[FF] Bali – DBSK 9th Anniversary Part.2/2


Judul : Bali – DBSK 9th Anniversary 2/2

Author : @beth91191

Chapter : Two shoots

Rating : T

Genre : Friendship, Romance

Note : Yunjae à Yaoi , Yoosumin à Straight

 

 

(Author POV)

 

Beberapa menit sebelum landing…

 

 

“Jaejoongie.. Jaejoongie..” ucap Yunho sambil membelai pipi Jaejoong lembut.

 

“Hmmm…” jawab Jaejoong masih setengah sadar.

 

“Kita sudah hampir landing Jae..” ucap Yunho lagi.

 

“Hmmm… Landing? Landing apa sih Yun?” Tanya Jaejoong masih tidak ingat dimana mereka saat ini.

 

“Landing, pesawat kita akan landing.. Bangun cantik, ayo bangun.. Liat pemandangan di luar indah sekali..” ucap Yunho sambil menepuk-nepuk pipi putih merona itu.

 

“Ha?? Pesawat akan landing?” Tanya Jaejoong ketika ingat sambil cepat-cepat membuka matanya. Di tegakannya ditubuhnya untuk melihat keluar jendela.

 

Begitu ia menatap keluar jendela yang di dapatkan sunset yang begitu indah, hamparan hijau yang terkena sinar jingga dari Sang Mentari dan lautan biru kejinggaan membentang luas. Semua begitu emas kemerahan.

 

“Indahnya Jung Yunho..” ucap Jaejoong sambil menyentuh kaca seakan menggapai alam di luar sana. “Susah sekali menemukan seperti ini di Seoul.” Ucap Jaejoong lagi.

 

Yunho yang dipunggungi oleh Jaejoongpun ikut memandang keluar dengan tatapan terpesona, perlahan dilingkarkannya tangannya ke tubuh Jaejoong dari belakang dan ditumpukan kepalanya ke bahu Jaejoong.

 

“Iya, indah sekali..” ucap Yunho setengah berbisik.

Perlahan Jaejoong meraih rambut Yunho dan menjambaknya lembut, “Saranghae Yun..” ucap Jaejoong.

 

“Saranghae, Boo..” jawab Yunho sambil mempererat pelukannya.

 

 

Itulah percakapan terakhir mereka sebelum mereka landing di Tanah Dewata, Bali.

 

 

-oOo-

 

(Author POV)

 

Setelah pesawat landing..

 

 

Mereka memutuskan untuk keluar dari bandara menggunakan jalur VIP.  Sebuah van eksklusif sudah menunggu mereka diluar pesawat yang sudah berhenti itu. Setelah memastikan tak ada barang yang tertinggal, mereka berlimapun melangkah menuju pintu keluar pesawat. Satu kata yang keluar dari mulut ketika melangkah keluar pintu,

 

“Hangat!~” ucap Junsu riang.

 

Dibelakangnya terdapat Changmin dan Jaejoong, “Iya, benar-benar hangat.”, “Tak perlu kita menggunakan mantel dan syal ini.” Ucap mereka sambil mereka melepaskan mantel yang mereka gunakan dan melipat syal yang semula tergantung di leher mereka.

 

Sedangkan Yoochun dan Yunho di belakang sendiri sudah sedari tadi melepaskan mantel mereka, karena mereka sudah bisa menebak bahwa suhu di Indonesia selalu hangat dibandingkan Seoul walaupun sekarang sedang musim hujan disini. Namun setidaknya, disini tidak sedang musim dingin seperti yang terjadi di Korea saat ini.

 

“Menyenangkan sekali yah..” ucap Junsu lagi.

 

Dan mereka berlimapun menuruni tangga pesawat dan masuk ke dalam mobil satu persatu.

 

 

-oOo-

 

(Author POV)

 

Di dalam mobil…

 

 

Kanan dan kiri jalan yang bisa mereka lihat adalah tanaman hijau, bangunan-bangunan sederhana, rumah-rumah warga, persawahan, dan lain sebagainya. Benar-benar jauh dari kesan glamour dan mewah yang biasa terhidangkan di jalanan pusat kota Seoul yang setiap harinya mereka lewati. Semua masih sangat hijau dan asri. Udara di sini terasa begitu segar dan menenangkan, tidak seperti Seoul yang polusi udaranya sudah cukup tinggi. Sesekali mereka melewati bangunan pura yang cukup besar. Sesekali mereka melewati sekerumunan orang yang memakai baju adat dan membawa sesajian. Sesekali mereka melihat hal-hal lain yang tak akan pernah mereka bisa temui di Seoul. Benar-benar sebuah kota yang eksotis.

