[YUNJAE] An Idol’s Love – Chapter 2


a.n: Annyonghaseyooooooooo

haaaaii there our lovely reader,,,

maap membuat kalian menunggu luuuaaaammaaaaaaa untuk update ini

karena beberapa alasan author kami kehilangan tulisan berharganya

jadi gak bisa update deeeehh T.T

mohon dimaapin yaaaaaa

untuk itulaaahh JENG JEEENGGGG nTiiiee datang menyelamatkan FF imut ini

maap kalo datangnya rada lama,, biasanyakan pahlawan suka datang telat kayak dipelem2

sudahlah saia kebanyakan kata kata kayaknya ini mah,,

langsung sajooo silahkan menikmati kelanjutan si FF imut ini

Selamat membacaaaaaaaaaaaaaaa

^.^v

Title : An Idol’s Love

Chapter: 2 of 7

Chapter Title : Love Contract

Original Author: Sherly

Completer Author: nTiiiee

Summary: “Kau mempunyai banyak fans dan pasti banyak di antara mereka yang cantik… Pilih saja salah satu, minta ia menjadi pacarmu, dan BOOM! Kau mempunyai kekasih…” kalimat yang seenaknya keluar dari mulut manajernya membuat Jung Yunho mengumumkan Kim Jaejoong sebagai kekasihnya. Bagaimana Kim Jaejoong yang tidak mengenal Jun Yunho menjalani hidupnya yang mendadak berubah karena kehadiran si Idol??

***

Love Contract

 

“Saya sudah mempunyai kekasih lain, yang sampai sekarang belum pernah saya perkenalkan di depan media… Dia… Kim Jaejoong… Namja yang berdiri di sebelah saya sekarang ini… dia adalah kekasih saya yang sebenarnya…”

Jaejoong membelakkan matanya tidak percaya dan menoleh secepat kilat pada namja bernama Jung Yunho yang tersenyum santai seolah tidak ada yang terjadi. Dan sepertinya bukan hanya Jaejoong yang membelakkan matanya, semua orang dalam ruangan itu melakukan hal yang sama… termasuk yeoja yang sedang duduk di kursi depan itu.

***

Apa yang bakal kalian lakukan jika kalian berada diposisi Jaejoong.

Syok? Pasti.

Bingung? Iya juga.

Marah? Iyalah, siapa yang gak marah kalau diaku-aku pacar sama orang yang gak dikenal. Tanpa penjelasan apapun pula.

Trus apa yang harus seorang Kim Jaejoong lakukan?

Sejujurnya Jaejoong pengen banget menghajar namja yang sedang tersenyum santai disebelahnya. Tapi keterkejutannya akan kata-kata namja itu membuat pikirannya kacau. Tiba-tiba ada banyak kekhawatiran yang muncul dikepalanya. Bagaimana hidupnya setelah ini. Apa yang akan dikatakan orang tuanya. Apa yang akan dikatakan teman teman nya, yah walaupun dia gak punya banyak temen juga sih. Salahin orang tua nya yang bikin Jaejoong jadi anak yang kerjaannya belajar terus, gak sempat punya teman. Dan Oh God, apa yang akan dikatakan Junsu adiknya. Junsu yang amat sangat mengidolakan Jung Yunho. Terlalu banyak hal yang ada dipikiran Jaejoong saat ini, sampai dia tidak menyadari kalau Yunho menariknya keluar dari ruangan konferensi pers.

Jung Yunho sadar sepenuhnya kata-katanya barusan akan menimbulkan banyak masalah. Tapi dia sudah tidak peduli. Bagi Yunho sebanyak apapun masalah yang akan dia hadapi pasti akan lebih baik daripada harus ditempelin cewek pengganggu itu. Beruntung Yunho punya manager yang cepat tanggap dan sangat mendukung tindakannya. Tepat saat Yunho turun dari podium, Changmin telah menugaskan beberapa orang bodyguard untuk mengawal Yunho dan Jaejoong meninggalkan gedung. Sedangkan podium diambil alih Changmin yang berusaha menenangkan wartawan yang mulai ribut meminta penjelasan lebih lanjut.

***

“YAH!! MAU APA KAU?? KENAPA MEMBAWA KU KE HOTEL??” Jaejoong langsung panik saat sadar dimana dia berada sekarang.

