[FF] Coffee Of Love – Part 3 Little Attention


Annyeong ^^

Author gaje kembali mempost part 3, siapa yang nunggu!??? *readers : Gak Ada!!! *author pundung

Yaudah Happy Reading aja ^^

===========================================

Title : Coffee Of Love

Pairing : Jung Yunho and Kim Jaejoong

Other Cast : Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Kim Hyun Joong, Kwon Boa and others

Genre : Romance, drama, angst, sweet, mpreg

Rate : 16+

Chap 3-Little Attention

 

(Jaejoong POV’s)

“Hyaaa!!” Aku terbangun karena mimpiku yang aneh. Mimpi yang~~ seketika wajahku memanas membayangkan  mimpi itu lagi. Nafasku menderu-deru dan keringat di pelipisku menetes. Kukerjap-kerjapkan mataku melihat keadaan sekitar. Mengingat dimana aku berada.

“Hais!” Keluhku memegangi kepala. Aku mengingat pertemuan anehku dua hari ini dengan seorang namja menyebalkan yang dingin dan kini aku terdampar di apartemen kecilnya. Tapi tunggu mana dia? Aku menyapu apartemen yang sempit itu tapi tidak kutemukan sosoknya. Bahkan aku sampai mendekati pintu kamar mandi untuk memastikan keberadaannya. Tapi hasilnya nihil. Kutangkap sebuah kertas putih dengan oret-oret diatasnya. Di samping kertas itu terdapat mangkuk berisi nasi telur dadar dan segelas kopi.

To : Boo

Sarapan,,

Aku pergi kerja,,

Nb: kalau mau pindah tunggu sampai aku kembali

Ttd

Yun

Aku membaca setiap kalimat yang tertulis rapi di atas surat mungil itu. kutengok tampilan nasi telur dadar yang tampak menggiurkan dan segelas kopi. Kuseruput pelan kopi yang tampak pahit tapi ternyata rasanya sangat manis.

“Pabo! Ini kopi atau susu sih!?” Gerutuku saat meminum kopi buatan Yunho yang terlalu manis untuk dikatakan kopi. Setelah itu kumakan sarapan yang sudah dibuatkan olehnya. Lumayan enak untuk seorang Jung Yunho yang menyebalkan.

*Coffee Cojjee

“Annyeong haseyo, silahkan kembali lagi!” Ucapku pada pelanggan yang berjalan keluar. Kutatap sepasang kekasih yang tengah keluar dari pintu dan berganti dengan sosok jangkung yang amat kukenal.

“Eoseo Oseyo!” Ucapku seperti biasa saat ada pelanggan yang masuk walaupun aku mengenal orang tersebut.

“Ya terserahlah!” Ucapnya menatapku. Membuatku merengut kesal. Akupun mengikuti pelanggan menyebalkan itu sampai di bangkunya.

“Coffee latte!” Ucapnya langsung sebelum aku sempat memberikannya buku menu. Aku pun segera mencatatnya dan berjalan ke bar.

“Dan setelah itu kau temani aku!” Ujarnya lagi saat aku akan beranjak. Aku berbalik dan menatapnya yang melihatku dingin.

“Ish!” Gerutuku pada diri sendiri. Di belakang bar aku mencoba mencari Yoochun untuk menanyakan sesuatu sekaligus mengatakan sesuatu.

“Chun!” Panggilku melihat namja berdahi luas itu tengah memasuki ruangan kerjanya. Ia pun berbalik dan menatapku.

“Waeyo Joongie-ah?” Ucapnya padaku yang berjalan menghampirinya.

“Hm~ kau tau namja menyebalkan yang memanggilku nona?” Tanyaku. Yoochun mengangguk bingung.

“Aku diminta menemaninya minum kopi~Hm..” Aku menggantung perkataanku membuat sepasang alis Yoochun menjadi naik.

“Aku menginap di rumahnya karena Heechul ahjumma mengusirku dari apartment~” Ucapku kemudian sembari menundukkan kepala.

