[YUNJAE] An Idol’s Love – Chapter 3


annyoooooongggggg

author kece kembali muncul dengan chapter selanjutnyaaaaa

selamat menikmati FF imut iniiiiiii

^.^v

Title : An Idol’s Love

Chapter: 3 of 7

Chapter Title : First Date with Idol

Original Author: Sherly

Completer Author: nTiiiee

Summary: “Kau mempunyai banyak fans dan pasti banyak di antara mereka yang cantik… Pilih saja salah satu, minta ia menjadi pacarmu, dan BOOM! Kau mempunyai kekasih…” kalimat yang seenaknya keluar dari mulut manajernya membuat Jung Yunho mengumumkan Kim Jaejoong sebagai kekasihnya. Bagaimana Kim Jaejoong yang tidak mengenal Jun Yunho menjalani hidupnya yang mendadak berubah karena kehadiran si Idol??

***

FIRST DATE WITH IDOL

“Aku butuh kontrak tertulis, biar jelas. Hitam di atas putih, kalo perlu pake notaris. Aku gak mau rugi. Lebih gak mau lagi perusahaanku kena imbasnya.” Jaejoong serius.

“Gampang, bisa diatur. Besok pengacara agency kami akan menghubungi pengacara perusahaan anda untuk mengurus kontrak ini. Sekarang lebih baik kita tidur. Biar besok semuanya bisa kita selesaikan dengan lebih tenang.” Changmin melangkah keluar dari kamar Yunho sambil megang-megang perutnya dan berbisik ‘lapaaarr cari makan dulu ahh’.

***

 

Jaejoong menggeliat malas dikasur empuk miliknya. Matanya baru separuh terbuka. Silau matahari pagi membuatnya susah membuka mata. Jaejoong mengerjap-ngerjap matanya beberapa kali untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari. Diliriknya jam waker hello kitty  di atas meja di sebelah tempat tidurnya.

“OH MY GOD!!” Jaejoong sontak bangun melihat jam weker tercintanya menunjukkan angka 09.45. Oh nooooo,,sepanjang tahun ini seorang Kim Jaejoong gak pernah datang telat ke kantornya. Jadwal pegawai masuk jam 08.00 dan Kim Jaejoong selalu sudah duduk manis di ruang kerjanya tepat pukul 07.45 setiap harinya. Kecuali hari ini. Oh God,, Jaejoong baru saja merusak rekor dan citranya didepan karyawannya. Dan itu tidak baik, sangat tidak baik. Kalau aboji nya tau, bisa dimarahin 7 hari 7 malem tuh si Jaejoong.

Gak berniat telat lebih lama lagi, Jaejoong langsung buru-buru ke kamar mandi. Lupakan soal mandi, cuci muka sama sikat gigi cukuplah, toh seorang Kim Jaejoong memang gak butuh melakukan banyak hal untuk selalu tampil kece.

Setelah menghabiskan 10 menit, Jaejoong siap berangkat ke kantor. Bergegas Jaejoong lari turun tangga. Tapi pemandangan yang ditemukannya membuatnya berhenti seketika.

“Oh hyung, udah bangun? Rapi amat.” Sapa Junsu. Adiknya itu sedang duduk di sofa sambil mengobrol dengan seseorang yang paling tidak ingin dilihat Jaejoong.

“Ngapain kamu disini?” Jaejoong nanya dengan judesnya ke makhluk yang menempati urutan awal dihati Jaejoong sebagai makhluk paling menyebalkan sejagad raya.

“Pagi beb, aku nungguin kamu bangun dari tadi.” Yap, ini dia si Jung Yunho, sumber petaka hidup Jaejoong.

“Beb?? Siapa yang ngijinin kamu manggil aku beb.” Judesnyaaaaaa ini cewek, upss cowok.

“Oh terus kamu mau aku panggil apa? Honey? Bunny? Sweety?” Yunho nanya dengan polosnya.

“Ih hyung apaan sih, pagi-pagi kok udah ngejudesin pacar. Gak baik loh hyung. apalagi Yunho hyung udah sabar banget nungguin Joongie hyung bangun. Lama looooooohh Yunho hyung nunggu disini.” Junsu ini memang lemot kan aslinya.

