Dangerous Love -You are My Only Love-


DANGEROUS LOVE -You Are My Love-

Author: Me a.k.a Jaehan Kim Yunjae

Twitter: @yunjaehan

Pairing: YunJae

Length: Oneshot

Rating: T

Genre: Romance / Fluff

Cast:

Kim Jaejoong

Jung Yunho

Park Yoochun

Kim Junsu

Shim Changmin

Others

 

DISCLAIMER:

I don’t own Yunjae. They own each other but I hope I can own them. The plot, story and poster are mine.

WARNING!!!

This is YAOI fanfic means boy x boy story, so if you can’t take it just leaves already. I don’t wanna hear bad comments and I don’t care with your comments.

a/n:

ff ini maksudnya sekuel dari banjun drama DBSK yang ‘Dangerous Love’

ff for #6thYunJaeAnniversary

Happy reading^^

Kembali ke aktivitas sebelumnya, semua kembali berjalan seperti biasanya, masih dengan kesibukkan yang sama dan pekerjaan yang sama. Mulai dari pengambilan gambar untuk majalah, rekaman untuk album baru, juga muncul di beberapa acara televisi adalah hal yang wajar dilakukan oleh kumpulan lima pemuda yang kini semakin merajai dunia musik.

Namun ada satu hal yang berubah, perasaan dan sebuah perlakuan yang mulai terbatas dan terbedung tanpa sebab yang dirasakan benar untuk melakukannya. Itulah yang diarasakan oleh Jaejoong, wajahnya tertunduk di ruang musik di apartemen mereka, ia baru saja menyelesaikan sebuah lagu yang akan menjadi lagu utama di album Dong Bang Shin Ki nantinya, namun pikirannya kembali melayang pada semua persitiwa yang terjadi di villa saat itu.

“Kenapa aku jadi sering memikirkan hal itu?” resah Jaejoong menanyakan dirinya sendiri

“Kenapa Yunho terkesan sangat berbeda sejak saat itu?”

“Kenapa aku jadi merindukan sentuhannya, saat ia membawaku dalam pelukannya?”

Kenapa dan kenapa, itulah yang selalu ditanyakannya. Semua berawal sejak seminggu yang lalu, saat Yunho perlahan mulai mencoba menjauhinya dan seperti enggan untuk bertemu atau bahkan bertatap wajah dengan dirinya, seperti ada tembok tak terlihat yang menghalangi pandangan keduanya.

“Kenapa jadi seperti ini? Wajahku selalu saja memanas saat menatapnya?” gumam Jaejoong

“Dan Yunho mulai menghindariku sejak kami pulang dari villa, tapi… aku juga tidak bisa melihatnya tanpa memikirkan sesuatu yang tidak layak”

“Apa Yunho merasakan hal yang sama? Kenapa jadi seperti ini? Bukankah kami sahabat yang paling dekat diantara seluruh anggota Dong Bang Shin Ki?”

“Ahh—“ desah Jaejoong menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan meletakkannya diatas meja dihadapannya

Jaejoong tertunduk lesu dan terus memikirkan apa yang terjadi dengannya danYunho sejak saat ini, semua diluar kendali dan keinginannya. Jantungnya selalu berdetak lebih cepat saat ia tidak sengaja menatap Yunho atau pun saat Yunho mencuri pandang padanya, semuanya berubah.

“Hei! Yoochun, dimana ka—“ tiba-tiba pintu ruang musik terbuka dan menampakkan wajah Yunho menyembul diantara pintu putih itu yang menunjukkan mimik terkaget saat menatapnya

“Jae— Jaejoong…” sapa Yunho tergagap

“Hei, Yun— ho…” balas Jaejoong salah tingkah

“A— aku pikir Yoochun disini, ternyata kau. Maaf, aku pergi dulu” ucap Yunho cepat dan segera berlari keluar

“Eh? Tung— tunggu dulu” sahut Jaejoong mengangkat tangannya mencoba untuk menahan Yunho namun terlambat karena Yunho sudah menghilang dari penglihatannya

