FF YunJae Love In the Ice chap 5


FF YunJae Love In the Ice chap 5

 

Pairing       : Jung Yunho,Kim Jaejoong

 

Other cast : Jeonghyeon,Key,Junsu,Siwon,Kang in,Shindong,Jihye

 

Genre        : YAOI,Romance,Angst,Mpreg (Korban Mpreg abadi)

 

Rating       :  PG-17

 

Lenght      :  5 of ?

 

Author     : db5kforever

 

Warning    : YAOI jadi yang ga biasa baca menjauhlah! Abal,Gaje,Typo(s),alur berantakan+kecepatan

 

Oh ya…


Jangan pernah-pernah untuk meng COPAS tanpa seijin Agnes sebagai seorang Author.
Dan hal ini berlaku untuk semua FF Agnes…ARRASEO???

 

Jika agnes menemukan hal diatas,maka kau akan kubuat menyesal..
Wahai plagiator!!!!

 

Then..

 

 

Jangan jadi silence reader please..
Tolong hargai sedikit kerja keras author..

 

Karena koment kalian itu adalah semangat bagiku untuk terus menulis..

 

 

NO BASHING! GA BUTUH SOALNYA!
Kalau COMMENT sih,agnes TERIMA.
//tebar tisu//

 

 

 

“FF punya author..suka-suka author dong mau ngapain..nyahahahah”

 

#filsafah author ABnormal#

 

 

P.S : Putar lagu My Little Princess pas baca FF ini~
Oke?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

Jaejoong PoV

 

Aku sedang asyik memainkan gameku. Suara benda terjatuh yang keras membuyarkan segala konsentrasiku.

 

 

BRUGH.

 

Kualihkan pandanganku,mendapati seorang anak perempuan kecil tersungkur didepanku.

 

Ia menangis,sambil memegangi lututnya yang berdarah. “HUWAAAA…HUWAAA…APPPA…” jerit yeoja kecil itu. Tangisannya membahana,sampai-sampai orang yang berada ditaman itu memandanginya dan juga diriku dengan dengan tatapan yang membuatku risih karenanya.

 

Kurasa mereka mengiraku adalah orang tua anak itu. Aku merasa semakin tidak nyaman dengan tatapan mereka. Walaupun dengan berat hati,aku berjongkok didepan gadis itu dan menggendongnya menjauh.

 

Aku merasa lega,ketika tidak merasakan pandangan mereka lagi. Tapi,gadis ini masih tetap menangis. ‘Jigeum eothheokhae?’ batinku. Aku tidak pandai menghadapi anak kecil.

 

“Adik kecil..” panggilku padanya. Ia menoleh,membuatku terpaku. Inikan gadis kecil yang aku jumpai di lift waktu itu..
Ya,tidak salah lagi. Mata besarnya dan bibir cherry itu. Aku ingat sekali.

 

“Kau kan…” gumamku perlahan.

 

“Unniiieeee…” dipeluknya diriku erat dan tiba-tiba. Aku kaget,tapi tidak menolak pelukannya. Ia menangis tersedu-sedu didadaku.

 

“Hiks..hiks..unniee…hiks..” isaknya.
Aigoo..ia masih memanggilku ‘unnie’??

 

 

 

Tanganku melayang diudara. Tidak tahu harus kutempatkan dimana.
Akhirnya,kuletakkan kedua tanganku dibadan kecilnya. Membalas pelukannya.

 

Bahunya yang kurus terasa bergetar. Aku tidak tahu kenapa,hatiku ikut menjadi sedih mendengar tangisannya. Merasa mendapatkan dorongan tersendiri,kuelusi badannya dengan  lembut. Mencoba memberi kekuatan.

 

“Kau kenapa heummm???” kudongakkan wajahnya menghadapku. Kuusap jejak airmata yang mengalir dipipi gembilnya. “Hiks..hiks..” ia terus terisak sambil memegangi lututnya yang mengeluarkan darah.

 

“Ya ampun..” rasa khawatir menyelusup dengan cepat kedalam diriku. Aku mengambil sapu tanganku dan segera menutupi lukanya. “Lukamu harus segera dibersihkan..jika tidak nanti kena infeksi..” kugendong dia menuju mobilku terparkir. Didalam mobilku selalu kusediakan kotak P3K. Untuk jaga-jaga.

 

Sesampainya di mobil,kuambil langsung kotak P3K tersebut. Membuka pintu kursi penumpang dan mendudukannya didalam. Pintu tetap terbuka,kakinya terjulur keluar. Menampakkan lututnya yang terluka. Aku berjongkok didepannya.

 

“Mengapa kau ceroboh sekali bisa jatuh eoh??? Makanya jangan lari-lari. Kalau jalan,perhatikan sekelilingmu..” aku tidak tahan untuk tidak menasehatinya.
Aku bingung dengan diriku sendiri. Mengapa aku seperti seorang ibu-ibu yang memarahi anaknya???

