Love Note Part.2/2 (Junsu’s 27th Bday)


Sebelumnya, reader :

1) tidak diperkenankan untuk memPLAGIATkan fanfict ini karena fanfict ini meskipun jelek ataupun tidak bagus tapi fanfict ini merupakan jerih payah saya sebagai author.
2) tidak memBASHING fanfict ini. Author tidak mau cari ribut. Damai itu indah, right ?
3) tidak bertingkah seenaknya sendiri karena author menghormati peraturan yang ada.
4) setelah membaca mohon tinggalkan jejak. Jangan menjadi silent reader.

Happy reading

——————————————————–

Title : love note

Rate : T

Genre : romance, sedikit humor.

Cast : Jaejoong, Junsu, Jung Yunho, Park Yoochun, Vita, Aaliya Shim. (mianhae disini tidak ada Changmin)

————————————————————-

Perkenalan tokoh

– Aaliya Shim
Gadis yang baik dan lembut namun mempunyai berbagai macam ide-ide jahil. Pribadi yang suka berteman dengan siapa saja dan terkesan sedikit evil.

– Vita
Hampir sama dengan kakaknya, Aaliya namun gadis ini berkepribadian tenang. Jika disaat yang tepat maka keEvilannya akan muncul. Baik hati dan sedikit tidak tegaan terhadap seseorang.

(perkenalan sudah selesai, lanjut ke cerita )

 

Dua gadis ini adalah saudara kakak beradik yang bekerja sama untuk memuluskan sebuah rencana yang disusun rapi oleh seseorang. Mereka berjalan menuju hotel jung corp dan melangkah riang menuju tempat kasir.

“annyeong, anda memesan kamar nomor berapa ?” tanya pemuda imut sopan.

“ne. Annyeong. Aaliya Shim imnida dan ini adik saya. ”

“Vita imnida.” Vita menyela ucapan eonnienya.

“Junsu imnida dan ini Jaejoong.” ucap Junsu. Sedangkan Jaejoong tersenyum.

“ne Junsu-shi dan Jaejoong-shi, kami kesini ingin menyewa kamar yang terbilang kelas atas.” ucap Aaliya.

“silahkan isi dulu.” Jaejoong mulai mengambil fomulir yg ada d’laci dan mengantar ke atas meja tempat Vita dan Aaliya. Setelah mengisi formulir, Jaejoong menyerahkan kunci bernomor 15 kelas atas. Dou saudara itu pergi melangkah pergi dari kasir dan seringai evil melekat pada senyumannya.

—————————————————————

“hyung, apa buku tersebut masih belum dibalikkin ?” tanya namja imut.

“belum. Tidak tau kenapa pemuda tersebut tidak mau mengambil.” cercah Jaejoong.

 

FLASHBACK

Dou kim tersebut melangkah menuju kamar seseorang. Setelah sampai didepan pintu, Kim Jaejoong mengetuk pintu tersebut. Seseorang didalamnya akhirnya keluar dan memandang bingung kearah mereka.

“ada apa ?” tanya namja tersebut.

“maaf telah menganggu tapi apa ini buku anda ?” tanya Jaejoong sopan. Namja tersebut memandangi buku tersebut dan menggeleng kepalanya tanda bahwa namja itu bukan pemiliknya. Sedangkan dou kim tersebut mengerutkan dahinya tanda mereka bingung.

FLASHBACK OFF

 

Dou kim tersebut memandangi buku tersebut sampai sebuah suara menginstrupeksinya.

“hmm..” gumam suara seseorang. Dou kim tersebut terkejut dan mulai memandangi orang tersebut.

“vita” ucap Jaejoong

“Aaliya” ucap Junsu

“ne. Kami.” jawab mereka kompak

“ada apa ?” tanya Junsu sopan

“apa buku itu adalah love note ?” tanya Vita.

“ne. Darimana kalian tau ?” tanya Jaejoong.

“jadi eonnie tidak tau buku ini ?” tanya Aaliya pura-pura. Dou kim tersebut mulai menunjukkan muka kesal karena dipanggil eonnie.

“kami bukan yeoja.” kompak dou kim tersebut.

“mianhae.” jawab Aaliya sesal.

“memangnya kenapa dengan buku ini ?” tanya Junsu.

