[FF] Save It


Title : Save It
Author : N4ok0
Pairing : YunJae, a little bit Sibum and Yunwook
Disclaimer : all casts are belong to their self and God
Inspired : An Indonesian Song, Simpan Saja by Ecoutez
Warning : Un-betaed, Genderswitch
Summary :.Simpan saja perasaanmu dalam hatimu

 

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Menjadi kekasih seorang Jung Yunho tidak seindah khalayan orang lain. Memang pria itu memberikanmu perhatian yang luar biasa, romantis, membuatmu serasa kau adalah tuan putri dari negeri dongeng. Dilihat dari sisi mana pun, Jung Yunho adalah definisi seorang pria sempurna, dengan wajah yang tampan, karir yang bagus, dan berasal dari keluarga terpandang. Pria baik hati yang tidak akan pernah menyakiti orang lain. Berkarismatik dan bersahaja, membuatnya dapat melumerkan setiap hati yeoja dibelahan dunia manapun. Tidak terkecuali aku. Sahabatnya sejak SMA dan kekasihnya sejak kuliah sampai peristiwa itu terjadi.

Namaku Kim Jaejoong. Orang selalu bilang kami pasangan yang serasi karena dia tampan dan aku cantik. Dia seperti matahari yang selalu terang dan ceria, sedangkan aku seperti rembulan yang tenang, diam dan terkadang misterius (I highly doubt that for sure). Dan satu hal lagi, mereka juga bilang bahwa aku beruntung memiliki kekasih seperti Jung Yunho. Untuk hal terakhir itu aku tidak sepenuhnya setuju.

Aku akan dikatakan orang tidak tahu diri jika ada yang tahu tentang pendapatku ini, namun itulah yang kurasakan. Rasa sesak saat dia lebih mementingkan berlibur dengan teman-temannya daripada menghadiri acara pembukaan toko kueku. Rasa cemburu saat dia bercengkrama dengan teman wanitanya didepanku saat acara peluncuran produk baru perusahaannya. Rasa kecewa saat dia selalu membatalkan acara kami berdua karena meeting mendadak, acara ramah tamah dengan teman dan koleganya, dan alasan lainnya yang menurut Yunho sangatlah penting untuk dihadiri daripada bersamaku.

Aku bukan orang yang haus akan perhatian. Namun aku juga tetap ingin diperhatikan selayaknya seorang kekasih. Aku tidak menginginkan hadiah-hadiah yang dikirimkan Yunho jika dia membatalkan janji denganku. Aku tak butuh diajak ketempat-tempat mewah untuk menggantikan ketidakhadirannya diacara pentingku, karena pada ujungnya tempat-tempat itu adalah tempat diselenggarakan acara penting perusahaannya atau acara pesta teman-temannya.

Yang aku butuhkan hanya Jung Yunho tanpa adanya iringan materi, kepopuleran dan segudang kesibukan seorang eksekutif muda. Aku sudah cukup lama berhubungan dengan Yunho. Tujuh tahun bukan waktu yang singkat dalam menjalin hubungan. Selama tujuh tahun aku mencoba bersabar dengan semua keinginan seorang Jung Yunho. Selama tujuh tahun aku mencoba menjadi seorang yang pengertian terhadap kesibukan kekasihnya. Dan selama tujuh tahun aku mencoba tidak menggubris rasa cemburuku saat melihat Yunho berbicara, bermesraan, bahkan terkadang berciuman dengan teman wanitanya.

Namun, tampaknya tujuh tahun tidak memiliki atri apa-apa untuk seorang Jung Yunho, karena tujuh tahun telah membuat Jung Yunho tidak dapat membedakan berita bohong atau berita serius. Membuat seorang Kim Jaejoong tidak bisa menahan lagi ketika kekasihnya yang selama tujuh tahun, hanya tertawa dan menganggap lelucon berita kehamilanku yang menginjak waktu 2 bulan.

 

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Rumah Sakit 5 bulan kemudian – Jaejoong P.O.V

“Jaejoong-shi, kandungan anda sangat sehat. Walaupun begitu, mohon anda dapat menjaga kesehatan dan kandungan anda. Tinggal beberapa bulan lagi. Berhati-hatilah.” Saran dokter muda bernama Choi Siwon itu. Siwon merupakan suami dari sahabat dekatku Kim Kibum sejak aku SMA. Kibum pun mengenal Yunho karena kami satu sekolah. Kepada Kibumlah aku bisa tenang menceritakan dengan jujur siapa ayah dari bayi ini. Kibum juga yang mengenalkanku kepada Siwon dan merekomendasikan Siwon untuk menjadi dokterku karena kebetulan suaminya itu adalah dokter kandungan. Siwon juga merupakan kakak tiri dari salah satu pegawai di toko kue milikku, Cho Kyuhyun atau sekarang lebih tepatnya Choi Kyuhyun.

