WE AREN’T REAL, JUST DREAM/ YUNJAE/ CHAPTER 1


WE AREN’T REAL, JUST DREAM

Created by Amee

Chapter-1

.

.

Summary:

Aku memeluk pinggang ramping Jaejoong dan menariknya untuk semakin dekat denganku di tengah lautan merah yang menyerukan kata “Yunjae” dengan liarnya, sementara Jaejoong menatapku lembut dengan doe eyes nya, sesekali bersandar di bahu bidangku. Sayangnya itu hanya sekadar fanservice.

.

.

CHAPTER 1 – PLEASE MAKE IT REAL

Waktu sudah menunjukukkan hampir tengah malam, dan kegiatan TVXQ baru saja usai. Kurasakan tubuhku lelah, namun tak ada ada kebahagiaan yang lain, selain membuat para Cassie bahagia.

Setelah semuanya selesai, menejer hyung mempersilakan kami untuk pulang. Aku meregangkan tubuhku hingga dapat kudengar bunyi berdecit pada persendianku. Ketika aku membuka van, semua anggota sudah ada di dalamnya, melirik sekilas pada Jaejoong yang duduk di kursi belakang, lantas masuk dan duduk di sampingnya.

“Kau lama, Hyung,” kata Yoochun.

“Maaf aku perlu ke toilet tadi,” jawabku. Aku berusaha mengurangi intensitas debaran dalam dadaku ketika sadar bahwa kuliku bersentuhan dengan Jaejoong—karena aku akan duduk di sampingnya, keterlaluan memang aku berpikiran seperti itu, tapi itu muncul dengan sendirinya dari dalam hatiku.

Selama van berjalan, aku berusaha untuk tetap melihat ke depan, atau berusaha membaurkan diri dengan perbincangan ringan antara Yoochun dan Junsu, aku terlalu pengecut untuk menoleh ke kenan meski hanya sebentar. Aku tidak tahu, tapi aku yakin aku akan terluka begitu dalam jika melakukannya.

“Yunho hyung,” panggil Changmin, dan aku terpaksa menoleh. “Kau tampak sangat lelah, tidurlah sebentar, aku akan membangunkanmu saat kita sampai.”

Aku mengangguk. “Terimakasih, Min,” kataku.

Dan benar aku terluka. Aku merasakan sakit yang melukai hatiku berbentuk sayatan panjang, hingga luka itu tampak sangat menganga lebar. Kulihat Jaejoong tengah tertidur dengan sangat pulas, ia bersandar pada dada Changmin, tangan kanannya memeluk perut Changmin, sementara tangan kiri Changmin memeluk pinggang ramping Jae. Hal favorit yang akan selalu kulakukan di atas panggung.

Aku seharusnya tidak boleh merasakan perasaan yang hina ini, Jaejoong milik Changmin, bukan milikku. Hubungan kami hanyalah suatu kepalsuan di atas panggung untuk menutupi kenyataan yang ada. Semua anggota TVXQ tahu bagaimana hubungan Jaejoong dan Changmin, termasuk menejer hyung. Karena alasan politis, sebagian besar Cassie adalah yunjae shipper, maka terciptalah hubunganku dengan Jaejoong, sebatas di atas panggung dan di hadapan para fans.

Aku cukup bahagia meski hanya seperti ini, bisa melakukan kontak fisik dengan Jaejoong meski hanya sebuah kepura-puraan. Aku merasakan sakit yang teramat, berpura-pura tidak peduli pada hubungan Jaejoong dan Changmin.

Aku melengos, dan memutuskan untuk tidur dengan wajah menghadap jendela, bertolakan dengan posisi Jaejoong hingga aku tak bisa melihat keduanya. Kusadari sudah tidak ada lagi percakapan antara Yoochun dan Junsu, mungkin mereka sudah tertidur, dan kuputuskan untuk ikut terlelap.

