The Stalker – part 2


Annyeong~~

langsung capcus aja nyokkk~~

Happy reading ^^

=====================

Title : Stalker

Author : Ri3chan~

Cast : Jaejoong , TVXQ (format Junsu, Yoochun, Yunho, Onew, Key), Changmin

Pairing : Yunjae eternal

Genre : little bit humor, drama(?), NC xD~~

Summary : Yunho belong to Jae, Jae belong to Yunho and Yoochun belong to me *dihajar

Banyak adegan yang terinspirasi dari Jackal is coming ^^ jd ini seperti penulisan ulang film dalam alur yang berbeda hehe ^^

Oppa jika memanggil sesame namja akan berarti orang terkasih atau kekasih juga ^^

Happy reading aja yaa~~ mian kalau hasilnya kacau balau *bow

 

CHAPTER  2

Terdengar suara burung berkicau serta kilatan cahaya matahari yang menerobos masuk dari celah-celah korden. Namja dengan tahi lalat di atas bibirnya itupun terbangun. Dilihatnya dirinya bukan lagi terikat di kursi melainkan di atas ranjang. Yunho bergerak bangun tapi kaki dan tangannya diikat di tepian ranjang.

“Aish! Pabo!” Gerutunya. Tiba-tiba pikiran tentang member se groupnya dan manajer hyung merasuk ke dalam otaknya. Apakah mereka mencarinya sekarang ini? Pikirnya.

“Pagi oppa!” Sapa Jaejoong yang tiba-tiba sudah berada di samping ranjang dengan senampan roti lapis dan susu putih hangat. Namja cantik itu mengenakan piyama dengan gambar beruang yang bertebaran. Yunho menatapnya dengan tatapan sulit diartikan. Mengapa namja ini begitu menggoda pikirannya. Walaupun Ia sudah mencoba menepisnya jauh-jauh.

“Sarapan dulu ne?”  Ucap Jaejoong mengambil sepotong roti dan siap menyuapkannya pada namja yang tengah menatapnya.

“Tolong lepaskan aku~” Ujarnya lirih. Namja cantik seketika menghentikan pergerakannya.

“Wae oppa? Kau tidak suka denganku ya?” Tanya Jaejoong memanyunkan bibirnya. Kini pikiran Yunho sudah benar-benar hampir kehilangan kewarasannya dengan bibir merah yang mengerucut sebal di depannya. Tapi Ia terus mengusir pikiran itu jauh-jauh.

“An-andwe, aku akan melakukan apa saja yang kau mau tapi tolong lepaskan aku..” Ucap Yunho lagi. Jaejoong bergerak mendekati wajah manly di depannya.

“Mian ne oppa, tapi aku tidak akan melepaskanmu..” Bisik Jaejoong tepat di telinga Yunho. Membuat bulu kuduk namja bermarga Jung itu berdiri.

“Kau mengerti oppa? sekarang kau harus sarapan eoh? Aku tidak mau wajah tampanmu ini menyusut karena kurang makan.” Ucap Jaejoong riang. Dengan berat hati akhirnya Yunho pun memakan roti lapis buatan Jaejoong  dan yang pasti disuapi oleh tangan mulus milik Jaejoong.

“Oppa kau sungguh tampan!” Ujar Jaejoong sebelum beranjak pergi untuk membereskan piring kotor.

Blam!

Hening..

“AHHHHHHHH LEPASKAN AKU!!!!!!” Teriak Yunho akhirnya tidak tahan. Sebenarnya Yunho cukup terpikat dengan kecantikan Jaejoong. Tapi harus menyukai orang sakit jiwa sepertinya Yunho lebih harus berpikir berkali lipat.

Byur!!

Tiba-tiba seember air membasahi tubuh Yunho. Namja itupun menjadi mengap-mengap mencari udara karena air memasuki mulut dan hidungnya. Jaejoong meletakkan  ember merah itu di samping kakinya.

“Jangan teriak-teriak oppa!” Bentak Jaejoong.  Kini namja cantik itu tengah mengeringkan tubuh Yunho dengan handuk setelah aksi menyiramnya.

“Kau seksi oppa, tubuhmu indah..” Ucap Jaejoong saat mengeringkan tubuh Yunho.

