Always With You – 3


Title : Always With You 3

Pairing : Yunjae, a little bit of Wonkyu

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Inspired : An Indonesian Song, Selalu denganmu by Tompi

Warning : Un-betaed, Genderswitch, OC, alur cerita yang cepat ^^v

Summary : Do you know that I couldn’t life without you by my side?

 

( 。・_・。)(。・_・。 )

 

Jaejoong berjalan gontai menuju gerbang rumah paman dan bibinya. Hari ini Jaejoong merasa lelah sekali. Bukan karena kerja paruh waktunya yang hari ini sangat sibuk, oh Jaejoong pernah mengalami hari yang lebih sibuk dari hari ini, tapi melainkan karena Jaejoong lelah dengan perasaan yang tak menentu yang selalu menggangu dirinya. Jaejoong lelah karena disaat dia bisa membuka hatinya pada seseorang, orang tersebut justru mundur karena masalah yang seharusnya bisa diselesaikan asalkan saja dia mau berbagi dan tidak terlalu bodoh untuk menyiksa dirinya sendiri seperti sekarang.

 

Jaejoong hampir sampai dirumahnya ketika dia melihat siluet seseorang berdiri didepan gerbang rumahnya, menyandarkan tubuh tingginya di dinding samping pagar besi rumahnya. Dari siluetnya itu Jaejoong tahu siapa prang yang kelihatannya sedang menunggu dirinya itu. Jaejoong berhenti sejenak, mencoba mengendalikan perasaannya serta airmatanya karena jujur pertengkarannya dengan orang tersebut masih menorehkan luka dihati Jaejoong. Setelah beberapa menit, Jaejoong melanjutkan langkahnya dan ketika sampai, Jaejoong sengaja tidak memperdulikan orang tersebut dan langsung membuka pagar rumahnya. Jaejoong baru saja akan masuk ketika tangan besar milik orang itu mencekal lengannya, membuat Jaejoong tidak jadi masuk kerumahnya.

 

“Jae tunggu.” Jaejoong berhenti melangkah namun dengan cepat dia menepis tangan orang itu, yang ternyata adalah Yunho, dari lengannya. Dengan sedikit enggan, Jaejoong berbalik menhadap ke Yunho. Jaejoong berusaha untuk tidak menampakkan bahwa kehadiran Yunho sangat berpengaruh pada perasaannya.

 

“Ada apa?” tanya Jaejoong datar. Jaejoong tidak mau menatap langsung mata Yunho. Jaejoong tahu bahwa semua perasaannya akan terlihat jelas oleh Yunho jika dia menatap mata sipit milik Yunho.

 

“Jae. Lihat aku.” Pinta Yunho sambil menarik lengan Jaejoong sekali lagi dan dengan berani menyentuh pipi mulus Jaejoong dan mengarahkan wajah cantik tersebut agar bisa menatap langsung kearah Yunho. Walau berat bagi Jaejoong, mau tidak mau, Jaejoong akhirnya menatap Yunho. Yunho tahu bahwa Jaejoong bisa segera menangis jika dia tidak segera mengutarakan semua perasaannya pada Jaejoong.

 

“Jae. Maafkan aku.” Ucap Yunho pelan sambil memasang senyum memikatnya. Jaejoong tersentak dengan permintaan maaf dari Yunho. Jaejoong tidak mengira bahwa Yunho akan meminta maaf pada dirinya. Jaejoong menatap mata Yunho lebih dekat mencoba mencari tahu apakah ucapannya tulus atau hanya ingin Jaejoong tidak marah lagi kepadanya. Jaejoong tersenyum karena terlihat dari mata Yunho bahwa Yunho benar-benar menyesal karena sudah berbohong soal hubungan mereja kepada Ara dan juga karena telah menyakiti hati Jaejoong. Cukup lama Jaejoong membiarkan tangan Yunho berada dipipinya, tetapi ketika dia sadar bahwa jarak mereka sudah sangat dekat, wajah Jaejoong langsung memerah. Dia berusaha memperbesar jaraknya dengan Yunho dan tidak berani lagi menatap langsung mata Yunho. Tapi Yunho punya rencana lain. Yunho melingkarkan satu tangannya yang bebas ke pinggang Jaejoong dan menarik tubuh Jaejoong lebih dekat lagi.

