[FF] 2 Seasons 2 Reasons by @changminsa


RULE VOTING PEMENANG TERFAVORIT

  • Reader silakan membaca seluruh FF peserta.
  • Seluruh reader diperbolehkan voting pemenang terfavorit dengan cara seperti di bawah ini.
    • Format –> VOTE. Lalu beri alasan..
    • Misal –> VOTE! Karena fanficnya lucu sekali bla bla bla..
    • Tanpa kata “VOTE” maka tidak akan dihitung voting.
  • 1 orang 1 vote dalam 1 kategori. Lebih dari 1 akan langsung dihapus.
  • Reader baru silakan tunggu moderasi comment dari kami secara berkala! ^^
  • Batas voting : 17 Mei 2013, 23.59 WIB.
  • Pengumuman : 19 Mei 2013, 20.00 WIB.
  • Kecurangan dalam bentuk apapun akan membuat peserta besangkutan di-diskualifikasi.
  • Happy reading & Khamsahamnida^^

T/N : Akan ada hadiah spesial untuk follower @Fanficyunjae, selengkapnya pantengin TL kita tanggal 11 Mei 20113, 20.00 WIB.

2 Seasons 2 Reasons by @changminsa

Title: 2 Seasons 2 Reasons

Author: Chang Min Sa

Edited by: Rwijayant Re

Designed by: Ahmad Kamal Sudrajat

Casts: YunJaeYooSuMin, dkk

Rate: PG

Genre: Romance, family, friendship, etc

A/N: dipersembahkan untuk seluruh YJS di Indonesia, khususnya, dan YJS sedunia J J J J J

Tentang judul:

“Yunho dan Jaejoong adalah 2 orang yang memiliki kepribadian yang berbeda, bertolak belakang satu sama lain. Kepribadian keduanya seperti api dan air, satu musim panas dan satu musim dingin. Yunho adalah karakter yang hangat dan perhatian, sedangkan jaejoong adalah karakter yang selalu tenang dalam menghadapi masalah. Saat keduanya bertengkar, jaejoong akan mencari jalan keluarnya. Itu sebabnya mengapa yunho dan jaejoong sama-sama lahir di bulan musim dingin. Itu alasan pertama dari dua alasan. Alasan lainnya adalah keduanya hanya terpaut dua hari dalam kelahirannya. Lalu coba pikrkan ini… 5 (angka favorit Yunho) dikurangi 3 (angka favorit Jaejoong) sama dengan 2!!!”

~ AUTHOR POV ~

Kala itu, matahari telahkembali ke peraaduannya. Gemericik air mulai terdengar di rumah-rumah penduduk, menandakan beberapa insan baru pulang dari tempatnya mencari nafkah dan kini siap untuk bersanta di rimbanya. Namun, lain halnya dengan insan ini. Seorang pemuda yang belum genap berusia 17 tahun itu, kini tengah mengarungi jalanan yang kian sepi. Kulit putihnya seolah menyamarkan sifat kerjakerasnya. Buktinya, ia baru pulang dari tempat kerja keduanya dan kini hendak pergi ke tempat kerja ketiganya. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Kim jaejoong, nama pemuda itu, berjalan memasuki sebuah restoran kecil di sudut kota Seoul. Setidaknya, ia berharap dengan seluruh upah kerjanya, ia bisa melanjutkan hidup di ibu kota.

Kriiing!

Gemerincing bel sederhana di depan pintu restoran itu menandakan seseorang telah masuk ke dalam rumah makan itu. Sedikit dari beberapa pekerja di temapat itu sempat mengalihkan pandangannya ke arah pintu, namun segera mengalihkan ke ararh lain lagi saat mengetahui siapa pelakunya.

“Annyeong, yeorobuun… mianhae, aku telat.” Sapa Jaejoong sambil membungkuk sekilas pada rekan-rekan kerjanya. Tak mendapat respon, namja cantik itu memutuskan untuk segera masuk dan berganti pakaian. Ia bergegas ke kamar ganti yang ada di belakang dapur.

Begitu memasuki ruangan sempit itu, ia tak sengaja berpapasan dengan salah satu rekan kerjanya. Sepertinya ia juga baru saja datang, begitu pikir namja cantik itu. Sehingga namja itu memutuskan untuk menyapa rekannya yang baru saja selesai berganti pakaian kerja.

“Yunho-ah? Annyeong…”

Namja yang disapa berbalik. Seorang namja dengan mata sipit yang tajam serta wajah kecil berbibir hati. Namja itu tersenyum ramah lalu membalas sapaan rekan kerjanya, “Oh, Jaejoong-ah? Nado annyeong… baru datang eoh?”

Namja berkulit putih itu hanya mengangguk lalu bernjak menuju lokernya. Ia membuka loker itu lalu mengambil seragam kerjanya. Sembari beranjak ke kamar mandi di dekat sana, ia menjawab pertanyaan namja tampan itu. “Hmm. Kenapa restoran sepi? Di mana bos?”

“Ah.. Bos sedang di luar. Jadi kau aman, Jaejoong-ah.” Balas Yunho setengah bergurau.

“Fyuuuh, syukurlah.” Namja cantik itu mendesah panjang sambil berjalan memasuki kamar mandi.

Yunho, yang mendapat respon seperti itu, hanya terkekeh pelan sambil beranjak meninggalkan ruang ganti.

-*****-

Rintikan air langit berjatuhan. Tak peduli kala itu mentari belum waktunya kembali ke peraduannya. Namun awan-awan itu telah menitikkan uap yang dibawanya. Meski dingin dan air terus menghujaninya, namja itu terus berlari bergegas menerjang hujan di jalanan yang cukup ramai.

“Aku tak boleh terlambat”, begitu pikirnya.

Namja itu melindungi kepalanya dengan tas ransel yang tak ringan dan terus berlari takn peduli pakaiannya telah basah kuyup. Sebenarnya ia bisa saja berhenti ditoko lalu membeli payung tapi ia sadar ia tak punya waktu.

Kriet!

Derit pintu di salah satu ruangan membuat seluruh penghuninya menghentikan kegiatan mereka. Tak ada satupun yang berbicara hingga seorang namja yang berada di sapaan beberapa orang itu menyapa, ”Yunho-ah ?”

Jeosong hamnida, yeorobun” kata namja yang baru datang itu setelah ia menetralkan detak jantungnya.Ia tampak sangat lusuh dan basah kuyub.

“Yunho-ah?” salah satu dari mereka, seorang namja berkulit putih menghampiri Yunho.

“Kenapa terlambat?”

“Di luar hujan Jaejoong-ah” jawab namja itu sambil tersenyum kaku. Bibir hatinya sedikit memucat karenam kedinginan.

“Kau tak apa?” Kim Jaejoong namja, namja bermata bulat itu sedikit merasa khawatir dengan namja di hadapannya. Entah mengapa, tapi Jaejoong yakin Yunho tengah menyembunyikan sesuatu. Belum sempat ia bertanya lebih lanjut, seorang teman mereka berteriak, “YAH! Kalian berdua! Jangan banyak mengobrol. ‘Four Season’ harus segera debut!”

Namja sipit di hadapan Jaejoong menyahut, “YA! Tentu Heechul-ah! Aku akan segera bergabung!” Yunho menoleh pada teman di hadapannya, ia berkata dengan pelan.

