[FF] Deal With It Kim by @ndinuna


RULE VOTING PEMENANG TERFAVORIT

  • Reader silakan membaca seluruh FF peserta.
  • Seluruh reader diperbolehkan voting pemenang terfavorit dengan cara seperti di bawah ini.
    • Format –> VOTE. Lalu beri alasan..
    • Misal –> VOTE! Karena fanficnya lucu sekali bla bla bla..
    • Tanpa kata “VOTE” maka tidak akan dihitung voting.
  • 1 orang 1 vote dalam 1 kategori. Lebih dari 1 akan langsung dihapus.
  • Reader baru silakan tunggu moderasi comment dari kami secara berkala! ^^
  • Batas voting : 17 Mei 2013, 23.59 WIB.
  • Pengumuman : 19 Mei 2013, 20.00 WIB.
  • Kecurangan dalam bentuk apapun akan membuat peserta besangkutan di-diskualifikasi.
  • Happy reading & Khamsahamnida^^

T/N : Akan ada hadiah spesial untuk follower @Fanficyunjae, selengkapnya pantengin TL kita tanggal 11 Mei 20113, 20.00 WIB.

Deal With It Kim by @ndinuna

FF YunJae / Jung, “Deal with it, Kim.”/ PG-17/ Oneshot

Title: Jung, “Deal with it, Kim.”

Language: Indonesia.

Author: Ndi.

Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong, etc.

Rating: PG-17; gaya bahasa, alur cerita, garis besar ide.

Genre: Canon, romance, hurt.

Length: Oneshot.

A/n: Jaejoong dan Yunho adalah diri mereka sendiri. Canon-fic ini hanya beberapa kronologi yang dikaitkan satu sama lain. Kebenaran hanya mereka yang tahu. Mohon maaf jika mengecewakan🙂

Summary: Sebuah hubungan yang baik adalah ketika hubungan tersebut terjalin erat dan memberikan kenyamanan satu sama lain. Bagaimana dengan sebuah hubungan yang masuk kategori penyimpangan? Keluarga masing-masing? Publik? Reputasi?

^^ YunJae ^^

 

[Seoul, 26 Juni 2011]

Jaejoong, ia tengah sibuk membuat adonan kue bolu menggunakan sebuah mixer. Di dapurnya yang mewah, ia nampak asik melakukan semuanya sendirian. Dengan apron bunga, ia menggiling adonan menjadi pipih. Senyumnya mengembang karena ia sangat senang ketika memasak meskipun apron dan lengannya dipenuhi serbuk tepung terigu.

Jaejoong melongok ke arah pintu apartemennya. Pintu otomatis itu terbuka, munculah seorang namja berambut brunette di balik sana. Senyuman namja brunette itu mengembang sambil menatap namja yang tengah sibuk di dapur.

“Kau belum tidur?” tanya namja brunette itu. Ia menutup pintu apartemen pelan-pelan, kemudian menghampiri Jaejoong yang tengah terkekeh pelan.

“Aku ingin membuat bekal untuk konser nanti, Yunho-yah. Junsu dan Yoochun ingin kue sus yang aku buat sendiri.” Jawab Jaejoong.

“Ini sudah jam tiga, sayang. Lebih baik kau berisirahat.” Yunho berdiri di belakang Jaejoong, memeluk pinggang Jaejoong kemudian meletakkan dagunya di bahu sang kekasih.

“Lagipula aku melakukannya sambil menunggumu.” Jawab Jaejoong.

“Ah, manis sekali.” Yunho mencium pipi Jaejoong sekilas yang membuat kekasihnya itu terkekeh geli.

“Lepaskan aku, Yunho-yah. Aku sulit bergerak kalau begini!” Jaejoong sedikit menggeliat agar Yunho melepas pelukannya, namun yang ada Yunho malah memeluknya tambah erat.

“Aku merindukanmu, sayang. Biarkan aku memelukmu.” Bisik Yunho.

Jaejoong terkekeh mendengarnya. Ia berbalik, menatap Yunho sambil tersenyum malu.

“Benarkah?” tanyanya.