“buku ini adalah penunjuk takdir cinta kita.” jawab Vita dengan enteng.

“itu tidak mungkin.” sambung Jaejoong cepat. Junsu, Vita dan Aaliya mulai memandangi Jaejoong dengan tatapan ‘lebih’.
Jaejoong yang dihadiahi tatapan ‘lebih’ tersebut menjadi gugup.

“apa ?” tanya Jaejoong yang berusaha menghilangkan kegugupannya.

“apa kamu tidak percaya cinta hyung ?” tanya Aaliya.

“seperti yang kamu lihat.” jawab Jaejoong.

“buku ini akan menunjuk siapa takdir cinta kita sesungguhnya.” Vita mulai menjelaskan lebih rinci.

“rasanya sangat mustahil karena takdir cinta itu tidak ada.” ketus Jaejoong.

“wae ?” tanya Aaliya sambil memandangi Jaejoong.

“Jaejoong pernah mengalami masa sulit dalam cinta.” jawab Junsu main cerocos sedangkan Jaejoong memberikan deathglare terbaiknya untuk Jaejoong.

“ooh.” koor Aaliya dan Vita.

“terus apa benar buku ini bisa menemukan takdir cinta ?” tanya Junsu semangat. Sepertinya Junsu sudah sedikit percaya pada buku ini.

“ne. Dengan mengikuti kata petunjuk dibuku ini maka kita pasti menemukan takdir cinta kita.” jawab Aaliya sedikit mengeluarkan seringai. Junsu merasa tertarik terhadap buku itu dan mulai membuka buku tersebut.

————————————————-

Lembaran pertama

Percayalah bahwa cinta menyeluruhi dunia. Mengembara dipadang rumput. Berlayar diantara samudra. Berterbangan di udara. Dan mendiami disuatu tempat.

————————————————-

“apa maksudnya ?” tanya Junsu.

“entahlah. Mungkin sepertinya buku itu berkata bahwa takdir cinta itu nyata.” jawab Vita sambil melirik Jaejoong. Sedangkan bahan lirikan tersebut berdiri acuh tak acuh.

“mm.. Aku makin penasaran.” dan Junsu mulai membuka lembaran ke 2.

————————————————-

 

Lembaran kedua

Cinta datang disaat fajar menyonsong, siang membara, dan disaat malam mulai menampakkan mutiaranya.

————————————————-

Mereka berempat mulai berkonsentrasi membuka halaman selanjutnya buku tersebut.

————————————————-

 

Lembaran ketiga

Cinta menghampiri seseorang yang sedang berlaga disebuah arena, menghampiri seseorang yang tersesat dari hal sasat mata, dan menghampiri seseorang yang terbebas dari lingkaran hitam.

————————————————-

————————————————-

 

Lembaran keempat

Percayalah bahwa suatu ikatan sangat nyata dan beredar melewati lautan manusia yang tidak mementu.

————————————————-

————————————————-

 

Lembaran kelima

Jangan memasuki arena yang berlubang. Tetap percayalah pada hal yang pasti terjadi.

————————————————-

————————————————-

 

Lembaran keenam

Masa suram akan kembali terwujud dengan serangkaian bunga yang indah.

————————————————-

————————————————-

 

Lembaran ke tujuh

Pergilah ditempat kamu selami.
Dan disanalah takdir cinta yang sesungguhnya.

————————————————-

 

Dou kim mengerutkan dahinya untuk memahami setiap lembaran yang ada dibuku tersebut namun sepertinya tidak berhasil karena mereka sama sekali tidak mengerti.

“kenapa buku ini bersifat misteri ?” tanya Junsu.

“sepertinya untuk orang yang beruntung saja.” jawab Aaliya.

“lembaran terakhir menjelaskan bahwa pergi ketempat yg dimana terdapat kenangan cinta terukir.” Vita mulai menjelaskan lembaran terakhir.

“darimana kamu tau ?” tanya Jaejoong.

“dia sangat memahami hal yang bersifat misteri.” jawab Aaliya menjawab pertanyaan Jaejoong.

“jinjja ? Jadi aku harus pergi ketempat ‘itu’ ?” tanya Junsu.