 

Kuambil sebotol air mineral. Dan menuangkannya kesapu tanganku yang sudah menempel erat dengan darahnya. Setelah lembab,dengan mudah sapu tanganku terlepas.

 

 

 

Kubuka sepatu dan kaus kakinya. Kusingkap sedikit gaun pinknya. Menunjukkan lututnya yang terluka. Aku mulai mengambil beberapa jumput kapas dan obat merah. Menempelkan kapas yang sudah basah dengan obat itu perlahan.

 

“Unnggghh..appo..hiks..” ia mengernyit kesakitan. “Appo???” kutiupi lukanya itu. Mencoba mengusir rasa sakitnya.

 

“Bagaimana? Sudah lebih baik??” kutatap wajahnya yang masih basah dengan airmata. Ia mengangguk perlahan walaupun raut wajahnya tetap ditekuk. Aku ingin tertawa melihat ekspresi lucu diwajahnya. Kuobati lagi luka dikakinya,mengolesinya dengan obat sampai rata,menyeluruh.

 

Kuberikan plester untuk menutupi lukanya dari debu luar. Pekerjaanku selesai. Kupakaikan lagi sepatu dan kaus kakinya. Kukernyitkan alisku. Mengapa ia bisa disini? Mana orang tuanya?

 

“Kau sendirian kesini???” tanyaku. Ia mengangguk. Aku kaget,kok..bisa-bisanya ia lepas dari pengawasan orang tuanya sih. Orang tua macam apa itu?

 

“Ada yang tahu kau kesini??” ku interogasi dia. Ia menggeleng. ‘Ya Tuhan..yang benar saja..’

 

“Kau tahu itu sangat bahaya kan? Kau bisa diculik!!! Apa kau tidak sadar itu??” emosiku mulai naik. Aku marah sendiri saat menyadari begitu banyak hal jahat yang bisa menimpanya jika aku tidak menemukannya.

 

 

 

 

“Kuantar kau pulang. Dimana rumahmu??” tanyaku. “Shirreo!!! Hyeona tidak mau pulang..” tolaknya. Aku semakin bingung,sebenarnya ada apa dengannya.

 

“Orangtuamu pasti sangat khawatir dan mencarimu. Kau pulang ya..” bujukku padanya.

 

Baru kali ini,aku membujuk seorang anak kecil yang tidak aku kenal.
Ada apa ini??

 

“Pokoknya,Hyeona tidak mau pulang. Hyeona tidak mau ketemu cama appa..” ia merajuk. Pipinya merengut. Ia sangat keras kepala.

 

DRRRTTTT.

 

Kurasakan ponselku bergetar. Telepon dari Jihye.

 

//Aku sudah ditaman oppa. Kau ada dimana? //

 

“Aku ada dimobilku. Diparkir di dekat taman. Kau kemarilah..” kuputus sambungan teleponku. Masih menatap gadis kecil yang bersedekap,bibirnya dipoutkan. Ia terlihat kesal.

 

“Oppa…” suara Jihye mengagetkanku. “Siapa anak kecil ini???” tanya Jihye bingung.

 

“Aku  tidak kenal..” jawabku lirih. “Hah? Kau tidak kenal? Lalu mengapa kau membawanya masuk kedalam mobilmu oppa???” tanyanya lagi.

 

“Kakinya sedang terluka. Aku tidak sampai hati melihatnya..” jawabanku menimbulkan tanda tanya besar di benak Jihye. Nampak dari raut wajahnya. Ia kan tahu,aku agak anti sama anak kecil.
 

Tiba-tiba yeoja kecil itu berjalan keluar dari mobilku dengan kaki terpincang. Aku tidak tega melihat itu. Ingin kukejar ia,tapi tangan Jihye menahanku.

 

“Biarkan saja oppa. Paling juga anak gelandangan..” perkataan Jihye membuatku merasa tersinggung dengan sendirinya. Aneh memang,tapi begitulah kenyataanya.

 

Kutatap tajam ia. Tapi ia tidak menyadari tatapan tajamku. “Ayo…” ditariknya aku masuk kedalam mobil. Kuturuti saja,walau hatiku tidak berkata demikian. Kutatap sekali lagi kebelakang. Yeoja kecil itu sudah tidak tampak. Hatiku benar-benar cemas dibuatnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Oppa..kita nonton bioskop yukk..kan sudah lama kita tidak kencan seperti itu..”ajak Jihye.

 

“Hmmmm..”jawabku. Pikiranku tidak berada disini sekarang. Pikiran itu tengah melayang-layang,menuju yeoja kecil itu. Aku gelisah sendiri tiap memikirkannya. Sendirian. Diluar sana.

