The Stalker – part 1


Annyeong…

Author Ri3chan mw kasi FF tergaje yang pernah ada~ Ini ide yg terinspirasi banget dari film mama cantik kita Kim Jaejoong ^^

Monggo di baca~~

 

============================

Title : Stalker

Author : Ri3chan~

Cast : Jaejoong , TVXQ (format Junsu, Yoochun, Yunho, Onew, Key), Changmin (Onkey untuk keperluan sementara)

Pairing : Yunjae eternal

Genre : Humor (I hope), drama, romance

Summary : Yunho belong to Jae, Jae belong to Yunho and Yoochun belong to me *dihajar

Banyak adegan yang terinspirasi dari Jackal is coming ^^ jd ini seperti penulisan ulang film dalam alur yang berbeda hehe ^^

Oppa jika memanggil sesame namja akan berarti orang terkasih atau kekasih juga ^^

Happy reading aja yaa~~ mian kalau hasilnya kacau balau *bow

 

CHAPTER  1

 

“he eonal su obseo I got you~~Under my skin~~” terdengar suara televisi yang cukup nyaring dari arah ruang tamu yang sekaligus ruang televisi.

“Kyaaaa!!! Yunho oppa!!!!!” Pekik seseorang kegirangan sambil menatap layar televisi ukuran 41 inch plasma itu. Sampai Ia tidak sadar bahwa Ia memeluk sebuah spatula.

“YAK HYUNG! CEPAT MASAKNYA!” Teriak seorang namja jangkung yang sudah lengkap dengan seragam sekolah menempel di tubuhnya. Ia berulang kali mengetuk-ngetukkan sumpitnya dengan kesal ke meja bar di dapur yang kebetulan lagi berada di belakang sofa televisi.  Tapi sepertinya orang yang Ia teriaki tetap berdiri di belakang sofa sambil meremas-remas spatula yang dipegangya.

“JAEJOONG HYUNG!!! AKU BISA TERLAMBAT!!!” Teriak membahana namja jangkung itu lagi. Kali ini dengan oktaf tertinggi yang Ia miliki. Ia sedari tadi sudah jengah dengan kelakuan hyungnya yang menurutnya sudah gila itu. Akhirnya si empunya nama pun mendelik kearahnya.

“Dasar! Kau cerewet sekali sih! Sejak kapan aku harus repot-repot memasak untukmu tiap pagi seperti ini! Shim Changmin pabboya!” Repet si empunya nama. Kim Jaejoong. Namja berwajah cantik, sangat cantik.

“Sejak aku tinggal disini..” Jawab namja jangkung yang bernama Shim Changmin santai setelah Ia melihat kembali hyungnya menekuni panci yang ada diatas kompor.

“Yak! Siapa yang suruh kau tinggal denganku pabbo!?” Gerutu kesal Jaejoong. Changmin hanya mengendikan bahunya tidak peduli. Dalam pikirannya sekarang, hyungnya cepat membuatkan sarapan lalu segera berangkat sekolah.

“Aish kau bocah menyebalkan!” Omel Jaejoong sembari meletakkan sebuah mangkok dengan nasi telur dadar di dalamnya. Dengan segera Changmin melahap santapan di depannya tanpa peduli omelan namja cantik di depannya yang terlihat kesal.

Bagaimana tidak? Semua kegiatannya jadi terganggu gara-gara bocah tengil ini tiba-tiba memboyong semua isi kamarnya dan segera menyatakan diri bahwa Ia pindah ke tempat Jaejoong. Dengan alasan umma menyuruhnya. Padahal Jaejoong yakin benar umma tidak mungkin menyuruh Changmin pindah ke sini. Untuk apa? Menjaganya? Yang benar saja! Begitulah pikir Jaejoong.

“Hyung!! Aku berangkat!” Seru Changmin setelah menyikat habis sarapannya.

“Ya ya pergilah!” Ucap Jaejoong malas-malasan yang kini sudah duduk di depan televisi sembari menekan-nekan tombol remote mencari idolanya. Changmin hanya mencibir lalu keluar dari apartemen yang terbilang kecil itu.

Jaejoong terus menatapi televisi tatkala menampilkan sebuah berita mengenai boyband idolanya TVXQ. Terpampang sebuah foto namja dengan wajah kecil, mata seperti musang, hidung yang mancung dan bibir berbentuk hati yang menggoda. Mata bulat Jaejoong menatap layar televisi itu lekat-lekat.

