[YunJae] What Should I Do? | Part A of B


Title: What Should I Do?

Pair: YunJae

Genre: Romance, Random, BL, Oneshoot

Warn: Hanya imajinasi liar author semata.. Murni hasil pemikiran penulis..

Happy reading~

image

 

oOo

Jangan jatuh cinta!
Karena cinta hanya akan membuatmu menjadi lemah, bodoh, dan terlihat menjijikan.

oOo

Puluhan SMS dan belasan missed call tertera di layar ponsel pipih berwarna putih dengan logo apple yang bertengger manis di atas meja persegi.

Nada ringtone yang bersahut terus menerus membuat seorang laki-laki berambut blonde mengerang kesal dan berniat melempar benda kecil itu menghantam tembok agar berhenti berdering dan membuatnya risih.

“Apa yang dipikiran laki-laki bodoh itu heum?” Jaejoong mendengus pelan.

Dengan gerakan malas yang penuh rasa keterpaksaan Jaejoong menyambar ponselnya, menekan tombol off dan melempar asal benda mahal tersebut menghantam selimut yang teronggok kusut di atas ranjang kamarnya.

“Fuck!”

Merasa dadanya begitu sesak disertai beban tak terlihat di kepalanya, Jaejoong memutuskan untuk berendam sejenak di kamar mandi yang berada di dalam kamar tidurnya.

XXX

Jam menunjukan pukul 22:17 waktu Korea Selatan bagian wilayah Seoul ketika Yunho keluar dari ruang kerjanya dan bergegas menuju lift kantor untuk menuju basement tempat mobilnya terpakir disana.

Ia memijit keningnya sebentar sambil menatap bayangan tubuhnya di dinding lift yang terbuat dari cermin itu.

Entah kenapa Yunho merasa kasihan pada diri sendiri manakala dalam cermin itu terpantul wajah kusut miliknya dengan gurat kelelahan yang sudah mencapai batas.

Yunho membiarkan tatapannya kosong untuk beberapa saat.
Ia melamun.
Memikiran betapa pikirannya di peras dari sana sini. Dari masalah pekerjaan dan dari masalah perasaan.

Bunyi dentingan pintu lift yang terbuka membuat Yunho segera mengumpulkan kesadarannya kembali.
Ia berjalan cepat menuju mobilnya dan berharap cepat-cepat berada di apartemen untuk segera tidur dan beristirahat sejenak dari kemelut hidup yang gemar sekali menyantroni otaknya.

.
.
.

Today

Friday, 2012 march 05

Lee Minjuk menatap Jaejoong penuh tuntutan. Mata sipit khas asia timurnya memicing tajam menantang mata bulat Jaejoong.

“Bisa kau jelaskan padaku apa alasan perbuatanmu kemarin Kim Jaejoong?!” Jaejoong membuang muka mendengar kalimat Minjuk yang terang-terangan bernada tekanan disana-sini.

Jika Jaejoong harus jujur, ia mengaku bahwa ia merasa terintimidasi dengan kelakuan laki-laki tiga puluh tahun yang berdiri angkuh di depan pintu rumahnya pada jam enam pagi begini.

“Kenapa pula aku harus menjelaskan perbuatanku padamu Minjuk-ssi?” Minjuk mengepalkan kedua tangannya. Bukannya ia mendapatkan jawaban, Jaejoong malah membeo dan bersikap seolah ia tidak punya rasa bersalah sama sekali.

“Kau mengabaikanku.” Jaejoong tidak bisa untuk tidak menahan tawanya ketika kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibir tipis Minjuk.

“Lalu? Ada yang salah jika aku mengabaikanmu?”

“Berhenti untuk bertingkah keras kepala Jaejoong-ah! Kau tahu aku mengejarmu tapi kenapa kau selalu lari dariku? Kau terlalu jual mahal..” dan Jaejoong benar-benar meledak tertawa sekarang. Ia menatap iritasi kepada laki-laki lawan bicaranya.

