I’m Player And Never Change – Part 3


“Siwoonie~”

“Hm?”

“Aku harap kita mengakhiri saja hubungan ini!”

“Eoh? Apa maksudmu Joongie?” Siwon menatap Jaejoong minta penjelasan.

Saat ini mereka berada di dalam BMW Siwon seusai kencan di sungai Han seperti biasanya.

“Aku… Aku sudah memutuskan semua namjaku, Wonie ah.. Ak.. Aku sedang berusaha untuk menjalin hubungan hanya dengan Yunho.”

*****

Tidak ada yang salah dalam mencintai seseorang.,

Kau mencintai si A bukan berarti kau salah mencintai si A itu…

Mungkin yang salah adalah waktu..

Kapan kau mencintainya?

Dulu saat ia masih sendiri, atau sekarang saat ia sudah terikat dengan orang lain.

Dan inilah yang sedang Siwon renungkan.

Ia telah salah mencintai Jaejoong sekarang..

Karena kenyataanya namja cantik itu sudah menjadi milik orang lain yang tidak bukan adalah hyungnya sendiri.

Masihkah ia tidak memiliki malu untuk mengejar Kim Jaejoong yang bahkan sekarang memintanya untuk menjauhi namja cantik itu?

.

.

.

.

.

.

Title: I’m Player And Never Change

Main cast:

– Jung Yunho

– Kim Jaejoong

– and OTC

Author: I.Anisa.Shipper

Genre: YAOI, OOC, Typo(s), Romance(?)

Rate: PG – 19

Length: Chapter 3 of 5

Warning: This is YAOI’s story! BOY X BOY! Male x Male! Boys Love! So, buat yang anti atau kaga suka sama genre yang beginian, please klik back! Karena ini hanyalah imanjinasi liar author semata yang mencoba menuangkannya dalam bentuk fic. DONT LIKE DONT READ! No bash! TERIMA KASIH

.

.

.

.

.

.

*****

Changmin merasa bimbang dengan isi kepalanya sendiri. Matanya menatap intens sosok hyung cantiknya yang tengah sibuk menyeduh Milk Tea di pantry dapur.

“Minnie~ kau mau tidak?” tawar Jaejoong.

“Ani, gomawo..” tolaknya.

“Kau belum berangkat ke kampus?” bibir chery Jaejoong menyesap seduhan hangat itu dari cangkir putih bermotif gajah yang di pegangnya.

“Ah ye.. Sebentar lagi hyung…” Changmin melirik-lirik gelisah. Pandangannya menjelajah. Kemanapun! Asal tidak bertatapan dengan hyungnya.

“Em..m… Apa kabar Yunho hyung?” pada akhirnya apa yang ingin dikatakannya terucap juga.

“Dia baik-baik saja.. Waeyo? Kau merindukannya eoh?” Jaejoong mencoba mengusili adiknya.

“Tidak.. Yang benar saja apa yang aku rindukan pada namja arogan itu?!”

Jaejoong tersenyum kecil. Ia tahu Changmin memang sedikit tidak menyukai sikap Yunho.

“Aku hanya ingin tahu hubunganmu dengannya, hyung!” timpal Changmin melanjutkan.

“Kami baik-baik saja… Kau tidak usah khawatir Minnie ah!”

“Apakah? Apakah hyung mencintai Yunho hyung?” dengan takut-takut namja jangkung itu melirik Jaejoong dengan ujung matanya.

“Aku mencintanya Minnie.. Aku sangat mencintainya!”

*****

Yunho menggengam tangan seorang yeoja dengan mesra. Jari-jari mereka saling bertautan. Yeoja dengan rambut ikal panjang yang tergerai itu terkekeh geli mana kala sewaktu-waktu Yunho membisikan rayuan di telinganya.

“Oppa~ aku minta itu ne?!” dengan nada manja yang terdengar memuakan, yeoja itu menunjuk deretan baju bermerek yang tertangkap dipantulan bola matanya.

“As your wish, Chagi..”

Yunho hanya bisa pasrah menuruti kemauan sang ‘mainan’.

Saat ini terlihat sepasang yeoja dan namja yang tengah sibuk memilah-milah baju di salah satu butik mall besar itu… Yeoja berambut panjang ikal itu begitu antusias.. Sementara sang namja musang hanya duduk manis di salah satu kursi yang di sediakan karyawan, pikirannya berkelana mengenai imbalan yang akan di berikan sang yeoja karena dia telah menuruti kemauannya.

