[YUNJAE] An Idol’s Love – Chapter 5


I’am back bersama si imut dengan chapter terbaru

selamat membaca

Title : An Idol’s Love

Chapter: 5 of 7

Chapter Title : Partying with Idol Part 2

Original Author: Sherly

Completer Author: nTiiiee

Summary: “Kau mempunyai banyak fans dan pasti banyak di antara mereka yang cantik… Pilih saja salah satu, minta ia menjadi pacarmu, dan BOOM! Kau mempunyai kekasih…” kalimat yang seenaknya keluar dari mulut manajernya membuat Jung Yunho mengumumkan Kim Jaejoong sebagai kekasihnya. Bagaimana Kim Jaejoong yang tidak mengenal Jun Yunho menjalani hidupnya yang mendadak berubah karena kehadiran si Idol??

PARTYING WITH IDOL Part 2

Jaejoong gak pernah bener-bener suka party. Sebenarnya Jaejoong bahkan tidak nyaman berada ditengah-tengah keramaian. Pelan-pelan Jaejoong bergeser menjauh dari keramaian party malam ini. Jaejoong berdiri didekat meja tempat segala jenis makanan diletakkan, menyandarkan satu sisi tubuhnya ke dinding kaca yang membatasi ruangan ini dengan dunia diluar sana. Matanya memperhatikan setiap hal yang terjadi diluar sana, tanpa susah payah memikirkan apa yang sesungguhnya terjadi. Otaknya sedang menolak untuk berpikir.

“Apasih yang menarik diluar sana cantik?” seseorang memeluk Jaejoong dari belakang, meletakkan kepalanya di bahu Jaejoong. Jaejoong terkejut dan menegakkan tubuhnya. Menoleh sedikit kebelakang sebelum menghela napas lega.

“Chunnieeee~~~” Jaejoong membalikkan badannya agar bisa memeluk sahabatnya.

“Miss me cantik?” Yoochun membisikan kata-kata itu ditelinga Jaejoong seraya membalas pelukan Jaejoong.

“Euhm, kamu kemana aja? Kenapa gak pernah tampak?” Jaejoong melepaskan pelukannya, menatap langsung wajah Yoochun.

“Heii, kamu yang sibuk dan gak pernah ikut party.” Yoochun tersenyum manja, tangannya masih melingkar dipinggang ramping milik Jaejoong.

“Kamu kan tau aku gak suka party. Kenapa kamu gak pernah menghubungiku?” Jaejoong manyun.

“Kamu terlalu sibuk dengan perusahaan mu, bagaimana bisa aku menghubungimu? Aku gak suka mengganggu jadwalmu.” Yoochun mengedipkan sebelah matanya.

“Aiiss, bilang aja kamu sibuk sama pacar pacarmu.” Jaejoong semakin manyun sambil menepuk pelan tangan Yoochun.

“Jidat!! Jauhkan tanganmu dari kekasihku!! NOW!!” entah sejak kapan Jung Yunho ada didekat mereka. Dan nada bicaranya tampaknya dia siap mengamuk. Yoochun tidak mau ambil resiko kena amukan beruang, jadilah dia melepaskan pelukannya pada Jaejoong, mengangkat tangannya tinggi-tinggi (awas ketek chun), dan mundur satu langkah menjauh dari Jaejoong.

Jaejoong hanya diam menatap Yunho, sedikit terkejut dengan kedatangan Yunho dan nada bicaranya tadi. Tepat setelah Jaejoong terbebas dari pelukan Yoochun, Yunho menarik tangan namja cantik itu memutar badan Jaejoong untuk kemudian memeluk Jaejoong dari belakang, mengistirahatkan dagunya di bahu Jaejoong.

“Huss huss, sana jauh jauh kau jidat!!” Yunho menggerakkan satu tangannya, mengusir.

“Aww, penjagamu galak bener, cantik.” Yoochun keukeuh bener flirt.