“Apakah kau bodoh? Kau idiot? Pura-pura dungu atau kau memang benar-benar dungu? Kau seharusnya cukup paham kenapa aku selalu menghindarimu Lee Minjuk-ssi. Itu karena aku sama sekali tidak tertarik terhadapmu dan aku harap kau cukup tahu diri untuk tidak mengangguku lagi oke!”

BLAM

Jaejoong membanting pintu flatnya tanpa berniat mendengar atau mengetahui reaksi Minjuk terhadap kalimatnya barusan.

Demi Tuhan Jaejoong benar-benar risih terhadap laki-laki konyol yang terobsesi dengannya itu.

Lee Minjuk adalah seorang manajer pemasaran di perusahaan jasa iklan milik Kwang Corp. Sekitar tiga bulan yang lalu Jaejoong bertemu dengan Minjuk di club gay tempatnya bekerja.

Dan sejak pertemuan itu Minjuk sudah terang-terangan memberikan sinyal tertarik pada Jaejoong. Minjuk bahkan bermuka badak dengan mengejar-ngejar Jaejoong layaknya pengemis nelangsa yang berburu sesuap nasi. Tapi senekat dan seekstrim apapun yang dilakukannya, Jaejoong sungguh tidak terkesan sama sekali. Yang ada malah Jaejoong merasa mual dan ngeri sendiri melihatnya.
.
.
.

Adakah yang penasaran bagaimana rasanya ditinggal menikah oleh kekasih yang paling kau cintai?

Jika ada orang yang ingin tahu bagaimana rasanya, tanyakan saja pada Jung Yunho.

Karena ia, Jung Yunho telah mengalaminya.

Shin Hyeneul kekasihnya telah melangsungkan janji pernikahan beberapa jam yang lalu.
Ironisnya sang pengantin pria bukanlah laki-laki yang menyadang status sebagai kekasihnya selama dua tahun terakhir ini.

Yunho tersenyum kecut ketika menghampiri Hyeneul dan suaminya di acara resepsi tadi.

Apakah cukup sampai begini sajakah hubungan cinta mereka?
Sedangkal itukah perasaan Hyeneul terhadapnya?

Bisa-bisanya Hyeneul memutuskan Yunho begitu saja dan malah menyading Jung yang lain.
Jung Eunjae.

.
.

“Hyung!” Yunho membuyarkan lamunannya ketika sudut mata musang milik laki-laki Jung itu menangkap siluet tubuh Yoochun yang berjalan memasuki ruang kerjanya.

“Aku butuh tanda tanganmu hyung.. Ini untuk laporan sementara dulu..” Yoochun meletakan map berwarna cokelat di atas meja Yunho sebelum mendudukan bokongnya di depan kursi yang tersedia di seberang meja tumpukan dokumen sang atasan.

“Apakah semuanya berjalan lancar Yoochun-ah?” Yunho mengambil bolpoin dan membaca sekilas kertas-kertas untuk menelitinya.

“Sejauh ini semuanya tetap berjalan sesuai rencana serta tidak ada hambatan yang berarti”

“Bagus lah kalau begitu..” Yunho menyodorkan map itu yang disambut oleh gerakan tangan cepat dari Yoochun.

Tak ada obrolan panjang diantara mereka. Yunho yang tetap fokus menatapi file-filenya dan Yoochun yang langsung melenggang pergi setelah mencapai maksudnya menemui Yunho.

Yoochun berhenti selangkah sebelum memutar knop pintu menuju keluar.
“Emmm… Hyung, kau ada waktu malam ini kan? Bagaimana kalau jumat malam ini kau ikut denganku saja?”

“Kemana?”

“Ke tempat biasa..”

“Tidak terima kasih!”