Of course, tentu saja imbalan itu harus berhubungan dengan sesuatu yang di sebut ranjang..

.

.

.

*****

“Baby Su~~”

Park Yoochun mengerang kesal dengan kelakuan kekasihnya.

“Diamlah jidat! Aku tau apa yang ku lakukan ini adalah yang terbaik untuk semuanya!” Kim Junsu mendeath glare namja chubby yang sejak tadi merengek padanya.

“Tapi kau sudah salah karena ikut campur masalah mereka, Kim Junsu! Apa susahnya kau membiarkan mereka hah? Tinggal lihat, dan kita akan menjadi penonton yang baik pada drama Romansa Yunho dan Jaejoong!” kesal, marah. Tentu saja Yoochun rasakan. Ia tidak habis pikir bisa-bisanya junsu punya pikiran seperti itu.

“Hoh~ aku tentu akan menjadi penonton yang manis jika Jung bastard itu mau mengubah kelakuannya. Cukup hyungku seorang! Tidak dengan para ‘toys’ menjijikannya. Apa yang kurang dari hyungku Yoochun ah?! Mereka sudah berpacaran hampir setahun Yoochun! Kau dengar, Hampir dua belas bulan! Dan kenapa Yunho brengsek tidak pernah mau berubah?” Yoochun merasa ngeri sendiri melihat Junsu meracau dan memaki.

“Mungkin Yunho punya alasan…”

“Shut up, Park! Aku tau kau sahabatnya, tapi bisakah kau tidak terus-terusan membela namja itu? Alasan apa yang ada di otak idiotnya?”

“Yunho tidak seburuk yang kau kira… Baby..”

“Aku tidak mau tahu, pokoknya aku tetap akan memisahkan Jae hyung dengan namja idiot itu!”

BRAK

Hilang sudah kesabaran seorang Park Yoochun.

Selama ini ia memang cenderung mengalah dan menurut pada Junsunya.

Dua tahun menjalin hubungan dengan namja imut itu membuat Yoochun sedikit banyak mengetahui cerita hidupnya.

Junsu memang seorang penari stripper di ‘Rotix-Club.. Tapi dia bukan namja murahan seperti para penari lainnya. Junsu melakukan itu hanya sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan pada hubungan keluarganya yang tidak harmonis. Orang tuanya sering berdebat. Dan ia merasa benci situasi itu. Ia mencoba nakal dengan ikut andil memeriahkan Club jika hanya sedang stress saja.

Dan sekarang Junsu seolah berubah menjadi monster mengerikan di mata Yoochun setelah hampir setahun lalu Jaejoong, hyung tiri kesayangannya menjalin cinta dengan Jung Yunho.

“Bisakah kau pikiran bagaimana perasaanku Kim Junsu?” Junsu meronta dalam perlakuan Yoochun yang mengangkup kedua pipinya. Mata mereka saling menatap.

“Aku harus menerima kenyataan pahit bahwa kekasih hatiku telah tidur dengan sahabatnya sendiri.” Junsu melemahkan rontaannya mendengar ucapan Yoochun yang tepat menusuk sesuatu dalam dadanya.

“Pernahkan kau memikirkan perasaanku Junsu ah? Sekali saja, tanpa niat melindungi atau memberikan yang terbaik untuk hyungmu!”

Diam.

Namja imut itu tidak mampu menjawabnya.

“Aku terluka saat kau bilang kau telah berhubungan dengan Yunho… Disini rasanya sakit dan tertekan!” Yoochun membimbing tangan kanan Junsu dan meletakannya tepat di dadanya.

“Dan sekarang kau berencana untuk berbuat lebih…. Aku sakit Junsu ah, aku sakit!” Junsu tertegun melihat mata Yoochun berair.

“Apa arti seorang Park Yoochun untukmu, Kim Junsu?”

Tidak ada respon dari mulut Junsu. Tapi Yoochun melegakan hatinya tatkala Junsu menghambur ke dalam pelukannya.

Mendekap erat dan sesekali terdengar isakan kecil.

Junsu menangis.

Menangis duka karena menyesali perbuatannya? Atau menangis haru karena cinta Yoochun yang begitu besar terhadapnya?

*****

Namja cantik dengan kulit putih mulus dan doe eyes menawan itu memang sedikit buta tentang teknik di atas ranjang.

