I’m Player And Never Change – Part 4


Happy Reading ^^

=================================

Title: I’m Player And Never Change

Author: I.Anisa.Shipper a.k.a Iis Anisa Sugiarti

Genre: YAOI, OOC, Typo(s), Romance(?)

Rate: PG – 17

Length: Chapter 4 of 5

Cast:

 ◆ Jung Yunho

– CEO Muda Jung Corp.

– Anak laki-laki tertua keluarga Jung.

– 25 tahun.

– Mantan player cap beruang cokelat yang sudah tobat.

– Kekasih Kim Jaejoong.

◆ Kim Jaejoong

– 23 tahun

– Kakak tiri Shim Changmin dan Kim Junsu

– Mantan player

– Kekasih Jung Yunho

 

Park Yoochun

– 24 tahun

– Anak tunggal Park family

– Manajer Pemasaran di Jung Corp

– Sahabat Yunho

– Mantan playboy cap jidat yang sudah sadar karena jatuh cinta pada padangan pertama pada sosok Xiah

– Kekasih Kim Junsu

◆ Kim Junsu

– 21 tahun

– Adik tiri Kim Jaejoong se-ayah tapi beda ibu

– Mantan penari stripper di ‘Rotix-Club dengan nama panggung Xiah

– Salah satu bekas ‘mainan’ Jung Yunho

– Kekasih Park Yoochun

◆ Shim Changmin

– 20 tahun

– Adik tiri Kim Jaejoong se-ibu tapi beda ayah

– Pewaris Shim Company

– Status Single

◆ Jung Siwon

– 23 tahun

– Anak bungsu Jung family, adik Yunho

– Mantan ‘mainan’ Kim Jaejoong

– Status dipertanyakan(?)

Warning: This is YAOI’s story! BOY X BOY! Male x Male! Boys Love! So, buat yang anti atau kaga suka sama genre yang beginian, please klik back! Karena ini hanyalah imanjinasi liar author semata yang mencoba menuangkannya dalam bentuk fic.

DONT LIKE DONT READ! No bash! TERIMA KASIH

.

.

.

.

.

Tiga minggu sejak insiden Yunho mencampakkan seluruh mainannya.

Tiga minggu pula dirinya kini tengah berkutat pada setumpuk berkas-berkas di meja kantor perusahaan cabang miliknya di Shibuya – Jepang.

Tak ayal selama dua puluh satu hari ini Yunho terpisah dengan belahan jiwanya.

Boojaejoongie.

Other half Yunnie Bear.

Jika harus di jabarkan, dirinya sungguh ingin memeluk kekasihnya saat ini, mendekap erat tubuh mulusnya, menekan badan mereka, menggesek sesuatu di bawah sana, tak lupa memagut bibir manis yang sudah menjadi candu untuk Yunho, lalu dia tidak akan segan-segan untuk menghempaskan tubuh sexy Jaejoong ke atas ranjang dan melangsungkan pergumulan seliar yang ia bisa.

Ah~

Betapa Yunho sangat merindukan Jaejoong.

Telepon dengan durasi berjam-jam bahkan ratusan SMS tidak cukup untuk memenuhi hasrat seorang Jung Yunho.

Dirinya yang Hyper Sex bahkan tidak sekali dua kali melakukan Phone Sex dengan suara merdu sang kekasih di Korea sana.

Yunho sudah berjanji bahwa dia tidak akan menyentuh tubuh orang lain lagi selain kekasihnya.

Dan sebagai seorang pria jantan yang memegang teguh prinsipnya. Ia telah berhasil melakukannya bukan?

Well,

Bergulat dengan sekumpulan file kerja adalah cara ia memulai terapinya.

Sepasang cincin cartier sudah berada dalam genggamannya, menghiasi laci meja kecil di samping tempat tidurnya.

Cincin yang akan ia sematkan di jari manis seorang Kim Jaejoong.

Namja yang akan menemani dirinya menghabiskan sisa hidup di dunia, menyandingnya jika suatu saat putaran roda dunia berbalik dari ketinggian menghempas ke dasar, Namja yang mencintai dirinya sebagai Jung Yunho seutuhnya.., menerima sisi gelap dan terang Yunho dengan hati terbuka tanpa penuntutan.

Namja cantik yang mencintai namja tampan itu apa adanya.

Bukan ada apanya.