“Hyung, sekali ini saja. Mungkin hyung pernah gagal dengan wanita.. Tapi siapa tahu hyung malah akan berhasil dengan laki-laki..” Yunho paham sekali jika tempat biasa yang di maksud Yoochun adalah tempat biasa laki-laki Park itu menghasihkan malamnya. Club gay.

“Kau menyuruhku untuk menjadi gay Yoochun-ah?”

“Menjadi gay tidak seburuk seperti apa yang kau pikirkan hyung!”

XXX

Seperti suasana normal club malam pada umumnya. Aroma hedonisme menguar kental di dalam interaksi para pengunjung club.
Yunho dan Yoochun memasuki club dengan di sambut lirikan mata dari beberapa laki-laki dengan seksualitas menyimpang yang berstatus sebagai pihak bawah.

Sedikit banyak diantara mereka memberikan tatapan yang memuja pada Yunho.

Yunho memang tidak pernah datang ke tempat ini sebelumnya. Ia hanya mendengar cerita dari Yoochun apa saja yang disuguhkan dalam dunia malam seperti ini. Karena Yoochun adalah seorang biseksual.

“Kau ingin partner yang bagaimana hyung?” Yoochun menerima segelas wine yang disodorkan bartender di depannya.

“Huh?” Yunho tidak mengerti maksud ucapan Yoochun. Partner? Oh shit~ jangan bilang kalau Yoochun mau mengenalkan seorang gay kepadanya.

“Aku tau apa yang kau pikirkan Yunho hyung, kau tenang saja. Percaya padaku. Aku tidak mungkin akan berlaku buruk padamu.” Yoochun buru-buru menyela ketika ia mendapatkan reaksi Yunho malah menatapnya tajam.

“Aku tidak yakin Yoochun-ah, kau tahu sendiri aku menyukai wanita. Rasanya menggelikan jika tiba-tiba saja aku berkencan dengan seorang laki-laki hanya karena kekasih wanitaku meninggalkanku bersama pria lain.” ucap Yunho realistis.

“Justru karena aku tidak mau kau tenggelam dalam kekecewaan karena wanitamu itu hyung.. Makanya aku menyarankanmu untuk mencoba berhubungan dengan laki-laki. Karena aku rasa kau tidak perlu repot-repot untuk untuk memahami perasaan seorang wanita baru. Itu terlalu membutuhkan waktu lama dan aku yakin kau pun tidak akan mau melakukannya untuk saat ini. Sebaliknya, jika kau mencoba berhubungan dengan laki-laki kau akan merasa sedikit mudah karena kalian sama-sama pria yang mempunyai pola pikir khas lelaki.”

Yunho berdecak pelan.
“Baiklah, coba kau pilihkan satu orang laki-laki untuku Yoochun-ah!”

“Aku yakin kau akan menyukai dia Yunho. Aku memilih laki-laki yang lumayan cantik untukmu.”

.
.
.
.
.

Sebulan berlalu sejak Yoochun memperkenalkan seorang laki-laki bernama Kim Jaejoong kepada Jung Yunho.

Cukup memuaskan melihat perkembangan hubungan Yunho dan Jaejoong akhir-akhir ini.

Yoochun tahu, Jaejoong adalah seorang penghibur handal yang sudah dipastikan memiliki banyak cara untuk memberikan kenyamanan untuk pelanggan yang lebih senang ia sebut sebagai partnernya.

“Yunho-ya.. Mian hari ini aku tidak bisa menemanimu, Mr Choi baru saja menelponku dan berkata bahwa ia ingin bertemu dan berbicara padaku.”

Yunho menatap punggung Jaejoong yang sedang menghadap lemari besar berisi pakaiannya.

Laki-laki cantik itu baru saja selesai mandi dan berniat mencari stelan yang pantas untuk di pakainya hari ini.

Well, kemarin malam Yunho memang menginap di flat Jaejoong untuk menghabiskan malam panas yang akhir-akhir ini selalu membakar gairah keduanya.

“Gwenchana Joongie, aku mengerti. Kalau begitu lebih baik jam delapan nanti aku masuk kantor saja.”

