Always With You – 2


Title : Always With You 2

Pairing : Yunjae, a little bit of Wonkyu

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Inspired : An Indonesian Song, Selalu denganmu by Tompi

Warning : Un-betaed, Genderswitch, OC, alur cerita yang cepat ^^v

Summary : Do you know that I couldn’t life without you by my side?

 

( 。・_・。)(。・_・。 )

 

Setelah kejadian di kantin itu, Yunho dan Jaejoong lebih sering bertemu. Mungkin karena jurusan mereka juga sama sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, mereka akan sering bertemu. Terlebih lagi kedua sahabat mereka memang menjalin hubungan satu sama lain, sehingga secara tidak langsung Yunho dan Jaejoong ikut serta dalam acara makan siang bersama dengan pasangan yang menurut Yunho adalah pasangan bodoh, sedangkan menurut Jaejoong adalah pasangan yang lucu. Dengan seringnya Yunho dan Jaejoong bertemu dan berinteraksi setiap hari apalagi dengan baik hatinya Jaejoong yang setiap dua hari sekali membawa bekal untuk mereka berempat membuat Yunho dan Jaejoong, terlebih lagi Yunho, memiliki perasaan yang berbeda yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

 

Untuk Yunho sendiri, dia mengakui kalau dia tertarik dengan Jaejoong. Dengan mata besarnya yang indah, bibirnya yang sensual, hidungnya yang mancung, kulitnya yang putih berseri, tubuh rampingnya dan senyumannya yang manis membuat Yunho secara fisik mengagumi sosok gadis pencinta gajah dan kucing ini. Ditambah lagi, Jaejoong tidak pernah merasa risih berdekatan dengannya saat gadis lain sudah lari terbirit-birit jika melihat Yunho. Jaejoong memang berbeda. Gadis yang mudah tertawa itu, tidak pernah menilai Yunho dari penampilan luar Yunho. Jangankan bersikap lain dengan Yunho, pria berbadan tinggi itu juga tidak pernah melihat Jaejoong bersikap berbeda dengan semua orang yang ada dikampus ini. Ramah, baik, dan perhatian adalah kata-kata yang sering Yunho dengar mewakili seorang Kim Jaejoong dan kata-kata tersebut memang terbukti benar. Hanya saja, itu akan bisa dilihat jika orang lain memiliki keberanian untuk mendekati Jaejoong. Ya, memang agak sulit mendekati Jaejoong secara pribadi. Bukan karena kesan pertama Jaejoong yang terkadang terlihat dingin, namun karena adanya setan kecil yang siap membakar siapa saja yang berani macam-macam dengan Jaejoong. Dan semua orang yang mengenal Cho Kyuhyun akan berpikir dua kali jika ingin mendekati Jaejoong.

 

Jaejoong memang cukup popular walau dia baru masuk kampus ini tiga bulan yang lalu. Dengan kecantikannya luar dan dalam, tidak sedikit kaum adam mencoba peruntungannya untuk mendekati Jaejoong dan berusaha menjadi kekasihnya. Tapi, sekali lagi, untuk menjadi kekasih seorang Kim Jaejoong, harus mengikuti seleksi dulu dari seorang Cho Kyuhyun. Yunho sempat bingung kenapa Jaejoong membiarkan sahabatnya itu bertingkah laku seperti dia bodyguard dari Jaejoong. Yunho sempat menanyakan ini pada Jaejoong dan tanggapannya hanya tersenyum dan berucap,

 

“Kyuhyun itu hanya membantuku mencari calon appa untuk Jiji serta hyung yang baik untuk adikku Kim Changmin. Dan jika mereka sanggup menghadapi Kyuhyun, maka mereka pasti akan sanggup menghadapi Jiji. Oh dan tentu saja Changmin. Aku tidak mau buang-buang energi untuk seseorang yang tidak bisa beradaptasi dengan Jiji dan Changmin.”

 

Yunho semakin heran dengan alasan Jaejoong. Appa untuk Jiji. Hyung untuk Changmin. Bisa menghadapi Kyuhyun berarti bisa menghadapi mereka berdua. Yunho bergidik seram dengan perkataan Jaejoong. Yang benar saja. Melawan Kyuhyun saja sudah sulit, ini berarti mereka, Jiji dan Changmin, lebih parah daripada Kyuhyun. Yunho berdoa untuk siapa saja yang lulus ujian dari Kyuhyun.

 

Namun bukan Kyuhyun yang membuat Yunho tidak mengambil tindakan atas ketertarikannya dengan Jaejoong. Yang membuat Yunho tidak mau mendekati Jaejoong adalah karena dia tidak mau terjerumus ke masalah yang sama saat dia berhubungan dengan Ara. Dia tidak mau tertipu untuk yang kedua kalinya walau disudut hatinya mengatakan bahwa Jaejoong tidak akan sama seperti Ara. Sakit hatinya dulu sepertinya belum sembuh sepenuhnya.

 

Sementara itu, Jaejoong yang juga tertarik dengan Yunho memiliki alasan berbeda kenapa dia tidak mau untuk menyatakan perasaannya kepada Yunho dan memilih untuk diam sambil memperhatikan Yunho. Jaejoong tidak mau menyatakan perasaannya bukan karena dia takut ditolak atau karena dia perempuan sehingga tidak mau lebih dulu menyatakan cinta. Bukan itu alasan Jaejoong. Jaejoong akan bersikap yang sama bukan hanya pada Yunho tapi pada semua pria yang memang mendekatinya atau pria yang disukai oleh Jaejoong. Jaejoong hanya tidak mau nasibnya sama seperti ibunya yang dikhianati oleh ayah mereka dengan wanita lain.

