I’m Player And Never Change – Part 5


Happy Reading ^^

=================================

Title: I’m Player And Never Change

Author: I.Anisa.Shipper a.k.a Iis Anisa Sugiarti

Genre: YAOI, OOC, Typo(s), Romance(?)

Rate: PG – 17

Length: Chapter 5 End

Cast:

 

◆ Jung Yunho

– CEO Muda Jung Corp.

– Anak laki-laki tertua keluarga Jung.

– 25 tahun.

– Mantan player cap beruang cokelat yang sudah tobat.

– Kekasih Kim Jaejoong.

◆ Kim Jaejoong

– 23 tahun

– Kakak tiri Shim Changmin dan Kim Junsu

– Mantan player

– Kekasih Jung Yunho

 

◆ Park Yoochun

– 24 tahun

– Anak tunggal Park family

– Manajer Pemasaran di Jung Corp

– Sahabat Yunho

– Mantan playboy cap jidat yang sudah sadar karena jatuh cinta pada padangan pertama pada sosok Xiah

– Kekasih Kim Junsu

◆ Kim Junsu

– 21 tahun

– Adik tiri Kim Jaejoong se-ayah tapi beda ibu

– Mantan penari stripper di ‘Rotix-Club dengan nama panggung Xiah

– Salah satu bekas ‘mainan’ Jung Yunho

– Kekasih Park Yoochun

 

◆ Shim Changmin

– 20 tahun

– Adik tiri Kim Jaejoong se-ibu tapi beda ayah

– Pewaris Shim Company

– Status Single

◆ Jung Siwon

– 23 tahun

– Anak bungsu Jung family, adik Yunho

– Mantan ‘mainan’ Kim Jaejoong

– Status dipertanyakan(?)

Warning: This is YAOI’s story! BOY X BOY! Male x Male! Boys Love! So, buat yang anti atau kaga suka sama genre yang beginian, please klik back! Karena ini hanyalah imajinasi liar author semata yang mencoba menuangkannya dalam bentuk fic. DONT LIKE DONT READ! No bash! TERIMA KASIH

.

.

.

.

.

Hidup adalah perubahan., entah itu mengarah kepada hal yang positif atau hal yang negatif.. Baik, buruknya hanya sang pemain yang mampu merasakannya sendiri. Tidak ada hal di dunia ini yang tetap bertahan pada bentuk dan tempatnya yang semula., semuanya akan berubah sesuai kondisi dan keadaan masing-masing.

-Iis Anisa Sugiarti-

~ALWAYS KEEP THE FAITH~

Seharian penuh Jaejoong mengurung dirinya dalam kamar, hanya pada saat makan saja dia membebaskan dirinya untuk keluar. Lalu setelahnya dia akan kembali masuk. Itu pun karena Changmin mengancam akan menelpon Junsu di Virginia sana agar pulang dan membunuh Jung Yunho. Terdengar berlebihan memang, tapi Changmin yakin Junsu pasti akan nekat melakukannya kalau melihat kondisi Jaejoong saat ini.

“Yeoboseo, Siwon hyung…”

“…..”

“Kau ada waktu, hyung? Aku ingin bertemu denganmu siang ini!”

“…..”

“Ne, aku tunggu di Blink Cafè jam dua siang..”

*****

‘Yunnie Saranghae..’

Satu kalimat tertulis di ponsel Yunho.

BRAK

Dengan penuh amarah Yunho melempar ponselnya menghantam dinding kamar. Menjadikan benda mewah itu hancur menjadi beberapa bagian. Tapi itu tidak seberapa di bandingkan hancurnya hati Yunho yang berkeping-keping.

Penyesalan.

Begitulah barangkali hari-hari yang Yunho lalui semenjak ia memutuskan untuk mengasingkan diri, yang bahkan membayangkan bisa menjadi bagian dari ceritanya pun tidak pernah. Tidak dalam mimpi sekalipun. Tapi nyatanya kini Yunho sudah berada di dalamnya. Bahkan Tuhan sendiri yang memilih Yunho untuk menjadi pemeran utama. Maka Yunho memutuskan untuk mencoba menerima nasibnya. Bermain dalam aturan takdir. Berharap kelak bisa menyelesaikan cerita dengan ending yang sempurna.

