[FF] Raining Part.9-Smile


Anneyong *bow

*hening* bingung author mau ngoceh apa ya hahahaha😀

yang pasti saksikan terus kelanjutan kisah Yunpa ma Jaema dalam kisah-kisah ini *author mulai ngaco

Happy Reading ^^

 

===========================================

Title         : Raining

Author    : Ri3chan

Chapter : Chap 9- Smile

Cast        : Yunjaeyoosumin dan pemain pendukung lainnya

Genre      : Romance, angst, yaoi

Rate         : (bingung)

CHAPTER 9- Smile

Can I see your smile?

(Yunho POV’s)

Aku mengayuh sepedaku ke arah stasiun. Mencari dimana letak toko bunga yang disebutkan Changmin. Dari kejauhan aku sudah bisa melihat sosok cantik yang kucari tengah memegang pot bunga mawar dan meletakkannya diluar agar pelanggan yang datang bisa melihat bunga indah seperti yang membawanya. Aku menghampiri sosok Jejung yang tengah berdiri menepuk-nepuk kedua tangannya yang kotor terkena tanah dari pot. Laki-laki itu seketika menoleh kearahku.

“Yunho-kun?” Panggilnya agak ragu. Aku sudah tidak terkejut lagi bagaimana Jejung bisa mengetahui keberadaanku.

“Ohayou Jejung-chan!” Sapaku. Aku memperhatikan wajah kemerahan dari Jejung karena terpapar sinar matahari, kemeja kotak-kotak merahnya yang tidak dikancing, celana jeans lusuh dan sepasang sepatu ketsnya. Walaupun agak berantakan dia tetap sangat cantik dimataku.

“Yunho!?” Panggilnya lagi. Matanya berbinar dan melangkah cepat  kearahku. Dengan sigap kupegang tangannya.

“Hati-hati Jejung, nanti kau terjatuh!” Kataku mulai mengomel dengan sikapnya yang kadang sembrono. Dia langsung memeluk lenganku.

“Kau kemana saja!? Menyebalkan!” Gerutunya sambil mengerucutkan bibirnya yang berwarna pink. Aku tidak tahan untuk tidak menarik hidung mungilnya.

“Aku ada ujian di sekolah Jejung. Nande? Kau merindukanku ya?” Kataku mulai menggodanya karena melihat ekspresinya tadi. Jejung menoleh kearahku dengan wajah merona. Wajah merona yang manis sekali.

“Darimana kau tahu aku di sini?” Tanyanya tanpa menggubris godaanku. Tapi pipinya masih tetap merona.

“Aku mencarimu dan bertemu Changmin. Jadi aku bertanya padanya.” Kataku berbohong. Jejung menatapku dengan mata bulatnya yang tidak berfungsi.

“Nani? Kau tidak sibuk apa?” Tanyaku lagi. Jejung tersenyum dengan manisnya lalu melepas pelukannya dari lenganku. Sifat manja yang membuatku selalu gemas jika berada di dekatnya. Jejung-chan…

“Yunho bisa kau jemput aku nanti sore? Itupun kalau kau tidak sibuk.” Tanya Jejung. Aku berpikir sejenak sebelum mengiyakan.

“Apa tidak apa-apa?” Tanyaku megingat kebencian Yoochun padaku pasti masih berlaku. Jejung terdiam lalu menggeleng.

“Aku akan memberitahu Changmin, dia yang sering menjemputku.” Lanjut laki-laki cantik itu padaku.

“Aku akan menjemputmu Jejung.” Akhirnya aku mengiyakan. Jejung tersenyum lalu masuk ke dalam toko. Akupun mengayuh sepedaku kembali ke rumah.

 

(Author POV’s)

-Sore Hari-

Yunho sudah menunggu Jejung di depan toko bunga sekitar setengah jam yang lalu dan memperhatikan laki-laki itu melayani pelanggan yang akan membeli bunga. Memang tidak tepat di depan toko, tapi cukup strategis untuk Yunho dapat melihat sosok cantik itu di tengah keramaian jalan. Setelah Yunho melihat Jejung dan seorang wanita separuh baya keluar dari toko Yunho mulai mengayuh sepedanya mendekat kearah toko.

“Jejung jemputanmu?” Tanya wanita itu sambil memperhatikan Yunho. Jejung mengangguk.

“Tapi dia terlihat berbeda dengan yang biasa menjemputmu?” Tanya wanita itu mulai terlihat kawatir.

“Daijobu Hana-san. Itu temanku.” Jawab Jejung tersenyum lalu membungkuk untuk berpamitan.

“Kau naik sepeda?” Tanya Jejung di tangannya terdapat sebuket bunga matahari yang dirangkai seperti buket pengantin.