**TVXQ**

“Yun… Yunho, bangun,” kudengar suara samar yang mengalun lembut di telingaku. Kubuka mataku perlahan dan kudapati Jaejoong tengah merunduk dekat dengan wajahku. Ia tersenyum dengan sangat lembut, hingga aku hampir kehilangan nafas karena kecantikannya seolah mencabut kesadarku.

“Jae,” gumamku pelan.

Jaejoong menjauhkan tubuhnya, lantas duduk di sampingku. “Kita sudah sampai, ayo turun! Member yang lain sudah masuk, kau tidur terlalu lelap,” dia menatapku. “Ah, dan tidurlah dengan posisi yang normal, Jung Yunho-ssi, kau selalu tampak lucu tidur dengan mulut menganga seperti itu. Ayo, sudah mulai dingin,” katanya lagi dan ia keluar lebih dulu.

Aku bahkan tidak menyadari ketika bibirku menarik sebuah senyuman. Terima kasih atas kata-kata manismu, Jae. Itu terdengar seperti sebuah ungkapan kasih sayang di telingaku.

Aku turun dari van, dan ku dapati Jaejoong tengah membuka bagasi. Hero, julukan yang tepat untuknya. Meskipun berwajah cantik, aku tahu dia kuat, tangguh dan berani, karena itu ia memilih kata Hero.

“Mau kubantu membawakan barangmu?” tawarmu.

Jaejoong menoleh dan tersenyum padaku, hingga jantungku seperti mendapat kejutan listrik. “Tidak perlu, terimakashi. Minnie sudah membawakan semua barangku tadi, aku hanya memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal,” katanya.

Aku mengangguk paham, tidak mengatakan apa-apa lagi. Hanya berdiri di sana dan menunggu Jaejoong selesai. Setelah itu, kami berjalan beriringan memasuki dorm. Waktu sudah menunjukan pukul dua lewat, waktu tanggung, tidak bisa dikatakan malam, tapi belum memasuki pagi.

Yoochun tampak duduk di sofa sambil menikmati tayangan televisi, aku sangat tahu kebiasaannya yang tidak bisa kembali tertidur jika sudah terbangun.Meskipun begitu, pada saat yang normal, Yoochun adalah member yang paling cepat tidur dan selalu bangun paling siang.

“Dimana Junsu?” tanyaku.

Yoochun melirikku dan Jaejoong bergantian. “Di kamarnya,”

“Dan Changmin?” tanya Jaejoong. Ketika menanyakan itu, aku tahu kekahawatiran Jaejoong. Cemburu ketika memikirkan pasangannya berada dalam satu kamar dan tidur satu ranjang dngan orang lain, begitu? Apakah aku benar? Tentu saja aku benar karena aku merasakannya.

“Aku ada di sini,” Changmin mengintrupsi. Aku cukup terkejut ketika mendapati dirinya sudah berada di sampingku. “Kau lama, jae. Hanya membangunkan Yunho hyung, apa perlu waktu selama itu? Atau kalian bertemu dengan para fans di luar sehingga terpaksa melakukan fanservice spontan?”

“Jangan menggodaku seperti itu, aku hanya mengecek bagasi tadi,” sela Jaejoong.

Changmin tertawa. “Aku hanya bercanda, maaf.” Dia menjulurkan lidahnya, lantas merangkul Jaejoong dengan seduktif.

Bagiku, kata-kata Changmin tadi bukan sebuah candaan seperti yang ia katakan, itu lebih terdengar seperti sebuah tuduhan, bentuk kecemburuan. Aku tahu, dalam hal ini Changmin juga terluka. Hanya saja aku tidak tahu siapa yang terluka lebih dalam, apakah aku atau Changmin.

Changmin melirik pada Yoochun dengan kerlingan aneh. “Hyung, kau tidak akan tidur malam ini?” tanyanya.

“Tidak,” Yoouchun menyeringai. “Rapikan lagi kamarku setelah menghancurkannya, dan jangan berolahraga terlalu keras, kegiatan menanti kita besok. Satu lagi, jangan meninggalkan bau-bau aneh.”

