[FF] Sayap – sayap Malam – Yunjae Part.1/2 | @beth91191


Title : Sayap-sayap Malam

Author : Beth ( @beth91191 )

Genre : Romance, Action, Angst

Rate : Teen

Length : One Shot Part 1 /2

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Shim Changmin

Disclaimer : This story originally from my own imagination. I don’t own any character of this fanfiction. They belong to God and themselves. I was happy to pour all my imagination into fanfiction. Don’t forget to give your appreciation to my fanfiction and don’t copy without permission. Happy Reading ^^

===START STORY===

SAYAP-SAYAP MALAM

 

 

(Yunho POV)

 

Angin malam bertiup lembut membelai wajahku malu-malu. Menggugah hati, menenteramkan batin, menelisik kalbu. Menyampaikan seluruh salam kesejukan dan kedamaiannya. Bersepoi-sepoi melantun lembut, bak juntaian nada musik klasik, begitu menenangkan sayap-sayap malam yang  lelah berkelana.

Nyamannya tidurku kali ini, namun kenapa aku harus terbangun di tengah malam buta yang sunyi nan sepi. Kemudian kucoba meraih seseorang yang seharusnya berada disebelahku.

Kosong..

Tak ada dia di sebelahku.

Kuraba lebih jauh hingga aku yakin bahwa memang tak ada siapapun disana. Walaupun seharusnya ada dia di sisiku saat ini, seseorang yang telah terbiasa berbaring di sebelahku, menghabiskan malam-malam bersamaku.

Dengan terpaksa, akupun membuka mataku lebar-lebar. Terbangunlah sudah aku dari tidur nyenyakku yang jarang bisa kurasakan beberapa tahun terakhir ini. Kukerjap-kerjapkan mata, mengumpulkan seluruh kesadaran yang sempat berkelana jauh ke alam mimpi. Kurentangkan tanganku luas, menikmati setiap detik nikmatnya terbangun di malam yang nyaman ini.

Sesaat kemudian aku kembali teringat, pada seseorang yang sedang kucari. Kutatap tempat tidur yang tepat berada di sebelahku. Dia benar-benar tak ada disana. Kualihkan pandanganku pada jam yang terduduk manis di sudut meja kecil di sebelah tempat tidurku.

01.00 am KST

Dimana dia? Kenapa jam segini dia sudah bangun?

Semakin kutegaskan kesadaranku dengan mendudukan diriku di atas tempat tidur. Kupendarkan pandanganku ke pintu kamar yang masih tertutup rapat tak bercelah. Dan kini kualihkan penglihatanku menuju kamar mandi yang pintunya sedikit terbuka, dengan hanya gelap yang tersimpan di dalamnya.

Dimana dia??

Beranjaklah aku berdiri dari kenyamanan sebuah peraduan malam. Hendak aku melangkah mencarinya di luar kamar, namun belum sempat kuselesaikan langkah pertamaku, sesuatu di balkon apartemenku telah menarik perhatianku. Kubuka mataku lebih lebar sembari aku berjalan menuju sosok itu. Perlahan aku menapakan kaki di lantai-lantai kamar, tanpa suara tanpa derap. Semakin aku jauh melangkah, semakin aku tertarik pada sosok itu. Hingga kini aku tengah berdiri tepat dibelakangnya.

Bidadari cantik tengah berdiri menatap kerajaan malam yang mungkin tempat dia berasal. Rambut lembutnya terjatuh indah mengesankan, kulit putih nan lembutnya tampak bercahaya dibawah sinar Sang Rembulan, tubuh kecilnya mematung terdiam membentuk lukisan malam, pinggang rampingnya dan betis indahnya terlihat begitu menawan dari belakang sini.

Begitu cintanya aku pada bidadari yang tengah berada di depanku ini. Sangat, bahkan terlalu cinta hingga tak ada suatu pengandaian yang bisa kukatakan untuk melukiskan betapa besarnya cintaku ini.

Kulingkarkan tanganku dari balik tangannya, menyusup ke depan dan mengunci erat pinggang ramping itu dengan indahnya. Kutumpukan kepalaku dibahunya, setengah kutahan takut dia merasa berat.

“Jaejoongie..” Ucapku lirih menyebut namanya.

Namun tak langsung kudapat jawaban darinya. Dia sempat terdiam sesaat, tak bereaksi pada apa yang kulakukan.

“Kenapa kau tengah malam begini terbangun, boo?” Tanyaku padanya sambil berusaha mengintip wajahnya.