 

Jaejoong melihat sendiri bagaimana ibunya berjuang seorang diri, membesarkan dirinya dan Changmin sejak ayah mereka memilih meninggalkan mereka demi wanita simpanannya. Sampai pada akhirnya, saat ibu mereka menemui Tuhan, ibu Jaejoong masih saja berpesan pada Jaejoong untuk tidak membenci ayah mereka. Ibunya masih saja mencintai ayah mereka walau kenyataannya ayahnya itu tidak lebih dari seorang pecundang karena meninggalkan keluarganya. Setelah itu, Jaejoong memutuskan pulang kembali ke Korea setelah sekian tahun dia tinggal di Jepang bersama adiknya. Jaejoong tinggal dengan paman dan bibinya dari keluarga ibunya yang memang tidak memiliki anak dan mencoba memulai hidup baru dengan Changmin adiknya.

 

Kyuhyun yang tahu persis bagaimana Jaejoong tidak mau berhubungan dengan pria mana pun sempat khawatir karena dia tahu tidak selamanya Jaejoong akan terus bersama dengan adiknya. Bagaimana saat Changmin dewasa nanti dan menjalani kehidupannya sendiri? Apakah Jaejoong akan terus sendirian seumur hidupnya. Kyuhyun tentu saja tidak akan membiarkan itu. Dia akan berusaha agar Jaejoong bisa keluar dari trauma akan penderitaan yang dialami oleh ibunya. Maka dari itu, meskipun Jaejoong bersikap ramah dan baik pada orang lain, kenyataan bahwa Jaejoong tidak memiliki satu orang teman pun selain Kyuhyun adalah bukti bahwa dia tetap mengukung hatinya sendiri. Oleh karena itu, Kyuhyun benar-benar akan menilai siapa saja pria yang ingin mendekati Jaejoong. Dia ingin pria tersebut bisa menjaga dan menbahagiakan Jaejoong.

 

Yunho dan Jaejoong sama-sama memendam ketakutan mereka akan suatu hubungan. Tapi suatu saat mereka akan sadar bahwa suatu hubungan itu didasari oleh cinta yang bisa mengalahkan ketakutan masing-masing. Dan keduanya akan mengalami hal tersebut.

 

Kediaman Keluarga Cho

 

Yunho dan Siwon sedang menunggu Kyuhyun untuk turun ke ruang tamu. Yunho berdecak kesal karena Kyuhyun masih belum turun juga setelah dia dan Siwon sudah menunggu selama setengah jam.

 

“Astaga Siwon! Pacarmu itu lama sekali sih! Kita hampir terlambat. Belum lagi kita harus menjemput Jaejoong di tempat kerja sambilannya.” Keluh Yunho kesal sambil berdiri dari tempat duduknya. Dia sudah tidak sabar jika harus menunggu Kyuhyun lebih lama lagi. Siwon hanya mendesah pelan dan menarik tangan Yunho untuk duduk kembali.

 

“Sabar sedikit hyung. Namanya juga perempuan.” Sahutnya mencoba memberi pengertian pada sahabatnya itu.

 

“Aish! Kalau Kyuhyun tidak turun dalam waktu lima menit, kita tinggal saja Siwon.” Ancam Yunho, membuat Siwon membelalakan matanya.

 

“Mana bisa begitu hyung. Kau mau aku jadi duda sebelum menikah?! Sudahlah tunggu saja sebentar lagi.” Pinta Siwon sambil sedikit memberikan tampang memelas kepada Yunho. Yunho hanya mendengus kesal dan duduk kembali sambil masih sesekali mengacak-acak rambutnya tidak sabar.

 

“Aduh hyung! Pasti tadi kau tidak mandi lagi ya! Kenapa rambutmu kotor sekali?!” keluh Siwon karena melihat rambut Yunho yang kusam dan sedikit berminyak. Yunho hanya menyeringai jahil dan mendekatkan dirinya kepada Siwon. Siwon yang memang pembersih nomor satu segera menjauhkan dirinya dari Yunho ketika melihat seringai jahil diwajah Yunho.

 

“Aku sudah mandi tadi pagi Siwonnie. Ini kalau kau mau cium badanku, silahkan.” Godanya sambil terus mendekatkan diri kepada Siwon. Melihat Yunho semakin mendekati dirinya, Siwon segera bangun dari duduknya dan berdiri menjauhi Yunho sambil geleng-geleng kepala.

 

“Kau benar-benar.. Aish, hyung! Ini pake parfumku.” Gerutu Siwon sambil melemparkan botol kecil parfum yang selalu dibawanya disaku celananya. Karena keadaan Yunho yang seperti sekarang ini, Siwon memiliki kebiasaan baru yaitu selalu membawa sebotol kecil parfum. Mengantisipasi jika sahabatnya tersebut ‘melupakan’ satu hal penting yaitu mandi.

 

Gomawo, Siwon-ah.” Ujar Yunho sambil terkikik geli melihat Siwon yang uring-uringan. Dia kemudian menyemprotkan parfum itu keseluruh tubuhnya. Yunho melakukan hal tersebut karena dia merasa kasihan dengan Siwon yang ikut-ikutan dijauhi karena berada disampingnya. Walaupun Siwon popular di kampus, tapi tetap saja, jika Siwon bergaul dengan Yunho, maka tidak ada satu pun yang mau mendekati mereka. Terkadang Yunho sering berpikir, budi baik apa yang pernah dia perbuat sebelumnya sehingga memiliki sahabat seperti Siwon.

 

Tak lama setelah mereka berdua berdebat, Kyuhyun turun dari kamarnya dilantai dua. Kyuhyun yang hanya berbalut celana jeans ketat berwarna hitam dipadukan dengan blus warna merah marun, tetap memukau dimata Siwon. Siwon berdiri dan menghampiri Kyuhyun dan langsung merangkul bahunya. Siwon memperhatikan Kyuhyun terus dan menyadari bahwa potongan rambut Kyuhyun berubah menjadi lebih pendek.

 

“Baby, kapan kau memotong rambutmu?” tanyanya sambil mengelus rambut baru kekasihnya itu dengan tangannya yang bebas. Kyuhyun yang membiarkan Siwon mengelus rambutnya, menatap Siwon heran.

 

“Kenapa? Kau tidak suka Wonnie?” tanyanya balik sambil memijat-mijat kecil tangan Siwon yang merangkul bahunya. Siwon menggeleng pelan, lalu mengecup pucuk rambut Kyuhyun mesra.