“Tentu,” Changmin tersenyum lebar, lantas tertawa, dan Yoochun hanya menggelengkan kepalanya. Aku masih mematung di sana tanpa mengatakan apa-apa, ketika Changmin dan Jaejoong sudah menghilang dari pandanganku aku baru tersadar apa yang akan terjadi malam ini, dan memikirkannya membuatku sakit. Jangan lakukan, ku mohon. Hatiku menjerit miris

.**TVXQ**

Pagi datang dengan sangat lambat. Kantuk sangat sulit menyerangku, hingga aku baru tertidut ketika jam dinding sudah menunjukan pukul lima pagi, dan terimakasih kepada alarm yang berbunyi dengan sangat keras dua jam kemudian sehingga aku terbgun dengan sangat tidak nyaman.

Meski rasa lelah dan malas menyerangku dengan brutal pagi ini, kupaksakan untuk bangun dan bersiap, mengingat pagi ini menejer hyung akan datang dan membicarakan sesuatu denganku, sebagai leader aku harus memahami kegiatan setiap member agar dapat memantaunya dengan baik.

Ketika aku keluar dari dalam kamar, jaejoong baru kelaur dari kamarnya. Dia tampak berantakan, dengan rambut yang mencuat ke segala arah dan pakaian yang kusut. Ia masih mengantuk, aku dapat melihat itu dari matanya. Jaejoong menggaruk-garuk kepalanya, sepertinya ia tidak sadar bahwa aku berdiri di sana memerhatikannya, karena begitu ia menoleh, Jaejoong tampak salah tingkah.

“Selamat pagi, Yun,” dia tersenyum lebar.

“Pagi Jae,” kataku. Ketika aku kembali menatapnya dan tanpa sengaja melihat pintu di belakangnya, hatiku mencelos. Aku ingat, bukan Yoochun yang tadi malam sekamar dengannya. Kenapa kau selalu berpikiran picik dan naif Jung Yunho?

“Aku akan memasak, kudengar menejer hyung akan datang lebih pagi,” katanya lantas berlalu. “Kenapa ia senangsekali memakan nasi,” gerutunya.

Mendengarnya membuatku tersenyum. “Biar aku yang mencuci beras,” tawaku.

Aku tidak akan lupa kebiasaannya, hal yang di sukai dan tidak disukainya. Jaejoong tidak suka mencuci besar, karena katanya meskipun dicuci berkali-kali beras tidak pernah bersih. Dan itu membuatk tertawa kecil. Ia menggemaskan.

“Terimakasih, ayo” Jaejoong tampak bersemangat.

Sekarang disinilah aku berada. Aku mencuci beras sementara Jaejoong menyiapkan sayur dan lauk untuk dimasak. Tepat ketika aku selesai mencuci beras, Yoochun muncul.

“Yunho hyung, Menejer hyung sudah datang,” katanya.

Aku mengangguk paham, lantas melirik pada Jaejoong memohon izin untuk menemuinya, Jaejoong mengangguk. Rasanya seperti kami adalah sepasang kekasih, sayangnya ini tidak nyata hanya perasaanku saja.

“Chun, bangunkan Junsu dan Changmin, suruh mereka bersiap-siap,” kataku.

Setelah Yoochun mengiyakan, aku berlalu menuju ruangtamu dan kudapati menejer hyung sudah duduk di sana. Di atas meja  berserakan berkas-berkas yang selalu di bawanya.

“Apakah istirahat kalian cukup?” tanyanya.

“Tidak akan pernah cukup sebenarnya,” jawabku jujur. “Jadi apa saja kegiatan hari ini?”

Menejer hyung mulai menjelaskan semua kegiatan tiap member kepadaku hari ini. Schedule paling penting adalah konser yang akan diakan tiga jam lagi, dan TVXQ diminta untuk menyanyikan lima lagu. Kusimak apa yang dibicarakannya dengan baik, seolah tak ingin melewatkan apapun.