“hah? Nunggu? Gak ada yang nyuruh.” Sebenarnya Jaejoong bingung. Kenapa itu cowok bisa ada di rumahnya. Sambil tetap berdiri diposisinya semula, Jaejoong berusaha mengumpulkan ingatannya.

***

 

FLASHBACK

Sesudah Changmin keluar meninggalkan Yunjae demi mencari jodoh untuk perutnya, Yunho berjalan menuju tempat tidurnya.

“Eh kamu mo ngapain Jung?” Jaejoong nanya mulai panik.

“Ya mo tidur lah. Gak denger tadi Changmin bilang kita musti tidur?” Yunho berbaring dikasur.

“trus aku gimana?” Tanya Jaejoong bengong.

“Ya sini, tidur disebelah ku. Ini kasur luas banget kok. Buat tidur berempat juga cukup. Tapi kalo ga mau tidur sama aku ya udah itu sofa juga nganggur kok.” Yunho bener-bener udah siap tidur.

“Jung,, aku mo pulang.” Rengek Jaejoong.

“Besok aja deh pulangnya. Sekarang tidur aja dulu.” Yunho udah mulai merem.

“Gak mau. Aku maunya pulang sekarang.” Makin jadi deh ini rengekan Jaejoong.

“Aduh sayang, besok aja ya pulangnya. Aku ngantuk nih.” Yunho masih keukeuh merem.

“Yunhoooooooo,, pleaseeee. Anterin aku pulang sekarang. Aku pengen pulang.” Jaejoong merengek sambil menggoyang-goyangkan tubuh Yunho.

“Emang kenapa sih gak tidur disini aja? Aku beneran ngantuk nih. Capek abis konser.” Mau digoyang-goyangin kayak apa juga Yunho tetep merem.

“Tapi aku gak bisa tidur disini. Aku mau pulaaaaaaaanngggg.” Jaejoong gak berenti merengek. Dia gak peduli Yunho secapek apa. Yang ada dipikirannya cuma pulang, pulang dan pulang. Hatinya sedang kacau. Pikirannya juga sedang menumpuk banyak masalah. Dia gak akan bisa tidur ditempat yang asing buatnya. Dia merasa tempat asing ini gak aman buatnya. Tapi dia lelah dan butuh tidur. Makanya dia harus pulang. Pulang ke rumah, satu-satunya tempat yang bisa membuatnya merasa aman.

Jaejoong terus mengguncang badan Yunho. Semakin Yunho menolak untuk bangun semakin kencang Jaejoong menggerak-gerakan badan Yunho. Yunho yang sedang amat sangat capek merasa terganggu dengan ulah Jaejoong. Dengan mendadak Yunho mencengkram tangan Jaejoong, menarik badan Jaejoong dan menghempaskannya dikasur dibagian lain yang tidak ditidurinya. Kaget karena semuanya terlalu tiba-tiba Jaejoong hanya bisa diam. Yunho menarik selimutnya menutupi tubuh Jaejoong.

“Tidur baby. Besok kamu ku anter pulang.” Yunho kembali memejamkan mata. Beberapa menit awal Yunho berpikir dia telah berhasil membuat Jaejoong tenang. Tapi kemudian suara tangisan Jaejoong membuat Yunho membuka matanya.

“Hei, baby, kenapa kamu nangis?” lembut Yunho bertanya sambil membelai pipi Jaejoong.

“Aku..hiks..mau.. hiks.. pulang.. Aku..hiks.. gak bisa.. hiks.. tidur ditempat asing.” Bukannya tenang Jaejoong malah makin jadi nangisnya.

“Emang kenapa baby? Kenapa kamu gak bisa tidur disini?” Yunho bingung.

“Aku.. hiks.. takut.. hiks..”

“Aduh beb, kamu takut apa kan ada aku disini.” Tangis Jaejoong makin jadi.

“Cup cup sayang, jangan nangis donk, please, aku gak tahan kalo liat kamu nangis.” Yunho menarik tubuh Jaejoong kedalam pelukannya. Berusaha membuat Jaejoong merasa aman dalam pelukannya. Tapi tangis Jaejoong gak juga berhenti.

“Okey baby, aku anter kamu pulang sekarang. Tapi kamu harus berenti dulu nangisnya.” Akhirnya Yunho menyerah.

“Jongmal?” Jaejoong menatap Yunho dengan matanya yang sembab karena nangis.