 

“Bukan tidak suka, tapi aku tanya kapan kau potong rambut? Kau selalu mengajakku jika kau potong rambut baby. Kenapa sekarang tidak?” Kyuhyun tertawa geli mendengar nada ambek dari Siwon. Memang Kyuhyun selalu mengajak Siwon jika dia ingin melakukan sesuatu. Atau paling tidak memberitahunya.

 

“Ya ampun Wonnie. Aku hanya sekali tidak mengajakmu kenapa kau jadi ambekan begini. Aku pergi bersama Jaejoong eonnie tadi siang setelah kuliah. Karena kau masih ada kelas, jadinya aku pergi dengannya. Sudah lupakan soal itu. Bagaimana kau suka?” tanyanya sambil melepas rangkulan lengan Siwon dan memutar tubuhnya, menunjukkan potongan rambutnya yang baru.

 

“Apa pun yang ada pada dirimu, aku selalu suka baby.” Yunho menatap Siwon dengan pandangan tidak percaya akan kata-kata gombal yang diucapkan oleh Siwon.

 

Oh please! Chessy in the house.” Sindir Yunho membuat Siwon tertawa kecil melihat Yunho benar-benar tidak suka jika dia bermesraan dengan Kyuhyun.

 

You’re just jealous hyung. Makanya cepat cari pacarmu sendiri.” Saran Siwon sambil sedikit menggodanya. Yunho hanya menatap Siwon seakan mengatakan bahwa dia akan pikir panjang untuk mencari kekasih. Siwon hanya menggeleng lagi melihat sahabatnya itu masih anti dengan hubungan.

 

Siwon akhirnya mengerti kenapa Yunho bisa berubah seperti sekarang. Setelah diceritakan panjang lebar oleh ibu Yunho mengenai kandasnya hubungan Yunho dengan Ara. Siwon memahami sakit hati yang diderita oleh Yunho. Mungkin dia juga akan berubah seperti Yunho jika Kyuhyun meninggalkannya. Namun, Siwon juga sangat tidak setuju jika Yunho masih terus bergelut dengan masa lalunya seperti sekarang. Siwon tahu benar karisma apa yang dimiliki oleh Yunho dan dia yakin jika Yunho kembali ke dirinya yang dulu dan ditambah dengan sedikit perubahan dalam berpakaiannya, semua gadis yang sekarang mencemoohnya akan bertekuk lutut dihadapannya. Siwon baru saja akan menasehati Yunho soal mencari kekasih lagi, terpaksa menunda ucapannya karena Kyuhyun sudah lebih dulu mendahuluinya bicara.

 

“Jika dia beruntung. Siapa yang sudi bersama dengan beruang gila itu.”  Siwon sekali lagi membelalakan matanya mendengar ucapan Kyuhyun. Siwon langsung menutup mulut kekasihnya itu, takut perkataannya akan membuat Yunho makin marah. Tapi terlambat, Yunho sudah mendengarnya dan dari raut wajahnya yang ingin menelan bulat-bulat Kyuhyun, seketika membuat Siwon berdiri didepan Kyuhyun, mencoba melindunginya. Dan sebelum Siwon bisa menenangkan Yunho, keduanya sudah terlibat adu mulut.

 

“Apa katamu gadis setan?!”

 

“Yah! Siapa yang kau bilang gadis setan?! Dasar beruang gila!!”

 

“Kau yang gila! Dan kau juga yang tadi kupanggil gadis setan! Seharusnya kau memanggilku oppa gadis barbar!”

 

“Aku hanya akan memanggilmu oppa jika kau sudah tidak sejorok sekarang pria dekil!”

 

“Sudah..sudah.. Ayo berangkat. Kasihan Jaejoong noona menunggu kita.” Lerai Siwon sebelum keduanya terlibat lebih dari sekedar adu mulut. Siwon menepuk dahinya sendiri karena dia benar-benar tidak tahu lagi bagaimana agar Yunho dan Kyuhyun bisa akur. Yunho dan Kyuhyun saling menatap tajam satu sama lain dan membuat Siwon sedikit ciut karena keduanya saat ini sangat menakutkan baginya. Namun tidak berselang lama, keduanya membuang muka masing-masing. Kyuhyun lalu menarik lengan Siwon untuk pergi keluar dari rumahnya diikuti Yunho dari belakang.

 

Bioskop

 

“Aku mau nonton film sci-fi.” Suara keras Kyuhyun membuat sebagian orang yang berada disekitar mereka menolehkan wajah mereka karena ingin tahu apa yang sedang terjadi. Siwon yang menyadari kondisi tersebut segera membungkuk meminta maaf akan terganggunya mereka oleh suara kekasihnya itu.

 

“Enak saja. Film action.” Suara Yunho yang tak kalah kerasnya membuat Siwon menghela nafas berat. Siwon berbalik menghadap Jaejoong yang bukannya membantu Siwon menengahi Yunho dan Kyuhyun yang selalu bertengkar tapi justru tertawa geli melihat tingkah laku kedua orang yang tidak bisa akur itu.

 

“Film sci-fi juga ada actionnya.”

 

“Aku tak mau nonton film yang aneh begitu.”

 

“Sci-fi tidak aneh!”

 

“Aneh! Seperti dirimu gadis setan!”

 

“Yah!! Beruang gila!! Jorok! Bau!”

 

“Yah!! Gadis Barbar!! Aneh! Gendut!” Pertengkaran itu terus saja berlanjut sampai akhirnya Kyuhyun tiba-tiba terdiam. Yunho dan Siwon menatap heran ketika Kyuhyun tidak bereaksi pada ejekan Yunho. Sedangkan Jaejoong yang tahu kenapa Kyuhyun jadi terdiam seperti itu ingin mendekatinya. Namun sayang, Jaejoong terlambat, karena sedetik kemudian, ketiganya melihat mata Kyuhyun berkaca-kaca dan raut wajahnya yang ingin menangis karena kesal. Sampai pada akhirnya gadis itu menangis keras, membuat Siwon langsung mendekapnya erat. Selain Siwon ingin membuat Kyuhyun merasa tenang, dia juga tidak ingin menjdi pusat perhatian semua orang yang ada di bioskop tersebut. Kyuhyun terus menangis dalam dekapan Siwon sambil mengadu padanya.