“Heh jidat, berhenti flirt sama pacar orang. Dia milikku!” Yunho mempererat pelukannya pada Jaejoong.

“Yun, dia sahabatku.” Jaejoong berkata pelan.

“Araso.” Yunho masih memasang wajah sebal pada Yoochun.

“Yunho hyung pelit amat sih, punya pacar cantik gak bagi-bagi.” Yoochun manyun.

“Ogah amat bagi-bagi sama playboy cap jidat.” Yunho menjulurkan lidahnya ke arah Yoochun.

“Tapi Yun, dia sahabatku.” Jaejoong menolehkan sedikit kepalanya, membuat bibir Yunho hanya berjarak beberapa senti dari pipi mulusnya.

“Araso. Tetap saja si jidat itu modus terus.” Yunho manyun.

“Bagaimana kamu tau dia sahabatku? Kalian saling mengenal?” Jaejoong bingung.

“Jae hyung ingat gak aku pernah cerita aku punya sahabat sejak kecil?” Yoochun berkata sambil tersenyum.

“Yang hobi nepok jidat lebar mu kan? Iya inget, terus apa hubungannya sama Yunho?” Jaejoong tetep memasang wajah bingung sebelum

“Oohhhh,” Jaejoong menggerakkan tangannya menutupi bibirnya yang membentuk huruf O besar.

“Hidupku memang sial, harus ditempelin si jidat ini dari kecil.” Yunho menghela nafas.

“Eeeiiii, I know you love me Yunho hyung~~” Yoochun bersenandung.

Telapak tangan Yunho sukses mendarat dijidat lebar Yoochun, membuat Yoochun sedikit terdorong dari posisinya. Yoochun langsung menutupi Jidat teraniaya nya dengan kedua tangannya.

“Hyung!!! Sakit tauk!!” Yoochun manyun.

“Itu imbalan buat orang songong.” Yunho nyengir ala bocah.

“Jadi Chunnie yang ngasih informasi tentang aku ke kamu Yun?” Jaejoong menatap Yunho dengan mata yang membulat. Yunho menyukai Jaejoong yang tampak imut saat mata besarnya membulat terkejut. Tapi Yunho langsung manyun saat menyadari cara Jaejoong memanggil Yoochun.

“Gak juga, si jidat ini ngasih info cuma dikit. Dia memang tidak berguna.” Yunho mengangkat bahu.

“Hyung, aku kan sudah memberimu info yang paling penting.” Yoochun protes.

“Apaan? Info kalo bunga kesukaannya mawar? Yaelah, itu sih semua orang juga langsung tau begitu ketemu Jaejoong, lagian cantikan Jaejoong daripada bunga.” Yunho mengatakan dengan santai, tanpa menyadari Jaejoong yang mukanya mulai memerah mendengar pujian Yunho.

“Ihh, sejak kapan hyung jadi cheesy begini. Jae hyung, Yunho hyung kayaknya udah cinta banget sama hyung, aku turut senang sekaligus sedih deh buat hyung.” Yoochun menepuk pundak Jaejoong, sementara Jaejoong makin menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang sudah sangat memerah.

“YAH!! Apa maksudnya senang sekaligus sedih?” Yunho ngomel.

“Aku bahagia akhirnya Jae hyung punya pasangan. Tapi sedih karena pasangannya Yunho hyung, cowok labil.” Yoochun menjulurkan lidahnya ke Yunho. Yunho langsung menjitak Yoochun.

***

Jaejoong mencuci mukanya di toilet. Jaejoong sudah terlalu bosan dengan party ini. Sesungguhnya Jaejoong ingin segera pulang, tapi Jaejoong tidak menemukan Yunho dimana-mana. Namja itu menghilang setelah bertengkar dengan Yoochun tadi. Yoochun juga entah dimana.

“Nah disini kau rupanya.” Yunho menghambur kedalam toilet.

