Babo Gateun – Part 13


Title: BABO GATEUN

 Author: I.Anisa.Shipper a.k.a Me

Cast:

-Jung Yunho

-Kim Jaejoong

-Park Yoochun

-Kim Junsu

-Shim Changmin

-Kangin

-Leeteuk

-Jung Ji Hoon

-Song Hye Kyo

OTC

Genre: angst(maybe)+abal+ancur(pasti)+typo(s)

Rate: ?

 A/N: this fanfic YAOI / ♂

 

So don’t like don’t read!!

Buat yang bukan shipper yang dengan sengaja atau tidak sengaja nyolong-nyolong baca, NO BASHING please..!
And buat reader deul gomawo udah mau baca, mianhae kalau ceritanya ngelantur!

Ini FIRST fanfic ane yang GAGAL TOTAL.

 

/Gue/kebanyakan/bacot/

 

Jeongmal gomawo YAYA FEBRIAN JAEJOONGIE

Tanpa kalian ff ini ga mungkin ada ^^

 

Happy reading!

 

 

☆J

☆Y

☆J

☆Y

☆C

 

CEKLEK

 

Kangin menolehkan kepalanya menghadap ke arah pintu ruang rawat putranya begitu mendengar suara pintu tersebut di buka.

Bahkan Jaejoong yang sejak tadi begitu larut memandangi gerimis melirik sekilas melihat siapa yang datang.

 

“Annyeong!

Ahjusshi…

Jae…”

 

 

●Babo Gateun●

 

Part 13

===>

 

“Aahh!”

 

Seorang namja yang bisa di katakan manis untuk ukuran laki-laki,memekik nyaring sambil memegangi kepalanya.

Usianya memang sudah paruh baya,tapi guratan pesonanya masih begitu menawan dan mampu menggoda laki-laki sepantarannya.

 

“Jungso-sshi gwenchana? Jangan terlaku memaksa!”

 

“Aku ingat Dokter! Memoriku!

Aku bisa mengingatnya! Kau tahu itu dokter,penantianku bertahun-tahun sekarang berakhir sudah!

Aku harus ke Korea Dokter!

Aku akan menyusul anakku Park Yoochun, ah..ani Kim Yoochun dan menceritakan semua padanya!”

 

Sosok yang di panggil dokter tadi hanya mampu tersenyum lembut mendengar racauan pasiennya itu.

Pasien yang telah menjadi tanggung jawabnya selama 20 tahun lebih.

Lee Sungmin,nama dokter itu adalah dokter pribadi keluarga mendiang Mr.Henry dulu.

Dia adalah seorang warganegara Korea yang sedang bertugas sebagai dokter di Toronto.

Kejeniusannya saat muda membuatnya harus meninggalkan tanah kelahiran untuk di rekrut pihak rumah sakit luar negeri.

 

Dan 22 tahun silam Mr.Henry seorang pengusaha kaya di negara itu memanggilnya untuk menangani seorang korban kecelakaan pesawat yang ternyata warga Korea juga manakala saat itu Jungso di selamatkan Mr. Henry saat dia sedang berlayar dengan para kliennya di perairan laut perbatasan Kanada.

 

“Dokter Lee,aku sudah sembuh kan?

Jadi tidak masalah jika aku melakukan perjalanan jauh menemui keluargaku di Korea?!”

 

Namja manis bernama Park Jungso itu menatap penuh harap.

 

“Tidak apa-apa… Aku tidak punya alasan untuk mencegah seseorang yang ingin meraih kebahagiaannya.

Pergilah Jungso-sshi…aku ikut senang dengan kenyataan ini”

 

“Gomawo..”

 

Keduanya melempar senyum tulus.

 

 

★★★★★

 

 

“Kau kenapa sih Chunie?”

 

Jaejoong menatap intens pada namja berjidat lebar yang sejak tadi meremas-remas tangannya tidak karuan.

