Babo Gateun – Part 14


BABO GATEUN PART 14

 

Anyyeong.. Aku author baru beserta author anisa adalah pembuat fanfic ini. Membuat fanfic ini tidak mudah lho.. Jadi dilarang keras PLAGIAT, BUSHING, dan lainnya pada fanfic ini. Ok ?

Happy reading ^^

Title: Babo Gateun

Author : I.Anisa.Shipper + author rahasia

Genre: angst+geje+ancur+typo(s)

Rating: membingungkan

Cast: Kim Jaejoong, Kim Junsu,Henry of Suju M*pinjem bentar* (yang laen nyusul)

 

***

 

“kau..”

“wae ?” tanya namja manly dengan dingin.

“untuk apa kamu kesini ?” tanya jaejoong lebih ketus lagi.

“aku kesini hanya menyampaikan ucapan selamat untukmu dan yoochun.” sedikit terasa sakit dan rasa tidak rela dihati yunho mengetahui kenyataan bahwa sebentar lagi jaejoong akan menjadi milik si namja brengsek itu.

 

“hanya itu saja. Tidak ada lagi ?” tanya jaejoong dingin.

“aku juga ingin menyampaikan salamku dan junsu untuk terakhir kalinya.” yunho mulai meninggalkan jaejoong yang terlihat diam membeku ditempat.

 

“JUNSU??!!!” teriak jaejoong dan yoochun berbarengan. Tadi yoochun sempat ke kamar mandi untuk membersihkan mukanya dan ketika ia menemui jaejoong dan appanya, ia mendengar suara yunho namun sedikit samar-samar.

 

***

 

#bandara international

 

“Pesawat menuju ke amerika akan segera berangkat 20 menit lagi. Harap untuk semua untuk segera menaiki pesawat tersebut. Terima kasih” suara pramugari menyadarkan junsu yang sedang melamun. Dari belakang datang yunho dengan dua koper yang ditenteng.

 

“kenapa meninggalkan kopermu sedangkan kamu jalan terus ?? Pabbo.” yunho memukul kepala dongsaengnya.

“ish. Jangan memukul kepalaku hyung.” protes junsu.

“justru aku memukul kepalamu biar pabbonya bisa hilang.” yunho terkekeh melihat sikap dongsaeng imutnya.

 

“bukannya hilang nanti tambah pabbo.” junsu mulai mengerucutkan bibirnya. Yunho yang melihat tingkah junsu yang seperti anak-anak serasa ingin tertawa tapi karena bandara ini ramai orang maka terpaksa dia menahan tawanya. Dia tidak mau dikira orang gila.

 

“wae ?” tanya junsu yang mengetahui tingkah hyungnya.

“tingkahmu seperti anak-anak saengie. Lagipula apa yang kamu lamunkan tadi ?” tanya yunho yang sudah bisa memstabilkan raganya dari ‘penahanan tawa’.

 

“aku pikir bagaimana keadaan jaejoong. Apa dia baik-baik saja ? Aku merasa bersalah padanya karena telah meninggalkan dia.” jaejoong mulai berucap. Yunho yang tadi tersenyum langsung berubah muram mendengar perkataan junsu.

“hei sudahlah. Jaejoong pasti baik-baik saja.” yunho mulai mengubah eskpresinya kembali ceria. Dia ingin menghibur dongsaengnya agar tidak muram dan lesu.

 

“jinjja ? Darimana hyung tau ?” tanya junsu.

“beberapa jam yang lalu aku sempat bertemu dia untuk menyampaikan selamat atas oops.” yunho mulai menyadari keceplosannya.

 

“selamat apa hyung ?” tanya junsu semakin penasaran.

“se..la..mat….” yunho mulai berpikir. “selamat dari kesembuhannya.” yunho mulai menunjukkan cengiran khasnya.

 

“oo. Kenapa hyung tidak mengajakku ?” tanya junsu sedikit kesal.

“haruskah aku mengajakmu disaat kamu sedang mandi ?” tanya yunho.