Ah~

Sungguh Yunho tidak sabar menunggu tujuh hari lagi.

Ia akan pulang dan memberikan kejutan lamaran pada Boojaenya.

*****

“Bagaimana kabar Appa, Junchan?”

Jaejoong tersenyum tulus kepada adik tirinya. Adik satu ayahnya.

“Laki-laki tidak bertanggung jawab itu sekarang sedang pergi ke China bersama Umma.. Mereka bilang ada bisnis entah apa disana!

Yah, meskipun aku membencinya seperti hyung membenci laki-laki itu.,tapi aku berharap dia tidak cepat mati.”

Jaejoong tersenyum samar mendengar jawaban Junsu yang begitu terang-terangan.

Bukan rahasia umum jika Ia dan Junsu sama-sama membenci Hyunjoong.

Jika Jaejoong membenci Hyunjoong karena telah menelantarkan ia dan ibunya sejak kecil, maka Junsu membenci Hyunjoong gara-gara ia muak melihat perilaku ayahnya yang sering kali adu urat leher dengan Ummanya. Karena menurut Junsu, ayahnya bukanlah figur suami yang baik.

Tapi, terlepas dari sosok sang ayah, Jaejoong sama sekali tidak membenci Junsu begitu pula sebaliknya.

Bagi Jaejoong, Junsu adalah dongsaeng manis yang polos (tanpa di lihat dari sisi mulut kasarnya)

Dan bagi Junsu, Jaejoong adalah hyung yang cantik dan perhatian (tentu tanpa predikat player yang di sandang sang hyung sebelumnya).

“Lalu daddy apa kabar, Changminnie?” sekarang namja cantik itu menoleh pada adik seibunya.. Sama-sama terlahir dari rahim mendiang Aiko.

“Shim tua itu selalu baik-baik saja, hyung.. Walaupun terkadang Appa mengeluh sakit pinggang gara-gara kelamaan duduk di kursi kantor… Tapi mau bagaimana lagi? Anak tampannya belum lulus kuliah, sedangkan anak cantiknya yang sebentar lagi lulus malah tidak mau ambil bagian.”

Tawa merdu tergelak dari satu-satunya pemilik bibir chery yang duduk di bangku panjang taman itu.

Dia menyayangi Changmin sebesar ia menyayangi Junsu.

“Dan kau, Park Yoochun! Bicaralah… Sejak tadi kau hanya diam saja menyimak obrolan kami bertiga… Kau sedang sakit gigi eoh?” Jaejoong melirik namja berjidat lebar yang duduk tak bersuara di sebelah Junsu.

“Ania…. Aku ingin menjadi pendengar saja… Ah~ sungguh hubungan hyung dongsaeng yang manis…. Aku jadi iri.”

Dan begitulah, mereka mengobrol banyak di bangku taman itu.. Sesekali di iringi senyuman bahkan tawa lepas di antara ke empatnya.

Tidak ada pertikaian diantara mereka. Yang ada hanya murni tali persaudaraan yang membentang melilit mereka.

Sungguh cerita yang bahagia..

Tapi,

Akankah kebahagiaan itu berlangsung lama?

*****

“WHAT THE HELL?”

PRANK

“ARGHH….”

SRAK

“SHIT!”

BRAK

Seperti orang kesetanan Yunho menghancurkan ruang kerjanya. Membanting apa saja yang bisa di bantig.. Menendang segala sesuatu sebagai bentuk pelampiasan.

“Kau marah padaku, Tuhan?! Inikah imbalan darimu setelah aku memiliki keniatan untuk berubah?”

Yunho mencengkeram rambut hitamnya.. Menjambak kasar tanpa memperdulikan rasa sakit yang menjalari kepalanya..

nafas Yunho terengah menahan gejolak.

Amarah?

Emosi?

Ataukah kesakitan?

apa mungkin penyesalan?

~flashback~

Dua hari lagi Yunho akan kembali ke Korea..

Tapi entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa sering tidak enak badan.. Ia merasa lelah sewaktu-waktu… Bahkan terkadang demam ringan terasa di tubuhnya… Seolah kekebalan tubuhnya sedang bermasalah.. Ia maklum, mungkin saja semua ini adalah efek karena dirinya gila-gilaan mengerjakan tugas perusahaan tanpa mengenal waktu dengan pola makan yang tidak teratur.. Dan hari ini ia berencana memeriksakan dirinya ke klinik dokter umum di negara sakura itu sekaligus berniat membeli beberapa suplemen atau vitamin barangkali di butuhkan. Dia tidak ingin membuat Boojaenya khawatir jika nanti pulang ke Korea mendapati dirinya sedang sakit.