Yunho mendaratkan sebuah ciuman di bibir kekasihnya. Jaejoong sedikit terkejut, namun ia tak berani melingkarkan tangannya di leher Yunho karena tepung yang mengotori tangannya. Ia hanya menikmati ciuman itu dengan santai karena ia juga merindukan kekasihnya yang tampan itu.

“Apakah ada fans yang mengikutimu tadi?” tanya Jaejoong sesaat setelah melepas pagutan bibir dengan kekasihnya.

Yunho menghembuskan nafas keras. “Seperti biasa. Nampaknya mereka sudah hafal kalau setiap Sabtu malam aku menginap di apartemenmu. Mereka mengikutiku dari awal aku keluar ruang latihan hingga kesini.”

Jaejoong mengangguk. Ia selalu khawtir jika Yunho-nya diikuti oleh fans yang sebagian besar adalah fans yang tidak bertanggung jawab. Namun, selama Yunho-nya baik-baik saja, nampaknya tidak ada masalah. “Aku sudah menyiapkan air panas untukmu. Sebaiknya kau mandi, lalu istirahat. Cha!” titah Jaejoong.

Yunho memicingkan matanya, kemudian cemberut dengan cara yang manja. “Aku bisa beristirahat di dorm, namun aku kesini untuk menghabiskan banyak waktu untukmu, Jae-yah. Aku tidak mau tidur.”

“Aku besok berangkat ke Gwangju jam 10 pagi, Yunho-yah. Aku takut terlalu lelah. Bagaimana dengan konserku nanti? Aku tidak akan fit.” Jaejoong menjauh. Ia memasukkan adonan yang ia buat ke dalam oven tanpa menghiraukan Yunho-nya yang mulai merajuk karena mulai terdengar gumaman tak jelas dari sang kekasih. Jaejoong mencuci tangannya, kemudian menarik Yunho hingga namja berkulit eksotis itu menghentikan gumamannya, kemudian tersenyum karena Jaejoong membawanya masuk ke dalam kamar.

^^ YunJae ^^

“Yya! Hyung! Mengapa kau baru datang, hah?” Junsu mengomel ketika Jaejoong datang ke ruang make-up artis sendirian dengan santainya. Ia langsung duduk di kursi yang tersedia dan langsung mendapat treatment rambut dari hair-stylist. Yoochun yang saat itu tengah mencoba baju-baju yang akan dikenakan selama konser melirik ke arah Junsu yang nampak sedikit emosi.

“Sedari tadi aku meneleponmu tapi kau tak mengangkatnya. Ku kira kau lupa kalau hari ini kita konser.” Junsu berkoar emosi sambil memegang handphone-nya, nampak seperti ingin menunjukkan bahwa ia telah sering menelepon Jaejoong.

Jaejoong terkekeh pelan. Diikuti suara Yoochun yang juga menertawakan Junsu.

“Yya! Mengapa kalian tertawa, hah?” Junsu kembali mengomel, namun terselip nada penasaran. Mengapa kemarahannya membuat kedua Hyung-nya tertawa?

“Yya, Junsu-yah! Semalam itu adalah malam yang cukup panjang. Jae-hyung tentu saja memiliki jadwal khusus sampai pagi dengan orang yang lebih penting.” Yoochun memamerkan wajah andalannya yang membuat Junsu berpikir. Namja bertubuh sedikit gempal tersebut mengerutkan alisnya sambil membulatkan bibir.

“Orang penting?” tanya Junsu menggumam. Ia nampak berpikir, namun tak lama ia memicingkan mata. “Ah, sudahlah. Aku tak mengerti!”

Jaejoong menutup mulutnya untuk menyembunyikan tawa, sementara Yoochun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Entah Junsu itu memang bodoh, polos atau tidak peka, ketiganya sulit untuk dibedakan.

“Apa kalian pernah konser di Gwangju sebelumnya?” seorang perancang busana konser yang tengah memilah sepatu yang tepat untuk Junsu bertanya dengan suara yang cukup lantang. Junsu mengangguk pelan.

“Pernah.” Jawab Junsu.

“Kapan?” tanya sang perancang.

“Ah, itu tanggal 28 Maret 2009. Hope concert.” Jawab Yoochun.