“Kembalilah dulu, aku akan berganti pakaian. “

Jaejoong belum menyahut, namja berkulit kecoklatan itu sudah mengambil handuk dan training. Sementara itu, Jaejoong masih terpaku di tempatnya. Tanpa sengaja ia melihat kertas yang sedikit dari tas ransel Yunho. Sedikit penasaran, Jaejoong  mengambil kertas itu dan mengamati isinya.’85?’ Jaejoong mengernyit sebentar, lalu tersenyum manis entah pada siapa. ‘Meski harus pulang pergi antara Gwangju dan Seoul, Yunho tetap bisa perprestasi di sekolahnya.’

“YA! Kim Jaejoong! Kenapa melamun? Cepat kita lanjutkan latihannya.” Teriakan dari sang pelatihlah yang menyadarkan namja manis itu dari keberadaannya.

Ia segera mengembalikan kertas hasil ujian Yunho lalu kembali bergabung dengan teman-temannya di ‘Four Season’.

Four Season” adalah sebuah grup yang di dirikan oleh Lee Soo Man, selaku petinggi agency Tempat Jaejoong di trainee baru-baru ini. Tak hanya dengan Yunho, ‘Four Season’ juga memiliki Kim Heechul dan Lee Donghae sebagai anggotanya. Ia hanya mengenal Yunho di grup itu. Berbeda dengan Yunho yang sudah berteman bahkan pernah satu apartemen dengan Heechul. Terlebih lagi namja yang lebih muda 2 hari dari Jaejoong itu orang yang supel. Jadi mudah baginya untuk segera beradaptasi dan akrab dengan Donghae. Jaejoong merasa cukup tenang telah berkenalan dengan Yunho sebelumnya.

-*****-

Trainee selesai sekitar pukul 7 malam. Beberapa anggota trainee termasuk Heechul dan Donghae sudah meninggalkan gedung SM Ent, agency yang melatih mereka. Hanya tersisa beberapa staf, Jaejoong dan Yunho yang tengah beristirahat di tepi ruang latihan. Tak lama berselang, salah seorang staf mendekati mereka. Ia mengajak Yunho berbincang sebentar sementara Jaejoong mengemasi barang-barangnya dan bersiap untuk pergi ke restoran tempatnya bekerja.

Begitu jaejoong selesai mengemasi barang-barangnya, ia berbalik dan melihat Yunho tengah berjalan ke arahnya dengan sebuah botol keperakan di tangannya. Jaejoong berdiri berinisiatif untuk bertanya,  “Apa itu, Yunho-ah ?”

“Ah, ini ?” Yunho mengangkat botol itu. “Ini spray pewarna rambut. Mereka mengajakku untuk menjadi backing dancer Dana sunbaenim, kudengar ia sedang menyiapkan sebuah single solonya.”

“Dan kau menjadi salah satu dancer-nya ?” terka Jaejoong.

”Umm… Aku tidak tau pasti, Jaejoong-ah ?”

“Ne.” jawab Jaejoong singkat ia masih memikirkan penjelasan namja tampan itu. Yunho beruntung baru 2 tahun di-trainee tapi sudah menjadi dancer. ‘Mungkin sebentar lagi ia akan debut.’

“Jaejoong ?”

“Ah, ye ?”

“Kau melamun ?”

“Ah! Annio.” Jaejoong mengalihkan tatapannya. Mencoba menutupi kegugupannya

“Ok! Aku harus pergi sekarang, Jaejoong-ah.” Yunho memulai percakapan mereka lagi. “Aku perlu waktu untuk  mewarnai rambutku.”

Dahi Jaejoong sedikit berkerut. “Apakah besok kau tidak sekolah Yunho-ah ? Memangnya di sekolah memperbolehkan rambut siswanya dicat ?”

Yunho terkekeh lalu menjawab. “Tidak, aku bisa mewarnanya hitam besok pagi.”

Sementara itu kekaguman Jaejoong semakin bertambah pada namja di depannya itu. ’ Meski ditendang ayahnya, ia masih rela untuk memperjuangkan semuanya. Pendidikan dan karirnya semoga kita bisa menjadi orang esar nantinya,Yunho-ah..’ doa Jaejoong dalam hati.

_*****_

Waktu berlalu begitu cepat, mentari telah tergantikan oleh rembulan yang tertutup awan. Seberkas cahaya malam menyinari langkah kecil seorang namja bernama Kim Jaejoong. Namja berbibir semerah cherry itu baru saja pulang dari restoran. Tempat kerja ketiganya. Ia berjalan untuk menghemat agar ia bisa melunasi biaya trainee-nya. Ia bahkan rela berjalan kaki ke apartemen kecilnya yang lumayan jauh dari tempat kerjanya. Tetapi ia tak peduli meski kenyataannya namja berkulit putih pucat itu sedang kelaparan. Sudah 2 kali 24 jam ia tidak makan kecuali roti tawar yang diterimanya dari pekerjaannya sebagai buruh juga satu botol susu yang hanya cukup untuk sarapannya.

Meski kehidupannya keras, namja berusia belum genap 17 tahun itu tidak mengeluh. Ia hanya menjalaninya saja dan yakin bahwa suatu hari ia akan sukses. Mengingat sebuah kesuksesan, ia teringat oleh rekannya yang tengah berada di pintu gerbang kesuksesan. Orang itu tak lain adalah Jung Junho, temannya di “Four Season” yang sudah beberapa kali tak ia ketahui keberadaannya. Barulah tadi saat ia latihan bersama Heechul dan Donghae, ia mengetahui di mana keberadaan namja yang terpaut 2 hari lebih muda darinya.

-Flash Back-

“Heechul-sshi ?” Jaejoong berjalan mendekati namja berkulit putih dan cantik sepertinya. Namja itu berbalik mendengar  Jaejoong memanggilnya. Ia mengeluarkan senyum tipisnya. ”Boleh aku bertanya padamu ?”

“Tentu Jaejoong-ah! Santai saja padaku. Aku tidak akan memakanmu.” canda Heechul sambil mengajak Jaejoong duduk tapi namja cantik itu menolak dengan halus.

“Umm…” Jaejoong bergumam pelan untuk menutupi kegugupannya. “….sebenarnya aku ingin tanya, ini tentang Yunho.”

“Eh ? Tentang beruang bodoh itu ?” tanya Heechul memastikan.

Setelah Jaejoong hanya mengangguk  sebagai jawabannya, Heechul berinisiatif bertanya dulu. “Ada apa ?”

“Emm…. Kenapa Yunho jarang ikut latihan ? Apa– apa Yunho sudah keluar ?” tanya Jaejoong gugup. Ia tak terlalu terbuka pada oranglain kecuali yang sudah ia kenal dekat. Tapi sepertinya mulai sekarang ia harus belajar untuk terbuka.

“Err… kau belum tau, Jaejoong-ah ?” Heechul menatap namja cantik dihadapannya dengan tatapan yang sulit di artikan, antara kaget dan bingung. ‘Setauku mereka cukup dekat, bagaimana mungkin dia tidak tau ?’

Jaejoong menatap Heechul bingung lalu menggeleng. “Memangnya ada apa Heechul-sshi ?”

PLAK!

Heechul menepuk dahinya sendiri sebagai bentuk keterkejutannya. Ia lalu menatap aneh pada Jaejoong. “Jaejoong-ah , Yunho sudah keluar dari ‘Four Season’ !”

MWO???” pekik Jaejoong, ia tak sadar jika teriakannya itu telah menghentikan semua kegiatan di ruang itu. Begitu sadar ia membungkukkan badannya berkali-kali sambil menggumamkan belasan kata ‘maaf’. “Memangnya apa yang terjadi Heechul-sshi? Apa Yunho membuat masalah?” tanya Jaejoong sedikit memelankan suaranya.

