Yunjae :: Love Spell Chap. 1


LOVE SPELL

Author: Me a.k.a Jaehan KimYunjae — @yunjaehan

Pairing: Yunjae

Length: 1/?

Rating: T

Genre: Romance / Fluff / Humor / Drama

Cast:  

Kim Jaejoong

Jung Yunho

 

DISCLAIMER:

I don’t own Yunjae. They own each other but I hope I can own them. © Hakusensha, Inc., Tokyo, by. Matsuri Hino

WARNING!!!

This is YAOI fanfic means boy x boy story, so if you can’t take it just leaves already. I don’t wanna hear bad comments.I don’t care with your comments

 

a/n:

Jaehan adopsi cerita dari manga lama dengan judul sama, namun akan ada beberapa bagian yang akan Jaehan sesuaikan.

Gomen Jaehan malah muncul dengan ff baru, tapi Jaehan bakal namatin ini dulu baru lanjut yang lain^^

 

Chapter 1

The Spell

Happy Reading^^

Kediaman megah keluarga Kim, sebuah keluarga terpandang kini tampak sangat ceria dan penuh suka cita. Tentu saja, putra kecil yang selalu dinantikan akhirnya lahir dengan selamat. Wajah mungil bayi itu memberikan senyuman pada siapapun yang melihatnya, tak jauh beda dengan Tuan dan Nyonya Kim juga kepala pelayan mereka Jung Yang Hyun dan putranya yang berusia lima tahun, Jung Yunho.

 

“Cantik sekali putra Anda, Tuan” ungkap kepala pelayan Jung pada Tuan Kim

“Ya, walaupun dia seorang anak laki-laki, namun kecantikannya sepertinya tak jauh beda dengan Ibunya” sahut Tuan Kim sambil mengayun-ayunkan putranya dan memperlihatkannya pada kepala pelayan itu

“Yunho kemarilah, ini adalah putraku satu-satunya, kau harus menjaganya dengan baik” lanjut Tuan Kim memanggil Yunho untuk mendekatinya

“Namanya adalah Kim Jaejoong” tambahnya saat Yunho melihat wajah Jaejoong dalam dekapannya

“Jung Yang Hyun terima kasih, selama ini telah merepotkanmu” senyum Tuan Kim menatap kepala pelayan yang telah melayaninya bahkan sejak ia kecil

“Tolong jangan bicara seperti itu Tuan, hamba sebagai pelayan keluarga ini merasa sangat bahagia” jawab Yang Hyun sambil mengusap kedua matanya yang mulai basah dan berair

 

Keluarga Jung sejak dulu telah ditetapkan menjadi pelayan setia keluarga Kim, hal ini terus diturunkan hingga kehadiran Yunho, begitupun takdir yang akan dijalaninya nanti. Namun tak lama sejak kelahiran Jaejoong, takdir ternyata berbicara lain. Tepat tiga tahun sejak kelahirannya, keluarga Kim pergi berlibur ke Jepang dan hilang tanpa kabar sama sekali, usaha apapun telah dilakukan, namun tetap tanpa hasil. 12 tahun kemudian, kasus itu diputuskan sebagai kematian karena kecelakaan dan surat wasiat Tuan Kim pun dirahasiakan.

 

Surat wasiat yang ditulis sebelum kelahiran Jaejoong, yang berbunyi ‘Kalau aku mati, maka harta ini akan dibagi rata kepada istriku dan Yang Hyun.’ Sejak saat itulah, sejak dua tahun yang lalu, Yang Hyun dan Yunho mulai menikmati keidupan yang mewah. Tidak perlu bekerja dan bisa menikmati kehidupan yang serba ada. Semua berkat Jung Yang Hyun yang telah berbakti kepada keluarga Kim selama hampir 30 tahun dan menjadi kepercayaan keluarga Kim.