“Hotel ini tempat yang paling aman untuk bersembunyi sekarang.” Jawab Yunho santai.

“WAE?? KENAPA AKU HARUS IKUT SEMBUNYI?? INI KAN URUSANMU KENAPA AKU DIBAWA-BAWA??” Jaejoong benar-benar panik dan bingung, jadilah dia ngomel-ngomel bin bentak-bentak Yunho, sumber dari semua masalah yang menimpa Jaejoong malam ini.

“Ini udah jadi masalah mu Jaejoong. Kan semua orang sekarang tau nya kamu pacar ku.” Yunho masih saja menjawab dengan santai. Seperti semua ini hanya masalah kecil baginya. Jelas Jaejoong makin amuk-amukan liat pembawa masalahnya ini tampak cuek-cuek saja.

“YAH!! KAMU YANG HARUS TANGGUNG JAWAB. KENAPA JUGA HARUS AKU YANG JADI PACARMU. KENAPA KAMU SEENAKMU SENDIRI NGUMUMIN KE SEMUA ORANG KALO KITA PACARAN. DEMI TUHAN AKU KENAL KAMU AJA ENGGAK!!”

“Kan tadi aku udah bilang aku minta bantuanmu.”

“KAPAN?? AKU GAK INGAT KAMU MINTA TOLONG. KAMU DARITADI MAIN TARIK AJA. KAMU BAHKAN GAK NGASIH TAU AKU HARUS BANTU APA.”

“Bisa gak sih gak pake teriak teriak. Sakit nih kuping.”

“AKU MAU PULANG!! AKU GAK MAU SAMA KAMU!! AKU GAK MAU BANTUIN KAMU!!” Jaejoong membalikkan badannya dan berjalan menuju pintu.

“kamu gak bisa pulang sekarang……” Yunho belum kelar ngomong.

“APA?? KAMU SEKARANG MO NGELARANG LARANG AKU?? AKU GAK PERNAH BILANG AKU MAU JADI PACAR KAMU YA. JADI KAMU GAK BISA NGATUR-NGATUR AKU. AKU MAU PULANG!!”

“BISA DIAM GAK?! BISA GAK PAKE TERIAK TERIAK GAK?! BISA DENGERIN AKU SEBENTAR GAK?!” Yunho akhirnya lepas kendali.

Jaejoong yang gak pernah dibentak seumur hidupnya, gemetaran. Wajah marah Yunho makin bikin Jaejoong takut. Mata Jaejoong mulai berkaca-kaca.

“Oh God, Sorry Jae. Aku gak maksud bikin kamu takut.” Yunho berusaha menyentuh pipi Jaejoong, tapi Jaejoong seketika mundur selangkah.

“Jaejoong, hei, baby, mianhe.” Perlahan tapi pasti Yunho bergerak mendekati Jaejoong. Detik berikutnya Jaejoong sudah berada dalam pelukan Yunho. Awalnya Jaejoong berusaha melepaskan diri, tapi Yunho terlalu kuat. Pasrah Jaejoong meletakkan tangannya didada Yunho, mengcengkram kaos Yunho. Yunho tidak berhenti membisikkan kata maap sambil mengusap-usap punggung Jaejoong. Yunho melepaskan pelukannya saat dia merasa Jaejoong sudah lebih rileks. Yunho meletakkan tangannya dipundak Jaejoong, menatap langsung ke mata Jaejoong.

“Sekarang kamu duduk dulu ya, biar aku bisa jelasin semua nya ke kamu. Kamu mau kan dengerin omonganku?” Yunho berbicara dengan sangat lembut. Melihat Jaejoong yang menangis saat dibentaknya tadi membuat Yunho merasa Jaejoong makhluk rapuh yang butuh kelembutan. Jaejoong menganggukkan kepalanya. Kelembutan Yunho cukup membuatnya sedikit meleleh.

“Ayo duduk, biar aku bisa jelasin semuanya dengan lebih nyaman.” Yunho berusaha menuntun Jaejoong ke salah satu sofa di ruangan itu. Tapi Jaejoong tak bergerak.

“Aku mo pergi dulu.” Jaejoong sedikit berbisik.

