[YUNJAE] An Idol’s Love – Chapter 4


Annyoooooooooooongggg

si imut balik lagi setiap weekend tiba

(baca: si imut = FF ini, tenang author nya gak imut kok,, authornya kece)

selamat membacaaaaaaaaaa,,,

enjoy!!!

Title : An Idol’s Love

Chapter: 4 of 7

Chapter Title : Partying with Idol Part 1

Original Author: Sherly

Completer Author: nTiiiee

Summary: “Kau mempunyai banyak fans dan pasti banyak di antara mereka yang cantik… Pilih saja salah satu, minta ia menjadi pacarmu, dan BOOM! Kau mempunyai kekasih…” kalimat yang seenaknya keluar dari mulut manajernya membuat Jung Yunho mengumumkan Kim Jaejoong sebagai kekasihnya. Bagaimana Kim Jaejoong yang tidak mengenal Jun Yunho menjalani hidupnya yang mendadak berubah karena kehadiran si Idol??

***

 

PARTYING WITH IDOL Part 1

“DEMI TUHAN APA AJA YANG KAMU LAKUKAN SELAMA INI JOONGIE?? APPA NGASIH KAMU PERUSAHAAN ITU UNTUK KAMU URUS BUKAN UNTUK KAMU HANCURKAN!! APPA MINTA TOLONG KAMU BANTU APPA NGURUS PERUSAHAN JOONGIE, BUKANNYA MALAH PACARAN SAMA ARTIS. KAMU TUH YA UDAH BIKIN SKANDAL BEGITU, KAMU JUGA NGELEPAS PROYEK BESAR LAGI. KAMU GIMANA SIH?? KALO GAK MAU NGURUS PERUSAHAAN APPA BILANG DARI DULU JANGAN MALAH BIKIN MASALAH KAYAK GINI.”

Bagaimana perasaan kalian kalo pagi hari yang cerah diisi oleh omelan panjang tanpa jeda dan tanpa memberi kesempatan untuk menjelaskan masalah sebenarnya?? Yah walaupun omelan itu disampaikan melalui sambungan telepon, tetap saja Jaejoong hanya bisa diam menundukan kepalanya.

“Joesunghamnida aboji.” Jaejoong hanya mampu membisikan kalimat itu. Jaejoong sangat mengerti sifat Aboji nya yang tidak bisa dibantah kalo beliau sedang marah. Bahkan untuk menjelaskan masalah sebenarnya.

“APPA GAK MAU TAU, KAMU HARUS MENYELESAIKAN SEMUA MASALAH YANG KAMU BUAT!! DAN KALAU SAMPAI PERUSAHAAN KITA BENER-BENER KEHILANGAN PROYEK ITU, KAMU YANG APPA PECAT!!”

Aboji Kim menutup telepon dengan sedikit membanting. Jaejoong hanya mampu menyembunyikan mukanya didalam tangannya. Sudah beberapa hari ini Jaejoong berkutat dengan semua masalah di kantornya yang timbul karena skandalnya dengan sang idola. Dan sang idola sendiri. Jangan tanya. Orang itu menghilang tanpa kabar beberapa hari ini. Jaejoong jelas gak repot-repot mencari namja itu. Walaupun namja idola itu berhasil membuat pipi Jaejoong memerah karena lagu yang dibawakannya, tapi setelahnya tidak ada yang berubah dari hubungan mereka. Tetap dingin.

Sekarang Jaejoong merasa perlu mencari namja itu. Bagaimanapun Jaejoong harus menangih janji si idola untuk melancarkan urusan bisnisnya dengan Fukutaro-san. Beberapa hari ini Jaejoong sudah berusaha menyelesaikan masalahnya tanpa bantuan si idol ataupun manajernya. Tapi hasilnya nihil. Fukutaro-san tampaknya sudah benar-benar tidak suka padanya. Dan satu-satunya yang bisa Jaejoong lakukan untuk menyelamatkan perusahaannya dan juga untuk mengembalikan kepercayaan aboji nya adalah minta tolong pada Jung Yunho.