 

“Mhmm… Teh merah memang harum sekali” gumam Yunho berbaring di kursi malas yang berada di ruang tengah keluarga Kim sambil menyesap teh yang dibuatnya dan membaca buku ditangannya

“Jung Yunho!” teriak Yang Hyun melihat putranya yang hanya bermalas-malasan, dan Yunho terpaksa harus memuntahkan teh merahnya karena terkejut dengan teriakan Ayahnya

“Bagaimana bisa kau bermalas-malasan dan bersanatai disini?!” kesalnya melihat tingkah putranya itu

“Memangnya kenapa? Aku sedang belajar” jawab Yunho menatap Ayahnya kesal

“Dengar Yunho, ada berita bagus” balas Yang Hyun riang

“Ada apa?” Tanya Yunho tidak tertarik sama sekali dan kembali membaca bukunya

“Tuan besar akhirnya ditemukan” ungkap pria tua itu dengan wajah berseri-seri, titisan air mata sedikit membasahi kedua pipinya dan Yunho terdiam mematung

“Hamba Jung Yang Hyun selama 14 tahun ini senantiasa percaya jika Tuan besar masih hidup. Tidak sia-sia hamba tetap mempertahankan dan menjaga rumah besar ini” lanjutnya, air mata itu semakin deras menggenangi wajanhnya

“Apa maksud Appa tidak sia-sia?! Itu berarti rumah dan semua harta ini bukan milik kita lagi!” kesal Yunho pada Ayahnya dengan suara nyaring

“Apakah melayani orang kaya sebegitu menyenangkannya?! Ada masalah dengan kepala Appa” tambahnya

“Diam kau, Yunho! Melayani keluarga Kim adalah takdir kita sebagai keluarga Jung” jawab pria tua itu mantap dengan sangat bangga

“Takdir?” gumam Yunho pelan merasa kesal dengan alasan yang sama setiap waktu

“Dan satu lagi, menurut kabar yang Appa dengar Tuan Jaejoong sekarang telah tumbuh dewasa dan ia semakin cantik” jelasnya mencoba menarik perhatian Yunho

“Benarkah?” Tanya Yunho mulai terpancing

“Nanti juga kau akan menjalani takdirmu sebagai pelayan keluarga Kim” pria tua itu menyeringai puas menatap putranya yang mulai penasaran

“Ah- Tuan, kenapa Anda tidak segera mengabari hamba jika Anda baik-baik saja? Hamba akan segera menjemput Tuan besar ke Jepang” girang Yang Hyun dan segera berlari untuk menjemput majikannya

 

Hilang sudah harapan Yunho untuk menjadi orang kaya dan menjalani kehidupan mewah ini selamanya, yang ada dalam benaknya saat ini hanya ada tiga pilihan: pertama, mencari kerja ditempat lain; kedua, menerima takdirnya untuk menjadi pelayan keluarga Kim atau ketiga, mengusir keluarga Kim dari kediamannya sendiri. Sangat jelas Yunho adalah orang yang tamak dalam cerita ini

 

“Dua belas tahun yang lalu, Tuan terkena virus daerah setempat dan meninggal” tangis Yang Hyun dalam dekapan Yunho setelah beliau kembali menjemput keluarga Kim di Jepang, perjalanan yang terlalu cepat ditempuhnya

 

Yunho mendekap tubuh ayahnya untuk menenangkan Ayahnya namun, ia kembali menunjukkan wajah berseri-seri mendengar cerita Ayahnya itu hingga kedua matanya menemukan seseorang yang sedikit asing namun cukup familiar baginya

 

“Pemuda itu…?” ucapannya tergantung

“Ah ya, dia adalah Tuan Jaejoong, pewaris tunggal keluarga Kim yang dibesarkan oleh orang tua angkatnya di Jepang” jelas Yang Hyun mengusap air matanya kasar, Yunho terdiam, menatap tajam pria tua itu

“Aku harus membereskannya” gumamnya pelan agar tidak terdengar Ayahnya

 

Yunho berpikir dan mencari cara untuk membereskan pemuda yang dianggapnya akan menjadi penghalang dari kehidupannya mewahnya. Ia menatap pemuda tinggi berkulit putih dihadapannya itu, tubuhnya ramping dan tingginya hanya berbeda sedikit dengan dirinya. Pemuda itu sedang memperhatikan sekelilingnya tanpa menyadari bahaya apa yang akan menghampirinya, hingga tatapan mata keduanya bertemu

 

Yunho tertegum melihat tatapan lembut pria berwajah manis itu, kedua matanya berwarna hitam legam seperti intan hitam yang berkilauan dan sangat bening tanpa cacat, detak jantung Yunho mulai tak terarah. Perlahan Yunho melangkah mendekati pemuda cantik dihadapannya, lengannya terulur mengambil lengan kanan Jaejoong bersamanya, Yunho bersimpuh dan mengecup lengan lembut itu