“Yes baby. Aku ganti baju dulu oke. Cup cup sayang, jangan nangis lagi ya. Nanti air mata mu abis loh. Kata mamah ku air mata gak ada yang jual. Jadi jangan nangis lagi ya.” Tangan Yunho menangkup pipi Jaejoong. Dihapusnya air mata Jaejoong dengan jempolnya. Wajahnya mengulas senyuman manis. Berusaha membuat Jaejoong tenang dan berhenti menangis.

“Yaudah cepetan ganti bajunya!!” Jaejoong langsung melompat berdiri dengan riang. Hilang sudah Jaejoong yang tadi tampak lemah nangis-nangis.

***

“Hyuuuuuuungggggggg,,, hyung dari mana aja?? Kenapa baru pulang sekarang?? Kenapa gak bilang kalo hyung pacaran sama artis idolaku?? Kenapa hyung pura-pura gak tau Yunho?? Kenapa gak bilang apa-apa soal prescon?? Kenapa aku yang adiknya hyung malah gak tau apa-apa?? Kenapa pura-pura bilang mo ke toilet kalo sebenernya mau prescon?? Kenapa hyung?? kenapaaaaaa??”

Kalo orang lagi bingung sama keadaan hidupnya sendiri, trus lagi super duper capek, mana gak cuma capek fisik tapi juga capek batin dan pikiran, pulang ke rumah berharap bisa istirahat dengan tenang,, eehhhhhh malah belum disuruh masuk udah dibrondong pertanyaan segitu banyaknya, menurut kalian gimana rasanya??

Jaejoong sih ya cukup berdiri syok didepan adiknya. Dibiarin aja adiknya itu mo ngomong apa. Gak ada satu pun pertanyaan adiknya dijawab. Otaknya lagi menolak untuk berpikir.

“Hai, kamu pasti Junsu. Adiknya Jaejoong. Boleh kita masuk dulu gak? Gak enak nih malam-malam ngobrol didepan pintu.” Yunho lah yang berhasil membuat Junsu bungkam.

“Oh… eehh.. ii…iya.. sssii…silakan masuk.” Mimpi jadi kenyataan banget ini mah buat Junsu. Ketemu sama idola. Nah, kalau hyung tercintanya pacaran sama idola nya sih bukan mimpi, lebih kayak petir disiang bolong. Ngagetin bin bikin jantungan.

Begitu masuk rumah Jaejoong langsung ngeloyor ke kamarnya, tapi Yunho menarik tangannya. Membuatnya berenti berjalan dan menoleh pada Yunho. Yunho mendekatkan tubuhnya ke Jaejoong. Satu tangan Yunho bergerak memeluk pinggang ramping Jaejoong. Dalam sepersekian detik wajah Yunho hanya berjarak beberapa senti dari wajah Jaejoong. Jaejoong yang terlalu kaget dengan gerakan Yunho yang tak terduga cuma bisa menutup matanya. Kemudian Jaejoong merasa sesuatu yang lembut menempel diujung bibirnya. Sebelum Jaejoong sempat menyadari apa yang terjadi, Yunho sudah menarik wajahnya memberi sedikit jarak.

“Good night baby, sleep well okay? I Love You.” Yunho sengaja membisikan kata-kata itu cukup keras untuk bisa didengar Junsu. Melihat Jaejoong yang tidak bergerak, Yunho segera memutar badan Jaejoong dan mendorongnya untuk bergerak ke arah kamarnya.

Junsu masih berdiri diposisi yang sama. Syok parah liat idolanya ada dirumahnya tengah malam.

“Hei, Junsu, are you okey?? Ngapain masih disitu aja??” Yunho menyapa dengan ramah.

“Eh err…engga…ii…ini..lagi panas aja didalem rumah.. jadi cari angin dulu dari luar.. iyaahh.. cari.. angin..hehe.” Junsu garuk-garuk kepala kagok.

“Oh, yaudah, jangan lama-lama cari anginnya, udah tengah malam, ntar malah masuk angin loh.” Yunho tersenyum, geli sebenernya liat orang salah tingkah gini.

