[FF] Coffee Of Love – Part 4 The Girl From the Past


Annyeong…

Author kembali dengan FF tergaje sepanjang masa dan yang pasti tersingkat padat dan jelas -.-”

Happy Reading ajah ^^

==========================

Title : Coffee Of Love

Pairing : Jung Yunho and Kim Jaejoong

Other Cast : Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Kim Hyun Joong, Kwon Boa and others

Genre : Romance, drama, angst, sweet, mpreg

Rate : 16+

Chap 4 –That Girl from the past

“Mian Yun~ mian~” Ucap namja berambut blonde putih yang tengah menelepon seseorang. Kepalanya ikut mengangguk-ngangguk saat Ia mengatakan maaf berkali-kali pada orang di seberang telepon sana.

Klik!

Jaejoong menutup ponselnya sembari menghela nafas. Ia melupakan partitur musiknya di apartement namja musang itu dan meminta tolong agar partitur miliknya diantarkan ke sekolah music milik Junsu. Namja cantik itu berjalan lesu menuruni tangga hall menuju recepsionist guna menunggu Yunho datang mengantarkan barang berharganya dan pasti disertai omelan menyebalkan dari bibir hati milik Jung Yunho. Maka dari itu Jaejoong kini tengah menyiapkan hati dan telinganya untuk mendengar kata-kata pedas dari namja bermarga Jung itu.

“Hei Boo!” Tidak lama akhirnya Yunho pun datang. Jaejoong segera berlari menghampiri Yunho yang tengah duduk diatas motornya.

“Lain kali gunakan kepalamu!” Sembur Yunho sembari mengasongkan partitur music ke depan hidung namja berwajah angelic di depannya. Jaejoong hanya mengangguk pasrah jika Ia diomeli. Walaupun dalam hatinya sebal. Ia pun mengambil partitur musinya dari tangan Yunho.

“Gomawo Yun, aku akan segera pulang dan membuatkanmu makan malam.” Tawar Jaejoong agar namja di depannya ini tidak berkicau terus mengomelinya.

“Tidak usah! Cepat sana kembali!” Perintah Yunho lagi. Jaejoong melengos kesal mendapat perlakuan menyebalkan seperti itu. Jaejoong pun berbalik menuju ruangannya tapi langkah kakinya terhenti saat mendengar seseorang memanggil nama Yunho dengan nada manja.

“Yunho~~!” Panggil yeoja berperawakan kecil sembari setengah berlari menghampiri Yunho. Jaejoong menoleh dan mandapati yeoja itu melewatinya.

“Boa?” Yunho menyebutkan nama yeoja yang tengah berada di depannya dengan nada ogah-ogahan. Jaejoong segera berbalik dan menatap kedua orang itu dari pintu sekolah music. Berdiri seperti patung dan menatap lurus kepada dua orang yang tengah mengobrol di depannya.

“Sedang apa?” Tanya yeoja itu dengan gaya sok dekat. Yunho hanya tersenyum datar.

“Mengantarkan partitur music miliknya.” Ucap namja bermata musang itu datar sembari menunjuk Jaejoong yang tengah diam terpaku di ambang pintu. Yeoja itu hanya ber-‘oh’-ria sembari menatap Jaejoong tidak suka.

“Ada apa?” Tanya Yunho lagi saat melihat Boa tidak beranjak dari posisinya.

“Dia kekasihmu?” Tanya Boa lagi tanpa  menggubris sepasang mata bulat yang tengah memperhatikannya dari ambang pintu.

“Dia namja. Wae?” Ucap Yunho lagi mulai gerah dengan sikap Boa yang tidak berubah sejak SMA. Membuat dirinya terlihat manis dan cute walaupun sebenarnya membuat Yunho jengah.

“Ah jinjja? Baguslah.” Seru Boa membuat kedua alis Yunho berkerut.

“Jadi aku~”

“Hei Boo! Kenapa bengong!? Cepat aku akan menunggumu!” Seru Yunho tiba-tiba membuat raut wajah Boa menjadi kesal karena kalimatnya yang belum selesai.