 

“Anda sudah kembali Tuan Putri” kecantikan Jaejoong membuat dirinya lebih pantas disebut sebagai putri dari pada seorang pangeran

 

Yunho tetap terdiam dalam posisinya, mengagumi keindahan pemuda cantik dihadapannya itu, hingga ia tersadar dengan tingkah bodohnya yang mulai merendahkan diri dihadapan pemuda itu

 

“Ini… Aku…” Yunho tertunduk dan tergagap

“Apa yang terjadi denganku?!” umpatnya pelan menatap Jaejoong yang berdiri dihadapannya

“Tatapan matanya” sadar Yunho dan kembali menatap kedua mata bening itu

“Tuan Putri mari hamba anatar Tuan Putri masuk kedalam” pinta Yunho sambil membawa Jaejoong dalam dekapannya

 

Yunho berjalan masuk kedalam rumah megah itu dengan Jaejoong dalam dekapannya seperti seorang pengantin baru, wajahnya berseri dan ia terus saja tersenyum seperti orang bodoh. Sedangkan Jaejoong hanya terdiam dan bingung dalam dekapan Yunho menerima semua perlakuan Yunho padanya

 

“Silahkan duduk, Tuan Putri” ucap Yunho sambil mendudukkan Jaejoong di kursi merah yang cukup mewah

“Ijinkan hamba untuk menggantikan sepatu…” Yunho terdiam kembali, ia tersadar telah berbuat bodoh lagi… dan berlari menghindari pemuda cantik itu

“Apa yang sebenarnya terjadi denganku?” tanyanya pada diri sendiri setelah berlari jauh dan bersembunyi

“Yunho…” Yang Hyun tiba-tiba muncul dengan wajah menyeramkan dihadapannya

“Appa! Kenapa aku jadi sangat aneh begini? Memanggil pemuda itu dengan Tuan Putri dan mencoba menggantikan sepatunya?” Yunho berteriak sambil mengguncang-guncangkan bahu Ayahnya kasar

“Karena kau tidak berdaya didepan semua keturunan keluarga Kim, Yunho, makanya kau jadi berubah seperti ini” jelas pria tua itu sambil menaruh telunjuk dan ibu jarinya didagunya seperti seorang detektif

“Apa?!” Yunho tidak percaya dan wajahnya memutih

“Ini adalah mantra dari keluarga Kim kepada keluarga Jung” lanjut Yang Hyun menatap Yunho dengan ekor matanya

 

Dahulu kala, seorang pencuri ulung masuk kedalam kediaman seorang Jendral besar dan mengambil lukisan pusaka keluarga Kim. Sesampainya dirumahnya, si pencuri itu segera membuka lukisan curiannya dan pada saat itu dewa naga penjaga lukisan pusaka itu muncul dan membacakan mantra kepada keturunan si pencuri

[‘Kalian akan menggunakan seluruh tenaga untuk melayani keluarga Kim seumur hidup’]

Itulah awal kisah takdir pelayan yang dialami keluarga Jung

 

“Pencuri itu adal leluhur kita…” Yang Hyun mengakhiri ceritanya, dan menatap Yunho yang melihatnya setengah hati

“Kenapa? Apa kau tidak percaya?” tanyanya kesal menatap Yunho yang menatapnya enggan

“Jelas saja tidak percaya” jawab Yunho asal

“:Kalau begitu harusnya Appa juga terkena mantra itu?” tambah Yunho menyimpukan dan menunjuk Ayahnya sedangkan sang Ayah tertawa keras mendengar ucapan putranya itu

“Pada saatnya nanti kau akan mengerti, Yunho” senyumnya membalas ucapan Yunho padanya

“Appa juga baru belakangan ini dengan sungguh hati melayani Tuan besar”

“Melayani? Sangat tidak mungkin. Siapa yang peercaya mantra dan kutukan?” Yunho berbalik meremehkan ucapan Ayahnya tanpa menyadari Jaejoong yang berjalan melintas disisinya

“Tuan Putri… Hamba…” Yunho tergagap setelah menatap mata Jaejoong

“Tidak Boleh!” dengan susah payah ia mengalihkan pandangannya dari pria cantik itu

