[FF] Raining – part.18 Please Stop The Time


Annyeong *bow

Kali ini Author gak mau banyak cuap-cuap langsung aja ke TKP~~

Happy Reading ^^

=============================

Title         : Raining

Author    : Ri3chan

Chapter : Chap 18- Please Stop The Time

Cast        : Yunjaeyoosumin dan pemain pendukung lainnya

Genre      : Romance, angst, yaoi

Rate         : (bingung)

Toki wo tomete…

Donna hi mo boku tachi wa futari no koi wa owaranai to shinjite ita
Any day, we’ve believed that our love will never end

Toki wo tomete zutto kimi na soba ni itai
I want to stop time and be by your side all the time

Miageta sora
To the sky that I looked up

Negai komete
I made a wish and

Hitotsu hitotsu kagayaku hoshi tsunage nagara
While connecting the shiny stars one by one

Kimi no katachi sagashiteta
I was looking for your silhouette

Suki dayo tte jouzu ni ienakute
I couldn’t tell you that I loved you smoothly and

Namiuchi giwa de furueta osanai koi
Our inexperienced love quivered at the beach

Tadotadoshiku naranda me to me ga
Our eyes which awkwardly met

Mabataki sae mo oshii to kanjite ita
Felt that the moment we had was too precious to even blink

Suna ni kaita chikai wa sugu ni hiku name ni sarawarete keite shimatte mo
Although the vow we wrote on the sand disappeared immediately by the pulling waves

Ano koro no boku tachi wa futari no koi wa kawaranai to shinjite ita
At that time, we believed that our love would never change

Toki wo tomete zutto kimi no soba ni itai
I want to stop time and be by your side all the time

Toki wo tomete by DBSK

(Yoochun POV’s)

Sudah hampir tiga minggu berlalu dan keadaan tidak ada yang berubah. justru semakin buruk. Jejung-nii tidak pernah bicara. Tidak mau makan, tidak mau bergerak dari posisinya di depan pintu menuju beranda. Menatap langit yang kelam karena tertutup awan tebal sembari memegang bandul kalung miliknya. Suara gemuruh halilintar tidak membuatnya gentar untuk pindah dari posisi itu. Mata bulannya yang kini berfungsi sudah memperlihatkan kantung mata.

“Jejung-nii kumohon makanlah barang sesuap.” Ucapku memohon untuk kesekian kali agar mulut kecilnya mau mengunyah makanan. Tapi lagi-lagi dia menggeleng. Tubuhnya sudah mulai mengurus dan ini membuatku dan Changmin sedih. Aku sudah berusaha menghubungi Junsu tapi hasilnya nihil. Dia sama seperti Yunho hilang ditelan bumi. Dan aku sudah mulai frustasi menghadapi ini semua. Kuputuskan untuk mendatangi rumahnya malam ini.

“Chang, jaga Jejung-nii aku harus pergi.” Kataku bergegas mengambil mantel yang tergantung di balik pintu.

“Tapi Yoochun-nii sebentar lagi badai.” Ucapan Changmin tidak mengurungkan niatku melangkah keluar dari apartemen dan menghadapi ganasnya badai yang gemuruhnya mulai terdengar. Dengan susah payah aku mencoba untuk sampai ke rumah Junsu yang jaraknya lumayan jauh dan dalam keadaan badai pula.

Setelah menempuh perjalanan panjang dan tubuhku yang dengan sukses basah kuyup. Aku mengetuk pintu rumah bercahaya remang-remang itu. Ku tekan belnya dan kuketuk pintunya. Tidak lama kudengar suara pintu terbuka dan orang yang aku cari muncul dari balik pintu. Dia mengucek matanya lalu terkejut melihatku setelah menggunakan kacamatanya.

“Yoochun!?” Pekiknya seperti melihat hantu. Aku mendorong tubuhnya masuk ke dalam.

“Ada apa!? Malam-malam..”

“Su, kumohon beritahu aku keberadaan Yunho..” Ucapku memutus perkataannya. Dia terdiam. Bungkam seribu bahasa.

“Su aku mohon padamu!” Kataku lagi kali ini aku berlutut pada laki-laki di hadapanku. Aku melakukan ini semua demi Jejung seorang. Demi kakak yang paling aku kasihi. Aku lebih menderita melihat keadaannya sekarang daripada saat dia buta tapi bahagia. Junsu menyentuh bahuku dan menyuruhku berdiri.

“Gantilah bajumu dulu. Lalu aku akan memberitahukanmu dimana Yunho senpai.” Ucapnya. Tak kuasa akupun memeluknya sehingga dia tampak terkejut.

“Eh, pakailah bajuku di kamarku itu..” Ucapnya gugup. Saking senangnya aku tidak sadar mencium pipi bakpaonya sebelum beranjak ke kamar tidur untuk ganti baju. Junsu melongo menatapku.

Setelah ganti baju. Junsu berjalan kearah bagasi. Aku mengikutinya dari belakang. Lalu Junsu menyuruhku masuk ke dalam mobil yang ada di situ.

“Eh? Bukannya kau masih di bawah umur untuk menyetir?” Tanyaku bingung saat Ia memundurkan mobilnya.

“Kau tidak mau bersusah payah lagi di tengah badai kan? Tenang saja aku sudah handal.” Ucapnya kemudian memacu mobil itu menembus gelapnya malam dan derasnya hujan. Junsu menyetir dengan waspada. Seluruh perhatiannya tertuju pada jalan sehingga tidak sadar bahwa aku tengah memperhatikannya. Baru beberapa kali bertemu dengannya dan berbicara aku tahu bahwa Junsu adalah tipe orang yang selalu mudah menolong. Aku tersenyum menatapnya yang tengah serius menyetir.