“Demi Tuhan Jaejoong. Apalagi maumu sekarang??” Yunho kembali tidak sabaran.

“Kan aku udah bilang Jae, Aku mau jelasin semuanya ke kamu, bisa gak sih kamu jangan minta pergi terus?” Yunho mulai ngomel.

“Tapi aku harus pergi……”

“Ya ampun bisa gak sih kita selesaikan dulu urusan kita baru kamu bisa pergi?” Yunho beneran gemes sama namja cantik didepannya ini.

“TAPI AKU BUTUH KE TOILET.” Emang butuh Jaejoong teriak biar Yunho ngerti maunya Jaejoong apa.

“Ya ampun Jae,,kenapa sih kamu… eh apa? Kamu mau kemana?” akhirnya Yunho yang bengong.

“Aku mau ke toilet dulu Jung. Gara-gara kamu kan aku tadi belum kelar ditoiletnya.” Jaejoong manyun.

“Eh,,Ooooh kmu mau ke toilet ya. Hehe. Mian mian. Silakan deh.” Akhirnya Yunho melepaskan Jaejoong, membiarkan Jaejoong melewatinya menuju toilet.

“Butuh ditemenin gak Jae?” Yunho nyengir. Jaejoong tersenyum lembut, balik badan berjalan menuju Yunho. Setelah berada beberapa senti dari Yunho, sambil tetap tersenyum Jaejoong menendang kaki Yunho tepat di tulang keringnya sekuat tenaga.

“YAH!!” Yunho berteriak sambil memegang kakinya, kesakitan.

“Itu bayaran buat pegang-pegang “barang” orang sembarangan.” Jawab Jaejoong sambil melangkah ke toilet.

***

Saat Jaejoong keluar dari toilet, Yunho sedang berbicara serius dengan seorang pria kurus dan super tinggi.

Itukan cowok yang tadi manggil si Jung ditoilet.’ Pikir Jaejoong.

“Jaejoong, sini, duduk sini, disebelahku.” Yunho semangat banget nyuruh Jaejoong duduk disebelahnya. Jaejoong yang jelas-jelas masih sebal sama Yunho jelas gak maulah duduk disebelah Yunho. Jaejoong milih duduk disisi yang berbeda dari tempat Yunho duduk. Yunho manyun.

“Jaejoong-ssi, aku Changmin, Shim Changmin managernya Jung Yunho.” Namja kurus dan super tinggi itu menyodorkan tangan untuk bersalaman dengan Jaejoong.

“Kim Jaejoong imnida.”

“Jongmal gomao udah bantuin Yunho hyung tadi.” Changmin tersenyum.

“Aku gak niat bantuin. Aku dipaksa.” Jaejoong manyun.

“Iya ngerti kok, Yunho hyung emang hobinya maksa orang. Aku aja dipaksa jadi managernya.” Sebuah bantal melayang ke muka Changmin. Dan gak mungkin donk Changmin diam aja dilempar bantal. Alhasil homin malah perang bantal.

“Errr, permisi. Pada mo lemparan-lemparan bantal sampe kapan ya?? Ini nasib saia gimana donk.” Jaejoong nyindir sambil makin manyun.

“Uppsss, mian Jaejoong-ssi. Yunho hyung perangnya kita lanjut ntar. Jangan lupa tapi!! Tadi aku yang menang loh.” Changmin ini emang masih bocah.

“Jadi kapan aku boleh pulang?” Jaejoong merengek.

“Apaan sih Jae. Pulang mulu yang dipikirin. Kelarin dulu nih urusan kita.” Yunho mulai ngamuk ala bocah.

“Urusan kita? Urusan kamu tuh, pake bawa-bawa aku segala, nyusahin.” Jaejoong makin manyun.

“Oke cukup guys. Mari POKUS sama bahasan awal kita.” Changmin akhirnya menengahi. Yunjae langsung diam, tapi tetep sambil manyun.

“Nah enaknya kita mulai darimana nih ya ngebahasnya? Kok aku jadi bingung.” Yunjae kompakan menghela napas denger omongannya Changmin.

“Sebenarnya ini ada apa sih? Kenapa aku tiba-tiba harus jadi pacarnya si Jung ini?” Jaejoong memutuskan untuk memulai bertanya, daripada nungguin Changmin kelar bingungnya.

