[FF] Raining – Part.2 Raining Day


RAINING Part.2 RAINING DAY

by. Mentari Lemonita

~oOo~

 

I think I crush on you..  

(Jejung POV’s)

Pagi ini seperti biasa aku mulai kegiatanku dengan membersihkan apartemen. Yoochun sudah terlebih dahulu pergi bekerja. Sedangkan Changmin masih membantuku mencuci piring sebelum dia berangkat sekolah. Saat aku mulai membersihkan meja aku merasakan permukaan lembut tapi juga agak kasar. Kucoba merabanya dan mengetahui bahwa itu adalah jaket.

“Chang ini jaketmu?” Tanyaku pada Changmin sambil memegang jaket itu.

“Bukan hyung, aku pikir jaketmu atau Yoochun-nii.” Jawab Changmin. Aku berpikir dimana aku pernah memegang jaket ini sebelumnya.

“Apa Yunho-san memakai ini kemarin?” Tanyaku lagi. Kudengar langkah Changmin mendekat.

“Hmm,, sepertinya nii-chan.” Kata Changmin mengambil jaket itu dari tanganku.

“Aku akan mengembalikannya.” Kataku kemudian.

“Eh? Biar aku saja nii-chan.” Jawab Changmin dengan nada terkejut. Aku menggeleng.

“Biar aku saja, kau bisa antarkan aku sebelum ke sekolah?” Tanyaku. Aku merasakan tatapan Changmin yang khawatir.

“Baiklah nii-chan.” Jawabnya kemudian.  Setelah bersiap akupun berangkat menuju sekolah Yunho, diantar oleh Changmin.

“Jejung-nii apa tidak apa-apa kau ditinggal sendiri?” Tanya Changmin dengan nada resah saat kami sudah sampai di depan gerbang Kurogin Gakuen. Aku tersenyum kearahnya.

“Aku memang buta Chang, tapi aku bisa menjaga diriku sendiri.” Jawabku. Kudengar Chang menghembuskan nafasnya pelan. Aku tahu dia sangat kawatir maklumlah aku pernah tersesat pulang saat iseng berjalan-jalan sendiri. Yoochun memarahiku dan Chang menangis. Kadang aku ingin tertawa saat mengingatnya walaupun aku sebenarnya sedih sering merepotkan mereka.

“Baiklah nii-chan. Aku harap Yunho senpai akan menjagamu dan mengantarmu pulang.” Kata Changmin. Lalu diapun pamit untuk berangkat sekolah. Aku berjalan sambil meraba tembok pagar SMA itu.

“Maaf Anda mencari siapa Tuan?” Kudengar suara berat bertanya ke arahku. Aku menoleh mengikuti suaranya.

“Sumimasen, aku mau bertanya apakah Anda tau siswa yang bernama Yunho? Jung Yunho?” Tanyaku pada pria itu. Aku rasa mungkin dia satpam.

“Oh ya Jung Yunho. Atlit basket itukah?” Tanyanya balik.

“Aku tidak tau. Aku hanya ingin mengembalikan jaketnya.” Jawabku.

“Oh begitu, mari masuk.” Pria itu mempersilahkan ku masuk sambil memapahku.

“Apa tuan tidak keberatan duduk di sini?” Tanya pria itu lagi. Aku meraba tempat duduk yang dingin dan terbuat dari semen itu. Aku menggeleng.

“Lebih baik daripada berdiri.” Kataku.

“Baiklah tuan, kalau boleh tau anda siapa?” Tanyanya lagi.

“Aku Jejung. Temannya.” Jawabku sambil memangku jaket Yunho.

“Kalau begitu tunggu sebentar, saya akan memanggil Yunho kemari.” Kata pria itu kemudian.

“Ah Tuan, tidak usah aku akan menunggunya di sini. Aku tidak mau mengganggunya belajar. Tidak apa-apa kan?” Tanyaku sambil menahan lengan pria itu. Lengan yang cukup gemuk.

