[EPILOG] The Stalker


Annyeong~~

The end of journey wkwkwkwk~~

==========================

Title : Stalker

Author : Ri3chan~

Cast : Jaejoong , TVXQ (format Junsu, Yoochun, Yunho, Onew, Key), Changmin

Pairing : Yunjae eternal

Genre : little bit humor, drama(?), NC xD~~

Summary : Yunho belong to Jae, Jae belong to Yunho and Yoochun belong to me *dihajar

Banyak adegan yang terinspirasi dari Jackal is coming ^^ jd ini seperti penulisan ulang film dalam alur yang berbeda hehe ^^

Oppa jika memanggil sesame namja akan berarti orang terkasih atau kekasih juga ^^

Happy reading aja yaa~~ mian kalau hasilnya kacau balau *bow

EPILOG

Hari ini tepat dua bulan berlalu setelah kejadian di fansign. Dimana tiba-tiba leader dari sebuah boyband yang tengah naik daun, TVXQ mencium salah seorang fansnya. Para fans menjadi geram melihat aksi tersebut terutama para sasaeng fans yang tidak terima dengan kejadian itu. Walaupun begitu sang leader ternyata tidak ambil pusing tentang masalah yang tengah menjadi topic perbincangan di berbagai media itu.

“Yak! Hari ini kita cukupkan latihan sampai disini!” Ujar pelatih koreo untuk TVXQ. Kelima namja itu pun membereskan barang mereka.

“Huff~ hari yang melelahkan! Bagaimana menurutmu hyung?” Tanya namja berdahi lebar itu pada seorang namja yang tengah sibuk mengotak atik ponsel di tangannya.

“Lumayan!” Jawabnya singkat, padat dan jelas. Kelima namja yang tergabung dalam group TVXQ itu pun berbincang sebentar sebelum beranjak untuk pulang.

“Sampai besok ne!” Pamit satu sama lain. Yunho pun berjalan menyusuri lorong di gedung tinggi milik agensinya menuju tempat parkir yang terletak di belakang gedung itu. Nampak langit yang mulai menggelap dari jendela besar yang ada di berada di dekat lift menuju tempat parkir.

“Huff~~” Yunho menghela nafasnya lelah. Dua bulan terakhir ini Ia tidak bisa focus melakukan sesuatu. Minggu-minggu ini Ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Alasannya hanya satu, Ia tengah merindukan seseorang.

Ting!

Pintu lift pun terbuka. Yunho mendongak. Tiba-tiba gerakannya terhenti karenan seorang namja jangkung bak tiang listrik tengah menghadangnya dengan sebuah pemukul baseball. Pakaian seragam sebuah SMA pun masih melekat di tubuh jangkungnya.

“Hyung! Ikut aku!” Perintah namja jangkung itu mengacungkan pemukul kayu itu. Yunho menelan ludahnya. Dalam pikirannya sudah berkecamuk tentang penculikan lagi. Mau tidak mau namja bermata musang itu pun menurut juga. Namja jangkung itu menggiring Yunho ke tempat parkir, lebih tepatnya kea rah mobilnya.

“Buka!” Perintah namja itu lagi. Yunho pun membuka kunci mobilnya.

“Masuk!” Perintah namja itu lagi masih sambil mengacungkan pemukul baseball itu ke depan hidung Yunho. Yunho pun mengangguk gugup dan segera memasuki mobil disusul oleh namja jangkung tadi.

Setelah di dalam mobil. Namja jangkung itu segera mengeluarkan secarik kertas dari dalam saku seragamnya dan menyerahkannya kepada Yunho.

“Menyetirlah ke sini hyung!” Perintahnya lagi. Yunho pun segera menancapkan gas menuju ketempat yang tertulis di kertas itu.

Selama perjalanan namja jangkung itu hanya terdiam sembari tetap memegang pemukul baseball itu. Yunho memperhatikan namja itu dari sudut matanya. Sedikit banyak namja itu mengingatkannya pada seseorang yang beberapa bulan terakhir ini terus menerus menghantui pikirannya. Dan membuatnya nyaris gila.

“Kau siapa?” Tanya Yunho memberanikan diri untuk bertanya. Namja muda itu menoleh.

“Aku Changmin!” Ucapnya tanpa takut-takut. Yunho mengerutkan dahinya. Jika memang namja muda ini akan menculiknya mengapa Ia memberitahukan namanya? Benar-benar mengingatkannya pada seorang penculik gila yang ceroboh.

“Untuk apa aku mengikuti mu?” Tanya Yunho lagi. Namja muda bernama Changmin itu berdecak kesal.

