[FF] Bali – DBSK 9th Anniversary Part.1/2


Judul : Bali – DBSK 9th Anniversary 1/2

Author : @beth91191

Chapter : Twoshoots

Rating : T

Genre : Friendship, Romance

Note : Yunjae à Yaoi , Yoosumin à Straight

 

SEBELUMNYA…

 

(Junsu POV)

Di restauran..

 

Kami berdelapan duduk bersama di salah satu pojok eksklusif restauran khas Korea yang terkenal di Seoul ini. Aku duduk di sebelah Junho, kemudian Yoohwan disamping Yoochun. Di hadapanku Yunho hyung dan Jaejoong hyung, serta di disampingnya Changmin dan Jihyo noona. Kami berdelapan menunggu makanan yang dipesan datang dengan mengobrol bersama.

 

“Oya.. sampai lupa ini hadiah yang kami siapkan untuk-mu.” Ucap Yunho hyung padaku sambil menyerahkan kotak besar yang semula di bawa oleh Changmin.

“Wahhh.. ini dari kalian Yunho hyung dan Changmin?” tanyaku sambil menerima kotak itu.

Nae.. Aku dan Changmin mengelilingi kota Seoul untuk mencari hadiah ini. Tapi kami bingung untuk memberi kado apa. Jadi kami hanya bisa memberi kado kecil itu.” kata Yunho hyung merendah.

“Ahhh.. Yunho hyung.. Changminnie.. Apapun hadiah kalian aku senang menerimanya. Kalian datang saja aku sudah sangat senang..” seruku sambil membuka kado itu.

 

Setelah kertas kado kubuka, kotak pembungkus kubuka, dan ternyata yang kudapatkan adalah….

“Hwaaa….. boneka??” pekikku tak percaya..

 

Semua tertawa melihat hadiah yang Yunho hyung dan Changmin berikan tak terkecuali mereka berdua.

 

“Bebek berkantong?? Hahaha… Kau pikir aku anak kecil perempuan?? Hahaha..” aku ikut tertawa geli dan memeluk boneka itu erat,

“Jangan geli dulu kau hyung, coba check kantong bebek itu..” seru Changmin.

Mwo?? Ada apanya?” tanyaku kaget.

 

Kuraih kantong boneka bebek itu dan kurogoh ke dalamnya. Kurasakan sesuatu benda tipis seperti kertas berada di dalamnya.

“Apa ini??” tanyaku belum berani mengambil benda itu dan mengeluarkan kembali tanganku.

“Ambil saja..” ucap Yoochun.

 

Lalu kumasukan lagi tanganku dan menarik sesuatu itu keluar. Kudapatkan sebuah amplop di dalam kantong boneka bebek itu. Kubuka amplop itu dan kudapatkan lima tiket perjalanan ke….

Ke mana ini??

Kukucek-kucek mataku..

Benarkah??

 

“Apa ini??” tanyaku tak percaya.

“Itu hadiah dari kami berempat untukmu Xiah Junsu.. Perjalanan liburan selama seminggu di pulau Bali..” jawab Jaejoong hyung sambil tersenyum.

“Aku yang mengusulkan kita kesana hyung..” seru Changmin.

Mwo?? Liburan?? Ke Bali?? Indonesia?? Jeongmal?” Tanyaku antusias.

Nae.. Kami bingung mau memberi apa.. Semuanya pasti sudah kau punya. Bahkan sebetulnya untuk pergi ke Bali, kau pasti sanggup. Tapi mungkin yang tak bisa kau beli adalah liburan itu akan kita lakukan berlima.” jelas Jaejoong hyung.

Nae.. Benar sekali. Kapan lagi kita bisa liburan bersama?” Sahut Yoochun.

“Lalu bagaimana dengan…” Belum selesai aku bicara.

“Tenanglah.. Dia tak akan bisa berbuat apa-apa.” Jawab Yunho hyung cepat seakan tahu apa yang aku maksud adalah SM.

“Benar tidak apa-apa?” Tanyaku lagi.

Nae.. Tenanglah.. Kita sudah mengaturnya baik-baik..” Sahut Jaejoong hyung.