“Ahh—“ Jaejoong menarik napas pelan kembali terduduk di bangkunya dan mendesah

“Apa yang harus ku lakukan? Jika terus seperti ini, aku benar-benar tidak bisa terus berada bersama Dong Bang Shin Ki, ditambah Lee Soo Man-shi sudah pernah mengancam untuk mengeluarkanku dari grup” lirih Jaejoong penuh penyesalan

“Apakah aku memang hanya pembuat masalah dalam grup? Apa yang harus aku lakukan?” selalu pertanyaan yang sama yang terlontar darinya

Bergantinya hari ternyata tetap tidak mengubah keadaan apapun, semua masih sama. Mungkin benar apa yang orang katakan bahwa waktu akan menyelesaikan semuanya, tapi tidak untuk saat ini, karena semakin hari berganti dan waktu berlalu justru perasaan itu semakin tidak jelas.

Ditambah dengan munculnya kesenangan baru diantara para Cassiopeia yang merupakan nama fansbase  mereka yang kini mulai menyukai dan mengagumi sebuah nama baru yaitu ‘Yunjae’ yang diambil dari nama depan dirinya dan Yunho yang berharap keduanya benar-benar berada dalam sebuah hubungan khusus yang justru semakin membuat Jaejoong bingung dengan perasaanya, walaupun hal itu berhasil meningkatkan popularitas Dong Bang Shin Ki.

Sebagian dari diri Jaejoong menolaknya karena jelas hal yang tidak wajar ketika seorang pria menyukai pria lain dengan cara yang berbeda, tapi… jika mengingat semua perhatian Yunho padanya selama ini, Jaejoong seperti menikmati semua itu.

Apa yang harus dilakukannya? Adalah pertanyaan yang sudah berulang kali ditanyakan, namun tetap saja tidak ada jawaban yang muncul. Bagaimana dengan Yunho? Juga pertanyaan yang tak kalah sering dipertanyakannya. Apakah Jaejoong rela melepaskan persahabatannya selama ini demi sebuah perasaan yang ia sendiri tidak mengharapkannya… atau malah sebaliknya?

“Besok kalian akan menghadiri dua acara yang berbeda” papar sang manager, saat ini mereka tengah berkumpul diruang duduk apartemen Dong Bang Shin Ki untuk membicaraan pekerjaan selanjutnya

“Apa selang waktu kedua acara itu cukup jauh?” tanya Yunho yang duduk disudut sofa putih itu dengan posisi sangat jauh dari Jaejoong yang duduk disudut satunya. Mereka berlima duduk berjajar dihadapan sang manager

“Itu bukan masalahnya karena syuting acara itu diadakan pada waktu yang bersamaan, jadi aku akan membagi kalian menjadi dua kelompok”

“Berarti akan seperti biasanya” celetuk Yoochun

“Aku, Junsu dan Jaejoong-hyung, lalu Yunho-hyung dengan Changmin” tambahnya menunjuk mereka satu persatu

“Untuk kali ini akan sedikit ada perubahan. Kau, Junsu dan Changmin akan ke KBS lalu Yunho dengan Jaejoong akan ke MBC” jelas manager

“Eh?!!” pekik Yunho dan Jaejoong bersamaan menatap sang menager dengan pandangan menyeramkan

“Ke— kenapa begitu, hyung?” tanya Jaejoong ragu sedikit melirik Yunho dari sudut matanya

“Ini permintaan Soo Man-shi sendiri” jawab manager menatap kelimanya

“Semakin banyak masyarakat Korea yang menyukai nama pasangan baru yang kalian buat itu akan semakin meningkatkan popularitas kalian, jadi kita harus memanfaatkannya” tambahnya

“Sepertinya semua orang sudah terkena ‘Demam Yunjae’”

“Hyung, tidak bisakah sedikit diubah?” pinta Yunho ragu

“Tidak bisa Yunho, tumben sekali kau meminta perubahan, biasanya kau yang akan setuju untuk pertama kali dan meyakinkan mereka. Ada apa denganmu hari ini?” tanya manager bingung

“Bu— bukan begitu hyung” balas Yunho tertunduk

“Semua sudah diputuskan, ini naskah acara yang akan kalian datangi besok, pelajarilah dengan baik agar hasilnya bagus” ujar manager meletakkan setumpuk kertas diatas meja kecil dihadapan mereka dan mulai berjalan keluar