Pasalnya sejak masuk ke kamar rawat itu,mulutnya hanya mengeluarkan kalimat sapaan kepada Kangin dan Jaejoong lalu setelahnya dia bersikap seolah-olah pita suaranya kehabisan stok bunyi.

Di suruh duduk tidak mau,berdiri diam tidak di indahkannya.

Yang sedang dilakukan hanyalah berjalan mondar-mandir tidak jelas.

 

“Aigo.. Park Yoochun kau membuatku sakit kepala!”

 

Bahkan Kangin yang sejak awal duduk manis di sebuah kursi di dekat ranjang Jaejoong merasa jengah sendiri melihat kelakuan Yoochun.

 

“A… Em… Itu… Aku… Anu!”

 

Hanya kata-kata tak beraturan seperti itulah yang terus-menerus keluar dari bibir namja si jidat.

 

“Aish, Yoochun-ah waeyo?”

 

Jaejoong mendengus kesal.

 

Yoochun menatap Kangin sekilas lalu menatap Jaejoong lalu kembali menatap Kangin lagi.

Sementar dua orang yang menjadi sasaran tatapan itu hanya bisa menekuk alis sedemikian rupa.

 

“AhjusshiakuinginmelamarJaejoong”

 

Yoochun mengatakan kalimat itu tanpa jeda dalam satu tarikan nafas.

 

“Ya! Park Yoochun! Kau bicaralah yang jelas atau ku kerok lidahmu pakai sendok!”

 

Ingin rasanya Jaejoong menepuk jidat lebarnya dengan sekop pasir.

 

“Jaejoong, a-k-u i-n-g-i-n m-e-l-a-m-a-r-m-u”

 

Kangin dan Jaejoong ber’oh’ ria mendengar kalimat penuh penekanan baru saja.

Ternyata Yoochun hanya ingin mengatakan kalimat ‘Aku ingin melamar Jaejoong’.

Bilang dong dari tadi!

 

Eh,

 

Melamar?

 

Jaejoong?

 

 

“BWOH????”

 

 

★★★★★

 

 

Sakit.

 

Yunho merasa dadanya begitu sakit dan tertekan.

 

Dia ingat bagaimana tadi ia menghentikan langkahnya begitu saja sesampai di depan kamar perawatan Jaejoong.

 

‘Yoochun ingin melamarnya’

 

Bathinnya miris.

 

Niat di awal ingin menemui Jaejoong dia malah mendapati satu kenyataan pahit dari percakapan yang tidak sengaja di dengarnya.

 

Tidakkah takdir begitu kejam kepada Yunho?

Kepada dia dan Junsu.

Setelah mengetahui penderitaan hidup umma mereka yang menyebabkan Yunho harus melaluinya dengan segala kepalsuan dan tipuan.

Lalu Junsu yang mengalami kesepian di setiap harinya, kini mereka harus merasakan pula rasa perih karena orang-orang yang mulai mengisi sudut hati mereka,ternyata….

ah,terlalu menyakitkan bagi Yunho.

Bagian reffain lagu Don’t say goodbye : DB5K

mengalun dari ponsel yang berada dalam sakunya.

 

‘Umma Calling’

 

Nama itulah yang menghiasi layar yang berkedip-kedip dari benda tekhnologi yang berada di genggamannya.

 

Entah sudah berapa ratus kali Ummanya menghubungi Yunho,dan entah sudah berapa ratus kali pula Yunho selalu menekan tombol reject.

 

Selang beberapa menit kemudian sebuah nada yang memberitahukan ada pesan masuk mengalun kembali dari ponsel canggih itu.

 

***

From: Umma

 

Yunho pulanglah appamu sedang sakit!

***

 

Yunho memejamkan matanya sesaat.

Menarik oksigen banyak-banyak untuk mengisi paru-parunya.

 

‘Mungkin ini yang terbaik untuk semuanya’

 

Mencoba meredam rasa perih yang saat ini dirasakannya,sebuah pemikiran terlintas dalam benak namja bermata musang itu.