 

“Bagaimana Jae?” tanya Yunho masih dengan lengannya yang melingkar dengan santainya dipinggang Jaejoong. Wajah Jaejoong sekarang sudah seperti kepiting rebus.

 

“Apa?” tanya Jaejoong balik tanpa mau menatap langsung wajah Yunho, membuat Yunho berdecak kesal. Saking kesalnya, Yunho dengan berani menyentil hidung Jaejoong membuat gadis cantik itu akhirnya menatap Yunho juga walau sekarang wajahnya cemberut karena hidungnya sedikit sakit dan memerah karena masih tersipu akibat lengan Yunho yang masih dengan betahnya melingkar dipinggang ramping Jaejoong.

 

“Kau menerima permintaan maafku tidak?” tanya Yunho lagi mempertegas pertanyaan awalnya tadi. Jaejoong menghela nafas sambil berusaha melepaskan dirinya dari Yunho, tapi pria tinggi bermata seperti musang itu tetap saja tidak mau melepaskan Jaejoong. Jaejoong melihat Yunho sesaat sebelum akhirnya menyerah dan membiarkan dirinya diperlakukan seperti itu oleh Yunho meski Jaejoong belum bisa menghilang warna merah dari wajahnya.

 

“Apa yang harus aku maafkan?” tanya Jaejoong lagi. Kali ini kesabaran Yunho habis sudah.

 

“Aish..! Kau ini!! Soal tadi dikampus. Saat kau tiba-tiba marah karena aku menyebutmu kekasihku didepan nenek sihir itu. Dan kau dengan berurai airmata mengungkapkan bahwa kau mencintaiku.” Ujar Yunho tanpa memperdulikan delikan mata Jaejoong dan semburat merah yang semakin menyebar diwajah putihnya itu.

 

“Yunho!!”

 

“Kenapa wajahmu merah begitu?! Aku berkata jujur. Dan aku minta maaf jika tadi aku berkata bohong bahwa kau kekasihku didepan Ara.” Ucap Yunho santai, sadar sepenuhnya kalau ucapannya tadi membuat Jaejoong kecewa. Tapi Yunho memang mempunyai rencana jadi dia sengaja berbicara seperti tadi.

 

“Ya, aku tahu kalau kau bohong.” Ucap Jaejoong kecewa. Dia tidak bisa menyembunyikan nada kesedihan disuaranya tadi. Jika Jaejoong tidak ingat dia masih berada bersama dengan Yunho, sudah pasti Jaejoong akan menangis.

 

“Benar, seharusnya aku jujur bahwa aku sedang mencoba menjadikanmu kekasihku. Bukan langsung menyatakan tanpa bertanya padamu dulu.” Sahut Yunho lagi menimpali ucapan Jaejoong.

 

“Huh?!” ujar Jaejoong sambil mengarahkan kepalanya kesamping dan memberikan Yunho tatapan polos nan bingungnya dengan matanya yang besar dan indah itu, membuatnya terlihat sangat imut dan manis dimata Yunho. Jika Yunho tidak ingat dia sedang berusaha agar Jaejoong mau memaafkannya dan untuk seterusnya mau menjadi kekasihnya, Yunho tidak akan menahan diri lagi untuk mencium Jaejoong.

 

“Kau ini! Bisa tidak kau tidak terlihat imut seperti itu. Kau ini minta dicium ya?!”

 

“Yunho!!” sekali lagi Jaejoong berteriak. Jaejoong tidak habis pikir, kenapa dia bisa menyukai pria yang bicara tanpa rahang ini. Yunho terus saja berkata dengan lugas apa yang ada di pikirannya.

 

“What? It’s true. Aku akan menciummu jika kau tidak mengendalikan wajah imutmu itu.” Ucap Yunho santai. Jaejoong menghela nafas panjang seolah dia menyerah untuk bisa membuat Yunho berpikir dulu sembelum berucap. Tampaknya usahanya akan dua kali lebih sulit daripada mengurus mulut setan Changmin, adiknya.

 

“Sudahlah. Yang penting sekarang, Kim Jaejoong..” Yunho sengaja menggantung kata-katanya karena dia meletakkan jari telunjuknya di dagu Jaejoong dan mengangkat wajah cantik milik gadis itu untuk menatap matanya langsung. Yunho juga dengan berani mendekatkan wajahnya kepada Jaejoong sehingga hidung mereka bersentuhan. Jaejoong dapat merasakan nafas Yunho di pipinya.