 

“OPPA!!!” pekikan Jihye mengagetkanku. Membuatku mengerem mendadak dan mendapatkan umpatan dari mobil dibelakang kami.

 

“Kau tidak perlu berteriak. Aku mendengarkanmu kok..” kutatap dingin Jihye.
Aku sungguh sebal dengan tingkahnya belakangan ini.

 

“Mi..mian oppa..” nyalinya ciut. Dia diam dan tertunduk. Bagus,memang keheningan yang kuperlukan.

 

Tiba-tiba perasaanku tidak nyaman. Sungguh meresahkan. Kutepikan mobilku. Kupegangi dadaku yang berdebar kencang. Wajah yeoja kecil itu terus berkelebat di pikiranku.

 

“Mengapa mobilnya berhenti oppa???” Jihye menanyaiku lagi.

 

“Keluar..” suruhku. “Ye???” sahut Jihye,tidak mengerti.
“KELUAR! Kita batalkan kencannya..” perintahku lebih keras. “Ta..” Jihye akan membantah. “Tidak ada tapi-tapian..cepat keluar! Dan jangan bantah aku..” dengan mimik ketakutan ia keluar dari mobilku.

 

 

Setelah pintu mobil tertutup dengan cepat,segera kubanting stirku menuju taman tadi dan menancap gas dengan cepat.

.

.

.

.

.

.

.

.

Aku tiba disana. Mencari anak kecil itu yang entah berada dimana. Namun,instingku membimbingku. Aku menemukannya,disudut taman dan dikelilingi oleh beberapa anak laki-laki yang sepertinya lebih tua darinya.

 

Para bocah lelaki itu tengah menggangunya,mendorong bahunya kekiri dan kekanan. Mempermainkannya. Membuatnya merasa tersudut dan ketakutan.

 

 

Amarahku bagaikan disulut dengan api. Pemandangan itu membuatku emosi sampai keubun-ubun. ‘Beraninya mereka memperlakukannya seperti itu…’

 

Kubentak para bocah ingusan nakal itu,”Kalian!! Berhenti menggangunya!!!!” bentakku. Anak-anak kecil itu menoleh dan segera kabur. Kudatangi ia yang tengah ketakutan. Airmatanya mengalir deras,badannya gemetar. Menahan rasa takut. Wajahnya pucat.

 

Hatiku berdenyut sakit. Rasa-rasanya air mataku akan keluar juga. Ia menatap kedalam mataku.

 

Aku bersumpah,jika aku bertemu lagi dengan anak-anak nakal itu..akan kubunuh mereka karena membuatnya seperti ini.

 

 

 

Bibir merahnya tidak terlihat lagi,kini sudah berwarna pucat. Menahan tangisan yang akan pecah. Kubentangkan tanganku,dengan kaki yang gemetar ia berlari kedalam pelukanku. Menumpahkan segala ketakutannya padaku. Kuusap kepalanya dengan lembut. Kuberikan rasa nyaman dan aman padanya.

 

Siapapun orangtua yeoja kecil ini. Akan kucekik mereka karena ceroboh mengawasinya.

 

 

^__YUNJAE__^

 

 

Author PoV

 

Yunho mondar-mandir di ruang tamunya. Ia terlihat sangat kalut. Wajahnya tidak ada ronanya. Setelah menerima kabar jika Jeonghyeon menghilang,ia panik sekali.

 

Ia langsung meninggalkan rapat saham yang sedang berlangsung dikantor dan kembali kerumah. Yunho tengah menunggu kabar dari para suruhannya dan juga Key yang tengah mencari Jeonghyeon.

 

Key mengatakan kalau Jeonghyeon kabur sebelum ia tiba menjemput Jeonghyeon di TK. Yunho berdoa dalam hati kepada Tuhan. Mendoakan Jeonghyeon baik-baik saja dan aman.

 

 

 

Yunho merenung muram,ia dapat menduga apa alasan Jeonghyeon kabur dari rumah. Ini semua bermula dari kejadian 2 hari yang lalu.

 

FLASHBACK~

 

“Appa…” panggil Jeonghyeon. Yunho menoleh,”Ne,waeyo Hyeona???” Yunho segera memangku Jeonghyeon. “Mana Umma Hyeona,Appa???” tanya Jeonghyeon. Nada suaranya sangat lirih.

 

Yunho tercekat,ia tidak tahu harus menjawab apa,”Apa hyeona memang tidak punya umma cepelti teman hyeona di TK????” tanya Jeonghyeon lagi,sinar matanya yang biasa selalu cerah kini menghilang.

 

“Kenapa Hyeona bertanya seperti itu??” Yunho berbalik bertanya.

 

“Teman hyeona bilang,hyeona tidak punya umma. Hyeona itu tidak cepelti meleka. Hyeona beda dali teman-teman Hyeona..” Jeonghyeon mulai terisak sedih.