“Baik hyung” sahut kelimanya sambil berdiri dari tempat duduk mereka menatap manager setengah baya itu yang berjalan menuju pintu keluar apartemen

“Ah ya, aku lupa. Yunho! Jaejoong! Saat acara nanti kalian harus sedikit menunjukkan kemesraan kalian” tegas manager berbalik menatap keduanya sebelum membuka pintu apartemen

“Eh?!” kaget Yunho dan Jaejoong untuk kedua kalinya

“Hei, kalian harus tunjukkan pada mereka semua kalau Yunjae itu pasangan yang romantis dan buatlah mereka berteriak kegiarangan melihatnya. Sepertinya cara ini akan berhasil”

“Ba— baik hyung” jawab Yunho ragu yang berhasil membuat Jaejoong menatapnya dengan tatapan tidak percaya

“Bagus, pelajarilah semuanya dengan baik” tambah sang manager sebelum benar-benar pergi

Setelah manager sudah benar-benar pergi, mereka berlima kembali duduk dan menatap kertas naskah yang kini berada ditangan mereka masing-masing untuk mempelajarinya.

“Ternyata acara yang akan kita ikuti itu ‘Happy Together’, berarti kita akan berendam” celetuk Junsu memandang keatas sambil membayangkan apa yang akan dilakukannya

“Kenapa sepertinya kau sangat senang, hyung?” tanya Changmin yang menatapnya penuh selidik

“Tentu saja, sudah lama kita tidak berendam, kan”

“Kau benar” jawab Yoochun

“Tapi sayang kita cuman bertiga. Hyung kalian akan mengikuti acara apa?” tanya Junsu berbalik ke kiri dan kanan tubuhnya bergantian melihat dua orang yang lebih tua darinya yang berada dijarak yang sangat jauh

“Eh? Ah— Oh…” jawab Jaejoong yang tersadar dari lamunannya

“Eh? Ah— Oh… Maksudnya apa hyung? Memang ada acara itu?” tanya Junsu polos

“Mak— maksudku nama acaranya ‘Go— Golden Fishery’” jawab Jaejoong gugup

“Oh… ‘Golden Fishery’, berarti kalian akan main drama, hyung” balas Junsu dan Jaejoong hanya mengagguk namun ada semburat merah diwajahnya

“Huhh—?” kaget Yunho tiba-tiba dan menatap mereka berempat dengan horror

“Kenapa Yunho-hyung?” tanya Yoochun

“Dra— drama. Maksudnya?”

“Hyung tidak membaca naskahnya? Disana kalian akan memainkan drama lalu akan diberi nilai, coba aku lihat” sahut Junsu mengambil kertas yang berada ditangan Yunho

“Eh? Hyung ini naskah yang akan kalian mainkan?” imbuh Junsu tidak percaya melihat tulisan yang ada di kertas itu, lalu menatap Yunho dan Jaejoong

“Memang kenapa Junsu-hyung?” tanya Changmin penasaran

“Yun— Yunho-hyung dan Jaejoong-hyung akan berperan sebagai sepasang kekasih dalam acara itu” sahut Junsu ragu

“Apa?!” kaget Changmin dan Yoochun ikut manatap Yunho dan Jaejoong bergantian

“Lee Soo Man-shi benar-benar tidak main-main dengan ucapannya” sahut Yoochun menambahkan

“Yunho-hyung? Jaejoong-hyung?” panggil Changmin menatap keduanya

“Ka— kami akan mencobanya” ujar Yunho bijak yang berhasil membuat Jaejoong kembali menatapnya tidak percaya lalu tertunduk kembali

“Lagi pula… Tidak mungkin kita bisa mengubahnya” lanjut Yunho

“Benar…” lirih ketiganya pasrah

“Ayo kita mulai latihannya, mumpung ini masih pagi” ajak Yunho mulai bergerak dari posisinya dan mendekati Jaejoong yang masih tertunduk

“Ayo Jae” ajak Yunho yang kini berada dihadapan Jaejoong

“Ah—“ Jaejoong tersadar saat melihat Yunho berada dihadapannya dengan lengan yang terhulur padanya dan tersenyum

“Y— ya” jawabnya mengambil tangan Yunho

Keduanya berjalan menuju kamar Yunho yang berada di sudut ruangan terakhir, karena Yunho tidur seorang diri di kamar itu, jadi tidak akan ada yang mengganggu saat latihan mareka. Ketiga pria yang lebih muda itu menatap kepergian merka dengan pandangan yang berbeda-beda. Yoochun menatap dengan senyuman jahil dibibirnya, Changmin menatap dengan perasaan heran dihatinya dan Junsu menatap dengan wajah polosnya.