Jaejoong mengetuk-ngetukan ujung jarinya ke meja kerjanya sembari menunggu si Idol pembawa masalah mengangkat telponnya.

“Yeoboseyo?” Akhirnya si Idol mengangkat telponnya.

“Kamu dimana?” Jaejoong gak suka basa basi terutama dengan namja tampan itu.

“Wae? Bogoshipo?” Yunho mencibir.

“Aku serius. Kita butuh ketemu. Penting.” Jaejoong sedikit kesal.

“Cih, Arraso. Aku tau apa yang bikin kamu menghubungiku.” Yunho ikutan kesal.

“Apa? Jangan sok tau.”

“Aku tau. Soal party si Fukutaro nanti malam kan? Jangan khawatir Jung Yunho bukan orang yang suka ingkar janji. Ku jemput kamu dirumahmu nanti jam 18.30. Changmin juga sudah ngirimin baju yang harus kamu pake nanti malam. See you there.” Tanpa mengucapkan salam Yunho menutup telponnya.

“Dasar cowok aneh. Pura-pura gak peduli padahal semuanya udah dia siapin.” Jaejoong menggumamkan kalimat tersebut sambil tersenyum kecil.

***

 

“Hyung harus pake make up!” Junsu dan suara lumba-lumbanya membuat keributan dikamar Jaejoong.

“Untuk apa Suie? Hyung gak suka pake itu.” Jaejoong manyun.

“Tapi hyung harus tampil cantik nanti malam.” Junsu maksa.

“Gak perlu. Ini kan cuma party biasa. Dan kenapa aku harus cantik?”

“Ihhh gak boleh gitu. Ini party spesial.”

“Ini sama aja kayak party-party yang pernah ku datangin. Gak beda.”

“Beda Hyung. Ini pertama kalinya hyung party ditemenin pacar, bukannya sama sekertaris hyung. Jadi hyung harus bikin kesan yang bagus.”

“Aku gak pernah ngasih kesan buruk bahkan tanpa make up.”

“Ihhh, hyung kok keras kepala banget sih. Pokoknya hyung harus pake make up!” siapa sebenarnya yang lebih keras kepala? Pikir Jaejoong sebal.

“Suie….” Jaejoong mulai memelas.

“Pokoknya harus!”

“Tapi aku gak suka pake itu suiieeeee,,,pleasseeeeee…” Percuma sebenarnya, mau memelas seperti apapun, kalau Kim Junsu sudah punya mau, gak ada yang bisa menolak.

“Diam dan biarkan aku memakaikan mu make up. Hyung ku harus jadi yang paling cetaaarrr malam ini.”

Dan Jaejoong hanya bisa diam pasrah membiarkan adik kesayangannya menorehkan semua benda bernama make up diwajah mulusnya. Jaejoong gak pernah merasa wajahnya perlu ditempeli benda-benda itu untuk membuatnya tampil maksimal. Tapi apalah yang bisa dia lakukan kalau adiknya sudah memaksa. Selesai dengan make up, Jaejoong dibantu Junsu menggunakan stelan jas yang dikirim Yunho untuknya tadi.

***

 

“Hai Yunho hyung.” Junsu menyapa Yunho dengan ceria.

“Hai Suie.” Yunho menyerahkan sekotak es krim pada Junsu.

“Ini untuk ku? Gomao hyung. Yunho hyung Jjang!!” Junsu berteriak excited. Yunho hanya membalas dengan tersenyum.

“Mana Joongie? Apa dia sudah siap?” Tanya Yunho.

“Huum, Joongie hyung tadi udah siap kok. Sebentar lagi dia turun. JOONGIE HYUUNGG!!! YUNHO HYUNG UDAH DATENG NIIIHH.”  Junsu berteriak sambil meninggalkan Yunho yang menunggu didepan pintu.

