Babo Gateun – Part 7


Author  : I.Anisa.Shipper

Genre: angst+geje+ancur+typo(s)

Rating: membingungkan

Cast: Jung Yunho,Kim Jaejoong,Kim Junsu,Park Yoochun,Shim Changmin,Henry of Suju M*pinjem bentar* Kim Young Woon/Kangin,Park Jungso/Leeteuk,Choi Siwon,Kim Heechul,Jung JiHoon/Rain,Song He Kyo,OTC (yang tidak kesebut jangan protes)

 A/N: cerita ini benar-benar pemlampiasan dari otak sarap saya*dicekek masal

 

Mian readers,,

Author mau sedikit menjerit disini..*apadeh*

 

Jeongmal mianhae untuk readers yang minta NC di ff ini..

Author ga bisa menuhin*author terlalu polos*

#plak

Ff ini lebih ngutamain konflik antar yang lain,tapi kalo readers ga suka boleh koq tulis aja di komentar..nanti author bakal stop aja ini ff.

 

Sejujur Ini ff pertama yang author bikin..

Jadi author belum tahu apa-apa soal bikin adegan begituan!😥 *author stress sendiri*

 

Oleh karena itu, buat readers yang udah nyempetin baca ff ini,author beneran ngucapin makasih banyak..

 

Niat diawal author pengen bikin ff ini sebagai ff harian yang di posting tiap hari,tapi akhir-akhir ini author sedang dikejar departemen imigrasi taiwan*maklum pengen mudik ke indonesia*

Jadi author ga bakal bisa update tiap hari lagi.

 

Cen te wo tui pu ci ni men..

Jeongmal mianhae..

 

Xie-xie ni..

Gomawo..

 

★Part 7

 

Jaejoong tampak melamun ditempatnya berdiri.

Tangannya meraih sebungkus ramen di atas meja pantry dapur tempatnya berada saat ini.

Pandangannya menerawang mengingat kejadian malam kemarin di rumahnya.

Malam itu Yoochun menunggunya pulang..

Dan malam itu Jaejoong mengobrol semalam dengan Yoochun..

Berdua.

Hanya berdua di rumahnya*author dicekek Yunpa*

 

Saat itu Junsu segera pamit pulang begitu melihat Jaejoong datang.

Dia beralasan besok harus masuk pagi-pagi di kafe tempatnya bekerja.

Sementara Kangin Appanya yang bekerja sebagai Security harus bertugas malam dan sudah pergi meninggalkan pamit pada Yoochun.

 

‘Nyaman’

 

Begitulah yang dirasakan Jaejoong ketika berdekatan dengan Yoochun*Yunpa ngasah golok*

(author kurang ajar)

 

Dirinya yang selama ini tertutup pada orang lain,bisa bercerita begitu akrabnya dengan Yoochun yang baru beberapa hari di kenalnya.

 

Selama ini selain dengan Kangin Appanya Dia hanya dekat dengan Junsu.

Itu sebabnya Jaejoong heran kepada dirinya sendiri.

Mengapa begitu mudah akrab dengan orang yang baru di lihatnya?

Apakah karena selama ini Mereka sering chatting di internet?

 

Benarkah begitu?

 

Bukankah selama ini yang sering berbalas pesan dengan Yoochun adalah Junsu?

Dia yang awalnya masa bodo begitu malas membalas pesan-pesan dari Yoochun.

Memang Akun jejaring sosial yang selama ini di gunakan untuk berhubungan dengan Yoochun adalah miliknya dan Junsu.

Akun bersama.

Itu lah yang Jaejoong dan Junsu ucapkan pada saat membuat akun jejaring sosial itu.

Dan mereka memakai pic binatang kesukaan mereka sebagai profilnya.

Jaejoong yang menggilai gajah dan Junsu yang menggemari lumba-lumba.

Tujuan awal mereka yang semula iseng,tapi siapa sangka bahwa mereka mendapatkan teman curhat di jejaring sosial itu.

Dan parahnya teman curhatnya itu menyangka bahwa pemilik akun dengan pic gajah dan lumba-lumba itu adalah seseorang.. Bukan dua orang.

 

“Haruskah Aku mengatakannya pada Yoochun?”