“Eumm… Dari mana aku harus memulai ya ?” Heechul melipat tangannya di depan dada sambil memandang langit-langit ruangan itu. Proses berpikir, eoh?

“Ah! Begini ceritanya…..” tutur Heechul memulai penjelasannya. “Beberapa hari setelah ia sukses menjadi dancer di MV Dona Sunbae, produser memanggilnya dan mengeluarkannya dari ‘Four Season’. Kudengar ia akan menjadi salah satu member boyband ‘idol’ di sini. Dan  kudengar member-membernya harus memiliki kemampuan ‘di atas rata-rata’. Ah, Yunho benar-benar beruntung jika ia bisa debut setelah ini.”

“Benerkah?” entah mengapa terselip nada kecewa dari satu kata sederhana dari Jaejoong. Entah ia suka atau tidak tanpa Yunho di ‘Four Season’ , yang jelas ia berkata dalam hati. ‘Meski sebentar, aku senang bisa  merasakan satu grup dengan Yunho-ah. Kau pantas mendapatkan tempat itu….’

“Kau tau, Jaejoong -ah! Aku tak percaya beruang bodoh itu bisa cepat debut seperti ini.” celoteh Heechul bersemangat. “Dulu, saat kami masih satu apartemen, aku pernah mengerjainnya. Saat itu, Yunho  baru saja membeli jaket barudan aku juga beberapa temanku berkata pada Yunho bahwa jaket itu asli maka jaket itu akan hangus jika dibakar. Dan bodohnya, Yunho benar-benar melakukannya. Hahahahaha~“

Sementara itu, Jaejoong hanya tersenyum  menanggapinya. Entah ia menyimak atau tidak tapi, tanpa sadar ia berharap dalam hati ‘Semoga kita bisa satu grup lagi Yunho-ah. Setidaknya, aku ingin kita bertemu lagi saat kita akan debut nanti.’

-Flash Back End-

KRUYUK !

“Akkhh!! Aku lapar…” gumam Jaejoong entah pada siapa. Namja bermata bulat itu mengedarkan  pandangannya. Jalanan yang dilaluinya mulai sepi dan toko-toko maupun kedai sudah tutup. Meskipun ada minimarket 24 jam, Jaejoong tidak mungkin membeli makanan karena uangnya sudah ia pakai untuk membiayai  trainee selama 1 bulan kedepan. Tanpa sengaja matanya menangkap cahaya berbeda dari salah satu bilik pertokoan di jalanan itu. Ia bergegas ke sana dan melihat pengumuman di bagian luarnya.

“DONOR DARAH!?” ejanya. Jaejoong terlihat berpikir sebentar, “Kalau aku mendonorkan darahku, aku bisa memperoleh uang atau roti dan susu. Setidaknya perutku bisa terisi.”

Tak lama kemudian, Jaejoong melangkah memasuki toko itu setelah yakin dengan keputusannya. Ia segera meminta seorang suster untuk mengambil darahnya. Tapi sang suster merasa kasihan dengan kondisi Jaejoong yang pucat dan alhasil suster itu hanya mengambil sedikit darahnya. Setelah mengambil darah namja belia itu, sang suster memberikan Jaejoong roti  tawar  dan susu.

_*****_

Beberapa bulan kemudian……………

“Jaejoong-ah! Kau di panggil Produser! Cepat pergi  ke ruangan beliau!”  teriak seorang pelatih yang baru saja melihatnya masuk ke kelasnya. Sementara yang di perintah hanya menatapnya bingung dan hanya diam di tempat.

“Ada apa, Lee Sae’nim?” tanya Jaejoong mencoba mencari penjelasan.

“Aku tak tau. Yang jelas kau di suruh ke ruangannya sekarang. Jangan membuat Soo Man-sshi menunggu. Cepat!” bentak pelatihnya dan Jaejoong hanya bisa pasrah.

Namja bermata bulat itu berjalan ke luar ruangan. Ia hanya menunduk sambil berpikir keras ‘Ada apa gerangan produser memanggilnya? Apakah ia membuat masalah?’

Jaejoong memasuki lift lalu menekan tombol angka ‘5’. Ia tetap menunduk sambil perpikir sepanjang perjalanan. Bahkan namja cantik itu tak sadar bahwa ia tak sendiri di dalam lift, melainkan ada seorang namja jangkung yang tengah berdiri di depannya. Beruntung namja yang sebenarnya masih berusia 15 tahun itu memiliki tujuan yang sama dengan Jaejoong.

TING!

Pintu lift terbuka menyadarkan Jaejoong dari lamunannya. Ia mendongakkan kepalanya dan keluar mengikuti namja berambut hitam pendek di depannya. Tapi Jaejoong tak mengindahkan namja itu, ia hanya fokus untuk pergi ke ruang produser. Keduanya baru menyadari bahwa mereka memiliki tujuan yang sama saat mereka tiba di depan sebuah pintu putih dan besar bersamaan. Sejenak mereka saling bertatapan heran tapi karena tak ada yang berniat membuka pembicaraan, keduanya mengalihkan pandangan. Karena merasa aura canggung yang tak nyaman, Jaejoong berinisiatif untuk mengetuk pintu terlebih dahulu.

Tok! Tok! Tok!

“Masukklah!” titah suara dari dalam.

Segera saja kedua namja tersebut masuk kedalam ruang kantor mewah milik produser mereka. Terlihat sederhana namun elegan. Tidak terlalu banyak perabotan tetapi barang-barang disana adalah barang-barang bermerk. Sementara di ujung ruangan terdapat sebuah meja bername tag “Lee Soo Man”. Di sisi lain ada dua namja yang tengah duduk di sebuah sofa hitam didepan meja kerja tersebut. Jaejoong mengenal salah satu dari ke dua namja tersebut.

“Kim Jaejoong-shii! Shim Changmin-sshi! Duduklah!” titah namja paruh baya itu sambil beranjak dari kursinya. Ia melangkah memutari meja dan bersandar di depan meja sembari melipat kedua lengannya didepan dada. Ia memeperhatikan Jaejoong dan Changmin, namja jangkung itu yang tengah beranjak dari sofa hitam di depan kedua namja lain diruang itu. Setelah keduanya duduk, namja berjas hitam itu mulai berbicara.

“Kalian aku kumpulkan di sini karena ada suatu hal penting yang harus aku sampaikan.”

Namja itu menatap Jaejoong yang tengah menunduk. ”Kim Jaejoong! mulai sekarang kau keluar dari ‘Four Season’!”

Mwo??” Jaejoong mendongakkan kepalanya ditambah raut terkejutnya terbukti dari kedua membulat lebih lebar. Lee Soo Man mengalihkan tatapannya pada namja jangkung di sebelah Jaejoong.

“Dan Shim Changmin, kau juga dikeluarkan dari trainee solomu! Kalian berdua akan aku masukkan kedalam grup yang sama dengan mereka, Kim Junsu dan Jung Yunho”

Belum sempat namja paruh baya itu melanjutkan, Changmin mengangkat tangannya. ”Jeosonghamnida, Lee Soo Man-sshi. Memangnya mengapa saya dikeluarkan dari trainee saya sebelumnya ? Apakah saya memiliki kesalahan ?”

“Annio. Annio.” namja paruh baya itu mrnggeleng pelan. “Aku mengumpulkan kalian untuk proyek baru SM Ent. Kita akan membuat boyband idola yang akan dikenal seluruh Korea, bahkan Asia. Aku merekrut trainer-trainer terbaik di SM akademi dan kalian adalah pilihanku.” Lee Soo Man menatap namja beliau itu bergantian. “Kalian masing-masing adalah lulusan terbaik diangkatan kalian. Itulah sebabnya aku merekrut kalian.”