“Saat kami masih berlima.” Ujar Junsu pelan.

Jaejoong, yang sedang melihat bayangan dirinya di cermin karena rambutnya tengah di modifikasi, mulai kehilangan pandangannya. Ia terbawa ke angan masa lalu.

^^ YunJae ^^

[Gwangju, 28 Maret 2009]

Aku dan empat orang keluargaku tengah latihan vokal di sebuah ruangan yang cukup besar. Kami akan tampil di “Hope concert”, di Gwangju.

Gwangju, tempat kelahiran kekasihku, Jung Yunho.

Tempat dimana aku memendam sebuah keinginan sejak lama. Aku ingin ke rumah orang tua Yunho agar mereka melihat perform kami. Orang tua Yunho jarang datang dengan berbagai alasan. Aku takut kalau mereka tak suka melihatku dan Yunho sangat intim dimanapun kami berada.

Hubungan kami tercium sejak lama, sekitar setahun yang lalu. Mereka memang tidak salah menilai kami. Kami memang memiliki sebuah hubungan spesial sejak 2007. Hubungan terlarang dan sudah dipastikan bahwa ini akan ditentang dari berbagai pihak.

Meskipun yang aku tahu bahwa cinta tak mengenal arah dan tujuan, bukan?

Aku dan Yunho tetap bertahan dengan ini semua. Bukan apa-apa. Ini adalah cara kami mengisi hari dengan perhatian dan kebahagiaan yang diberikan dari masing-masing. Aku menyukai pribadi Yunho yang selalu menjagaku. Ia juga satu-satunya orang yang membuatku merasa lega ketika memiliki masalah. Tak dapat dipungkiri kalau aku memang menyukainya. Ah, ani. Aku begitu mencintainya.

“Keurae. Latihan selesai. Lebih baik kalian beristirahat karena tiga jam sebelum konser kalian sudah harus berada di ruang make-up bukan? Persiapkan diri kalian karena kalian hanya memiliki waktu 3 jam untuk istirahat. Sebaiknya kalian tidur.”

Kami semua mengangguk patuh terhadap pelatih vokal kami. Yeah. Kami bergegas untuk kembali ke ruang istirahat kami. Aku sedikit terkejut ketika Yunho meraih pinggangku dan berjalan di sampingku. Ah, yeah. Aku lupa kalau tidak ada siapa-siapa selain orang-orang terdekat kami disini. Kami bebas melakukan apapun selama tidak ada orang yang akan mungkin membocorkan apa yang terjadi di antara kami.

Begitu tiba di tempat istirahat yang hanya satu ruangan, semuanya kecuali aku langsung merebahkan diri di kasur. Changmin melempar bantal ke arah Junsu sambil menjulurkan lidah. Ia sering melakukan keisengan yang membuat Junsu kesal.

“Yya, Shim Changmin! Aku Hyung-mu!” pekik Junsu.

Yoochun telah menutup matanya, sementara Yunho, aku tahu ia sedang memperhatikanku yang malah duduk di sebuah kursi sambil merapikan barang-barang.

“Istirahatlah, Jae!” suara Yunho membuatku menoleh padanya. Aku tersenyum sesaat kemudian menggeleng.

“Aku ada janji dengan manager di coffee.” Jawabku.

“Manager? Janji?” tanya Yunho sambil mengerutkan alisnya.

“Laporan keuangan yang ia pegang tak sama dengan print. Aku akan mengajukan klaim terhadap ini sebelum nantinya akan fatal karena klaim lambat diurus. Mungkin satu atau dua jam. Aku akan kembali kesini setelah itu.”

“Kafe dimana? Apa dekat? Apa perlu aku antar?” terdengar kalimat posesif, namun aku suka bentuk perhatian semacam itu.

“Tidak perlu, Yunho-yah. Cha! Aku pergi!” aku membawa sebuah tas kecil kemudian pergi dengan mengenakan sebuah jaket berwarna hitam. Aku tak lupa mengenakan sebuah kacamata agar tak banyak orang yang mengetahui siapa diriku.