 

“Maukah kau menjadi kekasih dari Jung Yunho yang terkenal sebagai beruang gila, kumel dan jorok ini?” tanya Yunho serius walau ucapannya tadi membuat Jaejoong tidak bisa menahan tawanya. Jaejoong menutup mulutnya mencoba tidak tertawa terlalu keras karena takut menyinggung Yunho. Tapi Yunho sama sekali tidak terlihat tersinggung. Dia justru terlihat senang karena bisa melihat tawa Jaejoong kembali.

 

Setelah beberapa saat, tawa Jaejoong akhirnya berhenti, tapi senyum manisnya masih mengembang. Jaejoong  memundurkan sedikit kepalanya dan meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya yang seksi itu dan memberikan pose seolah dia sedang menimbang keputusan apa yang akan dia ambil tentang pertanyaan Yunho tadi. Jaejoong melirikan bola matanya jahil pada Yunho yang membuat pria dengan tampilan acak-acakan itu memutar bola matanya malas.

 

“Bagaimana ya?! Haruskah aku menerima beruang gila yang jorok dan kumel ini? Bisa-bisa aku dimarahi Kyunnie habis-habisan.”

 

“Yah!! Apa hubungan gadis setan itu dengan kita Boo?!”

 

“Boo?”

 

“Panggilan sayangku untukmu, honey pie.”

 

“Honey pie?”

 

“Ahahaha.. Sini.” Akhirnya Yunho menghilangkan jarak mereka yang hanya tinggal beberapa senti itu dengan mencium bibir Jaejoong lembut. Jaejoong sedikit terkejut dengan ciuman mendadak Yunho, namun dengan perlahan, Jaejoong mulai membalas ciuman tersebut dengan lebih dalam. Jaejoong menggerakan bibirnya sedikit dan melumat bibir bawah Yunho. Yunho yang merasakan Jaejoong lebih berani dengan membalas ciumannya seperti itu, ikut melumat bibir atas Jaejoong. Keduanya terus saling melumat bibir masing-masing dengan mesra. Mereka berciuman beberapa saat sampai paru-paru Jaejoong tidak kuat mengimbangi kekuatan paru-paru Yunho dan melepas tautan bibir mereka. Wajah Jaejoong sekarang resmi menjadi kembaran dari kepiting rebus. Karena terlalu malu karena telah berciuman seperti itu dengan Yunho, Jaejoong menutup wajah cantiknya dengan kedua tangannya. Yunho yang melihat tingkah Jaejoong itu tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Jaejoong semakin malu.

 

“Ternyata kau mahir juga berciuman Boo.” Goda Yunho.

 

“Yunnie!!” teriak Jaejoong lagi. Entah sudah berapa kali Jaejoong harus berteriak seperti itu karena godaan Yunho. Si penggoda justru semakin ingin membuat gadis cantik di depannya ini semakin memerah wajahnya.

 

“Jadi bagaimana Boo? Sampai kapan kau akan membuatku menanyakan hal yang sama?” tanya Yunho lagi meminta kepastian dari Jaejoong. Mendengar pertanyaan itu terucap dari mulut Yunho, Jaejoong tiba-tiba diam. Gadis itu berpikir apakah dia bisa begitu saja menerima Yunho padahal baru beberapa waktu ini dia masih memendam kekecewaan atas sikap Yunho. Jaejoong hanya bingung, bukan karena perasaan Yunho terhadapnya. Jaejoong bisa tahu seseorang jujur atau tidak dari matanya dan Yunho memang tulus menyukainya walau tidak dipungkiri Jaejoong cukup terkejut karena itu. Namun kebimbangan Jaejoong lebih kepada dirinya sendiri. Jaejoong tidak mau dinilai Yunho gampangan karena menerimanya begitu saja padahal dia sedang tidak mau menemuai Yunho.

 

Sementara itu, Yunho yang bisa melihat jelas kegusaran di wajah Jaejoong bisa menduga bahwa Jaejoong bertarung dengan dirinya sendiri mengenai perngakuannya. Hei, Yunho memang jorok, tapi dia tidak bodoh. Dengan santainya, Yunho menyentil dahi Jaejoong sehingga membuat Jaejoong meringis kesakitan.