“Jadi sebenernya kami sedang berusaha membuat si cewe pengganggu Go Ara itu menjauh dari Yunho hyung. Nah, satu-satu nya cara yang terpikir oleh kami itu ya Yunho hyung harus punya pacar.”

“Emang si Go Ara itu siapa? Kenapa dia bisa gangguin si Jung ini?” Jaejoong nanya dengan polosnya.

“YA AMPUN JAEJOONG!! Kamu beneran ga tau siapa itu cewek?” Yunho takjub. Jaejoong cuma geleng-geleng kepala imut.

“Nah gimana bisa sebagai fans ku kamu gak tau siapa itu cewek. Kan itu cewek yang bikin fans-fans ku pusing bin amuk-amukan.” Yunho beneran heran Jaejoong gak tau apa-apa soal itu cewe pengganggu.

“Nah siapa yang bilang aku fans mu. keGRan banget jadi cowok.” Jawab Jaejoong judes.

“Eeeiiiiii,, jangan boong deh Jae. Kamu ngefans kan sama aku? Pake gak ngaku segala. Gak usah malu deh ngaku ajaaaaaaah.”

“Diiiihhh, sumpah ya ni cowok kepedean banget hidupnya.”

“Lah kalo gak ngefans, terus kamu ngapain datang ke konserku?”

“Aku cuma nemenin adikku.”

“Trus kaos itu? Itu bukti banget tauk kalo kamu itu fans aku.” Jaejoong refleks ngelirik tulisan dikaosnya. Gede banget itu tulisan ‘I am your fans, Jung!’.

“Apaan? Ini kaos aku dikasih kok.”

“Boong lagi deh, gak mungkin kamu dikasih gitu aja. Itu kan kaos official fandom ku. Cuma yang jadi member difandom ku yang bisa punya itu kaos. Dan itu limited edition tauk.”

Jaejoong sukses bengong denger omongan Yunho. Satu sisi dia gak percaya omongan si Jung itu, makanya Jaejoong langsung ngelirik Changmin. Yang dilirik cuma ngangguk. Satu sisi lagi dia bingung apa yang udah dilakuin adiknya yang manja itu sampe bisa dapat kaos limited edition, 2 kaos lagi.

“Whatever deh! Pokoknya aku gak ngefans sama kamu. TITIK!” Jawab Jaejoong judes. Changmin cepat-cepat motong pembicaraan ini saat dia liat Yunho udah siap ngebales omongan Jaejoong.

“Sudah sudah hyung. Kapan-kapan aja kita bahas soal Jaejoong ngefans sama kamu. Balik ke topik awal yuk. Jadi Jaejoong-ssi, Go Ara itu salah satu aktris di agency kami. Dulu dia pernah satu drama sama Yunho hyung, sejak itu dia nempelin Yunho hyung teruuuuusss dan dia ngerasa jadi pacarnya Yunho hyung.”

“Lah yaudah kenapa gak kamu pacarin aja dia sekalian, kan kamu suka tuh kalo ada yang ngefans sama kamu.” Jaejoong langsung ngomong ke Yunho.

“Idih ogah. Siapa coba yang mau punya pacar rese begitu. Dia sih lebih mirip sasaeng fans ketimbang pacar. Bikin gerah. Lagian kamu pikir seleraku serendah itu? Kalo buat pacar ya pilih-pilih yang bener lah. ” Jawab Yunho setengah emosi.

“Ciihh, pilih-pilih apaan. Ini kamu bikin aku jadi pacarmu didepan semua orang emang sempet pilih-pilih. Random gitu.” Jaejoong ikutan emosi ngejawabnya.

“Laah kalo kamu kan emang aku gak punya pilihan lain. Lagian kamu juga gak jelek-jelek amat buat dipamerin.” Yunho ngejawab sambil menjulurkan lidahnya ke Jaejoong. Jelas Jaejoong langsung siap ngamuk. Tapi untung ada Changmin yang memang tugasnya menengahi pertengkaran rumah tangga ini. Uppss.

“GUYS CUKUP!! Kita harus bener-bener POKUS sama bahasan kita. Stop brantem-brantem bentar bisa kan?” Changmin sebenernya udah capek banget. Seharian ini banyak banget kerjaan dia. Jadi dia sudah kangen berat sama kasurnya. Apalagi sama ramen jatah tengah malemnya. Kangen badaaaaiiiiiii itu perutnya.

