[YUNJAE] Rainy Season – 1st Story – Rainy Memories


Annyeong haseyooo

nTiiiee back dengan FF baru

Rainy Season ini adalah kumpulan one shoot dengan tema hujan

karena banyak hal yang bisa terjadi dikala hujan turun membasahi bumi

^_^

Selamat menikmati!!!

Tittle : RAINY SEASON FIRST STORY – RAINY MEMORIES

Author : nTiiiee

Summary : Hujan turun membawa segudang cerita tentang masa lalu dan masa yang akan datang.

RAINY MEMORIES

 

Hujan turun membasahi kota. Seorang lelaki tampan dengan tubuh tegap berbalut jas brand ternama berlari kecil kearah teras pertokoan. Berharap sedikit atap yang menaungi teras itu bisa menghalangi air hujan yang memaksa membasahi tubuhnya.

“Aaiiissshh!” lelaki tampan itu mengumpat seraya menepuk-nepuk jasnya. Berharap hal itu bisa menghilangkan tetesan air dari jas mahalnya.

“Anda tidak menyukai hujan?” sebuah suara yang mengalun lembut menyapa lelaki berjas mahal itu.

“Aku membencinya,” lelaki itu menjawab dengan nada kesal.

“Kenapa? Bukankah hujan itu indah?” pemilik suara lembut itu memiringkan kepala menatap lelaki tampan yang masih berusaha menghilangkan air hujan dari jas mahalnya dengan kesal. Lelaki itu mengangkat wajahnya, hendak memprotes kalimat pemilik suara lembut. Namun tidak ada kalimat yang mampu terucap dari bibir berbentuk hati milik si lelaki. Sosok dihadapannya sukses membuat semua kalimat yang ingin diucapkannya menghilang dari tenggorokkannya.

“Kenapa anda membenci hujan?” sosok dihadapannya kembali bertanya.

“Kenangan buruk,” hanya kata-kata itu yang berhasil keluar dari bibir berbentuk hati milik si lelaki.

Sosok dihadapannya seketika melengkungkan senyum dibibir merah cherry nya. Lelaki tampan itu kembali terpaku. Sosok dihadapannya sungguh mempesona. Wajah yang cantik, kulit seputih susu, bibir tipis berwarna merah dan tubuh langsing dengan pinggang ramping. Sosok ini tampak sempurna dimata lelaki tampan itu.

“Aku suka hujan. Ahh bukan, aku mencintai hujan,” sosok menawan itu menjulurkan tangannya, menyentuh tetes demi tetes air yang ditumpahkan langit. Sosok itu tampak bersinar.

“Hujan membawa rejeki, yang terpenting hujan bisa membasuh kesedihan,” sosok itu memandang hujan dengan tatapan lembut penuh penghormatan.

“Ah, anda pasti tidak akan sependapat denganku. Manusia selalu punya caranya masing-masing untuk memandang suatu persoalan kan?” sosok itu tersenyum menatap lelaki yang tengah memperhatikannya.

“Masuklah ke café kami. Secangkir kopi bisa menjadi teman untuk menunggu hujan berhenti. Dan tentu bisa membuat anda lebih hangat. Anda tampak kedinginan,” sosok cantik itu memberi penawaran dengan ramah. Lelaki tampan itu tak kuasa menolak tawarannya.

“Silakan, secangkir kopi semoga bisa membuat anda hangat.” Senyum lembut tidak pernah lepas dari bibir merah cherry itu.

“Jung Yunho,” lelaki tampan itu menyebutkan sebuah nama.

“Maaf?” sosok menawan itu mengerutkan alisnya.

“Jung Yunho, itu nama saya. Nama anda?” Yunho tersenyum menatap sosok dihadapannya.

“Kim Jaejoong,” Jaejoong menjawab malu-malu.

“Apa Jaejoong-sshi sibuk? Secangkir kopi tanpa teman mengobrol tidaklah sempurna,” terbersit sedikit permohonan dari perkataan Yunho. Jaejoong tidak menjawab, hanya tersenyum simpul kemudian melangkah menjauhi Yunho. Yunho menghela napas, menyandarkan kepala pada dinding kaca yang membatasi dirinya dari hujan diluar sana. Yunho tidak habis pikir, kenapa Jaejoong menolak permintaannya. Karena sesungguhnya Yunho membutuhkan teman saat ini. Yang bisa sekedar menemaninya berbincang atau hanya untuk membuat perhatiaannya teralihkan dari hujan diluar sana.

Yunho membenci hujan bukan karena tetesan airnya membuat jas mahalnya menjadi basah. Yunho membenci hujan karena hujan selalu membawa kembali kenangan buruk tentang kehilangan yang pernah dialaminya. Dan sendirian menunggu hujan reda ini adalah saat yang paling menyiksanya.

“Jadi, kenangan buruk apa yang membuat Yunho-sshi membenci hujan?” Jaejoong bertanya seraya meletakkan secangkir cappuccino disisi lain meja dihadapan Yunho.

“Saya kira Jaejoong-sshi sibuk?” Yunho heran namun senyum mengembang diwajah tampannya. Jaejoong hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan Yunho. Jaejoong duduk dihadapan Yunho, menunggu lelaki tampan itu menjawab pertanyaannya.

Lalu Yunho mulai bercerita. Menceritakan bagaimana hujan dengan kejam memisahkannya dengan orang-orang yang disayanginya. Bagaimana hujan tampak seakan menertawakan kesedihannya. Dengan suara getir penuh kebencian, Yunho mengatakan semua isi hatinya yang selama ini disimpannya sendiri.

Yunho menatap tetesan air yang terus membasahi kota dengan pandangan penuh kebencian. Hingga sebuah tangan yang lembut menyentuh tangannya yang mengepal diatas meja. Yunho menoleh, menatap Jaejoong yang balas menatap Yunho dengan tatapan paling menghangatkan dalam hidup Yunho. Tangan Jaejoong bergerak membuka kepalan tangan Yunho, kemudian menangkupkannya didalam kedua tangannya. Jaejoong membawa tangan Yunho ke depan wajahnya. Tangan Jaejoong kembali bergerak menggosok-gosok tangan Yunho, bibirnya sedikit maju meniupkan napasnya yang hangat ke tangan mereka.

Senyum kembali menghiasi wajah Yunho yang sempat mengeras.

“Kenapa?” Yunho bertanya.

“Hujan membuatmu terlalu dingin. Sudah waktunya membuatmu kembali hangat,” Jaejoong tersenyum.

“Gomawo,” Yunho berkata lirih. Yunho kembali menatap hujan diluar, kali ini tidak lagi ada kebencian yang menyala dimatanya. Hangat. Hati Yunho menghangat, sehangat sentuhan dari sosok cantik dihadapannya.

***

Fin

Terima kasih sudah membaca

semoga kalian menikmati tulisan saia

silakan tinggalkan komentar kalian

silakan menantikan Rainy stories selanjutnya

salam kecuuppppp

^.^v

2 thoughts on “[YUNJAE] Rainy Season – 1st Story – Rainy Memories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s