“Ahh Yunho-ah! Kapan aku bisa bertemu denganmu secara langsung?” Ucap Jaejoong lemah kepada dirinya sendiri. Yang hanya dia bisa adalah menatap Yunho idolanya dari jauh dengan kamera pocket miliknya.  Jaejoong pun bangkit berdiri sembari membuka smartphone miliknya. Dilihatnya jadwal TVXQ hari ini.

“Syuting video klip ya?” Ucap Jaejoong pada dirinya. Seketika raut wajahnya berubah senang. Dengan segera Ia pun berganti baju.

“Aku pasti bisa mendapatkanmu Jung Yunho!”

 

*Sebuah lokasi syuting music video*

“CUT! Cukup untuk hari ini!” Teriak sang sutradara mengakhiri sebuah syuting yang sudah dilakukan sejak pagi tadi. Para kru pun segera membereskan lokasi syuting. Sedangkan sang artis tengah beristirahat.

“Fuh capek juga!” Ucap seorang namja sembari mengelap keringat di jidat lebarnya.

“Minum dulu Chunnie-ah!” Ujar namja lain dengan suara khas dolphin sembari memberikan sebotol air minum kepada namja yang Ia panggil Chunnie.

“Gomawo suie-ah!” Balas namja berjidat lebar itu.

“Habis ini apa jadwal kita?” Tanya namja jangkung dengan sebuah tahi lalat di atas bibirnya. Tangannya sibuk membolak balik kertas yang diberikan manajer-hyung padanya.

“Kita punya istirahat hari ini untuk konser besok di Chungnam.” Ujar namja berhidung bangir bernama Onew.

“Ah jinjja! Berarti kita bisa berkencan donk!” Ucap namja berwajah feminis yang duduk di sebelahnya.

“Ne yeobo~~” Ucap Onew lembut mengusap kepala namja itu.

“Aishi kalian berdua ini!” gerutu Yunho pada Onew dan Key. Lalu Ia pun segera beranjak pergi menuju parkiran.

“Hei Yunho! Kau mau kemana!?” Panggil manajer-hyung dengan tergopoh melihat sang leader TVXQ berjalan menuju parkiran.

“Pulang.” Jawabnya singkat.

“Kau tidak bisa pulang seenaknya sedangkan yang lain belum pulang!” Ujar manajer-hyung. Yunho hanya memutar matanya bosan.

“Besok kita akan konser besar hyung! Sedangkan di jadwal kami boleh istirahat!” Ucap Yunho jengah. Ia lelah dengan semua ini.

“Ne arra arra! Setidaknya besok datanglah tepat waktu ke dorm!” Tutup manajer-hyung yang dibalas anggukan malas dari Yunho. Yunho pun kembali menuju kearah mobilnya. Memutar kunci dan sedetik kemudian Ia sudah duduk nyaman di dalam mobilnya.

“Huff~~ melelahkan!” Ucapnya pada diri sendiri. Yunho tidak sadar bahwa sepesang tangan kini akan menyergapnya dari belakang saat Yunho hendak melajukan mobilnya.

“YUNHO OPPA!!!” Teriak seseorang memeluknya dari belakang.

“HAA! Siapa kau! Berhenti memelukku seperti ini!” Berontak Yunho. Tapi orang yang memeluknya tidak mau melepasnya malah semakin menjadi jadi.

“Oppa jeongmal saranghae!!” Teriak orang itu lagi mencoba memeluk Yunho yang sudah terdesak. Akibatnya mobil yang ditumpangi Yunho menjadi bergoyang-goyang. Klakson yang berbunyi terus hingga whipper yang bergerak.

“Yak lepaskan aku!! Kau gila!!” Teriak Yunho mendorong kepala sasaeng fansnya agar menjauh darinya.

“Oppa!! Oppa!! Saranghae!! Lepaskan aku!!” Kini giliran sang sasaeng fans yang berontak saat Ia diboyong pergi oleh security di lokasi syuting. Nampak Yoochun, Junsu, Onew dan Key menatap tak percaya kepada Leadernya yang kini tampak sangat berantakan. Rambutnya bahkan mencuat-cuat tak karuan.

“Aishi! Kenapa sasaeng fans itu bisa lolos!” Gerutu manajer-hyung.

“Yeoja gila!” Rutuk Yunho sembari merapikan rambutnya. Manajer-hyung menatap Yunho dengan tatapan seribu arti.

“Wae?” Tanya Yunho bingung ditatap seperti itu.

“Dia namja.” Ujar manajer-hyung dengan polosnya.

“MWO!?” Pekik kaget Yunho, Yoochun, Junsu, Onew dan Key bersamaan. Siapa yang mengira yeoja yang menggunakan mantel putih dan syal pink yang menutupi mulutnya itu adalah seorang namja.