“Yunho…” Jaejoong ingin mengajak Yunho pulang, tapi Yunho sudah menarik lengannya terlebih dahulu. Jaejoong terlalu lelah untuk memprotes tindakan Yunho, jadilah dia membiarkan Yunho menariknya.

Yunho berjalan sambil terus menarik Jaejoong. Berhenti sebentar menunggu pintu lift terbuka untuk mereka. Di dalam lift Jaejoong baru menyadari satu hal.

“Err.. Yunho,, kita ngapain naik ke atas??” Jaejoong berusaha membuat suaranya terdengar tenang. Walau sebenarnya tidak. Simply to say, Jaejoong panik. Party ini diselenggarakan disalah satu hotel termahal di kota ini. HOTEL artinya berisi kamar-kamar. Kemana si Jung Idol ini mau membawa Jaejoong. Salah satu kamar hotel kah??

“Ssstt,, Just wait and see. Kamu pasti suka.” Yunho tersenyum, satu fakta yang sedikit terlupakan oleh Jaejoong, tangannya masih berada dalam genggaman Yunho.

Jaejoong mulai merasa jantungnya berdetak cepat. Oh My… apa lagi yang direncanakan si Jung Idol untuknya.

Jaejoong tenggelam dalam ketakutannya sampai tidak menyadari lift yang mereka naiki sudah berhenti. Yunho menarik Jaejoong keluar, berjalan ke salah satu pintu yang tersedia dilantai itu.

Jaejoong semakin panik, Oh my… bagaimana kalo Yunho bener-bener membawanya ke kamar hotel. Apa yang bisa Yunho lakukan jika mereka hanya ada berdua dikamar hotel. Oh God.

Yunho menarik keluar kunci dari kantong jasnya. Jaejoong merasa dirinya berkeringat. Yunho berusaha membuka salah satu pintu. Jantung Jaejoong berdetak semakin cepat.

“Yeah, akhirnya..” suara Yunho lembut tapi penuh semangat saat akhirnya pintu didepan mereka sudah terbuka. Jaejoong mengepalkan tangannya yang sedikit bergetar. Yunho menarik tubuh Jaejoong, membuat tubuh Jaejoong menempel pada tubuhnya. Jaejoong semakin menjadi panik. Tubuhnya menegang. Yunho meletakan satu tangan dibahu Jaejoong, sementara yang satunya dia gunakan untuk menutup mata Jaejoong.

“Nah bersiaplah Kim Jaejoong, malam ini akan jadi malam yang indah.” Jung Yunho berkata lembut tepat ditelinga Jaejoong, membuat Jaejoong bergindik dan semakin menegang.

Yunho mendorong sedikit badan Jaejoong, membuatnya berjalan melewati pintu tadi. Jaejoong merasa angin menerpa badannya. Otaknya kembali membayangkan bermacam-macam hal.

“Ready to see??” Yunho masih tetep berbicara ditelinga Jaejoong, membuat bulu kuduk Jaejoong semakin berdiri sebelum dia menganggukkan kepalanya.

“Hana… dul.. set…” Yunho melepaskan tangannya dari mata Jaejoong. Jaejoong mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya bisa melihat jelas pemandangan dihadapannya.

Sebuah taman bunga yang tertata dengan rapi, berhias berbagai macam bunga, mengelilingi sebuah space seperti panggung kecil ditengahnya dan langit yang dihiasi sedikit bintang. Salahkan lampu-lampu didunia ini yang membuat cahaya bintang tak tampak jelas dari bumi.

“Yunho ini…..??” Jaejoong bertanya tanpa mengalihkan perhatiannya dari pemandangan indah dihadapannya.

“Indah kan??” Yunho berbisik. Jaejoong mengangguk. Yunho membimbing Jaejoong untuk duduk dipanggung kecil itu.

“Suka??” Yunho bertanya pada Jaejoong yang kini duduk disampingnya.

“Ini indah banget Yun. Kok kamu bisa tau tempat ini?”

“Taman ini memang dibuat untukku.” Yunho meregangkan tangannya sebelum merebakan dirinya, menatap langit.