“IYA SEBENTAR!!” Jaejoong membalas sambil sedikit berlari menuruni tangga.

“Sorry sorry, aku tadi terima telpon dulu. Nunggu lama ya?” Jaejoong tersenyum sambil sedikit terengah-engah. Namja dihadapannya tidak menjawab.

“Yunho?? Are you okay?” Jaejoong melambaikan tangannya didepan muka Yunho.

Yunho masih terdiam sambil menatap Jaejoong nyaris melongo. Bagaimana Yunho gak melongo, Jaejoong tampak amat flawless mengenakan kemeja putih dengan garis hitam disepanjang bagian kancing, luaran vest yang membuat bentuk tubuhnya semakin tampak jelas, sedang jas nya terselampir ditangannya belum digunakan. Bagaimana dengan wajah Jaejoong? Hem, thanks to Kim Junsu yang sudah membuktikan janjinya. Joongie hyung nya pasti jadi yang tercetarrr malam ini. Make up Junsu membuat Jaejoong berkali-kali lipat lebih shining daripada biasanya.

“Wow, you are beautiful.” Yunho tanpa sadar memuji Jaejoong. Yang dipuji langsung menggigit bibir bawahnya dan rona kemerahan menyebar dipipi mulusnya.

“Thanks.” Jawab Jaejoong malu-malu.

Yunho menyerahkan sebuket bunga mawar kepada Jaejoong. Jaejoong menatap Yunho dengan ekspresi bingung.

“Bunga mawar bunga kesukaanmu kan? Ini untukmu beautiful.” Yunho tersenyum. Jaejoong menerima buket mawar itu, mukanya sudah benar-benar merah sekarang. Jaejoong menyembunyikan wajahnya sambil berpura-pura mencium mawar pemberian Yunho.

“Ready to go?” Yunho bertanya sambil tersenyum melihat tingkah malu-malu Jaejoong.

“Oh, wait. Aku simpen bunga ini dulu.”

***

 

Jaejoong hanya diam menatap jalanan diluar jendela sepanjang perjalanan menuju tempat party. Pikirannya melayang kemana-mana. Kemungkinan untuk tetap ditolak oleh Fukutaro-san membuatnya cemas. Rasanya semua hal dalam hidupnya dipertaruhkan dalam party malam ini.

“Hei, nervous?” Yunho bertanya pada namja cantik disebelahnya. Yang ditanya hanya menjawab ‘eum’ tanpa menoleh pada Yunho. Bahkan orang yang tidak mengenal Jaejoong pun akan tau seberapa gugupnya namja cantik itu. Yunho meletakkan tangannya diatas tangan Jaejoong, dengan gerakan lembut dan gentle Yunho merubah posisi tangan mereka menjadi menggenggam. Jaejoong terkejut dengan sentuhan yang diterimanya, matanya cepat menatap namja tampan disampingnya. Yang ditatap malah mengalihkan pandangan keluar mobil. Berpura-pura cuek. Jaejoong pindah menatap tangan mereka yang sedang menyatu. Senyum merekah dibibir cherry nya sebelum dia kembali menatap jalanan diluar mobil. Aneh memang, tapi Jaejoong merasa lebih tenang sekarang.

***

 

Sesungguhnya Jaejoong gak terlalu suka party. Selama ini dia datang ke party hanya demi perusahaannya. Dan biasanya sekertarisnya yang akan sibuk. Jaejoong hanya butuh diam tersenyum dan sedikit menyapa. Sedangkan party kali ini berbeda, Jaejoong menjadi pusat perhatian karena namja tampan disebelahnya.

“YUNHOOOOO~~” terdengar suara manja memanggil Yunho. Jung Yunho tau benar siapa pemilik suara tersebut, tanpa mencari sumber suara tersebut, Yunho melepas genggaman tangannya pada Jaejoong, kemudian melingkarkan satu tangannya dipinggang ramping milik “kekasih” nya seraya menarik Jaejoong merapatkan pada tubuhnya.