 

*Sebuah café*

“Hiks! Min mereka menyeretku!!” Gerutu namja cantik sembari mencabik-cabik tisu di tangannya. Yang diajak bicara hanya terkekeh kecil melihat hyungnya menangis tersedu sampai-sampai wajahnya memerah.

“Apa yang kau tertawakan!?” Gerutu kesal Jaejoong melihat Changmin menertawainya. Changmin masih terkekeh tatkala bibir Jaejoong yang berubah manyun sekarang.

“Kau pabo sekali hyung! Jelas-jelas mereka akan menyeretmu seperti itu jika kau muncul tiba-tiba dan memeluk namja bernama Yunho di dalam mobilnya!” Jelas Changmin yang semakin menambah beberapa centi bibir Jaejoong yang mengerucut.

“Tapi aku bosan hanya mengikutinya saja! Setidaknya aku bisa memeluknya!” Jawab Jaejoong tidak mau kalah.

“Kenapa kau tidak datang saja ke konsernya. Berkenalan saat fan sign. Mudahkan?” Tanya Changmin. Jaejoong mengerutkan keningnya. Sebenarnya apa yang dikatakan Changmin tidak seperti apa yang Ia maksudkan. Ia ingin Yunho untuknya. Bukan sekedar berkenalan hanya mengetahui namanya saja. Ia ingin Yunho. Ia ingin Jung Yunho menjadi miliknya. Selamanya hanya miliknya.

“Kau tidak mengerti Min!” Sembur Jaejoong. Changmin memiringkan kepalanya tidak mengerti.

“Apa maskudmu hyung?” Tanyanya polos.

“Aku sangat menyukai Yunho! Anni! Mencintainya! Memujanya! Ahh Min kau tahu wangi tubuhnya manly sekali. Tangan indahnya itu bahkan memegang wajahku!” Wajah Jaejoong pun kembali berseri-seri mengingat kejadian nekat yang Ia alami tadi siang.

“Hyung kau benar-benar sudah gila~” Ucap Changmin geleng-geleng kepala melihat kelakuan hyungnya. Mata Jaejoong berbinar-binar kembali.

“Min bagaimana kalau aku menculiknya?” Pertanyaan Jaejoong sukses membuat Changmin hampir menelan sedotan es jeruknya.

“Uhuk! Kau gila ya!? Kau bisa masuk penjara!” Oceh Changmin. Tapi sepertinya Jaejoong tidak peduli. Bahkan namja cantik itu sudah memikirkan apa saja yang akan Ia lakukan bila sudah berduaan di kamar.

“Hyung! Aigooo! Jebal jangan bertindak yang aneh-aneh!” Ucap Changmin lagi melihat tingkah hyungnya yang sedang mengkhayal dengan wajah pervert bin mesumnya.

“Hyung! Hentikan obsesi gilamu itu!” Ujar Changmin lagi. Namja jangkung itu sungguh tidak habis pikir darimana hyung cantiknya ini mendapat sebuah ide gila yang akan memakan banyak resiko besar.

“Kyaa Min! kau tidak akan tahu kalau tidak mncobanya! Dengan itu aku akan bisa menyentuh rahang tegasnya. Tangannya. Bibirnya. Bahkan bisa melakukan sesuatu yang ‘lebih’ mungkin. Menyentuh juniornya yang terlihat besar itu! Ahh Yunho sarangahe!” Pekik Jaejoong membuat Changmin sungguh malu ketika semua mata yang ada di dalam café menatap mereka dengan tatapn yang aneh.

“Hyung bisa kau kecilkan suaramu itu! Kau membuatku malu !” Ujar Changmin kesal. Tapi Jaejoong sudah terlalu sibuk memikirkan desahan-desahan yang akan keluar dari bibir berbentuk hati itu.

“Sexy Min!” Ujar Jaejoong lagi tidak peduli.

“Ara ara berhenti mengeluarkan ekspresi mesum mu itu hyung!”

“Jadi kau mau membantuku Min?” Tanya Jaejoong dengan puppy eyes attacknya.

“Membantu apa!?” Pekik Changmin. Perasaan mulai tidak enak.

“Menculiknya pabo! Atau kau tidak akan makan selama sebulan!” Jawab Jaejoong disertai ancaman. Akhirnya dengan berat hati Changmin menyanggupi kemauan hyungnya daripada Ia akan menderita hanya makan mie instan.