“Hmm?? Dibuat untukmu??” Jaejoong menatap Yunho yang berbaring disebelahnya.

“Yahh, jangan bilang kamu gak tau siapa pemilik hotel ini?” Yunho menatap Jaejoong tidak percaya. Yang ditatap hanya menggelengkan kepalanya. Imut.

“Hotel ini milikku. Hadiah dari ayahku.” Jaejoong membulatkan matanya terkejut.

“Ciihh, bagaimana mungkin sebagai fansku kamu gak tau apa-apa tentang aku. Payah.” Yunho manyun.

“Aku kan sudah bilang aku bukan fans mu.” Jaejoong ikutan manyun. Melihat wajah imut Jaejoong saat manyun, mana bisa Yunho marah lebih lama.

“Jae..” Yunho menarik pelan ujung jas Jaejoong.

“Hmm.” Jaejoong menoleh.

“Come here!” Yunho memberi isyarat Jaejoong untuk tiduran disebelahnya. Jaejoong sedikit ragu, tapi Yunho terus menarik-narik ujung jasnya. Jaejoong pun bergerak memposisikan dirinya tidur disebelah Yunho. Dengan lembut Yunho menarik Jaejoong, membuat Jaejoong meletakkan kepalanya dilengan Yunho.

“Yun…”

“Hmm..”

“Hotel ini beneran punyamu?” Jaejoong bertanya dengan polosnya. Yunho langsung mencubit ujung hidung Jaejoong.

“Gak percaya banget siihhh.”

“Jadi beneran?”

“Iya.”

“Hadiah dari ayahmu?”

“Hmm.”

“Kenapa kamu bikin taman disini?”

“Buat tempat menyendiri.”

“Menyendiri? Kenapa?”

“Hmm… kadang aku lelah sama perhatian orang-orang yang berlebihan. Makanya aku butuh menyendiri.”

“Ku pikir kamu suka jadi pusat perhatian.”

“Memang. Tapi ada kalanya aku butuh sendiri untuk menenangkan diri.”

“Emmm, jadi Jung Yunho si Idol itu menyusahkan ya?” Jaejoong menolehkan kepalanya, menatap Yunho. Yunho balas menatap Jaejoong. Mata bulat itu tampak menatap iba pada Yunho.

“Gak juga. Lebih susah jadi Kim Jaejoong si anak penurut.” Yunho tersenyum. Mata bulat dihadapannya semakin membulat. Tidak mengira kalimat itu keluar dari mulut si idol. Lebih tidak mengira lagi si idol mengatakannya dengan suara lembut dan terdengar simpati, bukan mengejek.

Sebelum Jaejoong sempat bertanya apa maksud Yunho sebenarnya, obrolan mereka terputus oleh bunyi ponsel milik Yunho.

Jaejoong tidak terlalu memperhatikan obrolan Yunho ditelpon. Otaknya sibuk mencerna kalimat Yunho. Jaejoong tidak mengerti, seberapa banyak yang Yunho tau tentang hidupnya, hingga lelaki itu bisa berkata seperti itu. Ada rasa sakit dihati Jaejoong bila ia mengingat semua yang sudah dilaluinya selama ini. Si anak penurut, si anak baik, kakak yang selalu jadi contoh yang baik untuk adiknya. Predikat itu tidak pernah dia dapat dengan mudah. Jaejoong mengorbankan banyak hal untuk itu. Waktu bermainya, masa mudanya, bahkan kesempatannya untuk memiliki banyak teman. Semua harus dikorbankan demi menjadi yang terbaik. Untuk siapa semua itu? Untuk dirinya sendiri? Tidak, tidak pernah untuk dirinya sendiri. Semua itu untuk membuat dirinya diakui. Untuk membuat appa bangga padanya, atau setidaknya untuk membuat appa tidak memarahinya. Untuk membuat umma punya bahan untuk dipamerkan didepan teman-teman sosialitanya.