 

“Meleka tidak mau belteman cama Hyeona lagi…”

 

 

Hati Yunho terasa diremas kuat. Ia ingin menangis,mendapati anaknya dijauhi temannya hanya karena tidak punya umma.

 

“Appa. Hyeona mau ketemu cama umma..bial Hyeona bica bilang cama teman Hyeona,kalau Hyeona punya umma,Appa..” pinta Jeonghyeon begitu memelas.

 

 

 

Yunho tidak berdaya,apa yang bisa dilakukannya? Jaejoong sendiri yang tidak mau bertemu dengan Jeonghyeon.

 

“Sekarang,umma belum bisa ketemu sama Hyeona..” ujar Yunho dengan suara bergetar.

 

Jeonghyeon turun dari pangkuan Yunho,”Appa jahat!! Appa ga mau ketemuin Hyeona cama umma. Hyeona benci appa..” kata-kata itu begitu menusuk hati Yunho dengan dalam.

 

Ia menangis dalam diam. Merasakan hatinya yang perih dan semakin terluka.

 

END FLASHBACK~

 

 

‘Andaikan aku bisa mempertemukan Jeonghyeon dengan Jaejoong,aku pasti akan mempertemukan mereka segera..’ Yunho terduduk lemas di sofa. Menunggu hasil yang diberikan mereka,sebelum ia sendiri yang turun tangan,mencari putri tercintanya.

 

 

 

(Di tempat lain…)

 

Jaejoong menatap gadis kecil yang kini tertidur lelap di kursi penumpang. Setelah lelah menangis,gadis itu pun mengantuk dan jatuh tidur.

 

 

Sekarang,Jaejoong bingung sendiri. Apa yang harus dilakukannya? Melaporkan anak hilang ke kantor polisi dan membiarkan gadis kecil itu sendirian disana? Ditempat yang dipenuhi oleh penjahat dan polisi yang biasa berkata kasar.

 

Demi apapun,ia tidak rela membiarkan gadis kecil itu berada disana. ‘Lalu,aku harus membawanya kemana????’ batin Jaejoong lagi.

 

‘Hmmm..kalau kubawa ke hotel,rasanya kurang nyaman. Bagaimana kalau apartemenku saja? Toh,aku selalu menyuruh apartemen itu dibersihkan 2 kali seminggu. Ya,besok aku baru mencari orangtuanya dan melaporkannya..tapi,sebelum itu aku singgah ke supermarket dulu. Aku harus masak makan malam..’

Jaejoong menghentikan mobilnya disebuah minimarket kecil. Membeli bahan makanan untuk dimasaknya nanti. Setelah menimbang apa yang akan dimasaknya,Jaejoong mengumpulkan bahan-bahan dan membayarnya kekasir.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

Jaejoong kembali memasuki mobilnya. Didalam,ia mendapati kalau sang gadis kecil masih tertidur dengan lelapnya. Perlahan,ia menutup pintu..tak ingin membuat yeoja kecil itu terbangun.

 

Hanya saja,gadis itu terbangun juga. Ia membuka matanya,menguceknya perlahan dan menguap. Kelihatannya ia masih mengantuk,tapi dipaksanya matanya untuk tetap terbuka.

 

“Unnie..” panggilnya kepada Jaejoong. Namja cantik itu ber-pout ria saat mendengarkan panggilan itu. “Aish…oppa. Bukan unnie…” Jaejoong kembali mencoba membenarkan panggilan untuk dirinya.

 

“Ngggg…nggg,Unnie..Hyeona ada dimana???” tanya Jeonghyeon.

 

“Dimobilku..” jawab Jaejoong. “Kita tidak mau kelumah Hyeona kan?? Hyeona tidak mau pulang…” Jeonghyeon menggembungkan sebelah pipinya.

 

Jaejoong menghela nafas,”Kenapa kau tidak mau pulang kerumahmu????”

 

Jeonghyeon tetap diam,”Kita kelumah Unnie aja ya,Hyeona bobo dicana..” ungkap Jeonghyeon  dengan bahasa cadelnya.

 

“Baiklah. Aku mengerti,tapi malam ini saja,kau akan kuantar pulang besok. Arra?????” tukas Jaejoong. Jeonghyeon hanya mempoutkan bibirnya,tidak menjawab.

 

Tidak ambil pusing,Jaejoong kembali memfokuskan pandangannya ke jalanan. Ia harus lebih konsentrasi dalam menyetir saat ini.

 

 

 

 

^__YUNJAE__^

 

 

Yunho tidak bisa tidur,matanya tidak mau terpejam. Bagaimana bisa ia bersantai kalau putri semata wayangnya tengah menghilang? Ia belum bisa melaporkan hal ini kepada polisi,belum 24 jam.

