[FF] My Love is Here for You by Shin Yunjae Casshipper (FB)


RULE VOTING PEMENANG TERFAVORIT

  • Reader silakan membaca seluruh FF peserta.
  • Seluruh reader diperbolehkan voting pemenang terfavorit dengan cara seperti di bawah ini.
    • Format –> VOTE. Lalu beri alasan..
    • Misal –> VOTE! Karena fanficnya lucu sekali bla bla bla..
    • Tanpa kata “VOTE” maka tidak akan dihitung voting.
  • 1 orang 1 vote dalam 1 kategori. Lebih dari 1 akan langsung dihapus.
  • Reader baru silakan tunggu moderasi comment dari kami secara berkala! ^^
  • Batas voting : 17 Mei 2013, 23.59 WIB.
  • Pengumuman : 19 Mei 2013, 20.00 WIB.
  • Kecurangan dalam bentuk apapun akan membuat peserta besangkutan di-diskualifikasi.
  • Happy reading & Khamsahamnida^^

T/N : Akan ada hadiah spesial untuk follower @Fanficyunjae, selengkapnya pantengin TL kita tanggal 11 Mei 20113, 20.00 WIB.

My Love Is Here For You by fb : Shin Yunjae Casshipper

Tittle                 : My Love Is Here For You

Author             : Shin Ha Ae aka Rin

Main cast        : YunJae

Genre                : Romance

Still Author Pov

Jaejoong memanfaatkan waktu libur seharinya dengan menonton film sebelum terusik suara bel penthousenya yang berbunyi. Sebenarnya ia tidak benar-benar menikmati waktu liburnya karena sedari tadi Junsu dan Yoochun tidak bisa dihubungi, sudah menjadi kebiasaan Jaejoong menanyakan keberadaan mereka jika tidak bersama. Beranjak walaupun sebenarnya ia sangat malas, tidak ada yang bisa disuruhnya untuk melihat siapa yang datang karena ia sendirian di penthousenya.

“paket..” kata namja yang masih terlihat sangat muda begitu Jaejoong membuka pintu penthousenya tanpa melihat intercom dahulu “tolong tanda tangani disini” pinta namja tersebut menyodorkan kertas keterangan yang menyatakan kirimin sudah diantarkan. Jaejoong segera menandatanganinya tanpa bertanya apapun “tolong di sini juga..” lanjut namja muda tersebut menyerahkan selembar kertas kosong setelah Jaejoong selesai menandatangani kertas sebelumnya. Jaejoong tersenyum, ia membubuhkan tanda tanggannya dengan ukuran yang cukup besar dengan senang hati.

“gomawo..” ucap namja tersebut senang. Ia memang mengetahui bahwa paket yang harus diantarkannya untuk seorang selebriti ternama, sengaja ia menyiapkan kertas tadi untuk meminta tanda tangan Jaejoong.

“cheonma..” balas Jaejoong sedikit membungkukkan badannya bersamaan namja tersebut menyerahkan kotak yang berukuran kecil yang terbungkus kertas merah.

Jaejoong kembali ke dalam penthousenya setelah namja muda tadi membungkuk dan berterima kasih kembali padanya. Ia kembali ke sofa tempat ia tadi berada, memutar-mutar kotak itu tapi tidak menemukan nama pengirimnya, bodohnya ia tadi lupa menanyakan siapa pengirimnya pada namja muda tadi. Memutar-mutarnya sebentar menebak apa isinya, sebelum akhirnya menyobek kertas yang membungkus kotak kecil tersebut. Tepat seperti dugaannya, itu kotak cincin. Jaejoong langsung tersenyum ketika ia membuka kotak tersebut, menemukan cincin bermata satu di dalamnya. Ia meraih ponselnya yang ada di atas meja di depannya, segera menghubungi seseorang yang sangat dirindukannya. Ia menebak orang tersebutlah yang mengirimkan cincin tersebut.

“Yunho~ah…” sapanya begitu panggilannya di jawab “apa ini darimu?” tanya Jaejoong  sambil memandangi cincin yang masih tersemat di kotaknya. Ia tertawa geli begitu mendapati jawabannya dari sang kekasih yang malah menggodanya “sebentar, ada yang datang..” ucapnya pada Yunho sambil meletakkan kotak cincin di atas meja, ia kembali beranjak membuka pintu penthousenya lagi-lagi tanpa melihat intercom yang terpasang di dinding dekat pintu.