Ada satu hal yang tampak terang dipikiranku, ketika menejer hyung mengatakan bahwa kami akan berbagi panggung dengan Super Junior. Aku tidak tahu darimana datangnya pikiran jahat itu, yang kutahu setiap kami berbagi panggung dengan Super Junior, akan ada fanservice tambahan dari  Changmin dan Kyuhyun. Kuakui bahwa aku naif, hanya saja ketika Changmin berdekatan Kyuhyun, aku merasa memiliki Jaejoong seutuhnya.

“Bisa kau panggilkan Jae, Yun?” tanya menejer hyung.

Aku mengangguklantas segera berlalu menuju dapur, tempat terakhir yang kuingat dan kuyakin Jaejoong masih berada di sana. Ketika aku sapai di mulut dapur, aku tahu bahwa ini adalah suatu kesalahan,seharusnya aku tidak perlu memanggil Jae, sehausnya kuminta Yoochun atau Junsu untuk memanggilkannya.

Kulihat Jaejoong dan Changmin sedang berciuman panas hingga menimbungan bunyi kecipak, dan sesekali Jaejoong melenguh tertahan. Jaejoong duduk di atas pantry, sementara Changmin berdiri menghadapnya dengan sangat manly. Kedua kaki Jaejoong melingkar erat pada pinggang Changmin, sementara tangan Changmin memeluk leher dan punggung Jaejoong. Mengapa mereka tampak sangat serasi di mataku, tidak adakah celah bagiku untuk mendapatkan Jaejoong lebih dari ini, sebentar saja.

Aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya, bagiku ini sangat  menyakitkan—perih, pedih, dan mengoyak. Kenapa aku harus mencintai kekasih sahabatku sendiri? Kenapa dunia ini begitu tidak adil dan tidak memihak padaku?

Kubuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral, bunyi bedemam ketika aku menutup kulkas tampaknya mengintrupsi keintiman mereka. Pagutan mereka sudah terlepas, namun bisa kulihat Jaejoong masih melingkarkan kakinya pada Changmin, dan aku berpura-pura tak peduli.

“Hyung,” kata Changmin.

“Aku… aku tidak melihat apa-apa,” dustaku, dan saat itu aku merasa dadaku penuh dengan rasa sesak yang menyiksa. “Aku akan kembali ke depan. Ah, Jae, menejer hyung ingin bertemu denganmu,” dan aku berbalik. Lima meter dari sana, langkahku gontai. Wajahku tidak mampu lagi menyembunyikan kesakitan yang kurasakan.

Begitu aku kembali ke ruang tamu, kudapati Junsu dan Yoochun sudah berada di sana. Junsu mengamatiku dengan intim seakan ingin menelanjangiku, lantas mengeryitkan dahi.

“Kau baik-baik saja Hyung? Apa kau sakit?” tanya Junsu, kata-katanya mampu membuat Yoochun dan menejer hyung menoleh bersamaan.

“ApA aku tampak tidak baik-baik saja?” aku justru balik bertanya.

“Kau seperti tidak sehat, kau yakin kau baik-baik saja?” tanya Junsu lagi.

Aku mengangguk mantap. “Aku baik-baik saja, Su. Tidak perlu khawatir,” kataku.

“Ceritakan padaku apa masalahmu,” kata Yoochun kemudian, instingnya tidak bisa diremehkan.

“Tidak ada masalah aku baik-baik saja,”

Hening untuk beberapa saat uang terdengar hanyalah bunyi kertas yang dibolak-balik oleh menejer hyung.

“Jadi? Kita tidak bisa berpura-pura buta melihat antusiasme para cassie akan yunjae. Karena itu, Yunho, Jaejoong, kumohon tetaplah berakting di atas panggung,” kata menejer hyung. Saat itu aku baru menyadi bahwa Changmin dan Jaejoong sudah bergabung di ruangan yang sama.