“Iya, jarak rumahmu dari sini kan lumayan jauh Jejung-chan.” Terang Yunho. Jejung lalu meraba tempat duduk belakang sadel Yunho yang ternyata ada tempat duduk untuk menggonceng.

“Bisa?” Tanya Yunho sambil menoleh kearah Jejung yang berada di belakangnya. Jejung sudah duduk dengan sempurna.

“Hana-san, sampai besok!” Teriak Jejung sambil melambai kearah Hana-san. Jejung tau sebelum dia pergi Hana-san akan berdiri di situ sampai dia tidak terlihat lagi di depan toko. Hana-san melambai kearah Jejung. Yunho hanya mengangguk sedikit sebagai tanda pamit. Lalu laki-laki itu mulai mengayuh sepedanya.

“Pegangan Jejung.” Perintah Yunho. Jejung lalu melingkarkan tangannya di pinggang Yunho sambil tetap memegang buket bunga mataharinya.

“Untuk siapa kau membuat buket bunga?” Tanya Yunho bingung sambil terus mengayuh sepedanya.

“Untukmu.” Jawab Jejung singkat sambil tersenyum kecil menikmati terpaan angin yang dibawa oleh setiap kayuhan sepeda Yunho. Yunho tersenyum  saat mendengar kata-kata Jejung.

“Seperti pengantin saja.” Jawab Yunho lalu tertawa kecil.

“Mouu apa yang kau tertawakan!?” Tanya Jejung dengan nada kesal.

“Daijobu Jejung. Kau ini manis sekali membuatkan buket bungan untukku.” Yunho masih tidak bisa menahan tawanya. Laki-laki mungil ini benar-benar membuat dirinya gemas. Yunho tidak mengantarkan Jejung pulang tapi mampir terlebih dahulu ke sebuah kedai es krim.

“Ayo Jejung kita sudah sampai.” Kata Yunho membantu Jejung turun. Laki-laki itu tampak bingung.

“Dimana? Ini bukan apartemenku.” Kata Jejung merasakan suasana di sana.

“Ne, ini kedai es krim.” Kata Yunho menggandeng Jejung masuk ke dalam. Jejung  hanya menurut saja.

“Irasshaimase! Untuk berapa orang?” Tanya Pelayan kedai saat mereka memasuki kedai.

“Untuk dua orang.” Jawab Yunho. Pelayan itu lalu menunjukkan meja untuk mereka berdua. Yunho membantu Jejung menggeser kursi yang akan dia duduki. Mereka duduk berhadapan.

“Ini silahkan.” Kata Pelayan itu sambil menyerahkan buku menu. Yunho mulai membolak-balik buku menu. Sedangkan Jejung hanya diam saja. Pelayan itu menatap Jejung bingung, sesaat dia baru menyadari bahwa Jejung buta. Mata bulat Jejung yang indah mampu membuat orang sekitarnya mengira dia tidak buta, walaupun kenyataannya berbanding terbalik.

“Ini saja, sundae coklat dengan sirup dua ya! Arigatou.” Kata Yunho memesan.

“Mohon ditunggu sebentar.” Kata pelayan itu lalu beranjak pergi. Yunho memperhatikan Jejung yang duduk sambil memainkan bunga di dalam buketnya.

“Kau tahu Jejung, kau cocok sekali bekerja di toko bunga.” Kata Yunho tersenyum.

“Hee?” Jejung mendongak.

“Ne, wajahmu sama cantiknya dengan bunga.” Goda Yunho membuat semburat merah di pipi Jejung.

“Kau ini!” Sembur Jejung lalu menunduk malu. Yunho tertawa kecil melihat tingkah malu Jejung yang sangat dia sukai. Tak lama pesanan mereka datang. Jejung meraba keatas meja untuk mencari gelas es krimnya, Yunho mendekatkan gelas es krim itu ke tangan Jejung sehingga mudah dijangkau oleh Jejung. Jejung meraba gelas itu dan mendekatkan kearah dirinya dan mulai menyuapkan sesendok es krim ke dalam mulutnya. Yunho memperhatikan setiap gerakan Jejung, merasa diperhatikan seperti itu membuat Jejung salah tingkah.

“Kau melihat apa?” Kata Jejung dengan wajah merona. Dalam kebutaan Jejung selalu tau tatapan Yunho mengarah padanya setiap mereka bersama.

“Tidak ada. Kau lucu!” Jawab Yunho tertawa sambil memakan es krimnya. Jejung langsung mengerucutkan bibirnya sambil terus menyuapkan es krim yang mendinginkan seluruh rongga mulutnya.

“Yunho..” Panggil Jejung sambil mengemut sendoknya. Yunho menoleh ke wajah yang terlihat sangat manis dengan pose seperti itu.

