FAKE LOVE/ YUNJAE/ CHAPTER 1


Created by Amee
Chapter 1
.
.
Angin menerpa wajah Jaejoong tanpa merasa canggung, seolah ingin memanjakannya, menyisir lembut rambutnya. Ia tampak kasual, seragam sekolah yang dikenakan setengah berantakan, eye-liner yang masih tersisa, dan cat kuku hitam. Tidak buruk sebenarnya, bagi yang sudah mengenal Jaejoong sebagai cosplayer gothic lolita.

Jaejoong menuntun langkahnya, seirama, kanan-kiri lalu kanan lagi. Santai ia menembus pintu, masuk ke dalam kelas. Jaejoong dapat merasakan ada sepasang mata yang mengamatinya sejak melewati pintu, namun diabaikannya.

“Astaga, Kim Jaejoong baru memasuki kelas dua menit sebelum bel, ada apa? Tidak biasanya. Apa kau terlalu keasikan berdandan tadi malam sehingga bangun terlambat? Ini aneh, karena biasanya aku yang terlambat datang,” cerocos Changmin.

Diliriknya Changmin sekilas, lantas dipasangnya earphone, dan mulai mendengarkan salah satu lagu milik Everlasting. “Itu karena kau pemalas.”

Changmin mencengkram dadanya dengan gerakan dramatis, berpura-pura bahwa ia tersakiti. “Kau sangat kejam,” katanya.

Tidak ada respon sedikit pun dari Jaejoong, dan ketika Changmin menoleh didapati temannya itu sedang mendengarkan lagu sambil menutup mata. Changmin menghela nafas berat, percuma saja ia berakting tadi, Jaejoong sama sekali tidak memedulikannya.

Setelah beberpa menit yang menjemukan bagi Changmin, akhirnya J membuka matanya dan setetes air mata turun membahasahi pipinya. “Evarlasting sangat menakjubkan,” katanya.

“Lebih menakjubkan aku,” balas Changmin.

Jaejoong mendelik malas, sementara Changmin mulai terlihat bosan. Ia jadi berpikir, bagaimana Jaejoong bisa sebegitu tergila-gila pada band tidak jelas seperti itu, dan yang lebih mengherankan, bagaimana mungkin Jaejoong bisa meneteskan air mata setelah mendengar lagu dengan hentakan keras.

“Aku melihat poster-poster aneh di sepanjang jalan tadi,” kata Changmin.

“Everlasting memang ingin mengguncang penggemarnya,” jawab Jaejoong antusias.

Changmin menghela nafas, ia merasa telah salah memilih topik pembicaraan. “Aku tidak mengatakan bahwa poster yang kulihat adalah everlasting,”

“Tapi aku paham maksudmu,” sela Jaejoong. “Gosip yang beredar vokalis Everlasting akan membuka make up topengnya pada konser yang akan mereka tampilkan satu bulan lagi. Mereka bilang ia sangat tampan, meskipun aku tidak peduli sebenarnya, meski ia tidak tampan pun aku tetap menyukai Everlasting.”

“Karena ada aku yang lebih tampan, benar? Aku pikir dia itu sangat buruk rupa, makanya dia selalu menggunakan topeng make up untuk menyembunyikan wajahnya. Dan kudengar semua lagu yang dinyanyikannya bukan karyanya,”

“Kau salah, CSN menciptakan hampir semua lagu yang kau bawakan. Itu yang dia katakan ketika mereka melakukan konferensi pers,”

“Bagaimana mungkin seperti itu, yang kutahu dia tidak pernah berbicara selain bernyanyi di atas panggung,”
“Itu karena dia sangat cool!”

“Aku jauh lebih cool,”

Dan perdebatan antara keduanya terus berlangsung, bahkan mereka tidak menyadari ketika Han songsaenim memasuki kelas. Dan pada detik berikutnya, ketika Changmin dan Jaejoong mulai saling berteriak, Han songsaenim melemparkan penghapus papan tulis yang sukses membuat keduanya diam.