“Setiap melihat matanya pasti akan jadi aneh, inikah kutukan itu?” gumam Yunho mulai mengasihani dirinya sendiri

 

Yunho tertunduk pasrah menerima nasib apapun yang diterimanya, air matanya mulai mengalir, Yang Hyun mendekati putranya dan menepuk pundaknya perlahan untuk memberikan kekuatan padanya

 

“Mulai saat ini jadilah hamba bagi Tuan Jaejoong” ucapnya meyakinkan Yunho

“Tuan muda dibesarkan di Jepang, ia tidak mahir berbahasa Korea. Kau harus berhati-hati dalam menggunakan kata-kata, bila perlu ajari dia bahasa Korea” tambah pria tua itu pada Yunho dan mulai melangkah pergi meninggalkannya dengan kepasrahan

 

Yunho terdiam dan terpaku menatap kepergian Ayanhnya, ia harus menerima nasibnya sebagai pelayan mulai hari ini. Yunho merasakan keberadaan Jaejoong dibelakang tubuhnya, ia berbalik dan langsung menghidari tatapan mata itu dengan menatap kebawah, pandangannya menatap kaki Jaejoong yang tanpa alas kaki. Yunho mengambil alas kaki yang akan dipakaikannya tadi pada Jaejoong

 

“Maaf, hamba lupa memakaikan sepatu Anda” ucap Yunho memakaikan alas kaki itu pada Jaejoong

“Arigatou” balas Jaejoong dengan bahasa Jepang dan tersenyum

“Tidak perlu sungkan” jawab Yunho menebak arti ucapan Jaejoong sebelumnya dan kembali menatap kedua mata bening itu

“Tuan Putri, hamba Jung Yunho rela melayani Anda sampai akhir hayat” ucap Yunho menggenggam kedua lengan Jaejoong, dan ia kembali terdiam

“Gawat, kutukan ini benar-benar kuat. Aku harus segera meninggalkan tempat ini” tekadnya bergumam

 

Tepat malam hari setelah semua kenyataan itu, Yunho mengemasi seluruh barang miliknya dan berniat keluar dari rumah besar keluarga Kim, hingga ia mendengar sebuah tangisan kecil yang berasal dari ruang baca kediaman keluarga Kim. Yunho melihat kedalam ruangan itu dari celah kecil yang tebuka dari pintu dan melihat Jaejoong menatap bingkai foto kecil dengan wajah dirinya juga kedua orangtuanya

 

“Otto-san… Okka-san…” tangis Jaejoong memanggil kedua orangtuanya

 

Yunho tertegun melihat pemandangan dihadapannya, ia terdiam melihat mata bening indah itu mengeluarkan air mata dengan cukup deras

 

“Tuan Jaejoong sudah ditinggal kedua orangtuanya ketika berusia lima tahun. Dia pasti sangat kesepian” Yunho tetap memandangi wajah cantik dengan guratan kesedihan itu

“Baiklah, sementara Tuan Jaejoong beradaptasi dengan Korea, biarlah aku yang akan menjadi guru bahasa Korea-nya. Aku memang sangat baik” bangga Yunho pada dirinya sendiri dan kembali menuju kamarnya

 

Pagi kembali hadir, mentari bersinar cerah pagi ini, sama seperti Yunho yang mulai ceria dan melupakan niatnya untuk melarikan diri malam sebelumnya. Ia tersenyum menatap dirinya sendiri di cermin dan bersenandung riang sambil merapikan jas pelayan berwarna hitam seperti yang biasa digunakan Ayahnya

 

“Baiklah, aku sudah siap” kedua pipinya merona menatap ketampanan dirinya

“Berhadapan dengan Tuan Putri harus tampak rapi” ucapnya dan kembali terdiam, mematung melihat bayangannya sendiri di cermin itu

“Apa yang sedang ku lakukan” ia meratapi nasibnya

 

Yunho mengganti semua pakaian rapinya dengan pakaian yang biasa dipakainya, celana jeans biru kucel yang warnanya sudah pudar dan juga pakaian hangat berwarna hijau kesukaannya, berjalan menuju dapur untuk memasak sarapan pagi ini, namun aroma harum yang menguar dari arah dapur membuat dirinya bingung