Ah. Kalau saja Yunho tahu perpisahan itu sangat menyakitkan. Tentu Yunho akan meminta pada Tuhan agar tidak di pertemukan dengan Jaejoong. Tidak kalau harus dengan cara seperti ini.

.

.

.

.

.

@Blink Cafè

“Aku tidak tahu apa yang terjadi pada hyung ku, Jung Siwon.. Tapi dia terus-terusan mengurung diri di kamar semenjak pulang dari apartemen hyungmu kemarin!”

“Hey, Shim kecil… Apa maksudmu? Kau berpikir aku tahu apa yang terjadi diantara keduanya, begitu? Yang benar saja, Apartemen Yunho hyung itu lumayan jauh dari rumah yang aku tempati bersama orang tuaku.. Jadi Shim kecil, aku sungguh tidak tahu apa-apa!” Dua namja itu saling menatap. Changmin mencoba mencari kebohongan di mata Siwon,tapi dia tidak menemukannya.

“Mungkin mereka bertengkar!” Siwon mencoba menerka.

“Tidak mungkin! Mereka berdua memang brengsek..tapi aku sama sekali belum pernah melihat mereka bertengkar bahkan saat hyungmu masih seliar dulu, hyungku tidak pernah mempermasalahkan semua itu. Jika sekarang mereka sedang bertengkar, konflik apa coba? Yang aku tahu mereka itu baik- baik saja!” jelas Changmin.

Ya, dalam kepalanya hanya itu yang berani ia simpulkan.

“Begini saja, kau tanyakan pada hyungmu dan aku akan menanyakan pada hyungku!” lanjut Changmin.

“Hei, kau tahu sendiri aku sering tidak akur dengan Yunho hyung.. Aku tidak mau!” tolak Siwon tepat saat ia selesai menyesap coffe latte di cangkirnya.

“Aish…” namja jangkung itu mendesah frustasi. Satu-satunya orang yang bisa diandalkan untuk permasalahan seperti ini hanyalah Junsu. Tapi mana mungkin ia berani menghubunginya. Junsu baru beberapa hari yang lalu pergi ke benua Amerika bersama kekasihnya. Bisa-bisa ia menjadi korban amukan namja bermarga Park itu.

*****

Yunho memasukan baju-baju miliknya kedalam purple koper berukuran sedang yang teronggok diatas ranjangnya. Ia sudah memutuskan untuk pergi dari negara ini. Pergi dari korea. Pergi dari Boojaenya.

Jepang adalah satu-satunya negara yang ingin dia tuju. Selain karena ia memiliki sebuah villa kecil untuk bisa di tempati.. Disana ia juga bisa meminta pertolongan Park Jaehyun,dokter wanita muda yang akan menanganinya jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu dengan kesehatan fisiknya. Ia berniat pergi tanpa memberitahu pihak keluarganya. Ia tidak ingin mereka mengasihaninya atau mungkin bahkan memandang jijik terhadapnya seandainya ia menceritakan penyakit yang sedang ia derita. Ia hanya akan beralasan akan memegang perusahan cabang di Shibuya.

Namun, sepandai-pandainya mulut berbohong., pada kenyataanya hati tak akan mampu dibohongi. Yunho sangat merindukan Jaejoong. Ia berniat untuk bertemu dengan sang kekasih untuk yang terakhir kalinya. Meskipun ia tidak tahu apa yang akan ia perbuat jika mereka saling menatap muka nanti. Setidaknya Yunho harus mengatakan sesuatu agar Jaejoong mau melepasnya. Meskipun itu menyakitkan.

Ya, meskipun itu menyakitkan,tapi itu adalah yang terbaik menurut sudut pandang Yunho.

.

