Yunjae :: Love Spell Chap. 2


LOVE SPELL

Author: Me a.k.a Jaehan KimYunjae – @yunjaehan

Pairing: Yunjae

Length: 2/?

Rating: T

Genre: Romance / Fluff / Humor / Drama

Cast:  

Kim Jaejoong

Jung Yunho

others

 

DISCLAIMER:

I don’t own Yunjae. They own each other but I hope I can own them. ©Hakusensha, Inc., Tokyo, by. Matsuri Hino

WARNING!!!

This is YAOI fanfic means boy x boy story, so if you can’t take it just leaves already. I don’t wanna hear bad comments.I don’t care with your comments

 

a/n:

Jaehan adopsi cerita dari manga lama dengan judul sama, namun akan ada beberapa bagian yang akan Jaehan sesuaikan. Kalau ada yang ngerasa kenapa alurnya cepet, itu karena Jaehan sesuaikan dengan manga-nya

Gomen Jaehan malah muncul dengan ff baru, tapi Jaehan bakal namatin ini dulu baru lanjut yang lain^^

 

Chapter 2

First Day of School

Happy Reading^^

 

Yunho telah mengambil keputusan yang tepat untuk menjemput kembali Jaejoong pulang sesuai keinginan dirinya sendiri, walaupun kutukan itu belum hilang sama sekali, namun semua pasti ada jalan, hanya tinggal menanti saat waktunya tiba. Pagi ini Yunho kembali mengajar Jaejoong segala hal yang diperlukannya untuk tinggal di Korea baik dari sisi bahasa, budaya dan kebiasaan masyarakat setempat ataupun kehidupan para remaja.

 

“Benar semua. Segala persiapan yang dibutuhkan untuk masuk sekolah menengah telah kau kuasai, dengan begini kau siap masuk sekolah, Jaejoong” ucap Yunho senang dengan semua usaha yang dilakukannya sambil menepuk-nepuk buku-buku catatan Jaejoong yang berada diatas meja

“Berkat aku yang selalu siap sebagai guru khusus mu, kau pasti akan berhasil” lanjutnya melihat kembali buku catatan Jaejoong dan membaca-baca isinya

“Terima kasih Yunnie…” sahut Jaejoong dalam bahasa Korea yang fasih dan tersenyum melihat pria tampan itu

“Sekarang bahasa Korea-mu juga sangat baik, tidak sia-sia aku cuti kuliah untuk mengajarimu” balas Yunho berbalik menatap Jaejoong dan ia kembali melihat dua mata besar itu

“Ah…” ucap keduanya yakin dengan apa yang akan terjadi selanjutnya

“Tuan Putri…” Yunho menaiki meja yang menghalangi mereka dan segera menyentuh lengan Jaejoong, menatapnnya tajam

“Hamba malah membanggakan diri… Tuan Putri dapat menguasai semua bahan dalam waktu singkat adalah karena kepandaian Tuan Putri! Hamba pantas mati! Hamba tidak tahu diri! Hamba tidak tahu malu!” rancau Yunho tanpa henti sambil menggenggam kedua lengan Jaejoong dan menatap Jaejoong dengan tetesan bening disudut matanya

“Aish… Yunnie tenanglah! Kau terlalu berkobar-kobar” gugup Jaejoong melihat tingkah Yunho

“Tidak. hamba sudah keterlaluan!” Yunho tetap bersikeras

“Tenanglah!” pinta Jaejoong sedikit keras

“Hamba sedang meninjau kebodohan diri sendiri, hamba berjanji akan seumur hidup melayani Tuan Putri untuk menebus dosa” rancau Yunho menggeleng-gelengkan kepalanya menyalahkan diri sendiri dengan bulir deras air mata yang mulai membasahi kedua pipinya

“Diam kau, Yunho!” teriak Yang Hyun memukul kepala Yunho untuk menenangkan putranya itu, dan Jaejoong membesarkan kedua matanya melihat hubungan ayah dan anak itu

“Kita sebagai keturunan Jung harus melayani keluarga Kim, tetap harus memiliki kepribadian yang agung dan mulia” tegasnya pada Yunho

“Kau harus bisa mengontrol dirimu dari mantra ini dan hentikan sikap orang rendahanmu itu. Memalukan!” tambahnya

“Aku juga tidak berdaya, Appa! Mantra ini selalu muncul setiap kali bertatapan langsung dengan Jaejoong!” kesal Yunho mendengar ucapan Ayahnya

“Bukankah Appa sama saja” gumamnya agar tidak terdengar Ayahnya itu

 