 

Sekarang,Yunho berada didalam mobil. Dalam misi mencari Jeonghyeon yang entah dimana saat ini. Sungguh,Yunho benar-benar merasa seperti berada dineraka sekarang. Ia menyalahkan dirinya yang tidak bisa mengabulkan permintaan Jeonghyeon dan menyebabkan yeoja kecil itu melarikan diri.

 

Diambilnya ponsel hitamnya,”Junsu..Yoochun,apa kalian sudah menemukannya????” tanya Yunho.

 

//”Belum hyung..bagaimana ini??? Kami sudah mengitari kota Seoul,tapi hasilnya tetap nihil..”// Yunho memijit keningnya mendengar hasil laporan itu.

 

“Ya sudah. Tolong cari dia lagi,kumohon padamu..” Mendengar persetujuan dari Yoochun,telepon itu diputuskan sambungannya.

Yunho teringat suatu tempat,”Coba kita ketaman dekat hotel pak,mungkin Jeonghyon ada disana..” titah Yunho pada sang supir. Taman itu tempat ia dan Jeonghyeon sering bermain bersama,walaupun sedikit kemungkinan Jeonghyeon disitu. Taman itu cukup jauh dari TK Jeonghyeon berada.

 

 

 

Matahari sudah tenggelam sedari tadi,kini jam sudah menunjukan pukul 8.00 malam. Pastinya suasana tersebut akan mempersulit pencarian mereka,karena keadaan yang gelap.

 

Yunho turun dari mobil dengan tergesa-gesa ketika ia baru tiba di taman itu. Ternyata taman itu terang karena banyak lampu yang menghiasi.

Sekarang taman itu sepi,hanya pagi dan siang hari biasanya taman tersebut ramai. Yunho menatap sekitarnya,tidak ada anak kecil disana.

 

Putus asa,Yunho berjalan balik ke mobil begitu lesu. Ia tidak punya tenaga lagi. Semangatnya hilang. Ia berjalan menunduk.

 

Ekor matanya menangkap sebuah kilauan yang terpantulkan oleh sinar lampu.

 

Ia membungkuk sebentar,mengutip benda bersinar tersebut. Sebuah kalung.

Dan bukan kalung biasa. Kalung itu berbandulkan sebuah cincin yang persis dengan miliknya. Kalung yang biasanya Jeonghyeon kenakan. Didalam cincin yang dijadikan bandul itu tertulis sebuah nama,’Kim Jaejoong’.

 

Yunho menggengam erat kalung itu. Sebuah angin segar baginya,berarti tadi Jeonghyeon tadi berada disana. ‘Tapi,kemana ia pergi sekarang??’ batin Yunho.

 

.

.

.

.

.

.

.

Seorang gadis kecil sedang duduk diatas kursi yang berada didekat meja kounter didapur yang cukup luas dan sangat bersih itu.

Kakinya yang tergantung diayunkannya kedepan dan kebelakang. Ia menopangkan tangannya didagu. Mata besarnya bergerak-gerak mengamati namja cantik yang kini tengah berkutat dengan pisau,bahan masakan dan alat masak.

 

Diamatinya namja cantik yang mengenakan apron hello kitty itu dengan saksama. Pipinya digembungkan kekiri dan kanan. Menunggu masakan siap.

 

Perutnya sudah lapar,sampai berbunyi,”KRUYUUKKKKK…” Jeonghyeon menatap perut kecilnya. Jaejoong yang masih asyik mengiris sayuran itu menoleh kearah Jeonghyeon ketika mendengar suara perut gadis kecil itu. Ia terkekeh,”Tunggu sebentar ya..” katanya,memberikan senyuman manis pada Jeonghyeon

 

 

Gadis kecil itu membalas senyuman Jaejoong,menampakkan gigi kecilnya.
Jaejoong mencicipi hasil masakannya. Ia tersenyum puas,’Walau aku sudah tidak lama masak. Hasil masakanku sama enaknya dengan dulu..’ pikir Jaejoong.

 

 

 

 

 

Ini adalah pertama kalinya ia memasak setelah 4 tahun terakhir tidak pernah menyentuh dapur untuk urusan masak-memasak. Di perancis,ia memiliki para pelayan yang selalu memanjakannya. Ia tinggal terima bersih saja.

 

Terakhir kali Jaejoong memasak,saat ia di Korea dulu. Itu pun ia memasak untuk namja yang kini sangat dibencinya,Jung Yunho.

Setelahnya,ia tidak pernah memasak untuk siapapun lagi. Bahkan untuk Jihye sekalipun. Dan gadis kecil yang sedang menunggu masakannya itulah yang mendapatkan posisi istimewa pertama.

 

Jaejoong menghidangkan hasil masakannya didepan meja kounter yang berfungsi sebagai meja makan juga. Mata Jeonghyeon berbinar menatap masakan Jaejoong. Namja cantik tersebut mengulum senyumnya melihat reaksi Jeonghyeon dan matanya yang kini tampak cerah.