 

“aish.” junsu mulai kesal dengan tingkah hyungnya dan mulai jalan duluan menuju pesawat meninggalkan beberapa jarak dari hyungnya. Sedangkan yunho dengan tampang sedih berjalan sedikit lesu.

“maafkan hyung ne. Hyung tidak berani beritau atas lamaran yoochun untuk jaejoong. Hyung takut kamu akan terus sedih sewaktu diamerika.” batin yunho.

 

“AYOO HYUNG. APA HYUNG MAU KETINGGALAN PESAWAT ?” teriak junsu mengeleggar sehingga menyadarkan yunho dari lamunannya. Segera yunho melangkah kaki dengan cepat mengejar junsu yang sedikit jauh darinya.

“aish. Junsu. Kamu mau kita dikira orang gila yang teriak-teriak dibandara ?” tanya yunho kesel dan berkacak pinggang.

“mian hyung.” junsu mulai mengeluarkan cengiran khasnya. “salah hyung sendiri melamun disaat kita akan ke amerika. Kalau saja kita ketinggalan pesawat maka.. Hmppp” junsu mulai mengomel ria dibandara sampai akhirnya dibekap oleh yunho.

 

“kalau kamu mengomel terus maka kita pasti benar-benar ketinggalan pesawat.” setelah menasehati dongsaeng yunho mulai melangkah cepat menuju pesawat meninggalkan dongsaeng yang sedang mengerucutkan bibirnya tanda ia kesal.

 

***

 

#jaejoong home

 

Terlihat namja cantik sedang mondar-mandir diruang tamu. Yoochun yang melihat jaejoong bermondar-mandir ria mulai kesal. Dia segera menarik jaejoong untuk duduk disofa yang ia duduki.

“wae ? Apa yang kamu pikirkan ?” tanya yoochun lembut kepada jaejoong.

“aku sedang memikirkan perkataan namja gila tadi. Apa yang dimaksud dengan ‘salamku dan junsu untuk terakhir kalinya ? ‘ mereka ingin bunuh diri ? Apa mereka saudara gila ?” tanya jaejoong dengan nada kesal berpaur nada sedikit penasaran.

“meskipun mereka gila, tapi mereka tidak mungkin melakukan itu. Kamu tenanglah.” yoochun berusaha menghibur jaejoong dari kegelisahannya.

 

“bagaimana aku bisa tenang ? Sampai sekarang aku masih belum mendapat kabar tentang junsu. Argghh… Aku bisa gila.” jaejoong mulai mengacak tatanan rambutnya.

“sudahlah. Kamu bisa mencari informasi mengenai junsu kan ? ” yoochun tidak menyerah untuk menghibur jaejoong. Jaejoong yang terlihat sedikit berpikir dan tiba-tiba tersenyum cerah. Dengan cepat ia mengambil kartu nama yang sudah kusam. Di kartu nama tersebut tertera nama jung yunho dan nomornya. Dia mulai menelepon jung yunho berharap kalau junsu masih disana. Melihat gelagat aneh jaejoong, yoochun mulai menghampiri jaejoong yang sedang menunggu teleponnya diangkat.

 

“sedang apa ?” tanya yoochun.

“ssstttt… Sedang menelepon yunho. Siapa tau ada junsu disana ?” jawab jaejoong dan mulai memfokuskan untuk mendengar teleponnya.

 

“kenapa harus yunho ?” tanya yoochun dengan nada yang sedikit cemburu. Sayangnya jaejoong tidak mendengar suara yoochun ia pun pergi kekamarnya berusaha untuk tidak menganggu jaejoong. Dia tidak mau terkena imbas kalau dia menganggu. Selang beberapa menit menunggu akhirnya ada seseorang yang mengangkat telepon tersebut.

 

“yoboseyo.” jawab panggilan dari sebrang.

“yoboseyo. Apa ada jung yunho disana ?” tanya jaejoong dengan pelan.

 

“sayang sekali anda terlambat menelepon.”

“memangnya kenapa ?” tanya jaejoong yang terlihat sedikit panik.

“barusan beberapa menit yang lalu, pesawat yang ditumpangi tuan muda yunho dan junsu dengan tujuan amerika barusan terbang.” jawab dari arah sebrang. Jaejoong menjadi syok dan melepas teleponnya. Dia diam membatu ditempat. Tanpa terasa setitik cairan bening merembes keluar dari mata beningnya.