“Oh baiklah Tuan. Gomen ne tapi saya tidak bisa menemani Anda.”

“Daijobu. Aku hanya akan duduk di sini.” Kataku tersenyum. Setelah berpamitan kudengar langkah kaki pria itu mulai menjauh. Aku duduk terdiam di sana. Membayangkan bagaimana pemandangan sekolah ini.

“Hhhhhh…” Aku menghembuskan nafasku pelan. Changmin ingin sekali sekolah di sini, aku juga ingin mewujudkannya. Tapi biayanya cukup mahal. Ini kan sekolah elite. Tidak lama aku mendengar bel berbunyi. Ahh mungkin itu bel istirahat, pikirku.

“Hai cantik!” Tiba-tiba kudengar suara laki-laki menyapaku. Aku menoleh kearah suaranya.

“Cantik-cantik sendirian.” Celetuk suara lainnya. Perkiraanku ada empat sampai lima orang di depanku.  Aku hanya terdiam.

“Cantik nunggu siapa?” Sekarang suara lainnya. Aku mencoba ‘menatap’ mereka.

“Siwon, keliahatannya dia buta.” Kudengar suara bisikan mereka. Tapi aku hanya terdiam dan menunduk. Semoga mereka cepat pergi. Sial saja aku di panggil cantik? Memangnya aku gadis!

“Matamu indah juga ya?” Tanya seorang laki-laki lagi. Kurasakan mereka mengerumuniku. Dan laki-laki yang bertanya ini duduk di sampingku. Laki-laki yang duduk di sampingku mengibaskan tangannya di hadapanku. Perlakuan yang sangat kubenci tapi aku harus menerimanya.

“Tapi sayangnya…”

“Kau menunggu siapa cantik?” Tanya laki-laki lain lagi memotong pembicaraan laki-laki di sampingku. Aku mendongak.

“Aku mencari Yunho.” Jawabku. Kurasakan mereka  terkejut yang teramat sangat.

“Kau laki-laki!?” Tanya mereka serempak. Aku mengangguk.

“Kukira kau seorang gadis. Ya sudah  aku akan memanggilkan Yunho untukmu.” Akhirnya mereka pun pergi . Walaupun aku masih mendengar gerutuan mereka yang mengira aku seorang gadis. Enak saja mereka!

Aku kembali duduk diam seperti awal tadi. Merasakan tiupan angin sejuk yang bertanda  sebentar lagi musim panas akan berakhir. Aku menengadahkan tanganku. Kurasakan titik-titik air jatuh di tanganku.

“Eh? Ame ga furu?” Tanya ku pada diri sendiri. Aku menengadahkan kedua tanganku. Titik-titik air terus berjatuhan semakin deras. Sekarang kurasakan bagian depan celanaku mulai basah. Aku memeluk jaket Yunho agar tidak basah dan menaikkan kakiku ke bangku. Untung saja atap bangku ini sedikit di tutupi oleh atap dari pos satpam. Tapi tetap saja aku mulai basah. Malangnya nasibku. Andai aku bisa melihat mungkin aku bisa berteduh sekarang. Aku meringkuk di atas bangku sambil memeluk lututku. Kudengar bentura-benturan air hujan di atas atap. Tubuhku mulai mengigil. Tiba-tiba kurasakan sesuatu menahan air hujan membasahiku.

“Kau baka ya? Kalau begini nanti kau sakit!” Bentak sebuah suara. Aku mengenali suara itu. Jung Yunho.

“Eh?” Aku mendongak. Entah mengapa airmata nyaris saja meluncur dari pelupuk mataku. Kurasakan tangan kekarnya menepuk kepalaku.

“Kau ini! Ayo!”  Katanya sambil menarik lenganku. Aku berdiri lalu dia merangkul bahuku. Jantungku berdetak tak karuan saat Yunho merangkul bahuku. Kurasakan hangat menjalar ke seluruh tubuhku. Jejung Jejung sadarlah!