“Ah nde~” Seru Jaejoong terkejut mendengar seruan Yunho yang nyaris membuat jantungnya melompat keluar. Jaejoong segera berlari menuju ruangannya dan mengambil tasnya lalu segera menuruni tangga. Ia pun tidak mengerti mengapa Ia tidak bergairah untuk meneruskan apa yang harus Ia lakukan.

“Mi-mian.” Ucap Jaejoong saat sampai di depan Yunho yang masih ditemani Boa.

“Cepat naik! Mian ne Boa. Tapi aku harus mengantarnya pulang. Ppai!” Ucap Yunho pamit kemudian segera menancapkan gasnya pergi. Meninggalkan Boa yang tengah menghentakkan kakinya kesal.

*Sesampainya di apartment

“Heh Boo! Kau tidak jadi kursus?” Tanya Yunho mengingat Jaejoong harusnya pergi kursus bukan pulang bersamanya.

“Tadi kan kau menyuruhku pulang!?” Jawab Jaejoong tidak mau kalah. Yunho mentautkan alisnya.

“Memangnya aku bilang begitu??” Tanyanya bingung. Jaejoong hanya memajukan bibirnya malas.

“Sudah lupakan!” Ketus namja cantik itu sembari meletakkan tasnya di atas meja kecil di depan TV.

“Ehm~ Yun, yeoja itu siapa?” Tanya Jaejoong sembari berjalan menuju kulkas untuk menyiapkan makan malam.

“Teman lama. Kenapa kau cemburu?” Jawab Yunho datar meletakkan helmnya di atas lemari dan segera duduk di meja depan TV.

“Tidak! Enak saja! Hanya saja  tampaknya Ia suka padamu.” Ucapan Jaejoong membuat tawa Yunho meledak seketika. Tawa meledek yang sungguh menyebalkan.

“Kau konyol sekali!” Seru Yunho masih tertawa membuat wajah feminis itu menekuk kembali wajahnya kesal.

“Mwo!? Aku kan hanya berpendapat!” Seru Jaejoong kesal sembari membuatkan telur dadar untuk makan malam mereka beserta kimchi.

“Hahahahaha~~ ara ara dia teman SMA ku! Ku dengar dia memang suka padaku. Tapi sudahlah lupakan!” Ujar Yunho meraih remote TV dan menyalakannya. Tidak berapa lama Jaejoong pun meletakkan piring berisi nasi yang digulung telur dadar dengan olesan saus serta semangkuk sup kimchi.

“Ini. Aku hanya menemukan ini untuk dimasak.” Ujar Jaejoong duduk di hadapan namja bermata musang yang sudah siap menyerbu makan malamnya.

“Yak!” Serunya lalu segera menyantap makanan di depannya. Jaejoong hanya tersenyum kecil melihat pemandangan itu. Ia pun mulai memakan bagiannya.

“Masakanmu~tidak enak!” Seru Yunho membuat Jaejoong menoleh kearah namja berkulit tan di depannya. Bibir mungilnya seketika berhenti mengunyah. Matanya membulat menatap namja itu.

“Kalau tidak enak kenapa habis!?” Pekik Jaejoong melihat piring Yunho yang sudah bersih dalam hitungan menit.

“Karena aku lapar~ sudah ya aku ngantuk!” Ucap Yunho tanpa rasa bersalah dan segera menggelar futon lalu tidur. Sedangkan Jaejoong hanya menatap tubuh besar itu dengan mata yang mulai tergenang.

‘Masakanmu tidak enak!’

Kata-kata keramat yang sangat di benci oleh seorang Kim Jaejoong sampai kapanpun. Jaejoong merasa tidak dihargai telah bersusah payah membuatkan makanan untuk Yunho. Dia tidak ingin pujian tapi jika memang masakannya tidak enak tidak perlu mengatakannya seperti itu. cukup diam saja. Jaejoong membereskan piring-piring kotor dan segera mencucinya dalam diam karena Ia tengah berusaha menahan airmatanya yang sudah ingin tumpah.

Yunho pun sebenarnya tidak tidur. Hanya pura-pura tidur sembari menyembunyikan wajahnya di dalam selimut. Ia mengakui masakan namja berwajah feminis itu adalah masakan terenak yang pernah Ia rasakan tapi Yunho bukanlah orang yang bisa mengungkapkan sebuah pujian seperti kebanyakan namja lain. Terutama setelah kejadian itu. kejadian lima tahun yang lalu. Setelah itu menurutnya semuanya tampak tidak istimewa. Kecuali…

Kim Jaejoong’

(Jaejoong POV’s)

Aku tidak bisa tidur sama sekali karena kekesalanku yang memuncak malam tadi. masakanku tidak enak!? Yang benar saja!? Kenapa piringnya sampai bersih begitu!? Arghh!!

