[FF] Raining Part.8-The Truth


Anneyong… *author lewat naik ceketer*

Ketemu lagi dengan Author tergaje seshipper *halah

Ya d chap ini mungkin author akan memberikan clue sedikit tentang penasaran chingu tentang hubungan Uchun dan Yunpa..

Seperti apa?? Cekidot aja😀

Happy Reading ^^

==========================================

Title         : Raining

Author    : Ri3chan

Chapter : Chap 8- The Truth

Cast        : Yunjaeyoosumin dan pemain pendukung lainnya

Genre     : Romance, angst, yaoi

Rate        : (bingung)

CHAPTER 8- THE TRUTH

Uncovered Truth…

(Author POV’s)

Ini adalah kesempatan terakhir untuk mencetak angka. Peluh sudah mulai bercucuran di pelipis kapten basket Kurogin Gakuen itu. Satu lemparan bagus lalu tim mereka akan menang. Yunho mulai mengambil ancang-ancang untuk melempar bola. Hup! Bola memantul papan dan Blush!! Masuk ke ring dengan sukses. Memang kemampuan Yunho dalam bermain basket sudah bisa dikatakan mendekati pro. Suara sorak sorai terdengar di seluruh hall, semua rekan se-tim Yunho berlarian menuju dirinya dan memeluk laki-laki jangkung itu. Kecuali pelatih Donghae yang sepertinya masih ada sesuatu yang ingin disampaikan kepada Yunho.

“Yunho! Aku ingin bicara padamu!” Panggil pelatih Donghae saat Yunho hendak akan mandi di ruang ganti.

“Haik?” Tanya Yunho mendekat kepada pelatih Donghae yang berdiri di ambang pintu sambil melipat tangannya di dada.

“Ikut aku.” Katanya sambil berjalan. Yunho hanya mengikuti dari belakang. Mereka masuk ke dalam ruangan khusus pelatih.

“Duduk.” Perintah sang pelatih lagi sambil menunjuk kursi di depan meja kerjanya. Yunho menurut dan duduk di kursi tersebut.

“Nande?” Tanya Yunho penasaran. Seingatnya tidak ada kesalahan dalam permainan kecuali dia telat tadi.

“Kau tidak focus. Siapa yang kau pikirkan? Laki-laki cantik itu?” Tanya pelatih Donghae tepat sasaran. Raut wajah Yunho berubah terkejut. Pelatih Donghae memang terkenal sensitive terhadap perubahan yang dialami anak didiknya, maka jelas saja dia mengetahui jika pikiran Yunho memang tidak focus.

“Untung saja kau tidak meleset. Tapi jika kau tidak focus lagi, entahlah aku tidak bisa membayangkan seburuk apa permainanmu.” Rentet pelatih Donghae.

“Permainanku? Buruk?” Tanya Yunho bingung. Dia tidak merasa permainannya yang tadi buruk hanya memang dia tidak focus. Pelatih Donghae hanya mengangguk.

“Ya sudah kau boleh keluar.” Lanjut pelatih Donghae. Tanpa banyak bicara Yunho segera keluar dari ruangan itu sambil menggerutu.

“Buruk!? Seburuk apa!? Kita menang kan!?” Yunho tepat berteriak di depan Junsu yang sedang membawa dua kotak takoyaki. Laki-laki berkacamata itu sangat terkejut.

“He Gomen Su.” Ucap Yunho terkikik melihat ekspresi Junsu yang seperti itu.

“Senpai, daijobu ka?” Tanya Junsu takut-takut. Dia tidak ingin di semprot lagi. Yunho dalam badmood adalah pantangan bagi Junsu.

“Ya, hei kau kemana saja? Aku mencarimu sedari tadi baka!” Kini Yunho kembali meneriaki Junsu.

“Gomennasai! Aku harus menjaga stand takoyaki.” Kata Junsu sambil membungkuk Sembilanpuluh derajat. Yunho merangkul pundak laki-laki itu.

“Gomen Su aku berteriak padamu lagi. Hari ini sungguh menjengkelkan!” Gerutu Yunho.