 

“Mana mungkin Appa akan bangun sepagi ini dan membuat sarapan” ucapnya mencoba melihat siapa yang memasak didapur

“Ohayou” sapa Jaejoong berbalik menatap Yunho, dan Yunho membesarkan kedua matanya menatap Jaejoong yang dengan mudah menyiapkan semua makanan yang kini telah terhidang di meja makan

“Dasar bodoh!” murka Yang Hyun melihat semua makanan itu

“Kenapa kau membiarkan Tuan muda yang memasak? Sungguh memalukan” marahnya pada Yunho

“Mhmm… Rasanya sangat enak” ucap Yunho tidak peduli dengan ucapan Ayahnya itu

“Cobalah” lanjutnya menyuapkan sesedok sup pada Ayahnya

“Enak sekali Tuan muda, hamba sungguh bahagia bisa mencicipinya” ungkap pria tua itu berurai air mata bahagia

“Apakah aku nanti akan menjadi seperti itu juga?” gumam Yunho melihat tingkah Ayanhnya yang memalukan dan berbalik menatap Jaejoong

“Tuan Putri, maaf telah merepotkanmu, sungguh ini enak sekali” mantra kembali menguasainya

“Hontou?” ucap Jaejoong dan tersenyum, senyum yang dapat membuat Yunho tenang

 

Seperti janjinya pada Ayahnya dan diri sendiri, ia membantu Jaejoong belajar bahasa Korea dan segala hal yang berhubungan dengan negara kelahirannya itu. Yunho telah menyiapkan semua buku yang mungkin akan berguna dan duduk bersama Jaejoong di ruang keluarga

 

“Pelajaran bahasa Korea sebelumnya, sudah kau ingat semuanya?”

 

Namun tetap saja, saat tatapan keduanya bertemu. Yunho tidak akan pernah bisa menghindari kekuatan mantra itu. Ia akan tidak berdaya sama sekali, wajahnya kesal dan ia terus saja merutuki dirinya sendiri

 

“Yunnie” Jaejoong menatap Yunho dihadapannya

“Ada apa?” Yunho mencoba menutup kedua matanya untuk menghindari kutukan itu

“Ada apa denganmu? Sepertinya kau sedang marah” Tanya Jaejoong ragu

“Tidak, Eh- kau menulis surat untukku. Apa yang kau tulis?” Tanya Yunho mencoba mengalihkan pembicaraan dan mengambil kertas yang sejak tadi ditulis Jaejoong

“Kadang kau dingin, kadang kau seperti pengurus rumah tangga. Mengapa tidak seperti dulu saja yang selalu menemaniku bermain?” pinta Jaejoong

“Bukan keinginanku untuk menjadi… hamba” jawab Yunho sedikit terpuruk

“Hamba?” Tanya Jaejoong bingung

“Jangan sebut kata itu!” Yunho berteriak dan kembali meratapi nasibnya

“Mungkin dia akan lebih mengerti huruf kanji” dengan kasar Yunho menuliskan semua alasan sikap hambanya selama ini di kertas itu dan menyerahkannya kembali pada Jaejoong. Jaejoong menerima kertas pemberian Yunho lalu menatap kertas itu dan mulai membacanya

“Itulah alasan kenapa aku jadi seperti ini, jangan tertawa setelah membacanya” ucap Yunho cukup tenang

 

Jaejoong terdiam setelah membaca semua tulisan di kertas itu, ia tertunduk dan berlari meninggalkan Yunho

 

“Tuan Putri! Tunggu!” panggil Yunho melihat Jaejoong yang berlari meninggalkannya

 

Yunho terus mencoba mengejar Jaejoong yang berlari dihadapannya, Jaejoong berlari melewati lorong menuju taman belakang. Yunho bingung kenapa Jaejoong harus berlari meninggalkannya, jika ingin tertawa, maka tertawa saja, mungkin ini memang sudah nasibnya. Setelah merasa cukup dekat dengan Jaejoong, Yunho menghulurkan lengannya mencoba meraih lengan Jaejoong dan membuatnya berbalik menatapnya.

