Always With You – 1


Title : Always With You – 1

Pairing : Yunjae, a little bit of Wonkyu

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Inspired : An Indonesian Song, Selalu denganmu by Tompi

Warning : Un-betaed, Genderswitch, OC, alur cerita yang cepat ^^v

Summary : Do you know that I couldn’t life without you by my side?

 

( 。・_・。)(。・_・。 )

 

“Ya Tuhan! Hyung! Kamar apa ini?! Seperti kapal pecah!” seru seseorang ketika dia memasuki kamar tidur Jung Yunho yang masih menikmati tidurnya yang nyenyak walaupun dengan kondisi kamar yang bisa dibilang cukup berantakan. Tidak. Memang berantakan. Choi Siwon, adik kelas sekaligus sahabat Yunho berusaha berjalan berjinjit mendekati Yunho yang masih terlelap, tidak memperdulikan Siwon sedikit pun. Wajah Siwon mendengus jijik melihat begitu banyak pakaian kotor bertebaran dikamar tersebut, bekas makanan siap saji yang mungkin sudah berhari-hari disana, serta benda-benda lain yang Siwon tidak mau apa itu bentuknya. Begitu Siwon berhasil berdiri disamping ranjang Yunho tanpa menginjak hal menjijikan tersebut, segera saja pria tinggi penyuka music jazz itu menarik selimut yang menutupi tubuh Yunho itu. Namun, Yunho seakan tidak perduli dengan hilangnya selimutnya tersebut, justru membekap guling dan melanjutkan tidurnya. Melihat Yunho tidak menghiraukannya sama sekali membuat Siwon kesal bukan kepalang. Laki-laki yang mempunyai postur tubuh sama bagusnya dengan Yunho itu segera beranjak keluar kamar menuju kamar mandi. Berselang lima menit, Siwon membawa sebuah ember kecil beisikan air dingin. Tanpa peringatan sedikit pun Siwon langsung menguyurkan air tersebut ke wajah dan tubuh Yunho. Yunho yang merasakan dinginnya air tersebut langsung gelalapan dan terbangun sambil menyeka wajahnya yang basah.

 

“Kau sudah gila apa?! Air itu dingin sekali, Siwon!” seru Yunho marah sambil menatap Siwon dengan garang walau tatapan tersebut tidak berpengaruh pada Siwon. Siwon lalu meletakan ember tersebut disamping ranjang dan beranjak ke jendela kamar Yunho untuk membuka tirai, membiarkan sinar matahari pagi masuk keruangan kotor itu. Yunho menyipitkan matanya ketika sinar matahari menyinari wajahnya yang sebenarnya tampan itu asalkan saja Yunho tidak memelihara janggut dan kumis yang tidak terawat itu serta rambutnya yang dibiarkan panjang tak terurus.

 

“Salahmu sendiri hyung. Sudah aku bangunkan dari tadi, kau justru semakin tidur. Aku tak punya banyak pilihan.” Kilah Siwon sambil memberikan senyum dengan lesung pipitnya pada Yunho. Yunho hanya berdecak kesal sambil berdiri dan beranjak ke lemari pakaiannya untuk mengganti baju. Siwon yang melihat Yunho langsung memakai pakaiannya tanpa pergi ke kamar mandi dulu untuk bersiap-siap menatap Yunho dengan pandangan horor.

 

“Hyung! Mandi dulu! Dan itu. Pakaian yang kau pakai itu adalah pakaian yang kemarin bukan?! Ganti hyung!”

 

“Kau sudah menyiramku dengan air dingin, itu sama saja dengan mandi untukku. Dan ini…” sahut Yunho sambil memperlihatkan kaos hitam bergambar gajah putih yang sudah dia pakai ke kampus kemarin, menyeringai ketika melihat raut wajah Siwon yang kaget sekaligus jijik. Yunho sungguh merasa senang melihat tingkah sahabatnya yang seperti ini.

 

“Kaos ini baru aku pakai kemarin sore. Jadi belum terlalu bau.” Sahut Yunho kembali sambil memakainya serta mengambil hoodienya lalu memakainya setelah kaos itu. Siwon benar-benar tidak percaya dengan tingkah laku Yunho. Siwon terus bertanya pada dirinya sendiri mengapa sahabatnya ini bisa sejorok sekarang. Seingat Siwon, Yunho dulu sangat rapi dan bersih. Apa yang membuatnya berubah?