Padahal hari ini Yunho berniat mengajak Jaejoong kencan-lagi-untuk yang kesekian kalinya.

Jujur saja Yunho memang terlalu naif.. Dia tahu bagaimana pekerjaan seorang Kim Jaejoong. Tapi Yunho selalu ingin menguasai dan memonopoli laki-laki cantik itu untuk dirinya sendiri.

Yunho harus berterima kasih kepada Yoochun setelah ini.

Sebab, sadar atau tidak sadar Jaejoong telah berhasil membelokan orientasi seksual Yunho hanya dalam waktu yang relatif singkat.

xxx

“Jadi? Apa kesibukanmu sekarang my J?”

Choi Jino adalah seorang anggota legislatif negara yang gemar mencicipi daun muda.
Wanita simpannya berceceran disetiap apartemen mewah yang ia hadiahkan untuk si slut sebagai lumbung maksiatnya.

Jino memang menyukai Jaejoong, tapi dia bukan seseorang yang menyukai sesama penis.
Oleh karenanya, Jaejoong hanya ia anggap sebagai teman dekat yang bisa diajak berfoya ria.

“Aku sedang mendapat peliharan yang langka hyung!” Jaejoong menyeringai.

“Benarkah? Dari spesies mana?” Jino sangat mengerti gaya bicara Jaejoong, dan ini pertama kalinya Jaejoong menyebut para peliharaannya sebagai barang langka.

“Aku menebak kalau sebenarnya dia adalah laki-laki baik yang merasa kesepian..”

“Dan kau tertarik padanya hmm?”

“Hahaha, dia tampan, matang, baik dan kaya. Jadi apa yang membuatku tidak bisa menyukainya? Pastinya dia memanjakanku tidak hanya soal uang tapi juga soal ranjang.”

Jino tergelak mendengar penuturan Jaejoong.
“Oh my J… Aku yakin kau sedang jatuh cinta pada peliharaanmu kali ini!”

“Tsk, kau tahu bagaimana aku hyung! Cinta dalam kamus seorang penghibur itu adalah pantangan.”

“Yeah.. Yeah.. Yeah.. Terserah kau saja.. Tapi kau harus ingat J., seorang penghibur pun memiliki hati. Dan hatimu itu bentuknya lembek! Tidak keras seperti beton.. Sekarang atau nanti aku yakin kau pasti akan menemukan seseorang yang mampu membuatmu terjatuh. So, persiapkan dari sekarang hal itu baby J!”

Tak ada sanggahan yang dilontarkan bibir Jaejoong, karena Jaejoong sendiri memang tidak yakin dengan perasaan unik yang sudah beberapa hari ini mengisi hatinya.

Terus terang saja Jaejoong merasa terhanyut oleh pribadi Yunho.

Yunho memang laki-laki dewasa. Dia kaya dan berharta.
Tapi dalam sudut pandang Jaejoong, Yunho terlalu polos untuk terjerumus dalam pergaulan dengan sekelilingnya.
Dengan kata lain, Yunho cukup bodoh jika dirayu orang terdekatnya.

“So? Apa yang akan kau lakukan padanya?” ucapan Jino menyentak Jaejoong dari lamunan sesaatnya.

“Bukan urusanmu!”

Oke, Jino benar-benar yakin kalau peliharaan Jaejoong yang sekarang telah berhasil mengigit tuannya.
Kentara sekali dari perilaku Jaejoong yang mendadak menjadi moody begini.

Well, kita lihat saja my J, sampai mana batasnya keangkuhanmu itu?

T. B. C

Sebenarnya ini oneshoot, tapi di potong jadi 2 -,-v
Aku ga tau ini apa?
Ceritanya random malang melintang..
Asal ngetik malah jadi panjang

Hehehe
buat readers.,
Xie-xie ni~

~BearHug

One thought on “[YunJae] What Should I Do? | Part A of B

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s