3 IN 1/ YUNJAE/ CHAP 4


3 IN 1

chapter 4

created by Amee

 (nb: Ada kesalahan di chap 3, seharusnya kisah mahabaratha bukan baratayudha)

.

.

.

Aku tidak pernah tahu jika pertemuanku dengan Siwon akan menjadi awal yang mengerikan.

Choi Siwon. Kami berteman sejak masuk junior high school.  Pertama kali melihatnya yang aku pikirkan adalah membencinya. Betapa tidak, dia tampan dan tubuhnya bagus, aku selalu berpikir dia akan merebut popularitasku, tapi ternyata tidak. Gadis-gadis tetap lebih menyukaiku daripada menyukainya. Tentu, karena aku seorang Kim Jaejoong, maksudku Jung Jaejoong.

Siwon terlalu religius dan kutu buku, dia terlalu sering bersembunyi di perpustakaan, dan tidak pernah melewatkan minggu paginya untuk ke gereja. Bahkan suatu hari ketika Jessica dengan rok mininya—20 cm di atas lutus, aku berani bertaruh jika ia berjongkok maka celana dalamnya akan terlihat—mendekati Siwon, dia malah memalingkan muka dan berkata bahwa Jessica  akan masuk angin. Aku yang sedang berada di samping Siwon hanya tertawa keras, sementara wajah Jessica sudah merah padah.

Saat ini aku sedang duduk berhadapan dengan Siwon, kami menyesap kopi dari gelas masing-masing. Aku tau setiap ada gadis yang masuk ke dalam kafe, hal pertama yang mereka lakukan adalah melirik pada meja yang kami tempati. Jangan salahkan ketampanan kami yang terlalu berlebih.  Aku dan Siwon tampak seperti sepasang sahabat dengan gaya cool yang siap menggoda gadis-gadis. Ingat satu hal? Aku ini bukan seorang gay. Pengecualian karena aku menikahi Yunho, itu bukan gay, tapi aku tak tahu istilahnya. Lupakan.

“Jadi bagaimana?” tanyaku.

Siwon melirik ke arahku. “Apanya yang bagaimana?”

“Hidupku,” jawabku. “Apa hubungannya dengan istri Arjuna? Astaga mengatakan ‘istri’ bulu kudukku meremang.”

“Kau memang seorang istri. Menikahlah dengan perempuan kalau kau ingin jadi seorang suami.” Katanya dengan wajah acuh. Dia membuatku gila.

“Jangan katakan itu!” pekikku. Mengingat aku adalah seorang istri membuatku seram. Aku tidak masalah dengan sentuhan Yunho, aku menyukainya, sangat lembut, tapi sentuhan-sentuhan yang lainnya? Astaga. Ini gila. “Kau bisa diam Choi. Jika kau yang menikah denganku akan kupastikan kau berstatus sebagai istri!”

“Itu tidak mungkin Jae. Jika kita bercermin bersamaan, akan langsung terlihat siapa yang harus menjadi istri. Aku ini terlalu macho.”

“Jadi maksudmu aku ini?” aku hendak menjitaknya. Astaga, pria menjitak pria lainnya di tempat umum, seperti pasangan gay saja. Aku mengurungkan niatku dan langsung menggeleng-gelengkan kepala. “Hentikan pembicaraan bodoh ini. Jadi jelaskan padaku dimana letak persamaanku dengan kisah yang kau ceritakan tadi!”

“Dalam kisah Mahabaratha. Arjuna memiliki seorang istri bernama Drupadi, dan karena Dewi Kunti, Ibu Arjuna, mengatakan bahwa pandawa harus membagi rata semua yang mereka miliki atau mereka peroleh, maka Drupadi tidak hanya menjadi istri Arjuna tapi juga istri keempat saudaranya.”