.

.

.

“Apa yang anda keluhkan Mr. Jung?” tanya dokter wanita muda bertag name Park Jaehyun.

Ah, Ia adalah seorang dokter kelahiran Korea yang sedang di mutasi ke salah satu klinik kesehatan Jepang.

Otomatis Yunho dan dokter itu tidak usah repot-repot berbicara dengan bahasa Jepang.

“Saya sering merasa lelah akhir-akhir ini, Dok!” Jawab Yunho jujur.

“Maaf sebelumnya Yunho sshi, apakah anda penganut free sex?” dengan terang-terangan Dokter wanita itu bertanya kepada pasiennya.

“Oh~ Ne… Tapi, saia sudah berhenti!” ucap sang pasien apa adanya.

“Begitu ya? Lalu kapan dan dengan siapa anda terakhir kali berhubungan badan?”

“Kurang lebih sebulan yang lalu.. Saat itu saya memutuskan semua pacar saya… Ah, mian dokter saya lupa dengan siapa terakhir kali saya berhubungan, karena sebelum putus banyak diantara pacar saya yang meminta sex sebagai bentuk perpisahan.. Memangnya kenapa dok?” tanpa malu Yunho menjawabnya seolah-olah dia dan dokter wanita itu sudah saling kenal lama.

“Saya pun tidak memperkirakan ini sebelumnya Yunho sshi, tapi hasil tes darah dari lab menyatakan bahwa anda positif mengidap HIV.

~End of flashback~

*****

“Changmin ah~”

“Siwon hyung?”

“Hey kid, apa kabar hm?”

“Aish… Aku bukan bocah, Jung Siwon!”

Changmin menepis kasar tangan namja berlesung pipi yang mengacak rambutnya.

Namja jangkung itu tahu, Siwon adalah salah satu korban Jaejoong dulu.. Biar bagaimana pun Changmin sering memergoki namja itu mengantar hyungnya pulang ke apartemen dengan BMW yang dimilikinya.

“Joongie baik-baik saja?”

“Yeah..”

Hening.

Jeda sejenak.

“Aku ikut senang akhirnya hyungmu mampu merubah hyungku… Ahahaha mereka sama-sama tobat!”

“Dan aku jauh lebih senang karena setidaknya bukan kau yang Jae hyung pilih.”

“Aigo~ Shim Changmin membenciku eoh?”

“Bukan begitu, bodoh! Kau hanya tidak sadar ada seseorang yang jelas-jelas mengagumimu dari dulu, hyung!”

“Heh? Benarkah? Nuguya?”

“Kang Ho Dong!”

“YA! Bocah setan!”

Berasumsi bahwa namja kuda itu berniat menggeplak kepalanya, Changmin berlari menuju parkiran kampus.

Of course,

Hubungan sesama dongsaeng harus terlihat harmonis kan?

*****

Yoochun menginginkan sesuatu, sementara Junsu tidak tahu bagaimana ia mesti memberikannya. Mengetahui kebingungan Junsu, Yoochun mengangkat kepalanya kemudian menghujani bibir Junsu dengan ciuman-ciuman ringan.

“Sebulan, Baby Su… Kita lihat kau betah tidak di sana? Kalau kau menyukai lingkungan di Virginia… Aku akan meminta ijin pada keluargaku untuk membawamu dan menetap disana..”

Junsu beranjak dari perlakuan Yoochun..

“Tapi Chunnie.. Apa reaksi orang tuamu nanti saat mengetahui hubungan kita?” cemas Junsu.

“Justru aku malah memikirkan bagaimana tanggapan orang tuamu, Baby!”

Yoochun meraih pundak Junsu dan meletakan dagunya disana.

“Kau tahu aku muak dengan keluargaku Chunnie… Aku tidak peduli apa reaksi mereka nanti, karena sudah bukan kewajiban mereka untuk mengatur hidupku! Sejujurnya aku merasa senang bisa pergi jauh dari mereka. Tanpa harus mendengar celotehan Appa yang membuat telingaku tuli di usia yang masih muda!”

