[FF Oneshoot] Yunjae Heaven


Anneyong kembali dengan author baru nan gaje dan ternyata author spesialis FF angst kayaknya yaa -__-”
Kali ini author kasi FF berdasarkan sebuah lagu🙂

Daripada author banyak omong ini yuk cekidot😀
Happy Reading ^^

Title             : Heaven (Oneshoot)

Cast             : yunjae only

Genre         : Angst, romance

Author        : Ri3chan

Insipired song by Ailee-Heaven

Prolog

Di dalam setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan. Tidak ada apapun di dunia ini yang abadi. Mungkin kecuali Cinta Sejati. Bagi orang yang percaya hanya itulah yang abadi…

(Yunho POV’s)

Wajah tersenyum itu selalu membuatku merasa bahagia, mata bulat itu selalu membuatku tenang. Genggaman tangan itu selalu membuatku nyaman. Tidak ada yang kubutuhkan selain berada di sisinya. Selalu melihatnya tertawa bahagia dengan semburat merah yang selalu menghiasi wajahnya. Membuatnya selalu tampak lebih menarik di setiap waktunya.

“Wah ini makanan faforitmu kan?” Ucap suara manisnya dengan nada manja sambil menunjukkan sepiring bulgogi yang asapnya masih mengepul. Tersenyum bangga dengan hasil karyanya. Aku hanya tersenyum melihat wajah berbinarnya.

“Ayo makan!” Serunya lagi sembari duduk di meja makan tanpa membuka dulu celemek yang masih melekat di tubuh rampingnya. Wajahnya tersenyum senyum kecil melihat tivi. Dia menyuapkan sesendok demi sesendok dengan bahagia. Lagi-lagi aku hanya tersenyum menatapnya yang duduk di hadapanku. Kemudian di berdiri dan membereskan piring-piring bekas makan dan segera mencuci piring. Setelah dia selesai aku mengikutinya ke ruang duduk. Dia menatap sejenak kearah album foto yang ada di meja kecil samping sofa. Dia mengambil album itu dan duduk di sofa sembari membuka album foto. Aku ikut duduk di sebelahnya.

“Hahaha ini lucu sekali!” Tawanya saat melihat foto kami yang sedang menaiki komedi putar saat liburan ke Paris. Aku ikut tertawa. Tertawa melihatnya tertawa lebih tepatnya. Tawanya indah sekali. Dia membalik halaman album lagi.

“Sok romantis kau Jung Yunho!” Serunya lagi sambil terkekeh kecil karena fotoku yang membawakannya bunga. Dia membalik dan membalik lagi halaman album foto itu sambil sesekali tersenyum bahkan tertawa melihat berbagai rangkaian kejadian konyol yang kami alami berdua yang terekam dalam lembaran foto. Hingga pada halaman terakhir album kulihat dia terdiam cukup lama. Air mata mulai tergenang di pelupuk matanya. Tanganku bergerak untuk menghapus airmatanya tapi dia lebih dulu menyekanya. Dia tersenyum lirih melihat foto kami yang tengah berciuman di bawah pohon sakura yang bunganya sedang gugur.

Dia lalu menutup album itu dan meletakkannya kembali di meja kecil di samping sofa dan berjalan kearah piano yang bertengger di pojok ruang duduk. Aku duduk di depan tutsnya dan dia duduk di sampingku. Jari-jari indahnya mulai menyentuh tuts-tuts itu dan kami mulai memainkan sebuah lagu yang sering kami mainkan dan itu adalah salah satu lagu faforit kami. Kami memainkan lagu itu dengan indahnya menggema di seluruh ruangan. Wajah cantik itu kembali terlihat sedih saat kami selesai memainkan lagu itu. Aku membelai lembut rambutnya. Membuatnya terkejut dan membulatkan mata indahnya. Aku tersenyum lembut kearahnya. Perlahan senyuman kembali terkembang di wajahnya. Hmm indahnya wajah ini, andai aku bisa terus melihatnya.

Bibir mungilnya mulai menguap pertanda bahwa dirinya telah mengantuk. Aku mengantarnya ke kamar tidur. Duduk di samping ranjang menatap wajah tidurnya yang tidak akan pernah bosan aku lihat. Berada di sampingnya adalah hal yang paling indah yang pernah aku alami. Memilikinya adalah anugrah yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.Tetapi hal yang paling membuatku bahagia adalah memiliki cintanya yang utuh hanya untukku. Kim Jaejoong kau tidak akan tergantikan…

Pagi harinya aku melihatnya kembali tengah mempersiapkan diri. Pakaiannya sudah rapi dan terlihat  lebih menarik dari biasanya. Aku kembali menyunggingkan senyumku melihatnya. Kulihat dia kembali membuka album foto kami. Kembali tertawa sampai sebuah ketukan pintu terdengar. Jaejoong bangkit dari duduknya dan meletakkan album itu kembali. Membuka pintu untuk tamu yang ditunggunya.

“Ahh Song Seun Heon! Gomawoyo!” Serunya menerima setangkai mawar dari seorang namja  tampan yang melangkahkan kakinya masuk ke rumah kami.

“Tunggu sebentar ya!” Ucap Jaejoong mengambil mantelnya. Lelaki tampan itu mengangguk dan tersenyum. aku melihatnya. Lebih tepatnya melihat mereka berdua melangkahkan kaki keluar dari rumah bersama. Joongie ku pergi bersama namja itu. Aku tersenyum menatapnya.