“Tolong, aku mohon lepaskan aku~~ aku janji tidak akan mengatakan ini semua!” Yunho masih tidak menyerah untuk memohon Jaejoong melepaskannya.

“Diam oppa!” Seru Jaejoong lalu menyemprotkan kembali cairan ke wajah Yunho yang membuat namja bertubuh atletis itu kembali pingsan. Dalam keadaan pingsan Jaejoong pun menggantikan baju Yunho dengan kemeja putih sedangkan celana jeansnya tidak diganti karena memang tidak basah. Setelah itu Jaejoong menyeret tubuh besar itu dan mendudukkannya di kursi. Mengikat kembali tangan indah yang sangat dikaguminya dari seorang Jung Yunho serta kakinya tentu saja.

Setelah beres Jaejoong pun menyeret kembali kursi plastic dan membaliknya sehingga Ia bisa menyandarkan dagunya di atas sandaran kursi plastic itu. Menatap wajah tampan yang tengah tertidur di depannya. Menunggunya sadar dengan tatapan penuh cinta.

 

 

*di lain tempat*

Ruangan itu tampak huru hara dengan seorang namja berperawakan tambun yang mondar mandir bagai setrikaan. Tangannya tidak lepas dari ponsel yang dipegangnya. Sedikit-sedikit Ia melihat ponselnya dengan frustasi. Sedangkan keempat namja tampan lainnya hanya memperhatikan manajer hyungnya yang sedari tadi malam sudah frustasi karena leader mereka tidak kunjung muncul.

“Yak! Kemana perginya Jung Yunho itu!? Ponselnya pun tidak aktif! Di hotel pun tidak ada!” Murka sang manajer hyung.

“Apa sudah ditanyakan pada pihak hotel hyung?” Tanya namja berhidung bangir itu.

“Aku sudah menanyakan pada semua staff hotel tapi mereka mengatakan tidak melihat apa-apa! Apa itu tidak aneh!?” Bentak manajer hyung frustasi pada Onew. Onew hanya terdiam melihat manajernya uring-uringan.

“Hyung.. sudah lapor polisi?” Sekarang giliran si suara dolphin yang bertanya. Manajer hyung menghentikan langkahnya.

“Aku baru ingat belum melaporkannya ke polisi~” Ucap manajer hyung bergumam.

“Aish! Kajja kita lapor polisi!” Ajak Yoochun segera sebelum semuanya terlambat. Bagaimanapun leader mereka harus ditemukan atau tidak eksistensi group mereka akan terancam.

 

 

*Di tempat dimana Yunho berada*

Yunho mengerjap-ngerjapkan matanya berat ketika pengaruh obat bius yang disemprotkan namja cantik bernama Jaejoong itu sudah mulai menghilang. Yunho terkejut melihat penampakan yang tersaji di depannya. Wajah cantik bagai malaikat itu tengah tertidur dengan posisi dagunya yang bersandar di atas sandaran kursi. Sejenak Yunho menelan ludahnya. Dia memperhatikan Jaejoong yang nampaknya sudah berganti baju dari piyama beruangnya menjadi kaos lengan panjang dengan kerah baju yang bergaya V-neck. Sungguh mengekspos dada mulus berwarna putih susu milik Jaejoong.

“Yak! Bangun! Hei!” Yunho berteriak membangunkan Jaejoong sembari berusaha menggoyangkan kursinya untuk menimbulkan bunyi berisik.

“Ehm~ kau sudah bangun oppa?” Tanya namja cantik itu menggosok matanya dengan lengan bajunya yang hampir menutupi seluruh tangannya. Yunho kembali menelan ludah melihat tampilan Jaejoong yang menurutnya sangat menggoda level tertinggi. Tapi Ia lagi-lagi mencoba menghapus pikiran untuk jatuh hati kepada namja sakit jiwa di depannya. Sungguh kewarasannya sedang diuji.

“Aku mau buang air kecil! Cepat lepaskan aku!” Perintah Yunho yang sudah tidak dapat menahan panggilan alamnya. Dan tentu saja merencanakan siasat untuk kabur dari tempat terkutuk ini.

“Oh ne oppa~~” Ucap Jaejoong. Alih-alih melepaskan ikatan dari tubuh Yunho. Namja mungil itu justru menyeret kursi yang terdapat Yunho diatasnya kearah kamar mandi dengan susah payah.