“Nani?” Tanyanya masih dengan seulas senyum tersembunyi karena melihat tingkah laku Jejung.

“Aku ingin melihat senyummu..” Lanjut Jejung dengan polosnya. Yunho terdiam terpaku tak tahu harus mengucapkan apa.

“Hee?” Hanya itu yang mampu dikeluarkan Yunho. Jejung menoleh kearahnya.

“Salah?” Tanyanya polos. Yunho kembali dengan wajah bingungnya. Bagaimana dia menjawab pernyataan laki-laki cantik di hadapannya.

“Tunggu sampai aku mendapatkan donor mata. Apa kau mau menunggu?” Tanya Jejung lagi. Kali ini membuat Yunho tersedak. Entah apa yang akan dia lakukan jika Jejung sudah bisa melihat.

“Uhuk!” Yunho tersedak es krim yang dia makan.

“He? Yunho daijobu ka?” Tanya Jejung panik lalu berdiri.

“Daijobu, sudah duduklah.” Kata Yunho setelah batuknya reda. Yunho meminum segelas air putih yang disediakan. Membuat tenggorokannya kembali lega.

“Yokatta, kau ini bisa pelan-pelan tidak!? Tidak usah besar kepala karena aku berkata ingin melihat senyummu!” Jejung bersungut-sungut lalu menggembungkan pipinya. Yunho tidak tahan untuk tidak tertawa.

“Hahahaha Jejung tampangmu lucu sekali!” Seru Yunho sambil menepuk-nepuk pahanya sendiri. Jejung malah melempar Yunho dengan buket bunganya dan sukses mendarat di wajah Yunho.

“Itai! Gomen ne Jejung.” Kata Yunho menangkap buket bunga yang dilempar Jejung. Laki-laki cantik itu melipat tangannya di dada sambil mengerucutkan bibirnya.

“Aku mau pulang!” Rengek Jejung dengan tampang yang sama.

“Baiklah.” Jawab Yunho meredakan tawanya  lalu meminta bon kepada pelayan dan membayar es krim mereka.

Dalam perjalanan Jejung hanya terdiam. Bahkan dia tidak mau berpegangan pada Yunho, maka Yunho mengayuh sepedanya dengan pelan.

“Jejung kau marah padaku ya?” Tanya Yunho membuka pembicaraan saat mereka melewati jalan yang di samping kiri kanan terdapat pohon sakura yang bunganya mulai berguguran karena musim dingin mulai datang.

“…” Jejung terdiam. Yunho masih mengayuh sepedanya.

“Jejung-chan?” Panggil Yunho. Sebuah pukulan mendarat di punggungnya.

Bukk!!!

“Itai! Apa salahku Jejung!?” Tanya Yunho yang hampir kehilangan keseimbangannya.

“Jangan memanggilku Jejung-chan! Kau menyebalkan!” Gerutu Jejung. Yunho hanya terkekeh kecil.

“Tapi berhasil membuatmu bicara kan?” Tanya Yunho sambil tersenyum-senyum. Jejung kembali terdiam. Yunho langsung menghentikan sepedanya dengan tiba-tiba sehingga mau tidak mau Jejung memeluk lelaki jangkung itu karena takut terjatuh.

“Yunho kau apa-apaan! Menyebalkan!” Jejung kembali berkicau sambil melepaskan pelukannya dan berusaha memukul Yunho tapi  Yunho turun dari sepeda dan menyetandarkannya. Jejung meraba-raba sadel depan yang telah kosong

“Dan sekarang kau meninggalkanku! Kau ini benar-benar hmmpp..” Kicauan Jejung terhenti dengan sebuah benda yang hangat, lembut dan basah. Seketika Jejung seperti terhipnotis, dia tidak lagi berontak dan berkicau. Yunho menjauhkan wajahnya dari wajah Jejung. Melihat wajah malaikat yang merona merah.

“Hei cantik, kau marah-marah saja daritadi? Aku tau kau rindu padaku.” Kata Yunho masih sambil memegang pipi Jejung.

“Hee? Tidak baka!” Seru Jejung, wajahnya semakin memerah di bawah keremangan lampu taman. Yunho menepuk kepala Jejung lembut.

“Tidak apa-apa. Biar aku saja yang merindukan si cerewet ini!” Goda Yunho sambil mengacak-ngacak rambut Jejung. Jejung kembali menggembungkan pipinya kesal.

“Ayo jalan saja, apartemenmu sudah dekat kok.” Ajak Yunho sambil membantu Jejung turun dari sepedanya. Yunho melingkarkan tangan Jejung di lengannya dan menenteng sepeda.

“Sakura?” Tanya Jejung saat sebuah kelopak jatuh di poni laki-laki cantik itu.

“Ne, kau seperti sakura Jejung.” Jawab Yunho sambil menyentuh tangan Jejung yang melingkar di lengannya.