“apa kau suka?” tanya Yunho ketika Jaejoong membuka pintu penthouse, ia masih tetap menyimpan ponselnya di telinga kirinya sebelum memutuskan sambungan telepon mereka dan menyimpannya kembali ke kantong celananya.

“Yunho..!” kejut jaejoong tak percaya, matanya membulat besar membuat Yunho terkekeh geli melihatnya. Yunho sudah merencanakan ini semuanya sejak lama, ia meminta bantuan dari Yoochun dan Junsu menyuruh mereka mengiriminya jadwal Jaejoong untuk di sesuaikan dengan jadwalnya termasuk menyuruh Yoochun dan Junsu membiarkan Jaejoong sendirian di hari liburnya.

Cup..

“Aku merindukanmu” aku yunho masuk, langsung mengecup bibir jaejoong dan menariknya kedalam pelukan. Menutup pintu dengan kakinya, tak ingin sampai yang ada yang melihat mereka.

“ck..kenapa kau tidak mengabariku hem?” menepuk pelan dada yunho dengan tangganya yang masih memegang ponsel sebelum akhirnya membalas pelukan yunho.

Jaejoong lebih dulu melepaskan pelukan mereka, menarik Yunho masuk lebih dalam ketempat ia tadi sambil tersenyum bahagia. Meletakkan ponselnya di sembarang tempat,  lalu melepaskan topi dan syal Yunho yang melilit lehernya guna menyamarkan wajah kekasihnya yang tampan. Ini diperlukan Yunho untuk menghindari para stalker yang selalu ingin tau apa saja yang dilakukannya dan menyebarkan kabar tersebut lewat media.

“kau suka?” tanya yunho lagi sambil duduk di sofa diikuti Jaejoong. Ia mengambil cincin yang ia lihat ada di atas meja, segera memaikannya pada Jaejoong, yang hanya dijawab dengan anggukan dari Jaejoong “aku sengaja membelinya di paris waktu itu, tapi aku baru sempat memberikannya padamu” jelas Yunho.

“tema apa kali ini?” tanya Jaejoong menatap Yunho mesra mengabaikan penjelasan Yunho, tangan mereka bergerak saling mengenggam setelah tadi yunho selesai memakaikan Jaejoong cincin.

“honeymoon” jawab yunho membalas tatapan jaejoong sama mesranya, ia mengganti posisi duduknya sehingga mereka saling berhadapan di atas sofa.

Jaejoong tertawa, menutup mulutnya menggunakan punggung tangannya yang tidak di genggam Yunho. Sudah menjadi kebiasaan namja cantik tersebut dia akan menutup mulutnya dengan punggung tangannya ketika ia tertawa. Yunho memang suka sekali membelikannya cincin cartier, sudah banyak cincin cartier yang mereka miliki. Kali ini ia hanya sedikit merasa lucu karena Yunho membelikannya honeymoon cartier series. Ia memang pernah mengatakannya pada Yunho bahwa cincin itu terlihat bagus, tapi ia tidak pernah memikirkan Yunho akan membelikan untuknya karena cincin tersebut lebih didesain untuk wanita “kau mengajakku bulan madu?”

“kau berharap?” balas yunho cepat menggoda jaejoong. Jaejoong mendecakkan lidahnya kesal, ia bermaksud menggoda Yunho dengan pertanyaannya tadi, tapi sering kali Yunho malah balik menggodanya.

“kapan kau sampai?” tanya Jaejoong mengalihkan pembicaraan, ia merasa percuma menggoda Yunho karena pada akhirnya ia yang akan di goda.

“dua hari yang lalu.. mianhae aku tidak mengabarimu” pinta maaf yunho karena ia berbohong pada Jaejoong bahwa ia masih akan lama berada di luar negeri terakhir kali Jaejoong meneleponnya.

“tidak apa-apa, aku suka kejutanmu” senang Jaejoong, mereka sama-sama melemparkan senyum “apa kau akan menginap?” Jaejoong mengembangkan senyumnya lebih lebar melihat Yunho mengganggukkan kepalanya. Sesuai harapannya, Yunho akan menginap di penthousenya.

*********************

“apa yang kau masak hem…?”  suara seseorang menyentakkan Jaejoong dari kegiatan memasaknya di pagi hari. Ia menoleh kebelakang dan melihat pria yang selalu dipikirannya mendekat kearahnya.