.

.

Kim Jaejoong mematut dirinya di depan cermin rias. Namja cantik itu mencoba berpenampilan sebaik mungkin. Doe eyesnya memang sedikit bengkak, efek gara-gara menangis berkepanjangan. Tapi, bagaimanpun caranya ia harus bisa menutupinya.

Seulas senyuman manis terlihat pada bias wajah mulus itu. Mengingat tadi Yunnienya mengirimi pesan agar Jaejoong datang ke apartemen namja maskulin itu. Yang ada dalam pikiran Jaejoong saat ini, ia berharap Yunnienya menyesal dan mau menarik kembali kata- kata putus yang sempat di lontarkan bibir berbentuk hati itu. Ia yakin waktu itu Yunho hanya emosi.. Atau mungkin saja efek kelelahan. Karena tanpa ia duga Yunho tiba- tiba meminta putus tanpa alasan.

“Minnie chagi, hyung pergi dulu ne?!”

Shim Changmin mengerutkan alisnya.

What happen?

“Kau mau kemana hyung?” Changmin bingung tentu saja. Hyungnya yang kemarin-kemarin muram sekarang seperti ada kembang api di wajahnya. Begitu ceria mengundang siapapun untuk tersenyum jika melihatnya.

“Aku mau pergi ke apartemen Yunnie!”

Eoh?

Bukankah kemarin hyungnya ini sedang ada problem dengan namja itu?

Sampai membuat Changmin pusing dan menemui Siwon.

Nah, lho!

Sekarang mereka sudah baikan kah?

Ah,

Cinta sungguh rumit.

Untung saja dia belum memiliki kekasih.. Ia tentu tidak akan mudah di permainkan oleh perasaan.

Yah~

bagaimanapun alternatif terbaik, Changmin lebih mencintai kulkas yang berisi penuh makanan daripada yeoja atau namja yang berisi penuh rayuan.

*****

Dua sejoli itu duduk berhadapan di ruang tamu apartemen kecil namun mewah milik anak tertua keluarga Jung.

Sang namja manly dengan iris cokelat yang membingkai mata rubahnya duduk di sofa ukuran single dengan wajah datar tanpa ekspresi… Menatap congkak ke depan,memberi kesan cool.

Sementara yang seorang lagi dia sama namja,tapi parasnya terlalu cantik untuk ukuran laki-laki.

Ia adalah kekasih sang namja manly itu, ah ralat! Mungkin tepatnya sekarang mantan kekasih.

“Yunnie~” lembut, nada yang di hasilkan getar pita suara itu lembut menyapa telinga..

“Bogoshippo..” lagi. Satu kata yang mampu menohok hati seorang hati Jung Yunho.

Betapa ia bahagia mendengar bibir chery itu mengumandangkan kata sayang yang mendalam.

Sungguh, jika sekarang ia tidak sedang memasang topeng keangkuhannya.. Ia tidak akan berpikir dua kali untuk membawa namja bersurai almond itu kedalam dekapannya.

Tapi ia bisa apa? Ia hanya mampu meredam segala luka dan kepahitan yang tersaji karena skenario yang ia ciptakan sendiri.

“Aku sudah mengatakan bahwa aku ingin menakhiri hubungan ini Jaejoong sshi., bisakah kau tidak usah mengucapkan kata-kata itu lagi?”

Sesak.

Mungkin satu kata yang dapat mewakili perasaan seorang Kim Jaejoong mendengar apa yang Jung Yunho katakan.

Namun tahukah Jaejoong bahwa sang pemilik bibir hati jauh lebih merasa sesak mendera dadanya dengan apa yang ia katakan tadi.

“Tapi kenapa, Yunnie ah? Wae?” iris mata hitam itu menatap sendu iris mata cokelat di hadapannya.

“Simpel, aku hanya merasa kita sudah tidak cocok lagi!”

“Simpel kau bilang?”

“Ya..”

“Semudah itu kah?”

“Kau yang dibikin susah sendiri Kim Jaejoong!”