“Kau mau menggodaku lagi ya?” Sembur Jejung. Yunho terkikik melihat ekspresi laki-laki di sampingnya ini. Laki-laki polos, cerewet, cantik walaupun mata indahnya tidak berfungsi Yunho tetap mencintainya.

Jejung-chan Aishiteru..

Mereka melanjutkan perjalanan. Tidak berapa lama tibalah mereka berdua di depan gedung apartemen Jejung yang sederhana.

“Apa perlu kuantar?” Tanya Yunho. Jejung hanya menggeleng.

“Sampai sini aku bisa sendiri.” Kata Jejung lalu melepas pegangannya di lengan Yunho. Dengan sigap Yunho menarik tangan Jejung hingga ke pelukannya.

“Eh!” Seru Jejung kaget. Sebuah hawa hangat menjalar di seluruh tubuhnya saat tangan besar Yunho mendekapnya.

“Jejung aku merindukanmu. Aku rindu senyum dan wajah tersipumu. Juga wajah ngambekmu. Hehe..” Yunho kembali tertawa. Jejung memukul sebal dada bidang Yunho.

“Aku serius..” Sekarang Yunho memegang kedua pipi Jejung dan mendekatkan wajah laki-laki cantik itu ke wajahnya.

“Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu. Aku tidak bisa hidup tanpa melihat senyummu. Kau percaya padaku?” Tanya Yunho. Setiap nafas Yunho dirasakan Jejung di wajahnya. Membuat jantung laki-laki itu semakin berdetak dengan kencangnya. Jejung hanya mampu mengangguk. Kemudian Yunho kembali mencium bibir pink milik Jejung. Melumatnya pelan, mengisap bibir bawahnya dengan penuh kasih.

“Hmmpp.. Yunho..” Panggil Jejung di sela-sela ciuman mereka. Yunho menghentikan ciuman mereka.

“Kau tau kan ini dimana?” Tanya Jejung setelah Yunho melepas ciuman mereka. Yunho menjadi kikuk lalu memeluk Jejung.

“Gomen ne gomen.” Bisiknya. Yunho melepas pelukannya dan mengusap sekilas kepala Jejung. Jejung berlalu di balik tangga apartemen. Yunho masih berdiri disana sampai merasa yakin Jejung sudah dalam jangkauan aman. Tapi mereka berdua tidak menyadari sedari tadi sepasang mata tengah memperhatikan mereka dengan tajam.

 

TBC

Gomawo buat chigu yang udah menyempatkan diri membaca FF author yang super gaje ini *deep bow😀

Jangan lupa tinggalkan jejak yaa,, comment kalian sangat berharga sungguh *nangis terharu bareng Junsu*

12 thoughts on “[FF] Raining Part.9-Smile

  1. YunJae!!! YunJae!!! YunJae!!! i lop u!
    So Sweet…uuuuhhhhh…envy #nyari speda ah goncengan ma uchun, biar ky yunjae😀
    Pasti Uchun ýanƍ ngintip YunJae lagi kissu an, ųϑªђ lah Chun jgn marah2 lagi sam̶̲̅α̇ Yunpa, kasian Jaema, masa kmu gak pen Jaema bahagia sih, Mimin aja ųϑªђ setuju ko!!
    Ya sayangku Uchunku cintaku..restuilah Yunjae

  2. ksah cnta yunjae romantis abissss
    appa bneran syang ma jaemma ,
    so sweet appa^^
    yg lhat yunjae ciuman bang chun ya

  3. waaah
    changmin bantuin Yun rupanya
    tapi apa nanto Chun ga marah ya
    jadii serem sendiri bayangin Chun marah

    ih Yun ga sadar tempat deh
    masa main cium aja di tempat umum

    tuh kaaan
    itu siapa yg merhatiin mereka ?
    yoochun kah ?

  4. Hheeee
    Kisah cinta yunjae memang penuh perjuangan.., semangat ne yunjae…
    Ak yakin yg liat yunjae ciuman ttu pasti sie yuchun…

  5. pasti yg liat si jidat…*sotoy
    klo iya, bgs dah..moga aja luluh tuh jidat..liat kakaknya bahagia, masa ga kesentuh…
    aiihhh umma kaya Rosalinda penjual bunga hahah *plakk
    cantikan umma dong ^^

  6. Kebawa suasana…
    inget kata” Changmin ma Yoochun klo Yunho yg bikin Jaejoong buta…
    Wkt Yunho bergumam dalam hati “Jejung chan aishiteru”
    Nyesek… *sobs*

    YunJae momentnya udah makin ‘menjerumus’ (?)
    ppopo’an jangan dimana aja… ketahuan Chun kan… #Sotoy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s