“Yak! Apa yang kau lakukan hei!” Teriak Yunho panic saat melihat Jaejoong menyeret dirinya ke dalam kamar mandi dan menghadapkan kursinya di kloset.

“Oppa kan ingin buang air kecil ne?” Tanya Jaejoong sekali lagi menatap Yunho dengan tatapan polosnya.

“Iya tapi tidak begini caranya!” Teriak Yunho frustasi melihat Jaejoong yang sudah siap membuka retsleting celana jeansnya.

“Baiklah oppa!” Ucap Jaejoong lagi dan dengan sigap membuka celana jeans yang dikenakan Yunho beserta dalamannya. Menampakkan setengah naked dari tubuh Jung Yunho. Jaejoong terlihat berbinar tatkala melihat benda yang selama ini memang ingin dilihatnya.

“Yak oppa lakukanlah!” Ujar Jaejoong.

“Bagaimana aku bisa melakukanya kalau kau menatapku seperti itu!” Bentak Yunho lagi melihat posisi Jaejoong yang tengah berjongkok di samping kloset. Menatap Yunho junior miliknya.

“Ayolah oppa keluarkan saja! Daripada kau menahannya fufufu~~” Cekikikan Jaejoong masih tetap bercokol di hadapan property berharga seorang Jung Yunho.

“Aigooo mengapa nasibku seperti ini!!” Lirih Yunho melihat dirinya ditonton seperti itu oleh namja bermarga Kim itu.

“Fufufu~~curr curr ayoo oppa!!” Seru Jaejoong memberi semangat. Bukannya ingin Yunho malah tidak bisa mengeluarkan air seninya dengan lancar.

“Ah~~ah~~” Desah Yunho saat berhasil mengeluarkan semua isi kandung kemihnya tidak lama kemudian.

“Yey oppa hebat!” Seru Jaejoong lagi nampak asik melihat pertunjukan yang terjadi di hadapannya.

“Yak berhenti melihatku!” Teriak Yunho kembali sadar bahwa dirinya sedang ditonton oleh seorang namja berwajah feminis itu.

“sudah selesai kah oppa?” Tanya Jaejoong saat tidak ada lagi air yang keluar dari property berharga milik namja bermata musang itu.

“Sudah! Cepat pakaikan celanaku!” Bentak Yunho lagi. Sungguh Ia sudah tidak tahan dengan semua ini. Bagaimana jika Ia ingin buang air besar? Yunho bahkan tidak sanggup memikirkannya.

Setelah selesai memakaikan celana Yunho. Jaejoong pun kembali menyeret kursi kayu itu kembali ke tempat semulanya. Saking beratnya Jaejoong tidak sengaja melepas pegangan kursi itu dalam posisi miring. Akibatnya..

Kedebuk!

Tubuh besar Yunho dengan sukses mendarat di lantai ubin dengan posisi miring. Untung saja bukan wajah tampan membahananya yang menjadi landasan mulus jatuhnya barusan. Yunho pun meringis karena lengannya yang terjepit.

“Ah oppa! mian mian~~” Seru Jaejoong panic segera mengubah posisi kursi itu kembali berdiri.

“Aish kau pabbo ya!” Gertak Yunho menahan sakit di lengannya. Jaejoong terdiam.

“Hiks~oppa memang tidak pernah menyukaiku!” Yunho melongo melihat tetesan air yang mengalir dari sudut mata bulat milik Jaejoong. Bukan maksudnya membuat namja cantik ini menangis.

“Mianhe~mian..” Ucap Yunho panic. Jaejoong mengelap airmatanya sembarangan lalu berjalan kearah lemari kayu. Membuka laci teratas dan mengeluarkan benda yang membuat Yunho bergidik ngeri. Alat kejut listrik.

“Mwo!? Apa yang akan kau lakukan dengan benda itu!?” Teriak Yunho panic berusaha berontak untuk mundur.

“Karena oppa telah menyakitiku!” Bentak Jaejoong. Mata bulat dan hidung mungilnya masih terlihat merah dengan sisa airmata.