“Lee Soo Man-sshi ?” seorang namja yang duduk di sebelah Yunho mengangkat tangannya. Raut terkejut dan bahagia bercampur jadi satu.

“Ne, Junsu-sshi ?”

“Umm, kalau boleh tau apa nama grup kami ?” tanyanya takut-takut

Bukannya menjawab, namja paruh baya itu tertawa lepas. “Hahaha~ tak perlu terlalu bersemangat Junsu-sshi Aku tau kalian sangat ingin debut, tapi bersabarlah…. Kami sedang mempersiapkannya.”

_*****_

November 2003

Disaat waktu telah menunjukkan pukul 10 malam, gedung SM Ent tampak lengah. Tapi hal itu tak berlaku bagi sebuah ruang rekaman di gedung itu. Tampaknya ada yang tengah melakukan proses itu? Terlihat lima namja berpostur tinggi rata-rata 180 cm tengah mengelilingi sebuah microphone kecil yang tengah berdiri di tengah-tengah mereka. Mereka tak lain adalah Dong Bang Shin Ki atau lebih kerap disapa ‘DBSK’, boyband bentukan SM Ent ini tampak memiliki aura yang berbeda dari boyband-boyband atau grup-grup di Korea lainnya. Jika dilihat dari fisik, mereka tak memiliki kesamaan atau kemiripan yang menonjol. Ditelisik lebih dalam, kau akan menemukan banyak perbedaan diantara mereka. Mulai dari karakter masing-masing, latar belakang keluarga, hingga jenis suara yang keluar dari pita suara mereka. Itulah mereka disebut DBSK. Dewa yang terbit dari timur ini sangat lihai dalam hal musik. Masing-masing dari mereka memiliki kemampuan lebih disatu bidang. Kim Junsu, 16th (usia internasional), sangat lihai dalam hal teknik vokal dan mengisi middle tenor di DBSK. Jung Yunho 17th seorang leader yang lihai dalam dance dan rapp, namja bermata tajam itu mengisi vokal bass. Kim Jaejoong, 17th, seorang yang memiliki vokal lembut dan mampu menggetarkan setiap pendengarnya, ia mengisi vokal utama di DBSK. Shim Changmin, 15th, siswa SMA, di anugerahi suara high tenor maksimal yang mampu dicapai laki-laki. Dan member terakhir datang dari negeri Paman Sam. Ia bukan orang bule, tapi orang korea yang mengikuti audisi di Amerika tepatnya di Virginia. Meski hanya di trainee kurang dari satu tahun namja berdahi lebar itu sangat cepat beradaptasi. Ia berbakat dalam hal mengkomposisi dan mengarang lagu dan ia mengisi bass bariton di DBSK.

Saat ini kelima namja itu tengah rekaman untuk single pertama mereka yang rencananya akan dirilis akhir tahun ini. Di awasi beberapa staf SM di balik sebuah kaca, tepatnya di ruang operator, mereka mulai mempersiapkan diri. Mengatur nafas dan bersiap untuk mulai, membuka suara dan menunjukkan keindahan harmonisasi suara mereka. Sebuah kertas berukuran sedang berada di seberang penglihatan mereka, menampilkan deretan nada dan lirik lagu yang elah mereka pelajari selama kurang lebih satu bulan ini. Tibalah saatnya memulai. Headset yang terpasang di masing-masing mereka melantunkan musik awal.

Kim Jaejoong sedikit melangkah kedepan ia mendekati mic dan mulai melantunkan lirik yang mulai dibawaannya.

harumahn nibahn eui chim nae gah dwei goh shipuh (oh Baby)

Namja cantik itu sedikit memberi jeda pada liriknya. Setelah menghela nafas pelan, ia melantunkan kembali bagiannya.

duh ddah seu hee poh geun hee nae poom eh gahm ssah ahn goh

jae oo goh shipuh…

Jung Yunho menyahut bagian main vocal-nya. Namja tampan itu mendekati mic dan mulai membuka suaranya.

ah joo jahk eun dwei chuhk eem doh

nuh eui choh geu mahn sohk sahk eem eh

nahn ggoom sohk eui gwei

mool doh ee gyuh nae buh reel tehn deh

Jaejoong berdiri di sebelah Yunho dan kembali menyambung lirik selanjutnya. Ia memejamkan matanya, meresapi isi lagu itu.

nae gah uhp neun nuh eui hah roon

uh duh geh heul ruh gah neun guhn jee

nah neul uhl mah nah sarang hah neun jee

nahn nuh moo nah goong geum hahn deh

 Kim Junsu mengambil alih mic di tengah mereka. Ia sedikit meninggikan suaranya sambil menghayati lagu.

nuh eui jahk eun suh rahn sohk eui

eel gee jahng ee dwei goh shipuh

ahl soo uhp neun nuh eui geu bee meel doh

nae mahm sohk eh dahm ah dool rae

nuh mohl rae

Musik tengah mengalun lembut diiringi sedikit gerakan singkat dari member DBSK. Setelah bait berganti, Shim Changmin melanjutkan versee kedua.

harumahn nibahn eui chim nae gah dwei goh shipuh (oh Baby) 

nee gah joo neun mahd eet neun oo yoo wah

boo deu ruh oon nee poom ahn eh suh

Park Yoochun melanjutkan bagian namja tinggi itu. Ia sedikit tersenyum seakan tengah menebar pesona pada orang-orang di sekitarnya.

oom jeek ee neun jahng nahn eh doh

nuh eui gwei yuh oon eem maht choom eh

nah doh ool rae jeel too reul

neu ggee doh ee suh nah bwa

Yunho dan Jaejoong melangkah bersama dan bersahutan menyanyikan bagiannya.

nae mah eum ee ruhn guh yah

nuh bahk gehn bohl soo uhp neun guh jee

noogoo reul bwah doh uh dee ee suh doh

nahn nuh mahn bah rah boh jahn hah

Musik panjang kembali mengalun. memberi jeda pada lagu dan memberi kesempatan setiap member untuk bernafas sejenak. Hingga Shim Changmin melanjutkan.

dahn ha roo mahn ah joo chin hahn

nuh eui ee dwei goh shipuh

nuh eui jah rahng doh ddae rohntoo juhg doh

dah deul soo ee seul tehn deh nuhl wee hae

Di bagian selanjutnya, DBSK menyuarakan keselarasan dan keharmonisan suara mereka. Saling menyatu dan melengkapi celah di antara mereka.

in my heart, in my soul

nah eh geh sarang ee rahn

ah jeek uh saek hajimahn (uh Baby)

ee seh sahng moh deun guhl neuh geh joo guh shipuh

ggoom eh suh rah doh~

nae mah eum ee ee ruhn guh yah

jee kyuh bohl soo mahn ee suh doh

nuh moo kamsa hae mahn hee hengbok hae

nah jok geum eun boo johk hae doh

uhn jeh ggah jee nuh eui gyuht eh

yuhn een eu roh eet goh shipuh

nuh reul nae poom eh

gah deuk ehn eun chae

geud uh buh ryuh seu myuhn shipuh

young wohn hae~

Suara riuh tepuk tangan menggema di ruangan sempit itu. Sambutan yang tak terduga dan DBSK mulai melepaskan headset mereka dan saling senyum satu sama lain. Beranjak satu persatu dari mereka keluar dari ruang rekaman. Segera saja produser mereka, Lee Soo Man menyambut mereka menjabat satu persatu tangan mereka sambil sesekali bertepuk tangan riang.Ia menggumamkan sejuta pujian untuk boyband bentukannya itu. Kata ’selamat’ dan ‘hebat’ juga lolos dari mulut beberapa staf yang ada disana.