 

 

★★★★★

 

 

“Yoboseyo?”

 

“Changminie?”

 

“Yeee..nuguya?”

 

“Ah untunglah ternyata tidak salah nomor.”

 

“Mian,nugu?”

 

“Minnie ini mommy-nya Chunie”

 

GRATAK

 

“Minnie-ah wae?”

 

“Ah,,Jungsoo mommy nde? Gwenchana!”

 

Changmin mengelus pantatnya.

Dia baru saja merebahkan dirinya di salah satu kursi meja makan di dapur begitu selesai menyantap dua belas piring cake kesukaannya dan karena tidak hati-hati dia asal duduk begitu saja padahal jarak kursi belum sejajar dengan pantat si monster makanan itu sehingga akibatnya dia jatuh mulus di lantai dengan kursi di sampingya dalam posisi terbalik.

 

“Ada apa mommy-ah?? Kau baru ingat anakmu yang satu ini hmm?? Sedihnya aku di buang!”

 

Jungsoo terkikik di seberang sana.

Shim Changmin,teman kuliah Yoochun dulu memang sudah dianggapnya seperti anak sendiri.

Mengingat Changmin sering bertandang kerumahnya dan menginap disana.

 

“Aigo~~ mana mungkin mommy melupakan si jangkung kebanggaan mommy dalam hal menguras isi kulkas… Kau tahu Minnie-ah?

Sejak kau lulus kuliah dan pulang ke Korea kulkas mommy seperti kulkas milik pengungsian korban gempa. Selalu penuh tidak ada yang menerkam!”

 

“Hahaha… Kenapa tidak suruh hyung berjidat lapangan volly itu untuk menggasaknya habis mom? Biar dia tidak kurus kering seperti orang kekurang gizi begitu?”

 

“Yah…memangnya Chunie itu kau yang memiliki perut karet?

Ah..ne Minnie-ah apakah kau tau Chunie ada di Korea?”

 

“Yes mom,kemarin aku malah sempat pergi ke taman bermain dengannya!”

 

“Benarkah? Minnie kau tau dimana Chunie tinggal?”

 

“Eh?”

 

“Alamat Hotelnya?

Apartemennya?

Aish,aku bahkan tidak tahu anak itu tinggal dimana. Dasar jidat durhaka!”

 

“Emm…kebetulan aku tahu mom, Yoochun hyung tinggal di rumah teman chattingnya dulu..nanti aku kirim alamatnya lewat e-mail!”

 

“Nde Minnie-ah gomawo!”

 

“Apa ada lagi yang ingin mommy tanyakan?”

 

“Tidak ada Minnie,itu saja..oh iya mom minta kau jangan kasih tahu hyungmu itu kalau mom mau ke Korea arraseo?”

 

“Hah? Wae?”

 

“Kejutan..akan mom bikin hyung jidatmu terkejut!”

 

“Sippo!”

 

“Bye Minnie!”

 

“Bye Jungsoo mommy!”

 

Park Jungsoo tersenyum penuh arti.

 

‘Kau pasti tidak akan menyangka kalau kau masih memiliki appa dan memiliki seorang hyung..Yoochunie’

 

 

★★★★★

 

 

“Kau baik-baik saja kan Chunie?

Atau kau punya penyakit?

Atau belum minum obat?

Atau kepalamu membentur sesuatu?”

 

“Tsk..atau apalagi eoh?

Aku serius Jae..aku waras!

Dan aku ingin melamarmu!”

 

Dongkol.

Tentu saja Yoochun merasa begitu.

Bagaimana tidak?

Jaejoong mengira lamarannya tak ubah seperti sebuah lelucon.

 

“Melamar kau bilang?

Aigo..

Chunie-ah apa isi kepalamu!”