 

Jaejoong bergumam lirih pada dirinya sendiri.

 

“Pantas saja kemarin Kau ingin membunuhku dengan kopi asinmu itu. Kerjamu sambil melamun begitu!”

 

Jaejoong terlonjak kaget mendengar suara itu.

 

 

~Yunho POV~

 

Aku tidak menyangka Dia benar-benar seorang namja.

Saat mendengar percakapan Nyonya Lee tadi pagi Aku sungguh kaget bahwa Nonna yang sempat aku goda kemarin adalah seorang namja.

 

‘Sepertinya Aku harus memeriksakan mataku ke Dokter spesialis mata.. Wae? Karena ini adalah pertama kalinya Aku salah mengenali gender seseorang’

 

~End Yunho POV~

 

 

‘Direktur sakit jiwa itu’

Jaejoong mengutuk dalam hati begitu melihat siapa yang mengagetkannya.

 

“Ada apa Mr. Jung? Apa ruang kerjamu tidak nyaman sampai-sampai Kau memasuki dapur kantor?”

Jaejoong bertanya dengan nada ketus pada Yunho.

Jujur Dia masih jengkel pada namja yang sudah seenak dengkulnya mengatainya Noona.

 

“Ya! Kau! Bicaralah yang sopan pada atasanmu… Kau lupa Aku adalah Direktur di tempatmu bekerja eoh?”

Kata Yunho menyombongkan diri.

 

Jaejoong memutar bola matanya.

 

“Baiklah.. Ada apa Mr. Jung Yunho Direktur utama yang terhormat di tempatku bekerja?”

Jaejoong berkata dengan nada yang di buat-buat.

 

“Dasar namja garam!”

Yunho berucap sinis.

‘What? Apa katanya tadi? Namja garam? What the heck?! Setelah kemarin memanggilnya Noona cantik sekarang mengatainya dengan namja garam? Orang ini cari mati’

Jaejoong menahan emosi.

 

“Hyung Aku lapaaaaar!!”

 

Terdengar rengekan manja seseorang.

 

Jaejoong mengamati seseorang yang berdiri di belakang Yunho.

 

Seorang namja berperawakan tinggi setinggi tiang listrik#plak

 

Seorang namja berperawakan tinggi yang memakai stelan kantor berwarna hitam.

Warna senada dengan stelan yang di kenakan Yunho.

 

Rupa-rupanya saking sibuk dengan perasaan jengkel pada Mr. Jung Yunho-nya Dia sampai tidak memperhatikan seseorang yang sejak tadi berdiri di belakang Yunho.

 

“Aish.. Changmin-ah tingkahmu seolah-olah Kau seperti orang yang belum makan setahun”

 

Yunho berkata pada namja di belakangnya yang ternyata bernama Changmin.

 

“Kau tahu Hyung?”

Namja bernama Changmin itu beralih posisi yang semula berada di belakang Yunho sekarang berada di sebelahnya.

 

“Aku tidak tahu!”

Jawab Yunho cepat.

 

“Ya! Aku belum selesai bicara!”

Changmin mendelik pada Yunho.

 

“Kalau begitu selesaikan bicaramu!”

Yunho balas mendelik pada Changmin.

 

“Aish.. Kau kenapa sih Hyung? Sensitif sekali!”

Changmin melangkah mendekati Jaejoong dan meninggalkan Yunho di belakangnya.

 

“Annyeonghaseyo.. Shim Changmin imnida..”

Changmin memperkenalkan diri sambil membungkuk pada Jaejoong.

 

“Eh? Oh? Annyeonghaseyo Kim Jaejoong imnida..”

 

Jaejoong yang semula tidak menyangka dengan apa yang di telah dì lakukan Changmin hanya bisa terbengong.

 

“Emmm… Aku lapar.. Bisakah Kau memasakan sesutu untukku?”

Changmin bertanya pada jaejoong dengan muka memelasnya.

 

“Eh? Tapi disini hanya ada ramen Changmin-sshi”

Jaejoong memandang sebungkus ramen ditangannya.

 

“Tidak apa-apa… Aku tidak pernah membeda-bedakan makanan tenang saja..”

Changmin tersenyum.