“Pokoknya aku tidak mau!”

“Aish, jangan bertingkah Kim!”

Seperti inikah perangai Jung Yunho-nya sekarang? Namja cantik itu tersenyum kecut.

“Kau bisa bilang begitu karena kau tidak tahu apa yang kurasa Yunho ya!” kali ini Jaejoong memelankan suaranya.

Yunho mengusap wajahnya kasar. Ia sadar ia telah terbawa emosi.

“Memangnya apa yang kau rasakan Jaejoong sshi?” tanya Yunho sarkatis.

Aku mencintaimu.

“Kau mencintaiku sama seperti kau mencintai semua mainanmu dulu, ania?”

“Kau salah, Yun! Kau berbeda. Aku tulus mencintaimu Yunho ah, sungguh! Dan asal tahu, aku dulu player karena aku mencoba menarik perhatianmu yang selalu menganggapku sepele. Aku hanya ingin tahu apa reaksimu dengan sikapku… Dan aku sangat senang akhirnya kau mau berubah dengan memutuskan semua mainanmu sebelum kau berangkat ke Jepang.. Dari situ aku yakin bahwa kau pasti mencintaiku sebesar aku mencintaimu!” Kristal bening mengalir mata onyx itu. Apa yang Jaejoong katakan adalah isi hatinya jujur tanpa rekayasa.

“Kau terlalu percaya diri Jaejoong sshi, kau terlalu banyak berharap! Perlu ku tegaskan, aku sama sekali tidak mencintaimu seperti kau mencintaiku. Aku menganggapmu sama seperti aku menganggap semua mainanku dulu. Jika kau pikir aku berubah dan memutuskan semua mainanku karena dirimu, kau salah besar. Aku melakukan itu semua karena aku sudah menjalin komitmen dengan yeoja pilihanku dan akan segera menikahinya.”

Seolah di hempas dari tempat ketinggian. Jaejong membatu di tempatnya.

Selama ini Yunho membuatnya merasa melayang terbang ke puncak..

dan baru saja ia mendapati pria maskin itu melemparnya telak jatuh ke dasar.

“Ani! Kau bohong Yun!”

“Terserah kau mau percaya atau tidak, aku berkata yang sebenarnya!” katakanlah Yunho tega,tapi jika ada yang betanya bagaimana perasaan namja tampan itu, Yunho akan menjawab hatinya sudah hancur tak berbentuk.

“Chagi ya kau sudah selesai belum?” seru Yunho sedikit berteriak ke arah kamarnya.”

.

.

.

.

Yeoja manis itu diam tak berkata… Saat ini tangan Yunho melingkar mesra memeluknya.

“Chagi ya, kenalkan ini Kim Jaejoong mantan kekasihku, dan Jaejoong sshi, kenalkan ini Park Jaehyun calon istriku.”

Jung Yunho benar-benar aktor yang handal. Pintar berakting bahkan sekarang membawa orang lain untuk menjadi lawan main, Pelengkap skeranionya.

Yeoja manis itu tak lain,adalah Park Jaehyun sang dokter wanita muda yang memvonis penyakit laknat mulai menjalari tubuhnya.

Masih segar dalam ingatan Jaehyun kejadian beberapa hari yang lalu, dengan air mata berurai Yunho memohon sang dokter itu untuk membantu berperan dalam sandiwara palsu. Menyakiti belahan jiwanya sendiri.

Canggung.

Hening.

Yeoja itu tidak tahu harus bicara apa.

Sementara Jaejoong sedang menahan kesakitan hatinya sekuat tenaga.

“Semuanya sudah beres kan, chagi?” Yunho tersenyum manis kepada Jaehyun.

“Oh, ah.. Ne~” kikuk Jaehyun menjawab.

“Oke, kalau begitu kita berangkat sekarang ne?!”

Jaehyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

Ia merasa serba salah. Yeoja itu tahu bagaimana perasaan Jaejoong.. Tapi dia juga tidak mungkin mengabaikan permohonan Yunho.. Yunho telah nekat mendatanginya di apartemen Lee Junho, tunangannya di Osaka ketika Yunho hendak pulang ke Korea.. Yunho meminta bantuan Jaehyun untuk membuat Jaejoong membenci namja bermarga Jung itu.

“Yun~” lirihan suara Jaejoong yang penuh kepedihan mengurungkan niat Yunho yang hendak menyeret purple kopernya menuju pintu keluar apartemen mewah itu.

“Kau yakin dengan semua ini, Bear?”

Please.

Jangan panggil Yunho dengan julukan itu, Jaejoong ah..

Tak tahu kah kalau sekarang mata musang itu mulai berair.

“Aku selalu yakin dengan keputusanku Jaejoong sshi, jadi kuharap kau mau menghargai keputusanku!” ucap Yunho penuh penekanan.

Jeongmal saranghae, Bear…

“Shut up Kim! Aku benci kau mengatakan itu!” Jaejoong tersenyum sendu melihat amarah Yunho.

“Kau boleh membenciku, Bear.. Tapi tolong jangan kau benci isi hatiku padamu.. Walaupun terdengar munafik, tapi aku mencintaimu.. Mencintaimu tanpa harus menuntut dicintaimu.

“Ucapanmu klise sekali Jaejoong sshi.. Terserah kau saja lah!”

“Bolehkah aku tahu satu hal, Yun?”

“Apa lagi?”

“Kenapa kau lebih memilih dia daripada aku?” Jaejoong menujuk Jaehyun yang sudah berdiri di ambang pintu dengan koper warna hitamnya.

Yunho menghela nafas sejenak.

“Karena kau tidak akan pernah bisa memberikan keturunan padaku! Kau namja! Kau tidak mungkin hamil dan melahirkan darah dagingku! Ingat itu baik-baik, Kim Jaejoong! Annyeong, selamat tinggal.”

Yunho berjalan menghampiri Jaehyun.. Mengacuhkan sosok cantik yang tetap bergeming di tempatnya. Air matanya mengalir deras tanpa henti, lidahnya serasa pahit.. Kim Jaejoong telah sukses Yunho hancurkan.

END

/Sing/

Readerdeul, inilah endingnya ^.^v

Bagi yang biasa baca panpik saia sebelumnya pasti tau gimana saya kalo bikin ending ^.^v

Ini saia ketik pas lg sakit T.T

Sumpah, saia lagi DROP!

Makanya feel yang ada timbul tenggelam >,

Jeongmal mianhae kalo tidak sesuai sama yang readers harapkan*bungkuk*

ENDINGNYA MAKSA BANGET!

/Disiram bensin ama readers/dibakar ama yun babeh dan emak jae/

Maybe, kalo saia udah sembuh… Saia bakal bikin epilognya! tapi saia ga janji bkal happy end >.

Coz Yunho udah pasti mati… Masa pgn bikin emak mati juga T.T

/Dikutuk jadi kecebong/

And then,

Thanks for reading ^^

Sampai jumpa di panpik gaje simpang siur selanjutnya!

#author disepak

7 thoughts on “I’m Player And Never Change – Part 5

  1. NYESEK Bgt! T.T
    ampe stres aku baca endingya. . ngak nyangka yunpa bakalan beneran kena HIV.
    Aduh. . Sedih, tpi KEren! Jaema, tabahkan hatimu mak. .
    Moga authornya cepet sembuh. Biar bisa bikin epilognya. . Hehehe.:D

  2. nyesek T_T
    Mereka beneran pisah. Tapi mw gmn lagi, Yunho pun udh ga bisa sembuh.
    Dia jg pasti mikir Jj yg masa depannya cerah /apa bgt deh komen ini/

  3. 😦😦😦 hiks…hiks…hiks….kasian 22nya..
    아빠 윤..오마 재…gak bisa bersatuuuuuu…gak trimaaaaa…author jaat anget deh..#peluk yunjae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s