 

Jaejoong tahu Yoochun tidak sedang main-main,tapi ayolah coba pikirkan apa reaksi Junsu kalau sampai tahu hal ini?

 

“Kau egois Yoochun-ah.. Bisakah kau memikirkan perasaan Su-ie?

Kau hanya memikirkan dirimu sendiri!”

 

“Berapa kali harus ku bilang aku tidak menyukainya Jae..aku membencinya karena telah menusukmu…aku hanya menyukaimu Kim Jaejoong bukan Kim Junsu!”

 

“Oh yeah? Lalu bagaimana kalau aku tidak menyukaimu Park Yoochun?”

 

 

★★★★★

 

 

Jung Ji Hoon menatap Junsu sedemikian rupa.

Kim Junsu anak Kim Heechul yang pernah di aniyayanya dulu.

 

“Aku sudah bilang pada umma kalau aku hanya mau menginjakan kaki di rumah ini lagi kalau aku membawa serta ‘adikku’!”

 

Yunho menekankan kalimatnya pada kata adikku.

 

“Kalau kau tidak mau menerimanya aku akan dengan senang hati ikut pergi bersamanya.”

 

Tegas dan begitu dingin.

Yunho tidak pernah sekalipun berbicara dengan nada demikin kepada Mr. Jung sebelumnya.

 

“Aku tentu akan menerimanya Yunho-ah..tapi tidak bisakah kau memaafkan appamu ini Yun?”

 

“Meminta maaf?

Kau merasa bersalah juga rupanya!”

 

Mr. Jung tertunduk diam..

Dia tahu putra tunggalnya itu sangat kecewa kepadanya.

Sementara Mrs. Jung dan Junsu hanya bisa menjadi saksi bisu melihat perdebatan ayah dan anak di depannya.

Mrs. Jung yang merasa tidak memiliki andil dalam masalah ini tidak enak juga seandainya dia ikut menyuarakan pendapatnya.

Sedangkan Junsu ingin sekali marah dan menghajar Mr. Jung sekuat tenaga yang dia punya,tapi ia sudah berjanji pada Yunho untuk menjaga emosinya.

 

“Aku akan memaafkanmu kalau kau mau mengabulkan permintaanku!”

 

Mr. Jung mendongakan kepalanya dan menatap penuh harap kepada sepasang mata musang yang enggan melihatnya itu.

 

“Aku dan Junsu akan mengurus perusahaanmu di New York dan menetap disana!”

.

.

.

.

.

.

.

~Yunho POV~

 

“Hyung!”

 

“Hmm?”

Aku hanya berguman sebagai jawaban.

 

“Kau yakin hyung?”

 

Mata kecil junsu menatap penuh selidik kepadaku.

Saat ini kami berdua sedang berada di apartemen Junsu untuk mengepak segala keperluan dan barang-barang yang akan Junsu bawa pergi ke New York nanti.

 

“Berhentilah menanyakan alasanku dan segera masukan baju-bajumu kedalam koper Junsu-ah!”

 

“Sebenarnya ada apa hyung? Kenapa kau tiba-tiba mengambil keputusan pindah ke luar negeri? Apa tidak ada jalan lain selain harus begini hyung?”

 

Junsu membuka lemari usang yang berisi baju-baju yang bisa ku katakan tidak cukup banyak karena memang selama ini dia hidup sederhana bukan?!

 

“Aku rasa begitu… Aku sudah memikirkannya Su.. Kau bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik daripada harus menjadi pelayan di kafe kecil itu. Kau bahkan bisa melanjutkan kuliahmu disana.

Aku tahu kau memang membenci laki-laki tua yang berstatus appaku itu,tapi bagaimanapun juga biarkan dia menebus segala kesalahan yang pernah dilakukan pada umma dulu.

Setidaknya,sebelum ajalnya menjemput mungkin saja..

Yaah,,

dan salah satu caranya adalah membahagiakan kita dengan hartanya..”