 

“Hentikan pikiran bodohmu itu Boo. Kau hanya perlu menuruti apa kata hatimu. Nah, sekarang jawab aku, Kau. Menyukaiku. Atau. Tidak. Walau aku bisa menebak apa jawabanmu.”

 

“Enak saja.”

 

“Serius Boo. Aku ingin kau menjadi kekasihku. Apa jawabanmu?”

 

“Aku akan dimarahi habis-habisan oleh Kyuhyun dan Changmin.” Ucap Jaejoong sambil memeluk Yunho. Tangan rampingnya melingkar dengan erat di punggung dan pinggang Yunho. Yunho sendiri tidak bisa menutupi rasa bahagianya karena Jaejoong menerimanya. Lengan kekarnya membalas pelukan Jaejoong dengan melingkarinya di bahu dan salah satu tangannya membelai lembut rambut pirang kecoklatan itu dan sesekali bibirnya mencium pucuk kepala itu. Meskipun wajahnya sedikit merengut karena dia sadar dia akan sering berurusan dengan Kyuhyun yang menurutnya terlalu melindungi Jaejoong. Tapi itu urusan belakangan. Sekarang bagi Yunho adalah gadis cantik di dekapannya ini yang sekarang resmi menjadi kekasihnya.

“Um, Yun..”

 

“Ya Boo?”

 

“Maaf kalau aku bicara begini, tapi..

 

“Tapi apa Boo?”

 

“Apa kau sudah mandi?”

 

Kampus

 

Yunho berjalan dengan santai ditemani Siwon seperti biasanya. Mereka berdua berjalan sambil sesekali melayangkan lelucon yang membuat keduanya tertawa terbahak. Mereka tidak memperdulikan tatapan semua orang yang melihat ke arah mereka. Siwon dan Yunho sudah biasa menghadapinya. Hanya saja mereka tidak menyadari sedikit perbedaan dari tatapan orang-orang tersebut.

 

“Itu siapa yang berjalan bersama Siwon-ssi?”

 

“Sepertinya aku kenal, kamu sadar juga?”

 

“Tampan sekali.”

 

“Bukannya itu Yunho-ssi?!”

 

Semua orang terbelalak karena komentar yang satu itu. Mereka semua mengosok matanya dan mencoba melihat secara teliti siapa yang benar-benar berjalan bersama Siwon. Betapa terkejutnya mereka ketika orang yang disebelah Siwon itu memang Yunho. Bodohnya, seharusnya mereka bisa menebak karena dengan siapa lagi Siwon mau berjalan bersama di kampus jika tidak dengan Yunho atau pacarnya, Kyuhyun.

 

“Oh My God! Yunho-ssi! Tampannya!!”

 

“He’s so handsome. I’m melting.”

 

“Aku tidak percaya! Yunho-ssi! Kya!!”

“Mereka kenapa hyung?” tanya Siwon bingung. Dia memang terbiasa di jadikan tontonan mahasiswa dan mahasiswi di kampus ini. Tapi dia bingung karena kali ini banyak yang mengkomentari Yunho. Siwon berpikir apa yang salah dengan Yunho kali ini. Sedangkan Yunho menatap sahabatnya itu dengan pandangan yang tidak percaya kalau Siwon menanyakan hal seperti tadi. Dia menggelengkan kepalanya dan menepuk dengan sangat tidak lembut ke belakang kepala Siwon.

 

“Auch! Hyung! Kenapa kau memukulku?” keluh Siwon sedikit kesal karena Yunho selalu memukul kepalanya jika dia menanyakan sesuatu. Siwon menjadi semakin bingung karena pertanyaannya adalah pertanyaan wajar, lalu kenapa Yunho senang sekali memukulnya.

 

“Kau ini! Sebenarnya kau itu bodoh atau kelewatan polos?! Mereka itu heran karena aku Siwon-ah.” Tukas Yunho gemas dengan sahabatnya itu. Sekarang gantian Yunho yang bingung karena kenapa dia bisa bersahabat dengan pemuda tinggi baik hati tapi kelewat lambat ini.

 

“Kenapa?” tanya Siwon lagi yang membuat Yunho ingin menarik rambutnya sendiri.

 

“Aish! Kadang-kadang aku kasihan dengan Kyuhyun punya pacar sepertimu.” Ujar Yunho sambil menggelengkan kepalanya.