“kau sudah bangun?” tanya Jaejoong melanjutkan kembali kegiatan memasaknya, tersenyum senang begitu lengan pria yang ditanyanya melingkar dipinggangnya menyambut pertanyaannya “ck..Yunho-ah jangan mengangguku!” protesnya sambil memukul pelan lengan pria tersebut karena berusaha mencolek makanan yang ia buat, bermaksud mencicipinya.

“baiklah..baiklah.. kau selalu cerewet ketika memasak” keluh Yunho sambil melepaskan pelukannya

“mandi sana..” perintah jaejoong, menggerakkan bahu kanannya yang entah sejak kapan ditumpangi dagu Yunho.

“ne, aku akan mandi..” nurut Yunho, ia melepaskan pelukannya dari pinggang jaejoong. Sebenarnya ia masih ingin berlama-lama memeluk Jaejoong, sudah lama sekali ia tidak merasakan pinggang kecil jaejoong dalam dekapannya.

“jangan terlalu lama, masakanku sudah hampir siap” peringat Jaejoong tanpa menoleh kearah Yunho yang mulai bergerak pergi.

“ne.. aku mengerti!” sahut yunho.

Jaejoong memang suka kesal karena kebiasaan Yunho yang terlalu lama ketika mandi tapi tidak bisa berbuat apa-apa, kekasihnya itu punya kebiasaan mengadakan acara menyanyi dan menari saat mandi. Pernah sekali ia mengerjai Yunho, kekasihnya itu kesal karena ia terlalu lama berada di dalam kamar mandi dan Yunho protes apa yang dilakukannya sampai begitu lama di kamar mandi, tapi ia tidak bisa marah ketika Jaejoong menjawab ‘aku sedang menyukur jenggot kita’. Yunho memang pernah mengatakan untuk mengganti ‘milik kami’ untuk menggantikan kata ‘milikku’ pada Jaejoong.

Selesai mandi, Yunho menemukan Jaejoong sedang menata makanannya di meja makan, semangkuk sup daging sapi yang tampak lezat dan dua gelas susu putih menjadi menu sarapan mereka pagi hari ini.

“apa kau nanti malam akan menginap lagi?” tanya Jaejoong begitu Yunho mengambil posisi di meja makan.

“ne, setelah acara aku akan langsung ke penthouse mu” jawab Yunho. Besok Yunho harus kembali kejepang, sebelum pergi ia ingin menghabiskan waktunya bersama sang kekasih nanti malam. Tapi pagi ini karena Jaejoong mempunyai jadwal pemotretan, Yunho memutuskan untuk menghadiri acara yang diadakan teman-teman sekolahnya dulu siang nanti. Tentu saja setelah ia menceritakannya pada Jaejoong dan Jaejoong menyetujuinya . “kenapa?” tanya Yunho balik.

“tidak apa-apa, aku hanya bertanya. Kau makanlah, manajer menyuruhku untuk datang lebih cepat” kata Jaejoong meraih segelas susu dan meneguknya hingga habis.

“kau tidak sarapan?” tanya Yunho yang baru menyadari hanya ada semangkuk sup daging sapi di atas meja makan, ia menatap Jaejoong ingin tahu.

“aku tidak akan sempat sarapan, manajer sedari tadi mengirimu ku pesan agar aku tidak terlambat” adunya manja sambil mengerucutkan bibirnya sebal.

Cup..

Jaejoong mengecup bibir Yunho sekilas, hanya sebuah ciuman ringan di pagi hari. Mereka sama-sama tersenyum setelah melakukannya. “aku pergi dulu, berhati-hatilah saat keluar” pamit Jaejoong sambil memperingati Yunho agar tidak ada yang memergokinya keluar dari penthouse Jaejoong.

“ne..hati-hati lah..” balas Yunho, matanya mengekori Jaejoong hingga tak terlihat sampai suara pintu penthouse terdengar. Yunho menghela nafasnya, padahal ia berharap bisa menghabiskan sarapan paginya bersama Jaejoong. Apa boleh buat, ia tidak bisa mengusik begitu saja jadwal Jeajoong yang sudah diatur.