Aku bukan ingin bertemu dengan manager. Namun aku akan pergi ke rumah orang tua Yunho yang tak jauh dari posisiku sekarang. Aku ingin mereka hadir melihat penampilan kami karena hanya orang tua Yunho yang jarang datang. Bahkan konser di Gwangju yang notabene dekat-pun, Yunho mengatakan bahwa orang tua-nya tak akan datang. Aku tahu Yunho sedih, makanya aku akan mencoba membujuk kedua orang tua-nya.

Meskipun Yunho jarang memperlihatkan kesedihannya padaku, kekasihnya.

= = = = = = = = = =

Jung Jihye membuka pintu setelah beberapa saat aku tiba di rumah orang tua Yunho. Adik Yunho yang berpenampilan perfeksionis ini tersenyum manis.

“Oppa? Bukankah kau akan konser?” tanya Jihye yang nampak terkejut dengan kedatanganku.

“A-aku, ingin berkunjung kesini saja sebelum konser.” Jawabku santai.

“Sendiri? Tak bersama Yunho Oppa?” tanya Jihye.

Aku mengangguk. Bahkan Yunho tak tahu kalau aku datang kesini.

“Anio. Ia sedang beristirahat.”

“Masuklah, Oppa!” Jihye menarikku masuk ke dalam. “Umma~ Appa~ ada Jaejoong Oppa adatang kesini~” teriak Jihye sambil membawaku ke halaman belakang.

Namun, disana hanya ada Jung Yanghyun, Appa-nya Yunho. Ia sedang bersantai dengan segelas soju sambil membaca koran di sebuah kursi santai. Ia melirikku dan melepas kacamata bacanya. Sorot matanya berubah.

Aku bisa merasakan atmosfer yang berbeda disini.

Aku berdiri di hadapannya, kemudian menunduk semblan puluh derajat di hadapannya. Aku melengkungkan senyum, meski aku tak memungkiri bahwa aku merasa tak tenang.

“Untuk apa kau kemari?” tanyanya.

Aku tetap menunduk sambil berusaha mengatur nafasku yang tak teratur.

“Aku ingin mengunjungi kalian karena nanti malam kami akan konser di Gwangju. Jadi, sekalian aku kesini.”

Appa-nya Yunho menutup koran yang ia pegang. Ia menatapku dengan tatapan memicing, aku seperti melihat Yunho dengan versi usia yang tua.

“Aku tahu ini hanya modusmu saja, Kim Jaejoong. kau tak perlu melakukan ini. Bahkan jika kau bunuh diri di hadapanku-pun untuk meminta restu, maka aku tak akan mengjinkannya.”

Aku menutup mataku. Aku tahu bahwa aku akan menerima ucapan pahit semacam ini. Namun aku tetap berani dengan menanggung resiko mengorbankan perasaanku sendiri.

“Aku ingin kalian datang di konser kami. Yunho terlihat sedih karena kalian tak pernah datang untuk melihat penampilannya. Ini bukan masalah disetujuinya hubungan kami atau tidak.”

“Oh, jadi kalian benar-benar melanjutkan hubungan menjijikkan semacam itu? Kau hanya akan membuat tensi darahku naik, Kim. Apa kau tak sadar kalau kau adalah seorang pria? Apa kau tak sadar kalau kau mengubah orientasi sex anakku? Apa kau tak sadar kalau kau perlahan menghancurkan masa depan Yunho dengan hubungan kalian? Katakan! Apa kau bisa menjaminnya bahagia? Apa Yunho pernah mengatakan bahwa ia ingin aku datang kesana? Tidak, kan? Itu karena ia pandai menyembunyikan perasaan, Kim. Berbeda denganmu. Kau tahu itu?”

Aku menunduk. Air mataku tak dapat berhenti. Tubuhku lemas. Rasanya aku ingin mati karena sepertinya aku memang penghancur orang yang aku cintai.

“Kalau kalian berada di panggung yang terpisah, maka aku akan sangat menghormatimu. Aku akan datang ke konser anakku. Pikirkan itu baik-baik. Dan jangan pernah berharap kalau aku akan tetap mengijinkan kalian berhubungan. Setidaknya, aku merasa jika kalian terpisah maka intensitas kalian untuk dekat berkurang. Kalaupun jika memang anakku yang menyukaimu, maka ia akan dengan cepat melupakanmu.”