 

“Sejak kapan kau menjadi matrealistis begini hyung?

Ini bukan kau!”

 

Aku tertawa hambar mendengarnya.

 

Mana mungkin aku mengatakan,

 

‘Karena Jaejoong hyung kesayanganmu telah di lamar si brengsek itu…’

 

Kau menyukai jidat lebar itu kan? Aku tidak bisa membayangkan kalau kau sampai mengetahui kabar ini.

 

“Kau belum pernah ke Amerika sebelumnya hm?”

 

“Memangnya kenapa?”

 

“Akan ku tunjukan bagaimana cara hidup para bule disana!”

 

“Maksud hyung?”

 

“Aku tampan kan Junsu-ah?”

 

“Aish saraf otakmu melengkung atau bagaimana sih hyung?

Di tanya begini jawabnya begitu!

Bicaramu muter-muter!

Memangnya apa hubungan antara cara hidup para bule Amerika dengan wajahmu itu?”

 

Ck.. Dongsaengku ini memang polos.

Saking polosnya sampai-sampai mendekati bodoh.

 

“Sudahlah lupakan!”

 

“Ck, dasar hyung babo!”

 

Mwoya?

 

Apa dia bilang?

 

 

~end Yunho POV~

 

 

★★★★★

 

 

~Jaejoong POV~

 

 

“Pelan-pelan Jae! Kau itu tidak mendengar perkataan dokter.. Dokter bilang…”

 

“Ya! Park Yoochun! Mulutmu seperti wanita.. Berhenti mengaturku arraseo!”

 

Aigo..

Rewel sekali dia.

 

“Itu karena aku peduli padamu.. Kalau kau berjalan dengan langkah lebar-lebar seperti ini perutmu bisa sakit!

Dokter mengijinkanmu pulang karena kau bilang bisa mengurus dirimu sendiri..tapi apa?

Lihatlah apa yang kau lakukan?”

 

Stop it.

Cukup.

 

“Hei jidat bodoh!

Yang sakit itu aku bukan kau!

Jadi aku lebih tau kondisi badanku sendiri daripada namja bodoh berjidat lebar dan bermulut wanita sepertimu!”

 

Aku melihat dia mendelik seram ke arahku.

 

“Wae? Kira-kira saja Park Yoochun.. Memangnya butuh waktu berapa jam untuk turun dari taksi dan berjalan menuju pintu rumahku?

Kau pikir aku ini kura-kura!”

 

 

~end Jaejoong POV~

 

 

Kangin hanya bisa geleng-geleng kepala.

 

‘Aku jadi ragu menikahkan mereka kalau sudah begini’

 

Sebuah pemikiran lucu hadir dalam imajinasinya.

Yoochun yang cerewet..berbanding terbalik dengan Jaejoong yang suka bertingkah asal-asalan..

Hahaha..

Sungguh asangan yang kontras.

Cocok kah??

 

 

TOK TOK TOK

 

Ketiganya baru saja merebahkan diri masing-masing di deretan sofa tua yang melingkar di ruang tamu rumah Jaejoong.

 

“Siapa itu?”

 

Yoochun yang berada di posisi dekat pintu beranjak bangun.

 

“Itu pasti Su-ie.. Biar aku saja yang membukanya Yoochun-ah!”

 

Dengan segera Jaejoong mendahului Yoochun menuju pintu.

 

“Sudah biar aku saja.. Kau duduk manis di situ otte!”

 

“Yah! Aku ingin membuka pintu itu.. Bagaimana kalau itu Su-ie? Dia pasti akan langsung pergi lagi begitu melihat wajahmu!”

 

“Kau yakin sekali Jae, Junsu sudah tidak berani bertemu denganmu lagi.

Ingat,sejak masih di rumah sakit saja dia tidak penah menjengukmu.

Bagaimana mungkin dia masih punya nyali untuk mendatangi rumahmu!”