***************

Jaejoong sedang beristirahat dari sesi pemotretannya untuk salah satu majalah yang ternama di Asia. Ia sudah merindukan Yunho walau mereka baru berpisah tadi pagi, tapi cukup masuk akal karena mereka sangat jarang punya waktu untuk saling melepas rindu karena kesibukan masing-masing.

Apalagi dengan posisi mereka sekarang, sejak ia bersama Yoochun dan Junsu memutuskan keluar dari SM entertainment. Ia benar-benar jarang mempunyai waktu untuk bertemu dengan Yunho ataupun Changmin. Sekalipun mereka bertemu, mereka harus bertemu secara diam-diam dalam waktu yang tidak lama. Ia melirik sang manajer, meminta ponselnya untuk segera menghubungi Yunho.

apa yang kau lakukan?

Send to Yunho

Belum sampai semenit ia mengirimkan pesan pada Yunho, ia sudah mulai kembali mengetik pesan kedua untuk Yunho.

kenapa kau tidak membalas?

Send to Yunho

Ia mulai terlihat kesal karena Yunho tak kunjung membalas pesannya, padahal biasanya kekasihnya tersebut akan langsung meneleponnya jika ia menanyakan kabar kekasihnya. Kembali mengetik pesan yang ketiga, pesan yang biasanya selalu berhasil membuat kekasihnya cepat-cepat menghubunginya.

kau tidak membalas, good bye!

Send to Yunho

Sepertinya kali ini percuma, ponselnya tak kunjung juga menerima pesan balasan maupun panggilan dari Yunho. Memutuskan untuk menghubungi kekasihnya saja, tapi ponsel kekasihnya tidak bisa dihubungi. Ck.. ia bukan hanya kesal tapi sekarang ia benar-benar marah. Apa sang kekasih begitu asyik dengan acaranya bersama-sama teman sekolahnya dulu? sampai-sampai mengabaikan dirinya. Meskipun Yunho sudah pernah mengajaknya menghadiri pesta teman sekolahnya dulu, Jaejoong tetap saja merasa khawatir jika teman-teman wanita yunho menggodanya.

Yunho sangat menikmati acaranya bersama teman-temannya sekolahnya dulu yang diadakan disalah satu restoran, temannya memesan secara khusus salah satu ruangan di restoran tersebut. Mereka melakukan berbagai game untuk meramaikan suasana yang memancing tawa. Yunho sedang tertawa sampai menepuk-nepukkan tangannya ketika melihat dua orang teman lelakinya sedang memperagakan gerakan-gerakan yang konyol ketika merasakan ponselnya bergetar di sakunya.

Menemukan pesan dari Jaejoong di layar ponselnya, sesuai dugaannya ketika membaca pesan tersebut, jaejoong memang akan selalu bertanya pertanyaan yang sama. Bukan hanya pada dirinya saja, Junsu, Changmin, dan Yoochun juga akan mendapatkan pertanyaan yang sama ketika mereka tidak bersama Jaejoong. Baru saja ia ingin menghubungi Jaejoong, pesan Jaejoong kembali masuk dan bukan hanya satu tapi dua sekaligus. Sebelum jari Yunho sempat menekan tombol call, seseorang menarik tanggannya.

“Giliranmu Yunho..” ucap salah satu teman lelaki Yunho. Ia merasa tak enak menolak karena kesibukannya membuat ia jarang menghadiri acara yang diadakan teman-teman sekolahnya. Sebelum Yunho maju ke depan untuk memperagakan sesuatu yang bisa membuat teman-temannya tertawa, akhirnya ia lebih memilih mematikan ponselnya karena ia tau Jaejoong tidak akan berhenti sampai namja cantik tersebut mendapat balasan dari pesan yang ia kirim.

Cukup lama Yunho menghabiskan waktu bersama teman-temannya, mereka saling membungkukkan badannya sebelum berpamitan. Yunho memasuki mobilnya dan menjalankannya. Ia berkeliling sebentar sebelum benar-benar mengambil arah jalan ke penthouse Jaejoong, setelah memastikan dengan benar tidak ada yang mengikuti mobilnya. Ia memakai topinya dan melilitkan syal dilehernya hingga menutupi sedikit bagian bawah wajahnya sebelum turun dari mobilnya ketika sampai.