Tapi itu tidak menghentikan Jaejoong untuk melakukan tindakannya dengan penuh hasrat, mendaratkan ciuman-ciuman ringan di daerah sensitif namja yang terlentang di bawahnya.

Bibir merah chery itu menjelajah, lidah panasnya menjilat basah, dan sesekali menggigit gemas tiap inchi tubuh kekar itu ketika mendengar Yunho mengerang.

Tangan sang namja cantik yang hangat dan halus bereksperimen dengan kikuk, Yunho mencengkeram seprai erat-erat. Tubuhnya sedikit melengkung seakan dirinya di rentangkan di atas meja penyiksaan.

Kenikmatan sensual berkejaran dari satu saraf ke saraf lainnya, mengirimkan pesan bertubi-tubi ke otak namja bertubuh atletis dengan kulit tubuh kecokelatan itu, rangsangan yang di berikan Jaejoong membuat Yunho tidak mampu berpikir jernih.

Imajinasi akan yeoja dan namja lain mana pun terhapus seluruhnya dari benak seorang Jung Yunho…

Hanya ada Jaejoong!

Rambut almond yang menggelitik perutnya, Jemari lentik sang namja cantik yang lincah serta bibir chery yang rakus membenamkan Yunho dalam siksaan kenikmatan yang belum pernah Yunho rasakan.

Ketika Yunho tidak lagi bisa menahan erangannya, Jaejoong menyengir puas.

Dan Yunho sempat melihat sekilas wajah merona Jaejoong sebelum namja cantiknya itu memagut bibir hati Yunho dengan ciuman dan isapan menggoda.

Nipple Jaejoong menggesek dada Yunho… Lagi dan lagi.

Nafas Yunho tersenak saat merasakan tangan namja yang berada di atasnya menyelip di antara pinggul mereka. Dirinya sangat sensitif akibat gairah, hingga sentuhan sekecil apapun bisa mendorongnya mencapai puncak kepuasan, apalagi ketika tangan Jaejoong mulai membelai dan meremasnya.

.

.

.

Senyuman manis melengkung indah di bibir Yunho..

Ia tidak pernah menduga kekasihnya bisa begitu liar menjamah tubuh kekarnya.

Di kecupnya dengan penuh sayang kening sang kekasih yang mendengkur halus di sebelahnya.

Di seka buliran keringat yang membasahi rambut almond Jaejoong dengan tangan Yunho.

Oh God,

Betapa beruntung dirinya memiliki sosok cantik tanpa cacat baik jiwa maupun raganya.

Yunho sadar.. Sadar akan kelakuannya selama ini.

Apalagi yang ia cari jika ternyata ujung pencarian itu adalah sosok yang sedang terlelap dalam rengkuhannya.

Kejenuhan yang menjadi alasan sikap bejatnya tidak lain tidak bukan adalah jenuh karena gaya hidupnya sendiri… Namja cantik itu tidak tahu apa-apa…

Yeah..

Sesi making love yang ia rasakan pun berbeda.

Jika dengan para ‘mainannya’ Yunho hanya mengedepankan nafsu semata..

Namun ketika dengan ‘kekasihnya’ Yunho merasakan gairah dan gelora yang mengaliri darah panasnya.

Dan hal yang paling kontras diantara keduanya adalah mainannya cenderung begitu liar, sementara kekasihnya terkesan begitu polos dalam setiap pergerakan intim mereka.

Ah~

Sepertinya besok ia harus mengumpulkan seluruh mainannya.

Lalu dengan lantang ia akan menyerukan nama Kim Jaejoong sebagai pelabuhan terakhir dari setiap petualangan pelayarannya.

Hoh~

Kenapa ia tidak langsung melamar namja cantik ini saja sekalian..

Tidak tahu kan barang kali suatu waktu banyak para hidung belang yang tergoda oleh paras sempurna Boojaenya..

Salah satunya,

yah.. Jung Siwon adiknya sendiri.

 

TBC

Saia seneng liat respon readers di Chapter kemarin ^^

Ahahaha~

Jadi panpik ini tetep di lanjut ne, jangan di stop?!

Finally, Thanks for reading ^^

4 thoughts on “I’m Player And Never Change – Part 3

  1. cepat sadar dan putusin semua ‘mainan’mu yunho. sebelum terlambat. ga rela klo yunjae sampe putus. yunjae forever!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s