[FF] Raining – part.17 In My Eyes You Are An Angel


Annyooongggg

Author mw bilang makasi yang udh baca FF ini ampe sejauh ini ^^

Kamsahamnida *bow

Happy Reading ^^

 

===================================

Title         : Raining

Author    : Ri3chan

Chapter : part.17- In My Eyes You Are An Angel

Cast        : Yunjaeyoosumin dan pemain pendukung lainnya

Genre      : Romance, angst, yaoi

Rate         : (bingung)

 

An angel without wings..

(Jejung POV’s)

Aku terbangun dengan nafas tersengal. Kembali ke dalam kegelapan yang selalu menyapaku di setiap paginya. Tapi sebuah kegelapan yang lebih gelap menghantui mimpiku. Aku melihat cahaya Yunho kian meredup dan menghilang. apa yang terjadi? Pikirku.

Kriingg kringg!! Ku dengar suara telepon menggema di apartemenku yang kecil ini. Aku bergerak bangun tapi Yoochun terlebih dahulu mengangkat telepon itu. Jam segini siapa yang menelpon? Tanyaku dalam hati.

“Hontou!? Anda tidak bercanda!? Ah baiklah arigatou kami akan segera ke sana!” Ucap Yoochun riang sembari menutup teleponnya. Aku bingung dari siapa telepon itu berasal sehingga Yoochun begitu senangnya.

“Dare?” Kudengar suara Changmin bertanya. Terdengar nada bingung dari caranya bertanya. Tiba-tiba Yoochun memelukku erat.

“Onii-chan kau akan segera melihat!” Ucapnya riang. Aku tersentak kaget. Melihat? Tanyaku dalam hati. Kurasakan tubuhku kembali di peluk, sekarang oleh Changmin.

“Yey!! Nii-chan kau akan segera melihat!” Ucap Changmin tak kalah riangnya. Kudengar suara Yoochun dan Changmin yang begitu gembira. Tapi mengapa aku tidak?

“Jejung-nii ayoo cepat ganti baju dan kita segera ke rumah sakit. Suster itu bilang kau harus segera melakukan transplantasi.” Ucap Yoochun bergembira.

“Tapi…” Ucapku menggantung.

“Aku akan bolos bekerja dan Changmin akan izin sekolah. Benarkan Chang?” Seru Yoochun.

“Iya Nii-chan!” Jawab Changmin bersemangat. Aku memaksakan diriku tersenyum walaupun aku senang tapi ada rasa aneh di hatiku. Entahlah apa.

 

(Author POV’s)

Ruangan serba putih berbau alcohol dan segala macam jenis obat menyeruak masuk ketika ruangan itu di buka. Tampang seorang pemuda dengan rambut hitam sebahu dan seorang anak laki-laki memasuki ruangan itu bersama seorang suster.

“Suster kau yakin bisa di buka sekarang?” Tanya pemuda dengan rambut sebahu itu agak kawatir.

“Iya tidak apa. Agar terbiasa.” Ucap suster itu sambil mengambil sebuah gunting dan memulai menggunting perban yang melingkari dan menutup kedua mata milik seorang laki-laki cantik. Yoochun dan Changmin sudah berdebar-debar saat perban mulai terbuka dan sebuah kapas masih menempel di kedua mata Onii-channya. Suster itu kembali membuka kapas yang menempel dan membersihkannya.

“Ne Jejung-san coba buka mata anda perlahan.” Ucap suster itu. Jejung membuka matanya secara perlahan dan menyipitkannya saat cahaya mulai menerobos masuk ke dalam matanya. Penglihatannya buram tapi dia tahu ada tiga orang di dalam ruangan itu.

“Jejung-nii?” Panggil Yoochun. Jejung mengerjap-ngerjapkan matanya. Saat itulah penglihatannya mulai sangat jelas.

 

(Jejung POV’s)

Aku membuka perlahan mataku yang masih terasa agak perih. Aku melihat bayangan, sosok tiga orang. Lalu aku mulai mengerjap-ngerjapkan mataku dan akhirnya aku melihat dengan jelas suasana di ruangan itu. Kulihat seorang wanita dengan pakaian putih, seorang pemuda dengan rambut hitam sebahu yang agak acak-acakan serta anak- laki-laki jangkung. Mereka semua tersenyum padaku.