Appa-nya Yunho pergi dari hadapanku. Ia masuk ke dalam rumah dengan langkah yang gusar. Beberapa saat aku terdiam, kemudian aku berbalik. Di pintu sana, aku bisa melihat Jihye melihatku dengan mata yang berkaca-kaca.

Ia datang padaku, memelukku dengan erat.

“Aku akan datang, Oppa. Aku akan melihat Yunho Oppa, mewakili keluargaku. Kau tak perlu khawatir, ne? Jangan hiraukan Appa, ne?”

Aku tertawa pelan. Jihye nampak tengah menghiburku. Aku mengangguk dalam peluk hangat itu.

“Keurae. Gomawo, Jihye-ah.” Ucapku meski aku tak bisa menahan emosiku untuk tidak menangis.

= = = = = = = = = =

Di ruang make-up, aku selalu menghindar dari Yunho. Aku tak ingin ia melihat mataku yang selalu berkaca-kaca sejak kejadian tadi. Jika ia mendekatiku, maka aku akan menjauh dan berusaha pergi ke tempat yang sedikit ramai orang awam tentang hubungan kami. Aku masih memikirkan kebahagiaan Yunho di masa depan. Orang tua Yunho ada benarnya juga. Mungkin dengan berpisahnya ia denganku suatu saat nanti, itu akan membuat Yunho bahagia.

“Jae-yah? Ada apa?” gumamnya pelan sambil sedikit mengejarku.

Meski aku tak dapat memastikan itu, namun biasanya orang tua lebih tahu apa yang terbaik untuk anaknya, bukan?

Mungkin Junsu, Yoochun dan Changmin akan melihatku dengan pandangan yang berbeda karena aku menghindar dari Yunho.

“Jae!”

Aku tahu Yunho jengah. Aku tahu raut wajahnya bingung melihat ekspresi anehku. Aku tak bisa membayangkan jika aku harus berpisah dengannya.

Tidak.

= = = = = = = = = =

Aku tak bisa menahan emosiku ketika menyanyikan lagu Don’t say good bye. Entah mengapa lirik yang biasa aku nyanyikan dengan biasa-biasa saja menjadi menyakitkan sekarang. Apalagi beberapa banner pendukung hubunganku dengan Yunho nampak dibawa dengan ukuran besar oleh beberapa fans.

Aku sama sekali tak konsen dengan nyanyianku. Begitu banyak orang diluar sana yang mendukung cinta kami, namun mengapa pihak ‘terpenting’ dalam hubungan kami tak mempercayai cinta kami sama sekali?

Aku tahu jika mataku berkaca-kaca sekarang. Aku tak peduli dengan banyaknya kamera yang mengambil gambarku.

Aku tak bisa meninggalkan orang yang sudah memberikan cintanya dengan tulus padaku. Tidak.

“Don’t say goodbye. You are my everything for me, jicjin nae haruneun. Hangsang geudael chatgetjyo.  Mareuji anheun saemchorom. Geudael saranghaelkkayo. You are my love, you are my soul~”

^^ YunJae ^^

Jaejoong membuka matanya ketika sang hair-stylist mencoba membangunkannya dari kejadian masa lalu. Ia nampak terkejut karena matanya sedikit berkaca, nampak jelas di cermin. Jaejoong menghela nafas agar mood-nya sedikit membaik.

Itu masa lalu. Ia tengah menatap masa depan sekarang. Lagipula, meskipun kenyataannya mereka tak bersama, namun cinta Yunho tetap ditujukan padanya. Bahkan lebih besar dari yang sebelumnya.

“Bersiaplah. Setengah jam lagi akan dimulai.” Managerku datang untuk memberi tahu. Jaejoong hanya tinggal mengenakan busana untuk konser. Berbeda dengan Junsu dan Yoochun yang sudah rapi dengan outfit-nya.

Saku di celana Jaejoong terasa bergetar. Sebuah panggilan masuk datang. Jihye meneleponnya.

“Ne?” jawab Jaejoong pelan.