 

(Yunho POV’s)

Hari ini aku tidak begitu bersemangat sekolah. Pikiranku melayang entah kemana. Aku menggigit ujung pensilku sambil menengadah kearah langit yang kulihat dari jendela kelasku. Mendung.

“Senpai senpai!” Bisik Junsu di sampingku. Aku menoleh. Dia menunjuk sebuah halaman. Aku mengerti bahwa sebentar lagi bagianku membaca.

“Jung Yunho!” Panggil Erica Sensei, Guru bahasa Inggrisku. Aku berdiri sambil melihat halaman yang ditunjuk oleh Junsu tadi.

“I wish I will meet you again(?)” Aku membacanya dengan nada yang aneh. Mengingat aku memang berharap bertemu dengan seseorang sekarang.

“Okey Jung Yunho. Thank you. Please back to your seat.” Ucap Erica Sensei sambil mengerutkan keningnya. Aku kembali duduk.

“Senpai, kau tidak apa-apa?” Tanya Junsu. Aku menggeleng dan kembali melihat keluar. Setiap ucapan Erica sensei hanya angin lalu bagiku. Tidak lama kudengar suara bel  berbunyi. Aku membereskan buku-bukuku dengan malas.

“Senpai kau akan ke kantin?” Tanya  Junsu dengan suara dolphinnya.

“Ne, kau duluan saja.” Jawabku. Setelah Junsu beranjak tiba-tiba lima orang laki-laki dengan rusuhnya mendatangi mejaku.

“Yunho!” Panggil seorang namja denga lesung pipi dan berkulit tan tepat di depan mejaku.

“Hei Jung Yunho!” Tepuk laki-laki satunya yang sama mempunyai lesung pipi tapi kulitnya lebih putih.

“Yunho!!!” Sapa laki-laki bertubuh tambun. Aku menatap mereka satu persatu. Jarang-jarang mahluk-mahluk ganjen di depanku ini menyapa.

“Douishite? Kalian lagi demam ya? Tiba-tiba menyapaku?” Tanyaku acuh tak acuh. Mereka memang temanku sewaktu kelas satu. Saat aku dan Junsu berpisah dengan mereka. Mereka jadi jarang menyapa kami berdua.

“Eits Yunho my bro! jangan begitu donk!” laki-laki berlesung pipit dan berkulit tan itu meletakkan kedua tangannya di mejaku.

“Kami hanya ingin memberitahumu sesuatu.” Sahut Shin dong. Laki-laki dengan tubuh tambun. Aku menoleh kearahnya dengan tatapan bingung.

“Begini Jung Yunho kami bertemu seseorang dengan wajah cantik.” Siwon, laki-laki denggan kulit tan itu memulai ceritanya.

“Lalu kami menggodanya.” Celetuk Leeteuk, laki-laki dengan lesung pipi.

“Tapi ternyata dia laki-laki.” Lanjut Yesung sambil mengibaskan poninya.

“Dan buta!” Sahut Eunhyuk. Aku langsung bereaksi dengan kalimat terakhir yang dikatakan Eunhyuk. Aku langsung bangkit. Mereka semua melongo mentapku.

“Dimana dia sekarang?” Tanyaku sambil menatap wajah kelima orang di depanku ini satu persatu.

“Di pos satpam..” Jawab Shindong takut-takut. Aku menoleh kearah luar ketika kudengar hujan mulai turun.

“Ais! Dasar baka!” Gerutuku meninggalkan mereka berlima dengan tatapan bingung. Aku berjalan menuruni tangga dari lantai dua kelasku dengan cepat tanpa mempedulikan tatapan siswa-siswa lain.  Untung saja di pintu keluar sering disediakan payung. Aku mengambil satu dan berlari keluar. Kulihat sesosok berpakaian putih samar-samar terlihat di pos satpam sambil meringkuk.

“Benar-benar baka kau Jejung!” Gerutuku dan berjalan menghampirinya.  Kulihat dia meringkuk kedinginan. Celananya dan sebagian bajunya basah. Kulihat juga dia memeluk sesuatu.