“Yak aku sudah minta maaf!? Kumohon ne jangan!” Ucap Yunho memelas disertai senyum kemenangan Jaejoong. Sekali jentik alat itupun sudah menyala.

“Kau harus menerima hukumannya Jung Yunho!” Ucap Jaejoong dengan tatapan mematikan miliknya.

Zzttt… zzttt.. zttttt..

Namja jangkung itu segera kejang saat alat kejut itu menyentuh bahunya. Jaejoong hanya terkikik kecil melihat pemandangan yang ada di hadapannya.

“Hah~hah~jebal hentikan…” Lirih Yunho saat Jaejoong mencabut alat itu dari bahunya. Ia serasa bisa merasakan kepulan asap dari kepalanya.

“Oppa kau kuat juga ya?” Tanya Jaejoong dengan suara manja khasnya. Yunho berusaha menatap namja berwajah feminis itu tapi sebelum sempat kepalanya mendongak. Alat itu kembali di sentuhkan ke bahu kekar Yunho.

Zzzttt…zzzttt…zzzttt…

Jaejoong kembali terkekeh penuh kemenangan melihat sosok yang dipujanya tampak tidak berdaya. Kali ini pikiran namja cantik itu sudah hilang kewarasannya. Ia sudah sungguh sangat memuja Jung Yunho. Berharap Yunho kelak menjadi miliknya. Hanya miliknya seorang. Tapi tidak mungkin, Yunho adalah seorang artis terkenal sedangkan dia hanya berasal dari keluarga biasa saja. Mana mungkin seorang tampan seperti Yunho mau meliriknya. Jaejoong pun melepas alat itu dan melihat sosok namja itu terkulai lemas.

“Akan kubuat kau jatuh cinta padaku oppa~ Saranghae~~” Bisik Jaejoong tepat di telinga Yunho.

“Hah~hah~ kau.. sudah.. gila..” Ucap Yunho terbata-bata karena sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk menopang kepalanya sendiri.

“Baiklah aku masak dulu oppa! Hukuman mu sampai sini dulu ne! ppai~” Ucap namja mungil itu riang lalu berjalan menuju pintu keluar.

Blam!

Pintu kembali tertutup dengan suara nyaring. Yunho mencoba mengumpulkan segala tenaga yang masih tersisa untuk bisa melihat keadaan sekitar. Berharap ada sesuatu yang bisa digunakannya untuk melepas ikatan yang mengelilingi tubuhnya. Tapi Ia tidak bisa menemukan apapun. Sesaat cahaya sinar matahari seperti memberitahukan dengan pantulannya  bahwa di atas meja kecil di samping ranjang tergeletak pisau daging yang kemarin hampir saja mengenai selangkangannya. Dengan susah payah Yunho mencoba mendekati meja kecil yang jaraknya lumayan jauh dari kursinya. Tapi rasa lemas tidak bisa membuat Yunho bergerak lebih cepat.

Ckrek!

Suara knop pintu diputar terdengar dengan segera Yunho berpura-pura bahwa dirinya pingsan. Sedetik kemudian namja cantik itu masuk sembari membawa nampan berisi sup kimchi kesukaan leader Jung. Bahkan apron bergambar hello kitty masih melekat di tubuh mungilnya.

“Oppa, makanan sudah siap!” Ucap Jaejoong. Tapi wajah berbinarnya redup tatkala melihat Yunho tergolek lemah dengan mata tertutup. Setelah meletakkan nampan diatas lemari kayu, Jaejoong berjalan berjingkit agar langkah kakinya tidak terdengar menuju kursi Yunho.

“Oppa bangun! Oppa!” Jaejoong berusaha membangunkan Yunho dengan menepuk pipinya. Tapi yunho tidak kunjung membuka matanya.

“Oppa!” teriak Jaejoong gemas masih menepuk-nepuk wajah Yunho.

Dukk!

Dengan cepat Yunho bangun dan membenturkan kepalanya ke kepala Jaejoong. Tubuh mungil itu pun segera tersungkur karena benturan mendadak yang dialaminya. Kursi Yunho pun segera terjatuh.

Dengan terseok seok Yunho berusaha mendekati meja kayu kecil itu untuk menggapai pisau yang tergeletak di atas meja kecil itu.