“Berhenti menatapku.” Serunya dengan suara dolphin membuatku kaget. Aku segera memalingkan wajahku ke jendela di sebelahku. Menatap jalanan yang gelap dan basah. Seakan mengingat kembali keadaan sepuluh tahun yang lalu. Mungkin seperti inilah Yunho. Menatap gelap sedangkan ayahnya tengah sibuk menyetir. Tidak lama kamipun sampai di parkiran rumah sakit. Dan aku tahu ini adalah parkiran rumah sakit tempat Jejung di operasi.

“Ini kan rumah sakit yang sama?” Gumamku sambil keluar dari mobil. Junsu mengunci mobil kemudian berjalan kearah lift. Aku hanya mengikutinya saja. Suasana rumah sakit sudah tampak lengang karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Kami masuk lift dan Junsu menekan lantai mana yang akan kami naiki.

“Su bukankah?” Tanyaku lagi penasaran. Junsu hanya mengangguk dalam diam. Kemudian kami sampai di sebuah lantai rumah sakit. Lorong-lorong lengang rumah sakit itu seperti menceritakan sesuatu. Kami sampai  di sebuah ruangan rawat yang salah satu dindingnya terbuat dari kaca sehingga tanpa masuk pun kami bisa melihat aktifitas di dalam kamar.

Tampak seorang laki-laki dengan banyak selang menutupi dirinya tengah tertidur di tengah ruangan itu. Alat yang mengecek detak jantungnya pun masih menyala. Aku menatap lama laki-laki di dalam itu sebelum menyadarinya.

“Itu Yunho senpai.” Ucap Junsu lirih. Aku menoleh kearah Junsu yang sekarang sudah mulai menangis lagi.

“Sejak operasi itu. Yunho senpai pendarahan dan akhirnya koma.” Lanjut Junsu lagi terisak. Aku hanya mendengarkan dengan sabar.

“Tapi Ia sudah lama sakit.. Sebelum dia mati dia hanya ingin menebus kesalahannya di masa lalu.” Lanjut Junsu mengusap airmatanya sembarangan. Aku menyentuh bahunya. Entah kenapa kau juga merasa sedih melihat semua yang terjadi sekarang.

“Dia mencintai kakakmu Chun, sangat hingga Ia rela memberikan penglihatannya dan menolak untuk penyembuhan.” Junsu terisak. Kali ini ada kemarahan yang tersirat dari ucapannya.

“Gomen..” Ucapku lirih. Sekarang aku benar-benar merasa bersalah. Aku menunduk dalam diam.

“Daijobu.. Yunho senpai sudah tau dia tidak akan selamat..” Lanjut Junsu menepuk pundakku.

“Su, apa Jejung-nii boleh ke sini?” Tanyaku tiba-tiba. Junsu menoleh dengan cepat. Matanya membulat.

“Jangan..” Ucap Junsu melarang.

“Tapi Su kau tidak tahu bagaimana keadaan Jejung-nii sekarang. Ia tidak mau makan, tidak mau mandi tidak mau bergerak sedikitpun dari tempatnya. Yang di lakukan adalah menatap langit berharap ada bintang jatuh.. kau tahu betapa tersiksanya aku!?” Nada bicaraku mulai naik. Aku sudah tidak tahan melihat keadaan Jejung-nii. Junsu menatapku diam. Lalu dia menghela nafas berat.

“Baiklah. Mungkin ini yang terbaik.” Ucapnya menepuk bahuku.

“Arigatou Junsu!” Seruku.

TBC

Duh mian pendek yaa

7 thoughts on “[FF] Raining – part.18 Please Stop The Time

  1. appa koma ????
    umma gk mndi jga msih cntik kok
    brarti kalopun appa smbuh , appa bkalan buta donk eon
    appa jnga mati donk

  2. huaa..hiks hiks…nangis benaran baca ni epep..sumpah…kasian uri appa…koma?? aigoo…nyesek bgt..uri umma jg jd nyiksa diri gitu…lha, kl jaema ngeliat kondisi yunpa gitu, apa jaema bs terima???
    uchun jd mrs brsalah ya? diem2 udh suka ame si dolphinkah?
    thor…keren bgt epepnya..nguras emosi..thx udah update cepat..tp koq pendek nian yaa…#ditabok ri3chan#
    trus heppi en yaa..jgn sed en..gak ridho yunjae knp2….#maksa#…pliss hm hm..jebaalll…#puppy eyes bareng jiji#

  3. daebbaaakkk!!!!! supeer!!! love you, author!!
    gomawo..gomawoo..masih ada harapan buat Yunho-appa!
    *please, buatlah dia tetap hidup..
    Jae-umma, ayo dong, semangat!
    *sambil dengerin “Toki Wo Tomete” nih!! sama “I Know” nya TVXQ, jadi nambah terharu T_T mana beneran ujan lagi disini..
    YooSu moment-nya ditunggu juga ya..🙂

    fighting author! ingat baik2 bahwa FF ini baguuss bangeeett..jadi, kerahkan seluruh daya imajinasi dan kekuatanmu ya😀

  4. thor, lu tega amat menjauhkan yunjae…? gask tau apa umma udah tersiksa kaya gitu…? hiks,, hiks…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s