“Sepertinya akan berhasil” senang Yoochun setelah melihat keduanya menghilang dibalik pintu

“Apanya yang akan berhasil?” tanya Changmin dan Junsu hampir bersamaan

“Kalian lihat saja nanti, sekarang kita juga harus mulai mempelajari naskah ini” jawab Yoochun menutupi maksudnya

Ketiganya kembali membaca naskah acara yang ada di tangan mereka dan mulai memperlajari acara yang akan mereka hadiri esok dengan sedikit latihan kecil untuk mempermudahnya.

Berbeda dengan tiga pemuda yang berada di ruang duduk itu, Yunho dan Jaejoong yang kini duduk berdampingan di ranjang Yunho hanya terdiam sejak mereka memasuki ruangan Yunho. Tidak ada satu pun dari keduanya yang ingin menghentikan keheningan itu. Jaejoong tertunduk sambil memainkan kertas naskah ditangannya sedangkan Yunho sekali-sekali menatap Jaejoong ragu.

“Jae…” akhirnya Yunho memulai untuk berbicara

“Mhmm…” jawab Jaejoong bergumam

“Ma— maaf” mulai Yunho menatap Jaejoong lembut

“Eh?” bingung Jaejoong dan mengangkat wajahnya untuk menatap Yunho disisinya

“Maaf, karena aku sudah berusaha menjauhimu belakangan ini”

“Tidak, itu bukan salahmu” sahut Jaejoong pelan dan kembali tertunduk

“Aku selalu berusaha untuk menjauhimu, tapi sepertinya itu tidak pernah berhasil” lajut Yunho

“A— aku bingung Jae, aku… sejak kejadian saat di villa waktu itu, sejak syuting drama waktu itu…” Yunho terdiam

“Aku… Jae, aku tahu ini salah, tapi… dadaku berdetak sangat cepat saat aku melihatmu dan… muncul perasaan hangat saat kau berada disisiku dan pikiranku kacau”

“Karena itu, Jae… Aku berusaha untuk menjauhimu dan memikirkan semuanya, hingga…”

“Aku mencintaimu” ungkap Jaejoong tegas tanpa menatap Yunho

“Huh?!” kaget Yunho

“Aku mencintaimu Yun, ak— aku juga merasakan hal yang sama denganmu saat aku melihatmu dan berada sisismu. Aku… aku sudah memikirkannya, dan kesimpulannya tetap sama” balas Jaejoong tetap tertunduk

“Aku tahu ini salah dan mungkin aku akan membuat Dong Bang Shin Ki pecah karenanya, tidak masalah jika memang aku harus keluar dari grup, tapi aku juga tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Aku tidak bisa terus menjauhimu seperti ini, aku tidak siap jika kau terus menjauhiku seperti itu, Yun. Aku…” papar Jaejoong takut- takut

“Tapi mengakuinya juga bukanlah pilihan yang tepat, kau pasti menganggapku orang aneh dan membenciku sekarang. Aku… Aku akan mene—“

“Aku juga mencintaimu, Jae” potong Yunho sebelum Jaejoong sempat melanjutkan kata-katanya tetap memandangnya dengan lembut

“Huh?!” akhirnya Jaejoong menatap Yunho dengan mata beningnya yang membulat sempurna

“Kau, Kau bercanda Yunho?” ungkap Jaejoong tidak percaya

“Kau ingin hal ini hanya sebuah candaan? Kau tidak benar-benar mencintaiku?” tanya Yunho balik

“Bukan itu maksudku. Hanya saja, ini tidak seperti yang aku pikirkan”

“Makanya, jangan hanya dipikirkan, tapi dilakukan. Kau tidak akan tahu apa yang sebenarnya akan terjadi jika tidak melakukannya” balas Yunho mulai bergerak mendekati Jaejoong