 

“Mau makan sekarang???” tanya Jaejoong. Jeonghyeon mengangguk segera. Setelah menuangkan nasi kedalam mangkuk Jeonghyeon,Jaejoong berinisiatif untuk menyuapi gadis kecil itu. Ia ingin melakukannya.

 

Sebelum disuap,ditiupinya dulu makanan itu and kemudian disuapkannya. Jeonghyeon bertepuk tangan senang. Kepalanya bergoyang kiri dan kanan,”Enakkkkkkkk..”

 

Pujian Jeonghyeon membuat hati Jaejoong begitu senang. Rasa puasnya berlipat ganda melihat masakannya disukai yeoja kecil itu.

 

 

 

 

Tidak perlu memakan banyak waktu. Mangkuk nasi Jeonghyeon sudah kosong. Padahal biasanya,sangat sulit untuk menyuapinya makan. Terkadang,Key stress sendiri jika menyuapi Jeonghyeon yang sangat aktif itu.

 

Jaejoong melap sekitar mulut Jeonghyeon yang masih terdapat beberapa bulir nasi dan juga sisa makanan. Setelah bersih,ia menggendong Jeonghyeon turun dari kursi meja counter yang tinggi itu.

 

“HUP!” Jaejoong menurunkan Jeonghyeon. Membimbing gadis kecil itu menuju kamarnya.

 

“Sekarang Hyeona mandi ya..” tak sadar,Jaejoong memanggil gadis kecil itu dengan namanya. Setelah membuka gaun pink Jeonghyeon,ia memandikan gadis itu.

 

Jeonghyeon yang memang sangat suka mandi,memukul-mukul air didalam bath tube itu. Membuat Jaejoong jadi basah. Ia kesal,tapi tidak marah. Malah ikut tertawa dan membalas cipratan air ke tubuh Jeonghyeon.

 

“Unnie..ayo mandi sama Jeonghyeon..” pinta Jeonghyeon menggunakan puppy eyesnya.
Aigo..kapan dia mau berhenti memanggilku unnie? Tapi bagus juga kalau aku mandi dengannya,ia kan bisa menyadari kalau aku ini namja. Bukan Yeoja.

 

Jaejoong mengangguk dan mulai melucuti pakaiannya. Sampai tinggal boxernya. Ia ingin membuka penutup tubuhnya yang terakhir itu.

Merasa hal itu tidak pantas untuk dipertontonkan kepada Jeonghyeon. Ditutupnya mata yeoja kecil itu dan menyelusup masuk kedalam bak mandi yang sudah dipenuhi busa. ‘Kalau begini,ia tidak akan pernah tahu kalau aku ini bukan yeoja..’

 

 

 

Jeonghyeon meniup-niup busa sabun yang ada dibath tube itu. Sesekali diolesinya busa itu ke wajah Jaejoong dan terkikik. “Hmm..kau nakal ya..” Jaejoong menggelitiki pinggang yeoja kecil itu. Membuat Jeonghyeon terlonjak karena kegelian. Ia menggeliat,ingin menghindari gelitikan Jaejoong.

 

Mereka tertawa bersama dan menghabiskan waktu yang menyenangkan.

 

^__YUNJAE__^

 

Sekarang,Jaejoong dan Jeonghyeon sudah berbaring diranjang yang berukuran King size itu. Jaejoong memakaikan atasan baju piamanya untuk membungkus tubuh Jeonghyeon. Tidak ada baju anak-anak dirumah itu.

 

Jaejoong mengelusi rambut Jeonghyeon yang sudah mengantuk kembali didalam pelukannya. Kepalanya bersandar di lengan Jaejoong. Kepala Jeonghyeon di surukkan didadanya. Sesekali,Jaejoong menyenandungkan lagu tidur sambil menepuki punggung Jeonghyeon perlahan. Membuat mata yeoja kecil itu semakin berat dan tertidur dalam pelukannya.

 

 

 

Jaejoong merasakan perasaannya aneh. Ada suatu hal yang mulai berubah dalam dirinya. Ia merasa ada kebahagiaan tersendiri jika menyentuh  yeoja kecil itu. Ada perasaan rindu didalam relung hatinya. Sulit untuk diungkapkan.

 

Ia merasa bagaikan seorang ibu..

 

 

 

Tersentak,Jaejoong mengusir pikiran itu jauh-jauh dari benaknya. Dikutukinya apa yang baru saja terlintas dipikirannya

 

‘Lupakan itu! Dan jangan pernah berpikir seperti itu lagi…’ tegas Jaejoong dalam hati.

 

Ditatapnya gadis kecil yang kini tengah tertidur,mulutnya sedikit terbuka. Ia tersenyum,gadis ini mirip dengan seseorang dari masa lalunya. Ia mengerutkan dahinya,’Apa sih yang kupikirkan?’