Ayah Siwon menikahi ibu Kyuhyun setahun yang lalu. Keduanya merupakan janda dan duda yang ditinggal pergi oleh pasangannya karena keduanya telah meninggal. Kyuhyun sudah berkerja denganku semenjak aku membuka toko kueku itu. Maka dari itu, Kyuhyun juga termasuk orang yang kuberitahu tentang siapa ayah bayi ini. Sisanya hanya tahu jika aku hamil diluar nikah. Oleh karena kedekatan Siwon dan rekomendasi dari Kibum, aku memilih Siwon untuk merawatku beserta calon anakku. Aku juga sangat lega karena suami Kibum ini tidak pernah menanyakan siapa ayah dari bayi yang kukandung ini serta aku merasa dia merupakan orang yang baik dan dapat diandalkan.

Siwon terus memberikan saran bagaimana aku harus menjada kandunganku ini. Setelah mendengar semua diagnosa dan saran-saranya tadi, aku pun mengangguk mengerti kemudian bangun dari tempat dudukku dan membungkuk sedikit seraya meninggalkan ruangan dokter muda itu. Namun sebelum aku beranjak lebih lanjut, Siwon memanggilku lagi.

“Oh iya Jaejoong-shi. Istriku mengundang anda untuk makan malam bersama hari ini. Apa kau bisa?” Tanyanya sopan. Aku hanya mengangguk sebagai jawabanku dan segera meninggalkan ruangannya.

Aku pergi ke apotik sebentar untuk menebus obat dan vitaminku dan nantinya aku berniat untuk mampir sebentar ke supermarket untuk membeli kebutuhanku sehari-hari beserta kebutuhan untuk menunjang kehamilanku, sebelum aku pergi kerumah Kibum untuk memenuhi undangan makan malamnya. Saat aku sedang menunggu obatku, aku melihat pemandangan yang membuat hatiku sakit dan iri. Di depanku ada sepasang suami istri, terlihat dari cincin dijari manis mereka, sedang keluar dari sebuah ruangan dokter kandungan selain Siwon tentunya. Keduanya tampak bahagia, apalagi sang pria. Dia tampak mengelus lembut perut istrinya yang sudah membesar. Sekuat tenaga aku mencoba menahan airmataku yang siap keluar kapan saja.

“Kim Jaejoong-shi!” suara panggilan suster itu membuyarkan lamunanku. Aku segera beranjak untuk mengambil obat itu dan bergegas keluar dari rumah sakit. Namun belum sempat aku berjalan jauh, ada suara seorang gadis yang memanggilku.

“Jaejoong-shi?! Kau benar Jaejoong-shi kan?! Kim Jaejoong-shi.” sahut gadis itu sambil menghampiriku lalu bediri tepat didepanku. Aku mengenalinya sebagai salah satu teman wanita Yunho. Berarti jika dia ada disini, kemungkinan Yunho juga ada disini. Argh! Kenapa aku harus bertemu dengan gadis ini sih? Aku sedang tidak ingin bertemu dengan Yunho.

“Jae eonnie. Kok tidak pernah terlihat di toko lagi sih? Aku suka dijamu oleh eonnie loh. Apa eonnie jarang menyapa pelanggan karena sekarang eonnie sedang hamil? Wah berapa bulan eonnie?” tanya gadis ini antusias. Aku masih mencoba mengingat-ingat siapa sebenarnya dia diantara semua teman wanita Yunho yang aku tahu.

“7 bulan.” Jawabku singkat. Dia terlihat sangat senang dengan kehamilanku. Aku jadi tersenyum melihat tingkahnya yang seperti anak-anak itu.

“Boleh aku sentuh perutmu?” tanyanya takut-takut. Aku mengangguk pelan. Melihat aku setuju, gadis ini dengan perlahan mengelus perut buncitku. Dia terlihat senang sekali. Karena terlalu larut dengan kegiatan mengelus perutku, aku dan gadis itu sampai tidak sadar jika ada pria yang sudah berdiri dibelakangku.