Ia memasuki penthouse Jaejoong, tapi tidak menemukan sang kekasih padahal waktu sudah mulai memasuki malam, mungkin Jaejoong belum pulang pikirnya. Mengambil posisi di sofa memutuskan untuk menonton saja sambil menunggu Jaejoong pulang. Yunho mengalihkan pandangannya dari televisi yang sedari tadi ia tonton begitu mendengar suara pintu yang terbuka. Ia langsung tersenyum begitu melihat Jaejoong, walaupun ia tau Jaejoong tidak akan membalasnya senyumnya. Ia sangat tau bagaimana sikap Jaejoong, bisa ia pastikan kalau Jaejoong sedang marah padanya.

Dengan emosi Jaejoong berjalan mendekat ke arah Yunho “kenapa kau tak membalas pesan ku?” Jaejoong langsung mengeluh kesal “kau bahkan mematikan ponselmu, sepertinya kau benar-benar menikmati acaramu dan tidak ingin di ganggu!” omelan Jaejoong terus berlanjut, bahkan ia mencampakkan tasnya begitu saja kelantai karena kesal, ia berdiri di depan yunho menatap marah.

“Jaejoongie.. aku tidak bermaksud seperti itu padamu. Aku merasa tidak enak jika aku asyik dengan ponselku sementara aku sedang berkumpul dengan teman-temanku, makanya aku mematikan ponselku. Mengertilah..” jelas Yunho berusaha tenang. Sesekali ia memang ingin memiliki waktu pribadi dengan teman-temannya, tetapi jaejoong selalu mengiriminya pesan yang sebenarnya tidak perlu. Jaejoong memang pernah mengeluh  karena keseringan Yunho yang berkumpul dengan teman-temannya, tapi Yunho pernah membawa Jaejoong bergabung bersama temannya dan ia tidak pernah mengeluh lagi, tapi sekarang Jaejoong mulai mengeluh lagi karena tindakannya.

“jadi kau merasa terganggu begitu? ok, pentingkan saja perasaan teman-temanmmu itu dan jangan pentingkan aku!” teriak Jaejoong marah, ia langsung hendak pergi tapi Yunho segera menahannya.

“siapa yang tidak menjaga perasaan hem?” tanya Yunho, amarahnya mulai sedikit terpancing begitu Jaejoong berteriak padanya tadi.

“tentu saja kau!” balas Jaejoong masih berteriak, tidak sadar kalau sikapnya juga mulai keterlaluan terhadap Yunho.

“aku? kau bilang aku?!” Yunho tiba-tiba saja berteriak “siapa yang selama ini tidak menjaga perasaan hem?! Selama ini kau bermesraan bersama teman-teman apa kau kira aku tidak marah?! Apa kau kira perasaan ku tidak khawatir?! Aku selalu khawatir kau berpaling pada teman pria-pria mu itu! aku sampai bosan mendengar namanya di sangkut pautkan dengamu!” ujar yunho tajam dengan emosi.

Jaejoong tampak terkejut melihat Yunho yang balik berteriak padanya, ia tidak pernah tau kalau selama ini Yunho merasa terganggu dengan sikapnya yang juga suka bermanja-manja dengan teman-temannya.

“aku tidak bermesraan dengan mereka!” bantah Jaejoong mencoba membela diri. Sebenarnya ia membenarkan perkataan Yunho, tapi apa salahnya mencoba membela diri. Ia memang suka berfoto dengan teman-temannya dengan pose yang terlihat mesra.

“jangan mengelak!” teriak Yunho lagi

Tatapan jaejoong mulai melembut, ia bingung harus menjawab apa karena perkataan Yunho benar-benar menusuknya, rasa marahnya menguap begitu saja. Jaejoong berputar memilih masuk ke dalam kamarnya tidak berkata apapun lagi tanpa dicegah Yunho kembali.

Yunho menghembuskan nafasnya, mencoba meredam emosinya yang terpancing begitu saja sebelum akhirnya menyusul Jaejoong ke kamarnya tanpa berpikir dua kali. Ia tidak mau diwaktu mereka yang jarang untuk bisa berduaan berakhir dengan pertengkaran.

“Jaejoongie..” tegurnya begitu melihat jaejoong sedang berkutat dengan pakaian di dalam lemarinya. Tetapi Jaejoong mengabaikannya, memilih segera memasuki kamar mandi. Yunho menghela nafasnya kembali, ia hanya perlu mencoba mengalah dengan sikap Jaejoong yang keras kepala dan juga dengan sikapnya yang sebenarnya enggan mengalah.