 

“Diam kau!…”

 

TOK TOK TOK

 

“Aigo,, kalau menunggu kalian selesai berdebat bisa-bisa orang di balik pintu itu pergi duluan!

Biar aku saja!”

 

Kangin memegang knop pintu,

 

CEKLEK

 

“Kau…..”

 

 

 

=TBC=

 

Part ini lumayan panjang kan?

Iya kan?

Kan?

#maksa

Kalau masih kurang panjang juga,buka zipper YunJaeYooSuMin,ambil meteran, lalu ukur siapa yang punya ‘benda’ paling panjang di dalamnya?

#pasti Uno

/Yadong kumat/

 

 

Oke,

Please Comment+Like reader deul ^^

– I.Anisa.Shipper –

10 thoughts on “Babo Gateun – Part 13

  1. Masih pendek tuh ucun nyebelin bgt.gimana ya lo jaema tau yunpa pergi seneng to sedih.to pasti lee teuk yg ketok pintu.sok tau.

  2. trnyata bnr ya yoochun adik’y jae.. syukurlah jd mrka gak mgkin nikah..

    yunsu mw prgi.. andwe.. nti gmn nasib jae klo yunho prgi pzti jae sdh bgt kan.. next part jgn lama” ya.. hehe

  3. Wow gmn kira2 reaksi Yoochun klo bener dia adek’ny Jae yach??
    Semoga Yunho & Junsu blom keburu pergi..

  4. pengin tereak dlu ah,
    aaaarrrgghhh,
    g tau deh q bsa than g nunggu the next part ny 1minggu lg,
    lebih panjang dri kmaren tapi msih kurang puas,, kekeke
    ¥reader g tau diri¥
    yah yah yunpa am su jangan buru2 pergi donk, ksian jaema d tinggal jalan2 ndri,¤plak!!
    jaema g bkal nikah am oppa jidat kan, jadi yunpa jangan kabur dulu,
    tu yang dateng teukie mommy kah?
    ckckck

  5. mwo?! akhir2 ini ending-nya ketok-buka-tutup pintu yah, thor😛 bikin geregetan, penasaran. mmm, suka banget dengan detil2 sederhana yang jadi benang merah karakter,plus bikin ngakak, kayak jidat lebar-nya Chunie, babo-nya Su-ie, perut karet-nya Changminie, dan ngambek-manis-nya Joongie😀 yang belum ada, yadong-nya Yunnie, niihh😀 figthing, thor! can’t wait for next chap!

  6. APA,yunho mau ke amerika?terus jj nya dikemanain?
    yoochun itu gk cocok sama jj,udh sana sama junsu aja hehe

  7. Kuraaangg panjaaaang, memang punya Yunpa ýanƍ paling panjang, tapi aq cintanya sam̶̲̅α̇ Uchun sumulucun Yoochun😀
    Itu org ýª…#nunjuk Uchun# masih aja maksa, malah sekarang nglamar Jaema…dikemanain sih otakmu? Jangan jidat aja dilebarin!! #maaf Chun#
    Apakah Uchun adiknya Jaema?? Klo bener begitu bagus sekali…jadi Yunpa masih ada kesempatan bwt mendapatkan Jaema…yuhu!!

    Bwt author…love you pol…tetap semangat 화이팅!!!

  8. Kyaaaaa
    jd Chun ama umma sodara eoh?
    Teuk udah inget semuanya..
    Hueeeee
    syukurlah kalow begitu.
    M0ga smuanya bel0m terlambat.
    Appa, Su-ie…
    Tunggulah sbntar lagi, jgn pergi dulu..
    Lanjut th0r.

  9. #Eaaaa Chun ma Jae tuh saudara cuy… *ngakak iblis bareng minnie

    Ah YUNHO!!! Jangan pergi dulu…!!!!
    nunggu Jungso halmoni dateng dulu, menjelaskan semuanya, baru boleh pergi…*Ngusir nih?* #Digiles Jejung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s