“Aku yakin, bulan depan kalian sudah bisa debut. Selamat dan semoga sukses!” ucap Lee Soo Man mengakhiri kunjungannya. Ia diingatkan oleh salah satu staf untuk menghadiri acara lain.

Setelah yakin Lee Soo Man dan beberapa staf petinggi SM pergi, beberapa pelatih mendekati kelima namja tersebut. Setelah berdeham, salah satu dari mereka, pelatih vokal, membuka suara.

“Aku akan membuat perubahan pembagian vokal” namja berusia kisaran 30th itu menatap satu persatu member DBSK. “Mendengar proses rekaman tadi, aku akan mengubah sedikit formasi pembagian vokal.”

Masing-masing member saling menatap dalam suasana yang sulit ditebak. Antara khawatir dan bingung. Beberapa saat kemudian, suasana kembali terkendali, pelatih itu menjelaskan sambil menatap Yunho dan Yoochun bergantian.

“Untuk bagian awal, setelah bait pertama yang dinyanyikan Jaejoong akan dilanjutkan oleh Yoochun.” Spontan kedua namja yang merasa namanya disebut saling melempar tatapan bingung. Sang pelatih melanjutkan. “Sedangkan bagian Yoochun setelah part pertama Changmin, akan diambil alih oleh Yunho. Lalu bagian Yunho dan Jaejoong setelah reff kedua, akan digantikan oleh Yoochun dan Junsu. Yoochun menggantikan Yunho dan Junsu menggantikan Jaejoong.”

GLEK!

Belum selesai keterkejutan kelima member DBSK, satu pelatih mereka kembali memberikan kabar mengejutkan. “Dan untuk formasi kalian, akan aku urutkan dari tinggi saja. Dari deretan kanan ke kiri, rendah ke tinggi. Hehehe~”

Ia tertawa renyah namun hanya ditanggapi kecanggungan oleh kelima namja di hadapannya. “Junsu paling kanan, lalu Yoochun, Jaejoong, Changmin, dan Yunho di sisi paling kiri.”

_******_

Malam hari, 26 Desember 2003

Beruntung sekali udara dingin menyapa penduduk Korea, khususnya di Seoul. Sehingga kebanyakan dari mereka memilih untuk menikmati malam paska Natal di dalam rumah. Selain karena dinginnya udara di luar, mereka juga ingin menikmati waktu santai bersama keluarga. Sebagian besar dari mereka bisa dipastikan tengah menikmati camilan, membuka kado natal, dan berbagai cerita di ruang keluarga. Jika di ruang keluarga, bisa dipastikan disana terdapat layar televisi yang menyampaikan berbagai acara. Ah~ mengingat malam itu, sebenarnya ada acara bagus di salah satu stasiun televisi. Berbondong-bondong mereka menyalakan dan memantau acara nbertajuk “BOA feat Breatney Spears”. Terdengar kabar pula, bahwa BOA akan berkolaborasi dengan boyband pendatang baru rintisan SM Ent, agency yang di naungi BOA. Dan menurut kabar boyband itu tidak main-main. Mereka adalah boyband idola, terdiri dari 5 member yang memiliki kualitas vokal di atas rata-rata. Hmmm, bagaimana kalau kita menengok persiapan boyband tersebut di backstage?

Di backstage sendiri, tepatnya di ruang ganti, para member DBSK tengah bersiap-siap untuk menampilkan single pertamanya di layar kaca. Ini debut pertamanya yang di tayangkan di salah satu TV nasional. Untuk seorang pemula, pasti kegugupan menjadi momok nomor satu di antara mereka. Begitupun DBSK. Selesai make up, mereka terus mencoba mengalihkan kegugupan mereka, beruntung di ruangan itu hanya tinggal mereka. Sofa putih di ruangan itu, Yoochun dan Changmin tengah bermain straight test, semacam tes keseimbangan. Di sebuah kaca panjang Yunho dan Junsu tengah berlatih dance dan ekspresi mereka untuk membawakan single debut di atas panggung. Bagaimana dengan Jaejoong ? Rupanya member tertua DBSK itu tengah merenung di atas sebuah kursi make up membelakangi ke empat temannya. Entah apa yang di pikirkannya hingga ia tak sadar bahwa sang leader mendekatinya.

“Jaejoong-ah ?” sapa Yunho sambil menepuk bahu kanan Jaejoong. Namja bermata bulat itu mendongak dan balas menatap Yunho. “Gwenchana ?”

Namun sang lead vokal justru kembali menyembunyikan wajahnya. “Yunho-ah, aku gugup.” Butuh waktu beberapa detik untuk reaksi selanjutnya. Yunho memutar posisi kursi Jaejoong hingga ia mampu berhadapan dengan lead vokalnya. Ia berjongkok dan mencoba berkontak mata dengan Jaejoong. “Dengar! Kita semua gugup di sini. Ini debut kita, wajar kalau kita gugup. Tapi lihatlah! Junsu, Changmin, dan Yoochun berusaha menghilangkan kegugupan mereka. Mereka melakukan sesuatu yang bisa mengalihkan ataupun menghilangkan kegugupan mereka. Maka bergabunglah dengan kami. Kita coba mengatasi masalah ini bersama-sama. Kita telah banyak mengorbankan waktu, uang, dan tenaga untuk hari ini, jadi jangan sia-siakan itu Jaejoong-ah.”

Jaejoong menatap Yunho dengan tatapan takjub, ’Bahwa Yunho yang lebih muda dariku bisa menenangkan aku ?’ gumam Jaejoong dalam hati. “Yunho-ah ?”

Jja! Berdiri dan kita akan segera bersiap untuk ke backstage !” Yunho menarik tangan Jaejoong hingga namja berkulit putih itu brdiri. Mereka berjalan mendekati ketiga member lainnya yang ternyata telah berbincang dengan salah satu kru acara di dekat sofa. Junsu yang pertama kali menyadari keberadaan Yunho dan Jaejoong di antara mereka, segera berkata setelah kru itu pergi “Hyungdeul, kita akan segera naik panggung!”

Yunho mengangguk sambil tersenyum tipis. Ia mengeratkan genggamannya di tangan Jaejoong, lalu meraih tangan Changmin yang berada di sisi lainnya. “Gurae! Kita berdoa dulu untuk kelancaran debut kita ini. Semoga hari ini akan menjadi hari paling bersejarah bagi kita. Juga menjadi pintu gerbang kita untuk mencapai impian kita. Segala usaha kita di masa-masa sebelumnya bisa terbalas dengan kesuksesan di kemudian hari. Berdoa di persilahkan.”

Kelima member DBSK kompak menunduk, sambil bergandengan tangan, menjalin ikatan yang lebih dari sekedar teman. Saling berbagi doa untuk kesuksesan bersama. Doa selesai setalah Yunho memberi aba-aba ‘selesai’.

Jja! Jja!” seru Yunho sambil memposisikan punggung punggung tangannya di antara mereka. Mengajak kelima membernya untuk beryel-yel. Sekedar penyemangat untuk mereka.

“Dong-Bang! Dong-Bang! Dong-Bang Shin Ki! Hwaiting!!!”