“Kau baka ya? Kalau begini nanti kau sakit!” Bentakku padanya.

“Eh?” Dia mendongak. Mata bulatnya sudah berkaca-kaca. Aku geleng-geleng tak habis pikir dengan jalan pikiran laki-laki cantik di depanku ini. Aku menepuk kepalanya pelan.

“Kau ini! Ayo!”  Kataku lagi sambil menarik lengannya dengan tanganku yang bebas. Setelah dia berdiri aku merangkul bahunya yang terasa rapuh bagiku agar dia terlindungi dari air hujan yang menetes di tepi payung. Aku merasakan tubuh mungilnya bergetar kedinginan. Setelah sampai di bawah teras sekolah, aku menutup payung dan menyimpannya kembali.

“Yunho-san ini jaketmu.” Kulihat dia menyodorkan jaketku sambil gemetaran. Ternyata yang dipeluknya adalah jaketku yang tertinggal di apartemennya. Aku berniat mengambilnya sepulang sekolah tapi dia sudah mengantarnya terlebih dahulu.

“Kenapa kau harus repot-repot sih Jejung!?” Tanyaku gemas. Bibir merahnya sudah berubah menjadi agak kebiruan karena kedinginan.  Aku menghela  nafas dan mengambil jaket itu.

“Sudahlah kau yang lebih butuh.” Kataku sambil menyampirkan jaketku untuk menyelimuti Jejung.

“Eh?” Jejung terlihat terkejut. Aku tersenyum melihat wajah terkejutnya. Walaupun aku tau dia tidak bisa melihat senyumku. Aku menggandengnya.

“Ayo ikut aku!” Ajakku tanpa mempedulikan ekpresi wajahnya. Aku menggandeng Jejung dengan hati-hati kearah kantin sekolah. Semua mata tertuju pada wajah cantik Jejung. Kulihat wajahnya yang mulai menampakkan semburat merah di pipinya. Manisnya, pikirku.

Aku terus menggandeng Jejung masuk ke kantin sekolah dan menuju meja dimana kulihat Junsu sedang sibuk menguyah makan siangnya dengan lahap.

“Jejung, kau duduk di sini ya. Aku akan mengambilkan mu susu hangat. Junsu jaga dia.” Kataku lalu beranjak untuk mengambil susu hangat. Kuperhatikan semua mata masih tertuju kearahku dan Jejung.

“Cantik sekali. Apa dia kekasihnya Yunho senpai?” Bisik seorang gadis yang tidak sengaja kudengar.

“Hontou!? Tapi sepertinya dia buta. Yunho senpai kenapa dia sih?” Sahut gadis lainnya. Aku hanya tersenyum geli mendengar celotehan gadis-gadis itu. Aku kembali ke meja dimana Jejung duduk. Kulihat Junsu memperhatikan Jejung dengan seksama.

“Heh! Baka jangan bengong begitu!” Seruku sambil menjitak kepala Junsu.

“Aww senpai!” Pekiknya dengan suara khas dolphinnya. Jejung hanya tersenyum. Kupikir dia pasti geli mendengar suara si Junsu ini.

“Hmm, watashi wa Junsu desu.” Kata Junsu memperkenalkan dirinya setelah menelan semua makanan yang ada di mulutnya.

“Jejung desu. Douzo yoroshiku.” Jawab Jejung. Aku duduk di samping Jejung.

“Ne douzo yoroshiku.” Sahut Junsu lalu melanjutkan kembali menghabiskan makan siangnya yang banyaknya keterlaluan itu.

“Jejung ini minum lah agar tubuhmu hangat.” Kataku sambil menyodorkan secangkir susu coklat hangat. Jejung meraba meja. Aku memegang tangannya dan meletakkannya ke pegangan cangkir.