“Show time. Be good okay?” Yunho berbisik tepat ditelinga Jaejoong, membuat Jaejoong sedikit merinding sebelum namja cantik itu menganggukkan kepalanya.

“Hellooow Yunho, datang juga akhirnya, aku menunggu mu daritadi.” Pemilik suara manja tadi berhasil mendekati Yunho dan menarik Yunho kedalam pelukannya. Tapi tenang sodara-sodara, Yunho gak melepaskan pelukannya dipinggang ramping “kekasih”nya.

“Hai Fuku.” Jawab Yunho sambil melepaskan pelukan pemilik suara manja itu. Yes. Pemilik suara manja itu lah yang membuat Kim Jaejoong ada diparty ini dengan meminta tolong pada Jung Yunho. Fukutaro-san.

“Selamat malam Fukutaro-san.” Jaejoong membungkukkan badannya.

“Dan kau adalah…” Fukutaro memandang Jaejoong sambil mengingat-ingat.

“Kenalkan, kekasihku, Kim Jaejoong.” Yunho segera menjawab.

“Ahh,, yang jadi berita akhir-akhir ini? You got a beautiful one don’t you Yun?” Fukutaro mencibir.

“Tentu, beautiful inside and outside. Aku sangat beruntung kan?” Yunho menatap Jaejoong lembut. Rona merah kembali menghiasi pipi mulus Jaejoong.

“Kim Jaejoong?? Namanya terdengar familiar.” Fukutaro memasang tampang berpikir. Beruntung dia punya sekertaris yang cepat membisikan informasi mengenai Jaejoong.

“Ah proyek itu?” Fukutaro mengangguk setelah mendengar penjelasan dari sekertarisnya.

“Nah justru karena proyek itu aku disini sekarang.” Yunho berkata santai. Jaejoong langsung menatapnya bingung. Begitu pula Fukutaro.

“Fuku, katamu kamu fans ku. Tapi kenapa kau begitu kejam pada kekasihku? Secara tidak langsung kau manyakitiku tau.” Yunho manyun dengan manjanya. Jaejoong semakin tidak mengerti maksud Yunho, dan Jaejoong pun memilih untuk bungkam.

“Omo, apa maksud semua ini Yun?? Aku gak ngerti. Care to explain dear?” Fukutaro menyentuh pipi Yunho dengan lembut.

“Kamu tau kan jadwal konserku? Kamu malah menjadwalkan rapat diwaktu yang sama dengan konserku. Kekasihku yang cantik ini jadi bingung. Kami sampai bertengkar karena kupikir dia lebih mementingkan pekerjaan daripada aku. Dan akhirnya Joongie memilihku, kamu malah membuatnya susah dengan mundur dari proyek itu. Kamu pikir aku tega melihat kekasihku ini bersedih? Kau membuatku sedih Fuku.” Jaejoong benar-benar berpikir Yunho layak mendapat award sebagai aktor terbaik.

“Omoo, baby, aku gak berpikir sampai kesana. Maapkan aku ne?” Fukutaro berusaha membujuk Yunho.

“Bagaimana aku bisa memaapkan mu kalo sampai sekarang kamu masih membuat Joongie ku sedih. Joongie nyaris menolak menemani ku ke party ini karena dia pikir kamu membencinya. My poor Joongie, dia hanya ingin membahagiakan kekasihnya, tapi malah dapat masalah besar.” Yunho memeluk Jaejoong dari belakang dan meletakkan dagunya dipundak Jaejoong. Jaejoong mengusap-usap tangan Yunho diperutnya sambil tersenyum pada Yunho.

“Memang aku yang salah Yunnie, aku yang membatalkan janji meeting kami.” Jaejoong berkata lembut berusaha mengikuti scenario Yunho.