Jaejoong bukannya tidak mendengar ketika Yunho memanggilnya, ia menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi. Ia tau Yunho sudah tidak marah padanya, karena Yunho tidak akan memanggilnya seperti itu jika dia sedang marah. Hanya saja Jaejoong merasa malu pada dirinya sendiri mengingat perkataan Yunho. Bergerak masuk ke bathup tanpa membuka baju, berharap perasaannya akan membaik. Begitu selesai mandi, ia melihat Yunho sedang membaca majalah sambil menyandarkan badannya di kepala tempat tidur. Ia masih merasa malu, segera ia menaiki ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut membelakangi Yunho.

Yunho masih mengamati Jaejoong sejak keluar dari kamar mandi yang sedari tadi tidak mau menatapnya, bahkan sekarang namja cantiknya itu tidur memunggungi dirinya. Ia masih berpikir bahwa Jaejoong masih marah padanya. Ia sudah mandi tadi sebelum melanjutkan acara menontonnya sambil menunggu Jaejoong. Menyimpan majalahnya di atas meja nakas di samping tempat tidur sebelum menyusul Jaejoong masuk kedalam selimut.

“mianhae..” ucap Yunho sambil memeluk Jaejoong dari belakang “aku tidak bermaksud marah padamu” pinta maaf Yunho. Jaejoong diam sebentar, sebelum akhirnya berbalik menghadap Yunho, ia menatap Yunho lembut. Betapa ia beruntung memiliki namja sebaik Yunho yang selalu memanjakannya “kau masih marah?” tanya Yunho.

Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan “Yunho~ah.. seharusnya aku yang meminta maaf padamu. Sepertinya aku benar-benar egois, aku benar-benar tidak tau kalau kau merasa terganggu de..”

“sssttt…sudahlah tidak usah dibahas lagi” potong Yunho, mengubah posisi menjadi terlentang dan menarik Jaejoong kedalam pelukannya hingga dadanya menjadi bantal bagi kepala Jaejoong. Jaejoong jadi bisa mendengar irama detakan jantung Yunho  “kau semakin terasa kurus” protes Yunho merasakan tubuh Jaejoong dalam pelukannya.

“aku stress!” ucap Jaejoong, terdengar manja. Yunho menaikkan alisnya, menundukkan wajahnya melihat Jaejoong dalam pelukannya “Yunho.. kenapa kau begitu menarik perhatian orang-orang. Aku stress memikirkan mereka yang terus mencoba menggodamu” ucap Jaejoong lagi ketika Yunho hanya diam dan melihatnya.

“ck.. kau ini tidak usah memikirkan hal yang seperti itu, aku tidak mungkin tergoda oleh mereka” yakin Yunho sambil mengusap-usap rambut Jaejoong.

Jaejoong tertawa, ia juga merasa yakin kalau Yunho tidak akan tergoda. Tapi kadang-kadang rasa takut kehilangan Yunho sering kali mengganggu keyakinannya “Yunho~ah, kenapa kau semakin gendut saja hem?” tanya jaejoong balik, belakangan ini ia memang memperhatikan tubuh yunho yang terus bertambah gemuk, walaupun itu tidak mengurangi ketampanan kekasihnya.

“itu karena kau selalu memasak makanan enak untukku” bisik yunho ditelinga Jaejoong bermaksud menggoda.

“ck.. bagaimana mungkin kau bisa gendut karena masakanku, kita saja jarang bertemu Yunho~ah..” omel Jaejoong menepuk-nepuk dada Yunho merasa ucapan Yunho tidak masuk akal.

Yunho tertawa lebar mendengar nada kesal Jaejoong “mungkin karena aku bersama Changmin, ia menulari nafsu makannya yang besar padaku” pikir Yunho asal, ia juga tidak mengerti kenapa ia jadi begitu bersemangat ketika sedang makan.

“aku akan memarahi Changmin karena membuatmu sampai segendut ini” canda Jaejoong

“dan Changmin akan memarahiku karena kau memarahinya” kata Yunho yang membuat mereka tertawa bersamaan. Kemudian mereka sama-sama mengambil posisi berbaring miring, saling menatap penuh cinta.

“aku ingin cepat-cepat kau berumur 30” ucap Jaejoong tiba-tiba setelah mereka sempat saling terdiam menikmati tatapan masing-masing.