 

“Tapi hyung?! Kau yang benar saja. Ayolah… Kau mandi dulu. Atau paling tidak gantilah bajumu.”

 

“Kita sudah hampir terlambat Siwon-ah. Dan kau tak mau rekor tidak pernah terlambatmu rusak hanya karena kau menunggu hyung tercintamu ini bukan?!” Siwon langsung melihat arlojinya dan membulatkan matanya ketika melihat jam tangannya menunjukkan pukul 7 lebih 30 menit itu. Siwon bergegas  menarik lengan Yunho dan membawanya kebawah. Tidak lupa keduanya mengucapkan salam ketika mereka berpapasan dengan kedua orangtua Yunho sebelum mereka masuk ke mobil Siwon. Kedua orangtua Yunho menatap kepergian anak mereka dan Siwon sambil menggelengkan kepala mereka. Setiap pagi selalu saja seperti ini.

 

“Yeobo. Terkadang aku heran dengan Siwon. Mengapa anak itu masih saja betah berteman dengan Yunho? Apalagi dengan perubahannya yang drastis itu.” Ujar ayah Yunho sambil melipat Koran paginya dan meminum kopinya. Ibu Yunho tersenyum sambil membawakan tas kerja untuk suaminya tersebut sebelum  menanggapi.

 

“Hanya Siwon yang tahu yeobo. Hanya Siwon yang tahu.”

 

Di Kampus

 

Ketika Yunho dan Siwon menginjakkan kaki di kampus mereka, beberapa siswa dan siswi langsung memperhatikan mereka berdua. Namun tanggapan untuk keduanya cukup berbeda. Untuk Siwon, setiap gadis yang lewat selalu memuja ketampanannya, mengagumi selera berpakaiannya dan senyumnya yang menawan itu. Sedangkan setiap laki-laki menginginkan tubuh tinggi, tegap dan kekar seperti Siwon. Mereka menginginkan karisma yang dimiliki oleh Siwon. Sementara itu komentar untuk Yunho, setiap gadis yang melihatnya ada yang takut karena janggut dan kumisnya, merasa jijik karena selera berpakaiannya yang kumel dan asal-asalan, serta tidak percaya bahwa Yunho bisa berjalan bersama setiap hari dengan Siwon. Sedangkan setiap laki-laki berpikiran sama tentang Yunho, yaitu menginginkan posisinya sebagai sahabat seorang Choi Siwon walaupun mereka tidak akan mau berpenampilan seperti Yunho.

 

“Hyung.”

 

“Apa?”

 

“Kenapa sih mereka selalu melihat kearah kita seperti itu? Sejak aku mulai masuk semester kemarin sampai sekarang, pandangan mereka tidak pernah berubah. Apa ada yang aneh denganku hyung?” Yunho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sifat lamban dari saengnya ini. Siwon yang memang lebih muda 1 tahun darinya ini terkadang membuatnya gemas karena jika sudah menyangkut tentang sosialisasi dengan orang lain, dia suka terlambat menanggapi. Yunho berpikir, apa jadinya Siwon jika dia tidak berada bersama dengannya selama ini.

 

“Kau ini. Kenapa otakmu hanya merespon dengan cepat untuk urusan sekolah dan pacar setanmu itu sih? Mereka melihatmu karena kagum denganmu, bodoh.”

 

“Oh ya? Wah memangnya aku kenapa hyung?” tanya Siwon polos dan tidak mendengar ejekan Yunho akan pacarnya, Yunho serasa ingin mencekik leher Siwon sekarang juga karena komentarnya tadi. Namun Yunho hanya pergi berlalu meninggalkan Siwon yang terus memanggilnya dan menanyakan hal yang sama.

 

Kantin Kampus

 

Yunho sedang menikmati makan siangnya ketika dia tidak sengaja melihat kearah mantan kekasihnya yang sedang bermesraan dengan pacar barunya. Yunho yang melihat betapa manjanya Go Ara bergelayut pada lengan Yoo Hwangsoo mengepalkan tangannya membuat sendok yang dipegangnya sedikit melengkung. Sedangkan Go Ara yang merasa diperhatikan oleh seseorang menolehkan sedikit kepalanya sehingga kedua matanya bertemu dengan mata Yunho. Wanita cantik namun memiliki sifat layaknya nenek sihir itu memberikan senyum manisnya pada Yunho. Namun di mata Yunho senyum itu tak lebih dari senyum palsu yang membuatnya muak. Yunho memalingkan wajahnya dari Ara dan melanjutkan makan siangnya.