“Aku pulang dulu ya, udah malem. Oh iya, Jaejoongnya jangan diganggu dulu ya. Kasian dia capek plus masih syok gara-gara prescon tadi. Besok aja aku ceritain semuanya ke kamu, besok pagi aku kesini lagi kok. Selamat malam.” Yunho menepuk bahu Junsu sebelum berjalan menuju mobilnya. Meninggalkan Junsu yang lagi-lagi cuma bisa bengong.

***

 

Masih berdiri didepan tangga, Jaejoong pasang tampang dia inget semua kejadian semalem.

“Udah ingat kan sekarang beb? Sarapan dulu sana, tadi aku bawain sandwich dari bakery langganan ku, enak loh.” Yunho senyum ke Jaejoong dengan manisnya.

“Apaan sih?? Sok sok-an panggil beb terus. Mana nyuruh-nyuruh orang lagi. Terserah aku donk mau makan kek mau ngapain kek.” Makin jadi deh judesnya ini yeoja..Uppss namja.

“Hyung!! gak boleh gitu donk sama pacar sendiri. Yunho hyung udah baik banget loh nyempetin beliin kita sarapan. Aduh Yunho hyung, maap banget ya, Joongie hyung lagi gak tau kenapa nih, biasanya hyung gak suka ngomel-ngomel kok orangnya.” Junsu merasa gak enak sama Yunho. Jaejoong cuma bisa manyun, kalo adiknya itu sudah mulai ngomel, bakal panjang jadinya. Mending Jaejoong diem aja deh.

“Iyah gak papa kok Suie. Hyung bisa ngerti kok Joongie pasti masih sebal karena kemaren hyung langsung mempublish hubungan kami tanpa minta persetujuan Joongie.” Yunho pasang tampang sok sedih biar Junsu kasian.

“Iya tapi kan Joongie hyung harusnya gak judes kayak gitu, Yunho hyung kan sudah minta maap.” Junsu masih kesal sama ulah kakaknya.

“Udah, gak papa kok Suie, ntar hyung minta maap terus deh sampai Joongie gak marah lagi. Kamu katanya ada janji mau pergi.” Aktingnya Yunho sukses bikin Junsu makin ngefans.

“Oh astagah, iyah aku harus pergi sekarang. Bye hyung.” Yunho memperhatikan Junsu yang bergegas keluar dari rumah. Setelah Junsu menutup pintu Yunho mengalihkan pandangannya ke namja cantik yang sekarang sedang menatapnya dengan tatapan siap membunuh.

“What?” lenyap sudah Yunho yang bersikap manis didepan Junsu tadi.

“Iisssss,, akting mu bagus banget Jung!!” Jaejoong sebal.

“Tentu saja. Aku kan idol multitalented.” Yunho menyombongkan diri.

“Trus, ngapain kamu disini sekarang? Mau apa lagi kamu sekarang? Ah sudahlah aku gak peduli kamu mau apa. Aku sibuk musti buru-buru ke kantor. Aku gak punya waktu buat kamu!” Jaejoong bergegas meninggalkan rumah, tapi Yunho menahannya.

“Ngapain kamu ngantor jam segini. Telat banget tauk.” Yunho berkata santai.

“Menurutmu gara-gara siapa aku sampe telat bangun!” Jaejoong sebal.

“Udah, kamu gak usah ngantor hari ini. Tadi aku udah telpon sekertaris mu kok, kalau kamu gak ngantor hari ini.”

“Eh, apa apaan ini? Kamu mulai ngatur-ngatur seenaknya ya. Darimana juga kamu dapet nomor telpon sekertarisku?” keselnya Jaejoong udah tingkat badai deh sama namja sok ganteng didepannya ini.

“Ini kan sesuai perjanjian kita. Kamu bantu aku, trus ntar aku bantu kamu. Gampang kali nyari nomor telpon sekertarismu. Nomormu aja aku udah punya.” Yunho menjawab seakan hal itu hal yang paling remeh dan gampang dilakukan.

“trus, kata siapa kamu boleh ber-Joongie dan Suie ria?? Itu gak ada diperjanjian kita!” Muka Jaejoong merah sangking marahnya.

“Mendalami peran donk Joongie. Masa aku manggil kamu Jaejoong-ssi, ya gak bakal ada yang percaya lah kalo kita pacaran. Pabo!!” Sangking keselnya Jaejoong sama ini idol rese, sampai-sampai Jaejoong gak bisa balas kata-kata si idol.