Ne BooJae berbahagialah… Saranga…

(Jaejoong POV’s)

Aku menatap langit yang mulai gelap dari jendela dapur yang sengaja ku buka. Malam ini cukup dingin tapi aku ingin memasak sambil menatap langit yang sebentar lagi pasti akan berkilauan bintang. Aku mengangkat tutup panci dan melihat apa masakanku sudah matang. Sepi… perasaanku…

“Wah ini makanan faforitmu kan?” Seruku kepada diri sendiri. Tersenyum bangga dengan hasil yang aku buat. Bulgogi kesukaan kekasihku, Jung Yunho. Ya aku mengatakan itu semua seakan dia berdiri di hadapanku dan tersenyum karena aku membuatkan makanan kesukaannya. Tapi sekarang dia tidak berdiri di hadapanku dengan senyumnya lagi.

“Ayo makan!” Seruku lagi duduk di meja makan tanpa melepaskan celemekku. Menatap layar tivi kecil di dapur yang sedang memutar videoku dengan kekasihku. Kami tersenyum bahagia di video itu. Aku rindu bagaimana dia menertawakanku tapi sekarang dia tidak akan menertawakan kekonyolanku lagi. Kemudian aku bangkit setelah selesai makan dan mencuci piring. Lalu aku berjalan ke ruang duduk dan menangkap benda kecil di meja kecil samping sofa. Aku mendekati benda yang ternyata adalah sebuah album foto. Aku duduk dan mulai membuka halaman album itu.

“Hahaha ini lucu sekali!” Tawaku saat melihat ekspresi Yunho yang sedang menaiki komedi putar di Paris. Tampang polosnya itu selalu membuatku tertawa terbahak-bahak. Yunho aku merindukan wajah itu.. aku membalikka halaman album itu dan kembali tersenyum.

“Sok romantis kau Jung Yunho!” Seruku pada diri sendiri merasakan jika dia bisa mendengarku. Foto yang menggambarkan seorang Jung Yunho memberikan bunga. Lucu tapi justru aku merindukannya. Tapi kau tidak ada di sini lagi…

Aku membalik-balikkan album itu. Melihat semua kekonyolan yang terjadi hingga halaman terakhir dimana foto yang membuatku menangis berada di situ. Foto dimana saat bibir kami bertemu satu sama lain di bawah guguran bunga sakura. Dimana aku merasa bahwa alasan ku hidup adalah dirinya, Jung Yunho…

Aku menutup album itu dan mengembalikannya ke tempat semula. Berjalan perlahan kearah piano yang bertengger di pojok ruangan duduk. Menyentuh pelan tutsnya dan akhirnya duduk. Memainkan sebuah lagu faforit kami yang dulu sering kami mainkan. Lagu indah yang selalu dimainkan indah oleh tangan indah miliknya, Jung Yunho. Aku kembali mengingat sosok itu dan menjadi sedih. Tiba-tiba aku merasakan angin lembut menerpa rambutku. Aku terkejut mengingat semua jendela sudah ditutup. Kemudian aku tersenyum. Mungkin ini dia.. Jung Yunho..

Sepertinya malam mulai larut dan aku merasa sudah mengantuk. Aku menguap lalu bangkit dari kursi piano dan berjalan menuju ranjang. Aku membaringkan tubuhku ke samping. Melihat tempat kosong di sampingku yang biasanya terisi oleh tubuh kekarnya. Yang pasti akan senantiasa memeluk tubuhku di malam dingin seperti ini. Tapi tidak ada yang akan memelukku lagi…

Pagi menjelang dan aku sudah bersiap-siap karena aku ingat aku berjanji berkencan dengan seorang namja yang baru kutemui sebulan yang lalu. Setelah merapikan diri lagi aku berjalan menuju ruang duduk. Duduk kembali dan menatap kembali album foto yang tidak pernah membuatku bosan untuk melihatnya. Tiba-tiba pintu rumahku diketuk. Aku bangkit sembari meletakkan album itu.

“Ahh Song Seun Heon! Gomawoyo!” Seruku melihat namja tampan berdiri di pintu dan memberikanku setangkai bunga mawar. Aku mempersilahkannya masuk.

“Tunggu sebentar ya!” Kataku beranjak mengambil mantel. Aku berjalan menghampirinya dan berjalan keluar. Sebelum kututup pintu rumahku aku menatap ruangan itu. Sudah lebih dari enam bulan dan aku masih bisa merasakan hadirnya. Hadir Jung Yunhoku yang kini sudah tiada. Kecelakaan pesawat merenggut satu-satunya surgaku. Merenggut satu-satunya alasan aku hidup. Merebut satu-satunya pelindungku. Merebut satu-satunya kebahagiaanku… Tapi aku yakin suatu saat aku juga akan berada di sampingnya.

Dimana kau berada aku akan selalu di sana

Kemanapun kau pergi aku akan pergi ke sana juga… Saranga Jung Yunho..

END

Gimana gimana?? Gaje ? iya benar sekali.. *author di cekek jaema*

Jangan lupa tinggalkan komentarnya gomawoyo *deep bow

11 thoughts on “[FF Oneshoot] Yunjae Heaven

  1. huaaaa…
    romantisnyaa…
    kalau angst disini sedikit kurang terasa..
    tapi tidak apa-apa…
    fanficnya tetap bagus..
    jempol buat eonnie #plok-plok

  2. Gtw kalo ini Ada angstnya, kbeteluan lg dengerin Living like a dreamnya JJ
    Oh goooooosshh!! Terbawa suasana T_T
    Awalnya gk ngerti, tp pas bca jj pov baru deh..
    Keren!

  3. dapet ko chingu feel ff ini…, aku sempat kebawa suasananya…, bisa ngebayangi gmn perasaan jj…., klo gto nambah lagi author faforitku….hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s