 

“Huh?” Setiap orang yang berdiri di dekat mereka pasti bisa melihat siku-siku yang ada di dahi Yunho karena ucapan Siwon tadi. Dengan santai Yunho kembali menepuk belakang kepala Siwon dan langsung berlalu begitu saja meninggalkan Siwon yang meringis kesakitan sambil terus menanyakan apa salahnya.

 

“Wah, wah, apa yang terjadi dengan beruang jorok dan kumel ini eonnie?” sindir seseorang yang sudah pasti adalah kekasih tersayang dari seorang Choi Siwon. Siwon sendiri yang menyadari bahwa kekasihnya sudah ada didekatnya langsung beranjak menghampirinya. Dia lalu memeluk Kyuhyun dan mencium pipi gembil milik gadis manis tapi bermulut pedas itu.

 

“Baby..”

 

“Wonnie, kepalamu tidak apa-apa? Beruang jorok! Kenapa kau suka sekali memukul kepala Wonnieku?! Kalau dia bertambah bodoh bagaimana?! Aku yang repot tahu!” teriak Kyuhyun.

 

“Baby!!” Siwon merasa sedikit sebal karena Kyuhyun yang dikira membelanya justru ikut meledeknya. Kyuhyun hanya menanggapi dengan menghela nafas dan menggeleng pelan. Jaejoong tertawa geli melihat pasangan lucu ini. Sedangkan Yunho hanya berdecak kesal karena dia masih mendengar ejekan dari Kyuhyun. Namun bukan Yunho namanya kalau tidak membalas mulut pedas Kyuhyun.

 

“Oh ternyata ada Kyuhyun si gadis setan yang sepertinya makin subur saja. Siwon-ah, sepertinya lama-lama lenganmu takkan bisa melingkari pinggang gadis setan ini.” Ejek Yunho pelan sambil menyeringai terhadap Kyuhyun.

 

“Hyung/Yunnie!!” Jaejoong dan Siwon yang tahu benar perkataan Yunho tadi akan menyulut amarah iblis, langsung berteriak mengingatkan, tetapi sepertinya Yunho sudah kebal dengan Kyuhyun yang sekarang telah memiliki tanduk dan taring bayangan lengkap dengan sabit yang siap untuk memotong-motong Yunho.

 

“What?” tanya Yunho polos.

 

“Huh. Lihat saja apa aku akan membiarkan kau berduaan dengan Jae eonnie. Dan jangan terlalu percaya diri karena kau sudah berubah ya. Bagiku kau masih beruang jorok, kumel, dan tidak tahu sopan santun. Ayo eonnie, ahahaha..” sahut Kyuhyun dengan tawa iblisnya sembari menarik lengan Jaejoong menjauhi Yunho dan Siwon. Jaejoong hanya sempat menolehkan kepalanya sambil memberikan tatapan menyesal dan meminta maaf dengan matanya kepada Yunho lalu membiarkan Kyuhyun terus membawanya pergi.

 

Yunho menanggapi ancaman Kyuhyun dengan membuat berbagai macam raut wajah mengejek dan isyarat tangan kepada punggung Kyuhyun. Yunho tahu bahwa sekarang dia harus hati-hati dengan Kyuhyun karena ancaman gadis itu selalu benar adanya. Dia tidak mau jauh-jauh dari Jaejoong pada saat dia baru memulai hubungan dengan gadis baik hati itu.

 

Yunho tidak habis pikir kenapa Kyuhyun masih saja menganggap dia beruang jorok dan kumel. (nao: jangan lupakan tidak tahu sopan santun Yunppa. – Yunho: Wah, terima kasih atas informasi tambahannya, author gila *mukul belakang kepala nao* – nao: auch.. *lihat Yunppa dengan pandangan iblis dan mulai ketik bahwa Jaemma memutuskan hubungan dengan Yunppa* – Yunppa: Andwee!! *keringat dingin*)

 

Padahal penampilan Yunho sudah berubah menjadi lebih baik daripada dulu. Ya, penampilan Yunho berubah karena dia mencoba mengikuti saran Jaejoong. Yunho yang sekarang telah memotong rambut panjang acak-acaknya menjadi lebih pendek dan sylist (nao: membayangkan rambut Yunnpa yang di MV Mirotic). Yunho juga mencukur kumis dan janggutnya, memperlihatkan wajah kecil nan tampan yang dimiliki oleh pria tinggi itu. Yunho juga memakai pakaian kasual namun fasionable yang direkomendasikan oleh Siwon, membuat pria yang juga tinggi itu terharu dan sempat menangis saat dia menjemput Yunho pagi ini dengan perubahannya tersebut.