 

*Chungnam Concert TVXQ*

“Ayo cepat! Sebentar lagi kita akan naik panggung!” Ujar Manajer-hyung kepada anak buahnya. Terlihat di ruang ganti itu sudah bersiap-siap keempat namja yang akan menggemparkan Chungnam malam ini. Empat? Yak karena Yunho masih bercokol di dalam kamar hotelnya. Sibuk menatap wajahnya yang memang tampan unlimited. Padahal Ia sudah siap pergi dari sejam yang lalu hanya mengenakan kaos longgar dan celana jeans.

Tok.. tok..

Terdengar suara pintu yang diketuk dengan nyaringnya. Yunho pun menghentikan kegiatan mengagumi wajahnya sendiri di cermin.

“Nugu?” Tanya Yunho dari balik pintu.

“Yunho-sshi kami dari room service ingin mengantarkan pesanan anda!” Ujar seseorang dari balik pintu. Yunho mengerutkan keningnya. Berpikir bahwa sepertinya Ia tidak memesan apa-apa. Tanpa rasa curiga Yunho membuka pintu untuk memberitahukan  bahwa Ia tidak memesan apapun.

Bukan room service yang ditemukan Yunho tetapi sebuah botol penyemprot yang ditujukan kearah wajahnya serta rasa dingin yang keluar dari botol tersebut. Setelah itu Yunho tidak mengingat apapun kecuali tubuh besarnya yang menghantam lantai.

 

 

 

*Sebuah ruangan*

Namja itu tersentak karena sebuah cahaya terang yang menyorot wajahnya. Samar-samar Ia melihat sebuah lampu tengah menyoroti wajahnya. Dengan pikiran yang bingung namja itupun mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya.

“Sudah bangun oppa?” Sebuah suara terdengar di balik lampu yang menyoroti dirinya.

“Nugu!? Dimana ini!? Dan kenapa ini!!” Teriak Yunho saat sadar dirinya terikat di sebuah kursi kayu. Lampu pun dimatikan. Yunho mengerjap-ngerjapkan matanya untuk terbiasa dengan lampu remang-remang. Samar-samar Ia melihat sosok ramping di depannya memegang sebuah kamera pocket warna merah muda.

“Senyum Oppa!” Seru sosok itu sambil membidik wajah Yunho yang terlihat terkejut.

Jepret!

“Aigooo kau memang tampan oppa!” Serunya lagi. Yunho masih bingung dengan keadaannya.

“Dimana aku!?” Bentaknya pada sosok yang masih terlihat kabur di matanya karna sorotan cahaya kuat tadi.

“Di tempat aman, oppa~” Ucapnya lembut. Yunho membelalakkan matanya saat penglihatannya mulai jelas. Dinding kamar itu dipenuhi oleh foto dirinya.

“Kau suka oppa?” Tanya sosok itu. Yunho tertegun melihat sosok cantik di depannya. Rambut hitam arang yang agak panjang, mata bulat bagaikan bulan purnama, hidung mungil serta bibir tipisnya yang berwarna merah bagaikan buah cherry yang manis.

“Ka-kau siapa?” Tanya Yunho. Tidak bisa dibohongi bahwa Yunho sangat terkejut sekaligus kagum dengan wajah bagai malaikat yang ada di depannya.

“Aku penggemarmu oppa! Kim Jaejoong imnida!” Ucap Jaejoong sopan. Yunho memiringkan kepalanya tidak mengerti. Cantik, langsing, tapi cukup kekar untuk seorang yeoja.

“Kau????” Yunho masih bertanya-tanya.

“Kau tidak mengingatku oppa? Teganya!” Seru Jaejoong mengacungkan sebuah pisau daging kearah Yunho. Yunho bergidik ngeri melihat kilatan yang tercipta dari pantulan mata pisau itu.

“Mi-mian..” Ucap Yunho sembari menatap pisau daging yang ukurannya cukup besar itu.

“Aku yang di seret security pabo mu itu oppa!” Jelas Jaejoong mengacung-ngacungkan pisau yang dipegangnya seakan itu bukanlah pisau.

“Mwo??? Kau namja cantik itu!?” Seketika ingatan Yunho berjalan. Sungguh Ia sangat terkejut bahwa ternyata namja itu memang seperti yeoja.

“Cantik? Jinjja?” Ucap Jaejoong sumringah. Yunho mengangguk takut-takut saat Jaejoong mendekatinya dengan pisau di tangannya.

“Kau juga tampan oppa!” Ujar Jaejoong mengelus rahang tegas Yunho. Yunho menelan ludahnya. Entah takut atau senang yang pasti darahnya menjadi berdesir.