Berbeda dengan Ayahnya yang sejak kecil memang sudah terbiasa dengan sikap pelayan yang menjadi takdir keluarga Jung, sehingga beliau dapat dengan mudah menjalani tugasnya dan menyadari kedudukannya. Sedangkan Yunho, tiga tahun sejak Jaejoong lahir mereka semua pergi ke tempat yang jauh, dan 12 tahun kemudian Yunho baru bertemu kembali dengan keluarga Kim, ia sama sekali tidak pernah bertemu dengan keluarga Kim, sehingga Yunho tidak terbiasa dengan mantera ini dan terus saja muncul setiap Yunho tidak sengaja bertemu pandang dengan Jaejoong.

 

Jaejoong melakukan segala cara yang dapat dilakukannya untuk menghilangkan mantera kutukan yang diterima oleh Yunho dan Ayahnya, ia merasa dirinyalah yang menjadi penyebab semua kutukan itu. Sebelumnya Jaejoong telah meminta bantuan Ibu angkatnya untuk membuatkan ramuan obat yang mungkin akan berguna.

 

“Fui… Apa itu?” Tanya Yunho saat Jaejoong mengatakan padanya sebuah minuman dalam botol berbentuk aneh

“Ramuan untuk menghilangkan kutukan, Ibu angkat yang mengirimkannya” jawab Jaejoong menunjukkan botol berisi ramuan hijau itu itu pada Yunho

“Coba diminum” pinta Jaejoong menyodorkan ramuan itu dan Yunho langsung menolaknya karena baunya yang sangat menyengat

“Rasanya seperti obat biasa kan?” bingungnya melihat Yunho terkapar sambil menutup hidunya dan  melihat isi botol itu

 

Ramuan itu sama sekali tidak memiliki pengaruh apapun bagi Yunho, apalagi bagi Ayahnya, sama seklai tidak berguna. Sepertinya kutukan yang diterima keluarga Jung sangat kuat dan sulit untuk dihilangkan.

.

.

 

Disisi lain, setelah merasa cukup dengan semua pelajaran yang Yunho berikan, akhirnya Jaejoong mengikuti ujian masuk sekolah menengah dan lulus dengan mudah. Berkat itu semua, sejak hari ini Jaejoong akan kembali memasuki kehidupan sekolah yang sudah lama ditinggalkannya dan kembali belajar. Yunho mengantar Jaejoong menuju sekolah dengan kereta api cepat yang biasa digunakan kebanyakan masyarakat.

 

“Tuan muda, harusnya kita naik mobil saja” keluh Yunho

“Tidak apa-apa, mobil terlalu mewah” balas Jaejoong

 

Hari ini adalah hari pertama sekolah setelah libur musim semi yang panjang, dan tentu saja semua orang kembali pada aktivitas harian yang melelahkan. Kereta api cepat ini sangat padat, bahkan Yunho dan Jaejoong tidak mendapatkan tempat duduk sama sekali dan mereka terpaksa harus berdiri diantara sekian banyak manusia didalamnya

 

Yunho tidak pernah melepaskannya perhatiannya dari Jaejoong, ia selalu berjaga dibelakang atau disisi tubuh Jaejoong, diantara banyak orang seperti ini bukan tidak mungkin akan ada orang iseng yang mengambil kesempatan. Dan benar saja, saat pandangan Yunho beralih saat melihat seseorang yang dengan sengaja mencoba menyentuh bagian belakang tubuh Jaejoong, matanya menyipit

 

“Kubunuh kau!” teriak Yunho geram melihat pria bodoh yang mencoba menyentuh Tuan mudanya itu, ia mencoba memukul pria mesum yang sudah menghilang dibalik kerumunan manusia itu, dengan terpaksa Jaejoong menariknya paksa keluar saat kereta telah berhenti di stasiun

“Maaf, kau jadi harus berjalan kaki” ucap Yunho menyesal saat keduanya berjalan keluar dari stasiun

“Tidak terlalu jauh, kok, hanya tinggal tiga kilo meter lagi” balas Jaejoong mencoba menenangkan Yunho

“Kalau Ayah tahu aku telah membiarakan Tuan muda berjalan kaki, pasti akan marah besar” gumamnya

“Yunnie, lebih baik kita berpisah saja” pinta Jaejoong yang tidak mendengar ucapan Yunho, berbalik menatap Yunho yang ada dibelakangnya

“Tidak boleh! Kalau begitu caranya, percuma saja aku membantumu dalam persiapan masuk sekolah menengah” jawab Yunho menolak tegas