Sekeras apapun aku mengumpat tetap saja aku tidak bisa secara langsung marah padanya. Setiap Ia menatapku dengan tatapan dinginnya otakku ku pun langsung terasa beku. Wajah tanpa ekspresinya, senyum datarnya, kata-kata pedas dari bibirnya kadang membuatku merasa bahwa namja ini berbeda dari namja kebanyakan. Terutama cara Ia menatap yeoja bernama Boa itu, seakan bahwa Ia sangat tidak berminat untuk berbincang bersamanya. Padahal kan yeoja itu memiliki wajah yang cantik walaupun aku baru pertama kali melihatnya di sekolah music milik Junsu.

“Boo?” Aku pun terlonjak kaget saat suara bass di belakang punggungku memanggilku.

“Ehm apa?” Tanyaku mencoba menutupi kegugupan karena keterkejutanku.

“Belum tidur?” Tanyanya masih dengan nada yang sama. Datar. Tanpa intonasi.

“Belum.” Jawabku singkat. Kurasakan tubuhnya bergerak karena punggungnya bergesekan dengan punggungku. Menciptakan hawa hangat yang menyenangkan. Eh!? Apa-apaan aku ini!?

“Kenapa?” Tanyanya lagi. Aku terdiam. Tidak mungkin aku mengatakan bahwa aku tengah memikirkannya bersama yeoja itu. bisa-bisa Ia meledekku dan besar kepala.

“Anniya. Tidurlah. Mian mengganggu.” Ucapku pada Yunho. Sudah sekitar tiga hari dari sejak bertemu aku dan Yunho tidur membelakangi satu sama lain. Kecuali tragedy soju itu. itu salahnya!

“Kau kedinginan ya?” Tanya Yunho lagi.

“Tidak.” Ucapku singkat. Walaupun sebenarnya iya. Pemanas di dalam kamar Yunho sudah butut dan sering mati sehingga hawa dingin sering kali menyergap kami di tengah malam. Tiba-tiba hawa hangat menyelimuti tubuhku. Aku menoleh dan mendapati selimut Yunho menutupiku.

“Eh Yun? Aku tidak apa-apa~” Ujarku bangkit dari tidurku dan melihat namja musang itu tidur dengan memakai mantelnya. Aku terdiam sejenak sebelum akhirnya kupindahkan kembali selimut itu ke atas tubuhnya. Yunho membuka matanya dan menatapku di balik keremangan cahaya.

“Wae? Aku tahu kau kedinginan jadi tidak usah pura-pura!” Ucap Yunho dengan nada yang tetap datar dan dingin. Aku hanya tersenyum menanggapinya lalu menidurkan diriku kembali dengan posisi yang sama. Memunggungi Yunho.

“Aku baik-baik saja Yun.” Ucapku. Bagiku walaupun hanya sentuhan punggung itu sudah cukup menghangatkan. Aku bingung tapi semenjak kapan aku mendengar hatiku berkata…

‘Aku menyukaimu Jung Yunho’

TBC

How? Pendek? Iya banget hahaha

DOnt forget leave ur comment, kamsa ^^

5 thoughts on “[FF] Coffee Of Love – Part 4 The Girl From the Past

  1. iihhh….nyebelin deh.
    klo gak suka masakannya jaema jgn di ucapin dong…kan kasian jaema dah cape2masakin.

    semoga aja lm2 yunpa makin menunjukan klo dia sebenernya cinta ama jaema…😀
    tp syg terlalu pendek thor..lg enak2nya eeeehh tau2 TB

  2. cihuy jeje udah mulai suka sama appa ^^

    kejaian yg soju itu yg mana yah ? part berapa lupa ~

    Lanjut ~

  3. yunppa bikin jaemma sedih aja pke bilang masakan’a ga enak😦
    kya’a boa bakal jadi pengganggu hubungan yunjae nie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s