yunho diem aja tau istrinya(?) digituin org.. Ckckc nggak banget da ah😦

    annyeong

    aku reader baru *gak da yg nanya😀 * numpang lewat yak ?!

  5. hyaaaa aku jga ikutan gila bacanya! ah bener2 keluarga aneh, terutama jung brother~ yaaampuuun! tpi seru ini!😄

  6. 3 in 1..
    mnikah dgn jung yunho brarti jg mnikah dgn jung yoochun n jung changmin,,
    cpa cba yg g mw..
    q psti mw tu..
    hehehe..
    skali nikah dpat 3org suami gnteng”,,
    q pngen,,
    hehehe..

    tp jk sma” hrus nglkuin gtuan tnp da rsa cnta kyak’a bkal da yg skit hti ni??
    pakah nnti jaema kn mndrita??
    atokah jaema mnjdi rbutan??
    i don’t know..

  7. Omona!!! ªª”an tuh Jung brothers?! Emangnya umma salome (1 lobang rame”) ªª?! Tega sekali appa! Chunnie~ah jangan Kau lakukan itu sam̶̲̅α̇ jaema…please(╥﹏╥)
    Apakah jaema akan berusaha sekuat tenaga tuk menghentikan aksinya yoochun?..oh jaemaa…semoga Kau di beri kekuatan extra

    Lanjut baca aaaah…uuuhhh deg”an banget nih baca lanjutannya

    Makasih thor ųϑªђ bikin epep bagus ini

  8. hello mana yunpa yg overprotect ma jaema?
    gagh mau jaema di grape grape sama orang kecuali yunpa

  9. Annyeong,reader baru
    Lho? Knp si yoochun malah nc.in kk ipar ny sndri?
    Trus si yun juga gak marah? Ada apa ini sebenarny..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s