 

Apa yang dilihat Yunho sungguh diluar apa yang dipikirkannya, Jaejoong tidak tertawa sama seklali, ia menangis, air mata membanjiri mata besarnya, dan akhirnya Yunho kembali menatap kedua mata bening itu

 

“Tuan Putri, kenapa menangis?” Tanya Yunho dan air mata yang membasahi wajahnya

“Kasihah sekali” ucap Jaejoong menangkup wajah Yunho dengan kedua lengannya

“Sungguh kasihan…” lanjutnya membenamkan wajahnya didada pria itu dan menggenggam erat pakaian atas Yunho, Jaejoong terbuai dalam tangisnya

“Tuan muda” bingung Yunho setelah sadar dari kutukannya

“Kau meangis untuk ku?”tanyanya bingung

“Baik sekali. Aku berharap agar mereka sekeluarga mati hanya demi harta warisan, tapi dia malah menangis demi diriku” Yunho berbicara pada dirinya sendiri

“Ternyata benar aku adalah keturunan si pencuri, hanya mementingkan diri sendiri” gumamnya pelan

 

Sejak saat itu, Yunho mengubah pendiriannya dan dengan serius mulai mengajari Jaejoong bahasa Korea dengan baik, hingga akhirnya Jaejoong mulai mahir menggunakannya. Jaejoong pun berusaha untuk tidak menatap Yunho secara langsung, untuk menghindari semua kutukan itu. Dan ia meminta ijin pada kepala pelayan Jung untuk kembali ke Jepang bertemu dengan orang tua angkatnya disana, Jaejoong sangat merindukan wanita tua itu

 

Sejak kepergian Jaejoong kembali ke Jepang, kediaman keluarga Kim kembali seperti semula. Yunho hanya bermalas-malasan di kursi panjangnya juga Jung Yang Hyun yang terus meratapi kepergian Tuan mudanya

 

“Tuan muda sungguh baik hati, ingin menghabiskan waktu bersama Ibu angkatnya di Jepang, sehingga kembali ke restoren kecil itu” gumamnya pasrah

“Rumahnya adalah restoran, pantas saja masakannya enak” sahut Yunho yang sedang tidur-tiduran di sofa kecil di ruang tengah sambil menggenggam surat yang dikirimkan Jaejoong sebelumnya

“Iya, bagaimana dengan rumah mewah ini?” Tanya pria tua itu entah pada siapa

“Bagaimana jika kita yang mewarisinya? Jaejoong juga bilang kita saja yang ambil rumah ini” saran Yunho

 

Yunho kembali membaca surat yang dikirimkan Jaejoong saat ia tiba di Jepang

[Apa kabar? Setelah aku pergi kalian bisa menjalani hari seperti biasanya, begini lebih baik, tidak ada mantra lebih baik. Di Jepang juga banyak cerita tetang mantra yang mengerikan, yang terkena mantra bukan hanya kau seorang, jadi jangan bersedih Yunho…

Mengenai rumah, walaupun dapat rumah mewah ini, entah kenapa aku tidak merasa puas sama sekali…]

 

“Yunho…” panggil Yang Hyun

“Eumm…”

“Surat itu…walaupun sudah membacanya sampai sepuluh kali, kau masih tidak rela melepaskannya. Bukankah lebih baik menculik Tuan muda pulang, bagaimana menurutmu?” tawar pria tua itu dengan seringai menyeramkan diwajahnya

“Jiwa pencuri yang membara” lanjutnya mengeluarkan ‘taring’nya

“Appa! Appa! Appa! Sadarlah! Lebih baik Tuan muda tidak kembali, aku tidak mau lagi hidup dibawah mantra” balas Yunho mengguncang-guncangkan tubuh Ayahnya

“Benarkah?” Tanya Yang Hyun menatap Yunho dengan ekor matanya

“Apakah kau sungguh membencinya?” tambahnya yang telah siap dengan jubah hitam dan penutup wajah khas pencuri dikepalanya

“Pada akhirnya kau akan menyadarinya, Yunho”

 

Disisi lain, disebuat negara besar yang sangat dikenal dengan keindahan bunga berwarna merah muda yang selalu menunjukkan keindahannya saat musim semi, dalam sebuah restoran kecil bernama ‘Yoyogi’, Jaejoong sedang memasak pesanan tamu yang selalu datang ke restoran milik Ibu angkatnya itu

 