 

 

“Kenapa Kau tidak pergi ke restoran saja Changmin-ah?”

Yunho berjalan mendekati Changmin.

 

“Tidak bisa Hyung, Aku akan mati kelaparan sebelum sampai restoran..belum lagi harus menunggu pesananan… Aaahh, tidak!”

 

“Dasar monster! Kau ini datang ke kantorku mau menemuiku atau menumpang makan?”

Yunho memutar bola matanya.

 

“Hehehe.. Dua-duanya juga boleh kok Hyung?”

Changmin terkekeh.

 

“Jaejoong-sshi.. Jebal… Aku lapar!”

Ditatapnya Jaejoong dengan pupy eyesnya.

 

“Baiklah Kau duduk saja di situ.. Aku akan segera membuatkannya untukmu”

Jaejoong menunjuk deretan kursi di sebelah meja makan.

 

“Ne.. Gomawo Jaejoong-sshi.. Dua mangkuk ya!”

Ucap Changmin seraya berlalu menuju deretan kursi yang di tunjuk Jaejoong tadi.

 

“Mwo? Dia juga?”

Jaejoong melirik Yunho.

 

“Aku tidak sudi. Aku tidak mau mati muda karena keracunan makananmu”

Ucap Yunho sarkastis.

 

“Untukku semua Jaejoong-shi..”

Changmin heran sendiri kenapa dua orang dihadapannya ini seperti minyak dengan air?

 

“Sebaiknya Kau perhatikan Dia memasak Changmin-ah… Atau Kau bisa mati karena rasa masakannya”

Setelah berkata seperti itu Yunho berlalu meninggalkan dua orang yang menatapnya.

Jaejoong dengan tatapan amarah di mata bulatnya.

Dan Changmin dengan tatapan bingungnya.

 

 

~Junsu POV~

 

 

 

Aku berjalan pelan di trotoar.

Rasanya kakiku malas melangkah menuju pulang.

 

Aku menengadahkan kepalaku ke atas.

Menatap langit jingga kemerahan yang menghiasi kota Seoul saat ini.

Senja.

Saat semua orang telah selesai dengan aktifitasnya.

Saat semua orang pulang ke rumah dari tempat kerjanya.

 

Hahaha.

Aku tertawa miris dalam hati.

 

Kerja ya?

 

Hari ini Aku mendapat teguran dari pemilik kafe tempatku bekerja karena telah melakukan banyak kesalahan.

Seperti salah mengantar pesanan ke meja tamu,

Menjatuhkan piring di dapur,

Menabrak salah satu pelanggan dan menumpakhan orange juice di bajunya,

Dan semua hal yang tidak mau aku sebutkan lagi*author males ngetik*#plak

 

 

Aku tidak tahu kenapa hari ini Aku sangat tidak bersemangat.

 

‘Hhhh…’

 

Aku hanya bisa menghela nafas panjang sepanjang panjangnya.

 

 

Kulangkahkan kakiku menuju penyebrangan yang sekarang terlihat sepi.

 

 

Tin..Tin..Tin..

 

 

Ckiiittt. (?)

 

 

~Yunho POV~

 

‘Oh My God.. Aku menabrak orang??!!’

 

Kubuka pintu mobil dengan kasar saat Aku melihat seseorang terjatuh di depan mobilku.

 

Aku berlari menghampiri sosok itu.

 

“Kau tidak apa-apa?”

Tanyaku pada orang yang hampir Aku tabrak tadi.

Ya hampir.

Karena beruntung Aku cepat-cepat menginjak pedal rem mobilku.

 

“Gwenchana.. Mian Aku tidak hati-hati”

Jawab orang itu.

 

“Ani.. Aku yang seharusnya minta maaf karena hampir menabrakmu.. Kakimu tidak apa-apa?”

 

Aku menatap kaki orang itu.

 

“Mungkin hanya terkilir sedikit. Tidak apa-apa kok!”

 

Orang itu menatapku.

 

‘Tunggu! Sepertinya Aku pernah melihat wajah ini’

 

Tin..Tin..Tin..

 

Aku mendengar bunyi klakson di belakang mobilku.

 

“Ah… Bagaimana kalau Kau ku antar pulang?”