 

Yunho menghela nafasnya berat. Dia memikirkan apa yang sedang terjadi padanya. Mengapa dia bisa seperti sekarang? Sejak kapan dia tidak perduli dengan orang lain maupun dirinya sendiri? Apa karena peristiwa saat Ara mempermainkan perasaannya dan mempermalukan dia didepan umum delapan bulan yang lalu. Yunho kehilangan nafsu makannya ketika mengingat kejadian waktu itu.

 

Flashback

 

Yunho tidak percaya dengan apa yang diihatnya sekarang. Gadis yang baru menjadi kekasihnya selama empat bulan ini sedang berciuman dengan pria lain didepan semua anak yang ada di kantin sekarang. Yunho merasa dikhianati dan dipermainkan oleh kekasihnya ini.

 

“Ara! Apa yang kau lakukan?!” teriak Yunho marah. Dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi? Mengapa Ara, kekasihnya yang dia kenal sangat baik, lembut serta perhatian bisa melakukan tindakan seperti ini.

 

“Oh, ada kau Yunnie. Ups, kau melihatnya ya. Maaf ya. Aku tidak tahu kalau kau akan makan siang di kantin ini. Aku kira kau akan memakan makanan buatan ibumu karena takut dengan kuman yang ada dikantin ini.” Semua orang tertawa menanggapi sindiran Ara. Yunho mengepalkan kedua tangannya berusaha menahan amaran yang memuncak karena ucapan Ara tadi.

 

“Apa maksudmu bicara begitu? Dan mengapa kau berciuman dengan laki-laki itu? Kau itu kekasihku!”

 

“Oh. Maaf saja Yunnie sayang, sepertinya aku harus memutuskan hubungan kita karena aku tidak bisa harus selalu memakai hand sanitizer supaya kuman ditanganku mati setiap aku ingin memegang tanganmu. Ya, walau aku sempat menikmati hubungan kita. Siapa sangka kalau kau pintar mencium. Tidak kelihatan karena penampilanmu yang super rapi itu. Kau itu seperti pekerja kantin disini yang kesasar jadi mahasiswa.” Sekali lagi semua orang menertawakan Yunho karena kebiasaannya yang selalu rapi dan bersih itu. Yunho menatap kesekelilingnya dan melihat pandangan mengejek dari semua orang dikantin itu. Yunho berjalan mundur, tidak tahu bagaimana dia harus menghadapi penghinaan ini. Tanpa menggubris suara tawa yang semakin keras, Yunho berlari meninggalkan kantin itu, membawa semua kekesalan dan luka hatinya karena seorang gadis. Gadis yang tidak pantas untuk dia cintai.

 

End Flashback

 

Yunho akhirnya menjawab pertanyaan awalnya tadi. Ya dia mulai bisa mengingat bahwa sejak kejadian itu dia mulai tidak lagi sebersih dan serapi dulu. Yunho mulai tidak memperhatikan dirinya sendiri dan bersikap seakan tidak ada orang lain disekitarnya. Semenjak kejadian itu, Yunho tidak mau lagi tahu urusan orang lain. Dia hanya ingin ditinggal sendiri. Konyol memang, namun Yunho terlalu sakit hati dengan perbuatan mantan kekasihnya dan juga orang-orang yang ternyata selama ini selalu membicarakan dia dibelakangnya. Yunho selalu sendiri sesuai keinginannya sampai Siwon masuk ke kampusnya dua bulan setelah kejadian tersebut. Yunho tidak bisa melupakan raut wajah terkejut Siwon saat melihat penampilannya yang sungguh berbeda. Wajar saja, Siwon baru bertemu kembali dengan Yunho saat dia masuk ke kampus ini karena sejak SMU, Siwon mengikuti ibunya ke Jepang semenjak ibunya memutuskan menikah lagi sepeninggalan ayah Siwon yang meninggal dunia ketika Siwon masih kecil.