 

“Huwaa..!! Wonnie.. Yunho oppa bilang aku gendut…”

 

“Kalau lagi begini baru dia mau sebut aku oppa.” Gumam Yunho dan langsung mendapat delikan tajam dari Siwon dan juga Jaejoong.

 

“Hyung!! Aish..! Baby, dengar aku. Kau tidak gendut.. Kau itu chubby. Gendut dan chubby itu berbeda. Chubby lebih imut.” Bujuk Siwon sambil membelai rambut Kyuhyun perlahan.

 

“Benarkah?” Siwon mengangkat dagu Kyuhyun dengan jarinya agar Siwon dapat melihat jelas wajah Kyuhyun. Siwon lalu menghapus sisa airmata disekitar mata dan pipi Kyuhyun.

 

“Kapan aku pernah berbohong padamu?” sahut Siwon sambil memberikan senyuman terbaiknya. Kyuhyun membalas senyum Siwon dan melingkarkan kedua lengannya di pinggang Siwon.

 

Sedangkan Jaejoong dan Yunho menatap mereka dengan ekspresi yang berbeda. Jaejoong dengan ekspresi terharu dan senang melihat kemesraan Siwon dan Kyuhyun, Yunho dengan ekspresi malas. Ketika Jaejoong melihat Yunho hanya bersiul dan memandang sekitarnya dengan pandangan acuh dan bukannya merasa bersalah karena sudah membuat Kyuhyun menangis, membuat Jaejoong sebal. Dia lalu mencubit lengan Yunho dengan keras.

 

“Ouch! Kenapa sih Jae?!” rintih Yunho sambil memegangi lengannya yang perih karena cubitan Jaejoong. Jaejoong bercakak pinggang sambil mendelikan matanya yang besar itu kearah Yunho.

 

“Kau masih menanyakan kenapa Yunho-ssi?!” Melihat gelagat Jaejoong yang sudah siap akan memukulinya jika dia membantah ucapan gadis berambut pirang kecoklatan tersebut, Yunho memilih diam saja. Jaejoong yang melihat Yunho tidak akan melakukan apa-apa lagi akhirnya menurunkan tangan dari pinggangnya. Dia kemudian menarik lengan Yunho lalu mengelus lembut bekas cubitannya tadi. Jaejoong mendekat kearah Yunho dan membisikan sesuatu ketelinganya.

 

“Jangan pernah sebut kata gendut di depan Kyuhyun. Dia sensitif soal itu.” Yunho sedikit merasa geli dan hatinya sedikit berdesir ketika hembusan nafas Jaejoong menerpa di daun telinganya namun dia abaikan. Yunho hanya mengangguk berkali-kali, mengalah dengan situasi yang ada.

 

Fine. Aku salah. Seharusnya aku mengalah karena aku lebih tua darinya. Tapi anak itu benar-benar membuatku naik darah. Bisa-bisanya dia galak di satu waktu lalu tiba-tiba manja kemudian. Pakai memanfaatkan sisi baik Siwon lagi. Aish..! Kenapa Siwon bisa suka sekali dengan anak itu?!” keluhnya sengit melihat Siwon benar-benar bertekuk lutut dihadapan Kyuhyun. Jaejoong tersenyum simpul menanggapi keluhan Yunho itu. Dia bisa mengerti bagaimana perasaan Yunho yang sepertinya iri terhadap kemesraan Siwon dan Kyuhyun, walaupun Yunho selalu menyangkalnya.

 

“Itu namanya cinta Yun. Kau juga akan seperti Siwon kalau kau bertemu dengan gadis yang kau cintai.” Raut wajah Yunho langsung berubah ketika dia mendengar Jaejoong bicara soal gadis yang dicintai oleh Yunho. Jaejoong yang menyadari perubahan tiba-tiba dari Yunho itu terlihat khawatir karena wajah Yunho saat ini menyiratkan kemarahan sekaligus kepedihan. Entah karena apa, tapi Jaejoong tidak mau Yunho memasang raut wajah seperti itu.

 

“Gadis yang aku cintai.. Lucu..” sinis Yunho dan membuat Jaejoong semakin cemas. Jaejoong baru saja akan menanyakan maksud perkataan Yunho tadi tapi tidak sempat terucap karena ada suara seseorang yang mengganggu pembicaraan mereka.

 

Well, well, well.. Ternyata Yunho dan teman-temannya. Lihat itu baby, gadis itu mau saja berdiri disamping Yunho. Hei, kau tidak takut tertular kejorokan Yunho.” ejek suara itu yang ternyata Ara dengan kekasihnya, Hwangsoo dan teman-teman mereka. Kelompok Ara itu, semuanya memandang Yunho dengan pandangan rendah dan menghina. Mereka semua juga tertawa ketika Ara mengucapkan ejekan yang ditujukan kepada Yunho.

 

Yunho hanya memandangi semua orang yang menertawainya. Yunho tetap diam seakan tidak perduli dengan mereka sama sekali. Jaejoong yang sedari tadi memperhatikan semua orang tersebut, merasa jengkel, terutama dengan gadis yang mengejek Yunho tadi. Dengan cepat Jaejoong merogoh kantung plastik berisi makanan kucing yang salah dibelinya tadi. Jaejoong baru saja bermaksud membuangnya karena makanan itu sudah kadarluasa, tapi dia sedikit lupa dan masih terus dipegangnya karena dia terlalu fokus dengan perdebatan Yunho dan Kyuhyun.