“Jadi begitu, aku mengerti.” Aku menganggukan kepala. “Astaga!” selang beberapa detik aku memekik keras sambil memukul meja dengan keras, hampir semua pengunjung meoleh, dan aku segera membungkuk meminta maaf. “Jika yang kau katakan adalah benar, maka aku bukan hanya menjadi istri Yunho, tapi juga istri Yoochun dan Changmin?”

“Begitulah,” jawab Siwon.

Saat itu rasanya aku ingin bunuh diri saja saking gilanya.

xxx

 

Aku kembali ke rumah tepat pukul lima sore. Saat membuka pintu, aku pikir tak ada siapapun di sana. Ketika aku hendak duduk di sofa, seseorang menutup mulutku dari belakang, aku mencoba berontak, hanya saja setiap berada di rumah ini sepertinya kekuatanku melemah. Oke, itu berlebihan. Aku membalikan tubuhku dan melihat Yoochun menatapku dengan kilat kemarahan.

“Bagaimana kencanmu hari ini? Menyenangkan?” tanyanya. Ia membalikan tubuhku sehingga aku bisa melihat dadanya yang naik turun.

“Aku tidak kencan dengan siapapun,”

“Jangan-mencoba-menipuku!” Yochun menekankan kata-katanya. “Aku melihatmu di kafe siang tadi.”

“Ah, aku memang bertemu dengan Siwon tadi siang, tapi kami tidak berkencan, kami bahkan sama-sama lelaki.”

“Kau-Yunho Hyung-aku-dan Changmin juga laki-laki!”

“Tapi kami bukan pasangan gay, dan demi Tuhan Siwon tak mungkin menyukaiku, dia normal, terlalu normal!” Aku berusaha menyingkirkan tangan Yoochun dari pundak dan pinggangku yang justru mencengkramku semakin kuat.

“Begitukah? Ini yang disebut normal?” Yoochun menjilati bibirku, dan ketika aku mulai membuka mulut ia justru pindah untuk menghisap leherku bertubi-tubi hingga rasanya ingin jatuh saja, aku memekik tertahan. “Jangan katakan bahwa kau normal, jika diperlakukan seperti itu oleh seorang ‘pria’ kau menikmatinya! Dan ingat satu hal Jae, aku tidak suka sesuatu yang menjadi milikku dekat dengan orang lain. Berkencanlah dengan seribu wanita di dunia ini, tapi jangan seorang pria!” katanya lantas pergi.

Aku mencoba mengartikannya. Jadi aku boleh berkencan dengan wanita begitu? Aku menghela nafas lega dan tersenyum, namun sedetik kemudian senyum itu hilang ketika ingat bahwa Changmin juga berkata bahwa aku tak boleh berdekatan dengan wanita. Sial!

Dari tiga orang yang ada di rumah ini. Yunho yang membuatku jatuh cinta dan nyaman, Yoochun yang membuatku paling ketakutan, dan Changmin yang membuatku penasaran. Maafkan aku untuk semua pihak yang pernah aku sakiti dan akan kusakati. Aku tahu, aku sudah mulai gila sekarang.

xxx

 

Aku mendapati Yunho tengah duduk memandang langit di halaman. Kedua tangannya ditaruh di atas lutut. Yunho tidak menoleh sedikitpun bahkan ketika aku telah berada di sampingnya. Aku menatapnya cukup lama kemudian berkata, “Anginnya dingin, kau akan masuk angin nanti. Lebih baik masuk!”

Yunho tidak menoleh. “Aa.. Sepertinya angin sudah mulai dingin,” katanya.

“Sepertinya?” aku menghela nafas.

“Mau menghangatkanku?” Yunho menoleh ke arahku, sebelum aku sepat menjawab dia sudah mulai memelukku.

“Tung… tunggu Yun,”

“Selama ini kukira semuanya akan baik-baik saja, tapi ternyata tidak. Sial!” teriaknya.

Aku tidak mengerti ke mana arah pembicaraan Yunho, tapi sesuatu di dalam dadaku sakit melihatnya, merasakan pelukannya yang erat seperti ketakukan. Aku tidak tahu sejak kapan, ketika aku sadar aku telah menangis dan balas memeluknya dengan erat. Menenggelamkan kepalaku di pundaknya.