“ne.” jawab Vita dan Aaliya kompak. Junsu mengangguk dan menyeret Jaejoong keluar dari tempat tersebut menuju tempat ‘itu’.

“tolong urusi kerjaan kami sebentar ne.” teriak Junsu.

“siip.” jawab mereka kompak (lagi). Setelah melihat dou kim menghilang, Aaliya merogoh ponsel dan menelepon seseorang.

“mereka menuju kesana.” cerocos Aaliya

“….”

“ne. Cheon. Dan semoga berhasil.” Aaliya mulai mematikan teleponnya dan menunjukkan seringai miliknya.

“rencana kita berhasil.” Vita dan Aaliya mulai tersenyum bangga karena berhasil menyakinkan dou kim tersebut.

————————————————-

 

Dou kim tersebut berlari menuju taman yang terbilang indah. Taman tersebut ditumbuhi bunga-bunga indah. Kupu-kupu juga ikut mengindahakan pemandangan disana. Setelah sampai ditaman, dou kim tersebut mensejajarkan nafas yang tidak beraturan karena habis berlari dari hotel menuju taman yang letaknya lumayan jauh.

“ha.. Hah.. Kenapa aku juga ikut-ikutan ?” tanya Jaejoong kesal.

“haa. Hhahh.. Hyungkan juga mempunyai kenangan cinta disini.” jawab Junsu.

“terus tidak ada apa-apa disini. Kita kembali saja kehotel.” ajakan Jaejoong namun dijawab gelenggan dari Junsu.

“aniyo. Tunggu beberapa menit lagi.” Junsu mulai menduduki bangku taman dan disusul Jaejoong yang menunjukkan tatapan kesal untuk dongsaengnya.

 

#5 minute later

“sebaiknya kita pulang. Tidak ada apa-apa disini. Dan takdir cinta itu mustahil.” kesal Jaejoong dan bersiap-siap pergi dari taman. Sepertinya harapan Junsu untuk menemui takdir cinta sia-sia. Harapan menjadi kekecewaan yang mendalam bagi Junsu. Namun belum sempat Jaejoong dan Junsu melangkah terdengar sebuah suara.

 

(yoosu moment)

————————————————-

“apa aku mulai dilupakan su-ie ?” tanya seseorang yang berada dibelakang Junsu.

DEG

Jantung Junsu mencelos mendengar suara itu. Ya suara yang dirindukannya dulu.

FLASHBACK

“chagiya, kajja kita ketaman ?” ajak namja yang merupakan namjachingu Junsu.

“ne.” jawab Junsu dengan suara dolphinnya.

Yoosu mulai melangkah menuju taman yang ditumbuhi berbagai macam bunga.

“su-ie, bunga yang berada ditaman ini bagaikan dirimu yang tumbuh ke hatiku.” Yoochun mulai mengeluarkan jurus gombalannya.

“gombal” Junsu mulai tersenyum malu dan mengeluarkan semburat pink diwajahnya.

“su-ie, seandainya aku meninggalkanmu dan pergi menjauh, apa yang kamu lakukan ?” Yoochun mulai menunjukkan muka serius.

“jadi kamu bermaksud meninggalkanku dan mencari gadis lain ?” tanya Junsu yang mengeluarkan tatapan marah.

“aku hanya bertanya saja.” jawab Yoochun lirih.

“aku akan terus menantimu dan menunggu sampai kamu kembali kepadaku.” jawab Junsu.

“kalau seandainya aku tak bisa kembali padamu ?” tanya Yoochun yang lagi mengecewakan Junsu.

“aku akan tetap menunggu meskipun dunia sudah hancur lebur.” jawab Junsu yakin.

“hmm..” Yoochun mulai mengumam.

“apa maksudmu menanyakan pertanyaan itu ?” tanya Junsu waspada.

“mianhae. Aku akan pergi keparis.” jantung Junsu serasa ditikam pisau ketika mendengar pernyataan Yoochun.

“wae ?” tanya Junsu terisak.

“aku ada urusan.” dengan cepat Yoochun pergi meninggalkan Junsu takut Junsu melihat ia ikut menanggis. ‘maafkan aku Junsu. Aku takut appaku menyakitimu’ batin Yoochun.

FLASHBACK END

 

“untuk apa lagi kamu kesini hah ?” tanya Junsu marah.