Jaejoong masih tenggelam dalam pikirannya sampai-sampai dia tidak mendengar Yunho memanggil-manggil namanya.

“Jaejoong…” Yunho memanggil untuk kesekian kalinya. Kali ini Yunho juga menggoyang-goyang badan Jaejoong.

“Hah? Apa? Kamu manggil aku?” Jaejoong akhirnya kembali ke dunia diluar pikirannya.

“Kamu kenapa? Sakit?” Yunho berkata cemas.

Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya.

“Yakin? Kamu keliatan ngelamun. Ada yang mengganggu pikiranmu?”

“Gak kok, aku baik-baik aja. Tadi itu cuma… cuma capek aja… iya.. capek..”

“Kamu yakin? Kamu bisa cerita ke aku kalo kamu mau.” Yunho sedikit tidak mempercayai kata-kata Jaejoong.

“Aku baik-baik aja kok. Sorry bikin kamu bingung. Err, tadi kamu kenapa manggil aku?” Jaejoong berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Oh itu, coba liat kelangit.” Yunho tersenyum.

Jaejoong menatap Yunho bingung.

“Cepat liat ke langit, dan hitung sampe tiga!” Yunho berkata dengan semangat.

Jaejoong mengarahkan pandangannya ke langit, masih tetap tidak mengerti.

“Hana… dul… set…” Jaejoong menghitung. Tiba-tiba terlihat cahaya indah berpendar di langit. Setelah beberapa detik akhirnya Jaejoong mengerti.

“Yunho…..” Jaejoong memekik perlahan. Masih bingung dan tidak percaya, Jaejoong mengubah posisinya menjadi duduk. Matanya tidak lepas menatap kembang api yang terus meletus meramaikan langit yang beberapa detik lalu masih hening dan sunyi.

Yunho ikutan duduk disebelah Jaejoong, tersenyum melihat Jaejoong yang menatap kembang api dengan takjub.

“Yu…Yunho… ini…” Jaejoong mengalihkan pandangannya pada Yunho.

“Surpriseeee, kembang api, hal kedua yang paling kamu suka, setelah mawar. Benar kan?” Yunho menatap Jaejoong sambil tersenyum hangat.

Jaejoong terdiam, matanya membulat, bingung. Tapi ada sesuatu dalam hatinya yang menghangat. Kehangatan yang tidak pernah Jaejoong dapat dari siapapun yang pernah dikenal Jaejoong. Semua hal yang dirasakan Jaejoong saat ini, hasil perbuatan namja tampan dihapannya ini membuatnya bahagia sekaligus sedih. Ada banyak rasa membuncah dihati Jaejoong. Namun ada rasa sakit karena takut ini semua hanya palsu dan akan menghilang dari hadapannya.

Pikiran Jaejoong penuh dengan segala rasa didalam hatinya. Jaejoong tidak menyadari kalau sedari tadi matanya tidak lepas menatap wajah tampan milik Yunho. Lebih tidak menyadari lagi jika Yunho juga balas menatapnya. Jaejoong sama sekali tidak sadar jika sejak beberapa detik yang lalu Yunho berusaha menghilangkan jarak diantara wajah mereka.

Kesadaran Jaejoong baru kembali saat Jaejoong merasa ada benda lembut menempel dibibir merah cherry nya. Jaejoong merasakan sensasi yang aneh. Somehow, Jaejoong menikmati sensasi aneh ini. Jaejoong menutup matanya, agar bisa lebih menikmati ciuman Yunho. Ciuman yang hanya saling menempelkan bibir, namun terasa hangat dan melindungi.

Kehangatan kembali merasuk didalam hati Jaejoong, kemudian mulai menyebar keseluruh tubuhnya. Membuat Jaejoong semakin menikmati ciuman yang diberikan Yunho untuknya. Tiba-tiba ketakutan Jaejoong kembali. Tidak hanya kembali namun semakin besar. Menyesakkan hati Jaejoong hingga tanpa Jaejoong sadari matanya menumpahkan seluruh ketakutannya. Air mata Jaejoong mulai membasahi pipi mulusnya. Jaejoong mendorong tubuh Yunho menjauh. Menundukkan kepalanya berusaha menutupi air matanya yang sudah jatuh.