Dia tersenyum kecil dan mencoba meraih tanganku yang masih terus memeluknya dari belakang. Diusap-usapnya punggung tanganku dengan sangat lembut.

“Kenapa cantik? Kenapa kau diam saja?” Tanyaku lagi.

“Yunho-ah.. Dasar bodoh, kau kenapa juga ikut terbangun?” Ucapnya dengan balik bertanya tanpa memberiku jawaban.

“Mmmm… Mungkin aku bisa merasakan kalau cintaku sedang gundah gulana hatinya. Oleh karena itu, aku ikut terbangun. Jadi, ada apa sebenarnya? Apa ada sesuatu yang sedang menganggu pikiranmu?” Tanyaku terus mendesaknya.

“Tidak..” Ucapnya lirih.

“Bohong. Aku mengenalmu dengan baik, Kim Jaejoong. Ada apa?” Tanyaku sambil berusaha membalik tubuhnya menghadap ke arahku.

Kini kami tengah bertatapan dengan jarak yang cukup dekat. Bisa kulihat jelas, ekspresi wajahnya yang tak seperti biasanya. Mata cemerlangnya tampak sedikit sayu, lingkaran hitam sedikit membayang disana. Walaupun begitu, tak bisa kupungkiri dia tetaplah cantik seperti saat pertama kali aku bertemu dengannya, tak berkurang sedikitpun, bahkan semakin bertambah cantik. Aku telah berpacaran dengan Kim Jaejoong, kekasihku lebih dari lima tahun lamanya dan aku telah mengenalnya jauh sebelum kami berpacaran. Rasanya tak perlu lagi ada yang bertanya, seberapa besar cintaku padanya. Aku rasa lima tahun sudah cukup membuktikan betapa aku mencintainya dengan seluruh hal yang ada pada dirinya. Tak seharusnya dia menyembunyikan apapun dari diriku.

“Ada apa, honey?” Tanyaku lagi sambil menatap dalam padanya sembari menyibakan rambut yang menutupi telinga kanannya.

Dia menatapku dengan seribu satu arti yang tak kuketahui apa maksud dari tatapannya. Apakah dia sedang menyakinkan dirinya untuk mengatakannya padaku, atau mungkin dia sedang menyusun kata-kata yang dapat menenangkanku tanpa perlu aku mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Jaejoong-ah..” Desahku lirih padanya.

“Aku harus ke Amerika besok lusa, Yun.” Ucapnya yang langsung membuatku terkejut dengan ketiba-tibaan ini.

“Apa?” Tanyaku masih tak mengerti.

“Saudaraku membutuhkan bantuanku. Mungkin aku tak akan bisa kembali dalam waktu cepat. Sekitar sebulan aku baru bisa pulang ke Seoul.” Jawabnya yang benar-benar membuatku sedih.

“Kenapa kau tidak bilang sebelumnya?” Tanyaku lagi.

“Aku juga baru mengetahuinya tadi pagi. Maafkan aku, Yun. Tapi tak mungkin aku tidak membantunya.” Jawabnya sambil menatap memelas ke arahku.

“Tapi itu terlalu lama. Bukan sekedar sehari-dua hari yang biasa kulakukan ketika harus dinas keluar negeri, namun ini sebulan, 30hari. Dan tahukah kau kalau sehari saja aku tak bertemu denganmu, bagaimana sedihnya perasaanku ini.” Ucapku setengah memohon agar dia jangan pergi keluar negeri.

“Maafkan aku, Yun. Maaf. Aku juga tak ingin pergi. Tapi aku tak sanggup menolaknya. Kumohon mengertilah aku.” Ucapnya dengan mata sedikit  berkaca-kaca.

Bisa kupahami apa yang dia rasakan. Aku tahu dia ingin tetap berada disini di sisiku, namun dia tak mungkin tega membiarkan saudaranya itu dalam kesulitan. Aku benar-benar kalah jika sudah melihatnya berekspresi seperti itu. Aku lemah pada namja yang sangat aku cintai ini.

“Aku tahu ini akan berat jika kita tak bersama. Tapi aku tak bisa melarangmu untuk membantu saudaramu. Mmmm… Asal kau berjanji untuk selalu meluangkan waktu untuk menghubungiku dan kau akan segera pulang jika urusan disana selesai, mmmm… aku tak masalah kalau kau harus menetap di Amerika selama beberapa saat.” Ucapku sambil meraih tangannya dan menggenggamnya erat.

Jeongmal?” Tanyanya terlihat mulai senang.

Nde..” Sahutku cepat.

Jeongmal? Kau tidak marah?” Diulanginya pertanyaannya.