“M-mwo?” Seru Yoochun terkejut. Aku kembali mendongak dan mendapati Yoochun tengah menatapku kaget.

“Aku tidak sengaja bertemu dia, Chun~ tidak apa-apa ya aku menemaninya sebentar? Siapa tau Ia mau mengijinkanku menginap lagi sampai aku dapat tempat baru!” Rayuku pada Yoochun yang menggeleng tak habis pikir.

“Joongie-ah kau kan bisa menginap di tempat Junsu.” Ujar namja itu padaku. Aku terdiam.

“Aku kan tidak tahu harus kemana, Chun! Selain itu aku sudah banyak merepotkan kalian~” Aku pun berdalih.

“Yakin kau akan tetap tinggal di tempatnya? Mengenalnya pun tidak.” Jawab Yoochun khawatir. Aku terdiam mendengarnya. Benar juga, tapi kenapa aku tetap bersikeras ingin tinggal di tempat Yunho yang notabene adalah orang asing.

“Molla..” Ucapku akhirnya. Yoochun menghela nafasnya pelan.

“Berbicaralah dulu dengannya.” Ucap Yoochun kemudian. Akupun segera pergi menuju meja Yunho. Dan segera duduk di hadapannya.

“Mau apa?” Tanyaku tanpa basa-basi melihatnya yang tengah membaca sebuah buku sembari menyeruput kopi dari dalam cangkir.

“Tidak ada.” Jawabnya singkat tanpa memalingkan matanya dari buku yang dibacanya. Aku pun kembali mengerucutkan bibir kesal.

“Ish!” Gerutuku bangkit. Tapi tiba-tiba tangan besarnya menahan tanganku. Akupun menoleh dan menatapnya. Namja itu meletakkan buku yang di bacanya.

“Duduk!” Perintahnya tanpa melihatku. Aku pun dengan bodohnya mau menuruti kemauannya. Aku pun duduk di hadapannya. mata musangnya menatapku dingin tanpa ekspresi.

“Mwo?” Tanyaku mulai risih ditatap seperti itu. Ia pun memalingkan wajahnya sejenak sebelum menatapku kembali.

“Masih butuh tempat menginap?” Tanyanya. Aku tercenung. Berpikir sejenak apa aku yakin mau menginap di tempatnya.

“Boleh?” Tanyaku balik pada namja manly itu. Ia menatapku lagi.

“Terserah saja. Yang pasti tempatku tidak mewah.” Ucapnya dengan nada datar. Aku mengangguk.

“Gomawo, aku tidak akan merepotkanmu. Seminggu lagi sebelum aku dapat tempat baru.” Ucapku. Dia pun menggangguk.

“Sana kerja!” Usirnya kemudian sembari meletakkan uang seharga coffee latte dan pergi begitu saja dari hadapanku.

“Aishi! Namja ini benar-benar menyebalkan!” Gerutuku melihatnya melenggang pergi.

(Yunho POV’s)

Aku berjalan melenggang menuju apartement mungilku sesaat setelah keluar dari kedai kopi langgananku. Sekaligus tempat kerja namja cantik bernama Kim Jaejoong. Namja bawel seperti yeoja. Tapi menggemaskan, entah kenapa hatiku senang saat mendengarnya masih akan menginap di tempatku.

Brukk!

Aku menabrak bahu seseorang hingga kantung kertas yang di pegangnya jatuh. Sehingga buah jeruk yang di dalamnya tumpah bergelinding ke jalanan.

“Ah mian!” Seruku membantunya memunguti buah jeruk yang menggelinding ke sana kemari. Setelah terkumpul aku pun memberikannya pada orang yang tidak sengaja kutabrak.

“Yunho!?” Pekik orang itu. aku menatap yeoja bertubuh kecil di hadapanku. Otakku berputar untuk mengingat siapa yeoja ini.