 

Tanpa menunggu jawaban darinya Aku bergegas membantunya berdiri dan menuntunya memasuki audi hitamku.

 

###

 

 

Yunho menggenggam sekaleng soda di tangan kanannya.

 

“Untukmu..!”

Ucapnya seraya menjulurkan genggaman soda itu kepada namja yang duduk di kursi sebuah taman.

Taman kota.

 

“Gomawo..”

Balas sang namja dengan senyum manis di bibirnya.

 

“Kau benar-benar tidak mengenaliku ya?”

Yunho bertanya pada namja itu.

 

“Eh? Apakah Kita pernah bertemu sebelumnya?”

Namja itu memiringkan kepalanya imut.

 

“Kita impas”

Yunho berkata tanpa mempedulikan ekspresi bingung namja itu.

 

“Dulu Kau pernah menabrakku di bandara.. Dan sekarang Aku yang hampir menabrakmu dengan mobilku”

Yunho menatap wajah namja itu.

 

“Kau ingat?”

Lanjutnya.

 

Namja dihadapannya nampak berpikir sejenak.

 

“Mianhae Aku lupa”

Terpampang ekspresi bersalah di wajah namja itu.

 

“Gwenchana..

Aku Yunho.. Jung Yunho..”

Yunho memperkenalkan diri pada namja itu.

 

“Oh? Kim Junsu imnida..”

Sang namja menimpali.

 

“Jadi apa masalah yang sedang Kau pikirkan Junsu-ah sehingga Kau melamun saat menyebrng jalan tadi? Ah,Mian bolehkah Aku memanggilmu begitu? Junsu-ah?”

Yunho bertanya panjang lebar.

 

“Tidak apa-apa Yunho-sshi.. Kau boleh memanggilku seperti itu”

Junsu tersenyum imut pada Yunho.

 

“Kau jangan memanggilku seresmi itu.. Panggil saja Aku Yunho… Atau Hyung.. Aku yakin Kau lebih muda beberapa tahun dariku”

Yunho membalas senyuman Junsu.

 

“Ne.. Hyung.. hihihi”

Junsu tertawa kecil mengucapkannya.

 

“Lalu masalahmu?”

Terselip perasaan hangat di hati Yunho saat melihat tawa Junsu.

 

“Aku tidak punya masalah..”

Junsu menggeleng.

 

“Lantas kenapa Kau memilih pergi ke taman ini saat Aku ingin mengantarmu pulang? Kau punya masalah dengan keluargamu?”

 

Demi apapun Yunho bukan orang yang peduli pada urusan orang lain apalagi sampai ikut campur di dalamnya.

Tapi entah kenapa Yunho merasa sangat tertarik terhadap namja di hadapannya.

 

“Aku tidak punya keluarga,”

Jawab Junsu lirih.

 

“Maksudmu?”

Yunho memandang Junsu.

 

Junsu memalingkan mukanya menghindari tatapan Yunho.

 

“Kau percaya cinta pada pandangan pertama Hyung?”

Lirih.. Sangat lirih Junsu mengucapkannya,tapi Yunho mampu mendengar perkataan itu.

 

“Kau sedang jatuh cinta?”

Tanya Yunho masih tetap memandang Junsu.

 

“Entahlah Hyung.. Aku tidak tahu.. Hanya saja Aku selalu merasa berdebar jika berdekatan dengannya”

Junsu menerawang.

 

“Dan apakah orang itu juga merasakan apa yang Kau rasakan Junsu-ah?”

Tanya Yunho.

 

“Aku tidak tahu Hyung..”

Jawab Junsu.

 

“Kenapa Kau tidak menanyakannya? Atau setidaknya Kau mengatakan perasaanmu padanya!”

Yunho berujar.

 

“Aku tidak mau… Dan tidak akan pernah melakukan itu..”

Junsu menundukan kepalanya.

 

“Wae?”

Yunho menatap heran.

 

“Karena Dia menyukai orang lain”

Suara Junsu bergetar.

 

“Itu lah sebabnya Aku tidak percaya cinta Junsu-ah.. Karena hal itu hanya akan menyakiti hati dan meninggalkan luka yang membekas”

Yunho teringat masa lalunya.

 

~Jaejoong POV~

 

Haus.