“Pelan-pelan ne.” Kataku. Kulihat Jejung memegang cangkir itu dengan kedua tangannya dan menyeruput susu coklatnya. Aku memperhatikan laki-laki cantik di sampingku ini. I think I crush on him…

 

(Author POV’s)

Tidak terasa bel masuk berbunyi. Yunho menengok kearah jam yang melingkar di tangan kirinya.

“Su, cepat habiskan makananmu.” Perintah Yunho pada Junsu. Junsu melahap suapan terakhir lalu menenggak semua isi botol air minum dalam beberapa detik saja.

“Yunho senpai kau tidak masuk kelas?” Tanya Junsu yang melihat Yunho yang masih duduk manis di samping Jejung.

“Aku akan menyusul. Aku mau mengantarkan Jejung dulu ke ruang kesehatan.” Terang Yunho. Junsu mengangguk dan langsung berlari kearah ruang kelas.

“Kau tidak usah-usah repot Yunho-san. Aku baik-baik saja.” Kata Jejung. Yunho menoleh dan menepuk kembali kepala Jejung sehingga pipi Jejung memunculkan semburat merah.

“Aku tahu. Aku hanya ingin menemanimu saja. Lagian aku malas masuk jam pelajaran ini.” Kata Yunho sambil bersandar di kursinya. Jejung terdiam.

“Kau harus masuk Yunho-san. Aku tidak ingin merepotkan mu.” Lanjut Jejung akhirnya.

“Baiklah baiklah kalau itu maumu. Tapi kau harus menungguku ya Jejung-chan?” Tanya Yunho mulai gemas ingin menggoda Jejung.

“Chan? Kau menggodaku ya?” Sembur Jejung membuat Yunho tertawa geli. Jejung menggembungkan pipinya kesal.

“Gomen ne Jejung-kun. Aku hanya bercanda. Makanya kau tunggu aku ne?” Tanya Yunho sekali lagi. Jejung mengangguk walaupun masih mengerucutkan bibirnya.

“Jangan pasang tampang seperti itu dong. Aku akan mengantarmu ke ruang kesehatan jadi kau bisa berbaring sambil menunggu oke?”

“Baiklah Yunho-san.” Jawab Jejung. Yunho kembali menggandeng Jejung menuju ruang kesehatan.

“Oh ya Jejung. Berhentilah memanggilku ‘Yunho-san’ cukup Yunho saja oke?” Tanya Yunho sambil berjalan di lorong yang sepi karna semua siswa sudah duduk manis di kelasnya masing-masing.

“Kau banyak maunya!” Gerutu Jejung. Yunho hanya tertawa kecil melihat sikap Jejung yang mulai memperlihatkan sifat aslinya. Akhirnya mereka sampai di ruang kesehatan.

“Yunho kau bawa siapa?” Tanya Oguno Sensei, guru piket ruang kesehatan. Oguno sensei memperhatikan Jejung dengan seksama.

“Kau dapat gadis darimana hah?” Tanya Oguno sensei. Yunho tertawa geli mendengar pertanyaan Oguno sensei.

“Gomen ne, sensei. Tapi dia laki-laki.” Jawab Yunho sambil menahan tawanya. Mata sipit Oguno sensei  langsung membelalak. Dia kembali memperhatikan Jejung. Merasa risih Jejung menggenggam erat lengan Yunho.

“Sensei sudahlah kau membuatnya tidak nyaman.” Sahut Yunho pada pria tambun berkacamata nan sipit itu.

“Terlalu cantik untuk dikatakan laki-laki.” Jawab Oguno sensei geleng-geleng sambil membetulkan letak kacamatanya. Yunho hanya tersenyum.

“Begini Oguno sensei. Boleh ya dia menungguku di sini? Sampai bel pulang.” Yunho menerangkan maksudnya. Oguni sensei menatapnya lagi.

“Kenapa tidak kau suruh dia pulang saja?” Tanya Oguni sensei. Yunho menghela nafas.

“Dia buta.” Bisik Yunho pada Oguno sensei. Oguno sensei kembali membelalakkan mata sipitnya.