 

Namun dari sekian perubahan yang terjadi, satu hal yang membuat Siwon, Kyuhyun, dan Jaejoong senang, yaitu Yunho akhirnya benar-benar membersihkan dirinya dengan mandi. Aroma badan Yunho sekarang bukan lagi aroma yang tidak sedap melainkan aroma citrus dari sabun yang digunakan dan aroma selayaknya laki-laki. Maka dari itu, Yunho kesal dan ingin sekali membungkam mulut pedas kekasih sahabatnya itu. Yunho berpikir apa penampilannya saat ini tidak cukup bagi Kyuhyun untuk bisa bersama dengan Jaejoong.

 

Yunho menggaruk sendiri rambut pendeknya dengan gusar. Dia harus memikirkan satu rencana agar Kyuhyun evil itu tidak menganggu hubungannya dengan Jaejoong. Cara yang benar-benar jitu agar gadis itu kapok.

 

“Kenapa Kyuhyun tertawa mengerikan seperti itu ya hyung? Aku jadi merinding.” Ucap Siwon sambil memeluk dan mengusap lengannya sendiri. Siwon tidak pernah mendengar tawa Kyuhyun semengerikan itu. Yunho menatap malas sahabatnya itu ketika mendengar komentarnya tadi.

 

“Awas kalau pacarmu membuat hubunganku dengan Jaejoong jadi sulit. Kau yang akan menerima hukumannya.” Ancam Yunho sengit membuat pemuda berlesung pipi itu menatap heran ke arah Yunho.

 

“Kenapa aku hyung?!” keluh Siwon, namun Yunho tidak menghiraukannya. Dia masih memutar otaknya agar Kyuhyun tidak berkutik lagi. Di saat Yunho sedang bingung, Siwon mengatakan sesuatu yang membuatnya memberikan senyuman iblis yang tak kalah menakutkan dari milik Kyuhyun.

 

“Hhh.. Bicara soal baby Kyu, aku rindu padanya. Biasanya kami suka kencan dan jika dia sedang bersamaku, baby Kyu seakan lupa dengan yang lainnya dan hanya terpusat kepadaku. Sejak ada Jae noona, dia selalu sibuk sendiri.” Keluh Siwon yang tidak puas dengan sikap Kyuhyun yang akhir-akhir ini memang dekat dengan Jaejoong. Yunho yang memiliki rencana di otaknya segera merangkul bahu sahabatnya itu dan mengucapkan sesuatu.

 

“Kau ingin bersama dengan Kyuhyun, Siwon-ah?”

 

“Tentu saja.”

 

“Kalau begitu kau tinggal mengikuti apa kataku dank au akan mendapatkan baby Kyu dalam dekapanmu lagi. Bahkan lebih. Kau berminat?” tawar Yunho layaknya marketing sales yang berpengalaman. Tidak lupa seringai iblis terpampang jelas di bibir berbentuk hati itu. Siwon mengangguk cepat walau dia sedikit takut melihat seringai di wajah tampan sahabatnya itu.

 

“Bagus.”

 

Dua Hari Kemudian – Ruang Kelas Kosong

 

“Yunho! Buka pintunya! Buka!” teriak seorang gadis sambil memukul dan sesekali menendang pintu dengan keras. Gadis itu menyalurkan kekesalannya kepada pintu yang tidak bersalah itu karena perbuatan orang yang ada di balik pintu tersebut.

 

“Aku tidak akan membukanya gadis setan.” Sahut Yunho kepada gadis yang ternyata adalah Kyuhyun sambil tertawa ringan. Yunho merasa puas karena sudah membuat Kyuhyun sekesal sekarang. Sungguh hiburan untuknya.

 

“Kau ingin menyiksaku ya?! Tidak akan berhasil beruang gila! Tunggu sampai aku bisa keluar dari sini dan lihat apakah Jae eonnie masih mau bersamamu!” ancam Kyuhyun sekali lagi. Namun kali ini Yunho tidak terlihat khawatir. Yunho justru semakin melebarkan senyumannya dan menanggapi ancaman Kyuhyun dengan santai.

 

“Oh aku tidak takut dengan ancamanmu baby Kyu. Justru jika kau masih mengganggu hubunganku dengan Jaejoong, aku akan mengulangi ini sekali lagi.”