“Doushite?” Tanya Junsu masih tetap memegang dua kotak takoyaki.

“Hehh, aku mencarimu untuk meminta bantuanmu menjaga Jejung.” Lanjut Yunho. Junsu menoleh.

“Dia menginap? Kalian tidur bersama!?” Tanya Junsu dengan kagetnya.

“Sssstttt,, jaga suara dolphinmu itu!” Yunho segera menutup mulut Junsu sehingga laki-laki itu sesak nafas. Yunho melepasnya.

“Gomen, jadi kalian?” Tanya Junsu terputus. Yunho mengangguk.

“Ha!!!” Pekik Junsu. Yunho kembali menutup mulut Junsu.

“Baka! Bukan yang seperti itu! Aku memang tidur dengannya, tapi hanya tidur tidak lebih.  Wakarimasu ka?” Jelas Yunho setengah kesal. Junsu hanya mengangguk.

“Nah sekarang aku harus bergegas pulang. Dia kutinggal sendiri di apartemen. Aku khawatir terjadi sesuatu. Kau ikut aku!” Lanjut Yunho sambil bergegas ke ruang ganti untuk mengambil tasnya.

Yunho berjalan cepat menuju apartemennya diikuti oleh Junsu. Sesampainya di apartemen Yunho segera di cegat oleh Mizuni.

“Yunho-kun tadi Jejung-kun diseret oleh seorang laki-laki. Sepertinya dia kesal sekali.” Tiba-tiba Mizuni menghalangi langkah Yunho dengan berita mengejutkan. Yunho langsung menoleh.

“Nani!?” Tanyanya terkejut. Mizuni mengangguk.

“Yang satunya bertubuh tinggi dan memakai pakaian olahraga sekolah, yang satunya lebih pendek, wajahnya seperti Jejung. Hanya terlihat lebih marah.” Jelas Mizuni lagi. Yunho langsung bisa menebak siapa mereka berdua.

“Aish!! Junsu ayo ikut aku!” Yunho langsung beranjak pergi menuju apartemen Jejung.

Yunho setengah berlari kearah apartemen Jejung. Entahlah perasaannya kini tidak enak. Junsu mengekor Yunho sampai terrngah-engah karena betapa cepat laki-laki itu berlari. Akhirnya Yunho tiba di depan pintu apartemen Jejung. Laki-laki itu sudah mau mengetuk pintu tapi dia kembali mengurungkan niatnya. Berpikir mengapa dia berlari sejauh ini, dia memang mencintai Jejung tapi jika saudaranya yang menyeretnya pergi apa dia juga harus ikut campur. Akhirnya Yunho memutuskan untuk mengetuk pintu. Pintu terbuka. Yoochun menyembulkan kepalanya dari celah pintu yang dibuka sedikit.

“Kau cari siapa?” Tanya laki-laki itu ketus ketika mendapati Yunho berdiri di depan pintu. Laki-laki yang paling dibenci Yoochun seumur hidupnya.

“Jejung.” Jawab Yunho singkat. Yoochun melangkah keluar.

“Aku tidak mau kau bertemu lagi dengan Jejung!” Nada tegas nan dingin terdengar dari mulut Yoochun. Yunho tidak bergeming.

“Apa salahku?” Tanyanya. Yoochun menatap Yunho tajam.  Tiba-tiba sebuah tinju melayang kearah rahang tegas Yunho. Yunho jatuh tersungkur. Seketika itu Junsu muncul karena dia ketinggalan jauh saat mengejar Yunho.

“Senpai!” Pekik Junsu segera menghampiri Yunho yang tersungkur karena kerasnya pukulan Yoochun.

“Dengar! Aku tidak ingin kau bertemu lagi dengan Jejung!” Tunjuk Yoochun pada wajah Yunho. Yunho mengelap darah yang keluar dari tepi bibirnya.

“Hei apa yang kau lakukan pada Yunho senpai!?” Kali ini suara dolphin membuat Yoochun memperhatikan keberadaan Junsu.