 

Ketika Jaejoong menemukan apa yang dicarinya, dia segera mengeluarkan makanan itu dan membuka bungkusnya sedikit. Dan tanpa ada yang bisa mencegah, seketika Jaejoong sudah berdiri didepan Ara dan menbuang isi bungkus makanan kucing itu dari atas kepala Ara. Makanan kucing itu turun mengenai seluruh tubuh Ara dan membuat tubuh dan bajunya menjadi kotor. Yunho dan Siwon terpana dengan apa yang telah diperbuat Jaejoong. Sedangkan Kyuhyun menyeringai senang karena Jaejoong berbuat demikian. Dia mendekati Jaejoong dan menambah kesialan Ara dengan menumpahkan soda yang dipegang Kyuhyun.

 

“Nah, sekarang aku baru takut tertular kejorokanmu. Dasar nenek sihir.” Ejek Kyuhyun sambil menarik tangan Jaejoong agar menjauhi Ara yang berteriak kesal karena sekarang dia sudah berlumuran dengan makanan kucing dan soda.

 

“Rasakan! Seenaknya saja menghina orang lain.” Sungut Jaejoong masih dengan kejengkelannya. Kyuhyun yang juga masih merasa sebal dengan sikap Ara tadi semakin memanasi Jaejoong untuk melakukan tindakan yang lebih ekstrem lagi.

 

“Benar eonnie. Seharusnya kita robek mulutnya, kita cakar wajahnya, kita jambak rambutnya, dan kita patahkan tangan dan kakinya, lalu..”

 

“Baby!! Jangan sadis begitu.” Siwon terkejut mendengar kata-kata sadis dari kekasihnya. Siwon mencatat untuk dirinya sendiri bahwa jangan sekali-kali membuat Kyuhyun marah. Kekasihnya itu bisa sangat kejam. Kyuhyun hanya memberikan senyum malaikat kepada Siwon yang justru semakin membuat Siwon dan Yunho, walau dia tidak mau mengakuinya, takut.

 

“Sudahlah Kyu. Yang penting dia sudah kita kasih pelajaran. Aku paling tidak suka dengan orang yang merendahkan orang lain. Memang dia pikir dia itu siapa. Yunho!” panggil Jaejoong sambil menatap tajam kearah Yunho. Dengan patuh Yunho segera menghampiri Jaejoong.

 

“Ya Jae?” sahutnya sedikit takut. Dia masih belum percaya jika Jaejoong baru saja mengerjai gadis paling popular di kampus mereka. Yunho berpikir apa Jaejoong tidak takut dengan pembalasan dari Ara. Tetapi melihat betapa menakutkan Jaejoong jika dia marah, sepertinya Aralah yang harus hati-hati dengan Jaejoong. Jaejoong menepuk bahu Yunho dan kemudian mengarahkan jarinya ke hidung Yunho.

 

“Jangan bergaul dengan perempuan jahat tadi. Dia itu membuatku muak. Mengerti!” Yunho hanya bisa mengangguk cepat menyanggupi permintaan Jaejoong. Melihat anggukan Yunho. Jaejoong kembali tersenyum manis seperti tidak terjadi apa-apa. Jaejoong lalu menarik tangan Kyuhyun dan mengajaknya kearah tempat penjualan makanan di bioskop itu.

 

“Oke. Ya sudah. Ayo kita nonton. Pilih sci-fi saja ya. Ayo baby kyu kita beli popcorn dan minumnya dulu. Kalian mengantri tiket ya.” Siwon dan Yunho sekali lagi hanya bisa mengangguk lalu mulai mengantri disalah satu tempat penjualan tiket sambil berbisik kepada satu sama lain, takut kedua gadis menakutkan yang terselebung dengan wajah cantiknya itu dapat mendengar suara mereka, padahal hal tersebut tidak mungkin terjadi karena mereka berada sangat jauh dari Yunho dan Siwon.

 

“Aku tidak akan lagi membuat mereka berdua marah, terutama pacarmu Siwon. Dia menakutkan.” Bisik Yunho sambil bergidik takut.

 

“Setuju hyung.” sahut Siwon sambil sesekali memandang kearah Kyuhyun dan Jaejoong. Dalam hati kedua pria itu, mereka beruntung kedua gadis tersebut ada dipihak mereka. Jika tidak, mereka sudah tidak tahu bagaimana nasib mereka sekarang.

 

Kampus

 

Hari itu Yunho dan Jaejoong makan siang berdua saja karena Siwon dan Kyuhyun tidak masuk kuliah karena mereka harus bertemu dengan keluarga Siwon. Sepertinya hubungan mereka akan diresmikan ke jenjang yang yang lebih serius lagi. Yunho dan Jaejoong sama-sama sudah menebak situasi ini dan merasa sangat senang, meskipun Yunho selalu saja mengatakan bahwa Siwon bisa mendapatkan yang lebih baik dari Kyuhyun. Namun dibalik semua penyangkalan Yunho, Jaejoong tahu dengan pasti Yunho sangat menginginkan Siwon bisa terus bersama dengan Kyuhyun.

 

Terlepas dari Siwon dan Kyuhyun, hubungan Yunho dan Jaejoong juga semakin dekat. Tapi tidak cukup dekat karena Yunho masih menolak pesona Jaejoong yang jelas-jelas sudah mempengaruhi hati Yunho. Namun karena sakit hati yang pernah dia alami dengan Ara, Yunho terus saja mengunci hatinya agar tidak merasakan perasaan yang sama untuk yang kedua kalinya. Sedangkan Jaejoong tidak menyangkal bahwa dia menyukai Yunho dan Jaejoong juga tidak perduli dengan tanggapan orang terhadap penampilan Yunho atau apa pun mengenai Yunho. Jaejoong hanya tahu hati Yunho lebih baik dari semua pria yang pernah Jaejoong kenal. Bahkan Jaejoong sudah menyiapkan hatinya untuk menyatakan perasaannya pada Yunho di waktu yang tepat. Hanya saja Jaejoong tahu Yunho masih menutup hatinya untuk sebuah hubungan karena suatu alasan yang Jaejoong bisa menebak seperti apa. Karena itu, walaupun Yunho selalu terkesan menutupi permasalahannya itu, Jaejoong menghormati dan tidak akan memaksa jika Yunho belum mau menceritakan masalahnya dengan Jaejoong.