“Iyaaa.. cantik..” Jawabku sambil membelai pipinya dengan tanganku yang lain

Gomawoyo, Yunho-ah. Aku bisa tenang jika kau tak masalah dengan rencanaku ini. Sungguh yang membuatku paling ragu untuk berangkat, adalah kau. Aku takut kalau kau tak menyetujuinya. Aku takut kau akan marah.” Ucapnya sambil menatapku dengan tatapan cemerlangnya yang telah kembali.

Aku senang ketika bisa melihat pancaran bahagia dari wajah cantiknya itu. Tak pernah lelah aku mengakui bahwa aku begitu terpesona dengan kesempurnaan fisik dan hatinya. Beruntungnya aku bisa memiliki seorang namja yang sebegitu istimewanya.

“Tentu saja. Tapi ada satu syarat lagi yang harus kau tepati.” Ucapku sambil meraih pinggulnya mendekat hingga jarak wajah kami hampir tak berjarak.

“Apa?” Tanyanya sambil tersenyum malu sedikit tertunduk.

“Kumohon menikahlah denganku setelah kau kembali dari Amerika..” Pintaku seraya mengemis padanya.

“Apa?!” Sahutnya tertegun menatapku penuh arti sembari membulatkan mata indahnya.

“Bukannya kau yang selalu menginginkan pernikahan ini. Maafkan aku selama ini aku masih belum siap untuk menikah, karena tuntutan pekerjaanku yang begitu tinggi. Tapi aku berjanji, setelah kau kembali dari sana, kita akan langsung menikah.” Ucapku lagi.

“Benarkah?” Dia masih tak percaya dengan apa yang baru aku katakan.

“Tentu, kita akan menikah di pantai yang tenang dan indah, dengan keluarga terdekat saja dan alam bebas yang menjadi saksinya.” Ucapku lagi.

Cepat-cepat kucari sesuatu yang bisa kuberikan untuknya pada propose dadakan ini. Kupetik setangkai bunga mawar yang berhasil kuraih di dekatku dan kemudian,”Bagaimana? Maukah kau menikah denganku, Kim Jaejoong?” Ucapku sambil menyerah bunga mawar itu untuknya.

Jaejoong terlihat sangat terkejut. Belum juga diraihnya bunga yang tengah kubawa ini. Matanya tampak berkaca-kaca bahagia. Digigitinya sendiri bibir bawahnya yang mungil itu, dan sebuah senyuman manis terukir indah di sana.

“Bagaimana, Jae?” Tanyaku sambil membelai pipinya dengan tanganku yang lain.

Perlahan tapi pasti diraihnya bunga itu dari tanganku. Dihirupnya sesaat harum-harum bunga, lalu berangguknyalah sekali ia sembari menebar kebahagian yang tengah dia rasakan.

“Apa?” Tanyaku masih tak puas dengan jawabannya itu.

Kembali dianggukkan kepalanya lebih jelas.

“Apa,boo?” Tanyaku lagi sengaja ingin dia menjawab dengan kata-kata tak sekedar anggukan.

“Iya.” Ucapnya lirih kali ini sambil menyembunyikan rona merahnya.

“Apa? Aku tak dengar?” Tanyaku kesekian kalinya yang pasti terdengar menjengkelkan baginya.

“Iya.. Iya.. Iya Jung Yunho..” Serunya sambil memukul dadaku pelan merasa gemas.

Gomawoyo, Jae..” Ucapku sambil memeluknya erat dan mengecup dahinya lembut.

Ya, aku begitu mencintai dan menyayanginya. Kini siaplah aku menikah dengannya. Aku harap dia tak perlu pergi keluar negeri sehingga kami bisa langsung menikah setelah ini. Tapi rasanya tak mungkin. Dia tetaplah seseorang yang punya keluarga yang perlu dia bantu jika membutuhkan pertolongan. Entah apa itu namun sama sekali aku tak berniat mencari tahu lebih dalam jika dia tak ingin mengatakannya sendiri. Dibalik ini semua, pasti hal itu adalah sesuatu yang penting hingga ia harus tinggal disana sementara waktu. Saat sudah di Amerika nanti, segeralah pulang Jaejoong, segeralah kembali, segerlah menikah denganku.

Kini kukecup bibirnya lembut dengan dalamnya. Menyalurkan seluruh kehangatan yang aku miliki. Matanya terpejam lembut. Menikmati setiap detik yang menunjukan cinta kami yang begitu besar. Jeongmal saranghaeyo, Kim Jaejoong..

Saranghae..

-oOo-

 

 

(Yunho POV)

 

Aku tengah berada dimana ini?