“Nuguseyo?” Tanyaku sopan karena aku sungguh tidak mengingatnya sama sekali. Yeoja itu tersenyum padaku.

“Kwon Boa~ kau Jung Yunho kan?” Tanyanya lagi. Aku berpikir sejenak.

“Ah! Hai lama tidak berjumpa! Ya ini aku!” Ucapku sekenanya. Kwon Boa, cheerleader tim rugby saat aku masih SMA. Yeoja populer yang dikejar para namja semasa SMA.

“Aku baik! Bagaimana kabarmu? Kau menghilang setelah kejadian itu.” Ucapnya. Aku hanya tersenyum datar.

“Ya baik.” Ucapku. Yeoja itu tampak sumringah melihatku.

“Senang bertemu kau lagi, Yun!” Ujarnya lagi. Aku kembali membalasnya dengan seulas senyum datar.

“Nde~mian ne tapi aku buru-buru!” Ujarku kemudian. Aku pun segera beranjak dari hadapan yeoja itu. berdiri di hadapannya membuatku melihat masa laluku yang susah payah kulupakan.

(Author POV’s)

22.00 KST

Hujan salju turun menutupi kota Seoul. Menambah dinginnya suhu malam itu. seorang namja berperawakan mungil dengan rambut blonde putihnya tengah berjalan menuju sebuah apartement.

“Huff~ dingin!” Ucap namja itu pada dirinya sendiri sembari berjalan menaiki tangga menuju kamar apartmentnya di lantai tiga. Lorong-lorong kumuh itu nampak sepi saat malam. Membuat Jaejoong mempercepat langkahnya menuju kamar yang dituju. Tidak lama Ia pun sampai ke depan pintu kayu yang tampak lapuk itu. perlahan diputarnya kenop pintu yang ternyata tidak dikunci.

“Hais! Yunho pabboya!” Gerutunya lagi pada diri sendiri. Ia pun melangkah masuk lalu menutup pintu.

“Aku pu~~” Ucapan Jaejoong terhenti saat melihat sosok namja yang tengah tertidur di depan TV. Kepalanya di telungkupkan diantara kedua tangannya di atas meja. Dua botol soju berada di sampingnya.

“Menyusahkan!” Gerutu Jaejoong melihat pemandangan yang terhampar di depannya. Jaejoong pun melepas mantelnya dan menggangtungnya di belakang pintu. Meletakkan tasnya lalu berjalan mendekati Yunho yang tengah tertidur sambil mendengkur.

“Bahkan Ia tidak mengganti bajunya!” Gerutu Jaejoong lagi gerah melihat pemandangan yang tidak rapi. Ia pun beranjak mengambil futon dan menggelarnya di lantai. Menyiapkan selimut dan bantal. Setelah itu namja cantik itu bergegas menyingkirkan botol soju yang kosong ke dalam tempat sampah. Lalu dengan perlahan menarik tubuh besar Yunho dan memindahkannya perlahan ke atas futon. Yunho bergerak sedikit tanpa membuka matanya. Jaejoong pun melepas dasi yang masih melingkar di leher Yunho. Tapi kemudian Yunho menggerakkan tubuhnya ke samping hingga Jaejoong ikut terjatuh bersamaan dengan tangan Yunho yang mengunci tubuhnya.

“Hm~~” Lenguh Yunho seketika mengeluarkan aroma alcohol. Jaejoong terdiam kaku dengan posisinya. Jantungnya seraya berdebar tidak karuan saat tubuh besar itu kini mendekapnya bagai guling.

“Yun! Bangun! Kau berat!” Gerutu Jaejoong berusaha melepaskan diri dari pelukan Yunho. Tapi namja itu malah semakin erat memeluknya.

“Hmm~wangi~” Igao Yunho dalam tidurnya. Jaejoong hanya bisa pasrah karena kini Ia tidak bisa bergerak kemana-mana.