“mianhae su-ie. Mian. Aku akan menjelaskan semuanya. Appaku melarangku berpacaran denganmu. Appaku sengaja mengirimkanku ke paris untuk tidak bersamamu dengan ancaman nyawamu akan celaka. Terpaksa aku meninggalkanmu.” jawab Yoochun lirih. Junsu yang mendengarnya diam membatu sambil memproses perkataan Yoochun. Yoochun yang menyadari keterpurukan Junsu langsung memeluknya dan mereka berdua menangis sambil berpelukkan.
Yoochun mulai menyalurkan cintanya dengan mencium Junsu dan melumatnya dengan lembut.

————————————————-
(yoosu moment end)

 

(yunjae moment)
————————————————-

“apa kau melupakanku boo ?” tanya Yunho yang berdiri dibelakang Jaejoong.

DEG

Jaejoong kaget mendengar suara yang sering menganggu hidupnya. Namun segera ditutupi rasa kaget agar namja tersebut tidak mengetahuinya.

“ne. Aku melupakan semuanya.” jawab Jaejoong menanggis.

“wae ?” tanya Yunho.

“tidakkah kamu sadar perbuatanmu yang dulu.” Jaejoong berkata lebih ketus.

“maafkan aku boo.” ucap Yunho.

 

FLASHBACK

Jaejoong melangkah riang menuju rumah namjachingunya yaitu Yunho. Jaejoong membawa bekal spesial yang sengaja Jaejoong buat untuknya. Ketika ia sudah berada didepan pintu rumah Yunho, Jaejoong coba mengetuk pintu tersebut namun tidak digubris. Karena penasaran Jaejoong coba membuka pintu tersebut namun Jaejoong melihat seorang gadis bermesraan dengan namjachingunya. Hati Jaejoong sesak dan meninggalkan Yunho serta bekalnya dirumah Yunho. Jaejoong pulang kerumah dan menangis seharian dikamar. Mrs.kim yang melihat anaknya seperti itu mulai membujuk anaknya.

“chagi, sudahlah. Aku tau apa masalahmu sehingga begini. Bagaimana kalau kamu lupakan dia, nak.” uap mrs.kim lembut. Jaejoong hanya mengangguk.

“bagaimana kalau kita pindah kekorea karena bisnis appa dijepang sudah selesai ?” tanya mrs.kim.

“ne. Aku mau.” jawab Jaejoong serak. ‘selamat tinggal yunnie.’

FLASHBACK END

 

“masih belum cukup kamu menyiksa aku hah ?” Jaejoong mulai membentak Yunho.

“tunggu dulu. Dengarkan aku. Pada saat kamu kerumahku, ahra datang menjebakku dengan pura-pura ketakutan dengan cicak yang berada dibawah kursi. Dan ia melangkah mendekat padaku. Namun saat itu kamu datang disaat yang tidak tepat hingga kini kamu salah paham.” pernyataan Yunho masih diproses Jaejoong sampai Jaejoong sudah mengerti perkataan Yunho.

“jadi itu hanya salah paham ?” ucap Jaejoong melembut.

“ne. Dan aku harap kamu tidak marah dengan ku lagi boo.” Yunho mulai melangkah mendekati Jaejoong dan memeluknya erat untuk menghilangkan rasa rindunya dulu. Mereka berpelukkan hingga bibir mereka menyatu tanda bahwa cinta mereka masih menyatu dihati mereka.

————————————————-
(yunjae moment end)

Yoosu dan yunjae kembali menyatu dan bersinar bagaikan batu Cassiopeia, batu permata yang indah dan bersinar dari bintang lainnya…

 

END

6 thoughts on “Love Note Part.2/2 (Junsu’s 27th Bday)

  1. Aigoo…jadi ngiri liat yunjaeyoosu moment
    Oohhh seandainya saja…Tarik Chunnie ke pelukanku…#bugh dibandem Suie#

    ff ýanƍ menarik…good job author sshi

    • hahahaha..
      gomawoyo..🙂
      srg lhat death note tpi tiba-tiba berpikiran love note..
      sebenarnya ini mau dibuat multi chap tpi author jadi buat two shoot hehehee..🙂
      #buka aib author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s