 

Yunho sempat berpikir Siwon akan seperti yang lainnya. Dia berpikir bahwa Siwon akan menjauhinya. Betapa terkejutnya Yunho ketika Siwon mengeluarkan pemberih muka, parfum dan semua produk kebersihan lainnya kemudian menarik Yunho ke toilet pria. Hari itu merupakan hari yang paling Yunho ingat karena Siwon marah-marah tidak jelas melihat Yunho berpenampilan berantakan seperti sekarang. Siwon selalu berucap macam-macam dan berteriak tentang kalau Yunho tidak memperhatikan dirinya dan meneruskan hidupnya seperti sekarang, maka Yunho bisa jadi terkena penyakit berbahaya dan mati. Yunho sempat terkekeh karena ucapan yang berlebihan dari Siwon. Namun Siwon yang terlalu sibuk dengan kegiatannya membersihkan Yunho dan terus berbicara tentang penyakit dan mati membuat Yunho sadar bahwa Siwon berbicara tentang ayahnya yang meninggal karena sakit. Karena menyadari hal tersebut, Yunho tidak bisa menolak kemauan Siwon ketika dia membersihkan wajah dan menyemprotkan parfum ditubuh Yunho.

 

Yunho pasti akan tersenyum jika mengingat kejadian itu. Karena sejak kejadian tersebut, Siwon tidak pernah absen menjemputnya dirumah Yunho. Siwon selalu menyempatkan waktu luangnya di hari libur untuk membereskan kamar Yunho. Jika Siwon bukan sahabatnya dan jika saja Siwon itu perempuan, pasti Yunho sudah menjadikannya kekasih. Namun, membayangkan Siwon mengenakan apron dan berucap kata oppa padanya seketika membuat bulu kuduk Yunho berdiri.

 

“Mengapa wajahmu seperti melihat setan begitu sih hyung?” mendengar suara Siwon yang tiba-tiba itu membuat Yunho terkejut dan kehilangan keseimbangannya saat mencoba memperbaiki sikap duduknya. Alhasil Yunho terjatuh dari bangku yang dia duduki dengan suksesnya. Siwon yang melihat Yunho terduduk sambil meringis kesakitan langsung membantunya untuk berdiri dan membetulkan posisi kursi untuk hyungnya itu. Sementara Yunho mencoba mengurangi rasa sakit karena terjatuh tadi, Yunho mendengar adanya suara tawa seorang gadis yang melihat kejadian itu dari awal. Yunho mengenal betul siapa pemilik suara tersebut. Suara yang Yunho anggap seperti suara setan itu membuat Yunho mendelikkan matanya tajam dan menatap gadis tersebut yang ternyata adalah Cho Kyuhyun, kekasih dari Siwon.

 

“Diam kau gadis setan.”

 

“Yah! Dasar beruang gila! Tarik ucapanmu!” Siwon yang merasakan akan ada perang dunia ketiga jika dia tidak segera memisahkan kedua orang ini, segera merangkul pundak pacarnya dan membawanya duduk disamping dirinya jauh dari Yunho.

 

“Sudahlah baby. Jangan dengarkan Yunho hyung. Bagiku kau selalu malaikat mungilku.”

 

“Siwon/Wonnie please!” Kyuhyun dan Yunho berteriak bersamaan. Kemudian keduanya memberikan sorotan tajam satu sama lain. Siwon hanya menghela nafas melihat tingkah keduanya yang tidak mau akur.

 

“Bisakah kita makan siang dengan tenang? Oke baby, oke hyung?” tanya Siwon memelas. Melihat wajah Siwon seperti anak anjing yang dibuang itu, membuat keduanya mengangguk kecil. Siwon tersenyum senang melihat mereka mau akur untuk dirinya.

 

Acara makan siang mereka sedikit terganggu dengan deringan ponsel milik Kyuhyun. Kyuhyun segera menjawabnya dan seketika kepala Kyuhyun menoleh kesana kemari seperti mencari seseorang. Dan ketika dia menemukan apa atau mungkin siapa yang sedang dia cari tadi, tangan Kyuhyun langsung menjulur keatas dan melambai-lambaikan kepada seseorang. Tak lama, seorang gadis cantik dengan rambut pirang kecoklatan yang diikat seperti buntut kuda itu sudah berdiri didekat Kyuhyun. Dia memeluk singkat Kyuhyun dan membungkuk pada Siwon dan Yunho ketika dia menyadari bahwa Kyuhyun tidak sendiri. Kyuhyun yang melihat ini, langsung mengenalkan gadis tersebut pada Siwon dan Yunho.

 

“Wonnie. Kenalkan, ini Kim Jaejoong, sahabatku yang baru pindah ke Korea baru-baru ini. Jae eonnie, ini Choi Siwon, pacarku.” Saat Kyuhyun mengenalkan keduanya, Siwon langusng berdiri dan membungkuk hormat pada Jaejoong. Jaejoong tersenyum dan membungkuk kembali.