 

Hari mulai beranjak malam, matahari senja berganti dengan lampu-lampu jalanan yang bewarna-warni. Mereka menempuh perjalanan beberapa saat dari bandara menuju vila mereka. Tapi perjalanan beberapa jampun tak terasa sama sekali bagi mereka.  Karena sepanjang perjalanan mereka disuguhi pemandangan yang tak pernah mereka lihat sebelumnya, kecuali Yoochun yang pernah mengadakan sesi foto di Bali untuk sebuah majalah.

 

 

-oOo-

 

(Author POV)

 

Setibanya mereka di vila…

 

Akhirnya mereka tiba juga di vila yang sudah dipesan jauh-jauh hari ini. Sebuah vila sederhana yang cukup luas dengan taman yang cantik dan arsitektur klasik Bali. Ketika masuk ke dalam halaman vila itu, keluarlah seorang wanita berusia sekitar 50-60an, yang memang diperintahkan sang pemilik vila untuk merawat vila itu, menyambut kedatangan mereka dengan sebuah senyum ramah di bibirnya.  Ketika mobil sudah berhenti dan terparkir di depan pintu masuknya, satu persatu dari merekapun keluar.

 

“Wah.. unik sekali bangunannya..” ucap Jaejoong sambil melemparkan pandangan ke sekitar.

 

“Beautiful..” ucap Yoochun sambil menatap setiap sudut arsitektur vila itu lekat-lekat.

 

Barangpun diturun-turunkan satu persatu, dan mereka mulai memasuki pintu utama yang cukup tinggi yang terbuat dari ukiran kayu mewah. Hal pertama yang mereka tangkap ketika melangkahkan kaki memasuki vila ini adalah, keeksotisannya. Banyak sekali ornamen-ornamen berbau Bali dan Indonesia di dalamnya. Tapi ornamen-ornamen itu tidak menimbulkan kesan kuno dan membosankan. Karena Sang Desainer Interiornya sangat pandai memadu-padankan desain modern dan klasik Bali, membuat rumah itu tetap indah, elegan, namun tetap minimalis modern. Susah sekali menggambarkannya dengan kata-kata. Karena memang seni interior itu bukan untuk dijelaskan melalui dengan kata-kata, tapi di nikmati dengan hati.

 

“Vila ini memiliki tiga kamar.”  Ucap Yunho membuka kata, “Aku dan Jaejoong di kamar ini. Sisanya kalian tentukan saja mau dikamar mana dan dengan siapa. Setiap kamar ada kamar mandi dalamnya plus air hangat juga, itu dapur, itu meja makan, itu ruang tamu yang tadi kita masuki pertama, ini ruang keluarga, dan di belakang ada taman, ada juga pura kecil tempat sembahyang mereka serta terus langsung menembus ke pantai.” Ucap Yunho menjelaskan.

 

“Pantai??” Tanya yang lain tak percaya,  “Ada pantai di belakang vila ini?”

 

“Iya, pantai pribadi. Ada batas antara pantai milik vila ini dengan pantai sebelahnya. Nanti saja kalau ingin ke pantai. Sekarang kalian istirahatlah sejenak, mandi-mandi, tidur-tidur sesaat dan pukul…” ucap Yunho sambil melirik jam tangannya, “pukul 11 KST atau 10 WITA kita kumpul di pantai untuk perayaannya yah..” Perintah Sang Leader pada seluruh member.

 

Semuanya mengangguk tanda mengerti.

 

Yunho dan Jaejoong mendahului yang lain untuk masuk ke kamar yang sudah dipilih Yunho tadi. Sedangkan ketiga yang lainnya masih menatap satu sama lain.

 

“Changmin, aku jeonggg…mal ingin tidur denganmu..” Ucap Junsu yang membuat Changmin menaikan alisnya.

 

“Andweyo.” Jawab Changmin cepat.