 

“Mengatur??” Tanyaku bingung.

“Sudahlah.. Nanti aku ceritakan..” Jawab Jaejoong hyung.

“Ohh.. nae baiklah..” ucapku menjadi tenang.

 

Junho, Yoohwan dan Jihyo noona juga memberiku hadiah yang luar biasa yang mungkin aku sanggup membelinya sendiri. Namun hadiah-hadiah itu terasa begitu spesial ketika mereka yang memberikannya untukku.

Gomawoyo semuanya… Gomawoyo.. Jeongmal gomawoyo.. Aku senang sekali malam ini..” Ucapku pada mereka semua.

 

Beberapa saat kemudian datanglah pelayan-pelayan yang membawa makanan pesanan kami. Semua makanan yang spesial dihidangkan di depan kami. Tanpa menunggu lebih lama lagi, kamipun mulai menyantap makanan itu tentu dengan bercanda dan mengobrol bersama sepanjang malam.

Apalagi yang lebih indah selain berkumpul dengan semua member, saudara dan teman dekat di acara ulang tahunku?

 

This is it..

Terima Kasih Tuhan..

Kau telah memberiku hadiah ulang tahun yang sangat luar biasa yang sangat aku harapkan selama ini..

Always keep the faith..

 

-oOo-

 

===START STORY===

 

(Author POV)

Suatu hari , pada hari Natal yang damai..

“Jaejoong hyung, kau dimana?” Tanya Junsu melalui sambungan telepon.

“Aku dan Yunho baru saja mengunjungi keluarga Yunho,mengobrol sesaat sambil mencicipi hidangan yang disiapkan Umma Jung.” Jawab Jaejoong sambil merapikan rambutnya di depan sebuah kaca hello kitty yang dia letakan di atas dashboard mobil.

“Oh, kau bersama dengan Yunho hyung?” Tanya Junsu lagi sambil memasuk-masukan pakaiannya ke dalam koper.

“Iya, kami berada di perjalanan menemui Umma sebentar sambil mengantarkan anggur. Kau dimana sekarang memangnya?” Tanya Jaejoong balik.

“Aku? Aku masih di rumah orang tua ku. Semalam aku tidur di sini. Masih ada beberapa barang yang harus aku bawa.” Jawab Junsu sambil terdengar suara ummanya di sebelahnya.“Hya Junsu-yah.. Kenapa memasukan baju-baju ke dalam koper saja kau tak bisa?? Berantakan sekali…” seru umma Junsu.

“Ahh umma, aku sedang telepon.” Sahut Junsu sambil sedikit menjauhkan handphone nya dari bibir.

“Ya sudah kau telepon saja sana. Sini biar umma yang rapikan kopermu.” Ucap umma Kim lagi.

“Baiklah.. Baiklah..” ucap Junsu sambil meninggalkan kopernya yang masih berantakan.

“Kau masih disana hyung?” Tanya Junsu lagi setelah berpindah ke ruang tamu agar mendapat privasi bertelepon.

“Jaejoongie sedang sibuk make up. Kekeke..” ucap Yunho menggantikan Jaejoong berbicara dengan Junsu.“Hyaaaa… Jung Yunho, aku hanya memakai krim.” Seru Jaejoong di sebelahnya.

“Kekeke.. Nae arasho, dia sedang memakai krim. Ada apa Junsu~ah?” Tanya Yunho balik.

“Nanti aku harus ke bandara jam 11 siang kan?” Tanya Junsu.

“Iya, pesawat kita take off jam 12 KST. Jangan terlambat yah! Kalau terlambat, akan kami tinggal.” Ucap Yunho diikuti suara tawa Jaejoong.

“Mana mungkin aku ditinggal? Liburan ini adalah hadiah ulang tahunku. Jangan lupakan itu hyung.” jawab Junsu.

Tiba-tiba Jaejoong merebut kembali handphonenya cepat dan menimpali,“Oh, tidak berlaku kalau kau terlambat anak ceroboh..”

“Hyaaaa.. Hyung jangan mulai mengucapkan kata-kata itu lagi padaku.” Ucap Junsu sedikit sebal. (T/N: di ff ‘Tada’ – Special Junsu Bday 2011, Jaejoong memanggil Junsu dengan sebutan anak ceroboh.)