Aku tidak menjawab apa-apa, meski rasanya aku ingin berteriak dengan girang dan mengucapkan terimakasih banyk pada menejer hyung karena memberiku kesempatan untuk bersentuhan intim dengan Jaejoong.

Aku menatap Changmin dan menejer hyung bergantian, dari caranya menatap menejer hyung, aku tahu bahwa Changmin keberatan, ia tidak setuju dengan ide gila ini namun ia tidak dapat melakukan apa-apa.

“Baik, kami akan melakukannya sebaik mungkin, kami pasti bisa,” Jaejoong menjawab kegelisahanku. Terimakasih Jae, bagiku, itu adalah jawaban yang sangat menenangkan dan membuatku merasa bahagia. Tuhan, aku harap ini akan menjadi nyata untuk kemudian, bukan hanya sebatas pertunjukan di atas pentas.

“Karena kali ini kita akan berbagi panggung dengan Suju, maka kuharapkan kau dapat menunjukan fans service tambahan dengan Kyuhyun, Changmin,” tambah menejer hyung.

Dan kali ini Jaejoong yang diam, tatapannya mengancam.

TBC

Next Chapter: >> fans service duel X kissmark salah alamat X kecemburuan

7 thoughts on “WE AREN’T REAL, JUST DREAM/ YUNJAE/ CHAPTER 1

  1. wowww…..i’m the first reader…

    fuihhhh….gimana ya…jujur bagus bgt cerita ny…tapiiiiiiii…tapiiiiii…jujur bener2 tak suka kalo jae di pair dgn siapapun selain yunho…aneh aja baca bagian jaemin kissu2…

    moga2 di chap selanjutnya kembali ke yunjae ya…

  2. jyahh changmin knp kisu” ummamu.. liat noh appa beruang cmbru.. *lirik yunpa*

    moga ja jae cpt” brpaling k’yunho.. hehe

  3. Hiks, hiks..
    Aq mewek deh. Knp hrus Yunpa yg trsakiti?
    Knp hrus Minnie yg jd pcar Jae? N knp hrus seintim itu?
    Oh, YooSu tlg bntu Yunpa brtahan >,<

  4. Oh tidak..tidaaaaaaakk!!! Knp MinJae/JaeMin
    (╥﹏╥) Yunpaaaaa~ kasian se x dirimuuu…sam̶̲̅α̇ aq aja yaaa..mumpung jae lagi sam̶̲̅α̇ Mimin #plak, ditabok uchun, aq padamu ko chun😀
    Àƙύ gak rela Jaema di grepe2 sam̶̲̅α̇ ýanƍ lain selain Yunpa…
    Yunpa jangan patah semangat ya, berjuanglah demi mendapatkan Jaema
    Àƙύ YJs ko tenang aja😀
    Yunpa fighting!! Author sshi fighting!!

  5. Mian ikut cment, .annyeong sblumny, sya reader bru, ..
    OH MY, jaema d embat aegya’ny sndri, ksian yunpa slalu skit hti tiap leat k’intiman Minjae, . Huwahhh minjae bner2 hot k’intimany, jd yunpa hny mngandalkn fanservice dn shipper spy bs br’dkatan dgn jaema? Hueee ksian yunpa, . .

  6. omoo..omoo..koq jae jae ama min?? andwee….#guling2 bareng yun yun#…
    yaa jae jae…yun yun nyesek tuh..koq cipokan ma min min siihh..kn tu bibir udah dicap, distempel+ketul palu adalaj milik yun yun seorang?? aigooo…
    Tp thor..ntar endingnya tetep ma yun yun kn??#melas bareng jiji#

  7. huh jaemin yaa? entahlah rasanya ga rela kalo yunjae dipasangin sama orang lain:/
    kalo soal cerita aku rasa ceritanya bagus, menarik, emm semoga aja yunjae bisa cepet2 bersatu *pasrah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s