“Oppa, setelah konser aku tunggu lantai atas, ne? hwaiting, Oppa!”

“Ah. Arrasseo.”

-flip-

“Hyung, cepat ganti busana!” titah Junsu sambil mengunyah kue sus buatan Jaejoong.

“Aku tak butuh perintahmu, Kim!” jawab Jaejoong sambil menjulurkan lidahnya.

^^ YunJae ^^

Setelah konser, Jaejoong pergi menuju lantai atas gedung konser. Disana ada seorang pria yang sudah menunggunya dengan membawa sebuah hadiah.

Pria itu Jung yanghyun, Appa dari Yunho yang tersenyum manis melihat kedatangan Jaejoong. Jaejoong membalasnya dengan sebuah senyuman simpul.

“Untukmu.” Yanghyun memberikan sebuah hadiah di dalam plastik. Jaejoong membuka isinya. Sebotol wine.

“Itu wine dari Gwangju.” Sambung Yanghyun sambil tersenyum.

“Ng? Wine, Gwang-gwangju?” Jaejoong tergagap. Tentu saja ia kaget.

“Ne. Semoga kau menyukainya.” Yanghyun tersenyum tipis, kemudian meninggalkan Jaejoong begitu saja.

Jaejoong benar-benar tertegun apalagi ketika mengingat masa lalunya yang lumayan pahit.

Apa ini berarti Jung Yanghyun menghormatinya sekarang? Seperti ucapannya dua tahun lalu?

Entahlah.

/FINAL/

Fanfic ini dibuat beradasarkan analisa semata. Apalagi Jaejoong mentwit setelah itu, “Aku mendapatkan sebotol wine yang sangat berharga dari Appa temanku yang berada di Gwangju. Terima kasih banyak.”

Ah, ini hanya cerita. Semoga memuaskan🙂

Terima kasih sudah membaca🙂

68 thoughts on “[FF] Deal With It Kim by @ndinuna

  1. vote ! krena ff ini benar2 ngasih crita yg rasional dn bkin terharu, ending yg sulit ditebak jg bgus, apakh appa yunho bneran menghormati atau ap? membiarkan reader mnebak sndiri akhir cerita. prasaan sakit yg diliput dgn sdikit kebahagiaan, knp yunjae slalu pny nasib yg miris? huft… sbar umpa, ntar jg klo takdir sdh memutuskan kalian akn te2p brsama kpanpun itu.

    ndi jjang❤

  2. VOTE! Huhuhu… Karna ini sedikitnya menguatkan YJS, bahwa meski menerima penolakan, yunjae bisa membuktikan keberadaan mereka.

  3. vote! ceritanya runut dan jelas bnget… ini seperti penjelasan kejadian wktu dulu… wlpn kejadianya sama apa gak.. tp cukup terhibur krn menjawab pertanyaanqu ttg keanehan jaejoong wktu hope concert dulu….

  4. Vote….gyah suka….berasa benetan real….tp penasaran ama yg terjadi di 2 thn lalu…XD
    Suka deh…suka pokok.a…thumbs up…

  5. vote..
    sukaaa >.< tapi sedih juga kalo misalkan kejadiannya bner kaya gini hahahaha..
    thumbs up ndi!!
    semangat berkarya!!

  6. :/
    jd inget Fanacct wktu itu.
    pas d Hope concert emak nunduk mulu, babeh nglirik emak mulu.. babeh gelisah ==

    VOTE!

  7. VOTE huuuaaa nih keren sampe ane mau nangis pas yg di gwangju itu…mank canon… apa skrng appa yunho dah restuin jae…itu twitx emank prnh heboh…hoho

  8. Vote!!
    Ceritanya seperti kejadian di dunia nyata :’)
    Keren. Walau gak tau aslinya kejadian itu gimana, tp baca ini berasa kayak ngelihat kejadiannya secara langsung :’)
    Pada akhirnya mereka berpisah, secara fisik. Tapi secara hati justru semakin erat :3

  9. VOTE! Ceritanya bikin haru. Hubungan Yunjae yg ga direstui appa nya Yunho bikin sedih. Akhirnya appa Yunho menepati janjinya dan datang kekonser

  10. VOTE! Karena ff ini menguatkan kita sbagai Yjs. Apalagi dibuat berdasarkan kisah nyatanya :’) mengharukan. Bahasa & cara penulisannya juga bagus & enak buat dibaca :))
    Love it so much❤
    Ndi unnie, fighting!! ^O^

  11. Vote! Ahh.. Seru, jadi inget video concert in gwangju DBSK, Jeje terlihat sedih banget pas nyanyi don’t say good bye..