“Tapi kamu melakukannya untuk ku Joongie, dan Fuku bilang dia fans ku, sudah seharusnya dia mendukungku kan?” Yunho manyun.

“Oke oke, aku minta maap membuat kalian berdua jadi sedih. Pleaseee maapkan aku Yun, aku gak tau kalau Jaejoong pacarmu sama dengan Jaejoong rekan bisnisku.” Fukutaro sedikit panik melihat Yunho merajuk.

“Kau minta maap pun tidak akan merubah keadaan. Kau tetap mundur dari proyek itu kan? Joongie ku akan tetap sedih karena proyeknya gagal.” Yunho menghela napas, sedikit mendorong tubuh Jaejoong sehingga mreka tampak hendak meninggalkan tampat itu.

“Tunggu Yun, kamu mau kemana??” Fukutaro tampak benar-benar panik, dia tidak ingin Yunho pergi.

“Kami pulang saja, aku gak mau Joongie ku makin sedih karena bertemu denganmu.”

“Yun pleaseee jangan pergi dulu.” Fukutaro mencoba menahan Yunho.

“Yunnie, kita tidak boleh pergi begitu saja. Kita harus menghargai undangan Fukutaro-san.” Jaejoong berusaha memberi pengertian pada Yunho dengan lembut. Sebenarnya Jaejoong sedikit cemas Yunho benar-benar mengajaknya pulang tanpa hasil.

“Tapi Joongie, aku gak mau kamu sedih sayang. Bagaimanapun kamu pasti gak nyaman ada didekat Fuku.” Yunho menatap Jaejoong.

“Aku gak papa Yunnie, selama ada kamu aku gak papa kok.” Jaejoong tersenyum lembut.

“Pokoknya kalian gak boleh pergi. Jaejoong benar, Kamu harus menghargaiku yang sudah mengundang kalian. Dan soal proyek itu, aku gak jadi mundur. Jaejoong datang ke kantorku besok pagi kita bahas kelanjutan proyek itu. Sekarang nikmati dulu party nya.” Fukutaro mengambil keputusan.

“Jongmal yo?? Kamu serius kan Fuku??” Yunho mendadak excited seperti bocah.

“Iya Yun, aku akan lakukan apapun untuk mu baby.” Fukutaro tersenyum menggoda Yunho. Cepat Yunho memeluk fans nya itu.

“Terima Kasih Fuku, kamu memang fans ku yang paling baik.” Yunho berkata sambil memeluk erat Fukutaro.

“Oke enough, sekarang lepaskan aku dan silakan nikmati party malam ini.” Fukutaro memukul bahu Yunho dengan lembut, memberi peringatan agar Yunho melepas pelukannya.

“Terima kasih Fukutaro-san. Saya tidak akan mengecewakan anda lagi. Jongmal Kamsa Hamnida.” Jaejoong membungkukkan badannya dalam-dalam. Fukutaro hanya tersenyum simpul sebelum meninggalkan Yunjae.

“Mudah kan? Apa ku bilang.” Yunho berkata dengan songongnya.

“Thanks, You help me a lot Yunho.” Jaejoong tulus berterima kasih, membuat Yunho sedikit salah tingkah.

“Whatever.” Yunho melangkah meninggalkan Jaejoong. Sebenarnya agar Jaejoong tidak melihat mukanya yang merona merah.

***

 tbc

Yoohooooooo

silahkan leave komen

see you soon in the next chapter

gomao udah bacaaaa

salam kecup dari umma appa

^.^v

9 thoughts on “[YUNJAE] An Idol’s Love – Chapter 4

  1. Pendek bgt dear hehehe
    hahaa jae udh mulai blush blush tuh.
    mau jg dong di makeup sama junsu #plaaak

  2. ciyehhh yg dikasih mawar ama pacarnya >\\\\<
    wahwah ternyata jaesu emang mirip. sama2 mirip judesnya. klop ada mau, ga bisa ditolak. pantes emang klo jadi sodara kkkkk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s