 

“Hai. Namaku Kim Jaejoong. Panggil saja Jaejoong.” Sahut Jaejoong sambil memperkenalkan diri. Siwon juga ikut tersenyum dan memperkenalkan dirinya.

 

“Choi Siwon. Panggil saja Siwon. Um… Apa kau lebih tua? Aku dengar Kyu memanggilmu..”

 

“Jae eonnie seumuran dengan beruang gila itu.” Kyuhyun memotong ucapan Siwon dan sekaligus menjawab pertanyaan Siwon terhadap Jaejoong.

 

“Baby..”

 

“Hmp.”

 

“Hahaha… ternyata mulutmu masih sepedas dulu ya Kyu. Kau juga masih saja chubby seperti ini. Gemas!” sahut Jaejoong sambil mencubit kedua pipi Kyuhyun.

 

“Ih, eonnie. Sakit! Lepas!”

 

“Hahaha.. ternyata ada orang lain yang bisa berbuat demikian kepada setan kecil ini.” Ejek Yunho sambil ikut berdiri sehingga Jaejoong bisa melihat dengan jelas Yunho. Yunho yang bermaksud mengenalkan dirinya juga, tiba-tiba merasakan kedua tangan Jaejoong meremas kaos hitamnya. Yunho dengan sedikit bingung memperhatikan Jaejoong yang seketika saja sudah berada didepannya dan mencoba melebarkan kaos hitam Yunho sambil memperhatikan dengan serius gambar yang ada di kaos hitamnya itu. Yunho menjadi sedikit salah tingkah karena Jaejoong berada terlalu dekat dengannya.

 

“Um.. apa yang sed…”

 

“Kaos ini adalah kaos edisi terakhir dengan gambar gajah putih yang belum aku miliki. Aku kehabisan stok saat aku ingin membelinya. Kaos ini kaos yang asli Kyu. Senangnya akhirnya ketemu juga!” seru Jaejoong senang tanpa menyadari dia telah memotong ucapan Yunho. Dia memutar tubuhnya sesaat untuk memberitahu Kyuhyun lalu kembali meremas kaos Yunho. Kyuhyun menepuk pelan dahinya melihat sikap sahabatnya itu. Jaejoong memang akan sangat antusias jika bertemu dengan semua hal yang berkaitan dengan hewan kesayangannya selain kucing yaitu gajah. Kyuhyun mendekati Jaejoong dan Yunho diikuti oleh Siwon yang berdiri disamping Kyuhyun. Melihat keantusiasan Jaejoong terhadap kaos Yunho membuat Siwon sedikit penasaran. Kyuhyun kemudian membantu Yunho melepas tangan Jaejoong dari kaosnya dan membuat Yunho sedikit lega karena Jaejoong sudah tidak meremas kaosnya lagi tapi dia juga merasa sedikit menyesal karena Jaejoong sekarang menjauh darinya, membuatnya kehilangan wangi tubuh Jaejoong. Yunho merasa bingung dengan kenapa dia bisa merasakan kehilangan padahal dia baru bertemu dengan Jaejoong hari ini.

 

Sedangkan Jaejoong sendiri masih terus memperhatikan kaos Yunho walaupun dia mau untuk dilepaskan dari kaos tersebut oleh Kyuhyun. Yunho yang melihat betapa imutnya wajah Jaejoong saat dia terus mengikuti gerak-gerik Yunho hanya karena kaosnya ini menjadi tersenyum. Lalu tiba-tiba saja Yunho melepas hoodienya lalu membuka kaosnya begitu saja. Siwon dan Kyuhyun menatap horor kearah Yunho yang dengan enaknya melepas kaos di tempat umum seperti ini, mempertontonkan otot-ototnya terutama otot perutnya yag six pack itu, membuat rata-rata gadis yang ada di kantin itu bersemu malu karena mereka tidak menyangka bahwa seorang Jung Yunho yang terkenal jorok dan cuek bisa memiliki tubuh sebagus itu. Dengan reflek, Siwon menutup mata kekasihnya, disusul oleh Kyuhyun yang menutup mata Jaejoong. Sedangkan Jaejoong sendiri berusaha melepaskan tangan Kyuhyun dari matanya karena dia masih ingin melihat kaos bergambar gajah itu.

 

“Kyu lepas! Aku masih ingin melihatnya.”