 

“Ahh.. Tidak kah kau rindu pada hyung mu ini, Changmin-ah?” Tanya Junsu sambil menggandeng lengan Changmin, “Ayolah.. Aku tidak akan memakanmu. Cerita di atas pesawat tadi kan belum selesai..” Ajak Junsu sambil perlahan menyeret Changmin memasuki kamar yang berada tak jauh dari mereka.

 

“Andwe.. Andwe.. Ahh.. Hyung.. Lepaskan..” teriak Changmin menolak.

 

“Ayolah.. Ayolah..” bujuk Junsu terus menerus.

 

Yoochun yang melihat mereka berdua hanya tersenyum geli. Yoochun sadar Junsu sangat merindukan dongsaeng mereka itu. Dulu Changmin suka sekali membully Junsu dan Junsu selalu berusaha melawannya tapi tentu saja gagal. Changmin memang sepertinya tidak mau sekamar dengan Junsu, tapi itu semua hanya akting saja. Changmin pasti juga rindu masa-masa membully hyung nya yang polos itu. Saat Changmin beberapa kali tak sengaja bertemu dengan Jaejoong atau Yoochun di suatu tempat, pasti hal pertama yang dia tanyakan adalah, “Dimana Junsu hyung?”

 

Ya, hubungan mereka memang benar-benar unik..

 

Yoochunpun menenteng tas bawaannya dan memasuki kamar yang tersisa. Antara beruntung dan tidak beruntung dia harus tidur sendirian seperti ini. Jika boleh memilih, dia ingin tidur dengan Yunho hyung. Lama sekali U2 ini tidak bertemu satu sama lain selain acara kejutan ulang tahun Junsu waktu itu. Tapi sepertinya ia harus memendam keinginannya itu. Mana mungkin YunJae tidur terpisah, bisa-bisa Jaejoong hyung uring-uringan kalau tidak tidur bersama hubby nya itu.

 

Yunjae.. Yunjae..

 

-oOo-

 

(Yunho POV)

 

Saat ini kami tengah berkumpul duduk bersama di depan sebuah api unggun yang kami buat, dengan beralaskan pasir putih pantai Bali yang begitu lembut dan beratapkan langit malam yang bertahtakan bulan dan bintang-bintang. Angin bertiup sangat lembut dan sejuk. Deburan ombak dan dentuman pelan music dari outdoor-club yang berjarak beberapa ratus meter dari vila kami menjadi okestra malam yang sangat indah.

 

Kami berlima sesaat terdiam menatap ke arah garis horizon yang terlihat di kejauhan sana. Betapa jauhnya tepi bumi itu..

 

Kulihat sekilas Jaejoongieku tengah menyandarkan kepalanya di dadaku, kami berdua meluruskan kaki ke depan dan tanganku menumpu ke belakang untuk menahan berat kami berdua, sedangkan tangan Sang Cantik tengah memeluk perutku erat.

 

Rambut lembutnya sesekali membelai wajahku.

 

Harummm..

Sangat harum dengan wangi bunga melati dari shampoo melati yang sudah disiapkan di kamar kami..

 

Kualihkan pandanganku pada Changmin yang sedang asyik bermain-main dengan pasir dan Yoochun yang tengah memetik nada-nada pada gitar yang ia bawa dari Korea. Sedangkan Junsu juga ikut menatap ke arah ombak-ombak itu dengan menekukan kakinya dan memeluk pahanya erat. Kudengar ia bersenandung kecil, menyanyikan lagu Winter Rose, lagu spesial natal yang dinyanyikan oleh ku dan Changmin pada natal tahun kemarin.

 

“Ternyata kau hafal juga lagu itu, Xiah Junsu..” Ucapku membuka percakapan di antara kita.

 

“Tentu.. Aku selalu mendownload lagu-lagu TVXQ dan membeli album-album kalian..” Jawab Junsu sambil membalik badan menatap Yunho.

 

DEG!!

 

Aku terdiam dan tertohok dengan kata-katanya itu..

 

“Jangan berkata seakan kau bukan TVXQ lagi Junsu-ah….” Ucap Yunho yang kemudian, “Kita berlima tetap TVXQ!” Potong Changmin menimpali kata-kataku. Aku langsung menatap kea rah Changmin dan melihatnya tengah menatap tajam pada Junsu.

 

Changminnie..

 

“Changmin.. Kau mengatakan apa yang ada di pikiranku..” Sahut Jaejoongie sambil perlahan menegakkan tubuhnya.