“Aish! Cepat! Susah sekali!” Gerutu Yunho saat berusaha menjatuhkan pisau itu di tangannya yang terikat. Tapi pisau itu bahkan tidak bergerak sama sekali.

Dukk!

Sebuah benda yang agak keras menghantam kepala Yunho tepat di pelipis. Membuat namja bermata musang itu terkejut setengah mati. Bahkan jantungnya nyaris keluar dari tempatnya.

“Appo!” Serunya saat benda itu kembali menghantam kepalanya.

“Oppa kau tega sekali!” gerutu namja cantik itu sembari melayangkan botol mineral kearah kepala Yunho sekali lagi.

“Mian~tolong hentikan!” Mohon Yunho saat botol air mineral itu kembali melayang ke kepalanya. Walaupun plastic tetap saja sakit. Tapi Jaejoong seperti tidak mendengar perkataan Yunho.

“Ini hukuman mu oppa!” Ujar Jaejoong kembali melayangkan botol itu. Yunho meringis kesakitan di daerah kepala dan pelipisnya.

“Appo~~mian mian~~” Ucap Yunho memelas. Jaejoong menyunggingkan senyuman kemenangannya lagi dan memberdirikan kembali kursi yang diduduki namja jangkung itu. Menyeretnya kembali ke tengah ruangan.

“Sekarang kau makan oppa!” Seru Jaejoong mengambil sup kimchi dari nampan yang diletakkannya diatas lemari kayu. Yunho masih meringis.

“Buka mulutmu aa~~” Ujar Jaejoong sembari mengambil kimchi dan menjepitnya di sumpit. Tapi namja bermata musang itu bungkam. Sama sekali tidak membuka mulutnya.

“Mwo!?” Seru Jaejoong mengerucutkan bibirnya kesal. Lagi-lagi hal yang membuat seluruh darah di tubuh Jung Yunho berdesir.

“Aku tidak mau makan! Masakanmu tidak enak!” Gertak Yunho sinis. Seketika mata Jaejoong berkaca-kaca. ‘Masakanmu tidak enak!’ adalah pantangan terbesar yang tidak boleh di dengar seorang Kim Jaejoong.

“Oppa kau benar-benar tega! Kau tidak suka padaku! Bahkan masakanku!” Bentak Jaejoong berurai airmata. Yunho kembali terpaku melihat namja cantik di depannya ini kembali menangis. Alih-alih kasian Yunho malah merasa takut membuat Jaejoong menangis.

“Mi-mian mi-mian aku akan makan ne? suapi aku eoh?” Ucap Yunho menghentikan ancang-ancang Jaejoong yang akan menimpuknya lagi dengan botol air mineral. Seketika Jaejoong kembali berbinar. Diambilnya lagi mangkok berisi sup kimchi dan segera menyuapi Yunho sambil bersenandung ria.

Yunho hanya bisa pasrah saja kala Ia mulai memakan sup kimchi buatan namja cantik tapi gila dihadapannya ini. Ternyata satu suapan itu membuat Yunho menelan ludahnya. Bagaimana tidak masakan buatan Jaejoong sungguh enak. Bahkan makanan terenak yang pernah Ia makan.

“Masakanmu.. ehm enak..” Ucap Yunho setelah menelan suapan keduanya. Mata bulan itu segera membulat dengan berbinar.

“Jeongmal? Jinjja? Kau menyukai masakanku?” Repet Jaejoong. Yunho mengangguk memaksakan senyumnya. Tapi dalam hati Ia mengakui skill masak yang dipunyai namja feminis ini. Cantik, pintar masak dan menggoda kekurangannya hanya satu, kurang waras. Begitulah pikiran Yunho setelah dua hari menjadi tawanan mahluk cantik ini.

 

*Di lain tempat*

Tampak kerumunan berbaju polisi di sekitaran kamar hotel milik seorang penyanyi sekaligus leader dari sebuah boyband bernama TVXQ yang tengah naik daun. Para polisi itu tengah mencari bukti adanya penculikan yang terjadi yang menjadi penyebab hilangnya member  inti tersebut.

“Bagaimana hyung hasilnya?” Tanya Key pada manajer mereka. Manajer hyung tampak cemas.

