I’m Player And Never Change – Part 2


Happy Reading ^^

=================================

.

.

.

Sosok berwajah malaikat itu tertidur begitu lelapnya. Doe eyesnya terpejam lembut membuat bulu mata lentiknya terlihat begitu indah.

Changmin menutupi tubuh hyungnya dengan selimut yang dia ambil dari kamar Jaejoong. Pasalnya Jaejoong tertidur di sofa ruang tengah ketika tadi ia sedang menemani namja jangkung itu bermain game. Merasa tidak tega membangunkan hyungnya yang terlelap begitu pulas, Changmin tidak berani mengganggunya.

Dibenarkan sekali lagi letak selimut yang menempel pada tubuh berkulit putih itu. Di tatapnya penuh kasih wajah kakak laki-lakinya.. Kakaknya yang sekarang memilih hidup mandiri terpisah dari dirinya dan Mr. Shim, menolak tawaran ayah Changmin untuk membantu sang ayah dan sang adik di Shim Company kelak.

Changmin tahu apa alasan hyungnya melakukan itu. Meskipun Jaejoong berdalih seratus alasan.. Tapi sejujurnya namja cantik itu tidak pandai bersilat lidah.. Dia memilih tinggal terpisah karena tidak mau menerima sokongan harta dari Mr. Shim dan berusaha melanjutkan hidup dengan bekerja sendiri.

.

.

.

.

.

Title: I’m Player And Never Change

Main cast:

– Jung Yunho

– Kim Jaejoong

– and OTC

Author: I.Anisa.Shipper a.k.a Park Jaehyun

Genre: YAOI, OOC, Typo(s), Romance(?)

Rate: PG – 19

Length: Chapter 2 of 5

Warning: This is YAOI’s story! BOY X BOY! Male x Male! Boys Love! So, buat yang anti atau kaga suka sama genre yang beginian, please klik back! Karena ini hanyalah imanjinasi liar author semata yang mencoba menuangkannya dalam bentuk fic. DONT LIKE DONT READ! No bash! TERIMA KASIH

.

.

.

.

.

.

.

Kerja otak memang aneh. Terkadang ia berkutat pada suatu masalah yang tak penting, untuk mengindari masalah yang sesungguhnya. Mungkin sebagai bentuk pengalihan. Mungkin otak Yunho protes karena di penuhi dengan berbagai masalah akhir-akhir ini.

Masalah apa?

Tentu saja masalah asmaranya.. Masalah hatinya… Masalah perasaannya..

Yunho memang punya segalanya. Karier cemerlang, keluarga yang menyayanginya, teman dan para bawahan kantor yang tunduk hormat kepadanya, kehidupan yang glamour serta kondisi finansial yang berlebih.

Namun ada yang tersirat dari semua itu.

Kenapa masih tetap ada ruang kosong yang mengisi relung hatinya? Meskipun puluhan bahkan lebih baik yeoja maupun namja yang selama ini dikencaninya.

Tapi hati seorang jung Yunho seolah mati rasa.

“Shit!”

Yunho membanting kasar pintu mobil Audi hitamnya. Bibir berbentuk hatinya berdecak kesal. Otaknya masih memproses kejadian beberapa menit yang lalu., saat adik laki-lakinya, Jung Siwon menceramahinya panjang lebar tentang hubungan Yunho dan Jaejoong. Siwon berkata bahwa dia akan membuat Jaejoong membenci Yunho sehingga dia bisa memiliki namja cantik itu seutuhnya tanpa harus tersaingi sang kakak.

Yunho menstater mobilnya dan menginjak pedal gas dengan emosi. Di kemudikannya Audi hitam itu gila-gilaan. Pikirannya saat ini hanya satu. Menemui Kim Jaejoong.

.

.

.

BRAK

 

Kaki jenjang namja bermata musang yang saat ini tengah memancarkan amarnya menendang kasar sudut meja di ruang tamu apartemen kekasihnya.

“Aku tidak pernah melarangmu untuk menjalin hubungan dengan namja lain terkecuali ADIKKU..” Yunho mencengkeram erat pinggang Jaejoong dengan kedua lengan kekarnya. Di pojokannya posisi Jaejoong hingga punggung namja cantik itu menekan pada dinding.

Tubuh keduanya saling menempel dan merapat. Ujung hidung mereka bersentuhan. Bahkan aroma mint nafas Yunho menguar dalam indera penciuman Jaejoong.

“Kau melarangku Yunnie ah? Bukankah menjadi hak ku bebas dengan siapapun aku ingin bermesraan hn?” Nadanya begitu tenang dari bibir semerah chery yang mengoda.