 

“Jae. Aku sudah selesai membuat materi presentasi kita. Bagaimana dengan laporannya? Apakah ada yang bisa aku bantu?” tanya Yunho sambil memindahkan kursi dan dirinya ke samping Jaejoong. Jaejoong mengangkat wajahnya dari laptopnya dan menatap Yunho. Dia tersenyum dan menggeleng pelan.

 

No thank you. Sudah selesai Yun. Besok kita tinggal presentasi. Kuserahkan semuanya padamu Jung Yunho terhormat.” Goda Jaejoong sambil memamerkan senyum manisnya pada Yunho. Yunho yang digoda seperti itu mengacak rambut Jaejoong. Jaejoong senang sekali saat Yunho menyentuhnya, walau ada sedikit semburat merah muncul dipipinya. Saat mereka sedang menikmati sendau gurau setelah menyelesaikan tugas kuliah, tiba-tiba ada seseorang yang berdiri disamping Yunho.

 

“Jung Yunho. Aku perlu bicara denganmu.” Suara Ara yang angkuh membuat Yunho memutar matanya dengan malas. Dia berdiri dan berhadapan langsung dengan Ara. Yunho menatap sebentar Ara lalu melewatinya begitu saja dan membereskan laptop serta buku-bukunya. Tidak lupa mengajak Jaejoong untuk membereskan barangnya dan mangatakan bahwa dia akan mengantar Jaejoong ke tempat kerja sambilannya. Sebenarnya Jaejoong sedikit tidak mau pergi karena dia tahu bahwa Yunho mengajaknya pergi seperti ini jika bertemu dengan Ara, adalah karena dia tidak mau menghadapi Ara. Jaejoong merasa bahwa masalah antara Yunho dan Ara tidak akan selesai jika Yunho selalu pergi seperti sekarang.

 

“Jung Yunho! Aku bilang aku perlu bicara denganmu!” teriak Ara kesal karena tidak dihiraukan oleh Yunho, membuat beberapa orang yang ada dikantin melihat kearah mereka bertiga. Yunho akhirnya memalingkan pandangannya kearah Ara dan menatap Ara dengan tajam.

 

“Aku tidak mau bicara denganmu lagi Ara. Aku bahkan tidak mau mengenalmu lagi.”

 

“Huh! Aku kasihan padamu Jung Yunho. Kau benar-benar tidak bisa melupakan aku. Sebegitu cintanya kamu sama aku sampai-sampai kau depresi dan berubah jadi semenjijikan ini. Padahal kalau kau tidak berubah seperti ini, mungkin aku mau kembali padamu.  Tapi karena kau sudah seperti ini, pembantu saja mungkin tidak mau sama kamu Yunho.”

 

Plak!!

 

Semua orang yang ada dikantin itu sekarang benar-benar menghentikan aktifitas mereka karena mendengar suara tamparan ke pipi yang sangat keras itu. Semua melihat Jaejoong yang mukanya merah bukan karena malu tapi karena menahan marah. Tangannya yang dipakai untuk menampar Ara juga merah semerah pipi kanan Ara. Ara sendiri terlihat sangat terkejut karena Jaejoong berani menamparnya di depan umum. Dia memandang Jaejoong dengan tajam sambil memegangi pipi kanannya yang perih akibat tamparan Jaejoong.

 

“Apa-apaan ka..” belum sempat Ara menyelesaikan kalimatnya, tangan Jaejoong sudah terangkat lagi ingin menampar pipi Ara yang sebelah kiri.

 

“Kya!!” namun belum sempat tangan Jaejoong mendarat di pipi kiri Ara, Yunho sudah terlebih dulu memegang tangan Jaejoong.

 

“Jae sudah! Tanganmu hanya akan sakit menampar perempuan tidak tahu diri ini.” Jaejoong hanya menatap Yunho dan Ara bergantian sambil mencoba mengendalikan dirinya. Ketika melihat amarah Jaejoong mereda, Yunho menurunkan tangan Jaejoong namun tidak melepasnya. Bukan karena takut Jaejoong akan menampar Ara lagi tapi Yunho merasa Jaejoong akan lebih tenang jika Yunho menyentuhnya. Yunho sebenarnya masih kaget dengan perbuatan Jaejoong. Yunho tidak pernah melihat Jaejoong marah seperti ini dan main tangan seperti yang dia lakukan pada Ara tapi walaupun begitu, Yunho tetap merasa tersanjung dan merasa spesial karena Jaejoong benar-benar memikirkan dia. Jaejoong membelanya didepan Ara sampai dia harus bertindak seekstrem itu.

 

“Maafkan aku Yun. Aku..”

 

“Sudahlah. Ayo pergi. Aku tak mau kau terlambat kerja Jae.” Yunho memotong ucapan Jaejoong sambil mengambil tas Jaejoong dan menggandeng tangan Jaejoong bermaksud meninggalkan kantin. Ara yang melihat Yunho dan Jaejoong akan pergi begitu saja setelah mempermalukan dia di depan banyak orang tidak akan membiarkan begitu saja. Ara menghampiri Jaejoong dan bermaksud membalas tamparannya namun sama seperti Jaejoong tadi, sebelum sempat tangan Ara menempel pada pipi mulus Jaejoong, Yunho reflek menahan tangannya. Pandangan Yunho tajam dan garang saat menatap Ara. Yunho kemudian menampik tangan Ara kasar membuat Ara kembali terkejut karena Yunho tidak pernah bersikap sekasar itu kepadanya.

 

“Jangan sentuh Jaejoong. Jangan sentuh kekasihku Go Ara. Aku tidak mau sampai aku harus turun tangan langsung menanganimu. Ingat itu.” Ancam Yunho. Jaejoong dan Ara menatap Yunho kaget dan tidak percaya karena ucapan Yunho yang mengatakan bahwa Jaejoong adalah kekasihnya. Tapi Yunho tidak menjelaskan apa-apa karena dia sudah kembali menggandeng tangan Jaejoong dan menariknya untuk pergi dari kantin dan meninggalkan Ara sendiri.