“Sepertinya ini memang kasus penculikan. Mengingat Yunho bahkan tidak membawa ponselnya.” Jelas manajer hyung. Tampak keempat membernya berwajah sangat khawatir. Takut terjadi sesuatu yang mengerikan menimpa leader mereka.

“Permisi manajer-sshi! Saya Choi Kyuhyun, detektif yang akan menangani kasus ini.” Ujar seorang namja yang memiliki wajah baby face. Terlalu muda bahkan untuk dikatakan sebagai detektif.

“Bagaimana detektif? Ada yang bisa kami bantu? Saya sangat berharap Jung Yunho dapat segera ditemukan!” Ucap manajer hyung disertai anggukan dari keempat anak buahnya.

“Apa anda dihubungi oleh penculiknya? Untuk meminta tebusan?”  Tanya Kyuhyun. Mereka berlima pun saling pandang satu sama lain.

“Tidak ada salah satu dari kami yang dihubungi seseorang yang mencurigakan.” Jawab Yoochun.

“Ah! Setelah diselidiki ini memang kasus penculikan tapi tidak disertai perampokan. Bahkan sepertinya Yunho-sshi dibawa tanpa perlawanan.” Ucap Kyuhyun lagi sembari berpikir. Manajer hyung tampak terbelalak kaget.

“Bagaimana bisa!?” Ucapnya terkejut. Manajer hyung tidak bisa berpikir siapa yang menjadi tersangka di dalam kasus ini mengingat banyaknya fans dan sasaeng fans bahkan antifans di Korea. Tidak mungkin jika polisi harus menyelidiki mereka satu persatu.

“Kumohon detektif temukan Jung Yunho secepatnya!” Ucap Junsu akhirnya.

 

 

*Malam hari yang sunyi*

“Oppa bangun!” Seru namja berwajah cantik itu menepuk rahang tegas yang tengah tertidur di depannya. Yunho mencoba membuka matanya yang berat dilihatnya sosok wajah indah itu di hadapannya tengah menatapnya sembari tersenyum.

“Dimana ini!?” Ucap yunho setelah sadar bahwa Ia terikat kembali di ranjang. Belum selesai keterkejutannya. Yuno kembali membelalakkan matanya saat mengetahui bahwa Jaejoong tengah menindih tubuhnya. Namja cantik itu sudah mengenakan piyama bergambar beruang yang Ia gunakan tadi pagi.

“A-apa yang mau kau lakukan!?” Pekik Yunho melihat namja cantik itu terkekeh diatasnya.

“Aku mau ini dan itu Yunho-ah~~” Ucapnya menggoda. Membuat Yunho kembali menelan ludahnya. Pikirannya sudah kearah sana. Sesuatu yang dilakukan hingga ranjang ini kemungkinan bisa rubuh.

“M-mwo!?” Pekik Yunho lagi. Jaejoong bergerak mendekatkan wajahnya ke wajah kecil di hadapannya. Mencium hidung mancung itu lembut. Yunho mengerjapkan matanya tidak percaya.

“Aku mau bibir ini~” Ucap Jaejoong manja kemudian mengecup bibir berbentuk hati itu. Yunho masih terdiam kaku.

“Sayang jika namja tampan seperti mu disia-siakan..” Bisik Jaejoong sedikit mendesah tepat di telinga Yunho. Membuat bulu kuduk namja tampan itu berdiri. Jaejoong kembali menciumi wajah kecil di hadapannya. kemudian mulai membuka kancing kemeja yang dikenakan Yunho. Mata musang itu terbelalak melihat aksi Jaejoong.

“Oppa saranghae~~” Kemudian Jaejoong melumat bibir berbentuk hati itu sebelum mengeluarkan aksi protesnya. Yunho tidak melakukan perlawanan apapun ketika bibir tipis nan manis itu melumat habis bibirnya. Bahkan Ia tidak tahan untuk tidak membalas permainan yang dilakukan namja cantik ini.

Setelah puas dengan bibir berbentuk hati itu. Jaejoong mulai menelusuri rahang kokoh sang leader. Menciumi dan menjilatnya seakan Ia tengah akan memakan sebuah kue coklat yang besar. Jaejoong berlanjut menciumi leher jenjang milik Yunho bahkan tidak tanggung-tanggung untuk membuat banyak kissmark di sana.