 

Jaejoong ingin menjauhkan gadis kecil itu dari pelukannya. Tapi,badannya seakan menolak perintah otaknya. Malah,ia semakin mendekap gadis kecil itu erat.

 

Dihembuskannya nafas berat. Ia menguap,mulai mengantuk. Matanya akan terpejam. Sebelum benar-benar jatuh tertidur,Jaejoong mengecup puncak kepala yeoja kecil itu dengan sayang.

 

Dan mengumamkan..

 

‘Have a nice dream..My Little princess…’

 

-TBC-

 

Aigooo…
Eothheokhae yeorobeun???? Aishhh..
Mengecewakankah???
Di chap ini ga ada flashback sama sekali masa lalu YunJae.
Adapun cuma sekilas aja..
Nyahahahahahaha,lagi malas buat flashbacknya..
//plak//
Jadi chap ini khusus Jeonghyeon dan Jaejoong.
Ha~
Aku sedih sendiri pas ngetik,baca ulang sambil ngedit.
//jedokin jidat ke daun pintu//
Ehehehehehe..
komennya ditunggu ya^^
//tebar poppo//
See u un the next chap!
Adieu :*

 

38 thoughts on “FF YunJae Love In the Ice chap 5

  1. Eonn,,,keren…

    Sedih tp akhirnya Jae ktm ma Hyeon..

    Sementra Yunho pusing cariin Hyeon..xixixi

    Eonn dtunggu chap selanjutnya ^^

  2. kereeennn….
    akhirny jae bisa ‘sedlkt’ menyadari anakny… paling ngga dia udh ngha benci kekekeke…
    yah walopun yun stress berat kehilangan little princessny…
    keren2…

  3. Jaema lho sama aegaya sayang bgt.gimana tuh lo jaema tau hyeona adl anak yg dulu g mau di temui.sehancur apakah ht jaema sebagai ummay.ayo lanjut chap depan g ada yg namay dipassword kan?

  4. Mengecewakankah?? SANGAT TIDAK MENGECEWAKAN chinguuuu ^o^

    Asli deh ni ff yang paling paling paling aq tunggu tunggu kelanjutanya..

    kasian yun, cemas gr2 mikirin hyeona~ tapi tenang yunpa, anakmu bersama ibu tercintanyaaa ^^

    Jaema mulai tumbuh naluri keibu-annya secara alami,,mudah2an chap selanjutnya ada pertemuan yunjae dan hyeona ya author :p

    hhehehe

    Segera update ya author lanjutannya, as soon as possible..hhehehe,,bakal ditunggu terus lanjutannya kok!!! FIGHTING!!!

  5. sumpah keren bngt…. eonn..
    aigoo jd semakin penasaran sm lanjutan ny,,???
    kasihan bngt sm yunho yg stress nyari”in baby ny ..T_T
    next chap update ny jngn lama2 ya… >_<

  6. Sedih…kasian hyeona gak punya umma!

    Jaema…itu hyeona anakmu loh
    Semoga jaema gak benci lagi sam̶̲̅α̇ yunpa..karna ada’a hyeona di tengah” mereka

    Gak sabar nunggu lanjutannya..#pout#

  7. Hampir lupa sama ceritanya,harus baca ulang nih.hehehe
    jae sama yunho blom ketemu disini,aku akan selalu menunggu momen itu.

  8. ejiahhh ,, ngeri gue baca nyy,,,,, seru bgt soal nyye,,, hehehehehe

    pasti kaget berjuta kaget klo jae sm yun ketemu pas si jae lg nganter jeonghyeon… wkwkwkw seru
    daebakk thor *cipok author*

  9. ayoo donk yunpa cari ke apartemen jaema biar cepat bersatu dah cocok gitu jd kluarga kecil.bahagia

  10. naluri seorang ibu tidak bisa berbohong ne,…….
    tapi apa little princess bisa nrima kalo emaknya seoang namja??? (gapapa jae oppa kan cantik wkkkk)
    cepet ketemuin yunjae author-ssi,
    ditunggu kelanjutannya, fighting!!!

  11. huwaaa….. sedih g bisa baca chap sebelum.y karna diprotec T__T
    naluri umma sebagai seorang ibu muncul saat bersama hyeona, tapi np dia lum sadar juga kalo tu anak mirip bget ma dia?
    umma keren dah ngebentak jihye *hug umma
    chingu aq mta pw di fb kok lum dblz,
    permintaan.y masih kek dulu kn???
    dtgu lanjutan.y n yunjae semoga dipertemukan kembali.