  12. Vote ! Jirrr astagpiruloh masaolohhh.. Awal nya manis, tengah2 na nangis, akhir nya ketawa haruuuuu.. Ahhh Yunjae is REAL ^^
    ini emosi saya beneran kebawa …..

  13. VOTE!!

    ff nya daebaaaaaaaak ><
    pas flashback 2009 tuh bikin nyesek bangt :"""""
    tp setelah itu appa nya yunho jd mnghormati jeje hehehe
    cinta mereka abadi hehehe

  14. vote!

    karena ceritanya seperti kisah nyata,menjalin hubungan terlarang,berpisah untk membuktikan sesuatu,dan akhirnya menghasilkan sesuatu. yg pinter pasti tau maksudnya.
    😉

    endingnya gk ketebak.

    pokoknya YunJae jjang lah!

    good luck Ndi-chan… (°o^9

  15. vote ..^^

    suka nih ff …
    sedih liat si jae di gituin sama appa na yunho
    gak tega liat jae sedih , bibir manyun plus tampang nista na keliatan bgt …
    kecup basa buat autor na … ^^ heheh

  16. VOTE! Karena cerita.a kompleks, bahasanya gak muluk” n gampang dimengerti.

    Canon.a gak seperti ff canon yg lain, yg biasa.a memberatkan satu pihak😀

  17. VOTE!
    Ffnya berasa bgt canon-nya.
    Apalagi dg beberapa fakta yg yunjaeshipper tau betul soal itu, kesedihan Jj di konser Hope saat di Gwangju, serta analisis wine itu, bikin ffnya dpt bgt feel-nya!
    Awalnya romantis bgt, flashback-nya bikin nyesek, lalu fin-nya pun misteri, spt hubungan yunjae juga, penuh misteri tapi juga bertebar clue, kkk~
    Ndi, semoga menang yaaaaa xD

    • Vote………….ffny daebak bgt……bc ff ini k kita dbw fashback k 2009….brsa real bgt pantes umma smp sedih bgt.s appa jg keliatan jelas bgt brsaha nenangin n nyemangatin emak klo smuany bs mrk hadapi bersama2. Pantes aja wktu d coo s umma dgn banggany pamerin itu wine k kt ternyata itu botol wine bersejarah bgt.

      Sayang ffny pendek bgt😦 smg menang mu baby n_n

  18. VOTE!
    Ya ya ya! #gigit bantal
    abis baca ni epep entah kenapa pengen guling guling jujumpalitan bolak balik!!! aigooooo~
    aku suka cerita model2 (?) begini yobo-yaaaa~ hahaha :*
    sering2 aja.. huhuhaha
    dan aku selalu suka sama gaya bahasa, gaya penulisan dan gaya-gayaan kamu yg lainnya wkwkwkwk
    cerita di epep ini emg SESUATU :3
    #langsung buka video 28 Maret 2009

    Semoga kamu menang yobo-ya😀
    jadi yg terbaik nde?
    Hwaiting!🙂

  19. VOTE..
    ceritanya brhsl membuarQ teringat masa lalu..
    semoga itu benar” real….

    HIDUP YUNJAE

  20. Vote. Cerita di blk hope concert apakah memang seperti itu.pi salut dg pengambaran jae di ff nih tegar dan g egois.tuh appay yun gitu lho real seneng bgt

  21. VOTE
    daebak ndi^^
    ceritax bner2 bkn xg bc seneng skaliguz bz mbyangkan khdupanx yunjae d dunia nyata:)

  22. vote ! seru..ceritanya alami dan terkesan memberikan pembaca untuk membayangkan sendiri bagaimana jalan cerita yg dimodivikasi sedemikian rupa dgn fakta2 yunjae yg nyata.