“Karena dia Jejung buta!” Bentak Yoochun pada Junsu lalu kembali masuk apartemen sambil membanting pintu dengan keras. Junsu terdiam membisu. Yunho terkejut mendengar pernyataan Yoochun. Jejung buta karena aku? Apakah dia…? Yunho tidak berani melanjutkan apa yang dipikirkannya. Terlalu takut jika apa yang dipikirnya benar.

“Apa maksudnya senpai?” Tanya Junsu dengan tampang bakanya. Yunho berusaha bangun di bantu oleh Junsu.

“Wakarimasen.” Jawab Yunho singkat lalu berjalan meninggalkan apartemen Jejung diikuti Junsu.

(Jejung POV’s)

Aku mendengar keributan diluar. Aku tahu itu Yunho. Aku mencoba untuk bangun dari dudukku tapi tangan Changmin mencegahnya.

“Nii-chan sebaiknya jangan.” Kata adikku dengan nada khawatir. Mataku mulai basah karena airmata. Aku ingin bertemu Yunho.

“Aku harus menghentikannya Chang.” Kataku bersikeras tapi Changmin tetap menahanku.

“Jejung-nii aku tidak ingin Yoochun memperlakukanmu lagi seperti tadi. Aku akan membantumu dengan Yunho senpai. Tapi biarlah kali ini Yoochun-nii mengeluarkan amarahnya dulu. Aku yakin Yunho senpai bisa menghadapinya.” Terang Changmin. Aku menggenggam erat tangan Changmin. Airmataku tidak bisa dikendalikan. Apa salah Yunho pada Yoochun sehingga dia berbuat begini. Kudengar suara pintu dibanting dan langkah cepat mendekat kearahku.

“Nii-chan aku melarangmu untuk bertemu dengan laki-laki itu lagi!” Bentak Yoochun kepadaku. Aku tersentak mendengar kata-kata itu.

“Apa salahnya padamu!?” Tanyaku sambil berusaha menahan airmataku yang ingin keluar lagi.

“Dia!” Kata-kata Yoochun terputus.

“Apa!?” Kini aku balas berteriak. Kudengar langkah kaki Yoochun yang gelisah dan menjauh kemudian suara pintu dibanting kembali terdengar.

“Jejung-nii..” Panggil Changmin sambil memegang tanganku. Aku terisak. Betapa lemahnya aku ini.

“Changmin katakan ada apa ini sebenarnya?” Tanyaku pada Changmin. Changmin tidak bersuara. Hanya suara Changmin beberapa kali menghela nafas.

“Aku tidak bisa memberitahumu Jejung-nii. Mungkin ada saatnya.” Akhirnya Changmin membuka mulutnya. Aku terdiam dan mengusap airmata yang masih menetes dari pelupuk mataku.

“Apa ini ada hubungannya denganku dan Yunho?” Tanyaku masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

“Iya..” Jawab Changmin pelan.

(Author POV’s)

Sudah dua minggu setelah kejadian itu dan Yunho belum bertemu lagi dengan Jejung. Bukan karena dia tidak ingin tapi karena ada ujian di sekolahnya sehingga mau tidak mau dia harus konsentrasi pada ujiannya karena Yunho masuk ke SMA elite ini dengan beasiswa. Saat hari terakhir ujian seperti biasa Yunho berjalan dengan santai di lorong sekolah menuju tempat parkir sepeda. Kali ini dia menggunakan sepeda untuk ke sekolah karena akhir-akhir ini terlalu lelah untuk berjalan kaki entah mengapa. Yunho menenteng sepedanya kearah gerbang sekolah dan melihat seseorang tengah berdiri di samping pagar dengan menggunakan seragam. Tapi seragam itu adalah seragam SMP bukan seragam milik sekolahnya. Yunho menghampiri orang itu dan mendapati lelaki jangkung berdiri menunggunya.

“Changmin?” Panggil Yunho. Changmin melambaikan tangan sambil sedikit membungkuk kearah Yunho.

“Apa yang kau lakukan di sini? Jejung tidak apa-apa?” Tanya Yunho cemas.

“Tidak apa-apa senpai. Aku hanya ingin berbicara denganmu. Apa senpai sibuk?”