Beberapa menit kemudian, DBSK telah berada di backstage dan siap untuk naik ke atas panggung. Setelah berjabat tangan, mohon dukungan dan kerjasama, dari beberapa staf, kru, dan BOA, artis yang tengah naik daun yang akan menjadi partner featuring mereka, DBSK berjalan yakin memasuki panggung. Di tengah panggung sendiri, telah di sediakan 5 kursi yang akan di gunakan untuk lagu pertama dan kedua mereka. Panggung masih gelap kala itu dan kelimanya segera menempati posisi masing-masing.

Tak sampai satu menit kemudian, panggung kembali terang dengan lima wajah baru di dunia musik hiburan. Para penonton di depan stage terdiam untuk mengamati aksi panggung dari boyband  baru bentukan SM Ent. Mereka terbius oleh suara merdu nan harmonis dari boyband baru bentukan tersebut, pasalnya DBSK menyanyikan lagu “A Holy Night” dalam versi acapella. Membawakan lagu dalam bentuk acapella berarti membawakan lagu denga kualitas suara asli, tidak ada efek atau dibuat-buat. Dan masuknya BOA di tengah-tengah lagu menambah kesan harmonis pada lagu itu. Berakhirnya lagu itu di sambut tepuk tangan dari setiap penonton, baik di studio maupun di backstage.

Menit selanjutnya, DBSK menyanyikan single debut mereka secara live!

harumahn nibahn eui chim nae gah dwei goh shipuh (oh Baby)

duh ddah seu hee poh geun hee nae poom eh gahm ssah ahn goh

jae oo goh shipuh…

ah joo jahk eun dwei chuhk eem doh

nuh eui choh geu mahn sohk sahk eem eh

nahn ggoom sohk eui gwei

mool doh ee gyuh nae buh reel tehn deh

nae gah uhp neun nuh eui hah roon

uh duh geh heul ruh gah neun guhn jee

nah neul uhl mah nah sarang hah neun jee

nahn nuh moo nah goong geum hahn deh

nuh eui jahk eun suh rahn sohk eui

eel gee jahng ee dwei goh shipuh

ahl soo uhp neun nuh eui geu bee meel doh

nae mahm sohk eh dahm ah dool rae

nuh mohl rae

harumahn nibahn eui chim nae gah dwei goh shipuh (oh Baby) 

nee gah joo neun mahd eet neun oo yoo wah

boo deu ruh oon nee poom ahn eh suh

oom jeek ee neun jahng nahn eh doh

nuh eui gwei yuh oon eem maht choom eh

nah doh ool rae jeel too reul

neu ggee doh ee suh nah bwa

nae mah eum ee ruhn guh yah

nuh bahk gehn bohl soo uhp neun guh jee

noogoo reul bwah doh uh dee ee suh doh

nahn nuh mahn bah rah boh jahn hah

dahn ha roo mahn ah joo chin hahn

nuh eui ee dwei goh shipuh

nuh eui jah rahng doh ddae rohntoo juhg doh

dah deul soo ee seul tehn deh

nuhl wee hae

in my heart, in my soul

nah eh geh sarang ee rahn

ah jeek uh saek hajimahn (uh Baby)

ee seh sahng moh deun guhl neuh geh joo guh shipuh

ggoom eh suh rah doh~

nae mah eum ee ee ruhn guh yah

jee kyuh bohl soo mahn ee suh doh

nuh moo kamsa hae mahn hee hengbok hae

nah jok geum eun boo johk hae doh

uhn jeh ggah jee nuh eui gyuht eh

yuhn een eu roh eet goh shipuh

nuh reul nae poom eh

gah deuk ehn eun chae

geud uh buh ryuh seu myuhn shipuh

young wohn hae~

_*****_

            Awal tahun 2004…….

Beberapa bulan pasca debut, DBSK melejit seperti roket. Lagu single mereka “Hug” memecahkan rekor di Korea, yakni lagu single debut pertama yang menduduki chart pertama. Padahal menurut sejarah permusikan Korea, grup maupun solo yang debut tidak akan sukses di chart sebelum merilis album. Tapi DBSK berhasil memecahkan tradisi itu.

Baru-baru ini, tersiar kabar DBSK akan mengadakan ‘meet and greet’ dengan fans untuk pertama kali yang rencananya akan dilaksanakan di depan gedung SM Ent. Benar saja, saat hari ’H’ jalanan menuju gedung SM Ent telah dipadati oleh ribuan fans DBSK yang mayoritas adalah yeoja pelajar. Sementara itu di halaman gedung SM Ent telah di sediakan sebuah meja panjang lengkap dengan kursi dan lima microphone di atasnya. Menjelang waktunya kelima namja idola itu keluar dari gedung pencakar langit itu. Kelimanya memakai jaket tebal untuk melindungi diri dari serangan hawa dingin kala itu. Namun tak mengurangi karisma yang menguar dari masing-masing mereka.

Di depan ribuan fans yang duduk di depan mereka, yang berhasil masuk halaman gedung SM, mereka menyapa kompak. “Annyeonghaseo, DBSK imnida~”

Prok! Prok! Prok!

Setelah riuh tepuk tangan surut, bersamaan dengan member DBSK yang selesai membungkukkan badan. Begitu keadaan terkendali, seorang namja bermata bulat tajam dan berwajah kecil menerima microphone hitam dari salah satu staf di sampingnya.

Namja bergigi gingsul itu menyapa fansnya, “Annyeonghaseo, Uknow Yunho imnida.” Ia membungkukkan badan sekilas lalu mengatakan sedikit sapaan untuk fans. Setelah itu menyalurkan microphone pada member di sebelah kanannya.

Annyeonghaseo, Choikang Changmin imnida…” sapa namja jangkung dengan wajah kekanakannya. Ia membungkik lalu menyampaikan pesan dan kesan untuk para fans. Ia tampak malu-malu dan segera memindahkan pada member yang berada di tengah formasi. Namja berkulit putih menerima benda hitam itu lalu mendekatkannya ke bibir merahnya.

Annyeonghaseo, Youngwoong Jaejoong imnida…” Ia juga menyampaikan sedikit kata-kata untuk ratusan fans didepannya. Setelah dirasa cukup, ia kembali menyalurkan microphone pada member di sebelah kanan.

Annyeonghaseo, Micky Yoochun imnida…” namja berpipi chubby kembali menyapa para fans. Diiringi histeria para fans, ia menyampaikan sedikit pesan-kesan event ‘meet and greet’ itu. Kembali ia mengalihkan microphone pada member terakhir di ujung kanan.

Sedikit malu namja bertubuh pendek itu menyuarakan sapaannya.  “Annyeonghaseo, Xiah Junsu imnida..” Ia mengatakan beberapa sapaan untuk para fans.

Setelah sesi perkenalan selesai para fans yang berhasil masuk halaman gedung diberi kesempatan untuk berjabat tangan dengan para member DBSK. Puluhan menit kemudian, sesi fanssign di jalankan. Dalam acara tersebut, semua tampak larut dalam kebahagiaan bertemu dengan fans yang menyemangati mereka juga bertemu dengan idola yang akan mewarnai hari-hari mereka. Hanya membayangkannya saja kita akan tersenyum dibuatnya. Namun sayang di tengah larutan manusia di halaman sederhana itu tampaknya hanya seorang yang kurang menunjukkan senyumnya. Seorang namja berkulit putih serta mata bulat yang jarang dimiliki namja Asia Timur. Hingga seorang yeoja berdiri di depannya dan menyerahkan sebuah kepingann CD bercover DBSK dengan ekspresi yang sulit diartikan. Namja itu menerima CD itu lalu mulai membubuhkan tanda tangannya. Ia mencoba tersenyum dan memulai pembicaraan, “Annyeong~ nuguseo ?”