“Dengarkan aku, sekolah-sekolah di Korea itu menakutkan. Ujian masuk yang menyeramkan bagai neraka, guru-guru yang galak, kakak kelas yang menakutkan. Mana bisa aku membiarkanmu sendiri?!” tambah Yunho untuk meyakinkan Jaejoong

“Tapi kamu kan masuk kuliah dan aku akan masuk sekolah, bukankah memang harus berpisah?” sahut Jaejoong

“Oh, iya” balas Yunho malu

“Yunnie tenang saja, aku akan belajar dengan giat, kau tidak perlu khawatir” senyun Jaejoong mencoba meyakinkan Yunho

“Kau kan sudah lama tidak masuk kuliah demi aku, mulai sekarang kau bisa belajar dengan tenang lagi” tambahnya

“Baiklah… Kau juga membutuhkan teman yang seusia denganmu” psrah Yunho akhirnya

“Ayo, Yunnie” ajak Jaejoong berjalan memasuki gerbang depan

“Baik Tuan Putri” jawab Yunho berjalan dibelakang Jaejoong

“Pergi sekolah bersama seperti ini, kita seperti kakak adik yang akrab yah”

“Ternyata dia hanya menganggapku kakak”

 

Saat Yunho menjemput Jaejoong yang kembali ke Jepang waktu itu dengan keegoisannya dan tanpa memikirkan keinginan Jaejoong, itulah yang dipikirkannya. Namun, Jaejoong hanya diam dan mengikuti Yunho yang membawanya kembali ke Korea, Jaejoong sama sekali tidak mengatakan alasannya untuk tetap berasa di Korea bersamanya

 

“Kyaa… Yunho!” teriak seorang wanita dan langsung berlari memeluk Yunho

“Sudah lama tidak bertemu. Hari pertama kuliah kau tidak masuk, aku khawatir sekali. Aku bertanya pada dosen pembimbingmu dan dia bilang kau cuti kuliah. Kau pasti berpikir jika aku merindukanmu kenapa tidak mencarimu bukan? Maaf, aku sedang les menyetir” rancau wanita itu dalam dekapan Yunho

“Rella!” kaget Yunho

“Eh?” bingung wanita itu melihat pria muda yang datang bersama sahabatnya itu

“Pagi” sapanya dan tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Jaejoong

“Selamat pagi” balas Jaejoong sambil membungkukkan badannya

“Sopan sekali. Apakah kau kekasih Yunho?” tanyanya langsung pada Jaejoong

“Kekasih? Tidak sopan sekali, Tuan Putri ini adalah Permaisuriku” jawab Yunho dan mengecup hangat lengan Jaejoong

“Benarkan?” lanjutnya memeluk Jaejoong manja

“Yunho! Ada apa denganmu?” Rella menatap tidak percaya melihat tingkah sahabatnya itu

“Yunnie! Mana boleh begitu? Permaisuri adalah pemimpin sebuah negara, di sejarah Jepang saja hanya ada beberapa Permaisuri. Mana mungkin aku jadi Permaisuri” marah Jaejoong dan memukul-mukul pundak Yunho manja

“Maaf, hamba salah bicara. Tapi aku tetap boleh memanggilmu Tuan Putri, kan?”

“Yunho… kau?” Rella terdiam melihat tingkah dua bocah itu

“Jaejoong… Sapu tangan sudah dibawa belum? Buku catatan sudah dimasukan? Penghapus? Dompet? Ponsel?” Tanya Yunho terus-menerus

“Aku bukan anak kecil, Yunnie, kau tidak perlu kuatir”

“Tapi aku…”

“Yunnie, di kelas berlajarlah dengan baik” pinta Jaejoong

“Mhmm…” gumam Yunho tanpa jawaban pasti

 

Jaejoong selalu berharap Yunho dapat menjalani harinya bebas seperti biasa saat ia belum muncul dalam kehidupannya, Yunho sangat tahu jika Jaejoong selalu merasa bersalah dan sangat mengkhawatirkan dirinya. Karena itulah, tanpa sadar Yunho dapat dengan senang hati menjadikan dirinya sebagai hamba bagi Jaejoong, namun tidak bisa untuk selalu berada disisinya

 