 

“Yah!! Jung Yunho! Aku belum selesai bicara denganmu! Jung Yunho!!” Yunho terus saja berjalan sambil menggandeng tangan Jaejoong yang masih terkejut dengan perkataan Yunho. Namun dia membiarkan dirinya ditarik oleh Yunho meninggalkan Ara yang masih teriak-teriak tidak menerima perlakuan dari Jaejoong dan Yunho.

 

Saat mereka sudah agak jauh dari kantin, Jaejoong melepaskan tangannya dengan paksa, membuat Yunho berhenti melangkah dan berbalik menatap Jaejoong yang juga menatapnya dengan pandangan kesal dan meminta penjelasan dari Yunho. Yunho yang mengerti arti tatapan Jaejoong pun hanya bisa menghela nafas dan mengusap wajahnya.

 

“Jaejoong, aku..”

 

“Kenapa kau berbohong Yun? Kita tidak punya hubungan spesial seperti yang kau katakan pada Ara tadi.” Jaejoong menatap Yunho seperti Yunho adalah tertuduh dalam tindakan kriminal. Jaejoong tidak habis pikir kenapa dengan entengnya Yunho berbohong seperti itu kepada Ara. Apalagi dia melakukannya di depan semua orang yang ada di kantin. Jaejoong yakin, berita bahwa dia berpacaran dengan Yunho akan segera menyebar di kampus dan Jaejoong sangat tidak suka dengan keadaan seperti itu.

 

“Iya, aku tahu Jae, tapi aku..” Yunho berusaha menjelaskan lagi kenapa dia melakukan hal tadi tapi Jaejoong terlalu kesal dengan kebohongan Yunho. Kebohongan yang sebenarnya sangat diinginkan oleh Jaejoong untuk bisa menjadi kenyataan. Hanya saja, Jaejoong menyadari bahwa Yunho mengatakan itu bukan karena dia menyukai Jaejoong melainkan karena ingin menunjukkan pada Ara bahwa dia sudah tidak memikirkannya. Jaejoong menyuarakan apa yang dia rasakan kepada Yunho agar dia tahu bahwa Jaejoong tidak suka dengan kebohongan apalagi kebohongan soal perasaan.

 

“Kau kenapa? Ingin membalasnya?! Ingin dia tahu bahwa kau tidak terpengaruh lagi dengan kehadirannya?! Apa Yun?” Tanpa sadar satu bulir airmata jatuh dari pelupuk mata Jaejoong. Entah kenapa, Jaejoong tidak bisa mengendalikan dirinya jika sudah berurusan dengan Yunho dan Ara karena walau Yunho tidak pernah cerita soal hubungan masa lalunya, tapi Jaejoong yakin bahwa Aralah yang menyebabkan Yunho begitu tertutup soal hubungan.

 

“Jae! Dengar dulu! Kumohon biarkan aku menyelesaikan ucapanku!” pinta Yunho dengan sedikit paksaan agar Jaejoong mau mendengarnya. Walaupun Yunho sempat merasa bersalah ketika melihat butiran airmata Jaejoong yang tidak sengaja mengalir. Yunho berharap dia bisa berbicara dengan Jaejoong yang dewasa dan dengan kepala dingin. Tapi yang didapat Yunho bukanlah Jaejoong yang biasanya santai dan tenang dalam menghadapi sesuatu melainkan Jaejoong yang sedang dikendalikan oleh emosi.

 

“Tidak! Kau yang dengar!” Teriakan Jaejoong membuat Yunho terpaku ditempatnya. Dia tidak percaya Jaejoong yang baru saja tersenyum padanya saat makan siang sudah berubah drastis seperti yang Yunho lihat sekarang. Terlebih lagi, airmata Jaejoong bukan hanya sebutir lagi yang keluar melainkan sudah berupa tangisan.

 

“Apa kau tahu perasaanku saat kau bilang aku kekasihmu? Aku sangat senang Yun. Senang. Tapi aku sadar bahwa kau hanya ingin menunjukkan pada Ara bahwa kau sudah tidak lagi memikirkannya. Kau hanya ingin dia tahu bahwa seorang Jung Yunho sudah melanjutkan hidupnya tanpa dia. Dan saat aku sadar akan hal itu, yang aku rasakan hanya sakit, pedih, kecewa..” Jaejoong menenangkan dirinya dulu sebelum melanjutkan ucapannya. Yunho masih saja terpaku dan tidak berkomentar apa-apa lagi. Yunho membiarkan Jaejoong berbicara apa yang ingin dia utarakan.

 

“Aku menyukaimu Yun. Ah, tidak. Aku mencintaimu. Aku tidak perduli bagaimana rupamu, bagaimana penampilanmu, atau apa pun itu. Aku mencintaimu apa adanya. Tapi aku tidak mau kau gunakan sebagai alat untuk balas dendammu terhadap Ara. Kalau itu penyebab dirimu mendekatiku, maka maaf Yun, lebih baik kita tidak usah bertemu lagi.” Yunho membelalakan matanya mendengar Jaejoong tidak mau bertemu dengannya lagi. Namun bukan hanya itu saja yang menjadi keterkejutannya melainkan pengakuan Jaejoong jika dia mencintai Yunho. Dalam hatinya, Yunho tahu dia juga memiliki perasaan yang sama dengan Jaejoong, namun apakah dia cukup berani untuk memulai suatu hubungan lagi. Yunho tahu jika dia nyaman bersama dengan Jaejoong dan dia tidak mau kehilangan Jaejoong, tapi apakah itu cukup untuk membina hubungan dengan Jaejoong.

 

Sedangkan Jaejoong yang terus memperhatikan gerak gerik Yunho, ketika mendapati Yunho tidak memberikan reaksi apa-apa kecuali keterkejutan, Jaejoong beranggapan jika Yunho menolaknya. Jaejoong mengambil nafas dalam-dalam lalu menyeka airmatanya dan beranjak pergi dari tempat itu. Diambilnya tas yang dipegang oleh Yunho tapi Yunho tidak mau melepas tas Jaejoong tersebut. Setelah tarik menarik akhirnya tas itu lepas juga dari genggaman Yunho. Jaejoong segera berjalan cepat meninggalkan Yunho yang masih terus saja terpaku ditempatnya.