“Kau kekasihku Boo!” kecam Yunho.

“Dan kau juga kekasihku Yunnie… Cih, jangan egois Bear… Kau bebas berhubungan dengan siapapun aku tidak pernah melarang.. Karena aku juga tidak suka dilarang!”

“Tapi tidak dengan Siwon!”

“Masalah buatmu?”

“Dia adikku!”

“Bukankah itu terdengar keren, Kim Jaejoong memiliki kekasih Jung bersaudara! Ahahahhmpt…mmhpth”

Bibir Yunho memagut rakus bibir Jaejoong. Ciuman kasar dan terkesan mengedepankan emosi. Bibir hati Yunho mengecap, mengulum, mengigit kasar yang berakibat Jaejoong mengerang serta memekik pelan mendapati serangan tiba-tiba itu.

Tangan Yunho merobek kasar kaos V neck cream yang menempel di tubuhnya.

“Kau milikku Boo., hanya miliku!” bisik Yunho penuh penekanan.

***

“Apa yang akan Jung Yunho katakan jika dia tahu bahwa ‘mainannya’ sedang di pakai oleh Park Yoochun, sahabat baiknya sendiri?”

Namja berwajah imut itu menatap Yoochun yang berbaring disampingnya dengan nafas yang masih terengah seusai sesi adegan dewasa yang baru saja di lakukan keduanya.

“Kau yang terlalu serakah Baby Su…. Apakah yang selama ini aku berikan tidak cukup untukmu hm?”

Yoochun mengelus dada bidang Junsu yang terasa lengket di tangannya karena basah oleh keringat.

“Aku hanya ingin melihat sejauh mana Hyungku membiarkan kekasihnya di sentuh orang lain.”

“Jaejoong itu tidak beda jauh dengan Yunho, Baby… Kau tidak akan melihat hasilnya!”

“Ania. Kau salah, Chunnie… Jaejoong berbuat nakal karena dia merasa muak dengan kelakuan liar Jung Yunho..”

“Lalu kenapa Jejoong tidak memutuskan hubungan mereka saja? Beres kan?!”

“Tidak semudah itu, Chunnie, karena hyung bodoh itu sudah jatuh cinta dengan Yunho dan tidak bisa melepasnya!”

“Benarkah? Ah~ sungguh cinta yang rumit!”

***

Sudah dua hari sejak kejadian dimana Yunho datang ke apartemennya dengan emosi lalu berakhir dengan melampiaskan nafsu birahinya kepada namja cantik itu.

Saat ini di lihat secara gamblang, Jaejoong memang sedang menonton televisi yang menampilkan acara reality show.

Tapi, jika di perhatikan lebih seksama sebenarnya tatapan mata onyx itu menembus entah kemana..

“Kau melarangku dekat dengan Siwon padahal kau sendiri sedang mengencani Junsu, Yun..”

“Aku hanya main-main dengannya Boo… Percayalah, aku memang berhubungan dengan puluhan yeoja dan namja di luar sana, tapi sungguh… Hanya kau lah satu-satunya kekasihku!” Namja tampan berrahang tegas itu membela dirinya.

Mata musang miliknya menatap sang pemilik mata onyx yang sejak tadi enggan menatapnya.

“Hebat sekali, kekasihmu hanya satu tapi selingkuhanmu berjumlah puluhan… Kekasih macam apa aku di pikiranmu, Bear?” seru Jaejoong. Meskipun terkesan menyindir, tapi sejujurnya nada suara itu terdengar mengandung luka yang disembunyikan.

“Aku hanya jenuh Boo!”

“Kau jenuh padaku?”

“Bukan begitu..,”

“Aku merasa tidak di hargai Yun…”

“Sudahlah Boo.. Tak akan ada habisnya membahas masalah ini… Sejak awal kita impas… Aku pemain dan kau juga pemain.. Tak ada yang di permainkan diantara kita berdua!”

Ada rasa ngilu di hati Jaejoong mendengar perkataan kekasihnya itu.

“Kau benar Yun… Hidup ini tak ada ubahnya seperti sebuah skenario drama… Kau hanya mempunyai dua buah pilihan, bermain? Atau dipermainkan?”

Yunho terdiam. Entah kenapa di matanya Jaejoong terlihat bersikap lain dari biasanya.

“Saranghae Jaejoongie~”

Direngkuhnya tubuh yang lebih kurus dari pada tubuh miliknya kedalam dekapan yang penuh kehangatan.