 

TBC

18 thoughts on “Babo Gateun – Part 14

  1. Yaaaaaaaakk
    appa ama suie jd pergi juga ternyata..
    Knapa umma nangis?
    Nyesel ga’ liat mreka?
    Huh, umma sich…
    Tp lbh baik begini daripada appa ama suie makan ati liat yoojae,,,
    teuki knapa jg ga’ dateng2? Biar yoojae ga’ jadi bersama. Wkwkwk

  2. setelah sekian lama,,,
    g puas,,, kurang panjang,,,
    teuki mana sich g nongol-nongol? keburu yunpa kabur, kan?

    • jinjja ??
      mian krg panjang soalnya author lagi ‘kurang mood’ utk buat ff ini..
      gara2 teman author itu.. huffzz.. mian😦

      aku lupa sama peran teuki..
      benaran aku lupa..
      jadi chapter berikutnya tidak ada teuki.. mianhae..
      meskipun tidak ada teuki yunjae tetap bersama koq.. #oops.. membuka rahasia ff

  3. he-eh..tadi sempet baca yang part 13 dulu biar lebih memahami cerita. trus karena masih bingung lantaran agak lupa cerita, mundur lagi ke part 11 dan 10😀 tapi ini salah satu favoritku, jadi sebingung apapun, rasanya seneng bangeeet ada yang baru❤

    sebenere, gimana sih perasaan Jae ke Yunho? kok kayaknya belum ada tanda2 suka ya..kayaknya sejauh 14 seri ini, Jae baru mulai memikirkan sebenere suka ato ngga kali ya *aiishh, mianhae..lagi sakit flu jadi lumayan lemot😛

    soalnya Yunho ke Jae udah gamblang, begitu juga Suie ke Yuchun, dan Yuchun ke Jae.. trus, Jae? Ayolah, Jaemaaa…

    update ASAP ya dear duo author sayang🙂 aku selalu setia menunggu..
    fighting!

    • gomawo sudah antusias terhadap ff ini.. #terharu🙂

      dan gomawo msih setia menunggu.. semoga aja ntar mkin bgus ceritanya dan tentunya sesuai harapan chingu.. hehehe

      soal perasaan jae ke yunho, chingu nnti akan tau di chapter berikutnya.. dan gomawo sekali lagi..🙂

  4. kapan umma menyadari perasaan cintanya ke appa??
    napa g peka ma cintanya appa sih?? *gregetan umma
    poor yunsu
    makin penasaran ma chap depan.
    chingu….update asap yah….

  5. Hore updateee..
    yoochun sadarlah,junsu itu cinta sejatimu.
    jae buruan pesen tiket terus nyusul yunho deh kesono.

    • hahahaha..
      semoga aja ya.. doain biar cepat bersatu dan authornya tidak berbelit-belit.. ^^V peace.

      mian berbelit-belit.. ini sesuai tuntutan naskah.. hehehehe

  6. issssss knpa appa sma suie mlah pergi sih
    appa babo ,,,
    yochun blm mlai ska ma junsu ya
    aaaa klo appa ke amerika ,,yunjae-yoosu kapan jadiannya ??

  7. Yaaah jd jg tuh appa sama su-ie k amerika
    Kpn balik lg donk??ato kpn umma nyusul??
    Trus teuki kpn dateng’ny??
    D tunggu chapter berikut’ny..

  8. gomawo sudah antusias terhadap ff ini..
    #terharu
    dan gomawo msih setia menunggu..
    semoga aja ntar mkin bgus ceritanya dan tentunya sesuai harapan chingu.. hehehe🙂

    soal perasaan jae ke yunho, chingu nnti akan tau di chapter berikutnya..

    dan gomawo sekali lagi..🙂

  9. Jejung nangis… emak nangis… Yunho tanggung jawab… ada gajah nangis (?)
    Woooaaaaa Jejung sebenernya cinta ma Yunho ato Chun…???
    *Suntrungin Jejung ke Yunho*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s