 

Aku terbangun dari tidurku karena merasakan tenggorokanku begitu kering.

 

Aku berjalan keluar kamar menuju dapur di belakang

 

Ku ambil botol besar air mineral di dalam kulkas dan menuangkannya dalam gelas.

 

‘Eh?’

 

Mataku tidak sengaja melihat pintu kamar di sebelah dapur terbuka.

Kamar yang dulunya milik Junsu sebelum Dia menyewa apartmen kecil beberapa blok dari rumahku..kamar yang sekarang ditempati Yoochun.

 

‘Dia belum tidur?’

 

Aku bertanya pada diriku sendiri.

 

~End Jaejoong POV~

 

 

“Kau belum tidur Chun-ah?”

Jaejoong melangkahkan kakinya mendekati Yoochun yang berdiri menghadap keluar jendela.

 

“Kau menangetkanku.. Kau sendiri belum tidur Jae-ah?”

Yoochun membalikan badannya menghadap Jaejoong.

 

“Aku kehausan. Baru saja mengambil minum di dapur.. Dehidrasi mungkin!”

Jaejoong menjawab sambil memposisikan dirinya berdiri tepat di sebelah Yoochun.. Melakukan apa yang Yoochun lakukan, memandang keluar jendela.

 

“Aku merindukan Mommy Jae-ah… Aku tidak bisa tidur karena memikirkannya”

Yoochun berujar.

 

“Kau jahat sekali,tidak adil kalau Kau hanya merindukan Ummamu saja.. Apa Kau tidak merindukan Appamu juga?”

Tanya Jaejoong.

 

“Tentu saja Aku sangat merindukan Daddyku Jae-ah… Amat sangat merindukannya… Tapi Aku tidak tahu bagaimana cara menunjukan rasa rinduku”

Yoochun berkata lirih.

 

“Eh?”

Jaejoong menatap bingung.

 

“Kau mau mendengarkan ceritaku Jae-ah?”

Yoochun menundukan kepalanya.

 

“Kisah hidupku dengan mommy yang sangat Aku sayangi”

Lanjut Yoochun.

 

“Kalau begitu ceritakanlah!”

Jaejoong melihat kesedihan di wajah Yoochun.

 

Hening sejenak.

 

Yoochun menarik nafas sebelum bicara.

 

“Mommy ku adalah seorang namja.

Namanya Park Jungsoo.”

 

 

~tbc~

 

 

Seperti biasa keritik dan saran selalu kt tunggu….

Seperti biasa juga komen + like…. Di like aj juga ng papa kok…^^

Gomawo…..

– I.Anisa.Shipper –

8 thoughts on “Babo Gateun – Part 7

  1. Kurang panjaaaaaang author sshi~
    Awas kalau author berani2 nya gak nglanjutin ni ff tak seret dari Taiwan smp Jkt…hehehe😀
    Jaema ko malah nyaman sam̶̲̅α̇ Chunnie sih…kasian Suie #culik Chunnie masukin karung😀
    Yunpa sombong amat sam̶̲̅α̇ Jaema…ckckck! Amat aja gak sombong…✘¡✘¡✘¡✘¡

  2. yah knp jae mlah nyaman n makin dkt ma chunnie.. yunho mlah galak bgt ma jae.. chunnie suka’y ma sypa ya?? kasian junsu merana..

  3. Park Jungso0? Itukan nama asli leeteuk? Jd yoochun ama jaema sodaraan? Jgn2 yunpa ama junsu juga? o,0a
    pasti yg bls2 ke yoochun itu junsu. Scra dya yg tau yoochun mau dtg. Akh. Ini ribet. -_-

  4. setuju ma minmin, kelakuan umma n appa emg kaya’ air n minyak.
    poor suie, ternyata dia suka ma chun…

  5. di part ini ceritanya mulai jadi satu, semua karakter (appa, umma, yoosumin) kelihatan..like this part🙂

  6. Kenapa Yunho jadi deket ma Suie…??? ._.
    Ternyata disini yg dinistain tuh Suie… *My baby Suie, sini sayang… aku peluk* T~T

    Jejung juga! jangan deket” ma Chun!!
    Anak mu ini nggak rela! (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s