“Okay, okay. Buktikan saja kalau begitu. Sudahlah, aku sibuk sekali ini. Sampai bertemu di bandara.” Ucap Jaejoong sebelum menutup teleponnya.

 

“Sibuk-sibuk? Dia pasti sibuk make up saja. Dasar wanita. LOL.” Ucap Junsu sambil memencet-mencet tombol di handphonenya untuk menghubungi yang lain, hingga kini terpampanglah nama Changmin di layar handphonenya.

Tut..tut..tut..

Selama beberapa saat dia berusaha menelepon maknaenya itu, namun tak juga ada jawaban. Junsu mencoba lagi, namun juga belum ada jawaban dari Changmin. Untuk ketiga-keempat-kelima kalinya dia mencoba dan…

“Hyaa!! Changmin!!” ucap Junsu dengan suara paraunya.

“HYAAA!! JUSNUYAH!! JANGAN TERIAK DI TELINGAKU!” balas Changmin kesal.

“Mwo? Kenapa jadi kau yang teriak?” sahut Junsu tak terima.

“Hyung sendiri kenapa tiba-tiba teriak padaku, benar-benar merusak gendang telingaku.” Jawab Changmin sadis.

“Wajar saja aku teriak. Kenapa telepon ku dari tadi tidak langsung kau angkat?” Tanya Junsu lagi.

“Oh..” jawab Changmin pendek.

“Ohh mwo?” Tanya Junsu tak mendapat jawaban.

“Oh, aku sedang makan. Handphone aku tinggal di kamar.” Jawab Changmin polos sambil meneguk the hangat yang dia bawa-bawanya ke sana kemari.

“Jinjayo? Benar kan dugaanku, foodmonster.. kekeke..” ucap Junsu senang bisa mengejek maknaenya setelah sekian lama tak mengejeknya.

“Mwo? Foodmonster? Awas yah bebek, kalau kita ketemu.. Habis kau..”  ucap Changmin tak ada sopan-sopannya dengan hyung nya yang satu ini.

“Ohh begitu? Yah sayang sekali…kalau aku dimakan lalu siapa yang akan memandu wisata kulinermu disana? Aku selama beberapa hari ini belajar banyak tentang kuliner di sana dan tempat-tempat yang menghidangkan makanan paling lezat disana.. Ahh tapi sudahlah, toh kau ingin memakanku. Jadi aku tak akan mungkin bisa menunjukan tempat-tempat yang terkenal makanan lezatnya itu padamu.” Jawab Junsu membalas.

“Jinjayo kau mencari tahu kuliner disana? Apakah ada makanan yang istimewa? Apa saja? Aku juga sempat mencari tapi tidak mengerti. Sekilas aku membaca nama sate, nasi goreng, soto, apalagi yah, sepertinya masih banyak. Kenapa aku lupa semua begini…”  belum sempat Changmin berkata.

Tut..tut..tut…

Junsu memutuskan teleponnya.

“HYA!!! KIM JUNSU!! MATI KAU!” pekik Changmin tak terima, sedangkan Junsu di seberang sana sedang tertawa bahagia membayangkan emosi Sang Maknae.

“Anak itu benar-benar berisik kalau membicarakan makanan.. Biar saja kumatikan teleponnya. Kekeke..” ucap Junsu  bahagia.

Tak lama Junsupun kembali memencet-mencet layar handphonenya, hingga munculah nama Yoochun di layarnya.

“Yoochun, yabuseyo..” ucap Junsu ketika di dengarnya suara nada sambungnya terhenti.

“Yabuseyo, Junsuie. Ada apa?” Tanya Yoochun dengan suara bass nya.

“Kau dimana sekarang?” Tanya Junsu.

“Perjalanan menuju rumah orang  tuamu, menjemputmu. Memang kenapa? Kau di rumah ahjuma dan ahjushi Kim kan?” Tanya Yoochun balik.

“Iya aku disini. Aku hanya khawatir kalau kau lupa. Kau sudah bertemu dengan Ibumu dan Yoohwan?” Tanya Junsu lagi.