Aku tidak tahu berapa lama kami berpelukan seperti itu, namun angin malam yang berhembus seolah mengintrupsi kami. Yunho berjalan memasuki rumah lebih dulu dan aku mengikutinya dari belakang.

“Aku selalu berpikir bahwa akan dengan mudah berbagi segala hal karena aku terbiasa melakukannya sejak kecil, tapi ternyata aku salah. Mencintai tidak sama dengan menyukai, dan berbagi hal yang kau cintai jauh lebih sulit daripada berbagi hal yang kau sukai. Mendadak saja aku merasa takut kehilanganmu.Aku takut aku tidak menjadi orang yang spesial.”

“Sudah, itu tidak apa-apa kan?” kataku, dan itu membuat Yunho langsung berbalik menatapku. “Tidak perlu lagi memikirkannya. Karena sudah ada kita…kita hidup sebagai keluarga, pasangan suami istri. Memang tadinya aku keberatan, keluarga kita ini lain dari keluarga normal lainnya, tapi jika terbiasa rasanya baik-baik saja,”

“Iya, ya.” Yunho tersenyum dan itu terasa menyakitkan.

“Aku merasa takut jika Yoochun sedang mengklaimku, begitu juga dengan Changmin, aku merasa dia berubah-rubah dan membuatku penasaran. Tapi kau berbeda. Hanya Jung Yunho seorang yang membuatku jatuh cinta, dan selalu membuat jantungku berdebar tidak keruan.” Aku mengatakannya dengan nafas yang hampir terputus dan aku bisa merasakan wajahku memanas.

Yunho hanya memandangku selama beberapa waktu tanpa mengatakan apapun,lantas ia mendekat dan menyentuk bibiku dengan punggung telunjuknya. “Bibirmu mulai membiru. Kau sudah kedinginan, semuanya karna aku, maaf ya,” katanya.

Dan ditemani terpaan angin malam, kami berpegangan lantas berciuman dengan lembut.

Aku sangat mencintaimu, Jung Yunho.

Aku percaya…

Perasaan ini takkan berubah.

Aku yakin, aku akan selalu mencintaimu, sekarang dan untuk selamanya.

            

12 thoughts on “3 IN 1/ YUNJAE/ CHAP 4

  1. Bener kata siwon jae~ gak ada kamusnya jaema ýanƍ jadi cowok/seme nasibmu ýª selalu jadi cewek/uke😀

    Ternyata ýanƍ ngliat jaema lagi sam̶̲̅α̇ siwon tuh uchun?? Serem amat sih chun perlakuan kamu ke jaema…ckckck!
    Yunpa~ kapan jaema cm jadi milikmu seorang?????

    Author ~ mau protes nih..kurang panjaaaang #plak di tampol author, msh mending gw update…#piiisss😀

  2. kalau aku jadi Jaejoong sumpah enak banget ‘Menikah dengan Yunho sama dengan menikah dengan Yoochun dan Changmin juga’ haha enak sih, haha

  3. Menyedihkan bnget nasib jaema. Moga2 yunpa sgera menyadarinya. Chap ini bgs meski sedikit. Tbc-kan,aq slalu waiting!

  4. kyaa akhirny nyadar juga tuh yunpa klo cnt ngga bs dibagi2
    yaa udh bilangin tuh ma uchun dan changmin klo jaema cm bwt yunpa seorang maksa.com

  5. ne cinta jae mmg utk yun seorang,,
    Yun klo keberatan berbagi jae ngomong dunk ma dongsaengnya

  6. haha.. ini end apa belum un??? tapi dari part 1-4 NC-annya gak pernah ke shoot ya.. padahal kan mupen un..

  7. eeeehhhh ternyata yang ngeliat umma itu chun~ ahh appa kapan kau akan mengklaim jaema itu milikmu sendiri dan tidak bisa dibagi? huhhh😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s