 

“TVXQ…” Ucap Yoochun terputus. Kulihat dia memejamkan matanya sekilas dan menghela nafas panjang, “selalu ada di sini!” Ucap Yoochun sambil menunjuk tato yang ada di dadanya.”Saat awal aku membuat tato ini bersama dengan Jaejoong hyung, aku sudah yakin apapun yang terjadi! I’ll always keep the faith to TVXQ!” Ucap Yoochun diikuti setetes air mata jatuh dari ujung matanya. Cepat-cepat ia sekanya sendiri air matanya itu.

 

Ohhh.. Baby Yoochun yang cengeng tak pernah berubah. Dia masih saja yang paling mudah menangis.

Changminpun langsung menepuk bahu hyungnya itu untuk menenangkan.

 

“Mmm.. maafkan kata-kataku semuanya.. Aku tahu.. Andai…..” Ucap Junsu tak sanggup melanjutkan apa yang ingin dia sampaikan. Diapun memejamkan matanya dan sedikit menundukan kepalanya. Perlahan diangkatnya tangannya menyentuh dahinya dan perlahan turun menyentuh ujung matanya. Bisa kulihat dia tengah berusaha menutupi tangisannya dengan menghapus air mata secara diam-diam.

 

“Junsu-ah.. Kau tak salah, kita semua tak ada yang salah. Tak ada yang perlu disesali. Sedikitpun tak ada..” Ucap Jaejoong beranjak dari sisiku dan menyeret kakinya untu memeluk Baby Dolphin itu.

 

“Andai…..” Ucap Junsu terpotong lagi. “Ssstttt..” Sahut Jaejoong sambil mempererat pelukannya.

“Xiah Junsu..” Ucap Yoochun sambil mendekati Junsu dan Jaejoong dan ikut memeluk mereka berdua erat.

 

“Kumohon, kalian jangan menangis seperti itu..” Ucap Changmin sambil menatap sayu pada mereka bertiga terutama pada Yoochun dan Junsu yang sudah tak dapat membendung perasaan sedih mereka.

“Benar kata Changmin Ini perayaan 9th Anniversary Dong Bang Shin Ki.. Kumohon kalian berdua jangan menangis..” Ucap Jaejoong perlahan melepaskan pelukan dan menatap kedua dongsaengnya yang cengeng itu.

 

“Mmm… Mungkin sebaiknya kita mulai acara ini sekarang.” Ucapku pada mereka berlima.

 

 

 

 

Saat ini kami berlimapun tengah duduk melingkari api unggun. Tangan kami bergandengan bersama dengan eratnya. Mungkin ini terdengar sedikit kekanakan, tapi kami harus melakukannya. Dengan bergandengan seperti ini membuat hati kami lebih menyatu, satu sama lain.

 

“Park Micky Yoochun..

Kim Xiah Junsu..

Kim Hero Jaejoong..

Shim Max Changmin..

Dan aku, Jung U-know Yunho.” Ucapku sejenak terputus.

 

Kuhembuskan nafas dalam-dalam dan kulanjutkan apa yang ingin kusampaikan pada kami semua,

“Sejak 26 Desember 2003,

Sejak kita berdiri pertama kali di panggung showcase spesial christmas itu,

Sejak pertama kali kita menyanyikan lagu Hug bersama,

Sejak saat itu dan hingga selamanya, kita adalah Dong Bang Shin Ki!

Mungkin di tengah perjalanan ada sedikit batu kerikil yang membuat kita seperti ini. Tapiii.. apalah arti sebuah nama?” kutatap lekat wajah mereka satu-persatu,

 

“Mungkin diluar sana masyarakat..fans..tidak tahu persis tentang perasaan dan hubungan kita. Tapi satu hal yang perlu kita ingat, selain karena kecintaan kita pada sesama member dan Dong Bang Shin Ki, di luar sana, hingga ke pelosok dunia, ada para Cassiopeia yang selalu dan selalu mencintai kita.

Kita memang tidak bisa menunjukan ini semua pada mereka. Tapi dengan kita tetap memegang faith kita ini, itulah yang akan selalu membuat Cassiopeia dan kita… bahagia.” Ucapku yang membuat perasaan haru menyalur ke dalam hatiku.

 

“Saengil chukaeyo Dong Bang Shin Ki.. Saengil chukaeyo untuk kita berlima..