“Wookie-ah. Sedang apa kau disitu? Ayo pergi, aku buru-buru, ada acara peragaan busana musim ini. Aku harus menghadirinya.” Ucapnya kepada gadis didepanku ini. Aku berdoa dalam hati semoga saja suara ini bukan suara Yunho. Hanya suara orang yang mirip dengannya. Namun sepertinya Tuhan berkata lain, karena aku mendengar dengan jelas gadis ini memanggilnya dengan apa.

“Sebentar Yunho oppa. Aku sedang menyapa Jaejoong eonnie.” Ah! Gadis ini, kenapa menyebutkan namaku. Aku sudah senang saat Yunho seperti di buru-buru oleh sesuatu tadi.

“Jaejoong?” Tanya Yunho seakan tidak percaya akan bertemu denganku lagi.

“Iya oppa. Jaejoong eonnie. Kim Jaejoong. Sudah lama aku tidak melihatnya. Sebentar ya oppa.” Sahut gadis ini, yang aku baru sadar bahwa dia adalah Kim Ryeowook. Pacar baru Yunho setelah aku putus dengannya 5 bulan lalu. Mereka bertemu seminggu setelah aku memutuskan hubunganku dengan Yunho. Kim Ryeowook bukan gadis seperti kebanyakan teman wanita Yunho. Dia baik, ramah, dan ceria. Hanya saja dia terlalu polos. Namun dia pelanggan terbaikku. Memang selama 5 bulan ini, aku jarang menemui pelanggan di tokoku. Itu karena aku malas menanggapi pertanyaan mereka seputar kehamilanku.

Mungkin aku terdengar acuh tak acuh dengan keadaanku ini, hamil tanpa suami. Tapi aku memang merasa hatiku sudah beku. Aku baru merasakan bahwa hatiku sakit saat aku melihat sepasang suami istri yang saling menyayangi tadi. Kembali ke keadaanku sekarang, aku masih was-was jika Yunho tiba-tiba mengucapkan hal yang tidak-tidak didrpan gadis ini. Aku tidak mau ada salah paham antara Ryeowook dengan aku maupun dengan Yunho. Sepertinya mereka berdua mempunyai hubungan yang lebih baik daripada waktu Yunho bersamaku. Baguslah. Semoga mereka bisa langgeng.

“Eonni, sebenarnya aku masih ingin berbincang-bincang denganmu. Aku kan penggemar berat kue buatanmu. Nanti aku akan sering mampir ke toko eonnie, boleh ya.” Rajuknya, membuat aku tersentak dari lamunanku. Aku hanya memberikan senyum bisnis terbaikku dan mengangguk.

“Nanti aku akan berikan diskon.”

“Wah senangnya! Terima kasih eonnie.” Sahutnya riang sambil memelukku singkat lalu beranjak kearah Yunho. Aku pun tidak mau berlama-lama di satu tempat dengan Yunho. Aku segera menuju parkiran mobil dan mencari mobilku. Tidak lama aku melihat sedan hitam terparkir rapi disamping sebuah sedan putih. Aku segera menghampiri mobilku seraya mengeluarkan kunci mobil dari tasku. Namun, begitu aku sampai di samping mobilku, ada tangan yang mencekal lenganku dengan kuat hingga aku meringis menahan sakit. Si pemilik tangan sadar bahwa pegangannya terlalu kuat. Dia segera melonggarkan pegangannya namun tidak melepaskan lenganku.

“Boo.”

“Namaku bukan Boo, Jung Yunho-shi.” Ujarku sinis karena aku tahu siapa orang yang berani mencekal lenganku seperti ini. Aku menatap tajam Yunho yang masih saja memegangi tanganku, padahal aku sudah berusaha dan meronta minta dilepaskan.

“Kenapa kau menyembunyikan kalau kau hamil Boo?”

“Sudah kubilang, namaku bukan Boo. Kau ini tuli ya?!”

“Baiklah Jaejoong. Lantas kenapa kau sembunyikan kehamilanmu dariku?!”

“Sembunyikan?! Apa kau menabrak dinding hingga lupa ingatan hah?!! Aku sudah bilang padamu sehari sebelum kita putus 5 bulan yang lalu! Lalu apa reaksimu? Kau menertawakan aku Yun!! Kau bilang aku bergurau denganmu. Kau bilang aku tidak serius. Kau bahkan bilang kalaupun aku hamil, bayi itu pasti bukan milikmu. Secara tidak langsung kau menyebutku pelacur Jung Yunho!” teriakku tidak peduli dengan keadaan sekitar. Aku juga tidak bisa membendung airmataku lagi saat dengan polosnya Yunho menanyakan ketidaktahuannya tentang kehamilanku. Aku menepis tangannya ketika Yunho lengah karena mendengar ucapanku. Aku dengan kasar menghapus airmata dari pipiku. Aku tidak mau dia melihatku lebih hancur dari ini.