“Tidak, ini hari terakhir ujian sebelum libur musim dingin. Kau mau membicarakan apa?” Yunho dan Changmin berjalan beriringan.

“Sebaiknya tidak di sini senpai. Bagaimana kalau di café ujung jalan sana?” Tanya Changmin menoleh kearah lelaki yang sangat di cintai kakaknya ini. Yunho hanya mengangguk.

Sesampainya di sebuah café dengan nuansa hijau dengan tataan yang seperti taman bunga, karena banyaknya bunga yang bergelantungan atau pot-pot bunga yang berjejer di samping-samping jendela. Yunho dan Changmin memilih duduk di sebuah meja dekat jendela. Mereka duduk saling berhadapan satu sama lain. Setelah memesan dua gelas orange juice. Mereka kembali terdiam.

“Chang? Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Yunho memecah keheningan.

“Ano..” Changmin kembali terdiam. Laki-laki jangkung itu memainkan jari-jarinya. Tidak lama pesanan mereka pun datang dan Changmin langsung meneguk hampir setengah gelas jusnya karena gugup.

“Senpai aku ingin minta maaf atas kejadian dua minggu lalu.” Kata Changmin membuka mulut. Yunho menatap wajah Changmin. Ada sedih dan gugup di mata adik laki-laki yang saat ini memenuhi seluruh otaknya.

“Daijobu. Aku sudah melupakan hal itu.” Jawab Yunho sambil meneguk jusnya. Changmin kembali terdiam. Hatinya berperang untuk mengatakan atau tidak hal yang sebenarnya mungkin akan merusak segalanya.

“Lalu?” Tanya Yunho masih sabar menunggu. Changmin menunduk dan menghela  nafas.

“Senpai, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan hal ini tapi aku harus.” Changmin kembali menggantungkan kata-katanya. Yunho menatap Changmin dengan tatapan penuh tanya.

“Alasan Yoochun-nii marah pada Senpai karena..” Changmin terlihat ragu untuk melanjutkan kata-katanya.

“Karena?” Tanya Yunho sudah mulai tidak sabar. Rasa penasaran mulai menghinggapinya.

“Karena menurut yang Yoochun-nii dengar, senpailah yang menabrak Jejung-nii sepuluh tahun lalu.” Akhirnya sederetan kalimat muncul dan dengan sukses menembus jantung Yunho. Wajah laki-laki berkulit tan itu menegang.

“Senpai? Kau baik-baik saja?” Tanya Changmin melihat perubahan ekspresi Yunho. Yunho terdiam. Mencoba mengatur kembali memory otaknya yang tiba-tiba berantakan.

“Yoochun tau darimana?” Hanya itu yang mampu dikatakan Yunho. Changmin menggeleng lesu.

“Aku tidak tahu Senpai, Yoochun-nii seumur hidupnya menyimpan dendam pada kejadian yang menimpa Jejung. Dia menyalahkan  kejadian itu yang menjadi penyebab hidup kami seperti ini. Tapi aku mohon Senpai, jangan beritahu Jejung-nii. Aku mengerti perasaannya padamu. Aku hanya tidak ingin merusak apa-apa.” Changmin tertunduk sedih. Yunho menatapnya. Sakit hatinya mendengar semua perkataan Changmin bahwa dialah penyebab kebutaan dari  orang  yang benar-benar Ia cintai.

“Perasaan Jejung?” Yunho bertanya dengan nada bingung dan sedih. Entah apa yang dia rasakan sekarang. Dia tidak mungkin meninggalkan Jejung setelah apa yang sebenarnya dia perbuat pada laki-laki cantik itu. Changmin menoleh kearah Yunho dengan wajah bingung.

“Bukankah kalian sepasang kekasih?” Tanya Changmin polos yang mau tidak mau membuat semburat merah di pipi Yunho. Changmin tersenyum.

“Senpai jujur saja aku tidak peduli dengan yang terjadi di masa lalu. Aku hanya ingin minta satu hal saja padamu. Jangan menyakiti Jejung-nii dan jika kau benar-benar sayang padanya jagalah dia untuk kami.” Sambung Changmin.