Tapi dia terlambat. Yunho sudah melihat pipinya yang basah. Yunho menangkupkan tangannya ke wajah Jaejoong. Mengangkat sedikit wajah cantik itu agar Yunho bisa melihat dengan lebih jelas. Yunho menghapus jejak air mata itu dengan kedua jempolnya.

“Baby, kenapa menangis?” Yunho bertanya dengan lembut. Jaejoong tidak menjawab namun air matanya tidak kunjung berhenti.

“Apa aku menyakitimu sayang?” Yunho kembali berusaha membuat Jaejoong menjawab. Tapi alih-alih menjawab, tangis Jaejoong semakin menjadi. Hingga tak ada lagi yang bisa Yunho lakukan selain menarik Jaejoong ke dalam pelukannya.

“Mian chagia, mian, aku gak bermaksud membuatmu menangis. Mianhe.” Yunho mempererat pelukannya pada tubuh Jaejoong. Mengusap-usap punggung Jaejoong. Mencoba menenangkan namja cantik yang sedang membasahi jas bermerek milik Yunho.

Jaejoong tetap tidak berhenti menangis. Entah bagaimana caranya Yunho mengubah posisi mereka sehingga Jaejoong sekarang duduk dipangkuan Yunho. Jaejoong memendam wajahnya dalam dada Yunho. Tangisnya masih belum berhenti walau Yunho terus membisikkan kata maaf.

Rasa sakit dihati Jaejoong semakin menjadi-jadi mendengar setiap kata maaf yang keluar dari bibir berbentuk hati milik sang Idola. Jaejoong tidak bisa menghilangkan rasa sakit dihatinya. Namun Jaejoong juga tidak memungkiri rasa nyamannya berada dalam pelukan sang idola. Jaejoong bingung.

“Please berhenti nangis sayang. Hatiku sakit melihatmu mengangis sayang. Please.” Yunho berusaha membujuk Jaejoong. Jaejoong mengeratkan cengkramannya pada bagian depan jas Yunho, air matanya tidak mau berhenti juga.

***

tbc

Yoohooooooo

silahkan leave komen

see you soon in the next chapter

gomao udah bacaaaa

salam kecup dari umma appa

^.^v

9 thoughts on “[YUNJAE] An Idol’s Love – Chapter 5

  1. kkkkyyaa…yunpa soswettt…!!
    jaema knpa menangis?terharu ya sma kjetun yg dbuat yunpa?
    aaaa…gk sbr pngn liat yunjae bnr2 resmi mnjdi spsng kksh?!
    laannjjuuutttt!!!!

  2. annyeong~
    aku reader baru.

    apa yunjae akan nikah nantinya? atau malah jadi sad anding? hadeehhh~ appa kalo suka sama umma langsung sikat aja~

  3. Emak npa nangis????
    YunJae sma2 jatuh cinta i2 ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ “̮
    Tp lum sdr ja…

  4. yunjae..yunjae..yunjae…!
    kasihan bgt jaejae, selama ini terus usaha jadi yang terbaik untuk keluarganya. untunglah sekarang ada yunho yang menemani. semoga yunjae bakal jadian beneran.

  5. sulit utk menjadi panutan dalam keluarga
    jeje pasti bnyk mengorbankan waktu dan jg kebebasannya

  6. Jae ummmmmmmaaaaa, yun appppppppaaaa ituuuu sepertinya tulusssss deh. Jadi jngn mikirin yg aneh2 dulu, nikmati aapa yg adaaa azzzzz …

  7. salut buat jj tapi apa yg membuat jj cengek bgt yaw??? kok dicium yunho aja nangis padahal para reader pada ngarep hehehehe
    lanjutkan penasran!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s