 

“Melihat apa eonnie? Jangan jadi mesum.”

 

“Siapa yang mesum?! Gajahku!!”

 

Yunho yang tidak sadar bahwa dia menyebabkan adanya kerumunan disekitar meja mereka, memakai kembali hoodienya. Dia juga hanya tersenyum mendengar ucapan Jaejoong yang lebih tertarik pada kaosnya daripada dia yang melepas kaosnya tersebut. Yunho mengeleng-gelengkan kepalanya dan terkekeh. Dia kemudian melipat secara asal kaos itu dan menunggu agar kedua pasangan bodoh didepannya melepaskan tangan mereka dari mata yang mereka tutupi. Siwon yang melihat bahwa Yunho sudah menutupi bagian atas tubuhnya lalu melepas tangannya dari mata Kyuhyun. Siwon memberikan tatapan kesalnya pada Yunho, namun diacuhkan oleh pria berambut sedikit panjang itu. Dan ketika Kyuhyun juga melepas tangannya dari Jaejoong, serta merta Yunho langsung melempar kaos itu pada Jaejoong. Jaejoong yang belum sepenuhnya bisa melihat sekelilingnya, tidak melihat kaos yang dilemparkan oleh Yunho sehingga kaos tersebut mendarat tepat dikepalanya.

 

“Hyung/Oppa!!” teriak Siwon dan Kyuhyun bersamaan, tapi Yunho tetap saja tidak perduli. Dia terus memandang Jaejoong sambil terkekeh melihat gadis itu mengambil kaos dari kepalanya dan menatap Yunho tidak percaya jika Yunho baru saja memberikan kaos itu padanya.

 

“Untukmu. Sebagai salam perkenalan dari Jung Yunho.” sahut Yunho sambil memperkenalkan dirinya. Jaejoong tersenyum lebar mendengar Yunho berkata dia memberikan kaos ini sebagai tanda perkenalan. Berarti Jaejoong tidak perlu membayarnya.

 

“Benarkah?!” tanyanya antusias. Yunho hanya mengangguk kecil lalu melihat arlojinya. Sebentar lagi dia harus masuk kelas. Yunho melenggang pergi setelah memberitahu Siwon, Kyuhyun dan Jaejoong bahwa dia ada kelas. Ketiga orang itu hanya menjawab sekenanya saja dan masih mencoba memproses kejadian yang baru saja terjadi. Siwon dan Kyuhyun menatap satu sama lain dan tersenyum penuh arti. Sedangkan Jaejoong sendiri masih mendekap kaos itu dengan senang, sampai Kyuhyun memutus kegembiraannya dengan memanggilnya.

 

“Um eonnie.. Apa kau tidak merasa bahwa kaos itu sedikit bau?” tanya Kyuhyun hati-hati. Jaejoong melihat Kyuhyun sekilas lalu mengangguk. Kyuhyun dan Siwon menatapnya horor karena Jaejoong masih terus saja memeluk kaos itu.

 

“Lalu kenapa kau masih terus memeluknya seperti itu eonnie? Apa kau tidak merasa jijik, apalagi kaos itu baru saja dipakai oleh orang lain.” Jaejoong tersenyum manis kepada Siwon dan Kyuhyun. Dia mendekati Kyuhyun dan menjentikkan jarinya ke hidung Kyuhyun membuat Kyuhyun memegang hidungnya sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Siwon yang melihatnya ingin mencium bibir sintalnya itu.

 

“Sejak kapan kau jadi jijik dengan seseorang Kyu? Tidak baik menilai orang hanya dari penampilan saja. Kaos yang bau dapat dicuci sayang, jika badan orang itu bau atau penampilannya berantakan, hal itu bisa dibersihkan dan dirapikan. Tapi hati yang kotor dan penuh kepalsuan tidak bisa dicuci dengan apa pun. Dan orang tadi, siapa namanya.. Oh, Jung Yunho, walaupun dia memang sedikit kurang bersih, dia itu memiliki hati yang tulus dan baik. Aku tahu itu dan kau pasti juga tahu kalau penilaianku akan orang lain tidak pernah salah bukan?!” Siwon yang mendengar Jaejoong berkata demikian tentang Yunho menjadi terkesima dan sedikit terharu. Siwon juga mengetahui seberapa besar kebaikan hati Yunho, hanya saja setiap orang selalu menilainya hanya karena dia seperti sekarang. Tanpa sadar Siwon tersenyum lega dan berpikir bahwa Jaejoong dapat menjadi teman yang baik untuk Yunho.