“Oh Hye Rin” jawabnya ketus

Meski sedikit tersinggung namja yang memiliki tahi lalat dibawah mata kirinya itu melanjutkan tugasnya. Menulis beberapa kata-kata di atas cover CD itu. “Kenapa menyukai Oppa ?” tanyanya memecah kecanggungan di antara mereka.

Yeoja itu tampak tak sabar. Ia merebut kepingan CD yng telah di tandatangani namja cantik itu lalu berkata dengan ketus “Dengar ya, Jaejoong Oppa ! Aku tidak menyukaimu. Aku ada disini karena salah satu staf yang menarikku dan membawaku kesini. Aku tidak suka pada Oppa karena Oppa terlalu cantik dariku. Arraseo!! “ Setelah mengucapkan kata-kata tajam itu, sang yeoja berbalik meninggalkan sang namja tengah terkejut oleh pengakuannya.

‘Tidak menyukaiku ? Karena aku lebih cantik darinya ? Apakah itu penyebab sedari tadi tidak ada seorang fans pun didepanku ?’ batin namja itu merana. Selang beberapa menit kemudian, sapaan halus dari seorang yeoja membuyarkan ratapannya.

Annyeonghaseo, Jaejoong Oppa~”

Sedikit terkejut namja itu kembali berkonsentrasi pada pekerjaannya. Ia menatap seorang yeoja belia yang tengah memeluk sebuah kepingan CD dengan kedua tangan mungilnya. Ia balas menyapa “Ne, annyeong~”

“Umm, boleh aku minta tanda tangan Oppa ?” tanyanya malu-malu. Sepertinya yeoja ini jauh lebih halus daripada yeoja sebelumnya. Ia mengulurkan kepingan CD itu yang segera disambut ramah oleh namja idola itu.

“Ne, tentu. Nuguseo ?”

Joneun Cho Soo Hyun imnida.”

_*****_

Matahari telah kembali keperaduannya sejak tiga jam yang lalu. Namun hal itu belum menurunkan semangat orang-orang yang tengah berada di salah satu ruangan di gedung SM Ent. Pasalnya mereka tengah merayakan keberhasilan acara tadi pagi sambil beristirahat. Semuanya tampak larut dalam suasana bahagia itu. Terbukti dari banyaknya gelak tawa yang tak henti menggema di ruangan itu. Sedangkan kelima bintang idola itu tengah berada di kursi-kursi yang mengelilingi meja besar disudut ruang.

Tak berapa lama kemudian, salah satu dari kelima member DBSK itu beranjak dari posisinya. Ia keluar dari ruangan dan memutuskan untuk mencari keheningan, menjernihkan pikirannya. Meninggalkan tatapan heran dari rekan-rekannya dan beberapa staf disana. Terutama seseorang yang telah cukup lama mengenalnya, orang yang bertanggung jawab penuh atas seluruh tubuh DBSK.

“Kudengar diacara tadi Jaejoong tidak mendapat respon baik dari fansnya” salah satu staf angkat bicara. Seorang namja berusia sekitar 30-an yang tengah menegak bir-nya. Ucapannya itu berhasil mencuri perhatian keempat member DBSK. Ia melanjutkan “Seorang yeoja berkata kasar padanya dan setelah itu aku tak melihatnya tersenyum lagi sepanjang sisa acara.”

Jinjja ?” seorang staf yeoja merespon. ”Padahal di luar gedung tadi banyak sekali fansnya. Mungkin keberuntungan dari fansnya sedikit jadi hanya bisa sedikit yang bisa masuk halaman.”

Tak ingin memperpanjang obrolan, seorang namja bermarga Jung itu beranjak dari tempatnya. Ia merasa tak tenang. Ia merasa bahwa ia harus menyembuhkan luka di tubuhnya. Jika salah satu organ tubuhnya merasakan sakit maka kerja organ tubuh yang lain turut terganggu.

Sementara itu di taman dekat gedung SM Ent……..

Seorang namja berkulit putih susu tengah duduk di salah satu bangku sambil menundukkan kepalanya. Ia tidak menangis tapi dadanya terasa sesak. Ia masih memikirkan tentang kejadian yang menimpanya tadi pagi. Tangannya mencengkeram erat celana kainnya. Seolah tak merasakan dingin yang menyelimutinya sedari tadi. Hujan salju malam ini memang sangat dingin dan ia tak bisa mengelak jika dirinya bisa membeku jika ia tetap duduk disana. Tapi ia tidak bisa masuk dengan keadaannya sekarang.

“Kenapa tidak masuk, Jaejoong-ah ?” sebuah suara bass menyapa pendengaran namja cantik yang tak lain adalah lead vokal boyband yang baru debut itu.

Kim Jaejoong mendongakkan kepalanya dan mendapati sobatnya tengah berdiri di depannya. Ia tak berniat menjawab dan kembali menundukkan kepalanya. Sementara namja bermarga Jung itu memilih duduk di sebelah Jaejoong. Bermaksud menyembuhkan organ tubuhnya.

“Aku sudah mendengarnya.” celetuk Yunho membuka pembicaraan mereka. Jaejoong melirik namja disampingnya yang tengah menatap butiran salju yang jatuh dari langit malam itu.

“Yun_”

“Itu wajar Jae “ potong Yunho. “Jangan pikirkan mereka yang berusaha menjatuhkan mu. Setiap manusia pasti memiliki teman dan musuh. Jika hal yang kau dengar itu buruk maka abaikannlah. Jika hal yang kau dengarkan itu baik maka tingkatkanlah.”

Jaejoong kembali menundukkan kepalanya lagi. Ia merasa bersalah sekarang karena mudah menyerah. Ia baru memulai tak mungkin menyerah sekarang.

“Jae_”

“Yun.. Bolehkah aku bertanya ?” tanya Jaejoong tanpa mengalihkan tatapannya dari tumpukan salju di bawahnya.

“Hmm ?” Yunho berdeham sambil menatap Jaejoong dengan tatapan penuh tanya.

“Menurutmu, mengapa aku masuk DBSK ?”

“Eh ? apa maksudmu ?”

Jaejoong menatap Yunho serius. Namja cantik itu menatap namja bermata musang dengan tatapan lembutnya. “Mengapa aku masuk DBSK ? Apa bagusnya aku diantara sekian banyak trainee di SM ? Mengapa mereka memilihku ? Seseorang yang masih belum mengerti apapun tentang dunia ini. Mengapa aku ?”

Yunho menatap Jaejoong bingung, jujur ia tak mau membernya sampai merendahkan diri seperti itu. Sedikit membulatkan tekat, namja tampan itu meraih tangan Jaejoong lalu menggenggamnya erat sekedar menyalurkan kehangatan dan kekuatan untuk Jaejoong.

“Jaejoong, seperti yang kita ketahui, DBSK adalah boyband dengan kumpulan namja-namja hebat. Kau masuk menjadi salah satu tubuh kami, berati kau orang yang hebat. Lee Soo Man-sshi memilihmu berarti ia percaya padamu, percaya pada kemampuanmu, percaya bahwa kau akan menjadi Hero (Youngwoong) untuk dunia hiburan ini. Mungkin sekarang belum saatnya kita merasakan  kesuksesan, tapi kelak suatu hari nanti, kita akan menjadi orang besar. Kita akan  menjadi legenda di dunia yang kita tekuni ini. Percayalah akan kemampuan dan teruslah mengembangkannya.” Tangan indah Yunho menyentuh pipi putih Jaejoong dan mengelusnya. Sedari tadi keduanya saling menatap dalam mata lawannya.  Mencoba berkomunikasi lewat tatapan lembut nan hangat itu. “Arraseo ?”