“Udah ah, jangan bawel aja jadi orang. Cepat ganti baju mu sekarang. Hari ini schedule ku cuma pemotretan jadi kamu gak perlu pake baju seformal itu.”

“Apa urusannya bajuku sama schedule mu??”

“AAiiissss ini orang bawel banget sih, hari ini kamu ikut kemanapun aku pergi. Sekarang ganti bajumu, abis itu sarapannya dimakan dimobil aja. Soalnya aku udah mo telat nih.” Yunho menarik paksa Jaejoong ke kamarnya.

“Aku bisa pilih sendiri bajuku, lepasin tanganku!!”

“Gak, aku gak percaya sama selera fashion mu. Aku gak mau kalo nanti kamu malu-maluin aku.”

Jaejoong sudah capek berantem sama si idol. Jadilah dia menurut saja. Dari lemari Jaejoong, Yunho mengeluarkan sebuah kaos berleher V berwarna putih, sebuah cardigan garis-garis item abu-abu dan sebuah celana jeans, dan meletakkannya di tempat tidur Jaejoong. Kemudian Yunho mendekati Jaejoong berusaha melepaskan jas yang Jaejoong kenakan.

“YAH!! MAU APA KAU?” Jaejoong cepat-cepat menyilangkan tangannya didepan dada.

“Bantuin kamu ganti baju lah, biar cepet, udah mo telat nih.” Yunho keukeuh berusaha melepas pakaian Jaejoong. Jaejoong pun cepat-cepat mendorong Yunho menjauh.

“Aku bisa sendiri. Cepetan aku ganti sendiri daripada dibantuin namja pervert kayak kamu.”

“Aiiss, aku cuma mau bantuin kok. terserah kamu lah. Cepetan tapi, aku tunggu dimobil. Awas kalo lama!” Yunho ngeloyor pergi.

***

 

Jaejoong yang dari awal memang udah setengah hati buat nemenin Yunho pemotretan makin bete begitu sampai lokasi. Jaejoong terbiasa dengan jadwal yang sibuk, dan amat sangat tidak terbiasa untuk menunggu. Jaejoong mungkin CEO yang ramah, tapi seluruh pegawainya tau bahwa membuat seorang Kim Jaejoong menunggu sama dengan menciptakan petaka dalam hidupmu. Dan hari ini Jung Yunho sukses membuat Kim Jaejoong menunggu tanpa melakukan apapun. Semua gadget nya disita Yunho, dengan alasan hari ini Jaejoong harus fokus memperhatikan Yunho dan gak boleh mikirin pekerjaannya sama sekali.

Jadilah Jaejoong hanya duduk diam sambil menekuk mukanya, berusaha sekuat tenaga untuk tidak memandang namja tampan yang tengah bergonta-ganti pose didepan kamera. Jaejoong benar-benar sebal pada namja yang hobi banget maksa itu, sampai dia tidak menyadari sesosok namja tinggi bak tiang duduk disebelahnya.

“Jaejoong-ssi, tampaknya kamu harus belajar akting.” Shim Changmin berusaha menarik perhatian Jaejoong.

“Maksudnya?” Jaejoong menaikan alisnya.

“Semua orang yang melihatmu sekarang pasti berpikir kalian sedang bertengkar. Karena walaupun kamu nemenin dia seharian ini, tapi muka mu bete banget.”

“Emang aku bete sama tu orang.”

“Harusnya kalian itu pasangan lovey dovey. Ingat perjanjian kita” Jaejoong sekarang benar-benar menatap Changmin. Dari tampangnya Jaejoong tampak siap membantah kata-kata Changmin. Tapi Jaejoong berubah pikiran pada detik berikutnya.

“Jadi apa yang harus kulakukan?” Jaejoong menghela napas. Melihat Jaejoong yang mulai melunak, Changmin cepat-cepat mengambil kesempatan. Changmin memberi Jaejoong sebuah saputangan bermotif hello kitty dan sebotol jus jeruk. Jaejoong hanya menatap Changmin, bingung.

“Yunho hyung mulai keringatan, setelah ini tampaknya dia harus ganti baju lagi. Bantu hyung selagi dia break. Itu yang biasa dilakukan pasangan kan?” Jaejoong menaikan satu alisnya.