“kenapa?” tanya yunho bingung mengerutkan dahinya. Ia meraih tangan Jaejoong dalam genggamannya hingga jari-jari mereka saling bertautan.

“agar kita segera menikah. Bukankah ummamu bilang dia akan menikahkanmu dengan ku jika kau tidak juga memiliki kekasih di umurmu yang segitu” jelas Jaejoong. Yunho tertawa, dia tidak pernah berfikir jaejoong akan mengganggap serius perkataan ummanya dulu.

“tidak peduli umurku berapa, aku pasti akan menikahmu” ucap yunho yakin, ia menatap dalam wajah kekasihnya.

“kenapa?”

“karena kau pintar memasak” jawab yunho mencoba bercanda, Jaejoong langsung mencubit pelan dada Yunho dengan tangannya yang tidak di genggam Yunho sambil mengerucutkan bibirnya, kebiasaanya kalau ia merasa kesal. “Jaejoongie..” panggil yunho sambil menatap Jaejoong.

“hmm….” Jaejoong mentap kembali Yunho

Yunho meletakkan tangan mereka yang saling bertautan di dada kirinya hingga jaejoong bisa merasakan detakan jantung Yunho bahkan seperti mendengar suaranya  “my love is here for you..saranghae…” ungkap yunho

Jaejoong melebarkan senyumnya begitu mendengar pengakuan Yunho. Ia bisa melihat ketulusan dan kesungguhan dari mata Yunho saat mengucapkan kata-kata yang memang sering mereka ucapkan saat berdua.  “nado saranghae Yunho~ah..” balasnya.

“tidurlah, kalau kau tidak tidur sekarang juga. Aku akan membunuhmu!” ancam Yunho bercanda, ia menarik kembali jaejoong kedalam pelukannya.

Jaejoong tertawa kecil “kau tidak akan berani membunuhku” yakin Jaejoong. Ia merasa sangat senang walaupun ia sempat marah tadinya. Mereka memang sering seperti ini bertengkar lalu berbaikan. Dulu ada Junsu yang akan melerai mereka walaupun pada akhirnya Junsu akan selalu menangis, hal yang akhirnya bisa membuat mereka berbaikan. Tapi, seiring berjalannya waktu mereka mulai saling mengalah tanpa ada tangisan Junsu lagi yang mendamaikan mereka.

Jaejoong mencari posisi yang nyaman dalam pelukan Yunho sebelum akhirnya memejamkan matanya, berharap kisah mereka akan berakhir bahagia. Yunho mengecup puncak kepala Jaejoong sebelum ikut memejamkan matanya. Ia benar-benar mencintai namja cantik yang ada dipelukannya sekarang ini. Sama seperti jaejoong, ia juga berharap kisah mereka akan berakhir bahagia.

********************

Jaejoong merasa terusik dengan bias-bias matahari yang menyusup masuk dari gorden jendelanya, memaksanya untuk bangun menyambut pagi hari. Mengerjap-ngerjapkan matanya sebelum membuka matanya secara utuh.

“Yunho..” panggilnya “Yunho~ah kau dimana?” panggilnya lagi begitu tidak menemukan Yunho di sebelahnya. Ia berganti posisi, menjadi duduk diatas ranjang. Tak sengaja matanya melihat secarik kertas di meja nakas setelah tadi pandangannya mengelilingi isi kamarnya, ia bergerak meraihnya.

 

Aku kembali jam 6 pagi tadi.

Saranghae..Jeongmal saranghae..

Your Other Half ^^

Jaejoong mengulas senyumnya begitu membaca pesan Yunho. Ia segera meraih ponselnya dan langsung menghubungi Yunho.

“yeobso.. kau baru bangun?” tidak perlu terlalu lama menunggu, Yunho langsung menjawab panggilannya.

“ne.. kenapa kau tidak membangunkanku?” tanya Jaejoong, ia masih bertahan di atas ranjangnya sambil duduk bersila.

“aku tidak tega membangunkanmu, kau terlihat begitu nyenyak” jelas Yunho sambil memasukkan beberapa benda kedalam tas ranselnya lalu mengabaikannya dan memilih duduk di atas ranjang menikmati obrolan paginya dengan Jaejoong. Karena beberapa hari ini ia ada di penthouse Jaejoong, ia tidak sempat mempersiapkan diri untuk keberangkatannya nanti ke Jepang.