“Eumm…” angguk Jaejoong membenarkan

“Padahal aku sudah menetapkan hati untuk menyatakannya padamu, tapi ternyata malah kau mendahuluiku mengatakannya. Rasanya harga diriku sebagai seorang pria sedikit terinjak” sesal Yunho menggoda Jaejoong

“Maksudmu aku bukan pria?” sangkal Jaejoong dengan nada mengancam

“Kau itu pria Jae, hanya saja dalam hubungan ini kau berperan sebagai ‘wanita’ku” ujar Yunho dengan senyum jahil, tingkahnya benar-benar berbeda dengan sebelumnya

“Apa maksudmu aku berperan sebagai ‘wanita’mu?” sinis Jaejoong dengan nada yang meninggi

“Kau tahu, dalam hubungan sama jenis memang harus ada satu pihak yang berperan sebagai bukan dirinya”

“…..…”

“Jika hubungan itu dilakukan oleh dua wanita, maka harus ada satu pihak yang berperan sebagai pria didalamnya. Jika keduanya adalah pria, maka harus ada satu pihak yang berperan sebagai wanita, dan itu bagianmu”

“Kenapa harus aku? Kenapa tidak kau saja?” protes Jaejoong enggan menerima

“Hei! kau pikir aku pria apa? Bagaimana mungkin aku berperan sebagai wanita? Aku ini tampan dan gagah, contoh pria sempurna” cecar Yunho tegas

“Lalu aku apa? Aku juga—“

“Cantik dan manis” sahut Yunho memotong ucapan Jaejoong

“Apa?!”

“Akui saja Jae, semua orang juga tahu jika kau itu cantik, bahkan seluruh Cassiopeia mengakuinya” ansur Yunho

“Apalagi ditambah dengan bentuk tubuhmu yang ramping dan pinggangmu yang kecil, benar-benar membuat seluruh wanita di dunia ini iri padamu”

“Apa maksudmu dengan kata-katamu itu?”

“Itu pujian, Jae” ucap Yunho masih dengan senyum menggoda

“Hahh— Kenapa semua orang seperti mengintimidasiku? Aku juga ingin menjadi pria seutuhnya. Lihat saja, mulai saat ini aku akan melatih tubuhku agar terlihat lebih gagah” ancam Jaejoong

“Tidak masalah bagiku kau akan melatih tubuhmu seperti apapun, tapi bagiku kau tetap ‘wanita’ ku” goda Yunho lagi

“Aish… Kenapa aku selalu kalah olehmu?” sesal Jaejoong

“Karena kau mencintaiku” jawab Yunho

“Ya, kau benar” aku Jaejoong pasrah

“Dan Jae…” Yunho menyentuh lengan Jaejoong yang berada diatas pahanya

“Eumm…” jawab Jaejoong menatap lengan Yunho yang berada diatas lengannya

“Satu hal yang membuatmu semakin cantik dan mempesona adalah…”

“Berhenti mengatakan aku cantik, Yun” pinta Jaejoong lemah

“Tapi itu kenyataan, apalagi dengan ini” balas Yunho menaruh jemarinya didagu Jaejoong dan mengangkat wajahnya untuk menatapnya

“Bibirmu yang merah ini membuatmu semakin terlihat cantik” lanjut Yunho mengusap perlahan bibir Jaejoong dengan ibu jarinya

“Aish…” Jaejoong mengalihkan perhatiannya dari Yunho, enggan menatap tatapan mata tajam itu langsung

“Hei. Tatap aku” pinta Yunho dengan senyumnya yang berhasil membuat Jaejoong tertunduk malu

“Ada apa?” ucap Jaejoong pura-pura kesal

“Jae…”

“Eum? Apa?”