Tidak mendengarkan keinginan Jaejoong. Yunho justru menguntit Jaejoong dikelasnya, bagaimanapun juga ia tidak akan bisa tidak mengkhawatirkan Jaejoong, pemuda itu belum lama tinggal di Korea, banyak hal bisa terjadi. Ia telah memasang alat penyadap khusus di salah satu bagian tubuh Jaejoong dan apapun yang terjadi pada Jaejoong, Yunho dapat mengetahuinya dengan mudah

 

“Murid-murid sekalian, kita mendapatakan teman baru tahun ini” ujar seorang guru wanita pada siswa dikelasnya

“Namanya Kim Jaejoong, dia lama tinggal di Jepang dan sekarang kembali lagi ke Korea” tambah guru tersebut

“Mohon bimbingannya” lanjut Jaejoong sambil membungkukkan tubuhnya hormat

 

Seluruh siswa benar-benar antusias dengan kehadiran Jaejoong bersama mereka, tentu dengan berbagai macam alasan yang berbeda, diantaranya ada yang merasa kagum karena Jaejoong pernah tinggal di Jepang, tidak banyak siswa baru pindahan dari Jepang bukan. Tak jarang juga yang mengagumi kecantikan dirinya, juga mata besar milik Jaejoong yang jarang dimiliki oleh orang-orang disekitar mereka. Tepat saat jam istirahat, mereka semua mengerumuni Jaejoong yang tak berdaya dengan semua perhatian itu

 

“Jaejoong, apakah kau sudah punya kekasih di Jepang?” Tanya seorang pemuda yang cukup tampan pada Jaejoong dan menyudutkannya ke dinding kelas

“Kekasih?” bingung Jaejoong

“Iya, ada tidak?” Tanya pria itu lagi sedikit memaksa

“Ada atau tidak sama saja, hari ini kita jalan-jalan yah, hanya kita berdua” ajaknya tetap dengan nada memaksa

“Tuan muda!” sebuah teriakan nyaring yang tidak asing bagi Jaejoong menginterupsi percakapan keduanya

“Apa yang dia lakukan terhadapmu?” Tanya Yunho berlari mendekati Jaejoong dan mengangkatnya dalam dekapannya menjauhi pria pemaksa itu

“Yunnie?!” kaget Jaejoong

“Hei kau” marah Yunho memberi tatapan tajam pada pria itu

“Apa?” jawab pria tidak peduli

“Kalau kau berani menyentuhnya, kau akan lihat akibatnya” ucap Yunho menarik kerah pemuda itu, tanpa memperhatikan sekelilingnya yang muali berbisik-bisik tentang kehadiran orang asing di sekolah mereka

“Yunnie, ada daun di kepalamu” ucap Jaejoong mengambil daun kering diatas kepala Yunho

“Dari mana kau tadi? Tidak ke kampus, ya?” tanyanya tertunduk sedih

“Aku hanya lewat saja kok” jawab Yunho salah tingkah dan perlahan melarikan diri

“Jaejoong-shii, siapa itu tadi?” Tanya para siswa mengerubungi Jaejoong kembali saat Yunho sudah benar-benar pergi dari sekolah mereka dengan penuh antusias

“Kenalanmu yah? Atau kekasih?” Tanya mereka serempak

“Maaf, aku mau bertanya” balas Jaejoong ragu dengan suara pelan

“Kekasih itu sejenis makanan ya?” tanyanya polos

“Kamu sungguh tidak mengerti?” Tanya seorang siswa tidak percaya mewakili tatapan bertanya teman lainnya

“Eumm… Eumm…” angguk Jaejoong manja berulang-ulang

“Baiklah, akan kami jelaskan” ucap siswa yang lain

“Kekasih itu… pacar, calon suami” jawab yang lain asal

 

Semua bergantian menjelaskan apa itu kekasih kepada Jaejoong, mulai dari orang terdekat setelah orang tua, seseorang yang paling disayangi, seseorang yang dapat diajak berbagi, sebagai sandaran, tempat berlindung dan mencari perhatian. Seseorang yang sangat berarti bagi orang lain dan bisa melakukan apapun untuk orang itu

 

Jaejoong terdiam mendengar jawaban teman-temannya itu, selama ini, selama ia tinggal bersama Ibu angkatnya di sebuah kecil di Jepang, sejak Jaejoong muali mengerti apa itu dunia, teman dan segala hal, Jaejoong sama sekali tidak pernah mendengar ada nama lain bagi hubungan antar sesama manusia selain saudara; orang tua dan anak atau adik kakak. Ternyata ada nama lain dari ubungan antar manusia, yaitu kekasih

.

.