“Well, kita berangkat besok ne?!”

“Tapi aku mencemaskan Jaejoong hyung!” terus terang Junsu.

“Sudah ada Yunho yang akan menjaganya, Baby… Jung brengsek itu sudah berubah! Kau tahu sendiri kan?”

“Ye, tapi nanti aku akan tetap merindukan hyungku!”

“Kau bisa menelponya Kim Junsu! Aish,..” kesal Yoochun menanggapi Junsu yang merajuk.

“Ya! Chunnie begitu saja marah!” Bibir namja cantik itu mengerucut.

“Kau kekanakan!”

“Araseo! Besok kita berangkat!”

*****

Kim Jaejoong hari ini nampak begitu bersinar.

Apalagi penyebabnya kalau bukan sang kekasih hati tercinta.

Ya,

hari ini tepat satu bulan Yunho pergi ke Jepang. Dan hari ini pula janji yang Yunho katakan bahwa ia akan pulang ke Korea.

Memang, sejak dua hari yang lalu kekasihnya itu tidak menghubunginya.

Tidak ada telepon atau pesan sama sekali seperti hari hari sebelumnya.

Tapi Jaejoong tetap berpikir positif. Barang kali saja Yunho sedang sibuk, atau mungkin sengaja ingin memberinya kejutan sepulang nanti dengan acara diam-diaman ini.

Tentu saja rasa rindu di hati Jaejoong semakin besar. Dan Jaejoong tahu Yunho pun tak kalah rindunya dengan dia.

Kira-kira apa yang di rencanakan kekasihnya itu? Jaejoong menebak-nebak.

Sesekali kepalanya menggeleng.. Sesekali pula nampak mengangguk!

Ahahaha..

Galau eoh?

.

.

.

TING TONG

Sekarang pukul 15:30 KST

Dan Yunho belum menemuinya sama sekali. Padahal kata Changmin yang mendapat informasi dari Siwon, kekasihnya itu sudah mendarat di Incheon sejak pukul 8 pagi tadi.

Apakah Yunho kelelahan sehingga tidak sempat menghubunginya?

Ah,

Tapi Jaejoong terlanjur rindu dan ingin menemui sang kekasih setelah sebulan tidak bertatap muka.

Maka dari itu sekarang dia sedang berdiri di depan pintu apartemen Yunho.

Menekan bel di sudut dinding luar berharap sang penghuni mau membukakan pintunya.

CKLEK

“Yunnie bogoshippo~”

Refleks namja cantik itu merengkuh sosok tampan yang berdiri mematung di hadapannya.

Ya Tuhan,

Wangi ini adalah wangi yang di rindukan Jaejoong tanpa bosan..

Dada bidang ini adalah dada yang selalu menggoda Jaejoong membuatnya ingin membenamkan kepala disana dan menghirup aromanya dalam-dalam.

SRET

Yunho melepas pelukan mereka dengan kasar.

“Yunnie, gwenchana?” walaupun terkejut, namja cantik itu berusaha menepisnya dengan menjulurkan kedua tangan mencoba menyentuh wajah Yunho.

“Pergi!”

“Yun-”

“Aku bilang pergi, Kim Jaejoong!”

“W-wae Yun?” mata onyx itu berkaca-kaca.

God,

Ada apa dengan kekasihnya?

“Aku muak denganmu!”

“…..”

“Aku mau kita PUTUS!

TBC

 

Ottokhe?

Satu chap lagi selesai, dan chapter depan adalah ending! ^^

Thanks for reading my beloved readers ^.^v

3 thoughts on “I’m Player And Never Change – Part 4

  1. yaaaaaaa. .
    kenapa lanjutanya jadi kayak gini. .
    itu seriusan appa kena HIV? Sad ending? Huweee T.T andwe. .
    Yunpa pasti pura2 ngejauhin umma jae kan? Siap2 nangis chap selanjutnya dah!

  2. ToT
    /geplakin nisa/
    Dih beneran dibikin angst.
    Lah Yunho udh tobat, otomatis Jj pun juga gitu.
    Eh Yunho mlh divonis kena hiv u,u
    Dan spt itulah, diia lbh memilih ninggalin Jj.
    Aigo, gmn dg cartier itu?
    Huweeee kasian bgt sih yunjae T_T
    Nah bang Jidat sama tante Su mlh mw ke luar negri -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s