“Yak! Ikuti saja atau kau mau pemukul ini melayang ke kepala mu yang kecil itu!?” Bentaknya membuat Yunho kembali menekuni setir yang berada di depannya. Dalam hati namja itu berpikir kenapa nasib buruk selalu mengikutinya.

*Sebuah Rumah sakit*

Kedua namja itu menyusuri lorong-lorong putih menuju ke sebuah ruangan yang berada di ujung lorong. Pintu putih itu menampakan sederetan nama yang menandakan siapa yang dirawat di dalamnya. Namja dengan wajah kecil itu membelalakkan matanya melihat tulisan yang tertera di pintu putih itu.

“Eh? Apa maksudnya ini!?” Pekiknya tertahan. Changmin memasukkan pemukul baseball itu ke dalam tas sekolahnya.

“Hyungku tertangkap saat selesai acara fansign mu dua bulan yang lalu. Sekarang Ia dirawat di sini karena dinyatakan tidak waras.” Jelas Changmin menjelaskan mengapa kini Yunho dan namja muda yang ternyata adik dari namja cantik yang dirindukannya memaksanya bahkan mengancamnya untuk pergi ke rumah sakit jiwa di Seoul.

“Cepat masuk!” Perintah Changmin lagi kali ini tanpa pemukul baseball yang diacungkan kepada Yunho. Yunho pun memutar kenop pintu dengan jantung yang berdebar-debar. Ada perasaan cemas yang terbesit dengan apa yang akan dilihatnya di dalam.

Ckrek!

Pintu putih yang besar itupun terbuka. Tampak sebuah ruangan besar yang lengang. Sebuah jendela besar dengan tirai yang tertiup angin. Yunho melangkahkan kakinya masuk. Dilihatnya ranjang besi yang berada di tengah ruangan dekat dengan jendela. Sebuah sosok yang tengah duduk di sana tidak menyadari kedatangannya.

Sosok dengan rambut blonde yang memanjang serta piyama beruang kebesaran yang sangat familiar. Kakinya yang tidak menyentuh lantai karena tingginya ranjang digoyang-goyangkannya. Yunho berjalan perlahan mendekat kearah sosok yang sepertinya tengah tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“Hyung!” Panggil Changmin tiba-tiba membuat sosok yang tengah anteng menatapi jendela besar itu menoleh. Mata bulannya seraya membulat kala melihat siapa yang kini tengah berdiri di depannya. Sosok namja jangkung dengan mata musangnya yang berkilat.

“Yunho oppa~~~” Pekik Jaejoong seraya loncat dari ranjang besi itu. Kaki mungilnya berlari menubruk tubuh besar milik Yunho. Semerbak wangi manly langsung tercium saat tubuh mungil itu berhasil memeluk namja di depannya.

“Jae~” Panggil Yunho. Entah kenapa hatinya begitu sakit melihat Jaejoong dengan keadaannya sekarang. Terkurung di sebuah kamar besar di rumah sakit jiwa. Perlahan sebuah bulir bening jatuh dari sudut mata musang itu.

“Oppa bogoshipo~~”Ucap namja mungil di pelukannya dengan riang. Diangkatnya wajah mungil nan cantik itu oleh Yunho.

“Nado~” Lirih Yunho menatap sepasang mata bulat di depannya lalu memeluknya kembali dengan perasaan rindu yang terdalam. Hatinya sekarang antara lega dan sakit. Lega akhirnya Ia bisa melihat namja cantik ini setelah beberapa bulan berlalu. Sakit karena ternyata namja cantik ini terkurung di sini selama, tempat yang tidak seharusnya Ia berada.

“Gomawo Changmin-ah~” Ucap Jaejoong senang melirik dongsaengnya yang masih berdiri melihat pemandangan mengharukan ini.

“Ne..” Jawab Changmin singkat. Bukan hanya Yunho yang merasakan sakit tapi namja muda itu juga merasakan hal yang tidak kalah sakit melihat hyung cantiknya harus mendekap di ruangan ini guna membayar perbuatan konyol yang harusnya bisa Ia cegah bukan malah membantunya.

“Oppa opaa~ kau akan menginap di sini kan??” Tanya Jaejoong berbinar. Yunho menatapnya penuh arti.

“Hyung! Berhenti bersikap seperti itu!” Bentak Changmin. Ia tahu bahwa hyung cantiknya ini sebenarnya masih waras. Hanya saat Yunho di depannya kewarasannya menghilang bagai di telan bumi.