*Pagi Hari

(Yunho POV’s)

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku yang berat. Wangi. Ada wangi sesuatu yang menusuk hidungku sepagi ini. Aroma vanilla yang manis. Aku mengucek mataku dan menyadari bahwa aku tengah memeluk seseorang.

“Hyaa!!” Pekikku melihat namja berambut blonde putih itu meringkuk di pelukanku. Aku segera bergerak mundur hingga menabrak meja kecil di belakangku.

“Eng~ kau sudah bangun ya Yun?” Tanya namja itu sembari mengucek matanya lucu. Sepertinya teriakan ku tadi membangunkannya.

“Yak! Apa yang kau lakukan padaku semalam!?” Tanyaku padanya. Ia menatapku dengan mata bulatnya.

“Apa maksudmu?” Tanyanya polos dengan tampang bingung.

“Kenapa aku memelukmu!? Apa yang kau lakukan!?” Pekikku lagi.

“Aishi! Kau yang memelukku pabo! Andai kau tidak mabuk-mabukkan aku tidak akan mau memindahkan tubuh beratmu itu yang menahanku sampai pagi!” Omelnya padaku. Aku pun terkejut dan mengingat kejadian semalam. Ah iya! Aku minum dua botol soju dan tertidur. Lalu dia membantu memindahkanku. Tapi aku tidak ingat memeluknya seperti itu.

“Kau yakin!?” Tanyaku lagi. Ia membulatkan matanya yang sudah bulat. Memandangku kesal.

“Kau pikir aku suka padamu! Jangan besar kepala!” Semburnya bangkit lalu pergi ke kamar mandi dan membanting pintu kamar mandi dengan keras. Aku tercenung. Memangnya aku bertanya kalau Ia suka padaku? Namja yang aneh.

“Kenapa dia jadi marah begitu?” Tanyaku pada diri sendiri. Aku pun merapikan futon dan melipat selimut sembari menunggunya keluar kamar mandi. Tidak lama Ia pun keluar kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.

“Bekerja?” Tanyaku padanya melihatnya sudah sangat rapi.

“Kau pikir aku mau ke pantai dengan pakaian seperti ini!!?” Sembur Jaejoong lagi. Bibirnya kembali dikerucutkan beberapa centi. Aku pun menautkan kedua alisku dengan sifat Jaejoong yang tiba-tiba saja sensitive seperti yeoja. Ia pun menghentakkan kakinya kesal lalu berjalan kea rah dapur.

“Mana ponselmu?” Tanyaku saat Ia tengah menyeduh teh di dapur. Jaejoong mendelik ke arahku.

“Untuk apa?” Tanyanya ketus.

“Berikan saja~” Perintahku. Dengan muka masam Ia pun memberikan ponsel lipat merah mudanya. Membuatku menahan geli melihat stiker hello kitty yang tertempel di tutup ponselnya.

“Apa yang kau lihat!?” Tanyanya ketus saat aku mengetikkan sesuatu di ponselnya.

“Anni~Ini ponselmu!” Ucapku mengembalikan ponselnya. Jaejoong menatap layar ponsel itu dengan mata terbelalak.

“Ish! Apa ini!?” Gerutunya lagi padaku.

“Nomorku. Simpan saja.” Ucapku datar menuju kamar mandi. Kulihat Ia menghentakkan kakinya kesal dan menutup ponsel itu kasar. Akupun tertawa dalam hati melihatnya seperti itu.

“Memangnya aku butuh!?” Desisnya kesal. Aku menengok ke arahnya sesaat sebelum memasuki pintu kamar mandi.

“Pasti! Suatu saat!” Ucapku cuek lalu menutup pintu kamar mandi. Aku berani bertaruh dia tidak akan menghapusnya.

TBC

Dilanjut apa gak??

Yowes comment dulu ^^ Kamsa *bow

6 thoughts on “[FF] Coffee Of Love – Part 3 Little Attention

  1. haha yun tau aja kalo jae ga bakal hapus nomornya..
    Apa sih yang ga mau diinget2 sama yun, penasaran!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s