“Yoochun? Changmin?” Kataku menunjuk mereka satu persatu. Segera saja Yoochun dan Changmin berhambur memelukku.  Wanita dengan pakaian suster itu tersenyum melihat kami.

“Baiklah Jejung-san. Ini cerminnya. Ohh jangan lupa untuk memakai kacamata ini sementara waktu.” Ucap suster lalu pamit pergi. Aku memegangi sebuah cermin dan mengangkat perlahan. Takut untuk melihat apa yang bisa kulihat sekarang. Aku menatap wajah yang terpantul . Mata bulat dengan manic coklat, hidung kecil nan mancung, bibir kemerahan yang penuh. Aku melihat.. Ayahku di cermin itu, kecuali manic coklatnya. Kututup cermin itu.

“Nande?” Tanya Changmin bingung melihat tingkahku. Aku terdiam. Jelas sekali kuingat wajah Ayahku dan sekarang aku memiliki wajahnya.

“Yoochun gomen..” Ucapku pada Yoochun. Yoochun bingung menatapku.

“Wajah ini..” Yoochun langsung memelukku.

“Sudah lah Jejung-nii aku sudah tidak peduli.” Jawabnya membuat tetesan a irmata jatuh di pipiku. Changmin ikut memelukku.

Braakkk!! Tiba-tiba kudengar suara pintu terbuka. Yoochun dan Changmin langsung menoleh untuk melihat siapa yang datang. Dan aku melihat sosok wajah yang belum kukenal datang mendekati dengan wajah penuh airmata. Rambut hitam berbentuk jamurnya sudah berantakan dan kacamata yang Ia gunakan sudah berembun karena airmatanya. Dia lalu menyerahkan sebuah surat dengan tangan gemetaran.

“Junsu!?” Pekik Yoochun. Aku melirik kearah Yoochun. Junsu? Bukankah dia si suara dolphin itu. Temannya Yunho tapi mana Yunho, pikirku. Aku menerima surat yang Ia serahkan.. kemuadian Ia membungkuk lalu berlari keluar.

“Su!” Panggil Yoochun bergegas mengejar Junsu. Changmin berdiri di sebelahku menatap surat yang bertuliskan ‘For Jejung-chan’. Aku membolak balik amplop putih itu sebelum membukanya. Ku tatap sederetan kata yang bisa kubaca.

Jejung-chan malaikatku,,

Gomennasai.. hanya itu yang bisa aku katakan padamu saat ini. Dan aku juga mencintaimu. Itu sudah pasti..

Tapi maafkan aku tidak bisa menepati janjiku padamu.. aku bingung mengatakannya tapi aku , hidupku sudah tidak lama lagi.. aku sudah lama sekarat dan aku baru mengetahuinya saat aku jatuh cinta denganmu Jejung-chan.. kau bagai malaikat tanpa sayap yang pernah aku miliki.. aku mencintaimu selalu.. dalam keadaan apapun aku tetap mencintaimu hingga waktuku yang singkat ini habis..

Tidak ada lagi yang bisa kukatakan selain bahwa aku sangat mencintaimu Kim Jaejoong.. Selamanya.. bahkan jika ragaku tidak ada di sisimu lagi.. Wasurenaide.. Ingatlah aku sebagai kekuatanmu jangan jadi kelemahanmu.. Hiduplah bahagia dengan hadiah yang kuberikan padamu.

Sayonara Ai..

                                                                                                                                                                Jung Yunho.

 

NB : Ohh ya aku ingat kau ingin melihat senyumku maka aku selipkan sebuah foto.

 

Mataku sudah basah sejak membaca kalimat pertama dari surat itu. Aku membuka amplop itu dan mengeluarkan selembar foto. Foto yang berisi seorang laki-laki tegap dengan bola basket diapitnya tersenyum kearah kamera. Wajah kecil dengan mata musang. Aku menangis sejadi-jadinya melihat foto itu. Mencoba menyentuh kedua mataku. Aku tahu dari foto itu, bahwa matanya kini tertanam di mataku. Tapi aku tidak sanggup. Tanganku gemetar dengan hebatnya.

“Yunhoooooo!!!” Aku berteriak histeris berusaha turun dari ranjang tapi Changmin menahanku. Dia memelukku yang menggapai hampa kearah pintu.