  23. Vote! terasa bgt ada sesuatu hal yg ‘beda’ terjadi sama umpa saat hope concert. gak cuma jae aja tentunya yg terbayang2, tapi jae tentu akan merasakan perasaan lain saat berada d tempat itu lagi.

  24. vote..untuk segi cerita biasa aja..cerita “real life” yunjae yg sdkt dibumbui “rahasia” tp untuk segi panyampaian cerita bgs bgt..penulis bisa ngegambarin perasaan slh satu tokoh dgn baik walopun alur mundur tp g bkn bingung justru bkn pembaca hanyut ke masa lalu tokoh..ending yg sdkt manggantung mlh smkn membuat cerita smkn menarik membuat imajinasi pembaca bermain sndiri. ^^
    goodluck yah… semoga menang

  25. VOTE! Akhhhh suka banget dama ff ini.
    Ceritanya bener-bener bikin terharu ㅠ3ㅠ
    apakah waktu itu beneran kayak gini yah??
    Ahh mollayo…
    Tapi endingnya bener-bener gak keduga..
    Perjalanan Yunjae itu bener-bener kereeen dan penuh perjuangaaan..

  26. VOTE!!!
    Aku slalu suka dgn ff canon…😀
    Kyaaa~ aku jg brharap wine yg di dapat jeje ituu emg beneran dri appa nyaa yunho…😄
    Dan emg iyaa sih penghalang nomor 1 hubungan yunjae itu emg dri keluarga yunho.. Jd smoga aja kedua keluarga mrka bisa nerima hubungan cinta mrka…^^v
    Tp ndi ini ceritanya pendek bngt…
    But overall, it’s okay…
    i like it…^^

  27. vote
    direstuin gt ya ini ceritanya, biar kata berjauhan tapi cinta YunJae yg kuat membuat mereka bertahan sampai sekarang

  28. VOTE!
    pikiranku melayang ke th 2009…pengen banget mengenal mereka n uforia waktu mash ber5 T_T
    suka ceritanya..^^
    good job ndi😀

  29. VOTE…..

    unn percaya itu,
    karena jae tdk akan mengupload sesuatu tanpa ada sesuatu…..
    karena jae itu penuh dengan sesuatu….
    hwaaaa…..
    ndi mang selalu bisaaaa…..

  30. vote!
    aku bener” ngrasain atmosfarenya!
    dalam arti,ff.nya bener” seperti cerita nyata+analisa yg sesuai fakta
    GO GO TEH NDI !

  31. Vote! T.T ah nanggung tu babeh.a babeh (?) knp g skalian kasi gaun pngantin? *plak*
    entah knp agak nyesek aj bc.nya

  32. VOTE

    Sumpehhhhhhhh, ni crits dlm bgt >_<

    Serasa MAK JLEB d hati..

    Awal2ny, si yunjae hadeuuhhhh so romantic. Suka dech..🙂

    Pi pas flashback eeehhhhh rasany nylekit bgt huhuhu😦

    Untung aj daku g bca kemsein mlem pas slsai liat AinunHabibie.. Klo iy, ni msta pasti bengkak😮

    Lah wong, bca biasa aj dah nyesek palagi bca stlh liat ntu film….

    Antra ainunhabibie n yunjae it ad kesamaanny,, yaitu CINTA YG TERUS ADA HINGGA AJAL MENJEMPUT🙂

    Singkat kata Cinta Sejati lah hehehr

    Duh, koment q pjng beud o_o

    Dah ah,, gni aj nti d sepak ms ndi hahaha😀

  33. VOTE !!
    kalopun ini real keyakinan n kesungguhan itu selalu membuahkan hasil..
    JJ emang orang yg teguh pendirian’na🙂
    FFmu selalu berkesan ndi ^^~
    terus berkarya nee..🙂
    feel ending’na berasa real..

  34. Waktu penilaian secara resmi kami tutup. Terimakasih atas partisipasi seluruh peserta & reader. Semoga menang yah, Hwaiting! Happy 2nd Annive Fanficyunjae… Yunjae Jjang! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s