FATED/ YUNJAE/ CHAPTER 2


FATED

Chapter 2- There’s Nothing To Tell

Created by Amee

.

.

Warning: Mpreg, dan mungkin nyelip beberapa harsh word.

.

.

Tiga hari kemudian semua koran dan telivisi Korea menayangkan berita dengan headline besar-besar: Pesta amoral di salah satu rumah mewah di Jalan Myungdong. Putra pengusaha terkenal J.S memperkosa seorang mahasiswa kedokteran. Putra pengusaha terkenal tertangkap menggunakan obat perangsang. Anak-anak pengusaha dan pembesar negara menyelundupkan obat bius?

 

Itu hanya sebagian dari semua headline yang bertebaran. Pagi tadi Jung Sangguk memerintahkan pelayannya membeli sepuluh koran yang berbeda. Ia tidak henti-hentinya membaca berita mengerikan itu. Anaknya JY telah memperkosa seorang mahasiswa kedokteran bernama JJ.

 

Sangguk melemparkan koran dalam genggamannya ke lantai, lantas ia mencengkram ujung meja keras-keras. Diamatinya lagi koran itu.

 

“Mengapa tidak sekalian ditulis Jung Yunho bukan JY. Mengapa tidak sekalian ditulis pengusaha terkenal Jung Sangguk. Sekalian. Biar aku mati sekalian,” pekik Sangguk.

 

Sangguk mengamati ruang televisi dari tempatnya duduk. Masih teringat ketika Yunho berusia tujuh tahun dan adiknya Hoya yang baru berusia lima tahun bermain-main dengan riang di sana. Mereka anak yang nakal, aktif, sehat, selalu gembira seperti anak-anak lain. Sangguk merasa keluarganya bahagia, dan itulah kesalahannya. Ia selalu pulang larut malam, percaya bahwa di rumah istrinya menjaga kedua anaknya dengan baik, padahal tidak. Istrinya melakukan affair di belakangnya. Dan istrinya pergi. Dan hasilnya kini? Satu anaknya, Jung Yunho meringkuk di dalam penjara!

 

Sangguk mengeram frustasi. Ia merasa Yunho telah menjatuhkan nama baiknya, dan ini semua salah mantan istrinya, tidak mungkin masih bisa disebut istri karena dia belum menceraikannya. Sekali lagi Sangguk mengeram lantas dipukulnya meja keras-keras.

 

“Yunho, baru minggu lalu aku menawarimu untuk pindah keluar negeri. Dan sekarang kau menghancurkan semuanya!” sesal Sangguk.

 

Mendadak pintu terbuka dan seorang wanita berdiri di sana. Sangguk membelalakan matanya lantas ditunjuknya orang itu sambil tertawa.

 

“Kau, mau apa lagi kau ke sini? Mengakui dosa-dosamu? Dimana kekasih sialanmu itu?” pekik Sangguk keras. “Semuanya hancur sekarang!” Sangguk menatap tajam wanita di hadapannya.

 

“Benarkah… Yunho ditahan?” ujar Eunsu dengan suara tertahan.

 

Untuk sekian detik Sangguk tertegun mendengar suara merdu yang dulu sangat dicintainya, kemudian ia tertawa keras. “ Tentu saja. Kau pikir hukum tidak berlaku di negeri ini. Hah, dia memperkosa anak orang, dan ini salahmu! Aku akan sangat menyalahkanmu jika namaku jatuh!”

 

“Maafkan aku,” Eunsu mulai terisak.

 

“Berhentilah berpura-pura seperti itu, memuakakan!”

 

“Aku akan menengoknya,”

 

“Apa?”

 

“Aku akan mengunjungi Yunho di penjara,” Eunsu berbalik lantas pergi.

 

“Tunggu dulu!” panggil Sangguk, namun tak didengar. Eunsu terus berjalan hingga menghilang di balik pintu.

 

OOO

 

Jaejoong duduk sendirian di kamar itu, di bagian kebidanan. Seorang dokter tua memeriksanya, menanyakan ini itu sampai hal yang terkecil, dan itu terasa sangat memalukan dan menghina, meski sebenarnya Jaejoong tahu dokter itu tidak bermaksud seperti itu. Di tengah-tengah pemeriksaan itu, mendadak Jaejoong mengingat Changmin dan ia menangis.

 

Dokter tua itu menghibur Jaejoong yang hanya di balas Jaejoong dengan senyuman tipis. Pikirannya melayang-layang kemana-mana. Ia yakin koran dan televisi pasti sudah menayangkan berita tentangnya. Dan itu sangat memalukan. Semua orang akan tahu bahwa berdasarkan visum et repertum dokter ia sudah tidak suci lagi. Dan Jaejoong kembali menangis, berusaha memeluk dirinya sendiri.