 

Menyadari Jaejoong sudah tidak lagi berada ditempatnya, Yunho segera mengejar Jaejoong. Ketika dia bisa mengejarnya, Yunho langsung mencekal lengan Jaejoong dan terus memegangnya dengan kuat, takut Jaejoong akan pergi lagi sebelum dia sempat mengutarakan penjelasannya.

 

“Jaejoong! Jaejoong!! Jae!!!” seru Yunho ketika Jaejoong berusaha melepaskan lengannya dari cekalan Yunho. Jaejoong seakan tuli dengan panggilan Yunho terus saja mencoba mengambil lengannya kembali.

 

“Lepas!”

 

“Jae, jae! Dengarkan aku dulu! Jae!” Jaejoong mendelikan matanya sambil terus berusaha melepaskan lengannya.

 

“Jae!!”

 

“Apa Yun?! Dengar. Aku tidak mau beradu argumen denganmu. Jadi kumohon, lepaskan lenganku. Aku sudah terlambat kerja.”  Jaejoong benar-benar tidak ada keinginan untuk berbicara dengan Yunho, apalagi dia sedang tidak dalam kondisi mental yang sanggup untuk berpikir logis. Jaejoong merasa dia harus mendinginkan kepalanya dulu. Dia menatap Yunho sekali lagi namun kali ini tatapannya bukan lagi tatapan penuh amarah ataupun kekesalan tapi lebih kepada tatapan sendu, pedih, dan kecewa.

 

“Kau tahu Yun. Aku mencintaimu karena aku tahu kau berbeda dengan appaku. Aku yakin kau lelaki yang setia. Tapi aku tidak yakin apakah kau sanggup untuk bisa melihat hal lain selain dirimu sendiri. Aku tidak yakin apakah kau sanggup untuk tidak terpuruk karena suatu masalah yang sebenarnya bisa kita atasi berdua. Aku..” Jaejoong tidak sanggup meneruskan ucapannya karena sibuk menghapus airmata yang kembali mengalir.

 

“Sudahlah. Lupakan perkataanku tadi. Aku.. Sampai ketemu besok Yun. Aku pergi.”

 

“Jae!” Akhirnya Jaejoong berhasil mengambil lengannya kembali dan langsung berlari meninggalkan Yunho sekali lagi. Yunho mengejarnya kembali, namun dia kalah cepat dengan Jaejoong yang sudah memberhentikan sebuah taksi dan langsung masuk dan taksi itu pun berlalu dari hadapan Yunho.

 

“Aish!! Sial!!” umpat Yunho kesal. Yunho benar-benar merasa bersalah pada Jaejong karena sudah membuatnya sedih dan menangis seperti tadi. Yunho berpikir keras bagaimana dia bisa bertemu dan bicara dengan Jaejoong secepatnya. Yunho lalu teringat sesuatu dan mengeluarkan ponselnya. Dia menekan nomor yang sudah dia hafal di luar kepala. Yunho menunggu sampai si pemilik nomor yang dia hubungi mengangkat ponselnya dan tidak sampai semenit, si pemilik menjawab telepon dari Yunho.

 

“Yoboseyo. Siwon. Hey man. I need your help. Kyuhyun bersamamu?”

 

“…..”

 

“Yoboseyo. Kyunnie. Dengar, bisa kau berikan alamat rumah Jaejoong? Untuk apa? Berikan saja Kyu.”

 

“…..”

 

“Oke, oke. Nanti aku ceritakan, tapi sekarang berikan dulu alamatnya.”

 

“…..”

 

“Oke. Aku tahu. Terima kasih baby Kyu.” Yunho langsung menutup ponselnya setelah dia mengetahui tempat tinggal Jaejoong. Yunho bertekad dia harus menyelesaikan persoalan dengan Jaejoong hari ini.

 

TBC

 

Notes :  Nothing to say, just enjoy this chapter. Aku kudu balik lagi meriksain tugas.  So, semoga suka dan ditunggu reviewnya. Bubye.. ^^v

Sankyu and peace all amazing readers.

 

^^n4oK0^^

 

9 thoughts on “Always With You – 2

  1. Aaaaaa romantis bgtttt.. Haduhh kyu baiknya jd temen jae biar ga tersakiti..

    Ayo dong yunpa sadar.. Jgn ingat masa lalu terus, tuh jae umma jelas2 udah bilang cinta *O*

    Penasaraaaaannnn tingkat dewa nih, moga yunpa ungkapkan perasaannya jg.. Lanjut thor xD

  2. Yunpa buruan kejar jaema…ksh tw prsaan mu ma umma jae…
    Bgs kyu baby siraammm c ahjuma arra ::pheЭ²heЭ²heЭ²heЭ²…​:pheЭ²heЭ²heЭ²heЭ²…
    Neexttttt asapppp (⌒˛⌒)

  3. Yunpa buruan kejar jaema…
    Bgus kyu baby sirammmm ja pake aer keras sxan ƗƗoƗƗoƗƗo”̮‎​ƗƗoƗƗoƗƗo”̮‎​
    Nextt asaappp (⌒˛⌒)

  4. appa!!!!!!!! so sweet. TT
    iri banget ma jaemma. ara lenyaplah kau dari muka bumi ini! aku kesel banget ma si ara. penghancur. tapi bikin yunpa sadar kalau dia sesuatu dah ma jaemma. appa hwaiting!

  5. woow sjak kpan umma ketularan evilnya MinKyu
    ahra disiram mkanan kucing hhahhaa
    appa babo knpa gk ngaku aja klo ska sma umma
    umma jdi slah pham kn -___-
    jngn blang ahra ntr nyesel trus ngjar2 umma lgi

  6. senengnya…ahra ditampar sama jae.^^
    wah…salah paham nih yunjae…
    ayo yun….cepet selesaikan masalhnya ….okay:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s