Sebuah bangunan tua yang lapuk dan usang. Cat-cat temboknya sudah terkelupas, warnanya sudah menguning kecoklatan. Sarang laba-laba, tumpukan debu, barang-barang berkarat dan rapuh memenuhi ruangan. Semua begitu gelap dan gelap. Kususuri lorong-lorong sempit yang berujung cahaya. Setiba disana, kutemukan sesosok namja terbaring dengan setelan putih nan lusuh dan terkoyak. Rambut lembutnya sedikit teracak.

Siapa dia?

Jaejoong?

Buru-buru aku berlari ke arahnya. Kuraih tubuh namja itu, kutatap wajahnya dan betapa terkejutnya aku bahwa namja itu memanglah Jaejoong, kekasihku. Aku ingin teriak, namun tak ada suara yang berhasil keluar.

Terlihat sebuah genangan merah yang berasal dari tubuhnya. Setelan putih yang ia kenakan ternoda dengan bercak-bercak merah. Tangan dan wajahnya berlumuran darah.

Apa yang terjadi padamu Jaejoong??

Apa??

Berusaha kubersihkan darah dari wajahnya sebisaku. Walau dia terlihat begitu pucat, namun tak berkurang sedikitpun kecantikannya. Masih saja tetap sempurna dan indah di mataku.

Apa yang sebenarnya terjadi??

Kenapa dia bisa sampai seperti ini?

Kenapa aku tak sanggup bersuara? Sepertinya suaraku tertahan di tenggorokan hingga membuatku hanya bisa berkata dalam kebisuan.

Air mata menetes lembut dari mata cemerlangnya. Dibelainya wajahku dengan tangannya. Tangan itu sedikit bergetar saat melakukannya.

Bertahanlah Jaejoong, kumohon bertahanlah demi aku. Aku mencintaimu, sangat..

Sebuah senyuman tersungging di bibirnya yang mulai membiru. Senyuman itu sama sekali tak berhasil menenangkanku, tapi justru semakin meremukanku hingga ke dasar-dasar lubuk hatiku.

Matanya sedikit demi sedikit menutup, semakin matanya tertutup semakin membuat hatiku teriris-iris. Sesak dan sakit menyeruak begitu saja. Suasana kian mengharu biru. Tak sanggup lagi aku menahan gejolak yang sedari tadi aku tahan, aku menangis setelah sekian lama aku tak pernah sanggup menangis. Aku menangis saat ini, disini, di depannya, di depan Kim Jaejoong, kekasih hatiku, yang amat sangat aku cintai.

Jaejoong.. Jangan tinggalkan aku..

Kalau aku bisa menukar nyawaku sebagai gantinya, maka akan aku berikan. Tapi jangan pergi..

Kumohon..

Jaejoong..

DEG!!!

-TBC-

Annyeonghaseyo yorobeun, udah lama ya nggak nongol di blog fanfiction… Kangennnn…. *hug* Ini ff pertama yang aku post setelah sekian lama aku nggak ngepost ff satupun. Mianhaeyo readerdeul yang udah menunggu ff-ku. Nantikan part.2 nya ya.. Dan yang paling penting, mohon tinggalkan komentar kalian yah..

Jeongmal Gomawoyo^^

Yunjae is Real!

-Beth-

9 thoughts on “[FF] Sayap – sayap Malam – Yunjae Part.1/2 | @beth91191

  1. Jae kenapa ya..ak enda ngerti ko tiba-tiba jae dah begitu yo.. Apa bisa djelaskan, jng lama2 lanjutan na ya he3..

  2. huwaaaaa makin puitis! makin romantis! makin manis! ah terhanyut akuh bacanya~ :3 yak! jgn lama2 ya publish next partnya chingu, penasaaraaaaaan~ xD –) ga sopan –v like this chingu :DD

  3. chingu reader baru d sini slam knal ne. ad ap dgn umma? mimpi kh appa ap firasat? andwae !! jgn sampai trjadi bneran

  4. HatiQ lagi galau di tambah dengan membaca ff ini ýanƍ mengharukan…baru part 1 airmata ini ųϑªђ mengalir turun, komplit sudah kegalauanQ

    Kumohon jangan terjadi sesuatu apapun ýanƍ tidak menyenangkan dengan Jaejoongie, kasian yunpa sendirian

    Gomawo thor…Q mau baca part 2 nya ýª!
    Annyeong…!!

  5. Wae jj kok berdarah2 what happened jangan tinggalin uno kasihan cinta mati ma jae.cap cus chap depany

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s