“Boleh aku merasakannya?” pinta Yunho

“Merasakan? Mak— maksudnya ini…” jawab Jaejoong menggenggam lengan Yunho yang masih berada dibibirnya

“Umm…” balas Yunho mengangguk

“I— itu… Yun…”

“Boleh? Bukankah itu hal yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih?” ucap Yunho meyakinkan

“Iya, tapi…”

“Mungkin ini terlalu cepat untukmu, baiklah… Aku tidak akan memaksa” imbuhnya berbalik dan melepaskan wajah Jaejoong dari sentuhannya

“Bukan. Bukan itu maksudku, Yun. Tapi… Aish” kesal Jaejoong menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Jangan memaksakan diri Jae, aku minta maaf” sesal Yunho membawa lengan Jaejoong dalam genggamannya

“Aish… Yun bukan itu maksduku, kau ini. Hanya saja…” ringis Jaejoong menatap Yunho

“Hanya saja apa?” tanya Yunho menatap Jaejoong dengan bingung

“Hanya saja… aku… aku malu tahu, kau ini”

“Hei… Tidak perlu malu seperti itu. Bukankah kita akan sering melakukan yang lebih dari itu?” balas Yunho dengan senyumm jahil kembali diwajahnya

“Se— sering melakukan?” gagap Jaejoong

“Jangan berlagak bodoh Jae, aku tahu kau mengerti maksudku” Yunho mulai meletakkan satu lengannya dipinggang Jaejoong dan menariknya mendekat

“Yu— Yun…” Jaejoong semakin gugup, bingung untuk melepaskan lengan Yunho dipinggangnya atau membiarkannya

“Hmm?” deham Yunho tetap dengan senyum jahilnya yang tidak tahan melihat tingkah Jaejoong yang jauh dari bayangannya selama ini

“Kau tahu Jae, Ternyata kau sangat manis” lanjut Yunho tanpa menunggu jawaban dari Jaejoong

“Eh??” Jaejoong mengangkat wajahnya menatap Yunho disisinya

“Selama ini kau selalu bertingkah keras kepala dan selalu menjawab semua perintahku. Tapi saat ini, aku seperti sedang tidak sedang berbicara dengan seorang Kim Jaejoong, kau terlihat manis dan sangat manja”

“Ak— aku…” Jaejoong tertunduk dan terdiam entah harus menjawab apa, takut jika Yunho kecewa padanya

“Tapi aku menyukaimu yang seperti ini, walaupun sebenarnya sifat keras kepalamu juga sangat menarik”

“Kau tidak marah?” tanya Jaejoong tidak yakin dan kembali menatap Yunho dengan ragu

“Kenapa marah? Aku mencintaimu seperti apapun kau” senyum Yunho mengusap perlahan pipi merona Jaejoong

“Yunho…” Jaejoong tidak mampu mengatakan apapun, hanya nama Yunho saja yang dapat diingatnya saat ini, ia benar-benar terharu dengan pengakuan Yunho tentang dirinya

“Mhmm” Yunho bergumam menjawab panggilan Jaejoong

“Bo— boleh…” gumam Jaejoong

“Boleh? Boleh apa Jae?” tanya Yunho bingung

“Yang tadi” jawab Jaejoong

“Yang tadi apanya?” Yunho masih tidak mengerti dengan ucapan pria yang baru jadi kekasihnya itu

“Aish… Kau ini. Apa kepalamu terbentur? Bukankah tadi kau ingin menciumku? Sekarang aku sudah mengijinkan, kau malah belagak bo—“ ucapan Jaejoong terhenti merasakan jari lentik Yunho menyentuh bibirnya

“Sshhh…” potong Yunho meletakkan telunjuk kirinya di bibir merah Jaejoong

Tanpa melepaskan tatapan lembutnya pada kekasihnya itu, Yunho menarik tubuh Jaejoong untuk semakin mendekati tubuhnya dan langsung meletakkan bibir tipisnya diatas bibir merah sempurna milik Jaejoong. Kedua lengannya melingkar ditubuh mungil Jaejoong dan membawanya kedalam pangkuannya dengan mudah., sepertinya Jaejoong sama sekali tidak sadar jika saat ini tubuhnya sudah tidak ada diatas ranjang dengan sempurna.

“Yunho…ahh—“ desah Jaejoong melingkarkan kedua lengannya dileher Yunho dan mulai memainkan rambut pendek kecoklatan miliknya

“Mmmhhh…” gumam Yunho dalam desahannya semakin memperdalam ciumannya dibibir Jaejoong dan memasukan lidahnya dengan mudah kedalam mulut Jaejoong

Tidak tinggal diam, lengan Yunho yang masih melingkar dipinggang ramping Jaejoong mulai melesap masuk kedalam kaus putih Jaejoong dari ujung celahnya yang berhasil membuat Jaejoong semakin melenguh tertahan. Tangan Yunho merayap naik dimulai dari pinggang bawah Jaejoong hingga naik ke punggungnya dan mengusap-ngusapkan tangannya disana dengan sangat lembut seperti mengusap debu dari boneka kaca mungil.