 

“Huh?” Kyuhyun sedikit heran karena Yunho tidak terdengar takut justru Yunho mengancam balik. Dia terdiam karena memikirkan apa rencana dibalik perbuatan Yunho sekarang. Sementara Yunho hanya tertawa puas dan bermaksud meninggalkan Kyuhyun. Namun sebelum itu, Yunho berbalik lagi dan mengatakan sesuatu.

 

“Oh, by the way, have fun with you hubby.”

 

“Huh?” Kyuhyun semakin bingung namun dia merasa sedikit cemas dan kecemasan terbukti benar karena dia merasakan buku kuduknya berdiri ketika dia mendengar seseorang memanggilnya dari belakang.

 

“Baby..” Kyuhyun membalikkan tubuhnya perlahan dan menemukan Siwon yang berjalan mendekatinya bagai predator mendekati mangsanya. Kyuhyun tahu bahwa dirinya tidak akan bisa lepas dari Siwon jika pemuda baik berlesung pipi itu sudah menampakkan sisi liarnya seperti sekarang. Kyuhyun berjalan mundur sampai dia menabrak pelan pintu di belakangnya sehingga tidak ada jalan keluar untuknya. Dalam hatinya, Kyuhyun mengutuk beruang gila, jorok, kumel dan tidak tahu sopan santun bernama Yunho.

 

“YUNHO!!!”

 

Di Perlataran Parkir

 

“Boo!!” seru Yunho memanggil kekasih tercintanya yang sedang berdiri di samping mobil Siwon. Jaejoong membalas seruan Yunho dengan melambaikan tangannya dan tersenyum manis untuk kekasihnya itu.

 

“Mana Kyuhyun dan Siwon?” tanyanya setelah Yunho berdiri di depannya. Yunho tidak segera menjawab, dia justru memeluk erat Jaejoong dan mencium hidungnya membuat Jaejoong bersemu malu.

 

“Tidak usah khawatir dengan mereka Boo. Mereka paling sedang berduaan.” Jawab Yunho setelah melepaskan pelukannya namun tidak dengan lengannya yang masih setia di pinggang Jaejoong.

 

“Oh? Tumben.  Biasanya Kyuhyun sudah berdiri didepanku jika ada kamu Yun.” Mendengar perkataan Jaejoong tadi, Yunho hanya tersenyum dan mencium pucuk kepala Jaejoong, membuat gadis cantik itu hanya menatap Yunho dengan pandangan bingung. Namun sedetik kemudian, Jaejoong menghela nafas dan tersenyum lagi sebelum mengatakan sesuatu.

 

“Tapi memang sih, Kyuhyun sekarang jarang bersama dengan Siwon sejak ada aku. Aku jadi sedikit merasa bersalah.” Ungkapnya lirih. Yunho yang tahu betapa baiknya hati sang kekasih semakin merangkul erat Jaejoong dan membelai lembut rambut pirang kecoklatan miliknya.

 

“Tenang saja sayang. Mulai hari ini, mereka akan selalu bersama, seperti kita.” Ucap Yunho tulus walau jika di dengar dengan baik ada nada kepuasan dan jangan lupakan seringai iblis yang menempul di bibirnya itu.

 

Benar Boo, mereka akan selalu bersama dan tidak akan menggangu kita lagi. Terutama sahabatmu Kyuhyun. Ah, dunia ini memang adil. Terima kasih Siwon-ah.

 

End

 

( 。・_・。)(。・_・。 )

 

n4oK0’s notes :  Finally it’s over. Yeay!! \(^o^)/ Sankyu untuk semua amazing readers yang baca FF ini sampai akhir. Hope you guys like it..

 

Sankyu and peace all amazing readers.

 

^^n4oK0^^

 

6 thoughts on “Always With You – 3

  1. akhirnya ya allah appa dpet hidayah juga
    appa udah kece dong ,umma mkin cnta hhaha
    Wonkyu pda ngapai hayooooo ???
    changminnie cma numpang nma donk
    tak apalah yg pnting yunjae sejahtera

  2. aiiissshhh appa so sweet banget sii, udah gitu mau berubah karena umma~~~
    and always happy ending😀 yunjae jjang *terbarbunga* tetap semangat yaa author nim, ditunggu ff2 selanjutnya *kecup*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s