 

Dipikirnya lagi siapa sebenarnya laki-laki itu, bahkan Junsu juga mengaku baru mengenalnya kemarin malam, dan Junsu menolak untuk memberitahunya siapa nama laki-laki itu. Semua hal mengerikan ini terjadi karena satu pesta. Kenapa Tuhan membiarkannya datang ke pesta itu?

 

“Sial,” umpat Jaejoong ketika dokter telah ke luar ruangan dan hanya ada seorang suster di sana.

 

Bagaimana dengan Changmin? Kaliamat itu yang berkali-kali berputar di kepalanya. Bagaimana Jika Changmin tidak mau mengerti? Apa ia harus kehilangannya? Apakah harapannya kepada Tuhan akan berantakan? Apakah ia tidak bisa menjadi seorang ibu normal? Jaejoong menghela nafas, ia tahu, mungkin sekali Changmin akan menolaknya dan itu haknya. Dan sekali lagi air mata meleleh membasahi pipinya.  Bisa jadi bukan hanya Changmin yang akan menghinanya, tapi semua orang. Dan Jaejoong mulai terisak keras.

 

Jaejoong sedang terisak, menyusupkan wajahnya pada bantal untuk meredam suaranya. Saat itu Jung Sangguk masuk diantar seorang suster.

 

“Jaejoong-sshi, ada tamu,” gumam suster itu sambil menyentuh pundak Jaejoong lembut.

 

Pelan-pelan Jaejoong mengangkat kepalanya, ia menatap laki-laki dihadapannya. Dengan cepat ia menghapus air mata yang menggenangi pelupuk matanya kemudian memaksakan diri untuk tersenyum.

 

“Silakan duduk, anda siapa?” tanya Jaejoong sopan.

 

Sesuatu terasa berdenyut di dalam dada Sangguk mendengar suara lembut itu. “Saya Jung Sangguk, ayah Jung Yunho,” jawab Sangguk.

 

“Ayah Jung Yunho, siapa?” Jaejoong mengeryitkan dahinya.

 

“Yunho, itu…” Sangguk merasa suatu beban menimpanya sehingga sulit untuk bicara.

 

Jaejoong menatap laki-laki itu, lantas segera tersadar. Ah jadi namanya Jung Yunho, pikir Jaejoong.

 

“Silakan duduk, maaf saya tidak mengenal anda,” ujar Jaejoong pelan.

 

“Terimakasih. Dan tidak. Kau jangan meminta maaf, aku yang salah. Aku yang telah gagal mendidik anakku sehingga membawa kesialan untukmu. Tapi sekarang, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan,” Sangguk menatap Jaejoong dalam sementara yang ditatap justru mengalihkan pandangan. “Tolong, beritahu aku, apa yang harus kulakukan untuk menebusnya?”

 

Jaejoong menatap laki-laki tua itu. Haruskah ia membencinya? Memakinya?

 

“Kumohon, maafkanlah anakku. Katakan padaku apa yang kau inginkan, aku akan menurutinya apapun itu, tapi kumohon jangan tuntut dan jangan masukan ia ke dalam penjara, aku mohon,” Sangguk menunduk dalam.

 

“Apa kau tahu apa akibat perbuatan anakmu? Aku bukan yang dulu lagi. Aku sudah kotor dan terhina,” jawab Jaejoong dengan nada datar.

 

“Aku tahu itu. Maafkan aku. Tapi kumohon, kasihanilah aku. Aku sudah tua, jadi tolong jangan biarkan di penjara, itu akan menghancurkanku. Kumohon Kim-sshi, maafkan aku. Aku akan melakukan apa saja, kumohon,”

 

Jaejoong merasa kepalanya hampir meledak sekarang. Ia kesal, sangat. Ia mengatupkan bibirnya kuat-kuat. Ditatapnya Sangguk, ia belum pernah bertemu dengan orang seegois itu sebelumnya. Cih, dia bilang akan kehilangan nama baik dan kekuasaannya begitu, lalu bagaimana dengannya yang akan kehilangan Changmin. Jaejoong menatap Sangguk geram.

 

Jaejoong merasa ketakutannya semakin besar. Bagaimana jika ia hamil, ia tidak mau bajingan itu menjadi anak dari ayah-ayahnya. Jaejoong mencengkram keras ujung selimut. Sementara di hadapannya Sangguk masih terus berbicara, dan Jaejoong sama sekali tidak bisa mendengarnya. Mendadak Jaejoong tersadar dan cepat-cepat menekan bel di sampingnya.

 

Sangguk menegang ketika seorang suster datang dan mempersilakannya keluar. Diatatanya Jaejoong dan suster itu bergantian.

 

“Masih ada yang harus kusampaikan padanya,” ujar Sangguk.

 

Suster menggeleng. “Tidak bisa. Anda dipersilahkan pulanh, pasien tidak boleh diganggu terlalu lama,”

 

“Lima menit lagi,” ujar Sangguk, ia menoleh pada Jaejoong dan didapatinya Jaejoong sudah berbaring tidur di atas bantal. “Baiklah. Bisakah saya datang lagi nanti?” tanya sangguk.