 

“Iya eonnie. Maafkan aku. Aku juga tahu kalau beruang gila itu hatinya sangat baik.”

 

“Oh baby, akhirnya kau mau mengakuinya juga.” Sahut Siwon sambil memeluk Kyuhyun dengan erat. Kyuhyun merasakan semburat merah di pipinya karena Siwon memeluknya seperti ini. Dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Siwon tapi apa daya, karena tubuhnya lebih ramping daripada Siwon, usahanya sia-sia.

 

“Wonnie! Lepas! Ini kantin. Banyak orang disini.”

 

“Jadi kau mau aku sentuh jika ditempat sepi. Baiklah kita cari tempat sepi.” Ujar Siwon sambil mengajak Kyuhyun, benar-benar melupakan kehadiran Jaejoong. Siwon menarik lengan Kyuhyun dan membawanya pergi dari kantin, tidak memperdulikan teriakan Kyuhyun yang sudah tidak disensor lagi. Jaejoong yang sadar bahwa keduanya sudah pergi menjauhi dirinya hanya bisa tertawa geli. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan memutuskan pergi dari kantin itu setelah membeli roti dan susu untuk dirinya. Jaejoong masih memikirkan kejadian kaos tadi. Dia tersenyum membayangkan seorang Jung Yunho.

 

“Dia pasti tampan sekali jika dia mau mengurus dirinya.” Ujarnya pada diri sendiri, tidak menyadari sepasang mata yang terus mengawasi gerak geriknya dari awal kejadian kaos itu dengan pandangan tidak suka. Jaejoong masih terus dengan pikirannya akan Jung Yunho dan kapan dia punya kesempatan untuk bertemu lagi dengannya untuk mengucapkan terima kasih karena Yunho berlalu begitu saja sebelum Jaejoong sempat berterima kasih.

 

“Apa yang bisa aku berikan ya? Oh, aku tahu. Aku buatkan saja bekal untuknya besok. Ya, itu saja. Semoga saja Yunho-ssi menyukai masakanku.” Sahut Jaejoong lagi sambil meneruskan langkahnya ke ruang administrasi kampus untuk mengurus semuanya. Begitu banyak hal yang dipikirkannya mengenai kampus dan orang-orang didalamnya, namun satu hal yang ada dibenaknya, bahwa dia yakin bisa berteman baik dengan Jung Yunho.

 

TBC

 

Notes :  Tiba-tiba pas lagi dengar lagu Tompi ingin mencoba buat FF Yunjae berseri. So, semoga suka dan ditunggu reviewnya. Bubye.. ^^v

 

Sankyu and peace all amazing readers.

 

^^n4oK0^^

 

13 thoughts on “Always With You – 1

  1. Wahhh g kebayang Yunho punya kumis sama jenggot ^__*

    Author terusin ya suka ma ff

    Hidup Gajah…. Jae emang suka gajh yoo

  2. Keren jaema pinter menilai sifat yunpa.pi sumpah dah appa jorok y minta ampun moga jae ma dapat membersih kan tubuh dan kebiasaan appa yang buruk. Lanjut

  3. ya ampun yunho brantakan amat ya kamar’y.. Pi tetep ja ganteng.. Hoho

    ngapain yunho pikirin yeoja k’gatelan itu, mending jg ma jae yg cntik n baik hti.. *cipok jae*

    jae imut bgt sih pas liat kaos gajah’y yunho.. Bner” polos kya anak kecil..

  4. eonnie^^
    ini pertama x aku baca ff disini..
    well.. aku terkesan ><b

    like it^^

  5. eon ni prnah di post di ffn yaaa ??
    yunppa jrok ihhh
    cieee umma tmben bsa bijak gtu ,,
    kesambet setannya siwon ya kekeke

  6. Yundad jorok amat yak -..- udah kumisan berjenggot, gak mandi pula. Iiih yundad ayuuk dandan yg rapih biar ketampanan yundad lebih bersinar (?) kagum sama jaemom yg berfikir positif tntng yundad. Huwaa ditunggu next chapnya ya🙂

  7. iiiiihhhh appa *pout* kenapa cuma karena cewek itu sampe berubah kaya gitu *huweee*
    tapi gpp sii, jadi umma bisa lebih deket sama appa tanpa gangguan orang lain😀 tapi entahlah kalo nenek lampir itu:/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s