“Oh Gomen ne. Siapa namamu?” Tanya Oguno sensei ramah pada Jejung yang sedari tadi tidak melepas genggaman tangannya dari lengan Yunho. Sebenarnya Jejung masih takut berada di lingkungan baru. Tapi karena dia merasa nyaman dekat Yunho maka dia memberanikan diri untuk mengembalikan jaket Yunho.

“Watashi wa Kim Jaejong desu. Jejung.” Jawab Jejung. Yunho menepuk tangan Jejung pelan untuk memberitahu semua baik-baik saja.

“Ne Jejung mari ke sini.” Ajak Oguno sensei. Jejung ragu untuk mengikuti Oguno sensei tapi dia yakin dia pasti aman. Yunho mengikuti Oguno sensei dari belakang.

“Jejung, tunggu sebentar ya? Aku akan kembali menjemputmu saat bel pulang. Oke?” Tanya Yunho. Jejung duduk diatas ranjang. Dia hanya mengangguk.

“Arigatou sensei, aku akan segera kembali untuk menjemputnya. Jya!” Pamit Yunho berlari menuju kelasnya karena dia hampir ketinggalan satu jam pelajaran.

 

TBC

Thank you for reading, please leave comments.. ^^

Mentari

13 thoughts on “[FF] Raining – Part.2 Raining Day

  1. kenapa jaema pake acara buta ? ? #gakrela
    yunppa tmben jd orang baik
    muehehe
    jaejae manggl changmin ‘Chang’
    kedngrnnya aneh author ssi,

  2. Wahh ni epep pertama yg aku baca. Yg nyeritain Jaemma buta,Daebak Chingu jadi penasaran,eh tapi masih bingung ma Chunie knp harus segalak itu mah Yunppa,Up date chingu

  3. Ųϑªђ gak sabar nunggu lanjutannya…
    Kasian banget sih nasibnya jaema…ųϑªђ miskin buta pula…T.T
    Semoga yunpa di sini g pernah nyakitin jaema!

    Uchun jgn jahat sam̶̲̅α̇ yunpa ya bang??!!

  4. Awww,, so cweet banget yunjae momentnya!!!
    Untung aja cowok2 yang ngegodain JJ ga lanjutin aksinya waktu tau JJ juga co..
    Uhhh klo ga, mereka bakal rasakan tendangan n tinju maut dari yunho hehe..

  5. hohoho …
    zee dtg lagi
    *plak

    hmmm
    tidak terlalu cepatkah muncul benih-benih aneh diantara mereka ?
    mereka kayak udah kenal lama satu sama lain ya.

    Yun perhatian juga
    bikin melting

    mudah2an Yoochun berhasil yaa buat masukin Jae untuk minta donor kornea mata
    dan Jae bisa liat lagi

    lanjut baca yaaa

  6. hohoho .. udah da benang merah nie crita na ^^
    chunie kasian T__T jd tLang punggung kLuarga

  7. terharu + miris bayangin jongie duduk sndirian duduk di pos satpam smbl keujanan..T T
    untung yunnie keburu dtg….haahh lega..
    keren thor epepnya…#acungin jempol#

  8. Iiih kukira siwon cs bakal ngapa-ngapain sie jejung tapi ternyata engga.., syukurlah… *nafas lega
    Jejung rela hujan” hanya demi menunggu yunhonya hanya untuk ngembaliin jaketnya yunho..,
    huuuuu, sungguh romantis, kekkeke

  9. Wooww adegan hujan2an yg romantis…si jaejoong pasti uda love love ma yunho, alesan pake balikin jacket kekeke…aahhhh Yunho~~~ romantis nyaaaa “tgg aku, nanti aku antar pulang” hohohoh..tanggung jawabnya sebagai lelaki keluar bangettt…lajot chap berikut ^^

  10. Ceritanya cute… Feel romance nya dapet, ikutan blushing bacanya…
    SUGOI!!! xDD
    Ayo pake panggilan -chan… Jejung-chan~ *colek dagu emak*
    *kawaii~!* XDDD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s