“Sudah, kami baru saja pulang dari makam appa. Ahh, ini natal pertama kami tanpa appa.” Ucap Yoochun diakhiri desahan beratnya.

“Yoochunnie.. Sabar.. Ada kami Ahjuma Park, Yoohwan, aku, Jaejoong hyung, Yunho hyung, dan Changmin di sampingmu. Kau jangan bersedih.” Ucap Junsu ikut merasakan kesedihan sahabatnya soulmatenya itu.

“Aku baik-baik saja Xiah Junsu.” sahut Yoochun lirih.

“Bagaimana baik-baik saja? Aku mengenalmu sudah sangat lama Yoochun, bahkan saat kau belum bisa mengendarai sepeda motor, aku sudah mengenalmu. Segeralah kemari, kuberi kau pelukan terhangatku.” ucap Junsu.

“Eheee.. Kau ingin mencari kesempatan Junsu~ie.” ucap Yoochun cepat.

“Kesempatan apa?” jawab Junsu tak mengerti.

“Barusan kau ingin peluk-peluk segala. Aku mau kau peluk asal kau memberiku poppo. Bagaimana?” ucap Yoochun sambil terseyum lebar.

“Hyaaaa! Micky Yoochun, aku masih suka wanita! Cepat kesini dan kuberi poppo dengan tendangan bolaku!” ucap Junsu gusar hingga akhirnya dimatikannya telepon mereka.

 

Tut..tut..tut..

 

“Ck! Ada-ada saja dia..” ucap Junsu sambil menerawang jauh. Kemudian diapun seperti terflashback masa-masa mereka bersama dalam Dong Bang Shin Ki. Moment-moment mereka bersama benar-benar tak ternilai harganya. Semua moment setiap detiknya benar-benar membekas di hatinya. Kini hubungan mereka memang baik-baik saja, tapi pertemuan mereka tidaklah sesering dulu, saat mereka masih satu dorm. Setiap hari bertemu dan menghabiskan hari bersama. Mulai dari Yunjae moment yang selalu membuat Junsu stress untuk berusaha menutupinya, moment-moment bersama Yuho hyung yang selalu memperlakukannya dengan baik, dan Changmin yang selalu mengganggu dan mengusilinya bersama Yoochun dan Jaejong hyung. Jangankan dengan Yunho dan Changmin, bahkan dengan Jaejoong hyung dan Yoochun saja sudah tak begitu sering bertemu. Benar-benar banyak yang berubah beberapa tahun terakhir ini. Oleh karenanya moment liburan keluar negeri bersama ini, benar-benar dinantikan oleh semua member.

-oOo-

 

(Author POV)

 

Di bandara..

Ruang tunggu VVIP..

 

“Aku kira wanita-wanita yang berada si seberang kita tadi mengenali kita, Yunnie.” ucap Jaejoong sambil membenarkan letak syalnya yang menutupi hampir seluruh wajahnya dan dia sisakan area mata saja yang ditutupi oleh kacamata bening. Sedangkan rambutnya tertutup beanie tebal.

“Kenapa kau tak pakai kacamata hitam saja, kalau takut ketahuan, boo?” tanya Yunho.

“Bagaimana kau ini? Akan semakin mencurigakan jika aku memakai kacamata hitam. Lihatlah sunglasses yang kau kenakan bersamaan dengan masker itu, benar-benar mencurigakan. Orang-orang yang sengaja menutupi identitas, yang mengenakan barang-barang seperti itu.” Ucap Jaejoong sibuk dengan syal nya.

“Tapi kalau kita tak menutupi identitas, kita jelas-jelas ketahuan kan. Setidaknya kita ada usaha. Apalagi kau. Wajah cantikmu itu sulit sekali disembunyikan Joongie. Bahkan sudah kau tutupi seperti itu saja, kau tetap terlihat cantik.” ucap Yunho sambil menatap wajah kekasihnya itu.

Jaejoong menatap balik ke arah Yunho sambil menunjukan ekspresi straight-face dibalik syalnya itu.