“Ahh~~” Desahan pertama yang keluar dari bibir Yunho membuat namja cantik itu semakin bersemangat untuk melakukan aksi pervertnya. Aksi yang bahkan tidak pernah Ia mimpikan sama sekali. Bercinta dengan Jung Yunho.

Jaejoong kembali menekuni dada bidang milik Yunho kali ini. Mengecup, menciumi dan menjilatnya. Meninggalkan banyak kissmark dan lovebite di sekujur  dadanya. Jaejoong bergerak turun membuat bokongnya menyentuh tonjolan di bawah sana. Sepertinya Yunho sudah memulai ereksinya. Tapi Jaejoong masih berkutat dengan perut rata kotak-kotak milik Yunho.

“Ahh~~ ahh~~ aku sudah tidak tahan~~” Racau Yunho merasakan celana jeansnya kian menyempit.

“Sabar oppa~~” Ucap Jaejoong kemudian menciumi  kembali perut rata itu sampai batas celana jeans yang melekat di bagian tubuh bawah milik Yunho.

“Ah~~ cepat masukan!” Racau Yunho. Tubuhnya bergelincang saat lidah Jaejoong menyentuh bagian sensitive di sekitar perutnya. Jaejoong hanya terkikik kecill melihat pemandangan di hadapannya. tonjolan di balik celana jeans itu. Jaejoong mengusap lembut junior milik Yunho yang masih terbungkus celana jeans.

“Oppa~~” Panggil Jaejoong manja.

“Akh! Apa yang kautunggu!? Aku sudah tidak tahan!” Gertak Yunho frustasi. Jaejoong tersenyum penuh arti. Lalu bergerak kembali dan mendekatkan wajahnya ke wajah kecil itu.

“Aku akan melakukannya kalau kau mencintaiku oppa~~” Ucap Jaejoong lalu beranjak turun dari posisinya. Yunho membelalakkan matanya tidak percaya. Klimaks yang hampir dicapainya dijatuhkan begitu saja oleh namja cantik itu yang dengan santai melenggang pergi keluar ruangan.

“Hei! Yak! Hei! Lepaskan aku!? Lanjutkan apa yang sudah kau mulai! Kau menyiksaku! HEI!!” Teriak Yunho frustasi. Celananya yang semakin menyempit yang membuatnya sungguh tersiksa. Jaejoong kembali menyembulkan wajahnya dari sela pintu.

“Jika kau masih tidak suka padaku oppa, besok aku akan melapor pada polisi dan mereka akan segera menemukanmu.. dan itu hukumanmu karena tidak menyukaiku.. Selamat malam oppa!” Pamit Jaejoong. Wajahnya terlihat sendu. Yunho kembali berontak untuk melepas ikatan tangan dan kakinya. Entah darimana datangnya yang pasti Yunho membuang semua pikiran warasnya. Sepertinya Ia memang jatuh hati pada namja cantik nan gila itu.

“AAAAHHHHHHHHHHH LEPASKAN AKU!!!!” Teriaknya memecah keheningan malam.

 

TBC

Please leave a comment ^^

Kamsa~~ *lambai2

9 thoughts on “The Stalker – part 2

  1. wkwkkkkk….jae tega bgt…pake nimpuk n alat kejut listrik segala..
    ihhh…kenapa si yunho gak dimandiin hahhahaa…#yadong
    update kilattttttttttttttt yaaaaaa….

  2. buahahahahahaha~~~~😄😄
    jaema tambah creepy!! #plakk
    tapi malah kesannya jadi lucu…. apalagi wktu scene yunpa di kmr mndi, fufufu~ *nyengir g jelas*
    asli mi apa, ini kocak banget! jaema yg terobsesi banget ma yun tp blum bisa melakukan ‘ini’ dan ‘itu’ dengannya sbelum ada cinta! haha!
    u-know its really frustating in the last scene!! lol
    great~!! ^^

  3. jae tega nyakiti yun tp sumpah lucu abis sorry br bs komen sekarang sebenarnya uda pernah buka list lain nya tp br ada waktu buka sekarang

  4. boleh minta password chap selanjutnya ? Saya penasaran. soalnya kalau Di Jackal kayaknya gak ada NC…
    mohon reply segera, Gomapta..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s