“Kau tidak usah khawatir Jung Yunho yang terhormat. Aku akan menyimpan rapat kenyataan bahwa kau appa bayi ini. Toh kau tidak akan mengakuinya juga.” Tukasku benar-benar marah padanya. Tapi aku lebih marah pada diriku sendiri. Aku begitu bodoh sampai masih begitu mencintainya. Dulu, sekarang maupun nanti.

“Jae. Dengarkan aku dulu. Aku tidak ber…”

“Kau tidak apa?! Tidak bermaksud berbicara seperti itu padaku?! Tidak bermaksud menyakiti hatiku?! Well, sorry to say Jung Yunho-shi. It’s already too late. You just successfully tore my heart apart.” Aku memotong ucapannya dengan nada sinis. Tak tahan lagi menghadapi Yunho, aku bergegas membuka pintu mobilku. Namun Yunho masih saja mencoba menahanku. Kali ini dia melingkarkan kedua tangannya pada pundakku. Aku bisa merasakan nafasnya di leher belakangku.

“Kumohon Jae. Dengarkan aku dulu.”

“Lepas Yunho.”

“Tidak, sebelum kau mau mendengarku.”

“Mendengar apalagi?! Aku lelah mendengar alasanmu Yun. Dulu aku selalu mengerti dan memaafkanmu jika kau meminta maaf karena kau tidak bisa bersamaku disaat-saat penting bagiku. Tapi kau selalu saja mengulang hal yang sama berkali-kali. Kau selalu membuatku kecewa.” Ujarku pelan karena aku sudah tidak punya tenaga lagi untuk menghadapi Yunho. Dengan perlahan aku melepaskan kedua tangannya dari tubuhku. Yunho tidak memaksa kali ini. Lalu aku membuka pintu mobilku kemudian naik ke kursi pengemudi. Aku nyalakan mesin mobilku dan memasang sabuk pengaman. Aku sudah siap untuk pergi namun sebelum itu, aku turunkan kaca jendela mobilku. Dengan perasaan tak menentu, aku mencoba tersenyum kepada Yunho.

“Jika kau ingin meminta maaf, aku terima maafmu. Aku tidak mungkin akan membencimu Yunho, karena sampai sekarangpun aku masih mencintaimu. Namun jika kau ingin memperbaiki hubungan kita, aku rasa aku tidak bisa sekarang ini. Aku terlalu kecewa denganmu Yun.” Yunho diam saja sambil berdiri disamping mobilku sambil menatapku dengan pandangan matanya yang sedih. Aku memalingkan wajahku agar tidak melihat mata itu. Aku harus kuat jika aku ingin lepas dari Yunho.

“Kalau kau masih memiliki rasa cinta padaku, lebih baik kau simpan saja untuk dirimu sendiri atau untuk wanita lain yang lebih baik dari aku Yun.” Ucapku sedikit lembut padanya. Bagaimana pun juga Yunho pernah mengisi hari-hariku dengan indah. Hh.. Aku menhela nafas sejenak kemudian mengeluarkan sebuah foto hasil usg dari tasku lalu aku berikan kepadanya. Dia agak heran dengan foto yang aku berikan itu.

“Itu adalah foto anakku. Walau kau tidak mengakuinya, kau tetap appa dari bayi ini. Itu hadiah terakhir untukmu. Simpan kalau kau mau.” Ucapku sambil memasukan perseneling untuk memundurkan mobilku. Namun sebelum aku siap menuju jalan raya, aku menatap Yunho kembali.

“Oh iya Yun. Jenis kelaminnya laki-laki.” Setelah aku mengucapkan hal tersebut, aku memacu mobilku keluar dari parkiran rumah sakit menuju ke jalan raya. Aku masih bisa melihat dari kaca mobilku, bahwa Yunho masih tetap berdiri ditempat awalnya tadi sambil melihat kepergianku.

“Maafkan umma nak. Umma bukannya ingin memisahkanmu dari appamu sendiri. Namun umma butuh waktu untuk menyembuhkan luka umma. Umma hanya butuh waktu.” Gumamku sendiri sambil sesekali mengusap airmataku yang terus turun.