“Saat kau tidak ada, restoran sangat ramai, para tamu bilang kalau bukan kau yang masak, rasanya tidak enak” senyum wanita tua yang biasa dipanggil Bibi Saki

“Lalu bagaimana keadaan kampung halaman mu, Jejung?” tanyanya tetap tersenyum

“Lapangan terbangnya sangat besar, Kaa-san” jawab Jaejoong sambil membalikan masakannya

“Dan lagi, Yunho itu orang yang sangat lucu, dia sangat lembut terhadapku” tawanya tersenyum lembut mengingat perlakuan Yunho padanya, Bibi Saki tersenyum melihat tawa itu

“Pergilah, pulanglah ke kampung halaman mu” pintanya

“Kaa-san…” kaget Jaejoong mendengar permintaan Ibu angkatnya

“Aku ini seperti sedang menikahkan anak perempuannya sendiri, bedanya kau itu seorang pria” guraunya

“Lagi pula coba kau lihat, kali ini justru dia sendiri yang datang menjemputmu” lajutnya menatap pria muda didepan restorannya

 

Jaejoong berbalik menatap seseorang yang seperti dikenalnya yang berada di pintu depan restoran dan wajah Yunho lah yang berada dihadapannya

 

“Jaejoong!” teriak Yunho menatap Jaejoong dihadapannya

“Yunnie…” balas Jaejoong merasakan tetesan ringan dikedua bola matanya

 

Yunho segera berjalan mendekati pemuda itu dan mendekapnya erat dalam pelukkannya, tidak akan melepaskannya lagi

 

“Pulanglah ke rumah, aku merindukanmu” ucapnya dalam tetap memeluk Jaejoong erat

“Ini bukan demi mencari majikan, melainkan demi keinginan sendiri” lanjutnya mengangkat tubuh Jaejoong dengan sangat mudah dan mengangkat wajahnya menatap Jaejoong yang lebih tinggi darinya dalam dekapannya

“Ijinkan aku membawamu” tambah Yunho dan kembali memeluk tubuh pria itu

 

 

To be continued

Waktu Jaehan baca ulang manga ini jadi kepikiran gimana kalo dibikin versi Yunjae

Jadi deh ff ini muncul^^

Sedikit penjelasan, kalo Yunho manggil Jaejoong Tuan Putri berarti Yunho sedang berada dibawah mantra

 

*bows

Sankyuu…

Buat yang sudah mampir dan baca ff ini

Silahkan tunjukan diri kamu, karena Jaehan cuman mau tahu berapa orang yang sudah baca ff ini

Sampai ketemu di fanfic selanjutnya

Ja Na^^

Poster cr. weibo.com/yoonjaeran

Yunjae :: Love Spell

Yunjae :: Love Spell

5 thoughts on “Yunjae :: Love Spell Chap. 1

  1. Rada bigung diawal2 pi stlh bc selanjutnya ngerti alur. Lucu.akhiry yunpa menyerah juga dari egoy.ya iya lah pilih cinta drpd harta.yuk lanjut chap depan .

  2. Bhuakakakakakaka….sumpaaaaaaah lucu’a kebangetaaaaaan #ngakak guling”#

    Ngebayangin yunpa klo lagi dibawah pengaruh mantra dgn sendiri’a jiwa hamba’a keluar…wkwkwkwk
    Τρ jiwa pencuri’a jg tetep ada…wkwkwkwk

    Update’a jgn lama” ýª thor…!

  3. hua ha ha..tuan putri?? ha ha…tp cuocok bgt koq..emang joongie tuh tuan putri..terutama buat yunnie..untung jahatnya yunnie ga keterusan..kl smp keterusan, bakal kasian bgt uri joongie..trus, joongie udh mulai sula ma yunnie ya?? gyaaa…penasaran tingkat dewa..

  4. wiiih seru ceritanya.. lebih enak baca ff terus nungguin update-an nya dibanding lanjutin ff nya *dikepruk unbeth* haha
    udah 2 kali baca ff author jaehan. seneng sama tulisannya. rapi dan enak buat dibayanginnya.
    Ceritanya juga seru. ngebayangin yunho yg kena spell itu lucu banget😄
    cuma alurnya berasa lumayan cepet tiba2 udah ada yunjae moment yg unyu banget haha
    berharap Yunho masih jd peran antagonis disini :p
    lanjut baca next chap ah~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s