“Aish kau ini Min! mengganggu saja!” Gerutu Jaejoong mengerucutkan bibirnya. Yunho menatap kakak-adik itu tidak mengerti.

“Hisss! Ayo duduk! Kau harus menjelaskan pada Yunho hyung apa yang sebenarnya terjadi, aku sudah susah-susah membawanya ke sini!” Repet Changmin membanting dirinya di sofa empuk yang terletak di pojok ruangan

“Ada apa sebenarnya?” Tanya Yunho tidak mengerti. Yang ditanya masih asik memeluk lengannya. Changmin memandang hyung cantiknya yang tampaknya tidak mendengar pertanyaan Yunho.

“Hais! Begini Yunho hyung, aku minta maaf karena mengancammu tadi. Sebenarnya alasan hyungku dimasukkan ke sini karena agar Ia tidak masuk penjara saja. Selain memang Ia agak tidak waras jika di dekatmu, aku hanya takut Ia tidak aman di penjara.” Jelas Changmin panjang lebar. Yunho melongo mendengar penuturan Changmin.

“Sebenarnya hyung mu ini waras? Hanya~~” Changmin segera mengangguk. Yunho mengalihkan pandangannya kepada namja cantik yang bersandar manja di lengannya seperti anak kucing.

“Jadi bagaimana Yunho hyung?” Tanya Changmin. Yunho mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“Menikahlah dengan Jae hyung!” Perintahnya kemudian membuat namja bermata musang itu kaget setengah mati.

“M-mwo!? Apa maksudmu!?”  Pekik Yunho. Changmin hanya memutar matanya.

“Kyaa!!! Aku mau menikah denganmu oppa~~” Pekik Jaejoong manja sambil mengguncang-guncang lengan besar milik Yunho. Yunho terdiam sejenak. Pikirannya berkecamuk. Ia bingung dengan permintaan namja muda di depannya. Memang Ia sangat mencintai Jaejoong tapi belum terbesit sama sekali tentang sebuah rencana pernikahan. Rasanya agak tidak masuk akal.

“Jadi bagaimana?” Tanya Changmin sedikit mendesak. Yunho kembali melemparkan tatapan matanya pada namja cantik yang tengah tersenyum-senyum kecil itu.

“Hmm, aku tidak tahu..” Ucap Yunho ragu. Jaejoong terdiam lalu melepaskan pegangan tangannya.

“Hiks~kau tega sekali oppa~~” Isak Jaejoong memukul mukul lengan besar di sampingnya. Mengguncang-guncang serta menarik-narik mantelnya.

“Mi-mian Jae..” Ucap Yunho mencoba melindungi dirinya dari serangan pukulan Jaejoong.

“Oppa! kau telah melakukan ini dan itu padaku sekarang kau tidak mau menikahiku huhuu~~teganya kau oppa!!” Jambak Jaejoong yang membuat pemilik rambut coklat itu meringis kesakitan. Changmin hanya melongo saat mendengar kalimat ‘ini dan itu’ sampai-sampai mulutnya menjadi terbuka tanpa Ia sadari.

“Hyung! Hyung sudahlah jangan memukuli Yunho hyung seperti itu!” Akhirnya Changmin pun melerai Jaejoong karena kasihan melihat namja bermata musang itu sudah kewalahan menghadapi serangan Jaejoong yang bertubi-tubi.

“Huhuhu aku mencintaimu oppa! lepaskan aku! Teganya kau oppa!!” Berontak Jaejoong saat Changmin memegangi hyung cantiknya yang kian menggila.

“Hyung tolong tenanglah!” Pinta Changmin. Tapi namja mungil itu tetap saja meronta-ronta. Bahkan sampai menendang-nendangkan kakinya.

“Aish! Hyung tolong panggilkan dokter!” Seru Changmin dan dengan sigap Yunho pun segera keluar memanggil dokter.

“Oppa mau kemana!!? Aaa~~ Min lepaskan aku~ Yunho-ah Yunnie aaa!!!” Rengek Jaejoong seperti anak kecil yang direbut mainannya. Tidak lama dokter pun datang dan segera menyuntikkan obat penenang pada namja cantik itu. Sedetik kemudian Jaejoong pun sudah tenang dan kini tertidur. Dokter pun segera memeriksa keadaan Jaejoong.

“Ish! Pabbo! Harusnya aku tidak usah membawa hyung kemari!” Rutuk Changmin pada dirinya sendiri.  Kini mereka berdua tengah berada di luar ruangan. Yunho yang sedaritadi diam saja menjadi penasaran tentang alasan Changmin membawanya kemari.