 

Disisi lain, disudut sekolah yang dipenuhi dengan pohonan rimbun dan semak. Yunho bengjongkok sambil tetap mengawasi Jaejoong, ia tidak pernah kembali ke kelasnya, sejak tadi berdiam menanti Jaejoong pulang

 

“Gawat, kalau dia tahu aku masih cuti sekolah mungkin dia akan menangis” sesal Yunho sambil mendengarkan percakapan Jaejoong dengan alat penyadap ditangannya

“Kekasih…” Yunho mendengar jelas ucapan Jaejoong dengan temannya itu

“Kekasih? Mereka sedang memebicarakan kekasih? Apa ada yang mengganggunya lagi?!” Yunho segera membuat kesimpulan dan berlari kembali dengan sangat cepat ingin menyelamatkan Jaejoong, ia berpikiran pasti ada yang mengganggu pria cantik itu lagi

“Jaejoong!” teriak Yunho yang langsung melompat melalui jendela tepat didalam toilet wanita, saat ini adalah jam pelajaran olah raga dan para siswa wanita sedang berganti pakaian di toilet wanita, dan Jaejoong yang berada di toilet pria mendengar keributan itu lalu berlari keluar

“Yunnie!” kaget Jaejoong melihat Yunho yang berlari mencoba keluar toilet wanita itu

“Kyaaa…!!” teriak semua siswa wanita yang berada didalam toilet

 

Tidak diragukan lagi, semua hal yang dapat dijangkau segera mereka lemparkan pada Yunho. Walaupun Yunho tampan, tetap saja saat ini dipandangan siswa-siswa wanita itu dia adalah seorang maniak yang suka mengintip. Yunho berlari sekuat tenaga meninggalkan tempat itu, kembali menuju taman belakang sekolah tempat persembunyiannya tadi. Yunho mendudukan dirinya diatas rumput taman, terengah dan lelah, napasnya bersusul beririrngan

 

“Lelahnya… Tadi itu bahaya sekali, hampir saja aku mati” ucapnya disela tarikan napas panjangnya

“Yunnie…” panggil Jaejoong berjalan mendekati Yunho di taman itu, Jaejoong mengikuti Yunho saat itu lari keluar menghindari semua lemparan

“Kau tidak perlu terlalu kuatir, kau sangat penting bagiku. Aku tidak ingin kau terluka” pinta Jaejoong sambil mengusap perlahan helaian rambut hitam Yunho

“Aku juga tidak ingin kau terluka, Jaejoong juga sangat penting bagiku” senyum Yunho mengangkat wajahnya keatas menatap Jaejoong yang berdiri sedikit dibelakang tubuhnya

 

Yunho menikmati sentuhan lembut Jaejoong padanya, sejak Ibunya pergi, Yunho sudah lama tidak merasakan sentuhan lembut seperti itu, semuanya terasa sangat nyaman dan menyenangkan. Menatap wajah Jaejoong yang tak pernah lepas tersenyum dan merasakan usapan lembut lengan Jaejoong dirambutnya, mengingatkan Yunho akan satu hal

 

“Tuan muda, teman-temanmu bilang kita…” ucapan Yunho terhenti saat melihat Jaejoong tertunduk

“Seperti sepasang kekasih…” jawab Jaejoong tertunduk

“Apa itu benar?” tanyanya menatap Yunho yang menatap wajahnya ragu untuk meminta kepastian

“Tidak apa-apa kan jika mereka menganggap seperti itu?” balas Yunho juga dengan pertanyaan dan tersenyum pada Jaejoong

“Yunnie…” Jaejoong terdiam mendengar jawaban Yunho, kemudian menggelengkan kepalanya kasar

“Sudah jelas kita bukan kekasih. Kau adalah anggota keluarga yang penting bagiku, Paman Jung Ayahmu, juga Ibu angkatku di Jepang, adalah tiga anggota keluargaku yang tersisa” jelas Jaejoong

“Jaejoong-ah, walaupun aku hanya seorang hamba, semoga kau bisa merasakannya” pinta Yunho menyentuh kedua lengan atas Jaejoong

“Setiap kali aku memelukmu, didalam hatiku tumbuh perasaan yang sangat hangat…” lanjutnya dan memeluk Jaejoong erat

 

Jaejoong dapat perasaan hangat yang sama seperti apa yang dikatakan Yunho, saat Yunho mendekapnya, ia meraskan detakan yang berbeda dihatinya setiap kali Yunho menyentuh dirinya, dan detakan itu muncul kembali saat Yunho memeluknya saat ini. Namun, Jaejoong tidak mengerti apa itu? Detakkan ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Jaejoong melepaskan dekapan Yunho dengan kasar dan membuang wajahnya untuk tidak menatap Yunho, buliran air mata itu menetes disudut matanya. Yunho tercekat melihat buliran bening itu