Walau sembilan tahun, sembilan puluh tahun, sembilan ratus tahun, sampai kapanpun, persahabatan kita… akan abadi selamanya..” Ucapku dengan penuh keharuan.

 

“Selamanya..” sahut yang lain lirih.

 

Perlahan Jaejoong melepaskan genggaman kami dan berpindah memelukku, “Everlasting selamanya..” Ucapnya berbisik memberiku kehangatan. Yoochun menyusul kami berpelukan dan diikuti dengan Junsu yang keduanya sudah menangis terisak-isak sejak tadi.

 

“Hey.. Kalian ini sudah 27 tahun masih seperti anak-anak saja..” Ucapku sambil memperat pelukan kami dan menepuk-nepuk punggung mereka.

 

Kini mataku menatap pada maknae kami.  Sedikit penasaran aku saat menatapnya yang tengah tertunduk setunduk-tunduknya. Bahunya terlihat bergetar.

 

Ada apa ini?

Dia menangis??

 

“Changmin…” Panggilku pelan padanya.

 

Dia tak bereaksi, tak menjawab.

 

“Kau menangis?” Tanyaku padanya. Ketiga member lain mendengar pertanyaanku pada Changmin dan mereka sedikit merenggangkan pelukan kami dan berganti menatap ke arah Changmin. “Changmin, kau menangis??” Tanya mereka bersamaan.

 

“Shim Changmin..” Panggil Jaejoong lagi sambil sedikit mendekat ke arah Changmin dan mengguncang bahunya. “Changmin, kau baik-baik saja?” Tanya Jaejoong sambil berusaha mengintip-intip.

 

Changmin mulai bereaksi, diangkatnya sedikit kepalanya dan betapa terkejutnya kami berempat.

 

“Voldemin menangis??!” Seru Junsu tak percaya.

“Hey, bahkan menangismu lebih parah daripada Junsu yang biasa kau bully itu.” Ucap Yoochun mendekati dongsaengnya.

 

“Aniya..” Ucap Changmin lirih dan serak.

 

“Lihatlah kau menangis deras sekali seperti waktu kita menang pada penghargaan MKMF 2008!” Ucap Yoochun sambil sedikit tertawa dan ikut mendekat pula.

“Walaupun dia adalah seorang voldemin yang suka membullyku, bagaimanapun juga dia adalah maknae kita, yang masih kecil di mata kita..” Ucap Junsu sambil tersenyum kecil.

“Iya, dia masih bocah sekali di mata kita.” Timpal Yoochun.

 

“Kau ingat di MV Hug, yang lainnya terlihat keren sedangkan Changmin justru bermain sama kucing dan minum susu. Lucu sekali..” Ucapku sambil mengingat-ingat MV itu.

“Ahhh, itu bukan lucu.. Tapi cute sekali.. Changmin-ah.. Cute Voldemin..” Ucap Jaejoong sambil memeluk erat Changmin dengan tiba-tiba.

 

“Ahh hyung.. Jangan peluk..” Ucap Changmin berusaha melepaskan diri.

 

“Kenapa kau ini? Semua pria dan wanita ingin aku peluk, kenapa kau tak mau aku peluk?? Hyung mu ini Demonic Gay!” Seru Jaejoong tak terima.

“Aniyo.. Aku juga tak mau!!” Sahut Junsu dengan nada tinggi.

 

“Aisshh kalian berdua ini ada apa sih?? Bisa-bisanya menolak pesonaku!” Ucap Jaejoong sambil melirik tajam ke Junsu dan mempoutkan bibirnya. Perlahan dia berganti menatap ke arah Yoochun.

“A..aku?? A..aku juga tak mau..” Ucap Yoochun sambil menahan tawanya.

 

“Ahh kalian ini!!!” Ucap Jaejoong dengan gemasya.

“Sudahlah.. Aku saja yang dipeluk, Jaejoongie..” Timpalku sambil melemparkan senyuman terindahku padanya.

 

Poutan dibibirnya mulai menghilang dan berganti dengan sebuah senyuman malu. Pipinya memerah dan ditundukannya wajahnya.

 

“Ahhh, joongieku malu.. Imut sekali..” Ucapku lagi.

 

“Sudah.. Sudah.. Yunjae lanjutkan saja nanti di kamar kalian.” Ucap Yoochun diikuti Changmin yang setuju pada perkataan Yoochun,”Benar..Benar.. Jangan buat kami geli setiap melihat kemesraan kalian itu. Kekeke..”