“Ah, dan jus jeruk itu minuman favoritnya Yunho hyung. Sana cepat!! Mumpung sedang break. Dan jangan lupa senyum yang manis!!”

Dengan malas Jaejoong berjalan mendekati Yunho. Berusaha tersenyum semanis mungkin yang diijinkan hatinya yang sedang gondok. Yunho hanya berdiri diam, menanti dengan sedikit cemas, curiga Jaejoong mendekatinya untuk mencari masalah. Dan betapa terkejutnya Yunho saat Jaejoong tanpa berkata apapun menyerahkan sebotol jus jeruk yang tutupnya sudah dibuka agar Yunho bisa langsung minum, sambil kemudian membantu Yunho mengelap keringat yang ada diwajah Yunho.

“Err,,thanks.” Yunho hanya bisa berkata itu.

“Hmmm.” Jawab Jaejoong masih berusaha bungkam. Wajahnya sebisa mungkin dibuat sedikit tersenyum. Tapi kemudian senyumnya menghilang saat Jaejoong merasa pinggang rampingnya dipeluk Yunho. Ekspresinya berubah menahan marah.

“Wah, ternyata kalian memang lovely couple. Tadinya kami pikir kalian sedang bertengkar.” Komentar yang keluar dari mulut sang fotografer membuat Jaejoong sadar dan kembali berusaha tersenyum.

“Ah hyung bisa aja. Joongie ku memang sedikit ngambek tadi pagi karena aku melarangnya bekerja hari ini. Tapi Joongie kan gak bisa marah lama-lama sama Yun.” Yunho menjawab dengan nada kekanak-kanakan. Jaejoong hanya menanggapinya dengan senyum, terpaksa tentunya.

***

 

Jaejoong menghela napas tepat saat pintu mobil ditutup. Seharian berpura-pura menjadi pacar yang baik sungguh melelahkan. Jaejoong menyandarkan punggungnya, menutup matanya agar dia tidak harus melihat namja tampan disampingnya yang sedang mengemudi mobil. Yunho juga tidak mengatakan apapun. Mereka berdua sama-sama lelah sepertinya. Jaejoong bahkan tidak mengatakan apapun saat Yunho memilih berhenti disebuah hotel mewah.

“Kita makan malam dulu disini.” Yunho menjelaskan maksudnya berhenti dihotel. Jaejoong tetap tidak menjawab, hanya bergegas turun dari mobil. Tapi Yunho menahannya sebelum Jaejoong sempat membuka pintu. Jaejoong menatap Yunho dengan tatapan apa-lagi-maumu-sekarang-hah.

“Tunggu, biar ku bukain pintumu.” Yunho menjawab santai. Jaejoong memutar matanya, menggumamkan “pencitraan” tapi tetap menuruti perintah Yunho.

Mereka berjalan masuk ke hotel, menuju restoran dilantai 17 dengan bergandengan tangan. Jaejoong sih sebenernya gak mau digandeng, emang mo nyebrang jalan pake gandengan, tapi menolak si idol sama dengan perang mulut berkepanjangan, dan Jaejoong terlalu lelah untuk itu.

Jaejoong memfokuskan tatapannya ke langit diluar restoran. 2 hari ini terlalu melelahkan untuknya. Berkali-kali moodnya diobrak-abrik sama idol dihadapannya. Buat Jaejoong lebih baik seminggu full berjibaku dengan proyek perusahaan daripada dua hari bersama idol pembawa petaka ini. Tapi sudah tidak ada lagi jalan mundur untuknya. Semua sudah terjadi, dia harus menanggung semua konsekuensinya.

“Aku pesenin kamu tenderloin steak sama red wine. Kamu suka kan?” Yunho berusaha manis sama namja cantik yang jelas banget dimukanya ada tulisan lagi-gak-mood.

“terserah.” Si namja cantik masih keukeuh judes.

Tidak ada pembicaraan lagi setelahnya. Mereka berdua sama-sama tau saat ini kalo mereka memaksakan berbicara pasti akan berakhir jadi pertengkaran. Makanya mereka berdua memutuskan untuk diam menikmati makan malamnya masing-masing. Tiba-tiba ponsel Yunho berbunyi, Yunho hanya menempelkan ditelinganya membiarkan si penelpon berbicara tanpa berusaha menjawab. Setelah memutup telpon Yunho kembali makan dalam bungkam.