Perlahan senyum Jaejoong kembali merekah. Tak hanya itu, rona merah mulai menyapu wajah putihnya. Ia segera menunduk, tatkala ia merasa tak sanggup menatap mata musang itu. “Ne.” gumamnya lirih.

Jja! Kita harus kembali ke dalam. Udara disini sangat dingin, Jae.” ajak Yunho menarik tangan Jaejoong yang masih digenggamnya. Namja tampan itu berdiri terlebih dahulu lalu menarik Jaejoong untuk ikut beranjak.

“Eh ? T_tapi Yun ?” tahan Jaejoong masih duduk ditempatnya.

Wae ?” tanya Yunho heran. ‘Ada masalah apa lagi ?‘ batinnya heran.

“Err… Itu.. A-aku ingin memasak untuk merayakan keberhasilan kita. Emm,bisa dibilang private party untuk kita. Eotteokae, Yun ?” tanya Jaejoong ragu, sampai-sampai sedari tadi ia menundukkan kepalanya selama ia menjelaskan maksudnya.

“Hmm… Ok! Aku akan menemanimu berbelanja.” ujar Yunho yang segera disambut tatapan ceria dan senyum yang megembang dibibir plum namja bermata bulat itu.

Jinjja ?” Yunho cukup mengangguk untuk menjawabnya. Dan segera saja semangat Jaejoong kembali penuh. Bahkan……..

GREP!

Gumawo Yun! Jeongmal gumawo….” namja cantik itu memeluk erat leader-nya sambil menggumamkan terimakasih.

Menanggapinya Yunho hanya tersenyum lembut sambil membalas pelukan lead vokalnya. “Cheonma.

‘Aku berterimakasih telah dipertemukan lagi denganmu Yunho. Aku rasa ini takdir. Takdir mempertemukan kita dan menyatukan kita semua. Aku menyukai mu Yunho-ah….’

‘Begitupun aku, Jaejoong. Aku merindukan keceriaanmu meski baru kau menekuk wajahmu. Tapi seolah sela itu pula aku tak melihat cahaya matahari. Terimakasih telah datang dan memberi warna baru dalam hidupku.’

_*****_

“Saat memasak, garam dan matahari sangat penting. Tapi Yunho juga sangat penting.” –Kim Jaejoong-

GREP!

“Yah! Yunho-ah! Jangan menggangguku! Aku sedang memasak untuk sarapan kita.” bentak Jaejoong.

Yunho mengeratkan pelukannya. “Ania. Aku akan menyemangatimu di sini.”

“Tapi bukan berarti kau seperti koala, Yunho-ah!” protes Jaejoong sambil mencoba melepaskan tangan kekar leader-nya yang masih melingkar erat di pinggangnya.

“HYUNGDEUL!!!!”

*YunJae*

“Jaejoong mengambil gambarku ketika sedang buang air kecil dan aku takut semua yang aku lihat di ponselnya ‘MY PRIVATE PART’” –Jung Yunho-

Ssssshhhhh…..

“Ah, leganya…” Yunho mendongah sambil ‘menikmati’ kegiatannya. Sampai sebuah suara mengejutkannya.

JPRET!

“Gyaaaahh!!!” teriak Yunho. Ia segera menarik resleting celananya dan menatap malu pada sang pelaku. “Kim Jaejoong! Apa yang kau lakukan barusan? Cepat hapus atau kubunuh kau!” perintah Yunho sambil menunjuk-nunjuk Jaejoong, yang sayangnya tidak digubris sama sekali oleh sang pelaku. Namja cantik itu malah sibuk mengotak-atik ponsel yang ia pakai memotret tadi.

“Ania! Ini akan kusimpan dan akan menjadi tambahan koleksiku!” pekik Jaejoong sambil terkikik geli melihat hasil jepretannya tadi.

*YunJae*

Yunho dan Jaejoong baru saja pulang dari club. Mereka minum soju sampai mabuk, tapi itu hanya berlaku bagi Jaejoong karena pada kenyataannya Yunho tidak bisa minum soju dikarenakan kondisi lambungnya. Namja tampan dan namja cantik itu berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. Mencoba menyalurkan kehangatan untuk saling menguatkan.

Tanpa sengaja, keduanya berjalan dan memasuki kawasan Sungai Han. Yunho dan Jaejoong memutuskan untuk mengunjungi sungai indah itu meski waktu telah menunjukkan tengah malam. Tanpa memperdulikan kerumunan orang di kiri-kanannya, Jaejoong mengajak Yunho berkeliling hingga ia merasa mual dan memutuskan untuk ke toilet.

Selang beberapa saat setelah keluar dari toilet, keduanya melanjutkan perjalanan pulang mereka yang sempat tertunda. Di tepi jalan yang ramai, Jajeoong menghentikan langkah Yunho dengan menahan tangan kekar itu.

“Yunho-ah…” panggil Jaejoong sambil menunduk sebentar. Namja cantik itu mendongakkan kepalanya setelah mendapat gumaman dari Yunho. “Ada debu di jaketmu.” Katanya sambil membersihkan bagian yang kira-kira terkena debu kasat mata.

Tanpa memperdulikan namja tampan yang tengah berbengong ria imtu, Jaejoong mulai mengeliminasi jarak diantara mereka. Ia mendekatkan bibirnya dengan telinga Yunho. Ia berbisik pelan, “Jika kau menciumku, kita berpacaran.”

DEG!

Yunho shock? Tentu saja. Ia tak mengira jika namja cantik itu akan mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu. Mungkin juga karena dipengaruhi oleh soju. Yunho menatap mata bulat Jaejoong dan mendapati kesungguhan yang besar dalam kata-kat namja cantik itu.

Yunho yang mulai sadar akan keadaan, justru menyambut ajakan Jaejoong. Ia tersenyum lalu menaikkan tudung jaketnya untuk menutupi kepalanya dan Jaejoong.

Malam itu….

It’s start from one kiss…

-THE END-

10 thoughts on “[FF] 2 Seasons 2 Reasons by @changminsa

  1. VOTE !
    Annyeong kak changminsa ,,, :D:D
    menurut gua FF ini bagus banget😀
    #bentangin poster YunJae

    pokok nya Ai Luph Byu Phul dah ama authornya😀

  2. VOTE !!!
    Kyaaaaaaaaaa~ Aku suka DAEBAK ! ^^
    .
    Aku baru bisa ngerasaiin jelas gimana perjuangan emak-babeh-ChangMinnie-Bang Uchun- and Junchan sebelum debut, biasanya kalau baca fact susah merasakan dan membayangkannya.
    Bang Uchun lagi rekaman juga masih sempet tebar pesona *tepukjidatBangUchun*
    .
    Daebak buat ChangMinsa-chan, alurnya menurutku pas, bahasanya juga mudah untuk dipahami.
    .
    KEEP WRITING ChangMinsa-chan n.n
    O ya Fact YunJae masih banyak loh, gimana kalau ada lanjutannya ? *mengedipkan sebelah mata* hehehe
    .
    Annyeong🙂

  3. VOTE. Karena ffnya sangat mengharukan dan menginspirasi kita agar jgn menyerah walau ada orang lain yg tdk menyukai kita

  4. Waktu penilaian secara resmi kami tutup. Terimakasih atas partisipasi seluruh peserta & reader. Semoga menang yah, Hwaiting! Happy 2nd Annive Fanficyunjae… Yunjae Jjang! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s