“Demo..” Sahut Yunho lalu menggantungkan kata-katanya. Changmin menatapnya.

“Bagaimana dengan Yoochun?” Tanya Yunho. Changmin tersenyum penuh arti.

“Itu bagianku, percayalah!” Sahut Changmin sambil menepuk dadanya sendiri. Kemudian Changmin pamit lebih dulu. Sebelum pulang Changmin memberikan Yunho sebuah kertas yang bertuliskan alamat.

“Jejung-nii sekarang bekerja di toko bunga dekat stasiun. Itu alamatnya, jika senpai tidak sibuk. Jya!” Pamit laki-laki jangkung itu kemudian menghilang di tikungan café. Yunho menatap alamat yang diberikan Changmin padanya. Bertekad apapun yang terjadi dia harus mendampingi Jejung walaupun ini mungkin tidak sepadan dengan apa yang telah dia lakukan di masa lalu.

TBC

Gomawoyo sudah menyempatkan diri untuk membaca FF gaje ini *deep bow

Jangan lupa commentnya chingu,, comment chigu sangat berharga bagi author *nangis terharu bareng Changmin*

12 thoughts on “[FF] Raining Part.8-The Truth

  1. knpa jdi sdih gni ?? huwee appa yg nabrak jae
    klo jae tau ,jae bkalan mrah sma appa gak ni
    yochunnie main tonjok2 yunppa
    ih tumben changmin gak evil hihihihi

  2. Huwaaa melowmelow gni,yunho harus sama jae pokonya.
    Jae bisa liat lg kan nantinya thor?
    mudahmudahan bisa aminnn #eh

  3. Suie mang ky bebek iiihh…ngintilin yunpa hahahaha…😀
    Ouch!! Yunpa di ksh bogem mentah sam̶̲̅α̇ Uchun…kasian Yunpa…#sini Appa aq peluk biar gak sakit #bruk di jorogin jaema

    Tapi bukannya ýanƍ bawa mobil Appa tiri’a Yunpa..berarti ýanƍ nabrak bukan Yunpa dong~ iyakaaaan~ benerkaaaan~
    Semoga Jaema bisa ngliat lagi, jadikan Uchun gak benci lagi ªⓜª Yunpa

  4. Chun tau dr mana to yunpa yg nabrak jae umma.bkny appay yunpa yg nabrak.yunpa semangat dapetin hati umma.jaga dia.

  5. woooow
    Yoochun kereeeen …
    huahahaha
    rasakan ituuu Yun
    *digorok Jaemma

    tuh kan tuh kan tuh kaan
    sebenernya Yoochun tau darimana soal kecelakaan itu
    dan changmin juga sampe tau
    cuma Jae yang ga tau
    aigooo
    poor Jae

  6. Tuhkan sie yuchun ternyata udah tau siapa yg nyebapin sie jejung kaya gitu..,
    Yuchun juga engga salah, dia kan terlalu menyayangi kakaknya…
    Yunho! Ayo pertahankan cintamu pada jejung!! Fighting!!!

  7. Yang nabrak kan Buapak e yunho, bukan yunho kan -_-” hadeuuhh knp yochun uda tau??drmn ya??si jidat liat bebek ga knp2??brarti ga ada pair yoosu ya thor?? ga ada jga gpp hahaha…
    chang dewasa banget, tau rasanya penderitaan jaejoong selama ini, demi bahagianya jaejoong dia rela melupakan masa lalu..aahhh changmin disini dewasa ya, tumben ga inget kulkas *dibakar changmin
    pengeeennnya umma bs liat hehehe…ehmm yunho ternyata bkn dr kel yg kaya2 amat ya..

  8. I Wanna hug my papa… papa Yunho~ *Ngacir meluk Yunho*

    yg nabrak Jejung sampe buta begitu kan Mr.Jung (?)!!! bukan Yunho…
    Ah chun… anak umur 7 tahun emang bisa nyetir…????
    *Maen ski dijidat Yoochun*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s