“Bisakah kau menyimpan benda itu?” Tanya Yunho takut-takut saat Jaejoong tengah asik mengelus-elus pipinya.

“Ini?” Tanya Jaejoong mengacungkan pisau yang dipegangnya. Membuat Yunho semakin ciut dibuatnya.  Namja bermata musang itu mengangguk-ngangguk cepat. Jaejoong pun tersenyum penuh arti. Bukannya menyimpan benda tajam itu, namja mungil itu justru mempermainkannya di depan Yunho.

“Tolong hati-hati!”

Jleb!

Yunho segera menutup matanya tatkala pisau yang ukurannya besar itu terlepas dari tangan namja cantik di depannya.

“Mian mian! Tidak kena kan?” Ucap Jaejooong melihat kondisi pisaunya yang tertancap pas di tengah selangkangan Yunho. Untung saja tidak mengenainya. Nyaris.

“Sudah kubilang simpan benda itu!” Bentak Yunho. Sungguh kali ini dia sebenarnya ketakutan.

“Mwo? Kau membentakku?” Tanya Jaejoong kembali mengacungkan pisaunya. Yunho segera menggeleng. Jaejoong hanya tersenyum puas lalu meletakkan pisau itu di meja.

“Kenapa kau menculikku?” Tanya Yunho saat Jaejoong tengah mengambil lagi kamera pocketnya.

“Karena aku mencintaimu oppa~” Ucap namja cantik itu menyentuh dagu Yunho.

“Bagaimana bisa? Kau kan Hmpp~~” Jaejoong segera memplester bibir berbentuk hati itu dengan lakban.

“Oppa kau cerewet sekali.” Ucap Jaejoong mengambil foto Yunho lagi. Yunho pun bergumam tidak jelas.

“Oppa! diam! Aku hanya ingin kau mendengarkan!” Bentak Jaejoong kali ini. Diseretnya kursi plastic ke depan Yunho. Dan namja cantik itupun duduk.

“Aku menyukaimu oppa, aku mencintaimu, aku memujamu.. aku ingin kau menjadi milikku selamanya.” Ucap Jaejoong menyentuh wajah kecil di depannya.

“Wajahmu yang tampan, bibirmu, tanganmu yang indah.. aku ingin memilikinya oppa.. tidak kah kau melihatku oppa?” Sambung Jaejoong lagi. Yunho terdiam menatap namja cantik di depannya. Pikirannya berkecamuk.

“Oppa!” Jaejoong melepas lakban di mulut Yunho dengan kasar.

“Akh!” ringis Yunho. Bibirnya kini mengeluarkan cairan merah.

“Ah mian oppa mian!” Ucap Jaejoong melihat darah yang mengalir dari bibir penuh berbentuk hati itu.

“Kau..” Yunho belum sempat mengatakan apa yang dipikirkannya ketika benda basah nan lembut itu menyapu bibirnya. Hatinya kembali berdesir.

“Otthoke?” Tanya Jaejoong menjauhkan wajahnya. Yunho terdiam terpaku. Bukan keinginannya jika harus dicium oleh namja. Di bibir pula. Tapi Ia justru merasa berdebar.

“Baiklah oppa, selamat malam!” Pamit Jaejoong.

“Hei kau mau kemana!? Hei lepaskan aku dulu! Kau tahu aku harus konser! Hei tunggu!”

Blam!

Yunho pun terpekur menatap pintu yang tertutup. Mencoba memberontak berapa kalipun tetap saja ikatan tangannya tidak bisa terbuka. Justru semakin menyakitkan.

“Jebal.. tolong aku!!” Teriak Yunho lirih.

 

TBC

Please leave ur comment, dont be a silent reader ^^

Kamsa *bow

12 thoughts on “The Stalker – part 1

  1. wkkwkkk…keadaan berbalik dari film ya???
    nonton jackal asli ngakak mulu liat jae-jihyo
    lanjutttttttttttt chingu…

  2. Wow.. Umma jd sesaeng ga kbyang deh. Duh jd pen liat appa diperkaos(?) sm umma wkwk..
    Lanjut ya, ditunggu updateny😉

  3. hahaha~😄

    creepy jaema!! woo~ scary but funny!! haha😀
    mana itu peso daging diacung2in udah kayak mainan aja…
    lanjut ahh~!

  4. crita’y sama kaya’ jackal yaa unn ?? sngaja ?? tpi tetep pnasaran kq lw versi yunjae gmna ^.^

  5. Jae rasis gila. Oh aku masih newbi salam kenal. Aku ska karakter jae di sink. BTW anggota tvsq ada yg Baru ya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s