“Sekarang karena semua orang sudah terlanjur berpikir Jaejoong-ssi itu pacarnya Yunho hyung, jadi kita perlu ngebahas bagaimana selanjutnya. Pasti akan banyak yang minta bukti kalo kalian beneran pacaran. Jangan lupa soal cewek pengganggu itu. Pasti dia gak bakal diem aja liat kalian pacaran. Untuk itu kami butuh bantuan lebih lanjut dari Jaejoong-ssi.” Akhirnya Changmin berhasil mengatakan maksud dan tujuannya.

“Kenapa harus aku yang bantuin?” Polos banget nih si Jaejoong nanyanya.

“Yaelaaahh, pake nanya. Kan semua orang taunya kamu pacar aku Jaeeeeeee.” Yunho gemes sama namja cantik tapi oon didepannya ini. Jaejoong langsung manyun.

“Iya Jaejoong-ssi, karena semua orang sudah berpikiran kalo kalian pacaran jadi kami butuh bantuanmu Jaejoong-ssi.”

“Kalo aku gak mau bantu?”

“Ya kamu harus bantu donk Jae! Gak bisa enggak!” Yunho udah siap perang mulut sama Jaejoong.

“Kami gak bakal minta bantuan cuma-cuma kok Jaejoong-ssi. Ini semacam bisnis, selalu ada take and give nya. Sebagai business man pasti Jaejoong-ssi mengerti kan.” Changmin langsung pasang mode business man.

“Jadi apa yang kalian tawarkan sebagai imbalan buat ku?” Jaejoong juga langsung pasang mode business man keikut Changmin.

“Simpel, bantuan dibalas bantuan.”

“Aku gak ngerasa butuh bantuan dari kalian tuh.”

“Ohh, salah besar Jaejoong-ssi. Jelas-jelas anda butuh bantuan kami.”

“Okey, saya emang butuh bantuan kalian. Saya butuh banget kalian gak ganggu hidup saya lagi.” Jaejoong pasang tampang business man serius.

“Yakin cuma butuh bantuan itu?” Changmin menyeringai, langsung dibalas Jaejoong dengan anggukan kepala.

“Bukannya malam ini sebenarnya kamu ada meeting sama Fukutaro-san?” Changmin senyum-senyum berasa bentar lagi menang.

“Fukutaro?? Big bos dari jepang itu?? Yang sering ngirimin kado buat ku??” Yunho akting sok kaget, padahal tadi dia udah diceritain Changmin.

“Iya hyung. Fukutaro-san yang fans berat mu itu loohh, yang hobi banget ngirim kado mahal buat mu, aku aja kadang dikirimin kado juga. Yah ga semahal kado buatmu sih.” Changmin bener-bener kesenangan, matanya langsung gede sebelah gitu.

“Tunggu!! Ini apa maksudnya sih? Kenapa kalian tau Fukutaro-san? Dan yang paling aneh kenapa kalian tau aku ada meeting sama Fukutaro-san?” Jaejoong bingung sebingung-bingungnya orang bisa bingung.

“Kami tau semua tentang anda Jaejoong-ssi. Kami punya informan terpercaya.” Changmin makin lebar senyumnya.

“Kami tau meeting anda dengan Fukutaro-san sangat penting untuk perusahaan anda. Dan pasti pembatalan meeting malam ini akan berdampak sangat buruk buat perusahaan anda kan? Tapi tenang, Yunho hyung bisa bikin Fukutaro-san rela ngasih proyek itu ke perusahaan anda. Bagaimana? Setimpalkan take and give kita?” Changmin bener-bener ngerasa menang. Dasar emang masih bocah. Gak suka kalah.

Sekarang Jaejoong yang lagi sibuk mikir. Di satu sisi dia butuh banget proyek itu buat perusahaannya. Tambah aboji nya bisa ngamuk kalo tau dia gak dapat proyek itu. Tapi di sisi lain, prospek deket-deket sama idol nyebelin satu itu amat sangat tidak menyenangkan. Jaejoong bener-bener bingung, harus mengutamakan perusahaan atau urusan pribadinya. Tapi yah, Jaejoong dari dulu emang gak pernah diajarin jadi anak yang egois sih. Alhasil,

“Okey, aku terima tawaran kalian. Aku bakal pura-pura jadi pacarnya si Jung ini, tapi kalian bener-bener harus bikin perusahaanku dapat itu proyek dari Fukutaro-san!” ancam Jaejoong.