Yunjae menyelesaikan makan malam mereka. Tidak ada yang beranjak dari kursi masing-masing. Mereka berdua masih menikmati red wine mereka dalam diam. Tiba-tiba Yunho beranjak dari kursinya. Berjalan menuju stage yang ada di tengah restoran. Jaejoong hanya menatapnya, bingung dengan tindakan dalam diam nya Yunho.

“Hallo semuanya. Maap mengganggu makan malam kalian. Tapi saya harus melakukan ini.” Yunho duduk didepan mic sembari memangku sebuah gitar. Semua mata pengunjung beralih menatap Yunho. Jaejoong kembali menatap langit diluar ruangan, berpikir bahwa Yunho hanyalah seorang idol tukang pamer. ‘Ngapain coba maju ke stage tanpa diminta, dasar tukang pamer’, itu yang ada dalam pikiran Jaejoong, membuatnya malas memfokuskan perhatian pada Yunho.

“Err, hari ini hari yang spesial bagi saya. Kekasih saya yang paling cantik bersedia menemani saya seharian. Hari ini menjadi indah sekali karena seseorang yang begitu indah memberi perhatiannya yang terindah untuk saya. This beautiful song is dedicated for you, my beautiful love.” Yunho berkata sembari menatap langsung ke arah Jaejoong yang kembali memfokuskan perhatiannya ke Yunho saat Yunho menyebutnya sebagai kekasihnya yang cantik.

How I love the way you hold me

And take both of my hands

But my doubts take over and I just don’t understand

Whenever you are with me

Everything is alright

Like the stars and the moon gave light to the darkest of nights

Like a child seeing fireworks spread across the sky

This is how I feel for you inside

You’re beautiful to me

So beautiful to me

It may be so simple but I’ll say it anyway

You’re beautiful to me

 

Like the ocean and the waves caress the shore and the sand

Bringing in the soothing breeze, so tender and grand

Like the world is moving in slow motion

When you look into my eyes

This is how I feel for you inside

You’re beautiful to me

So beautiful to me

It may be so simple but I’ll say it anyway

You’re beautiful, beautiful to me

 

As the sun reflects upon the sea

You smile so unexpectedly

And here I am trying to catch every moment

You shine wherever place you’re in

You presence changes everything

Nothing in this world could mean anymore to me than you

 

You’re beautiful to me

So beautiful to me

It may be so simple but I’ll say it anyway

You’re beautiful to me

Rainbows, sunsets, name a few

But not as lovely as you

You’re beautiful to me

(Christian Bautista – Beautiful to me)

 

Dan kencan pertama mereka ditutup dengan Jaejoong yang menunduk malu-malu menyembunyikan wajahnya yang memerah seraya menyungingkan sebuah senyum termanis dan tertulusnya hari ini. Yunho yang menatap kearah Jaejoong sepanjang dia menyanyikan lagu tersebut tak tahan untuk tidak tersenyum melihat betapa imutnya wajah Jaejoong yang tengah malu-malu. Satu hal yang tidak disadari keduanya, jantung mereka berdetak tidak karuan selama momen ini berlangsung.

***

 tbc

 

haaiii thereee,, bagaimana perbuatan saia terhadap FF imut ini???

silakan merasa sebebas bebasnya meninggalkan komen untuk FF imut iniiii

see you soon in the next chapter

gomao udah bacaaaa

salam kecup dari umma appa

^.^v

10 thoughts on “[YUNJAE] An Idol’s Love – Chapter 3

  1. Jaema mah kan kya jiji malu2 jiji ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ “̮
    Yunpa romantissssssss

  2. awalnya keseeeel banget
    tp akhirnyaaa
    hhhhmmmmm
    ummaaaa……
    mulai suka kaaan…kaaan…
    *wink…wink….*

  3. awww, romantisnya yunho. soalnya kasihan bgt jaejae, udah dipaksa ini itu seharian. klo aku jadi jaejae, berasa udah mau nonjok orang, tapi klo secakep yunho sih mikir2 juga mau nolak hihihi. oh ya baru nyadar, berarti junsu ketinggalan di tempat konser donk ya di hari sebelumnya. aduh kasihan bgt junsu.😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s