“kau akan pergi jam berapa?” tanya Jaejoong

“jam 10 nanti. Kenapa?” jawab Yunho

“tidak apa-apa, aku hanya bertanya” jawabnya sambil menoleh ke jam digitalnya. Masih pukul 8 pagi, masih ada dua jam lagi sebelum Yunho berangkat dan masih ada empat jam lagi sebelum ia pergi untuk jadwal pemotretannya lagi “kau sudah sarapan?” tanya Jaejoong

“ah.. aku lupa. Changmin sedari tadi membuatku pusing, aku sampai lupa kalau aku belum makan” jawabnya jujur tak ingin berniat berbohong sama sekali.

“kau harus selalu ingat untuk makan yunho! Kau tau kan? perutmu itu akan bermasalah jika kau mengabaikan waktu makanmu. Aku tidak mau kau sampai sakit” Jaejoong langsung mengomel begitu mendengar jawaban dari Yunho, ia benar-benar tidak suka kalau Yunho mengabaikan waktu makannya meskipun tubuh kekasihnya sudah terlihat gendut. Jaejoong takut kekasihnya sakit disaat ia tidak ada di samping Yunho.

Yunho mengulas senyumnya, ia tau pasti di sana Jaejoong sudah memasang wajah marahnya. Jaejoong akan seperti ibu-ibu yang memarahi anaknya yang tidak mau makan sayur jika ia melupakan waktu makannya. Walaupun Jaejoong terdengar cerewet, tapi ia menyukai omelan Jaejoong yang sarat perhatian.

“mianhae..aku tidak mengulanginya lagi” janji yunho.

“kau sudah sering sekali mengatakan itu!” protes jaejoong yang langsung disambut tawa yunho.

“mian..mian.. kali ini aku berjanji”ucap yunho sungguh-sungguh. Ia mengangkat tangannya keatas, jarinya membentuk huruf  v walaupun ia tau jaejoong tidak akan mungkin melihatnya. “kau percaya?”

“ne..”ucap Jaejoong pelan, sebenarnya ia masih tidak yakin Yunho akan menempati janjinya. Kekasihnya itu akan melupakan waktu makannya jika sudah fokus pada pekerjaannya. “Yunho~ah, my other half Yunho.. saranghae..” ucap Jaejoong setelah ia tadi terdiam sebentar.

“you more like my other half Jaejoongie…saranghae..jeongmal saranghae..” balas Yunho. Lagi-lagi mereka sama-sama tersenyum bersamaan di tempat yang berbeda.

“kabari aku jika kau sudah tiba di sana” pinta Jaejoong.

“ne.. aku pasti mengabarimu” janji yunho

Meskipun mereka tidak tau kapan mereka akan bisa bertemu kembali, karena jadwal yang padat akan selalu menganggu kemesraan mereka. Tapi meskipun begitu, di tempat yang berbeda, di negara yang kadang berbeda, mereka tetap akan menyalurkan cinta mereka dengan cara apapun.

End 

6 thoughts on “[FF] My Love is Here for You by Shin Yunjae Casshipper (FB)

  1. vote

    wkwkwk.. simple tidak terlalu rumit..
    g terlalu metal.. melow total aka kaya sinetron.. plaakkk
    hahaha.. gajah ngamuk karena diabaikan.. liat aja begitu dia yg senang2.. LoL ohemjiii.. mau dunk kasih hadian yunho KW.. plakk

  2. VOTE….!!
    Aigoooo serasa liat kegiatan asli YunJae…si umma yg rempong mang selalu manja, kecentilan dmn2 tpi masih tetep cemburu ma appa klo lagi ngumpul ckckckc…
    Mang kayanya klo lagi hal cemburu no 1 si umma neh, mang susah juga punya appa yg super cakep..kekkekek…
    Daebak author, kurang panjang aja neh cerita, maunya ampe 100 Chapter #Plakk…kekekekk

  3. VOTE.
    Ini bener-bener romantis,so sweet,so cute (?).
    Pokoknya sukaaa❤
    semoga aja mrk kyk adegan ini selamanya.amiiinnn…

  4. Waktu penilaian secara resmi kami tutup. Terimakasih atas partisipasi seluruh peserta & reader. Semoga menang yah, Hwaiting! Happy 2nd Annive Fanficyunjae… Yunjae Jjang! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s