 

“Iya, sebaiknya kita makan saja.. Kau tak lapar Changmin?” Ucap Junsu mengalihkan pembicaraan.

 

“Nae.. Nae..lapar sekali. Sejak di pesawat kita belum makan sama sekali..” Sahut Changmin cepat.

 

“Mana daging yang siap kita barbeque tadi, Xiah Junsu?” Tanya Yoochun pada Junsu sambil membuka-buka plastik bahan makanan yang kemudian diikuti Changmin yang mulai menata alat barbeque kami.

 

Kulihat lekat-lekat ke arah Jaejoong yang masih berblushing-ria. Aku sedikit condong dan berbisik di telinganya,”Nanti malam yah. Bayaran untuk mengangkat tas jangan lupa.” Ucapku lirih.

 

Dia mengangguk malu, tersenyum tersipu-sipu sambil mencubit lenganku. Dan pada saat itu juga kudengar,”Uhuk!” “Uhuk!” “UHUK!!” dari mereka bertiga. Seketika aku kembali ingat kami terlalu mengumbar kemanisan hubungan kita. “Biar aku yang memasak..” Ucapkku yang ternyata bersamaan dengan Jaejoongku.

 

Kami saling menatap dan tertawa berdua.

 

“Biar aku yang memasak, kau lakukan sesuatu yang lain.” Ucap Jaejoong sambil tersenyum manisssss sekali.

“Baiklah.. Aku dan Yoochun akan membeli beberapa kaleng minuman.” Jawabku.

“Tak perlu hyung.. Aku dan Junsu hyung sudah membelinya tadi.” Ucap Changmin sambil menunjukan kaleng-kaleng minuman.

“Iya, kami juga menemukan ini hyung!” Seru Junsu sambil menunjukan.. WOW!! Setumpukan kembang api dan petasan.

 

“Wah.. Malam ini kita benar-benar pesta…” Ucapku berhamburan melihat-lihat petasan yang dibeli Changmin dan Junsu.

 

Barbeque, minuman, kembang api, petasan, dentuman music dari outdoor-club di dekat sini, api unggun yang begitu hangat dan pantai yang mempesona dengan latarnya malam yang sangat indah..

 

Bahagia sekali..

Bahagia sekali aku hari ini..

 

Cinta kami dan cinta fans pada DBSK, tak akan pernah berubah!

Selamanya…

 

Thanks God..

Terima kasih telah menakdirkan kami sebagai Dong Bang Shin Ki..

 

Always Keep The Faith!

 

-END-

 

Indonesia, 26 Desember 2012

By. Beth – @beth91191

 

Happy 9th Anniversary 東方神起

 

5f66b8a94434aa5a6c8aa0141fbaaf96

6 thoughts on “[FF] Bali – DBSK 9th Anniversary Part.2/2

  1. Daebakkkk..
    Author na kerennn, memiliki inspirasi yg tinggi..
    Aku smpai bisa mbayangkan dmn tempat na..
    Mbayangkan posisi mereka d villa mana n hmpir tgambarkn posisi na sprti pa..
    K’akraban, cinta n romantisme na..
    (۳˚Д˚)۳ (۳˚Д˚)۳ (۳˚Д˚)۳ ..
    Author thanks bgt yooo…
    For beautiful ff..
    (*˘з(˘⌣˘*)

  2. terharuuu banget…..the 1 and only DONG BANG SIN KI FOREVER AND EVER i love you DB5Ktak ada yang biza gantikan kalian ber5……………gomawo tuk ff hwaiting !!!!!!!!!!!!!! …..AKTF

  3. kya bnr2 terasa real, q ska bgt pa lg yunjae yg g tau tmpt buat mesra2an.hehehe
    psti sng bgt liat tmpang2 mrka yg d tepi pntai,jd pgn liat.n minie nangis?0.0 gmn tmpg.a ya?pkok.a q sk ni ff

  4. Kangen mereka berlima. Walaupun di masa depan DBSK ga balik berlima, dihati Cassiopeia DBSK adalah Jaejoong Yunho Yoochun Junsu dan Changmin. Entah kenapa aku percaya mereka akan kembali ke rumah mereka yang bernama DongBangShinKi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s