 

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Namaku Kim Jaejoong, umma dari anak yang akan aku lahirkan dalam waktu dekat ini. Jika orang bilang aku bodoh karena tidak mau menuntut pertanggung jawaban dari appa bayi ini, mereka ada benarnya. Aku memang bodoh. Namun aku akan semakin bodoh jika aku terus jatuh ke lubang yang sama. Lubang dimana kekasih yang sangat aku cintai dan sangat berarti dalam hidupku, tidak mau melihatku lebih dari sebuah boneka pajangan. Sebuah pelengkap untuk image sempurnanya, walau aku tahu dilubuk hatinya yang terdalam dia juga mencintaiku. Tetapi, jika kekasihku tidak berani untuk keluar dari lingkaran yang dibuat oleh sekelilingnya, agar bisa bersama denganku, lebih baik dia simpan sendiri perasaannya. Aku lebih baik sendiri menghadapi ini semua. Karena menjadi (mantan) kekasih seorang Jung Yunho tidaklah mudah.

END??

 

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Note : Sebenarnya bingung mau bilang apa. I think cat got my tongue. Well, anyway, FF ini tercipta, while I’m listening to an Indonesian song, Simpan Saja by Ecoutez. Ceritanya sih tidak terlalu pas sama lagunya gara-gara otak sama jari memberontak sehingga lahir FF ini.

Semoga bisa diterima dengan baik.

dan… NANTIKAN SEQUEL nya.. ^^

Sankyu and Peace all

^^ n4oK0 ^^

20 thoughts on “[FF] Save It

  1. Sekuel nya di tunggu.buat yunpa nangis darah dah ninggalin jae umma dan tidak mengakui anak mereka buat di nyesel telah buat jahat and kejam ma umma.jae umma semangat jaga baby ya

  2. Hiks Hiks Hiks……

    Dtunggu Squelnya…

    Sedih,,,, Byk Typo tp ga masalah lah msh bisa dmengerti… hehehehe

  3. Di bikin squelnya dong chingu.
    kasiaan sama jae,jadi single parent.
    aku yakin jae sama yunho akan selalu bersama.

  4. appa jahat..
    tuh dede bayi akan balas perbuatan appa yg tega ma eoma..
    tenang eoma ada kami anak eoma..
    thor…kok appa jahat amat ma eoma..
    appa gk mo ngakuin dede bayi..
    eoma kenapa jadi yg diinjak2 lagi sih..
    kan kasihan eoma
    huuuuuwwwwaaaa😥
    ditunggu sekuelna thor..
    jangan lama2 ya..
    pengen liat appa gimana sikapna ma eoma..

  5. Appa kejaaam jahat banget sih T.T

    Umma ýanƍ sabar ne…tar juga appa nyesel ųϑªђ ninggalin umma
    Umma~ semangat…!!!

    Ditunggu sequelnya…..!!!

  6. huwaaaaa jadi nangis ini teganya teganya kau yunpa T^T

    d tunggu sequelnya thor, hwaiting !

  7. huweee yunho oppa….pabboya……
    jaejoongie umma, bersabarlah #poppo umma
    yunwook? kim Ryeowook…..wookie……
    Yak!!! Wookie….sini sama Miku aja….
    author-ssi, ditunggu kelanjutannya

  8. ish yunho knp gak pcya jae hamil anak’y?? wookie bkn pcr yunho kan?
    ayo jae wat yunho mndrita dlu ru balikan gi. hehe

  9. Sekuel ny sangat d tggu ! Mau tau lanjuttannya.. Sngat” penasaran dgn end nya !? Umma yg sbar yah.. Appa jgn buat Umma sakit hati dong.. Kasihan Umma lgi Hamil.. It kan juga anak mu Appa.!

  10. sedih bgt… tpi aq suka ff yg bgni…
    knp jga appa malh ga prcya ma umma, klw umm ntu hamil… malh d tertawakan n d hina… ckckckck

    appa juga yg slh sichhh

  11. ih wow! Hebat sekali kau jung yunho!!! Ckckckckxk
    Jae emak sabar ya, si yunho pabo itu pasti dpt blsn nya!!

  12. Yunppa jaad bangedddd…pan kasihan umma ama nae dongsaeng…hiks..hiks..hiks…ntar mata yunppa tak sulap jadi gag sipit lagi eoh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s