“Okey, itu bukan masalah besar buat Yunho hyung, ya kan hyung?” Changmin melihat ke Yunho. Yunho mengangguk setuju. Fukutaro itu beneran persoalan mudah buat Yunho.

“Aku butuh kontrak tertulis, biar jelas. Hitam di atas putih, kalo perlu pake notaris. Aku gak mau rugi. Lebih gak mau lagi perusahaanku kena imbasnya.” Jaejoong serius.

“Gampang, bisa diatur. Besok pengacara agency kami akan menghubungi pengacara perusahaan anda untuk mengurus kontrak ini. Sekarang lebih baik kita tidur. Biar besok semuanya bisa kita selesaikan dengan lebih tenang.” Changmin melangkah keluar dari kamar Yunho sambil megang-megang perutnya dan berbisik ‘lapaaarr cari makan dulu ahh’.

***

TBC

Haaaiii sweetie readeeerrrrrr

maap yaaaakk kalo ini chap gak panjang

tapi saia berjanji akan rajin mengupdate si FF imut ini

janji deeehhh gak bikin our sweetie reader nunggu kelamaan

silahkan komen biar saia tau pendapat kalian

mo ngomel karena kelamaan gak update juga silakan dahhhhh

hehehe

bye!!!

^.^v

17 thoughts on “[YUNJAE] An Idol’s Love – Chapter 2

  1. aduuuhhh kependekan nih… gak sabar jadinya gimana nanti, proses dari marah2an smp jatuh cinta, jgn lama2 ya author 씨 updatenya…pliiiisss kutunggu

    • hehehe,, maap author yang satu ini otaknya simpel,,gak bisa bikin yang panjang2,,miannn,,sebagai gantinya janji deeehhh rajin update,,nantikan tiap weekend yaaa,,gomao udah bacaaaa,, salam kecuuppp dari umma appa
      ^.^v

  2. cpt updt deh,gak sabar nih nunggunya
    kliatannya mrk bkl perang terus ya,perang ngomel sih he he

    • YESS SIIRR!!! janji rajin rajin update…. mohon bersabar menanti setiap weekend tiba… gomao udah bacaaaaa,, salam kecuuppp dari umma appa
      ^.^v

  3. Woaaaaa..akhir’ny d lanjutin jg nih ff ^^
    Love contrac Yunjae kaya’ny ad campur tangan su-ie nih #soktau
    Lanjut thor!! seru..

    • YES SIRR!!! weeww campur tangan suie??? heemmm silakan menantikan updatean saia yaaaa,, hadir setiap weekend… gomao udah bacaaaaa,, salam kecuuppp dari umma appa
      ^.^v

    • weeeww,, saia nya gak bisa bikin yang bahasa baku,, otak saia gak baku soalnya,,hehehe,,miaaannn,,bagian mana yang sulit dicerna??? ntar biar chap selanjutnya bisa saia coba poles dikit deehh yaaa,,mudah-mudahan lebih mudah dicerna,,
      gomao udah bacaaaaa,, salam kecuuppp dari umma appa
      ^.^v

  4. ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ “̮
    Udh trm ja umma twran yunpa….:D
    Byk untung na koq hoooooooooo

  5. Aish serunih kelanjutannya…
    Pura-pura jadi pacar eh lama-kelamaan malah ad rasa deh …
    Huuuuuaaaaaaa kerennnn, daebak ..

  6. mian sebelumnya tapi aku lebih suka gaya penulisan chap 1 daripada chap ini..😦
    bahasa ‘santai’ malah jadi ga dapet feel
    *bow😄
    tapi ceritanya bagus kok.. bikin greget🙂
    /lanjut chap 3/
    *ting*

  7. aduh kok bahasanya jadi kaya humor yaw
    ceritanya bagus tapi bahasanya gak baku berasa ada yg ganjil hehehe

    lanjutkan baca aja!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s