“Min, kau pasti punya alasan mengapa membawaku kemari!” Seru Yunho. Changmin pun menghentikan langkahnya yang tengah mondar-mandir seperti setrikaan.

“Aku hanya tidak tega dengan keadaan Jaejoong hyung! Barang-barang yang menyangkut diri hyung tidak boleh dibawa jika Ia ingin sembuh dari obsesinya yang berlebihan akan dirimu. Tapi aku malah membawamu!” Repetnya menyesali perbuatan bodohnya yang kedua kali.

“Min~”

Ckrek!

Belum sempat Yunho mengeluarkann kata-kata yang ada di kepalanya. Pintu putih itupun terbuka, seorang namja paruh baya pun keluar.

“Bagaimana keadaan hyungku dok?” Tanya Changmin segera begitu dokter keluar dari kamar rawat. Dokter itu tampak melihat catatannya dan menggeleng ragu.

“Ini memang agak tidak masuk akal dan jarang terjadi.. tapi sepertinya Jaejoong-sshi tengah mengandung kira-kira dua bulan..” Ucapan dokter sukses membuat namja jangkung itu melongo.

“Pantas saja dia makin tidak waras..” Gumam Changmin.

Syiut! Bruk!

Tiba-tiba terdengar suara benda yang menghantam lantai. Changmin dan dokter pun segera menoleh dan mendapati tubuh besar Yunho terkapar di lantai. Rupanya namja bermarga Jung itu pingsan saking terkejutnya dengan penuturan dokter.

*Kamar rawat Kim Jaejoong*

Kamar lengang itupun kini berubah menjadi hamparan kelopak bunga mawar yang bertebaran . beberapa kursi tersusun rapi dan nampak sudah dipenuhi oleh keempat anggota TVXQ, manajer hyung, Changmin, Tuan dan Nyonya Jung serta Tuan dan Nyonya Kim. Sebuah karpet putih yang juga dipenuhi kelopak bunga mawar merah pun terhampar di tengah ruangan. Seorang namja dengan setelan jas berwarna hitam tengah berdiri di tengah karpet tersebut. Aura manlynya semakin terlihat dengan rambut kecoklatannya yang disisir rapi. Seulas senyum tersungging tatkala melihat seorang namja bersetelan jas putih tengah memasuki ruangan itu dengan membawa buket mawar merah. Jalannya terlihat berjingkat-jingkat bahagia.

“Oppa~” Panggil namja cantik itu tersenyum malu-malu setelah berhadapan dengan orang yang sangat dipujanya.  Yunho mengulurkan tangannya untuk meminta tangan Jaejoong. Namja cantik itu menerima uluran Yunho.

“Apakah Jung Yunho bersedia menerima Kim Jaejoong sebagai pendamping hidupnya dalam keadaan senang maupun duka selama hidupnya?” Tanya pendeta pada namja tampan itu.

“Aku bersedia..” Jawab Yunho mantap menatap wajah merona di depannya.

“Apakah Kim Jaejoong bersedia menerima Jung Yunho sebagai pendamping hidupnya dalam keadaan susah maupun senang?” Tanya pendeta itu lagi pada namja cantik bermarga Kim.

“Aku sangat bersedia!” Seru Jaejoong bersemangat. Yunho pun tersenyum melihat sikap namja cantik di depannya.

“Silahkan saling bertukar cincin.” Ucap pendeta. Namja tampan itu pun kemudian mengeluarkan sebuah kotak dari dalam saku jasnya lalu membukanya. Di dalam sudah tersimpan dua buah cincin emas putih berukirkan ‘YJ’. Jaejoong tampak berbinar saat Yunho mulai menyematkan cincin itu di jari manisnya. Begitupun Jaejoong yang menyematkan cincin di jari indah milik Yunho.

“Sekarang kunyatakan kalian sebagai suami istri! Silahkan mencium pengantinnya!” Seru pendeta. Tanpa sabar Jaejoong pun segera meloncat kepelukan Yunho dan mencium bibir berbentuk hati itu. Ruangan itupun riuh dengan tepuk tangan. Terlihat Nyonya Kim yang menyeka sudut matanya karena terharu melihat Jaejoong yang terlihat bahagia.

“Jung Yunho kini kau milikku selamanya~” Bisik Jaejoong terkekeh sebelum kembali mencium bibir berbentuk hati milik Jung Yunho.

“Now all is yours~” Jawab namja tampan itu dan membalas ciuman istri tercintanya.

Fin

Selesai

End

YJ is REAL!

3 thoughts on “[EPILOG] The Stalker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s