XXX

Jung Yunho berjalan dengan gusar, sesekali di tendangnya apa pun yang ada di hadapannya. Ia bosan akan hidupnya, ia lelah. Diliriknya poster yang memuat Everlasting hampir di sepanjang jalan yang ia lewati.
“Cih, apa-apaan itu, memuakkan,” kata Yunho.

Ia menengadahkan kepalanya ke langit, lantas dihalangi matanya dengan telapak tangan ketika ia merasa terlalu silau. Angin menerpanya hingga rambutnya berkibar. Ia merasa dirinya seperti daun yang terbakar api lantas menjadi abu dan lambat laun menghilang tertiup angin.

Orang-orang mengeksplorasi dirinya sedemikian upa hingga ia tidak mengenali dirinya sendiri. Kenapa mereka sangat memuja seseorang di balik topeng. Setelah menengadah cukup lama,Yunho memutuskan untuk mencabut salah satu poster tersebut dan merobeknya lantas membuangnya.

Pikirannya kosong, dan ketika tersadar ia telah berada di depan pintu apartemennya. Yunho mengeluarkan kunci dan membuka pintu dengan enggan. Masuk ke dalam dan menemukan seseorang di sana. Ia sedikit terhnyak, namun kemudian mencoba kembali menguasai diri.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Yunho.

“Menunggumu, tentu saja. Untuk apa lagi? Apa kau tak merindukanku?” tanya Jessica.

Yunho tidak menjawab, ia justru menyibukan diri dengan menggantungkan mantelnya. Ketika ia berbalik, Jessica telah berada di hadapannya lantas memeluknya. Yunho merasa luluh, ia balas memeluk Jessica dengan sangat erat. Menjatuhkan kepalanya di pundak wanita itu.

“Aku mencintaimu, sangat mencintaimu,” kata Yunho.

“Aku tahu,” jawab Jessica.

Keduanya saling bertatapan untuk beberapa saat, lantas dengan gerakan yang lembut Yunho mengecup bibir Jessica, yang kemudian berubah menjadi lumatan-lumatan yang menghasilkan bunyi kecipak.

Jessica mencengkram kaos hitam Yunho, lantas meloloskan kaos itu lewat kepala, hingga Yunho berada dalam keadaan topless, menampilkan abs nya yang sempurna. Pada detik berikutnya, Yunho telah membawa kekasihnya dan menjatuhkannya di atas ranjang. Di bawah sehelai selimut putih tipis, mereka bercumbu.
.
.

Berapa lama yang mereka butuhkan untuk berbagi peluh, desahan-desahan yang kemudian terasa menyayat bagi Yunho. Jessica telah berpakaian lengkap dan kini tengah menata rambutnya, sementara Yunho masih bergelung dengan selimut di atas ranjang.

“Aku harus pergi sekarang,” kata Jessica.

“Mau aku antar?” tanya Yunho.

“Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri,” Jessica berjalan ke arah Yunho lantas mengecup bibirnya singkat. “Sampai jumpa,” katanya. Lantas menghilang dari pandangan Yunho.

Yunho menatap langit-langit kamarnya dengan hampa. Ia bahkan tidak dapat mempercayai bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Siapa yang tidak kenal Jessica Kim, seorang aktris dan presenter yang sedang naik daun. Yunho tertawa sarkastik.

Diraihnya remote dan dinyalakannya televisi, yang kemudian membuat Yunho menyesal melakukannya. Sebuah berita seputar dunia keartisan menampilkan sebuah berita yang sedang hangat dibicarakan. ‘Jessica Kim Terlibat Skandal dengan Produsernya’

Dilemparnya remote dengan kasar, lantas diacak-acak rambutnya dengan kasar, saking frustasi. Yunho mendecih. “Seharusnya wanita itu hamil saja, jadi aku bisa menikahinya!”