“Yun— Yunho… ah— tanganmu” lenguh Jaejoong merasakan sesuatu merayap dibelakang tubuhnya

“A— pa?” dengan lidah yang masih berada didalam mulut Jaejoong, dengan susah payah Yunho berusaha menjawab panggilan kekasihnya itu

“Ge— geli…” jawab Jaejoong terbata

Setelah cukup puas dengan ciuman dibibir Jaejoong, Yunho mengalihkan ciumannya menyusuri tulang rahang putih itu dan berakhir dileher jenjang Jaejoong yang mempesona. Menghirup aroma mewah yang meyeruak dibaliknya dan perlahan mulai mengecup seluruh bagian leher Jaejoong dan menekan ciumannya memberikan bekas gigitan yang terlihat jelas dibagian tanda lahir Jaejoong yang menggoda.

“Aahhh—“ kaget Jaejoong sedikit berteriak merasakan kecupan Yunho yang sedikit menyakitkan di lehernya

“Hanya ingin memberikan tanda, mulai hari ini kau adalah milikku Kim Jaejoong” tegas Yunho setelah melepaskan kecupannya dan kembali melingkarkan kedua lengannya dipinggang Jaejoong

“Tidak perlu sekeras itu juga menggigitnya?” kesal Jaejoong

“Jika tidak begitu, tandanya tidak akan terlihat” jawab Yunho asal

“Apa maksudmu tidak akan terlihat? Memang kau mau buat tanda itu tahan berapa lama?” tanya Jaejoong sakartis

“Kalau bisa selamanya” jawab Yunho ringan

“Kau ingin semua orang melihatnya?” erang Jaejoong

“Bukankah itu bagus? Agar mereka tahu, bahwa Kim Jaejoong adalah milik Jung Yunho” jawab Yunho tegas kali ini

“Dan semua orang akhirnya membenci kita?” tanya Jaejoong tak kalah tegas

“Kenapa?” tanya Yunho

“Kau ini bodoh atau apa?” hardik Jaejoong memukul pelan kepala Yunho

“Apa maksudmu dengan bodoh? Aku kan hanya bertanya, kenapa?”

“Kau tidak mengerti dunia luar Yun” pasrah Jaejoong

“Diluar sana tidak semua orang menyetujui keberadaan pasangan sama jenis. Ini bukan di benua Amerika atau pun Eropa, kita di Korea Yun… dan disini masih banyak orang yang membenci hubungan seperti itu. Kau tahu itu?” tambah Jaejoong menatap Yunho tajam

“Bagitu ya. Lalu?”

“Aish… Kenapa kau jadi bodoh seperti ini? Jika semua orang tahu tentang hubungan kita, kau pikir apa yang akan terjadi dengan Dong Bang Shin Ki, Yoocuhn, Junsu, Changmin, kau dan aku… Terlebih orang tua kita”

“Kau benar, lalu kita harus merahasiakan hubungan ini?” tanya Yunho mengangguk pasrah

“Mau bagaimana lagi? Jika kita memang masih ingin melanjutkan hubungan ini” ucap Jaejoong melingkarkan kedua tangannya d depan dadanya

“Tentu saja. Baru saja aku mendapatkanmu, mana mungkin akan aku lepaskan” ucap Yunho langsung dan memeluk Jaejoong erat

“Ternyata kau sangat posesif ya” tawa Jaejoong dan tersenyum dalam pelukan Yunho

“Posesif adalah nama tengahku” jawab Yunho

“Dan Manja…” lanjut Jaejoong balas memeluk Yunho

“Hanya padamu” tambah Yunho semakin menguatkan pelukannya

Keduanya begitu terlarut dalam pelukan mereka yang hanya dihiasi dengan keheningan dan perasaan bahagia, senyuman tidak pernah terlepas dari wajah keduanya.