 

Suster itu mengangguk.

 

“Besok?” tanya Sangguk lagi.

 

Suster itu berpura-pura tidak mendengar. Dibukakannya pintu, mempersilahkan Sangguk keluar.

 

Setelah itu, setiapn hari akan datang karangan bunga untuk Jaejoong dari Jung Sangguk sebagi permintaan maaf. Jaejoong selalu mencibir setiap karangan bunga itu datang, namun Jaejoong tidak bisa memungkiri bahwa dirinya memang menyukai bunga-bunga itu.

 

OOO

 

Sudah seminggu Jaejoong di rawat di rumah sakit, dan dokter sudah memperbolehkannya untuk pulang besok.

 

Jaejoong sedang merapikan barang-barangnya ketika seorang laki-laki dengan pakaian rapi masuk ke dalam kamar rawatnya. Jaejoong menatap laki-laki itu dengan pandangan menyelidik yang dibalas dengan senyum sopan oleh laki-laki itu.

 

“Saya Song Wonbin. Saya bekerja untuk Tuan Jung Sangguk,” ujar laki-laki sambil menyerahkan kartu nama pada Jaejoong.

 

Pengacara, pikir Jaejoong. Tapi ia tidak mengatakan apa-apa, hanya menatap Wonbin dalam diam.

 

“Ano, saya diminta klien saya untuk menanyakan kepada anda, kapan anda akan mengajukan surat pengaduan kepada polisi?” tanya Wonbin.

 

“Siapa bilang aku akan mengadukannya?” Jaejoong balas bertanya.

 

“Bukan siapa-siapa, kami hanya menduga-duga. Karena itu memang hak anda. Memang sudah sepantasnya anda menuntut ganti rugi atas pencemara yang telah anda teriman,”

 

“Aku bisa melakukannya?”

 

“Ya, tentu saja. Karena nama yang sudah tercemar sulit untuk dikembalikan. Tapi jangan lupakan bahwa publik juga tahu, anda sama sekali tidak bersalah. Tapi jika anda mengajukan masalah ini ke pengadilan, maka masalah ini akan semakin rumit. Semua aorang akan tahu dan membicarakan masalah ini untuk waktu yang lama,”

 

“Apa kau sudah selesai? Boleh aku menjawabanya?” sela Jaejoong sarkastik.

 

“Ah satu lagi, klien kami ingin memberikan sedikit persembahan untuk anda, tapi karena Tuan Sangguk tidak tahu harus memberi apa kepada anda, dia meminta anda untuk menyebutkan apa yang anda inginkan dan kami akan memenuhinya,”

 

Jaejoong membelalakan matanya lantas tertawa. “Sampaikan pada Tuan Jung Sangguk yang terhormat agar ia tenang mulai sekarang. Aku tidak akan mengadukan siapaun dan aku tidak menerima suap. Dan silahkan untuk meninggalkan tempat ini,”

 

“Anda tidak menginginkan apa-apa?”

 

“Yang kuinginkan adalah kuharap kau dan klienmu pergi dari kehidupanku. Dan kuharap jangan kembali untuk menggangguku lagi!” pekik Jaejoong.

 

TBC

 

Yunho muncul besok. Tinggalin jejak plis^^

8 thoughts on “FATED/ YUNJAE/ CHAPTER 2

  1. such a shock!! o.O
    WAE yun??!! WAE~~~~??!!!! *jambak rambut junsu* (?)
    knapa bisa yun dg teganya ngerape jae kyk gitu?? and ngobat pula??!
    bad~ bad~ yunpa!!
    mungkin krn salah ortunya jg kali… kurang perhatiaann..!
    jaema~ udah nrimo aja takdirmu memang akan kembali ke yunpa
    #puk-puk umma
    ahh~ author sukses bikin aku frustasi bacanya…
    daebak thor!! penasaran sama pov’nya yunpa next chap! ^^

  2. such a shock!! o.O
    WAE yun??!! WAE~~~~??!!!! *jambak rambut junsu* (?)
    knapa bisa yun dg teganya ngerape jae kyk gitu?? and ngobat pula??!
    bad~ bad~ yunpa!!
    mungkin krn salah ortunya jg kali… kurang perhatiaann..! ><
    jaema~ udah nrimo aja takdirmu memang akan kembali ke yunpa
    #puk-puk umma
    ahh~ author sukses bikin aku frustasi bacanya…
    daebak thor!! penasaran sama pov'nya yunpa next chap! ^^

  3. wah jd bener pria misterius itu yunpa.
    he he he jaema kok ga suka ama yunpa sih malah sukany ama changmin.
    chapt depan semoga yunpa bisa dapetin hati jaema ya.
    lanjut ya ceritanya …

  4. koq bisa sampe di ekspos gitu???
    n jae kan namja…bingung koq sampe dilaporin hehhehe
    n koq bs sih jae tuh sama changmin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s