YUNJAE/ VANISH / PROLOG


VANISH 
Prolog 
Created by AMEE 


WARNING : 
Typo(s), angst, sadism. 


Aku tidak tahu apa yang seharusnya kurasakan. Apa harus aku merasa senang karena menikahinya? Aku mencintainya tapi aku sangat takut padanya. Ia seperti ingin menerkamku, menatapku dengan pandangan membunuh hingga membuatku ingin selalu bersembunyi. Tapi aku mencintainya, mencintai Kim Jaejoong.

Usiaku 17 tahun dan aku telah menikah, pernikahan yang tiba tiba saja aku jalani tanpa kusadari bagaimana itu terjadi dan siapa pengantinku. Bahkan statusku dalam pernikahan ini, aku tidak mengerti. Aku seorang laki-laki, dan pengantinku, dia juga seorang laki-laki.

Orang-orang selalu mengatakan padaku bahwa aku harus menghindari persoalan mengenai status ‘suami dan istri’. Aku tidak mengerti.

Pada suatu ketika Jaejoong hampir saja membunuhku dengan sebilah pisau. Tapi itu tak terjadi. Aku berteriak teriak ketakutan, hingga suaraku hampir menghilang, aku bersyukur Nyonya Kim menyelamatkanku dan aku masih tetap hidup.

Aku merasa takut pada Jaejoong, tapi aku mencintainya.
.
.
.
Pernikahan ini pada akhirnya tetap kujalani. Jaejoong hamil. Sejak awal statusku adalah suaminya, tapi seperti yang mereka katakan aku tak boleh menyinggung persoalan status di hadapan Jaejoong. Aku tidak mengerti.

Tapi suatu hari aku mengerti.

Jaejoong melahirkan putraku. Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki. Dia sangat tampan, dan entah mengapa aku sangat menyayanginya.

“Jae, beristirahatlah. Sebagai seorang ibu, kau harus merawat anak kita. Jika kau sakit bagaimana dengan anak kita nanti?” ujarku.

Mata Jaejoong membeliak, rahangnya mengeras. Dan ia menatapku dengan tajam penuh kebencian lantas ia berteriak, “Ibu? Aku seorang ibu katamu? Artinya aku seorang istri? Bukankah sudah kukatakan aku tidak mau menjadi seorang istri? Mengapa aku tetap menjadi istri? Mengapa bukan kau saja?” pekik Jaejoong keras.

Ia mencengram pundak bayi kami seakan hendak mematahkannya kapan saja. Orang orang berusaha menghentikannya, tapi tidak bisa. Dan aku hanya meraung raung ketakukan.

“Jangan lakukan itu kumohon!” aku meraung raung dengan keras. Bunuh saja aku tapi kumohon jangan bunuh putraku. Tuhan sadarkan istriku.

Aku menyodorkan kedua tanganku pada Jaejoong. “Pukul aku sebanyak kau mau, siksa aku, tapi tolong jangan putraku,”

Jaejoong menyeringai lantas diambilnya sebuah mangkuk dan mulai dipukul pukulkannya pada kedua tanganku. Sakit ini tak terasa bagiku, karena kesakitan yang dirasakan hatiku jauh lebih menyakitkan. Tuhan bantu aku menyadarkannya. Aku mencintainya. 

KEEP OR DELETE?

NB: IDE CERITA INI ORIGINAL BERASAL DATI MIMPI GUE KEMAREN MALEM. AGA SEREM, GUE AKUIN ITU. JAEJOONG DISINI AGA KELAINAN MENTAL. JADI YUNHO YANG LEBIH TERSIKSA

2 thoughts on “YUNJAE/ VANISH / PROLOG

  1. yeaaaaaaah! finally..
    jarang banget ff yg ceritanya menyiksa appa..
    adapun rasanya tetep umma yg tersiksa menurutku, fiuhhhh~
    jd ff ini membawa angin segar di dunia fanfiksi yunjae.. *evil laugh *dicekik appa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s