“Jae…” panggil Yunho memecah keheningan itu

“Umm…” sahut Jaejoong

“Bagaimana dengan Yoochun, Junsu dan Changmin? Apa kita juga harus merahasiakannya dari mereka bertiga?” tanyanya yang berhasil membuat Jaejoong tegang dan bingung

“Aku tidak tahu. Jika kita mengatakannya, aku takut mereka tidak akan menerimanya dan mencoba untuk memisahkan kita. Tapi… aku juga tidak bisa merahasiakannya dari mereka bertiga, mereka sudah seperti adikku sendiri” jawab Jaejoong melonggarkan pelukannya ditubuh Yunho

“Itu sudah tidak perlu lagi hyung” tiba-tiba terdengar suara berat yang sangat dikenal oleh keduanya dan bunyi pintu kamar yang terbuka

“Yoochun! Junsu! Changmin!” panggil Yunho dan Jaejoong bersamaan

“Karena kami sudah mengetahuinya” sahut Changmin

“Yoochun…” ucap Junsu takut yang merasakan tatapan seram dari keduanya sambil menunjuk Yoochun disisinya

“Aishh—“ ringis Yoocuhn kesal melihat Junsu yang menjadikannya kambing hitam

“Baiklah aku mengaku, aku yang mengajak mereka berdua kemari untuk mendengar pembicaraan kalian. Tapi bukankah itu bagus? Jadi kalian tidak perlu takut untuk mengatakannya pada kami bertiga, iya kan?” tambah Yoochun membenarkan perbuatannya

“Kalian… mendengar semuanya?” tanya Jaejoong ragu

“Eumm… eumm…” jawab Junsu mengangguk beberapa kali

“Dan soal…” lanjut Yunho menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal

“Ya, termasuk tentang kalian yang sudah menjadi sepasang kekasih” jawab Yoochun senang

“Jadi…?” tanya Jaejoong lagi

“Jadi apa hyung?” tanya Changmin bingung

“Apa kalian…?” tanya Yunho kali ini

“Tentu saja kami setuju… Tapi benar kata Jaejoong hyung, kita harus menyembunyikannya, jangan sampai ada yang tahu tentang hubungan kalian atau semuanya akan berakibat buruk” jawab Yoochun mengerti dengan maksud Yunho

“Kalian tidak masalah?” tanya Jaejoong gembira

“Tentu saja tidak hyung, bahkan kami sangat senang” jawab Junsu tak kalah girang

“Syukurlah… Terima kasih” ucap keduanya yang merasa beban dipundak mereka sedikit berkurang dan mulai berpelukkan kembali

“Kita adalah keluarga, jadi harus saling mendukung” ucap Yoochun yang berjalan mendekati Yunho dan Jaejoong yang ikut memeluk keduanya

“Itu benar, harus mendukung satu sama lain” tambah Junsu yang juga ikut memeluk juga keduanya

“Yah… Aku ikut saja” ucap Changmin dan dengan sedikit berat hati ikut memeluk semua anggota Dong Bang Shin Ki

“Aku menyayangi kalian semua” ucap mereka berlima hampir bersamaan dan tersenyum larut dalam pelukkan hangat itu

Semua berawal dari rasa takut dan resah yang berujung pada sebuah kebahagiaan yang besar. Itulah cinta, kehadirannya tidak pernah dapat di duga, ia bisa muncul dihati siapapun dan kapanpun, tanpa melihat siapa dan dimana. Jika kau mencintai seseorang, maka ungkapkanlah. Karena kita tidak pernah tahu kemana cinta itu akan membawa insan yang dihampirinya.

Semuanya belum berakhir karena perjalanan baru saja dimulai, perjalanan yang akan menuntut sebuah janji dan kepercayaan sang pecinta sejati.

End

*bows

Sankyuu… Arigatou na…

Terima kasih atas kesediaannya untuk membaca fanfic ini

Semuanya hanyalah khayalan semata

Jika terjadi kesamaan nama, tempat, dan kejadian sesungguhnya itu hal yang disengaja

Sampai ketemu di fanfic selanjutnya ^^

YunJae :: Dangerous Love

 

5 thoughts on “Dangerous Love -You are My Only Love-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s