“Kau sedang menggodaku? Kalau iya, kau salah sikon. Aku sedang sangat-sangat ketakutan ketahuan saat ini. Jantungku berdetak-detak. Bum bum bum..” ucap Jaejoong sambil tak melepaskan pandangannya pada Yunho.

“Aigoo boo. Aku gemas sekali jika melihat kau marah.” ucap Yunho sambil sedikit mencondongkan wajahnya mendekat. Perlahan tangan Yunho melepaskan masker yang tengah ia kenakan.

“Hai hei.. Cepat kenakan lagi sebelum orang lain mengenalimu.” ucap Jaejoong panik.

Yunho tak menghiraukan kata-kata kekasihnya. Dilepaskannya pula kacamata hitam yang ia kenakan sedari tadi.

“Hya Yunho-ah.. Kenakan cepat..” ucap Jaejoong berisik sendiri.

Kali ini Jaejoong dapat melihat mata indah Yunho tanpa terhalangi suatu apapun. Mata itu selalu dapat membuat Jaejoong tenggelam ke dalamnya, menarik hatinya jauh ke dalam matanya hingga membuatnya tersesat dan tak ingin keluar dari ketersesatan itu.

Perlahan tangan Yunho meraih syal yang tengah dikenakan Jaejoong, diturunkannya sedikit demi sedikit syal itu.

“Yunho…” ucap Jaejoong lirih sambil mengigit bibir bawahnya sendiri menahan debaran jantung yang tengah ia rasakan.

Yunho telah berhasil meloloskan syal itu dari wajah Jaejoong dan tersisalah kacamata yang menempel di wajah cantiknya. Perlahan wajah Yunho mendekati wajah Jaejoong sambil tangan kanannya berusaha mencengkeram leher Jaejoong agar ia tak melarikan diri.

Jaejoong sudah benar-benar tersesat dalam mata Yunho, dia tak lagi ingat bahwa mereka tengah berada di tempat umum saat ini. Terus digigitnya bibir bawahnya sendiri, menahan debaran yang semakin kencang itu.

Yunho terus menghilangkan jarak di antara mereka hingga akhirnya dua pasang bibir bertemu menjadi satu. Jaejoong memejamkan matanya menikmati gesekan bibir tebal yang hangat itu di atas bibirnya yang terasa sedikit kedinginan itu.

“Ahh..” Jaejoong mendesah dengan sendirinya tanpa ia sadari.

Yunho terus melancarkan aksinya mengecup bibir merah yang sudah menggodanya sejak tadi pagi itu. Ditekannya lebih dalam bibir itu sambil sesekali melumatnya.

Jaejoong benar-benar sudah hilang akal bila bersentuhan bibir dengan Yunho seperti saat ini. Bibir Yunho selalu memabukannya membuatnya tak ingat dimana mereka saat ini. Begitu juga dengan Yunho, wajah cantik plus bibir merah menggoda Jaejoong selalu dan selalu membuatnya gelisah. Alhasil, dua orang pria berwajah indah itupun tak sanggup mengontrol nafsu mereka sendiri. Jaejoong menjambak rambut Yunho sambil menekan kepala Sang Leader agar semakin mengecup bibirnya. Dipejamkannya matanya menikmati sentuhan hangat bibir Sang Leader. Hangat dan basah, mendebarkan dan mencandukan.

Tangan Yunho mulai semakin berani bermain-main di pantat Jaejoong, diusap-usapnya perlahan pantat indah itu sambil sesekali diremas dan dicubit, membuat tubuh bagian bawah mereka semakin menempel satu sama lain, menggesek dan menggesek.

“Ahh… Yunho~ah..” desah Jaejoong stress dengan perlakuan kekasihnya itu yang sungguh nikmat.

Yunho setengah tersenyum disela-sela ciuman mereka, hingga tiba-tiba..

“YUNJAE!!!” sebuah teriakan histeris terdengar dari belakang sana mengagetkan mereka, membuat mereka menghentikan aktifitas dewasa mereka dan kembali ingat bahwa mereka sedang ada di bandara!!

“Ya Tuhan Yunho!!” seru Jaejoong marah pada Yunho yang telah memulai semua ini lebih dulu.