“Aku tidak butuh matamu!!!!!” Jeritku menangis hingga rasanya sesak sekali. Aku menangis sejadi-jadinya. Berharap orang yang bisa aku lihat di awal adalah Yunho ku. Jung Yunho. Tapi yang dia kirimkan hanya sebuah surat dan permintaan maaf. Hatiku hancur menjadi berkeping-keping bahkan lebih dari kepingan.

“Yunhoooo kumohonn jangaannn tinggalkaannn aku…~~” kataku terisak. Aku jatuh terkulai di lengan Changmin. Dadaku sesak. Kepalaku berputar-putar. Lalu yang aku ingat adalah kegelapan kembali menerkamku.

 

(Yoochun POV’s)

Aku berlari mengejar Junsu tapi aku kehilangan jejaknya. Cepat juga dia menghilang, pikirku. Aku tahu ada sesuatu yang tidak beres dengan kedatangannya tadi. Tapi aku memutuskan kembali ke ruangan Jejung-nii saja.

Aku memasuki kamar rawat Jejung-nii dan melihat Changmin menyelimuti tubuh Jejung. Aku mendekati ranjang itu dan melihat wajah Jejung yang memerah. Matanya bengkak dan hidungnya juga memerah seperti seluruh wajahnya.

“Jejung-nii?” Pekikku bingung. Changmin segera menarikku keluar kamar dan mendorongku.

“Apa-apaan..!??” Makiku pada adik terkecilku itu. Tapi wajahnya tidak berubah dia mengasongkanku sebuah surat sambil mendorong dadaku.

“Baca!” Bentaknya membuatku terkejut. Tidak biasanya dia membentakku seperti itu. Aku menerima suratnya dan membaca kalimat yang ada di situ. Mataku terbuka lebar.

“Yoochun-nii kau juga terlibat..” Ucap Changmin lirih. Aku menatapnya dengan tatapan menyesal. Sungguh aku tidak tahu bahwa Yunho sekarat.

“Dan sekarang Yoochun-nii senang kan?” Tanya Changmin sinis. Seakan semua kejadian adalah salahku.

“Apa maksudmu!?” Bentakku. Changmin terdiam menatapku dengan tatapan sedih, kesal, juga kawatir.

“Chang, aku juga sedih dengan apa yang terjadi..” Ucapku tertunduk.

“Tapi nii-chan sekarang senang. Jejung-nii bisa melihat dan Yunho senpai sudah pergi selamanya. Itu kan yang kau inginkan?” Ucap Changmin tajam. Aku meraih kerah bajunya. Emosiku tersulut. Changmin dengan berani menatap mataku.

“Jaga Jejung-nii. Aku akan mencari Junsu.” Kataku akhirnya melepaskan kerah baju adikku dan berjalan keluar. Apa pun yang terjadi aku yakin Junsu pasti mengetahuinya.

 

TBC

Mian kalo menyesakkan -_-“

Tapi jangan lupa tinggalkan commentx yaa sangat membantu unutk FF selanjutx ^^v

9 thoughts on “[FF] Raining – part.17 In My Eyes You Are An Angel

  1. hiyaaaaaa appa mati ???
    ANDWEEEEEEEE
    appa gk boleh mati
    ntar yg jgain umma sapa donk
    huweeeee yunjae

  2. T_T hiikss…gimana mereka mau bersatu author?
    dengan cara apa?
    ngga bisa kah Yunho sembuh? itu bukannya baru donor mata ya? belum meninggal kan? ~yaah, walaupun mungkin sekarat karena sakitnya *uupss, mianhae..mianhae..
    bikin keajaiban dong author..create such a miracle for them..
    pas tau SM sama JYJ selesai perkara, rasanya bahagia banget. tapi saat tahu JYJ ngga mau balik ke TVXQ, yang artinya adalah TVXQ resmi berdua aja, nyesek deh T_T sampe nangiss..
    ini juga author..kenapa disana sini YunJae terpisahkan? T_T hiikkss..

    *author hebat deh, bikin nyesek..fighting thor!

  3. Kamsahamnida ^^

    kalo itu author jg sedih T^T
    tapi sperti yg kata Junchan sakalaka *apadah kalo mereka ingin suatu saat nanti 1 panggung dngn TVXQ,, ttp Faith yaa ^^

  4. Ya kurang panjang bener yunpa kan yg beri matay je jaema sedih.pi g enak bgt di ptg di jalan .makasih up date y.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s