XXX
Waktu baru saja bergeser sehingga tepat pukul tiga sore. Yunho tengah berada dalam salah satu kafe, ia tidak benar-benar berada di sana sebenarnya, karena pikirannya melayang entah kemana.

Ketika ia telah merasa sangat bosan, diputuskannya untuk ke ktoilet. Membasuh wajah disana, klantas menenangkan diri. Sebagai seorang vokalis terkenal, Yunho sangat hebat karena tidak akan ada yang mengenalinya meski berjalan-jalan tanpa penyamaran, karena penyamaran justru ia gunakan di atas panggung.

Ketika ia melangkan kakinya keluar dari toilet, ia terhenyak, ia mengeryitkan dahi ketika melihat Jaejoong dalam balutan gothic lolita tengah berjalan menuju bar, setelah menaruh cola float di atas meja.

“Apa-apaan wanita itu, memakai kostum seperti itu di siang hari seperti ini,” bisik Yunho.

Entah bisikan setan dari mana, meski ia sempat mencelanya, namun Yunho tetap mendekati sosok tersebut. Ada sebuah ketertarikan magis yang ia rasakan ketika melihatnya. Dan pada detik berikutnya, Yunho mencium Jaejoong, menekan kepalanya agar dapat melumatnya lebih dalam. Merasakan bibirnya yang dipoles lipstik hitam, rasanya manis, dan lembut. Dan saat itulah blitz kamera menyilaukan matanya.

Jaejoong mendorong Yunho dengan kuat hingga tersungkur. Ditatapnya laki-laki yang sempat membuatnya kesal karena terlihat sangat tampan hingga hampir mengalahkan ketampanannya. Jaejoong menggosok bibirnya dengan punggung tangannya. Ini benar-benar gila. Dunia sangat kejam terhadapnya.

“Kau gila. Pedofil. Laki-laki tua. Otak udang. Dan kau itu GAY! Menyingkir dariku!” teriak Jaejoong.

Yunho membelalakan matanya ketika indra pendengarannya tidak dapat mencerna kata ‘gay’ yang diteriakkan dengan penuh penekanan. Dia bukan wanita. Namun dengan cepat Yunho dapat menguasai diri. Sementara Jaejoong dapat merasakan dadanya naik turun dengan cepat karena emosi. Sebuah seingaian muncul di ujung bibirnya ketika pikiran evilnya mengingat bahwa laki-laki itu akan segera meminta maaf.

“Tetaplah berpenampilan seperti itu, berpura-puralah aku tidak mengetahui bahwa sebenarnya kau ini laki-laki. Mulai saat ini kau adalah kekasihku.” kata Yunho dengan kewarasan yang Jaejoong yakin telah terpisah dari jasadnya.

Jaejoong membelalakan matanya sempurna. Ia ingin menendangnya.

TBC

NB: akan selalu ada Changmin di setiap fic yang Amee bikin, coba amati!
Dan Yunppa masih muda ko, ga jauh beda ma jejung, cuman saking keselnya jadi di sebut pedo hahaha

4 thoughts on “FAKE LOVE/ YUNJAE/ CHAPTER 1

  1. aaaaa……
    seru… bahasanya bagus,,
    wah yunho bener2 deh masa baru ketemu udah nyosor aza… langsung mengklaim jae jadi kekasihnya lg…
    wow jae bajal tau gak ya xl yunho it org yg diidolakannya aaaaa penasaran tingkat tinggi
    lanjut…..

  2. ouch! im tottally wrong!! #faceplam
    ternyata yun yg nyelonong nyipok jae.. g ketebak palg bilg pedophil sgala. tehee~
    isshh~ itu yunpa kok bisa2nya bergulat sm jess >< tak rela~ sungguh tak rela~ yun yg jd vokalis 'bertopeng' to? *dong dong *lemot bu~
    and jae fans beratnyah?!

    hmm~ interesting! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s