Wajah mereka sama-sama pucat pasi, takut kalau hubungan mereka terbongkar fans. Dengan cepat mereka melihat ke arah sumber suara dan…

 

 

 

 

 

 

 

“YUNJAE!!! Kau tak tahu ini tempat umum ha??” sebuah suara serak kembali menyapa keterkejutan mereka.

 

 

 

“Hya Jaejoong hyung.. Kau mau dibunuh manager hyung ha? Kalau sampai foto ciuman kalian tersebar di internet?” seru suara yang lain.

“Hahaha… Yunjae.. Yunjae..” ucap yang lainnya menertawai kecerobohan dan kelepas-kontrolan hyung-hyung nya.

 

Ya, Junsu, Yoochun dan Changmin lah yang telah menjadi saksi ciuman ganas Yunjae siang itu. Mereka benar-benar merasa heran pada dua anak manusia ini. Bisa-bisa mereka sebegitunya tidak ingat dimana mereka saat ini. Untung saja mereka bertiga yang melihat hal ini. Bagaimana jadinya kalau fans yang melihat.

 

“Pasti Yunho hyung yang memulai semua ini..” seru Yoochun sambil menepuk bahu Yunho dan kemudian memeluknya hangat, “Bagaimana kabarmu, hyung..”

“Baik, Yoochunnie.. ” jawab Yunho sambil memperat pelukan mereka.

Ya, Yunho sudah cukup jarang bertemu dengan Junsu dan Yoochun, terakhir mereka bertemu saat ulang tahun Junsu kemarin. Itupun hanya untuk makan malam saja.

 

“Benarkan Yunho hyung yang memulai duluan..” ucap Yoochun lagi sambil mencolek Jaejoong dengan maksud menggodanya.
“Iya… Dia yang mulai duluan, salahkan dia..” sahut Jaejoong sambil mengambil syalnya untuk menutupi blushing di pipi putihnya.

“Tidak bisa sepenuhnya aku yang disalahkan dong. Kau juga salah Jaejoongie, kenapa kau begitu menggoda untuk ditelan hidup-hidup.” Ucap Yunho sambil mengerlingkan mata pada Jaejoong.

“Sudah.. sudah.. Aku tak ingin mendengar gombalan Yunjae siang ini..” seru Junsu memotong.

“Kenapa Junsu hyung, kau iri dengan Yunjae, ha?” sahut Changmin yang mulai timbul keinginan mengusili Junsu, member terpolos ini.

 

“Tidak.. Tidak.. Buat apa aku iri?” jawab Junsu cepat.

“Ahh, kau iri tidak apa-apa, Xiah Junsu.” Ucap Changmin sambil melingkarkan tangannya di leher Junsu.

 

“Hya..  Apa-apaan ini?” sahut Junsu.

 

“Oya, aku tiba-tiba ingat dengan pembicaraan kita pagi tadi.” Ucap Yoochun menimpali sambil memandang Junsu dengan pandangan tak wajar.

 

“Cukup.. Cukup..” ucap Junsu sambil melepaskan tangan Changmin dari lehernya dan segera mengambil tasnya, “Kalian kalau ingin melakukannya, lakukanlah di antara kalian berdua. Jangan bawa-bawa aku.” Junsu pun berjalan meninggalkan mereka berempat untuk menuju pintu pemeriksaan terakhir.

 

Changmin dan Yoochun pun perlahan menatap satu sama lain, keduanya mengerutkan kening mendengar dan membayangkan apa perkataan Junsu.

 

“Sepertinya kita hentikan permainan ini untuk sementara hyung, homophobia ku mulai kambuh..” ucap Changmin sambil ikut mengambil tas nya dan berjalan menyusul Junsu.

 

“Sepertinya memang begitu, wanita masih banyak Yoochun, wanita masih banyak Yoochun, wanita masih banyak..” ucap Yoochun sambil menyeret tasnya dan berjalan di belakang Changmin.

 

Di depan sendiri Junsu menggerutu di dalam hati, ‘Jika suatu hari aku sungguhan menjadi gay, salahkan Yunjae, salahkan Yunjae..’