  12. huwaaa….. sedih g bisa baca chap sebelum.y karna diprotec T__T
    naluri umma sebagai seorang ibu muncul saat bersama hyeona, tapi np dia lum sadar juga kalo tu anak mirip bget ma dia?
    umma keren dah ngebentak jihye *hug umma
    chingu aq mta pw di fb kok lum dblz,
    permintaan.y masih kek dulu kn???
    dtgu lanjutan.y n yunjae semoga dipertemukan kembali.

  13. huweeeee insting seorang ibu ,,,
    jadi terharu,
    kasihan yunppa mpe bngung nyariin anaknya,pdahal anakn ya udah sma emaknya
    aish apa ntar jaema bkalan bnci sma hyeona klo dy tau tu anaknya ???

  14. wuiiiihhh
    naluri seorg ibux muncul..
    aduu bnr” deh jaema Top bgt
    tp ksian yunpa tu kebingungan nyariin anakx..
    .
    .
    lanjutt thor

  15. Keren eonnie…
    bikin penasaran lanjutannya..
    kapan eonnie ngepost chap. 6 7 8 9 10….????
    aku udah nunggu lama lo eonnie….

    Cepat ya Eonnie….
    aku tunggu…

  16. GYAAAAAA!!berasa ane pengen banget ngebuat jihye panggang!!
    then…Jaemma kenapa dirimu berubah jadi pervertT_T??pasti karena si jihye itukaan?!
    Tp tak apa sebentar lg kau akan jd milik yunpa selamanya jaemma.
    =====
    Oenni apdet cpet ne,HWAITING!
    \(^o~)/

  17. Salam kenal, aku readers br disini, ga sengaja nemu nih blog krn FF ini aku langsung nyaman dan pengen baca, dan skrg aku jg jd pengen baca FF yg lainnya juga. Next to my comment ya hehe.

    Penasaran ma kelanjutan ceritanya, feeling jae tuh dah jelas feel seorang ibu kekeke

    Udah jae jangan menghindar terus, capek tuh kesian juga hyeona nya.

    Bgmana nasib yunho yg msh mencari hyeona, kasian appa *hug*

    Ditunggu next chapnya ya author ^___^

  18. ooohhh…so sweet…ampe terharu liat “naluri keibuan”nya jaema otomatis keluar buat “little princess”nya…ooohhhwww…sweet bgt..
    author….aq jatuh cinta akut sama ni epep…daebak..#acungin jempol bwt agnes#..plizzz updatenya jgn lama2, jeball..hmm..#puppy eyes sm yunjaeyoosuminjiji#

  19. Gak sengaja nemu ni ff pas lagi nyari ff yunjae….owaah jeoha….^^
    tp aku mesti ngubek part 1.a dulu nih…coz td pas nemu langsung dipart 5 sih…u,u

  20. Keren
    kwkwk

    aegya nya nappeun banget ya? Hahaaa

    o ya! Ending’y chap brapa?
    Hmmmm

    btw, aq minta lagi ne password chap 4
    aq pengen banget
    hahahaaa
    #yad0ng

    pleaase . . .

  21. Oeni mian ne numpang baca ff nya, saya anak baru yunjae, dan baru suka ff belakangan ini…
    Sebagai reader baru di sini saya langsung baca chapter ini, paadahal belum ngerti cerita awalnya🙂

    salam kenal oen, dania imnida🙂

  22. ksihan hyeona g tau kalo yg skrg dg dia itu adlh ibuny..
    Apa sbgtu kejamny Jae umma blum mau mengakui ankny sndri..
    Haduh chp sblumny di pw ya jdi g bsa bca pdhl qu reader setia ff ini tp kdang g pke nama ini kalo koment pkokny kalo ada shippony hehe

  23. ohh~ its soo~ sweet!! kebersamaan ibu dan anak yg hangat dan manis walaupun sama2 belum menyadarinya.🙂
    semoga perlahan-lahan jaema bisa luluh hatinya ne~

    btw ni ff lama g update yah?
    author sshi lekas di update yah.. ^^ bertambah satu ni ff fav’ku !!
    daebakk!!

  24. Agnes eonni author, ayo dong Joenghyoen, Papa Bear sama Mama Boojae ditemuin jadi satu. Huhuhu~

    Gak sabar banget, trus trus nasibnya YunJae gimana?? Si Mama Boojae bakalan mau nerima hyoenaa engga yah??

    Trus trus~
    Next dehhh

    Wkwkwk~

  25. aku udaj baca dari part pertama tapi skip di part 4 nya.
    keren .. sedih bgt masa.
    nyesek plus lucu juga. sedih saat bagian yunho dan lucu pas hyuna sama jaejoong ketemu
    ahh makin penasaran. cepet cpet di update yaaaaa ahb udah ga sabar gimana kelanjutannya ^^

  26. Mau minta password chapter 4 eonni
    ne ???
    after all this ff is the best ff I read
    #eonnieburuankasitauaqpasswordnyabuatBacaygchapter4
    #evilsmirk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s