Sepasang sejoli itu merapatkan pelukan di atas sofa yang di duduki keduanya. Mengeliminasi jarak, Menyatukan raga.

“Kau tahu,Bear? Aku memang memiliki hubungan dengan orang lain, tapi terus terang aku tidak tidur dengan orang lain selain dirimu!” Jaejoong bergumam tak jelas di dada Yunho.

*****

Shim Changmin duduk manis di bangkunya. Kedua mata namja jangkung itu berbinar melihat pemandangan yang tersaji di atas meja tepat di hadapannya. Mulutnya tak henti-henti menelan ludah.

“Ahahahahaha~ jangan hanya di lihat, Changmin ah! Aku memesannya untuk di nikmati lidah bukan di nikmati mata!”

Suara__ah ani__lengkingan dengan aksen lumba-lumba itu menguar di sudut Blink Cafè tempat meja mereka__Changmin dan Junsu__duduk memesan makanan.

“Kau tidak bermaksud menyogok dengan semua ini kan, hyung?” Changin menatap tajam Junsu yang masih terkikik geli di kursi hadapannya.

“Aish… Kau pikir aku ini apa hah? Aku tidak usah repot-repot menyuapmu hanya untuk bermaksud mengetahui kabar hyungku sendiri!”

“Ck, percaya diri sekali kau!”

“Tentu saja!”

“Jadi apakah boleh aku memakan semua cake ini secepatnya?” Dengan antusias di tusukannya sendok kue di salah satu chese cake yang berada di piring paling besar.

“Apa kabar Jaejoong hyung?”

“Dia baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja!”

“Kalau begitu, kau mau membantuku Changmin ah?”

“Well, sudah ku duga kau ada maunya!” Changmin meletakan kembali sendok itu.

“Jadi apa tujuanmu Junsu hyung?” lanjutnya dengan menatap mata sipit Junsu.

“Kau tahu Jung Yunho?”

“Yeah, dia kekasih Jae hyung!”

“Kau tau dia laki-laki brengsek?”

“Jangan mengatai orang sebelum kau bercermin pada dirimu sendiri Kim Junsu!”

“Ahahahaha.. Arraseo!, oke.. Jadi menurutmu apakah Jung brengsek itu pantas menjadi kekasih Jae hyung?”

Changmin mendengus. Kenapa namja imut di depannya ini begitu cerewet dan bicara berputar-putar!

“Aku rasa itu bukan urusanku.. Terserah Jae hyung mau pacaran dengan siapapun..!”

“Aish, kau dongsaeng yang tidak perhatian!”

“Apa kau bilang? Lalu yang ku lakukan selama ini apa namanya?”

“Kau menyayangi Jae hyung ani?”

“Aku mencintainya! Argh.. Diamlah bebek idiot.. Kau membuatku sakit kepala!”

“YA! Jangan mengataiku, dasar tiang berjalan!”

“Cukup, jadi apa intinya?”

Namja yang lebih muda itu mencoba mengalah.. Karena selain malu dengan pengunjung cafè lain yang mulai memperhatikan adu mulut mereka, Changmin juga merasa perutnya sudah tidak tahan godaan.

“Aku ingin kau membantuku menjauhkan Yunho dengan Jae hyung!”

TBC

Fiuh~

Gimana readers masih mau di lanjut kah? Atau stop aja?

finally,

Thanks for reading ^^

6 thoughts on “I’m Player And Never Change – Part 2

  1. aigo. .aigo. .ternyta jj skit hati gegara yunpa yg player na minta ampun. knpa babe dua’in. eh bukan puluh’in emak gue yg bohai melabai. .

    junsu ikut2an mau ngrusak hbungan jaema ma yunpa. . awas loe pantat be2k. :@
    changmin ah sama aku aja gmana? :D:D

  2. Wae Junsu-yah…
    Apakah niat Junsu baik or sebaliknya?
    Dipanjangin dong chapter-nya…
    Ya! Ya! (kitty eyes)

  3. duh jd rumit begono.
    Yunho itu suka apa cinta sama Jj, knp dia ga berhenti aja jd player lalu serius sama Jj aja u,u
    Siwon itu ngancam atau cuma mau main2 aja yah?
    Lah Junsu mlh mw ngejauhin Yunho dr Jj.
    Hahahaha, kalo itu trjdi gmn Yunho-nya?
    Bakal kelabakan kga kalo jauh dr Jj😀

  4. berani amat ngeduain jaejae, hadew pabo yunho. kalian berdua tuh udah sama2 perfect, kenapa juga harus cari yang lain. yunho blm dapat balasan lho. ditinggalin jaejae baru tau rasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s