 

“Akhirnya ketemu juga kau, Yunho” geram wanita yang memeluk Yunho sebelumnya, akhirnya berhasil menemukan si biang onar itu

“Rella, aku sedang sibuk” seru Yunho beralasan

“Malam ini kita akan merayakan kembalinya kau ke kampus, tapi kau malah bolos kuliah lagi dan ternyata kau masih dalam masa cuti” ucapnya menarik napas berat

“Aku sangat khawatir, kau tiba-tiba berubah total, Yunho, dulu kau tidak seperti ini” tuduhnya

“Maafkan aku! Semua salahku!” sahut Jaejoong tiba-tiba dengan suara keras lalu berlari meninggalkan keduanya dan kembali menangis keras

“Tuan Putri, tunggu aku! Kenapa kau menangis?” teriak Yunho mengejar Jaejoong meninggalkan Rella, juga sambil menangis keras

“Hei! Dia sudah gila” pasrah Rella melihat keanehan dua orang dihadapannya

 

Yunho mengejar Jaejoong hingga kembali ke kediaman keluarga Kim dengan berlari, wajahnya pucat karena kelelahan, namun ia tetap meneruskan langkahnya menuju kamar Jaejoong. Pasti Jaejoong sudah ada disana saat ini. Dan yang didapatinya justru Jaejoong yang berada didalam kamarnya memeluk boneka beruang besar miliknya manja, juga Ayahnya yang barada didepan pintu kamar Jaejoong yang tersegel

 

“Tidak boleh! Tidak boleh! Kumohon jangan sepert ini, Yunnie, tolong jangan mendekatiku” tangis Jaejoong saat melihat Yunho mendekati kamarnya, membenamkan wajahnya didada boneka beruang besar itu

“Tuan… Muda” bingung Yunho melihat tingkah Jaejoong dengan napas terengah

“Tuan muda bilang hubungan kalian sudah tidak wajar” jelas Yang Hyun pada Yunho

“Jadi… ‘Sebelum mantera berhasil dihapuskan jangan dekati aku!’ Itu katanya” tambah sang Ayah pada putra tunggalnya dengan menirukan suara Jaejoong

“Kenapa?!” Tanya Yunho mengacak-ngacak rambut hitamnya kesal

 

 

To be continued

Serius Minna-san, bikin ff adaptasi dari manga tuh susah banget, mesti nyamain karakter sama cara penulisan… ribet .::T_T::.

Pasti pada tahu kan siapa Rella? Nanti bakal ada penjelasannya kenapa namanya jadi Rella^^

 

*bows

Sankyuu…

Buat yang sudah mampir dan baca ff ini

Silahkan tunjukan diri kamu, karena Jaehan cuman mau tahu berapa orang yang sudah baca ff ini

Sampai ketemu di fanfic selanjutnya

Ja Na^^

poster cr. weibo.com/yoonjaeran

Yunjae :: Love Spell

Yunjae :: Love Spell

8 thoughts on “Yunjae :: Love Spell Chap. 2

  1. Yunpa ampe segitunya jagain tuan putrinya a.k.a jaema…hahaha
    Pake acara masuk kamar mandi cewek lagi…ckckck!!!😀
    Tuh mantra kuat banget yaa? Pdhl jaema ųϑªђ minta ramuan sam̶̲̅α̇ emak angkatnya τρ tetep gak ilang2 juga…mungkin ilang kalau YunJae kissu an x…✘¡✘¡✘¡✘¡

  2. Emmm…. Yunpa ckckckck…. Jaema beneran nich tak tahu namanya kekasih… Itu makanan enak hehehehehe…. Yunpa gokil hahahaha udh ada rasa tuch. Yunjaeeeeeeeee

  3. gyaaaa…ha ha…si yunpa posesif parah…over protective bgt…tp ga pa2..umma emang musti digituin..takut ntar di culik org..
    aigoo..jaema polos nian…tidak tau apa itu kekasih?? sejenis makanan???bhwaa…ha. ..ha…#ngakak guling2 bareng jiji#

  4. hahahaha *gulingguling*
    ceritanya lebay lucu terus unyu gitu
    mikirin ekspresi lebay nya Yunho terus tiba2 kepikiran muka polosnya Yunho jae pas jaman hug
    ceritanya bikin penasaran😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s