 

Sementara itu, di belakang sendiri Yunjae hanya bisa tersenyum melihat kelakukan ketiga dongsaengnya itu. Mereka pun saling menatap satu sama lain. Dalam beberapa detik Yunho kembali terhipnotis untuk melumat bibir merah itu, dan saat ia berusaha mendekat…. Dan…

 

“Kita lanjutkan saat di hotel Mr. Jung, kalau kau mulai sekarang bisa-bisa kita ketinggalan pesawat.” Ucap Jaejoong sambil tersenyum malu dan meninggalkan Yunho sendirian dengan tas-tas mereka. Sebenarnya barang bawaan Yunho hanya satu tas sedang, namun yang membuat barang bawaan mereka berdua menjadi banyak adalah barang-barang milik Jaejoong yang membuat total barang bawaan mereka dua koper besar di bagasi, dan tiga tas sedang, serta sebuah tas kecil.

 

“Ya, Jaejoongie, bantulah aku membawa satu saja tas ini..” ucap Yunho memelas.

 

“Andweyo.. Palli Jung Yunho.. Palli.. Hotel menunggu kita..” ucap Jaejoong sambil terus berjalan.

 

“Hotel?? Sepertinya biaya membawakan tas-tas ini akan sangat mahal Jaejoongie..” ucap Yunho sedikit berteriak.

 

“Nae.. Nae.. Berapapun aku bayar..” jawab Jaejoong yang sambil tersenyum tersipu malu membayangkan apa yang akan terjadi saat mereka tiba di hotel nanti.

 

Begitu mendengar jawabannya Jaejoong, dengan semangat Yunhopun mengangkat semua barang-barang itu sendirian. Pesona seorang Kim Jaejoong membuatnya rela melakukan apapun. Lagipula dia memang tak sungguh-sungguh meminta Jaejoong membantunya membawa tas. Mana mungkin di membiarkan orang yang dia cintai kecapekan bila membawa tas yang berat ini. Ya, Yunho begitu menjaga Jaejoong yang sangat ia cintai itu.

 

 

-oOo-

 

(Author POV)

 

Di dalam pesawat…

 

Yunho duduk tepat di sebelah Jaejoong. Terlihat Yunho sudah bersiap untuk tidur selama perjalanan jauh mereka ini. Diletakannya bantal kecil di lengan Jaejoong dan diletakkannya kepalanya di atas bantal kecil itu. Junsu memilih duduk di sebelah Changmin yang sudah cukup lama tak ia temui itu, banyak sekali yang ingin Junsu ceritakan pada Changmin. Walaupun dulu Changmin terlihat sering mengusili Junsu, sesungguhnya hubungan mereka sangat baik dan dekat. Sedangkan Yoochun dengan terpaksa harus duduk di depan sendirian, ditemani dengan headset music yang sudah terpasang di telinganya dan sebuah novel yang baru saja ia beli pekan lalu.

 

Mereka saat ini sedang berada di sebuah pesawat kelas satu yang akan membawa mereka menuju ke sebuah tempat yang cukup jauh dari Seoul. Perlu memakan waktu berjam-jam lamanya untuk bisa sampai di tempat itu. Sebuah tempat yang belum pernah dikunjungi oleh mereka berlima kecuali Yoochun. Sebuah tempat yang sangat eksotis dan menawan dengan keindahan alam dan budayanya . Sebuah tempat yang menjadi jujukan para wisatawan asing. Sebuah tempat yang selalu membuat pengunjungnya merasa rindu dan ingin kembali kesana lagi. Secuil surga yang bisa kita temukan di muka bumi. Bagian dari negara yang berada paling selatan di benua Asia, Indonesia. Ya, mereka berlima memang pernah berkunjung ke Indonesia sebelumnya.

 

Tapi jangan bilang kalian pernah ke Indonesia, kalau kalian belum berkunjung ke….

 

Bali!

 

 

TBC

 

Happy 9th Anniversary 東方神起 ♥

2 thoughts on “[FF] Bali – DBSK 9th Anniversary Part.1/2

  1. apa yang bakalan terjadi di bali ya? dah gak sabar pen ngintip yunjae nc an #kabuuuuuuuuuuuuuuuurrrrr#😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s